Minggu, 10 Januari 2016

Sinopsis Yong Pal Episode 6 Part 2

Sinopsis Yong Pal Episode 6 Part 2
Tae Hyun berlari masuk ke ruangan Yeo Jin menanyakan keadannya, Yeo Jin terlihat berkaca-kaca dengan mulut bergetar mengatakan ia baik-baik saja. Tae Hyun melihat tangan Yeo Jin yang bergertar lalu memegangnya dan meminta untuk tetap tenang sekarang.
“Besok... di ruang gawat darurat.. Mereka akan membunuhku” kata Yeo jin menahan tangisnya. Tae Hyun kaget mendengarnya.

“Semuanya Selesai!” ucap Yeo Jin yang akhirnya menangis mengetahui nasibnya akan sengaja dibunuh.
“Tidak... tidak akan... Itu tidak akan pernah terjadi, Aku akan berada disana. Tidak ada yang mati di meja operasiku jadi Percaya padaku... Aku Yong Pal.”ucap Tae Hyun
Yeo Jin menatap Tae Hyun dengan air matanya yang masih mengalir, Tae Hyun pun memeluk bagian kepala Yeo Jin aga tenang dan meyakinkan kalau itu tak akan mungkin terjadi. Yeo Jin masih saja menangis dengan keadaannya sekarang. 

Di atap
Tae Hyun menanyakan apakah pasien gips itu adalah anak buah PresDir Go, Cynthia membenarkan. Tae Hyun kembali bertanya apakah mereka akan membunuh Young Ae. Cynthia mengatakan kalau mereka akan menyelamatkan Young Ae.
“kalau begitu katakan pada PresDir Go untuk  segera menarik surat permohonan pengadilan, Jika tidak ditarik kembali sampai besok siang, maka Young Ae akan mati” perintah Tae Hyun
Cynthia pun menjauh sebentar untuk menelp Presdir Go, Tae Hyun melirik dari kejauhan  teringat ucapan Cha Young “Jika PresDir Go tidak menarik surat permohonan  pengadilan sampai besok siang, Han Do Joon akan membunuh Yeo Jin.”
Maka dari itu ia dengan sengaja melakukannya seperti ingin mengetes ucapan Chae Young tentang Presdir Go yang sebenarnya. Cynthia kembali mendatangi Tae Hyun setelah menelp Presdir Go.

“Jika dia menarik kembali sekarang, akan menambah kecurigaan”kata Cynthia, Tae Hyun bergumam kalau itu sudah diduga olehnya.
“Dr. Kim, apa kau mengkhawatirkan dirimu sendiri atau mengkhawatirkan Han Yeo Jin?” kata Cynthia curiga
“Aku mengkhawatirkan adikku”kata Tae Hyun menutupi kebohonganya.
“Kami memutuskan untuk melanjutkan rencananya Sebelum aku beritahukan padamu rencananya.buat posisimu jadi jelas. Apakah kau mau  bekerjasama atau tidak? Kau ingin ikut atau tidak?” ucap Cythia memberikan pilihan. Tae Hyun menatap Cynthia.
“Haruskah aku membantumu untuk mengambil keputusan? Hidup atau mati Entah Han Yeo Jin masih hidup atau mati, Begitu kau serahkan dia ke PresDir Go, kau akan dibayar dengan uang tunai,Apa kau merasa lebih baik sekarang?”kata Cynthia.
Tae Hyun kembali mengingat kata-kata Chae Young “Bagi PresDir Go, jika dia tidak bisa mendapatkan Yeo Jin maka Dia berpikir lebih baik membiarkannya mati” Cynthia kembali menanyakan apakah Tae Hyun ingin ikut atau tidak, Tae Hyun berpikir kembali lalu memutuskan untuk ikut.
“Aku akan katakan padamu rencananya, Dengar baik-baik apa yang akan aku katakan” kata Cynthia tersenyum sumringah. 

“Malam ini jam 2 malam, Dengan alasan keadaaan darurat untuk  memindahkan pasien, sebuah helikopter yang penuh dengan orang-orang kita  akan mendarat di atap gedung”
Beberapa anak buah Presdir Go menyusup dari atap gedung, Tae Hyun pun memindahkan Yeo Jin ke meja dorong dan sudah siap untuk memindahkanya.
“Ketika aku memberikan isyarat, untuk  pergi ke area terlarang, Pindahkan Young Ae ke mej dorng dan bersiap  untuk pergi, Butuh waktu10 menit untuk mempersiapkannya”
Di ruang aliran listrik, anak buah Presdir Go sengaja membekap petugas disana dan menyamar masuk ke dalam ruangan dengan baju petugas.
“Disaat yang sama, orang-orang kita akan mematikan listrik di lantai 12 dan Itu akan menghentikan tanda bahaya dan kamera CCTV, ini membutuhkan waktu 3 menit untuk memulihkan daya listriknya”
 Para karyawan yang ada diruang CCTV terlihat kebingungan dan Tae Hyun langsung mengeluarkan Yeo Jin dari ruangan tanpa terekam oleh kamera CCTV.
“Kau diberi waktu 3 menit untuk keluar dari  area terlarang, Dr kim. Maka tugasmu selesai”
Sementara dibagian Lobby, anak buah Presdir Go sengaja melumpuhkan petugas dan beberapa orang masuk dari pintu darurat, dengan pakaian dokter dan petugas.
“Sebelum kita meninggalkan ruangan ini, Kecuali rute untuk ke landasan heli di atas gedung, maka semua rute akan digunakan oleh anak buah PresDir Go. Pada saat anggota keamanan dari RS bergerak menuju lantai 12... Semuanya sudah selesai”
Beberapa penjaga rumah sakit terlihat kesal karena tak berhasil menghalangi Yeo Jin yang dibawa oleh helikopter. 

“Jadi, setelah helikopternya datang mereka akan mematikan listrik dan kau punya waktu 3 menit untuk pergi dari sini dengan helikopter” cerita Tae Hyun tentang rencana Presdir Go
“Dia sudah mempersiapkan dengan matang dan kunci dari seluruh rencana ini...dipegang olehmu” komentar Yeo Jin yang diatas kursi rawatnya.
Tae Hyun mengajukan pertanyaan yang lagi,  Apakah ia benar-benar percaya dengan PresDir Go. Yeo Jin mengatakan percaya rencananya, Tae Hyun membertahu Presdir Go itu tahu Yeo Jin bisa mati tapi ia masih menyerahkan surat permohonan perintah pengadilan, Yeo Jin yakin itu adalah keputusan strategis

“Dia membuat keputusan strategi demi kehidupanmu”tegas Tae Hyun tak begitu percaya
“Aku tidak bisa mengandalkan kehidupanku... kepada seseoranng yang tidak bisa mengambil keputusan” balas Yeo Jin, Tae Hyun pun mengangguk-angguk mengerti
“Apakah kau tidak takut?” tanya Tae Hyun, Yeo Jin mengatakan tidak tapi Tae Hyun bisa melihat tangan Yeo Jin bergetar dan Yeo Jin mencoba menutupinya dengan meremas-remas tanganya.
“Yang aku takutkan adalah..tidur disini selamanya” ucap Yeo Jin bergetar.

“Dari Mereka semua, PresDir, istrinya serta  PresDir Go, Semua menginginkan dirimuTapi jika mereka tidak bisa memiliki dirimu, maka mereka bisa membunuhmu” ucap Tae Hyun
“pikirkan sederhana saja, Yang lemah dan Yang kuat,dipihak mana kau akan berada? Tidak ada yang baik di lingkungan ini”kata Yeo Jin
Tae Hyun merasa ada cara yang berbeda. Yeo Jin menatap Tae Hyun memintanya untuk tak perlu khawatir, karena nanti Tae Hyun jug akan berakhir terluka. Tae Hyun merasa dirinya sudah dipenuhi bekas luka duduk dipinggir tempat Yeo Jin
“Malam ini, bukan... besok pagi..Kau akan dibawa ke ruang gawat daruratDan orang yang akan membawamu kesana adalah aku, bukan Ketua Lee”kata Tae Hyun 

Ice mocca dan sebuah sekotak kue dibawah Tae Hyun ke meja receptionist, Perawat Song kaget dengan semua makana dan minuman yang dibawakannya, lalu menjerit bahagia memanggil kepala perawat.
Kepala perawat juga dibuat benggong melihat Tae Hyun yang tak bisa membawakan makanan dan minuman untuk perawat, lalu tersenyum. Tae Hyun pun memberikan senyuman pada Kepala Perawat. 

Keduanya duduk diatap, Kepala Perawat pun bertanya-tanya apa yang terjadi karena Tae Hyun belum pernah melakukan semuanya dan membuat Perawat Song jadi bahagia. Tae Hyun merasa kalau tahu akan jadi seperti ini,maka ia akan membawakan makakan lebih sering
“kau pasti bekerja dengan enak di lantai 12” ucap Kepala Perawat
“Mengapa begitu penting dengan lantai berapanya? Tempat ini adalah tempat didunia yang  tidak bisa kau tinggalkan” ungkap Tae Hyun sedikit mengeluh
“Sekarang... kenapa kau tidak katakan saja padaku? kau tidak datang kesini untuk membicarakan ini saja.”kata Kepala Perawat sudah tahu tujuan Tae Hyun mengajaknya bicara diatap.
Tae Hyun menatap Kepala Perawat lalu memberitahu Young Ae harus mati di ruang gawat darurat malam ini, Kepala perawat benar-benar kaget mengetahui tentang Young Ae yang sengaja dibunuh diruang operasi. 

Tae Hyun berdiri diatap sendirian, lalu mengeluarkan ponselnya. Chae Young yang sedang ada diruang rawat menerima telp, lalu ia berbicara “Lantai tiga ruang bawah tanah jam 4 pagi” dan dengan cepat mengatakan akan menyiapkanya.
“dan satu lagi...Kau harus meninggalkan RS ini sekarang juga dan jangan muncul lagi sampai semuanya selesai” perintah Tae Hyun. Chae Young mengerti lalu memerintahkan ayahnya untuk menyiapkan segalanya dengan anak buahnya.
Sekertaris terlihat terengah-engah masuk ke ruang kerja, mengatakan kalau Do Joon harus berbicara di telp segara. Do Joon terlihat terkaget-kaget berbicara di telp, lalu tersenyum setelah itu terlihat Tae Hyun yang ada diatas atap melirik, seperti memiliki rencana lain. 

Dr Lee seperti baru mendapatkan perintah untuk melakukannya sekarang, dan langsung gugup setelah menutup telp. Akhirnya mengeluarkan wine dari lemarinya dan meminumnya dengan cepat. Dengan membawa gelas kaca masuk ke dalam ruangan Yeo Jin.
Setelah itu dengan mengunakan sarung tangan dam menyuntikan sesuatu dalam cairan infus sambil berkata “Jangan khawatir, Tidak akan ada rasa sakit”lalu memecahkan gelas dengan sengaja, mengambil salah satu pecahan yang paling besar.
Saat bangun, betapa kagetnya Dr Lee melihat Yeo Jin yang menatapnya dengan mata melotot, ia menjerit dan terjatuh, terlihat ketakutan karena pasien yang selama ini dianggap koma bisa bangun.
“Pembunuh.” ucap Yeo Jin menatap Dr Lee dengan penuh dendam.
“Kau seorang pembunuh dan Kau juga akan...berakhir dengan sekarat  ditangan Han Do Joon.”kata Yeo Jin dengan air mata mengalir. 

Dr Lee melirik kearah pecahan kaca dan langsung mengambilnya dengan cepat, beberapa saat kemudian, jasnya terkena noda darah dan memberitahu penjaga Yeo Jin mencoba butuh diri jadi meminta untuk menyiapkan ruang operasi untuk melakukan operasi darurat.
Penjaga pun berlari kebagian receptionist untuk mempersiapkan operasi sekarang juga. Perawat pun panik, Cynthia yang medengarnya terlihat mengigit bibir menahan amarahnya. Di dalam ruangan, terlihat bagian leher Yeo Jin suda berdarah dan Dr Lee menutupnya dengan kain.
Beberapa pengawal langsung mensterilkan semua lorong agar tak orang, Cynthia langsung mengumpat melihat kejadian didepan matanya, akhirnya memutuskan untuk melakukan rencana B. 

Tae Hyun terlihat binggung melihat semua pengawal meminta klien untuk masuk ke dalam ruangan, ia pun disuruh masuk tapi berani melawan mengatakan akan masuk sendiri keruanganya dan melihat ke lantai bawah juga dilakukan sterilisasi.
Di depan Area terlarang, terlihat penjagaan berlapis-lapis dan datang seorang pria meminta supaya semua pasien dan perawat masuk kedalam ruangan. Tae Hyun berusaha masuk tapi langsung di tahan oleh petugas walaupun ia sudah memiliki izin untuk masuk ke area terlarang.
Pintu Area terlarang dibuka, Dr Lee dan beberapa pengawal lainnya dengan cepat mendorong Yeo Jin keluar tapi saat itu, Cynthia memerintahkan untuk melakukanya sekarang. Lampu diruang 12 langsung padam, Dr Lee pun memberitahu kalau lampu darurat akan segera menyala.
Saat itu juga anak buah Presdir Go membuat salah satu pengawal jatuh dengan dengan menerobos kaca dibagian atas dan menyerang Dr Lee. Pertempuran antara anak buah presdir Go dan pengawal pun terjadi dibawah lampu darurat, Dr Lee pun bersembunyi dibalik meja receptionist.
Keadaan sempat tenang beberapa detik, Pria beruban malah menyuruh pengawal lainnya untuk melawan sampai akhirnya ia mengeluarkan pistol dan menodongkan pada Yeo Jin yang terbaring. Tae Hyun mencoba menghalangi tapi yang terjadi malah ia yang terkena tembak. 

Cynthia yang melihat Tae Hyun terkapar, akhirnya tak bisa tinggal diam dengan merobek roknya lalu membantu melawan pengawal, sampai berhasil mengambil pistol dan menembak ke arah atas.
“Aku akan menembakmu!” kata Cynthia mengancam dengan menodongkan pistolnya.
Don Chul melihat Tae Hyun terkapar mencoba membantunya, anak buah Prof Go pun bisa menarik Yeo Jin untuk meninggalkan lantai 12, tapi pengawal sudah datang dari arah berlawahan. Tae Hyun pun langsung memerintahkan untuk masuk ke area terlarang.
Anak buah Prof Go pun membuat mundur pengawal dibagian belakang, Don Chul pun meminta supaya Tae Hyun pergi saja karena semua akan dilawannya sekarang. 

Tae Hyun dengan membawa Yeo Jin ke area terlarang lalu membuka pintu lift dengan kunci milik Perawat Hwang, Tiba-tiba pengawal sudah masuk ke area terlarang, Tae Hyun buru-buru menekan tombol pintu tertutup.
Ia pun bisa bernafas lega walaupun perutnya terkena peluru, tatapannya mengarah pada Yeo Jin yang ditutup oleh selimut.
“Tunggu sebentar saja, Aku akan mengeluarkanmu dari sini” gumam Tae Hyun
Dr Lee datang meminta pengawal untuk membantunya, di sebuah tempat terkunci ia menyimpan meja dorong, Yeo Jin ternyata disimpan disana. Pengawal terlihat binggung, Dr Lee tersenyum karena Anak buah Presdir Go sudah memakan umpannya.
“Aku harus melakukan operasi untuk membuatnya hidup kembali. Ayolah Cepat bantu aku!!” perintah Dr Lee 

Di lantai basement, Presdir Go sudah menunggu dengan ambulance lalu meminta untuk segera membawa Yeo Jin ke dalam ambulance. Tiba-tiba terdengar suara “mengapa kau terburu-buru sekali?” Do Joon keluar dari balik pengawalnya.
“PresDir Go...Mengapa kau melakukan pekerjaan sejauh ini  di usia sekarang ini?” sindir Do Joon
“Para buruh menyukai pemandangannya” ucap Presdir Go
Sementara Dr Lee berhasil membawa Yeo Jin ke dalam ruang operasi, terlihat Kepala perawat dan Dokter teman Tae Hyun disana, Dr Lee memeriksa semua wajah walaupun tertutup lalu meminta semua mempersiapkanya karena ia akan menganti pakaianya lebih dulu. 

Kepala perawat melihat Yeo Jin yang sudah berdarah dibagian lehernya, Si dokter bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi. Kepala perawat mengingat perbincangannya dengan Tae Hyun diatap.
Flash Back
Ia mempertanyakan maksudnya Young Ae harus mati di operasi.
“Ini Perintah PresDir Han dan Ketua Lee Akan membawa Young Ae ke ruang gawat darurat dan  berusaha membunuhnya disana Tapi aku yang harus ada di ruang gawat darurat bukannya ketua Lee”kata Tae Hyun yakin, Kepala Perawat pun bertanya kelanjutannya.  
“Sementara mereka melakukan operasi itu, Aku harus menghentikan jantung Young Ae dan membuat mereka percaya kalau dia sudah mati”kata Tae Hyun, Kepala perawat pun bertanya caranya.
“Sebelum diberikan "hypovolemic shock", aku akan menurunkan suhu tubuhnya [kondisi dimana jantung tidak memompa  darah dgn sempurna] dan menginduksi serangan jantung buatan dengan kalium, karena mereka akan memperhatikannya. Dengan begitu kita harus Mengamankan darah sebanyak mungkin. Jadi, kau akan menghentikan jantungnya dengan  sengaja & membuat seolah-olah dia sudah mati” jelas Tae Hyun
Kepala Perawat menyimpulkan mereka akan membawa Yeo Jin nanti, Tae Hyun mengangguk, Kepala Perawat berpikir apabila kemungkinan kalau Yeo Jin tidak akan bisa terbangun lagi, Tae Hyun meminta tolong pada Kepala Perawat supaya membantunya. 

Dr Lee sudah berganti memberitahu kalau Pasien menggorok tenggorokannya dan ia sudah menahan pendarahannya di lantai 12, tapi malah keluar melalui pembuluh darah di kepala dan membuatnya Terlalu banyak waktu terbuang.
Perawat Hwang dengan sengaja mematikan tombol suhu tubuh agar dingin, Si dokter penjaga memonitor meminta untuk segera memulainya karena tekanan darahnya membaik. Dr Lee terlihat sedikit gugup dan cuek dengan keadaan Yeo Jin.

Sementara di basement, Do Joon bertanya apa yang membawanya datang ke Rumah Sakit, Presdir Go mengatakan tujuanya untuk mengambil kembali sesuatu yang sudah ditinggalkan. Do Joon tersenyum mengejek lalu bertanya apa yang dibawanya itu.
Pengawal mendekat dan anak buah Presdir Go pun menghadangnya, Do Joon meminta maaf karena menurutnya sekarang ini banyak mendengar ada banyak pencuri dengan Mengambil barang milik orang laindari rumah sakit akhir-akhir ini.
Di dalam ruang operasi, Perawat Hwang berharap supaya Tae Hyun cepat datang. Dr Lee melihat para perawat lalu mengatakan Pembuluh darah yang robek terlalu parah dan akan sangat sulit untuk dijahit
Dokter teman Tae Hyun menyarankan untuk mempersiapkan pembuluh darah buatannya. Dr Lee malah melotot, lalu mengatakan untuk menunggunya karena ia akan mencoba menjahitnya. Dokter itu mencoba mengatakan sesuatu, Dr Lee langsung menegurnya karena tak sopan dengan Dr Senior.
Si dokter yang melihat layar monitor memberitahu kalau Tekanan darahnya terlalu rendah, Dr Lee pun meminta supaya mempersiapkan pembuluh darah buatan, Dokter itu pun berpikir kalau nanti mungkin mengalami serangan jantung dan menyarankan menelp Tae Hyun.
“Tae Hyun maksudmu? Dia benar-benar sibuk” ucap Dr Lee, Kepala perawat yang ada disana terlihat hanya bisa menutup mata pasrah.

Tae Hyun yang masih berdiri dengan memegang luka akhirnya mendorong meja Yeo Jin, Cynthia menahannya dengan bertanya apa yang dilakukannya. Do Joon mengejek mengatakan tentu saja pengawainya itu sedang membawa barang-barangnya kembali dan memuji kerja Kim Tae Hyun.
Cynthia langsung menodongkan pistolnya pada Tae Hyun, suasana terasa tegang. Presdir Go terlihat binggung dengan semua ini Cynthia terlihat sudah penuh amarah dengan  menodongkan pistolnya. Tae Hyun terlihat tak takut dengan pistol yang ada disamping kepalanya.

Di ruang operasi
Dr Lee mencoba menjahit pembuluh darah yang robek tapi sesekali melirik mencoba dengan sengaja membuat Yeo Jin meninggal. Kepala Perawat mencoba mengeluarkan suntikan dari saku bajunnya, teringat ucapan Tae Hyun “sebelum "hypevolemic shock" Aku akan menurunkan  suhu tubuhnya dan menginduksi serangan jantung buatan dengan kalium.”
Ia menyuntikan cairan itu ke dalam infus, tiba-tiba monitor langsung memperlihatkan garis lurus, Dokter memberitahu kalau terjadi  Serangan jantung dan akan segera siapkan alat kejut. Dr Lee malah merasa tak perlu dilakukan tapi dokter merasa paling tidak melakukan Pernapasan buatan.
“Itu "hypovolemic shock". Tidak ada gunanya Waktu kematian, 1:19 pagi, tanggal 20 agustus 2015. Akibat "hypovolemic shock" selama operasi, pasien Han Yeo Jin...dinyatakan meninggal dunia” jelas Dr Lee santai
Ia melirik kearah atas sudah ada sekertaris Do Joon yang memberikan anggukan, setelah itu Dr Lee meminta perawat untuk menyelesaikannya. Dokter terlihat tertunduk lesu karena mereka tidak berbuat sesuai kemampuan mereka. 

Di basement
Do Joon menyindir karena seorang pencuri terlihat sekarang ini bersikap lebih percaya diri. Dua pengawal saling menghadang satu sama lain. Cynthia masih dengan penuh amarah siap menembak kepala Tae Hyun.
“Aku dengar ada orang yang mencuri barang orang lain dan berpura-pura menjadikannya milik mereka.” balas Presdir Go
Ketika Do Joon akan mendekat ponselnya berdering, dengan senyuman licik mengungkapkan adiknya yang sangat menyedihkan, Cynthia dan yang lainnya bisa mendengar ucapan Do Joon.
“Maafkan aku. Aku harus menjawab telpon ini.. Dan Oh ya, adikku baru saja di ruang operasi dan dia akhirnya meninggal” ucap Do Joon seperti menahan tawanya.

Presdir Ko mengerutkan dahinya, Cynthia menurunkan pistolnya, terlihat Do Joon yang tertawa mengejek. Tae Hyun membuka kain penutup dan betapa kagetnya Cynthia ternyata didalamnya hanya boneka. Tae Hyun menatap Do Joon dengan mata memerah, Do Joon tetap saja tertawa.
Kepala Perawat yang ada diruang operasi menutup kepala Yeo Jin diruang operasi. 

Bersambung ke episode 7 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar