Sabtu, 23 Januari 2016

Sinopsis Madame Antonie Episode 1 Part 1

[Drama ini didasarkan pada psikologi. Semua kasus dan perawatan adalah fiktif.]
Jalan masih basah karena hujan, beberapa orang berlarian menatap kearah langit, seperti melihat sesuatu yang aneh. Seorang wanita mudah diduduk diatas dahan pohon dengan lembaran kertas yang diikat pada rating yang kosong. Ia melihat jam tangannya menunjukan pukul 4 sore, orang-orang yang ada dibawah sibuk mengambil gambar.
“Sayang..... Aku mencintamu!!!” jerit si wanita muda berkali-kali. Semua orang yang mendengar dibawah langsung memberikan applouse karena keberanian si wanita mengungkapkan rasa sayangnya.
Wajah si wanita terlihat disebuah layar TV besar, Pria dengan dengan jas kotak-kotak berdiri, bernama Choi Soo Hyun memberitahu pada tanggal 10 Oktober 2015 kalau kejadian seperti itu terjadi dibeberapa jalan kota Seoul, Korea.
Dia berusia 26 tahun. Wanita ini adalah guru disebuah sekolah dasar Korea, dan sedang jatuh cinta. Ah... bukan... Maksudnya... Aku memastikan dia benar-benar jatuh cinta.”jelas Soo Hyun, Si pria bule bertanya apakah Soo Hyun yang membuat wanita itu jatuh cinta.
“Benar....  Ini adalah psikologis bereksperimen untuk menumbuhkan cinta. Enam bulan yang lalu, kami memiliki tiga orang mendekatinya.” Ucap Soo Hyun dengan mengambarkan pria yang pertama kali dengan dengan Si wanita. 

Soo Hyun memperlihatkan video lain dengan menceritakan Pria yang pertama sudah tua dan memiliki temperamen buruk, tetapi  mendapatkan gaji sebesar 100 juta won. Keduanya bertemu didepan toko pakaian yang tak sengaja bertabrakan ketika keluar toko dan si pria mencoba membantu karena tas belanja jatuh semuanya.
Pria yang kedua adalah Seorang pelatih pribadi muda dan seksi, Si wanita bertemu dengan pria tersebut di gym yang tiba-tiba datang untuk menemani wanita itu berlari bersama-sama. Sedangkan pria ketiga adalah “The pretty boy melakukan yang terbaik menggunakan pesona dan mendekatinya. Si wanita bertemu pertama kali di bus dan pria dengan pesonanya memberikan tempat duduk karena melihat si wanita membawa barang yang cukup berat.
Ketiga pria itu mulai melakukan aksinya, pria pertama memberikan perhiasan dan barang-barang mahal. Pria kedua membantunya untuk berlatih gym dengan benar dan Pria yang ketiga bisa mengajak jalan bersama-sama seperti pria tampan lainya.
“Dan Hasilnya... Dia memilih satu orang setelah jalan bersama dari total 36 kali berkencan. Jelas Soo Hyun
Apakah dia tahu itu sebuah eksperimen ketika membuat pilihannya?” tanya si pria bule
Tidak... Wanita ini percaya bahwa orang-orang ini benar-benar menyukainya. Pada akhirnya, wanita ini akhirnya melakukan apa pria yang inginkan darinya.  Dia bahkan pergi dengan jarak yang cukup jauh untuk melakukan sesuatu segila ini. Menurut Anda darimana energi ini berasal dari?.” Ucap Soo Hyun

Si pria bule menjawab mungkin cinta, Soo Hyun membenarkan tapi menurutnya itu baik karena dengan begitu membuat seseorang seperti orang gila. Sebuah gambar pengambaran cinta dalam sebuah film diputar, salah satu film Titanic yang berdiri diujung kapal lalu berciuman dan Romeo and Juliet dengan akhir tragis
Tidak peduli apa yang kau lakukan, semua yang kau yang pikirkan tentang orang itu. Kau begitu bahagia, seolah-olah kau memiliki seluruh dunia.  Sebuah jenis cinta yang membuat bumi bergerak. Ini sangat kuat yang bahkan membuatmu ingin mengambil risiko hidup kalian sendiri. Aku benar-benar ingin tahu dimana bahwa kekuatan cinta datang.” Kata Soo Hyun mengebu-gebu
Anda sebutkan itu adalah pertama Percobaan awal, kan?” kata si pria bule seperti dengan helaan nafas sebelum berbicara.
Ya, ini adalah pertama Percobaan pendahuluan berfokus pada satu wanita di usia 20-an. Selanjutanya , saya berencana untuk focus pada wanita berusia 30-an yang telah memiliki pengalaman dengan cinta. Setelah itu, percobaan resmi akan mulai dengan 500 wanita, bervariasi di segala usia.” Jelas Soo Hyun kembali duduk.
Apakah Anda mendapatkan persetujuan dari subjek eksperimen?” tanya si bule
Tentu saja aku lakukan. Namun, saya tidak memberitahu mereka tujuan dari percobaan. Wanita itu percaya bahwa penelitian ini hanya penelitian polo tentang pria idealnya.” Jelas Soo Hyun

Pria bule itu pikir sedikit melanggar etis melakukanya,  Soo Hyun menjelaskan Selama subjectnya menyetujui percobaan, itu mungkin saja dengan tujuan yang disembunyikan. Pria bule terdiam seperti kurang setuju, Soo Hyun mengerti dengan keadaan seperti itu kurang nyaman.
Namun, psikologi tidak berhubungan tentang moral,  tapi ini ilmu. Tentang mengeksplorasi hati seseorang, dan kemudian membuktikan hal itu. Aku merasakan hal yang sama. Percobaan ini bukan hanya untuk bersenang-senang. Pria mana menurut anda yang  wanita itu pilih?” ucap Soo Hyun bisa membuat si pria bule setuju.
Pria yang menarik di usia 20-an?” ucap si pria bule
Tidak, dia memilih pria dengan banyak uang. Itulah yang cinta yang disukai oleh wanita.” Jelas Soo Hyun, Si pria bule tak bisa mengerti maksud dari ucapanya.
Saya mengatakan dia memilih uang dibanding cinta. Ini adalah faktor terbesar dan bergeraknya hati seorang wanita. Kekuatan dari Uang,  Oleh karena itu, tidak ada arti cinta sejati bagi seorang wanita dan Bagiku Tidak ada hal seperti cinta sejati. Itulah hipotesis dan kesimpulan dari  percobaan saya menjalankan.” Jelas Soo Hyun 

Di sebuah zebra cross, seorang pria bersujud ditengah jalan dan membuat polisi datang karena membuat kemacetan. Sang pria langsung marah ketika polisi menariknya agar minggir, Si pria terus saja menghitung sambil memegang lehernya.
Lampu untuk orang menyeberang pindah ke lampu hijau, Soo Hyun dan Assitennya Woo Ji Hoo akan menyebrang jalan langsung menghampiri si pria aneh. Polisi bertanya apakaha Soo Hyun seorang dokter, Ji Hoo menjelaskan Soo Hyun adalah seorang psikolog yang bisa memperbaiki pikiran dan hati seseorang.
Dia tampaknya terus memegang lehernya. Apakah dia melukai lehernya di masa lalu?” tanya Soo Hyun melihat si pria, teman si pria membenarkan kalau temanya itu dirampok awal tahun ini.
Apa yang terjadi dengan perampok awal tahun ini?” tanya Soo Hyun, Pria terus menghitung sambil memegang lehernya.

“Apa secara tak sengaja, dia mencekikmu kembali?” tanya Soo Hyun, Pria itu mulai mengangkat wajahnya.
Soo Hyun mengangkat tanganya meminta agar pria itu melihat tanganya, dan mengerakan kekanan dan kiri seperti bandul. Mata pria itu pun mengikutinya, Soo Hyun ingin membuat pria itu merasa nyaman dan lebih santai lagi, seperti melakukan hipnosis.
Perampok ... datang dalam rumah. Kami berkelahi... Dia ... dia mulai mencekikku ! Istriku...” kata si pria dengan memegang lehernya yang tercekik, Soo Hyun menanyakan bagaimana dengan istrinya.
Apakah terjadi sesuatu sebelum dia menjadi shock seperti ini? Apakah dia melihat sesuatu, atau memegang sesuatu? ” tanya Soo Hyun

“Ini sudah lama seperti ini dan kami bertemu secara tidak sengaja. Dia ingin mengambil beberapa minuman di bar itu.” Jelas si pria kacamata, Soo Hyun melihat kebagian seberang jalan lalu kembali menatap si pria
Apakah istrimu ... terluka saat itu? Di tengah pertarunganmu dengan perampok yang ... apa dia meninggal?” tanya Soo Hyun
Si pria dengan wajah memerah dengan menahan tangis langsung terdiam, Soo Hyun mengatakan kalau semua kejadian itu bukan salah si pria karena ia tahu si pria berjuang melawan perampok yang demi keluarga dan istri, dan istrinya itu bukan meninggal karena dirinya. Pria itu langsung menangis.
Ji Hoo melihat ada poster besar dibagian depan Mall, seorang wanita yang sedang berbaring. Soo Hyun memberitahu si pria sudah tenang sekarang karena diberikan pertolongan darurat tapi ia menyarahkan agar pria itu datang ke kliniknya untuk pengobatan yang tepat lalu memberikan kartu namanya, tertulis nama [Choi Soo Hyun, PhD] 

 [Madam Antoine Cafe]
Di sebuah ruangan dengan tirai berbentuk mengkilat, Wanita bernama Ko Hye Rim berbicara dengan bahasa Prancis seperti sedang berbicara dengan orang lain, lalu berbicara pada wanita didepannya kalau Suaminya merasa tidak begitu baik. Wanita itu tampak kaget karena Hye Rim bisa tahu.
Ini sederhana. Ada empat hal yang khawatir wanita yang sudah menikah. Anak-anak, suami, uang, dan kesehatan gumam Hye Rim
“Kau harus sudah mengurusnya kesehatanya dalam waktu kedepan. Dia memiliki tekanan darah tinggi, kan?” ucap Hye Rim, Wanita itu  merasa tidak terlalu.
Itu akan datang naik nanti. Dia bilang, sering merasa cukup lelahkan? Dia juga memiliki gangguan pencernaan, sembelit, dan migrain.” Kata Hye Rim. Wanita itu langsung membenarkan.
Ponsel Hye Rim berdering dan Hye Rim pun berbicara dengan Byung Hyun.  Wanita itu terlihat tak percaya mendengarnya. Hye Rim berbicara dengan Byung Hyun. Hye Rim meminta kliennya untuk diam sebenatar lalu berbicara pada Byung Hyun kalau film gagal jadi meminta agar lebih bijak dalam memilih, lalu meminta untuk bicara nanti karena sedang ada klien.


Siapa yang peduli jika itu Lee Byung Hyun atau Kim Tae Hee? Yang penting adalah bahwa kau tahu aku dalam kondisi permintaan yang tinggi.” Gumam Hye Rim
Si klien tak percaya ternyata Hye Rim itu  sangat terkenal. Hye Rim merendahkan diri kalau ia hanya pengirim pesan dan semua berkat Madame Antoine. Kliennya bertanya apakah mantan ratu Prancis itu benar-benar berbicara padanya. Hye Rim mengangguk membenarkan.
Suatu hari dia datang tiba-tiba ke dalam mimpiku. Sejak saat itu, Aku mendengar suara-suara yang tidak ingin ku mendengar dan mengetahui hal-hal yang aku tidak ingin tahu.” Cerita Hye Rim dengan wajah meyakinkan, jadi sekarang hanya bisa menerimanya sebagai takdirnya saja. Wanita itu mengangguk mengerti
Hal yang baik akan datang untuk anda,  Tapi itu tidak akan terjadi dengan mudah ada beberapa cara untuk mendapatkan sesuatu, Hal-hal baik akan terjadi, dan hal-hal buruk yang akan terjadi. Seperti sambaran petir, sesuatu akan jatuh dari langit.....” kata Hye Rim lalu terdengar sesuatu yang jatuh dari jendelanya. Wanita itu langsung merinding seperti merasakan hal aneh langsung terjadi. 

Hye Rim meminta kliennya menunggu sebentar lalu keluar ruangan melihat papan nama cafenya jatuh, seorang petugas sedang memasang papan nama lainya. Hye Rim berteriak apa yang terjadi karena mereka menjatuhkan papan nama miliknya.
Petugas memberitahu kalau ada bisnis yang baru pindah dilantai dua yaitu "Konseling Psikologis Center." dan Hye Rim itu hanya menggunakan lantai pertama jadi papan namanya harus dipasang di lantai satu dan seharusnya ia sudah mendapatkan telp di pagi hari tadi.
Hye Rim dengan nada marah mengatakan tak tahu dan melihat nama yang digunakan sama dengan nama cafenya, yang akan membuat pelangganya binggung. Petugas tak tahu tentang hal itu karena tugasnya hanya memasang papan nama saja, jadi apabila memiliki masalah, berbicara dengan pemiliknya. 

Beberapa orang datang dan langsung masuk ke lantai dua, bahkan mobil mewah parkir langsung masuk ke lantai dua. Hye Rim pun menelp kakek ingin membahas tentang papan namanya, menjelaskan nama yang sama tapi konsepnya benar-benar berbeda, bahkan ia duluan yang menaruhnya, sepertinya sang kakek tak mau tahu dan langsung menutup telpnya.
Ko Yoo Rim menuruni tangga, memberitahu lantai dua baru saja buka dengan makan buffet yang sangat enak jadi kakaknya harus mencobanya. Hye Rim mengomel adiknya bisa makan disaat seperti ini. Yoo Rim heran kakaknya itu harus marah padanya, melihat banyak orang yang datan mungkin penyewanya itu pasti sangat sukses dan terkenal Bahkan ada sebuah vas besar dari Stanford University.
Stanford punya sesuatu yang lebih baik dilakukan daripada mengirim bunga di sini. Aku yakin itu hanya sebuah akademi di daerah ini dengan nama "Stanford University."” Ejek Hye Rim
Masalahnya adalah, bintang pertunjukan dilantai dua belum datang. Aku pikir grand opening disiapkan oleh sponsornya.” Cerita Yoo Rim
Bagaimana bisa dia tidak dating ketika memiliki seperti sponsor kaya? Dasar si manja brengsek.” Umpat Hye Rim kesal
Kau seperti penggali emas gila dibandingkan dengan dia. benarkan?” ejek Yoo Rim
Hye Rim melirik kesal pada sang adik, Yoo Rim mengejek dengan menjulurkan lidahnya lalu masuk ke cafe, Hye Rim mengumpat kesal melihat nama yang sama dipasang dilantai dua lalu berjanji pada dirinya kalau mereka berjuang dan melihat siapa yang menang.

Dicafe
Soo Hyun meminta untuk menghapus nama Seoul dibagian tengah, jadi dalam kasus apapun, tempat itu akan menjadi pusat berbasis eksperimen dan ia hanya akan memberikan nasihat pada orang-orang yang dipelajarinya.
“Biarkan lantai cafe pertama seperti itu. Negara kita tidak terlalu menyukai pengobatan mental, Dengan Memiliki kafeakan membuat lebih mudah menerima klien.” Jelas Soo Hyun dengan kamera memberitahu ruanganya, Si pria berjas pun mengerti.
Saya ingin lobby menjadi hangat dan mengundang, Dan aku minta mohon merubah sofa dengan sesuatu yang mewah, kalian bisa ubah semua gambar yang ada kantorku juga.” Jelas Soo Hyun
Apakah kau tidak menyukainya karena mereka hanya salinan saja ?  Ketua secara khusus memilih gambar itu....” kata si pria berjas dan langsung di sela oleh Soo Hyun
Ada ujian disebut HTP (House-Tree-Person). Kau dapat mengetahui  kondisi mental seseorang oleh gambar yang menarik. Mereka biasanya menggambar matahari, matahari terbit, terbenam, Itu tidak wajar, tidakkah kau berpikir seperti itu?” ucap Soo Hyun, Pria itu membenarkan.
Dan gambar yang lain cukup ... Aku tidak tahu siapa yang memilih mereka, tapi sifat orang sangat keras kepala dan agresif. Gambar dagu terjebak dalam gambar yang tak bagus, lalu api dan asap artinya Orang itu memiliki banyak masalah di rumah.” Jelas Soo Hyun dengan semua gambar yang ada diruangan kerja barunya. 

Berita di TV memberitakan tentang psikolog ternama Dunia Choi Soo Hyun kembali ke Korea bulan lalu, Tuan Kim bertanya apakah ia sedang memiliki masalah. Si sekertaris meminta agar menonton seluruh segmen berita.
Untuk keberhasilan menjalankan psikologis Percobaan tentang cinta, Telah diumumkan bahwa ia akan menjalankan pusat konseling rahasia dan banyak yang menaruh minat. Lokasi dan Alamat pusat ini dirahasiakan.  Dia berencana hanya konseling pada orang-orang yang dipilih.
Tuan Kim melihat Soo Hyun yang memberikan pidatonya ketika mendapatkan penghargaan dari Stanford university, teringat kalau nama pusat konsulatsinya itu "Madame Antoine" dan lantai pertama juga memiliki nama yang sama dengan cafenya, menurutnya keduanya pasti memiliki sesuatu yang sama.
Semua Fashion dan perusahaan kosmetik bersemangat untuk mendukung eksperimennya.
Tuan Kim mendengar berita menanyakan apakah berita itu benar, Sekertarisnya membenarkan dan sebelumnya mereka memutusan tidak berinvestasi dalam percobaan itu. Tuan Kim meminta segera melakukan saja dan akan memdapatkan tanda tanganya, karena mereka sebagai  pemilik saham satu-satunya, lalu bertanya apa penelitian yang akan dilakukanya. 

Sebuah gambar matahari, lalu ada gambar seperti ubur-ubur menuju ke matahari dan akhirnya membuat sebuah bayi dalam perut. Guru TK pun bertanya apa itu cinta, anak murid mengatakan cinta itu indah. Guru TK membenarkan kalau Cinta adalah yang paling penting, sesuatu yang sangat indah di dunia.
Ji Hoo langsung memanggil guru TK ketika keluar kelas. Wanita bernama Lee Kyung Joo terlihat binggung, Ji Hoo mengenalkan dirinya sudah menelp pagi tadi. Kyung Joo menanyakan untuk apa Ji Hoo menemuinya. Ji Hoo memberikan video dari tabnya 

“ Nona Lee Kyung Joo, senang bertemu denganmu . Aku psikolog Choi Soo Hyun . Tahun lalu pada bulan Oktober, di jalan Jeongdong ... kau menunggu Joo Sung Min di atas pohon yang banyak diikat dengan pita. Tapi Joo Sung Min tidak keluar. “ ucap Soo Hyun, Kyung Joo binggung Soo Hyun bisa tahu cerita cintanya.
“Kau sedang mengambil bagian dalam psikologi percobaan enam bulan yang lalu.  Hasil tersebut akhirnya keluar. Sebelum itu, ada beberapa hal yang perlu kita periksa. Apakah kau punya waktu?” kata Soo Hyun
Kyung Joo memulai dengan memeriksa bagian matanya, dalam layar terlihat matanya melihat si pria yang dicintainya. Soo Hyun datang setelah Ji Hoo menemani. Setelah itu Kyung Joo membaringkan tubuhnya dengan mengecek yang lainnya, Kyung Joo melihat dilayar tetap pria yang disukainya. 

Soo Hyun melihat grafik hasil pemeriksaanya, Kyung Joo tak percaya dirinya itu sebagai percobaan. Soo Hyun mejelalskan sengaja menyembunyikan tujuan percobaan dan sebenarnya pencobaan tentang  yang terkait mencintai.
Jadi kau bertemu tiga orang dan kita mengirimkan padamu, kau memilih Joo Sung Min, lalu kau berkencan dengan dan kau sekarang diperiksa setiap bulan seperti sekarang.” Jelas Soo Hyun, Kyung Joo masih tak percaya kalau sengaja dikirim 3 pria.
Ya, dan kami juga melakukan ujian FMRI dan kau harus lebih mengerti...” kata Soo Hyun disela oleh Kyung Joo
Jadi, kau mengatakan ... Pria yang bernama Sung Min ...Demi percobaan ... ia berpura-pura ...” kata Kyung Joo tak percaya
“Benar. Terima kasih banyak untuk mencintai Joo Sung Min dengan segenap hatimu. Aku ingin menanyakan beberapa pertanyaan dalam hal itu. Kapan kau jatuh cinta dengan Joo Sung Min? Menurut dokumen kami, Kau jatuh cinta dengan dia di tanggal 27 Agustus, Jadi, itu pada kencan ketigamu, Apakah itu benar?”ucap Soo Hyun, Kyung Joon mulai meneteskan air matanya.
Apa yang dia lakukan untuk membuatmu jatuh cinta kepadanya? Kapan hatimu mulai bersinar? Seberapa besar kau mencintai Joo Sung Min? Jika kau harus mengungkapkan cintamu padanya dengan skala 1 sampai 10 Atau kau dapat mengekspresikannya dengan kata-kata jika disuka. Misalnya, kau berada gairah cinta dengan dia  Atau cinta kau baginya adalah sangat Hot. Jika sulit untuk menjelaskan dalam kata-kata, lalu bagaimana gerakan tangan?” ucap Soo Hyun dengan gerakan tanganya.
Kyung Joo langsung memukulnya dengan tas, menurutnya percobaan itu sangat berlebihan lalu dengan umpatan keluar dari ruangan. Soo Hyun meminta Ji Hoo menuliskan juga yang terjadi padanya, darah mengalir deras dari hidungnya. 

Soo Hyun mendongakan kepalanya dengan tissue yang masih tersumpal dihidungnya, lalu bertanya apakah Ji Hoon sudah mulai persiapan untuk percobaan kedua?
Salah satu orang yang akan mendekati subjek mendapatkan 100 juta won setahun. Aku berencana untuk mengambil seseorang yang sukses dan harus  pilih-pilih. Sementara Yang kedua adalah pria pertengahan 20-an, sedang berkembang, tampan, miskin dan jurusan psikologi. Yang ketiga adalah “pretty boy” diumur 20an...” jelas Ji Hoo lalu disela oleh Soo Hyun akan melakukan  bagian yang satu itu. Ji Hoo tak yakin atasanya itu Pretty Boy
“Yah.... Kepribadianmu agak aneh tetapi kau tidak akan punya masalah dengan mengoyahkan naluri keibuan seorang wanita. Keselamatan adalah penting, jadi pastikan kau memilih dengan bijak.” Pesan Soo Hyun, Ji Hoo mengerti
“Tapi Guru ... Apakah benar-benar tak ada hal seperti  cinta sejati, sebagai hipotesis dinegara kita ini?” tanya Ji Hoo kurang yakin
“Itu tidak ada. Ini hanya hormon berantakan dan delusi mental.” Kata Soo Hyun yakin
Ji Hoo kembali menganguk lalu memberitahu Soo Hyun  mereka tidak perlu sampai ke pusat terburu-buru karena Lee Jin Soo tidak ingin diberi nasehat lagi. Soo Hyun menanyakan alasanya, Jii Soo mengatakan Jin Soo menerima konseling di tempat lain dan tidak lagi merasa terganggu. Soo Hyun menanyakan dimana tempatnya sambil menyumpal hidungnya masih berdarah. 

Jin Soo menceritakan sudah merasa lebih baik, menceritakan Istrinya merasa senang dan membuatnya  merasa sangat lega. Setelah itu seperti tiba-tiba mendapatkan berani dan punya pikiran ingin bekerja keras serta hidup dengan baik.
“Tunggu sebentar. Jadi, apakah kau mengatakan bertemu seorang peramal?” tanya Soo Hyun
“Iya... Dan tempat yang peramal menjalankan bisnisnya ... tepat di bawah tempat konseling,  di cafe Lantai pertama.  Kenapa kau bertanya?” ucap Jin Soo 
Flash Back
Hye Rim masuk ke dalam ruangan bertanya apakah mereka berdua datang untuk konsultasi, Jin Soo memberitahu sedanng menunggu di lantai atas tapi memutuskan untuk datang ke cafe sebentar. Hye Rim duduk bertanya apakah mereka pernah mendapat keberuntungan sebelumnya. 

Soo Hyun yang mendengar cerita bertanya apakah Jin Soo menyimpulkan yang dikatakan peramal itu adalah benar.
Hye Rim mengaku hanya sebagai pembawa pesan dari Marie Antoinette... tiba-tiba ia kembali berbicara sendiri dengan bahasa Prancis, lalu berbicara pada si kakak Jin Soo kalau orang tuanya itu sedang sakit. Si kakak terkejut Hye Rim bisa tahu karena ibunya itu terkena diabetes.
Jin Soo yang mendengarnya merasa itu hanya ucapan belaka karena semua orang tua itu pasti akan sakit saat usia semakin tua. Hye Rim melihat cincin yang digunakan Jin Soo, mengatakan kalau istrinya itu menderita cukup parah karena dirinya. Jin Soo mengatakan wajahnya terlihat kaget. Si kakak ipar tak percaya Hye Rim bisa langsung tahu.
“Keadaan ini pasti membuatmu begitu kesepian, kan?” ucap Hye Rim, Jin Soo bertanya apakah Hye Rim bisa memberitahukan alasan yang tepat.
“Istrimu ... senang sekarang, berada Di surga.”kata Hye Rim, Kakak Jin Soo tak percaya adik iparnya itu ada disekitar mereka sekarang.
“Dia hanya menyampaikan pesan pada Madame Antoinette.” Jelas Hye Rim dengan wajah meyakinkan.
Jin Soo hanya bisa melonggo mendengarnya, Hye Rim tahu keadaan ini sulit untuk Jin Soo dan bisa melihat seperti anak kecil menangis dalam dirinya dan membuat istrinya jadi marah. Lalu menyampaikan pesan kalau istrinya akan bahagia jika suaminya juga bahagia, dan merasa marah ketika tahu suaminya sakit.
“Jadi, kau harus bahagia untuk waktu yang sangat lama, dan menikmati hidupmu sebaik mungkin. Itulah yang istrimu harapkan dari surga, mengerti?” pesan Hye Rim dengan memegang tangan Jin Soo dengan mata berkaca-kaca mendengarnya.
Sung Joon yang mendengar cerita Jin Soo hanya bisa menghela nafas berkomentar Ada orang-orang yang sangat berbakat dalam hal menebak.

Hye Rim menjemur pakaian, merasa pria itu belum pernah merasakan beban hidup sendiri atau menjadi sendirian, menurutnya Jin Soo itu merasa bersalah akan sesuatu hal. Yoo Rim apakah Jin Soo membatalkan janji dengan klinik psikolog dilantai dua. 
“Aksesoris yang digunakanya itu semua dari desainer, jadi itu berarti dia kaya. Ditambah lagi, ia memiliki dua cincin kawin, satu di masing-masing tangan. Siapa pun bisa melihat salah satu pasti milik istrinya. Itu tidak seperti disengaja merawatnya, Ada jawaban di sana bahwa Istri sudah meninggal. Aku sudah melakukan ini selama bertahun-tahun. Jika kau mengamati tajam dan menebak dengan baik, maka kau dapat melihat semuanya.” Jelas Hye Rim yang membuat adiknya sedikit melonggo.

Hye Rim lalu mengajak foto Do Kyung sang anak untuk meminta persetujuan atas ucapanya, lalu anaknya bisa melihat segala sesuatu yang dilakukan dari Amerika. Yoo Rim langsung ikut mendekat memberitahu keponakanya tentang perkerjaan yang dilakukan ibunya itu yaitu memberi tahu ramah yang konyol bahkan sampai pantatnya tipis karena memiliki utang besar untuk membayar. Hye Rim mendorong adiknya untuk tak bicara yang aneh pada sang anak. 

Soo Hyun memberitahu masalahnya kalau peramal itu terlihat baik tapi tidak berdasarkan pengalamanya, dan sedikit tertawa mengenai semuanya tentang istrinya yang berada di surga. Jin Soo melonggo dengan tatapan sedih mendengarnya.
“Surga hanya gambar palsu dengan orang yang membuatnya.” Jelas Soo Hyun 
“Tidak, Surga benar-benar ada, Istriku mengatakan dia bahagi.” Ucap Jin Soo
“Kebahagiaan... Sejujurnya, tidak ada yang tahu tentang itu mengenai Surga atau yang lainnya.” Kata Soo Hyun
“Lalu apa yang kau katakan? Bahwa istriku berada tempat bagi orang yg dibuang?” kata Jin Soo
Soo Hyun menyangkalnya, menurutnya jika ada surga istrinya itu pasti akan sangat bahagia tapi masalahnya kalau hal itu tidak akan pernah bisa diselesaikan dengan cara seperti itu. Lalu memberikan contoh Jin Soo yang tak bisa menaruh benda apapun dilehernya, karena mengingat perampok yang mencekiknya yang membuatnya tidak bisa memakai dasi sama sekali, artinya memorynya masih trauma dengan kejadian itu.
“Itulah mengapa kau harus melihat dalam lebih dalam dirimu dan mengeluarkan rasa bersalah itu. Tapi peramal yang mengatakan istrimu bahagia di surga,lalu semuanya baik-baik saja. Itu hanya sebuah plester dan kau hanya melarikan diri. Jika kau santai menutupi masalah seperti itu, suatu hari ia akan mengeluarkannya.....”ucap Soo Hyun mengebu-gebu
“Aku Bahagia senang, dan tidak melarikan diri! Sebuah Plester kau bilang? Ya...Tentu, kau mungkin bisa melihatnya seperti itu. Lau Apa yang salah tentang itu? Selama aku senang dan nyaman,itu yang penting. Aku akan menjalani hidupku seperti yang aku lihat.” Tegas Jin Soo lalu meninggalkan Soo Hyun sendirian. 

Soo Hyun dengan muka dongkol menelp Ji Ho kalau mereka harus pergi ke suatu tempat. Ji Ho sedang di perpustakaan bertanya kemana mereka akan pergi. Soo Hyun mengatakan dengan penuh amarah Untuk melihat peramal yang ada di lantai bawah, lalu teringat kalau membawa mobil dan memarkirnya didepan rumah, akhirnya ia harus berjalan lagi ke parkiran mobilnya. 

Yoo Rim baru datang mencari-cari kakaknya, Soo Hyun datang dengan mata sinis bersama Ji Ho. Yoo Rim menyapa pelangganya dengan ramah tapi Soo Hyun terlihat sinis mencari tempat untuk duduk. Yoo Rim memberikan buku menu bertanya apakah ia datang untuk mengetahui keberuntunganya atau hanya ingin minum teh saja.
Soo Hyun melihat dibagian buku menu [Mengapa membayar uang mahal untuk psikoterapi? Tidak perlu! Aku akan melihat masa depan Anda untuk setengah harga!]  lalu bertanya apakah peramal ditempat itu bernama Madame Antoine. Yoo Rim membenarkan lalu bertanya apakah pria itu ingin bertemu denganya. Soo Hyun mengedipkan mata kalau ia ingin bertemu. 

Yoo Rim memanggil kakaknya yang sedang makan didapur memberitahu  memiliki klienya. Hye Rim mengeluh pelanggannya itu selalu datang ketika sedang makan, lalu dengan cepat menghabiskan bibimbapnya. Yoo Rim melihat kliennya kali ini terlihat berpendidikan.
“Apakah kau cukup berpengetahuan tentang Marie Antoinette?” tanya Yoo Rim khawatir
“Aku sedang membaca tentang dia sekarang.” Kata Hye Rim memperlihatkan buku yang dibacanya.
“Ketika kau berbicara tentang Marie Antoinette, tidak mengacu pada buku komik, mengerti?” tegas Yoo Rim
“ Mengapa? Apa itu tak nyata? Aku tidak percaya! Aku sangat suka Oscar!”jerit Hye Rim, Yoo Rim mengambil nasi yang menempel dimulut kakaknya, Hye Rim pun memutuskan untuk menemui klienya, tapi sebelum itu membersihkan mulutnya dengan bercermin dan membersihkan sisa cabai yang menempel di sela giginya. 

Soo Hyun masuk keruangan dengan tirai yang berisik, Hye Rim masuk dengan wajah elegan, lalu mempersilahkan untuk duduk. Soo Hyun sedikit memberikan senyuman, Hye Rim menyapanya lebih dulu pelangganya. Soo Hyun pun membalas dengan senyuman.
Hye Rim melihat cara duduk Soo Hyun dengan mengenggam kedua tanganya dan sedikit menaikkan alisnya. Soo Hyun juga melihat Hye Rim yang menaruh tangan kanan diatas tangan kiri dan duduk dengan gaya elegan, keduanya saling memberikan senyuman penuh arti. 

Yoo Rim sibuk menghitung bills di cafe dengan kalkulator, sambil mengeluh kakanya itu selalu membuatnya melakukan hal-hal yang sulit. Ji Ho datang memita untuk merefill kopinya. Yoo Rim pun menuangkan kopi ke cangkir yang dibawa Ji Ho.
Sementara Ji Ho melirik bon-bon yang ada diatas meja dan mulutnya komat-kamit, Yoo Rim melihat wajah Ji Ho merasa sangat familiar dengannya lalu bertanya-tanya dimana pernah melihatnya. Ji Ho langsung mengatakan 2.273.400 won. Yoo Rim binggung, Ji Ho menunjuk total penjualan untuk cafe itu lalu membawa kopi yang sudah diisi oleh Yoo Rim. 

Di ruang ramal,
Hye Rim dan Soo Hyun terus saja saling menatap, Hye Rim mengumpat dalam hati tidak dapat menemukan satu kekurangan, lalu bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan dan akhirnya memilih untuk meminum air saja. Soo Hyun berkomentar Hye Rim yang minum air mengartikan kalau ia gugup.
“Ya... kau benar. Aku benar-benar tidak bisa membaca Anda. Seluruh tubuhmu ditutupi dengan perisai jadi Tentu saja aku tidak bisa melihat apa-apa. Katakan padaku yang sebenarnya. Kau datang ke sini tidak untuk mengetahui keberuntunganmu, kan?” ucap Hye Rim
“Aku datang karena penasaran. Kira-kira apa  menurutmu ?” kata Soo Hyun dengan nada mengejek. 

Yoo Rim baru selesai menghitung semua bills ternyata totalnya di kalkulator tertulis [2.273.400]  dengan wajah binggun mencoba mencari key word dalam ponselnya [Math jenius]  dan akhirnya bisa menyimpulkan dari artikel yang dibaca kalau Ji Hoo itu adalah orang yang jenius dalam hal matematika.
“Jadi Ia masuk ke perguruan tinggi ketika berusia tujuh tahun? Berapa banyak ijazah yang dia dimilikinya?”kata Yoo Rim lalu melihat Ji Hoo sedang main ribuk dengan cepat bisa menyamakan semua sisinya. 
Soo Hyun berkomentar Hye Rim itu memiliki aura yang bagus. Hye Rim terlihat sedikit terkejut, Soo Hyun melihat Hye Rim itu berkelap-kelip dan cerah kalau ia itu dibesarkan dengan banyak cinta dari orang tuanya. Hye Rim membenarkan kalau orangnya sangat memujinya.
“Tampaknya hidupmu tidak mudah, tetapi kau terlihat percaya diri. Kau cukup populer ketika masih muda, kan?” kata Soo Hyun
“Bagaimana kau tahu itu? Ketika aku masih muda, aku benar-benar ...” cerita Hye Rim yang tadinya mengebu-gebu terhenti.

“Tidak boleh, jangan biarkan dia menyeretku berada di lingkungan,  kau tidak dapat terjebak olehnya. Tenangkan dirimu.. Hye Rim.. Mulailah dengan dasar-dasar lebih dulu” gumam Hye Rim panik
“Kau memilikibeberapa masalah antara kau dan ibumu, kan?” ucap Hye Rim, Soo Hyun melihat Hye Rim memulai dari pertanyaan dasar
“Kau benar, yang paling biasanya adalah orang tua. Bila kau tidak bisa membaca seseorang, itu sangat benar memulai dari aspek itu.” Kata Soo Hyun, Hye Rim tak percaya pria didepanya berbicara terlalu banyak daripada biasanya.
“Sesuatu pasti ada yang terjadi dengan ibu yang ada disekitar kita,  Mereka memberikan begitu banyak cinta, tetapi juga menyakitimu sangat banyak. Bukankah begitu?” kata Hye Rim, Soo Hyun tersenyum menahan tawa lalu menyandarkan tubuhnya.
“Dia duduk menyandarkan tubuhnya? Apakah dia santai? Ah...Tidak, dia menyilangkan lengannyaitu artinya Dia memasang dinding dan tidak nyaman.” Gumam Hye Rim
“Kau sudah menunggu untuk ibumu untuk waktu yang sangat lama, benarkan?” kata Hye Rim kembali menebak
“Dia sedang baik-baik saja dengan ayahku di Swiss.” Kata Soo Hyun

Hye Rim menjelaskan kalau yang dikatakan bukan tentang jarak secara fisik, kalau ibunya itu sangat tidak baik dan ia sedang menunggunya setiap hari selama 30 tahun. Soo Hyun mendekatkan tubuhnya kemeja dan ingin menceritakan kebenaranya, tapi ingatan masa kecilnya ketika naik komidi putar tapi setelah itu menjerit histeris dengan tangisan.
“Seorang Anak dalam dirimu cukup kesal dengan ibumu, kan?” ucap Hye Rim, Soo Hyun mengingat saat makan es krim, matanya melotot panik, Hye Rim mencoba memegang tanganya. Soo Hyun seperti merasakan tetasan es krim yang jatuh dan langsung menarik tanganya.
Dengan nafas terengah-engah, Soo Hyun bergumam agar bisa menangkan diri dan tetap santai lalu meminum air dalam gelas. Hye Rim melihat sikap Soo Hyun berubah tersenyum karena bisa menemukan kelemahan dari klienya kali ini. 


Yoo Rim mendekati Ji Ho menceritakan melihatnya dalam artikel, dan memperkenalkan diri sebagai VJ (kameraman) freelance lalu membahas tentang wartawan yang menulis tentangnya. Mulutnya terdiam ketika melihat buku yang di pegang Ji Ho tentang psikologi.
“Apakah kau mengambil psikologi? Kau telah mengambil jurusan matematika dan masuk ke sekolah kedokteran. Mengapa psikologi?” tanya Yoo Rim binggung
“Aku tidak tahu siapa orang itu” kata Ji Ho
Terdengar bunyi telp, akhirnya Ji Ho memilih untuk mengangkatnya dan berbicara dengan kakeknya yang membahas Pusat konseling psikologis di lantai dua tidak menjawab telepon. Ji Ho meminta agar berbicara denganya, Yoo Rim memberitahu kalau kakeknya ingin mencari orang dilantai dua. Ji Ho langsung mengambil gagang telpnya, berbicara dengan kakek, lalu memanggil kakek dengan panggilan “Ketua”. Yoo Rim hanya bisa melonggo.

Soo Hyun akhirnya mengakui Hye Rim itu benar-benar menakjubkan, lalu menceritakan tidak kenangan masa kecil sebelum berusia enam tahun tapi sekarang membawanya kembali. Hye Rim pun tersenyum sumringah karena tebakanya itu benar.
“Haruskah aku menerima beberapa konseling? Aku tahu di sini ada pusat konseling di lantai dua, "Psikologis Konseling Center"?” kata Soo Hyun
“Untuk apa pergi kesana? Tempat itu mahal. Aku mendengar mereka hanya membingungkanmu dan membuang-buang waktu.” Komentar Hye Rim, Soo Hyun hanya bisa tersenyum berpura-pura mempercayainya. 

Ji Ho masih menerima telp memberitahu Soo Hyun sedang mencaritahu keberutungan yang dimilikinya. Yoo Rim makin panik ternyata Soo Hyun adalah orang yang membuka klinik psikolog dilantai dua. Ji Ho pun memberitahu kakek akan menyampaikan pesan.
Yoo Rim bertanya untuk meyakinkan kalau mereka berdua itu dari lantai dua, Ji Hoo membenarkan Soo Hyun sengaja datang untuk bertemu dengan peramal yang ada dicafe itu. Yoo Rim makin melonggo mendengarnya.
Hye Rim menceritakan belum pernah melihat pusat konseling melakukan pekerjaan dengan baik, menurutnya dengan semua kata-kata mewah tapi ternyata mereka pembohong. Soo Hyun berpura-pura setuju lalu mengeluarkan kartu namanya, Hye Rim melihat nama Soo Hyun dengan tittle Phd. Yoo Rim masuk ingin memberitahu, tapi Soo Hyun lebih dulu menyindir dengan meminta maaf kalau membuat hidup seseorang dalam kebohongan.
“Ada orang setengah tuli bernama Pierro yang merupakan bagian dari sirkus di Amerika. Dia terkenal karena membaca penonton. Tapi ternyata dia hanya penipu. "Kau sangat sombong dan Kau kesepian."Ia bermain dengan emosi orang yang diterapkan pada situasi sehari-hari. Jadi, di bidang kita ini disebuhefek Barnum. Kau juga cukup berbakat, Sebuah bakat untuk naif dan polos.” Ejek Soo Hyun, Yoo Rim ingin membela kakaknya, Soo Hyun mengangkat tanganya agar Yoo Rim diam.
“Kau bilang, Orang mati Marie Antoinette berbicara kepada Anda? Ini seperti firman Delphi yang bisa mendengar para dewa. Apakah kau tahu ini? Mereka perempuan menghirup asap. Dalam ramblings mereka, mereka mengklaim dan mendeklarasi mereka datang dari para dewa. Jadi apa yang terjadi padamu?” ejek Soo Hyun
“Vitamin! Apakah semua benar jika aku mengajukan beberapa pertanyaan sekarang? Mengapa Anda mengcopy nama "Madame Antoine"?” balas Hye Rim dengan nada tinggi
“Aku selalu menggunakan nickname itu, sejak masih di Amerika. Dari dulu... “ ucap Soo Hyun langsung disela oleh Hye Rim dengan mengebrak meja.
“Ini adalah Korea, dan aku salah satu yang  menempatkan  papan  pertama. Mengapa kau memiliki nama papan yang sama denganku?” jerit Hye Rim
“Apakah aku melanggar hukum atau sesuatu? Aku bisa menggantung papn apa pun yang aku inginkan!” balas Soo Hyun dengan nada lebih tinggi lagi.
Keduanya sama-sama melotot, akhirnya Hye Rim kembali berbicara saat Soo Hyun berdiri dari tempat duduknya, sambil berpura-pura menerima pesan kalau Malam ini, akan ada suara berisik, yaitu suara yang sangat kecil, jadi jangan lewatkan itu dan Soo Hyun  harus mendengar semuanya.
Soo Hyun tertawa mendengarnya lalu berpikir hantu akan datang ke tempatnya, Hye Rim memperingatkan agar Soo Hyun tidak  boleh melihat ke cermin kalau tidak mungkin tak bisa mengatasinya. Soo Hyun hanya bisa tersenyum meremehkan lalu keluar dan memanggil Ji Ho untuk kembali ke kantornya. 


Ji Ho mengatakan akan memberitahu Ketua untuk mengubah pemilik cafe. Soo Hyun meminta untuk memberikan dokumen  untuk klien berikutnya. Ji Ho memberikan berkasnya dan Soo Hyun masuk ke dalam ruanganya, ketika sudah menutup pintu tiba-tiba pintu terbuka sendiri, akhirnya ia kembali menutup pintu.
Ia teringat dengan kata-kata Hye Rim  “akan ada kebisingan malam ini.  Ini adalah suara yang sangat kecil, jadi jangan lewatkan itu.” Dengan gelengan kepala tak percaya dengan ucapan Hye Rim si peramal. Ketika akan duduk tiba-tiba pintu kembali terbuka sendiri, wajah Soo Hyun berubah jadi sangat kaget lalu melirik kesekeliling ruangan hanya ada dia sendirian. 

Hye Rim melampiaskan amarahnya dengan memukul ikan sambil mengumpat Soo Hyun itu Bajingan arogan, Yoo Rim melihat pria itu memang baik sambil mengeluarkan kameranya. Hye Rim melihat Soo Hyun tadi gemetar seperti bayi, menurutnya tak pantas lulusan dari Universitas Stanford.
Yoo Rim menanyakan tentang omong kosong yang dibicarakan sebelumnya, apakah ia benar-benar mendengar sesuatu. Hye Rim memotong ikan sampai hancur memberitahu tak mendengar apapun karena menurutnya  Tidak ada hal-hal seperti hantu.
Soo Hyun masuk kedalam kamar mandi melirik kearah cermin kembali teringat dengan ucapan Hye Rim “Kau tidak dapat melihat ke arah cermin. Jika kau lakukan ... kau tidak akan dapat untuk menanganinya. Jangan melihatnya”  Dengan tertawa mengejek yakin tak mungkin ada yang namanya hantu, tapi ketika melangkah masuk memilih untuk merangkak lalu membuka tutup toilet tanpa menatap cermin.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: