Senin, 25 Januari 2016

Sinopsis Madame Antoine Episode 2 Part 2

Hye Rim mencium bau bunga mawar yang diterimanya, lalu bertanya-tanya siapa yang mengirimkan kalau bukan tiga pria yang berkerja di klinik. Yoo Rim mengetahui Soo Hyun sebelumnya menanyakan bunga apa yang disukainya, Hye Rim sudan bertanya kalau bukan Soo Hyun yang melakukanya lagipula sangat yakin bukan dia yang mengirimkanya.
Dia ngotot sekali menjadikanku subyek. Jadi tidak mungkin.... Selain itu dilihat dari penampilannya,dia orang yang bisa dipercaya. Lucunya, karena hal ini... dia jadi terlihat keren. Aku kelihatan sangat matre, ya?” ucap Hye Rim menyadarinya.
Aku lebih kaget kalau unni akhirnya jatuh kepelukannya.” Komentar Yoo Rim.
Yoo Rim jadi ikut-ikut penasaran siapa yang mengirimkanya, lalu berpikir it mungkin ayah Do Kyung. Hye Rim rasa tak mungkin karena mantan suaminya sudah punya istri lagi di Amerika, lalu menduga-duga siapa sebenarnya yang mengirimkanya.
Soo Hyun di ruangan kerjanya memesan 100 tangkai mawar, serta mawar birunya dan meminta agar dikirim besok, lalu menatap biodata Hye Rim sebagai subjek penelitian cintanya kali ini. 

Pagi hari, Yoo Rim berteriak ketika sebuket bunga kembali datang untuk kakaknya dan ini sudah buket yang ketiga. Hye Rim makin penasaran siapa sebenarnya yang mengirimkan padanya, lalu tersadar buket bunga yang didapatnya sedikit beda. Yoo Rim binggung.
Hye Rim memperlihatkan dibuket pertama ada 10 tangkai mawar biru, yang kedua ada 9, lalu yang ketiga ada 8. Yoo Rim masih tak mengerti artinya, Hye Rim bisa menebak jumlah bunga mawar biru seperti hitungan mundur. Keduanya sama-sama menjerit, Yoo Rim merasa merinding berpikir psikopat mana yang mengirimkan bunga itu pada kakaknya.
Bukan, apa kau tidak deg-degan? Aku penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. Sepertinya di hari terakhir akan terjadi sesuatu.” Ucap Hye Rim sumringah 

Soo Hyun melihat dari rekaman CCTVnya dan membaca hasil tes MBTI, sangat suka kejutan dan melihat dari video itu sudah pasti sangat benar dengan tes tersebut.
Apa sudah waktunya ke tahap berikutnya?” kata Soo Hyun dengan senyuman sumringah
Diruangan Soo Hyun, Hye Rim kaget karena harus mengkonseling Ma Ri sendirian, Soo Hyun mengingatkan Ma Ri sendiri yang memintanya, selain itu pasienya mendengar semua yang mereka bicarakan. Hye Rim merasa sudah bersedia mengikuti eksperimenya, jadi meminta bantuanya.
Pada kasus ini, aku tidak bisa menemanimu. Itulah peraturannya, 1 pasien, ditangani 1 dokter.” Jelas Soo Hyun menolak
Kalau begitu aku tidak mau lagi mengikuti eksperimen.”kata Hye Rim mengancam
Kau sudah menyetujuinya, jadi tak boleh melanggar” tegas Soo Hyun .
Itulah keputusanku, lalu kenapa? Pokoknya aku tidak ikut eksperimen, dan Ma Ri itu sebenarnya memang pasienmu. Jadi kau...” balas Hye Rim mengomel
“Hanya ada satu solusi. Aku akan membantumu, saat kau bicara dengan Ma Ri.” Kata Soo Hyun menatap tajam. 

Soo Hyun masuk kesebuah ruangan, lalu memberitahu kalau ruangan itu tepat berada disamping ruang prakteknya dan sampai lampunya dinyalakan baru melihat sesuatu yang berbeda. Hye Rim kaget didepanya, bisa melihat ruangan Soo Hyun dari kaca  dan pernah melihatnya di film.
“Ini adalah kaca satu arah. Kita bisa melihat mereka, tapi mereka tidak bisa melihat kita.” Jelas Soo Hyun
Cerdik sekali ternyata Hal seperti ini beneran ada. Jadi, kau akan melihat dari sini?” kata Hye Rim
Iya, aku akan mendiktemu dengan earphone ini, Apa kau tahu bahwa Ma Ri menolak berkompetisi? Ini Bukan karena dia takut, tapi dia ingin membuktikan. Hari ini adalah konsultasi penting, Lakukan yang terbaik.” Ucap Soo Hyun memberikan earphone ditanganya.
Hye Rim terlihat ragu, Soo Hyun meminta agar Hye Rim tak perlu gugup karena ia akan membantunya. Hye Rim menatap Soo Hyun terlihat bersikap baik padanya. Di Point ke Lima Menawarkan bantuan saat dia tak berdaya” lalu Point ke enamSambil memegang tangannya
Soo Hyun melancarkan rencananya dengan menaruh earphone ditangan Hye Rim dan sengaja memegang tanganya. Hye Rim sempat binggung, lalu menarik tanganya sambil mengatakan sudah mengerti dengan membalikan badanya memasang earphone ditelinganya. Soo Hyun pun bergumam dengan senyuman liciknya, “Ny. Go Hye Rim, operasinya sudah dimulai.

Ma Ri sudah duduk diruang konsultasi dengan mendengarkan earphonenya, Hye Rim binggung karena Soo Hyun tak mengatakan apapun. Ma Ri akhirnya melepaskan earphone menanyakan apa yang harus dilakukan karena tak ingin buang-buang waktu. Hye Rim dengan suara gugup, menanyakan lagu apa yang sering didengar Ma Ri selama ini.
Berlari ke langit. Judul lagu milik Lee Jeok.” Ucap Ma Ri
Kau pasti sangat menyukainya. Apa yang kau rasakan?” tanya Hye Rim
Rasanya jadi lebih kuat, Seperti sedang menyemangatiku.” Kata Ma Ri,Hye Rim memberikan kode agar memberitahu petunjuk, Soo Hyun meminta Hye Rim menanyakan perasaannya sekarang.
“Lalu Bagaimana perasaanmu?” tanya Hye Rim mengikuti perintah Soo Hyun
Seperti... sendirian disuatu tempat.” Cerita Ma Ri, Soo Hyun menyuruhnya untuk mengatakan dimana dan Hye Rim melakukan hal yang sama. 

Ma Ri seperti kebinggungan, melihat langkah kaki yang berjalan denga baju compang camping. Soo Hyun meminta agar Hye Rim menanyakan kembali tepatnya keberadan Ma Ri sekarang. Hye Rim meminta agar memikirkan dimana keberadaanya sekarang. Ma Ri seperti menembus kaca melihat banyak pohon yang ditiup oleh angin.
Di gunung... Ada jembatan yang indah.” Ucap Ma Ri, Hye Rim seperti itu berada didepannya. Ma Ri tiba-tiba melihat seorang berjalan tak jauh dengan baju compang camping. Hye Rim menanyakan apa yang dilihat Ma Ri di tempat itu.
Ada gadis.” Ucap Ma Ri, Hye Rim pikir itu Anti-fansnya. Si gadis menengok, Ma Ri melihat kalau itu adalah dirinya sendiri yang paling dibencinya. Hye Rim menanyakan alasan Ma Ri mengatakan itu.
Dia keras kepala, Tidak mau mengakui kesalahannya. Dia tidak mau berhenti, Sampai semua orang muak padanya.” Ucap Ma Ri penuh amarah, Hye Rim terdiam mendengar cerita Ma Ri. 

Flash Back
Aku sudah muak dengan semua ini! Apa gunanya kita tetap bersama? Ayo kita berpisah.” Teriak mantan suami Hye Rim
Untuk siapa itu? Kau pikir kau akan bahagia bersamanya?” teriak Hye Rim dengan gigi bergemertak
Ayah Do Kyung, menegaskan alasan berpisah bukan karena wanita lain tapi karena selalu ingin muntah setiap melihatnya. Hye Rim merasa sikapnya memang sudah pantas, agar cepat mati.  Ayah Do Kyung memilih untuk pergi, Hye Rim berteriak kalau akan menghantui suaminya dan akan dilakukan sampai akhir. Akhirnya ia pun jatuh lemas sambil menangis.
Kau pikir aku suka melakukannya? Aku harus bagaimana? Aku juga membenci diriku. Sangat benci....” jerit Hye Rim menangis histeris. 

Tidak, kau itu cantik.  Dimataku, kau itu cantik.” Ucap Soo Hyun yang membuat Hye Rim tersadar dari lamunan sedikit melirik kearah dinding. Akhirnya tersadar kalau kalimat itu untuk Ma Ri.
Hye Rim pun mengucapkan kalimat yang sama kalau Ma Ri cantik. Wajah Ma Ri terlihat mendengus tak percaya, Hye Rim nampak binggung. Soo Hyun mengatakan Ma Ri itu keras kepala, tapi pekerja keras, selain itu lucu dan menggemaskan, Mempesona. Hye Rim terdiam seperti mendengarnya pujian untuk dirinya sendiri.
Kau pekerja keras. Lucu, menggemaskan.” Ucap Hye Rim, Ma Ri mengangkat wajahnya seperti mulai percaya.
Iya, kau cantik, Kau berhak untuk dicintai.”kata Hye Rim, Senyuman Ma Ri pun terlihat. Soo Hyun juga bisa tersenyum karena bisa membuat Hye Rim terlihat termakan dengan ucapanya. 

Hye Rim masuk keruangan rahasia mencari Soo Hyun, tapi tak ada didalam, hanya ada note tertempel dilayar komputer Aku ada janji, jadi pergi dulu.
Setelah memujinya, menghilanglah. Secara misterius,Pasti dia yang menghubungiku. Gumam Soo Hyun.
Soo Hyun sudah ada dibandara melihat ponselnya kalau Hye Rim menelpnya, dengan nama “Subjek Tes” lalu kembali bergumam Aku tidak boleh langsung mengangkatnya, karena Aku harus membuatnya berusaha sedikit lagi.dan memilih untuk merejectnya. Lalu tersenyum bahagia melihat Prof Bae dari pintu kedatangan. 

Prof Bae merasa Soo Hyun tak perlu menjemputnya, Soo Hyun hanya ingin memastikan supaya tidak berubah pikiran, lalu menanyakan kembali kalau Prof Bae akan bekerja bersama denganya. Prof Bae mengaku merasa bosan selama memilih pensiun.
Terima kasih mau mengajak orang yang sudah tua sepertiku.” Ucap Prof Bae
Saya harusnya merasa terhormat. Tapi prof, leher anda sedikit bengkak.” Komentar Soo Hyun
Entahlah, sepertinya aku bertambah gemuk.” Pikir Prof Bae gugup memegang lehernya. Lalu matanya melirik melihat poster yang tertempel dibandara, bertuliskan Kanker! Jangan tunda, atau kau akan menyesal!

Prof Bae masuk ke dalam ruangan dan langsung membuka jendelanya lebar-lebar, sambil menghirup udara dimusim dingin mengingatkan ketika dibonceng oleh Seung Chan yang memujinya seperti anak muda dan masih sangat muda.
Aku juga bekerja disini....Silahkan kembali lagi. Aku akan mengurusmu.” Ucap Seung Chan bangga
Seung Chan tiba-tiba masuk ruangan kaget melihat Ahjumma yang dikenalnya, lalu menyapa karena sudah lama tak bertemu, berpikir datang untuk berkonsultasi. Prof Bae terlihat gugup, Seung Chan memberitahu Prof Bae tak boleh masuk ruangan itu.
Prof Bae mengatakan datang bukan untuk konsultasi tapi berkerja diklinik itu. Seung Chan melonggo lalu memanggil kakaknya kalau ada Ahjumma aneh dalam klinik mereka. Prof Bae menarik Seung Chan dan menutup pintunya.

Aku Profesornya Choi Soo Hyun di kampus dan juga seorang psikolog, dan aku memang akan bekerja disini.” Jelas Prof Bae, Seung Chan terlihat masih tak percaya
Tanya saja Choi Soo Hyun.” Kata Prof Bae, Seung Chan akhirnya percaya dan meminta maaf karena tidak mengenalinya dan mengenalkan dirinya.
Kau akan mengurusku, kan?” ucap Prof Bae, Seung Chan terlihat binggung. Prof Bae mengingatkan ketika mereka naik motor bersama, Seung Chan mengingatnya lalu berjanjai akan melakukanya dan langsung keluar ruangan. Prof Bae merasa kata-kata Seung Chan yang akan mengurusnya itu sangat kekanak-kanakan. 


Hye Rim naik kelantai dua dan melihat Soo Hyun tak ada dalam ruangan, Ji Ho bertanya ada apa Hye Rim mencarinya. Hye Rim mengaku jarang melihatnya.
Point tujuh, Tetap menghilang sampai dia mencarimu.
Ji Ho pikir Hye Rim butuh sesuatu dan akan mengantikanya saja, Hye Rim rasa tak perlu lalu kembali ke cafe. Bunga mawar kembali datang, kali ini mawar birunya hanya tiga buah. Hye Rim melihat deretan bunga yang berjejer di meja kasirnya, teringat ucapan Soo Hyun saat wawancara pertama “Aku sedikit tertarik kepadamu.
Setelah itu bertanya apakah Soo Hyun ingin membelikan bunga, Soo Hyun membenarkan. Dihari berikutnya, Soo Hyun meminta untuk tak gugup karena akan membantunya, lalu menyentuh tanganya ketika memberika earphone.
Ketika memberikan konsultasi pada Ma Ri, ucapannya seperti tertuju padanya Dimataku, kau cantik. Kau itu lucu dan menggemaskan.Hye Rim menyadarkan dirinya kalau Soo Hyun tak mungkin menyukainya. 

Soo Hyun akan melihat hasil evaluasi jadi bisa melihat seberapa jauh percobaannya, pertama melihat laporan adiknya tak percaya hanya menemui Hye Rim sekali saja. Seung Chan mengatakan hanya menemuinya satu kali dalam seminggu.
Choi Seung Chan, ini bukan pertandingan gulat. Jangan membuat ku jengkel, dan jawab yang jujur. Benarkah kau cuma bertemu sekali?” ucap Soo Hyun melotot
“Lalu Kau sendiri bagaimana? Kau bahkan tidak menulis laporan.” Keluh Seung Chan
Laporanku sudah ada dikepala.” Tegas Soo Hyun menunjuk kepalanya.
Iya, tapi kau juga obyek penelitian. Jadi kau bagian dari eksperimen. Sedangkan kami harus menulis laporan. Itu melanggar aturan, kan?” kata Seung Chan tak terima
Ji Ho setuju karena hanya Soo Hyun yang boleh melihat CCTV, Soo Hyun melirik sinis merasa dirinya yang akan mengacaukan eksperimen penting ini. Keduanya akhirnya hanya bisa tertunduk diam, Soo Hyun memberitahu bulan depan akan ada pemeriksaan fisik Kalau reaksi otak Hye Rim kurang dari 5% maka akan didiskualifikasi, jadi meminta agar mereka melakukan sungguh-sungguh.
Kalian sudah mengerti tugas kalian, kan? Obyek pria jantan dan Obyek pria manis.” Tegas Soo Hyun pada keduanya, Seung Chan mengerti dengan memanggil Soo Hyun si Tuan kaya raya.
Aku ingin lihat laporan perkembangan kalian dengan Hye Rim minggu depan. Dan kalian ingat kita tidak boleh saling menghina didepannya, kan? Tulislah supaya kalian tidak lupa.” Perintah Soo Hyun lalu akan beranjak pergi. Seung Chan bertanya kemana kakaknya akan pergi sekarang.  Soo Hyun memberitahu akan melihat pertandingan Lee Ma Ri.


Dalam ruang pertandingan, anti Fans Ma Ri sudah masuk mengambil duduk dibagian penonton dengan papan bertuliskan [TX milik kami] Ma Ri mencoba melepaskan otot kakinya dengan mendengarkan lagu dengan earphonenya.
Pelatih memberitahu keadaan Ma Ri sudah lebih baik dan tidak gelisah, menurutnya atletnya mendapatkan ketenangan setelah konseling. Soo Hyun melirik melihat beberapa orang mengunakan seragam lalu bertanya apakah mereka itu anti-fansnya. Pelatih Ma Ri membenarkan dan seharusnya sudah melarang mereka masuk kedalam ruang pertandingan.
Soo Hyun memutar lehernya seperti sedang berpikir, Hye Rim melihat anti fans dari kejauhan sambil mengingat kata-kata Soo Hyun “Gangguan fungsi saraf dapat disembuhkan secara langsung. Kau harus bekerja, tapi kepalamu sakit. Tapi pekerjaanmu menumpuk dan sakit kepalamu hilang. Hal itulah yang dialami Ma Ri
Hye Rim menerima telp dari Soo Hyun, dengan mengingatkan sebelumnya boleh menyuruhnya apapun, Hye Rim menanyakan apa yang harus dilakukanya. Soo Hyun ingin menyuruhnya jadi meminta agar Hye Rim melakukan sesuai yang diperintahnya. 

Dilobby tempat pertandingan berlangsung, Yoo Rim sudah menunggunya. Hye Rim berlari menghampiri adiknya, bertanya apakah sudah mengumpulkanya. Yoo Rim memberitahu sudah ada didalam, lalu bertanya alasan kakaknya ingin bertemu padahal sekarang dirinya sedang sibuk berkerja. Hye Rim mengatakan harus berakting lalu masuk ke dalam ruangan.
Kantin, Para fans TX sudah berkumpul lalu menyapa Yoo Rim yang baru datang bersama kakaknya. Hye Rim melihat Para fans memuji Pertunjukannya bagus Tapi TX tidak terlalu bagus di TV ada juga yang mengeluh tidak dapat bayaran dari TV bahkan meminta Yoo Rim untuk mentraktir mereka.
Halo semuanya.... aku Madame Antoine.” Ucap Hye Rim menyapa semua anti fans Ma Ri 

Ma Ri duduk tertunduk dengan menundukan kepalanya, Soo Hyun datang memberikan earphone ditanganya, menyuruh untuk mendengarkannya,  kalau itu lagu dari Liu Chi Kung, pianis dari China. Ma Ri menolak karena tidak mau bicara dengan Soo Hyun.
Dia juara kedua di kompetisi internasional Van Cliburn Tchaikovsjy tahun 1958. Dan dipenjara saat revolusi politik jadi tidak bisa main piano selama 7 tahun. Tapi Dia memainkannya begitu keluar dari penjara. Permainannya bahkan lebih bagus dari sebelumnya.” Cerita Soo Hyun dan bertanya apakah Ma Ri tahu kenapa bisa seperti itu. Ma Ri hanya memperlihatkan mana sinisnya.
Selama 7 tahun, orang ini latihan tanpa piano. Dia bermain dalam hatinya. Sekarang gambarkan dalam kepalamu. Garis start, lintasan, dan papan loncat, lalu Ambil nafas yang dalam dan Terbanglah.” Perintah Soo Hyun lalu menepuk lenganya dan keluar dari ruangan.
Ma Ri menatap Soo Hyun yang keluar ruangan, lalu mendengarkan musik dalam MP3, terdengar irama permianan piano seperti memberikan semangat pada dirinya dan bisa mengangkat kepalanya yang selama ini tertunduk. 

Hye Rim mulai melakukan keahilan seperti berbicara dengan Maria Antoine dalam bahasa prancis, lalu dengan sengaja menjatuhkan tasnya dan melihat kaki dari anti fans Ma Ri mengunakan sepatu kets dengan noda hitam dibawah mungkin bukan dari gunung, tapi bekas arang.
“Dia masih Sekolah... kelas? Tidak mungkin mereka keluar dari jendela. Apa keluar dari pintu gerbang? Maskara hitam, itu Haus akan kasih sayang? Lipstik warna norak dan lama. Gumam Hye Rim melihat pelajar didepannya.
“Kau masih Kelas satu?” tebak Hye Rim, pelajar itu pun membenarkan dengan wajah ketakutan
Kau harus kembali ke sekolah. Gurumu menyita maskaramu, kan? Aku paham kau masuk lewat jendela kantor guru untuk mengambilnya Tapi seharusnya kau tidak mencuri make upnya.” Kata Hye Rim mulai menebak dari penampilan si pelajar

Temanya itu terlihat tak percaya dengan ucapan Hye Rim, Si pelajar lalu bertanya apa yang dicurinya. Hye Rim menembak itu lipstik, Pelajar itu pun tertunduk karena benar. Semua mulai panik karena merasakan merinding karena Hye Rim bisa mengetahuinya.
Hye Rim tiba-tiba kembali berbicara dengan bahasa prancis, dengan mata melotot dan terkesan marah. Yoo Rim mendekat merasa khawatir melihat kakaknya, lalu Hye Rim berteriak sambil mengebrak meja. Beberapa detik kemudian langsung menghela nafas mengatakan kalau dia sudah pergi. Pelajar menanyakan siapa  itu, Hye Rim memberitahu kalau itu Arwah. Semua pelajar menjerit ketakutan sambil menutup kuping.
kau Pasti ketuanya ‘kan, Maaf, aku sudah mencoba semampuku...” ucap Hye Rim, Si pelajar berkepang berpikir kalau arwah itu menghantuinya.
“Ya... Kalian semua Bersiaplah akan masalah dimasa depan Dan itu juga berdampak pada TX.” Ucap Hye Rim, semua langsung menjerit tak menginginkan itu terjadi.
Ada satu cara mengusir hantu itu.” Kata Hye Rim. 


Didalam ruangan, Pertandingan senam dimulai dalam babak final. Atlet dari China bernama Mao Jin mendarat dengan indah dan sebagai  rival dari Lee Ma Ri. Pelatih melihat Ma Ri baru datang dan meminta untuk melakukan pemanasan.
Soo Hyun, Hye Rim, Yoo Rim terlihat tegang dibangku penonton. Ma Ri melakukan pemanasan melihat anti fans duduk dibangku penonton dengan tatapan sinis, lalu nama Ma Ri pun dipanggil untuk masuk ke lintasan. Ma Ri berjalan masuk tapi kakinya tersandung saat akan mengambil tepung.
Komentator merasa Ma Ri terlihat gugup, Ma Ri mencoba memejamkan matanya dan mengingatkan sugesti yang diberikan Soo Hyun Gambarkan dalam kepalamu. Garis start, lintasan, dan papan loncat. Ambil nafas yang dalam. Dan Terbanglah
Ma Ri membuka matanya yang tadinya kabur, bisa dilihat dengan sangat jelas. Dibangku penonto, anti fans terlihat binggung haruskan mereka melakukanya, Ketua Fans TX yakin dengan kata-kata Hye Rim kalau akan sesuatu yang buruk akan terjadi pada TX, jadi apabila itu terjadi apakah ia bisa bertanggung jawab jika popularitasnya turun, dan meminta semua anggotanya untuk bersiap.

Sebelum Ma Ri berlari terdengar suara nyanyian dari Fans TX, komentator berpikir orang-orang itu teman sekelas Ma Ri yang memberikan dukungan. Soo Hyun, Hye Rim dan Ma Ri bisa tersenyum mendengar nyanyian anti fans yang menyemangati Ma Ri. 
Flash Back
Soo Hyun meminta Hye Rim melakukan yang diperintahkanya, dengan Kumpulkan fans TX dan mereka akan gunakan hantu. Hye Rim dengan aktingnya memberitahu Ada cara untuk mengusir hantunya, yaitu mereka harus bernyanyi saat Lee Ma Ri tampil. Anti fans bertanya apa yang harus dinyanyikanya, Hye Rim menyebut judul “
Ma Ri yang mendengar lagu penuh semangat, tersenyum sumringah, matanya sangat jernih melihat papan yang harus diloncatinya. Lampu hijau menyala, Ma Ri mulai berlari cepat, semua terlihat memasang wajah tegang. Ma Ri melakukan lompatan lalu memutar tubuhnya diudara dan akhirnya mendarat dengan sempurna. Semua penonton menjerit bahagia, Ma Ri memeluk pelatihnya dengan menangis haru. Soo Hyun bisa tersenyum karena pasiennya bisa terbebas dari gangguan psikisnya. 

Di lantai tiga
Hye Rim yakin harus berangkat dengan mereka dan memperlihatkan bunga  mawar datang lagi untuknya. Yoo Rim meminta kakaknya Berhenti bicarakan bunga, karena lebih baik membicarakan tentang Ji Ho.
Dia hanya ingin mengajakmu makan galchi. Kenapa kau mengusirnya seperti itu?” ucap Yoo Rim heran
Dia aneh sekali, selalu tiba-tiba muncul. Tapi Seung Chan juga begitu, Dia selalu mengajakku makan bersama. dan selalu membantu apapun yang kukerjakan.” Ucap Hye Rim heran
Pasti dia menyukaimu.” Kata Yoo Rim yakin
Tidak mungkin... Aku lebih tua dari mereka.” Ucap Hye Rim
Yoo Rim mengingatka kalau bukan kakaknya yang mendekati pria muda itu tapi Seung Chan dan Ji Ho yang mendekatinya, jadi tak ada alasan untuk  menghindar. Hye Rim setuju dan dirinya juga dapat bunga. Yoo Rim melihat anak muda yang menekati kakaknya yang sudah tua itu sama seperti dalam drama, menurutnya sangat hebat karena Film yang selalu ditonton kakaknya itu sekarang menjadi kenyataan. Hye Rim tersenyum  bahagia, Yoo Rim pikir kakaknya harus menikmatinya saja. 

Hye Rim mengeluarkan kepalanya diluar jendela, merasa bahagia karena sudah lama tak melakukan itu. Seung Chan berada disampaingnya mengajak untuk pergi ke taman hiburan saja, Hye Rim menolak karena harus belanja, lalu melihat adiknya ikut padahal seharusnya mengedit video. Yoo Rim mengatakan sudah selesai melakukanya dan ikut karena harus merekam Ji Ho. Hye Rim merasa harus menikmati kesendirianya, lalu mengumpat adiknya si penyihir yang tidak peka dan kembali mengeluarka kepalanya ke luar jendela 

Soo Hyun kembali memesan bunga kali ini tanpa mawar biru, karena ini aka menjadi yang terakhir untuknya, dengan senyuman licik melihat profile Hye Rim.
Hye Rim sampai didepan supermarket dan lupa membawa keranjang dorong, Ji Ho dengan sigap akan membawakannya. Yoo Rim yang melihatnya, mengingatkan Ji Ho ingin terlihat baik didepan kakaknya, Ji Ho merasa tak ada yang salah dengan membantu Hye Rim. Yoo Rim memberitahu agar Ji Ho lebih atraktif, kalau Ji Ho selalu disuruh oleh wanita namanya pencundang dan wanita tak suka dengan pencundang.
Ji Ho pikir dengan begitu tak boleh bersikap baik, Yoo Rim menjelaska maksudnya bukan seperti itu lalu membisikan sesuatu agar mereka lebih mudah memulai tips mendekati kakaknya. 

Hye Rim berjalan lebih dulu disepanjang lorong. Ji Ho berjalan dibelakangnya  mengingat sesuatu tahu yang membuat wanita tergila-gila adalh Tangan pria yang berotot, jadi meminta agar menunjukkan kekuatannya dengan membawa barang yang berat. Hye Rim meminta Ji Ho mengangkat satu dus kertas.
Yoo Rim pikir kalau yang kecil tak cukup dari memilih yang lebih besar, Ji Ho mencoba mengangkat tapi terlihat keberatan, Hye Rim mencoba membantunya, Seung Chan datang dengan memudah mengangkatnya dan akan membawa langsung ke dekat kasir karena tak muat untuk masuk keranjang. Yoo Rim hanya bisa melonggo dan Ji Ho menghela nafas dan tertunduk sedih.
Hye Rim dan Seung Chan sedang mencoba sosis untuk anak-anak, Ji Ho datang mengingat perkataan Yoo Rim kalau Pesonanya kurang, jadi harus tunjukkan diwaktu yang tepat dengan tersenyum seperti anak kecil. Ji Ho bermuka datar memberikan senyumanya walaupun terlihat sangat kaku, Hye Rim binggung dan berpikir Ji Ho sangat ingin sosis itu dan akhirnya membelikanya. Seung Chan pun mengejeknya dengan memberikan sosis ditanganya, Yoo Rim melihat sikap Ji Ho menyindir untuk menyuruhnya makan saja. 

Hye Rim dengan wajah bahagia meminta keduanya untuk suit, dan yang menang akan mendorongnya, maka pemenanganya akan mendapatkan semuanya. Yoo Rim yang mendengarnya merasa kakaknya itu sangat menjijikan.
Ji Ho akhirnya memenangkan, Hye Rim meminta agar mendorongnya sampai ke depan mobil. Seung Chan terpaksa mendorong keranjang belanja dan melakukan taruhan yang kalah harus melakuan apa yang diinginkan Hye Rim. Mendengar taruhan keduanya membuat Hye Rim melayang.
Keduanya mulai berlomba, Ji Ho lebih dulu mendorong Hye Rim sampai akhirnya Seung Chan melepaskan keranjang belanjaan dan pindah ke keranjang yang dinaiki Hye Rim, sementara Hye Rim menjerit bahagia seperti anak kecil. 

Sesampai dicafe, semua tertawa bahagia. Ji Ho meminta agar Hye Rim memanggilnya saja kalau memang diperlukan. Hye Rim mengaku sangat bahagia hari ini, Seung Chan pun pamit naik ke lantai dua. Seorang pegawai mengatakan sudah menerima bunga saat mereka pergi belanja.
Hye Rim tak melihat ada bunga mawar biru, Yoo Rim melihat ada kartu yang terselip didalam bunga dan meminta untuk membukanya. Hye Rim melihat tiket menonton opera, Yoo Rim merasa kakaknya harus datang karena nanti pria itu akan duduk disampingnya. Hye Rim berpikir haruskan datang, Yoo Rim merasa tak perlu karena takut. Hye Rim mengaku sangat penasaran dengan adegan selanjutnya. 

Hye Rim duduk didalam ruangan opera melihat samping kanan dan kirinya masih kosong, Seorang pria berjalan menyusuri depan gedung, Hye Rim melihat bangku mulai terisi dengan penonton, disamping kanannya masih kosong. Langkah pria itu semakin cepat, Hye Rim menoleh kebelakang menunggu siapa yang akan datang.
Sampai lampu digelapkan, Hye Rim terlihat kesal karena pria yang mengirimkan bunga tak datang juga. Soo Hyun tersenyum melihat kebagian depanya, lalu berjalan masuk ternyata ia masuk ke dalam rumahnya sendiri. Hye Rim masih duduk sendirian sampai pertunjukan berakhir. 

Soo Hyun menanyakan perasaan Hye Rim sekarang, Hye Rim pikir untuk apa menceritakannya, Soo Hyun mengungkapkan itu bagian dari eksperimen dan mengingatkan Survei yang dilakukanya itu adalah bagian eksperimen dari Hye Rim harus bekerjasama sepenuh hati.
Apa nama eksperimennya dulu?” tanya Hye Rim,
Cinta segitiga yang berpusat pada pria idamanmu dan bagaimana cara terbebas dari orang itu.” Ucap Soo Hyun memperlihatkan berkasnya.
Jadi, apa yang kudapat dari eksperimen ini?” tanya Hye Rim
Kau akan dibayar.” Ucap Soo Hyun
Hye Rim ingin tahu bayaranya, Soo Hyun bertanya berapa bayaran yang dinginkanya. Hye Rim sumringan karena Soo Hyun bisa memberikan yang diminta. Soo Hyun mengatakan kalau itu tergantung dengan lama waktunya ditambah alpha, dan memperingatakan sebelumnya Hye Rim setuju melakukan eksperiment. Hye Rim setuju dengan menambah lama wakt dan juga alpha.
“Lalu Bagaimana perasaanmu saat duduk sendirian disana?” tanya Soo Hyun
Aku sangat kesal. Awalnya bersemangat tapi tidak lagi. Aku merasa kosong dan membuang-buang waktu, ditambah Bunganya juga tidak datang lagi.” Cerita Hye Rim dengan santai
Lalu apa yang ingin kau lakukan?” tanya Soo Hyun
Aku ingin bertemu dengan orang itu. Setelah bertemu, akan kutanyakan kenapa memberiku bunga. Ini terlalu drama, aku tidak suka.” Ungkap Hye Rim, Soo Hyun melirik sambil bergumam Kau akan segera bertemu dengannya.

Soo Hyun kaget melihat Ji Ho berdiri dalam ruangan dengan wajah pucat, seperti zombie. Ji Ho menanyakan apa yang akan dilakukan selanjutanya, So Hyun heran dengan pertanyaan asistennya. Ji Ho tahu Soo Hyun itu yang mengirimkan bunga, karena tokonya menelp dan menanyakan kenapa Soo Hyun tak memesan bunga lagi. Soo Hyun mengeluh padahal sudah meminta agar dirahasiakan.
Tidak ada yang tahu, kan?” ucap Soo Hyun, Ji Ho mengatakan hanya dirinya yang tahu.
Lupakanlah Dan tutup mulutmu.” Perintah Soo Hyun
“Kau harus memberitahuku rencanamu. Anda sedang melakukan simulasi psikologi, kan? Kupikir ini akan membantu belajarku.” Jelas Hye Rim
Kau tahu bunga digunakan untuk membuat dia penasaran, kan? Lalu, aku rekayasa agar dia menikmatinya. Contohnya, hitungan mundur yang ku gunakan Dan tidak muncul saat hari H. Maju dan mundur untuk mempersiapkan perang kedua. Setelah itu, meskipun wanitanya kecewa,kau harus tetap tidak muncul dihadapannya.” Cerita Soo Hyun. 

Ia pun sudah rencanakan untuk mengantikanya, untuk Luluhkan hatinya dengan surat maaf dan mengajak makan malam mewah di hotel terkenal dan tiket perjalanan dan saat itu juga ia muncul tepat dihadapannya.
Soo Hyun sudah menyiapkan ruangan khusus dan meminta agar pelayan menyambut tamunya disambut dengan istimewa, satu jam lagi dari sekarang, dan meminta agar menjawab tak tahu apabila tamunya bertanya tentang dirinya, kembali berpesan supaya tamunya menikmatinya dan memberika layanan yang terbaik.
Ia pun dengan senyuman puas akan menyiapkan surat diatas meja, ketika membuka pintu Soo Hyun melotot kaget melihat Hye Rim sudah ada didepan pintu.
Choi Soo Hyun, apa kau sudah bersenang-senang?” sindir Hye Rim, Soo Hyun benar-benar kaget Hye Rim datang lebih cepat dari yang diduga.
bersambung ke episode 3 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


6 komentar:

  1. Ha ha ha lucu bgeetz ...
    D lanjut y nulisnya ceemunggut :-D

    BalasHapus
  2. Suka...
    Makasih sdh nulis sinopsisx
    Semangat buat dyah

    BalasHapus
  3. Suka...
    Makasih sdh nulis sinopsisx
    Semangat buat dyah

    BalasHapus
  4. noona, tau gak judul lagu piano yg didenger sama lee ma ri sebelum dia tampil?
    lagu piano yg katanya dimainin sama Liu chi kung

    BalasHapus
  5. noona, tau gak judul lagu piano yg didenger sama lee ma ri sebelum dia tampil?
    lagu piano yg katanya dimainin sama Liu chi kung

    BalasHapus
  6. noona, tau gak judul lagu piano yang dimainin sama liu chi kung itu apa?

    lagu piano yg didenger sama lee ma ri sebelum tampil :(

    BalasHapus