Minggu, 10 Januari 2016

Sinopsis Yong Pal Episode 6 Part 1

Di Pusat Listik HANSHIN
 Beberapa spanduk digantung pada tempat seperti tabung, [Keputusan Han Shin adalah pembunuhan] dan juga di jembatan penghubung   [Renungkan Keputusan yang Tidak Sehat] [HENTIKAN PERMAINAN HANSHIN] Seorang wanita berdiri didepan jembatan penghubung lalu sengaja mengeluarkan tubuhnya dari pinggir jembatan.
Ada spanduk yang bertuliskan disana. [Penghentian adalah pembunuhan] Wanita itu melihat kebawah ada kardus tertutup terpal, dengan wajah ketakutan akhirnya ia sengaja melompat.
Di dalam mobil
Cynthia memberitahu klien mereka itu Seorang wanita tua berusia 31 tahun jatuh dari Menara besi pabrik Listrik Han Shin. Tae Hyun bertanya kenapa berada di Area konstruksi lalu bertanya-tanya apakah wanita itu benar-benar klien mereka. Cynthia akan mencari tahu setelah sampai di tempat nanti. 

Cynthia langsung memperlihatkan ID Cardnya dan penjaga mempersilahkan masuk, seorang pegawai terlihat panik  menunjukan tempat jatuhnya korban bunuh diri.
Si wanita terlihat masih bergerak-gerak dengan kepala penuh darah, Tae Hyun melihat keatas ada spanduk bertuliskan “Pemecatan adalah Pembunuhan” setelah itu dengan suara tinggu menyuruh mereka memanggil ambulance apabila kondisi pasien semakin memburuk.
Setelah itu memeriksa bagian punggung pasien dengan stetoskop, dengan wajah panik memberitahu pasien terkena Hemothorax jadi mereka harus segera mengeluarkan darahnya.  
Cynthia memjadi asistennya, Tae Hyun sedikit mengunting dibagian belakang, lalu meminta pisau dan darah langsung keluar, setelah itu ia meminta penjepit, luka sobek pun terbuka dan ia meminta tabung. Cynthia tak menemukan dalam tas ransel.
Tae Hyun berpikir cepat memberitahu ada suntikan dan segera memberikan padanya, Cynthia membuka suntikan lalu Tae Hyun sengaja melepaskan suntikan hanya meninggalkan tabung dan memasukan ke dalam luka robek, aliran darah langsung keluar dan muncrat ke wajahnya. Si pasien yang terlihat tadi sempat orang kejang akhirnya berhenti 

Wanita itu pun akhirnya dibawa ke ambulance, dengan kepala dan kaki yang sudah diperban. Pegawai yang ada disana memberitahu kalau mereka tidak perlu memberitahu apa yang terjadi pada pihak ketiga.
“Itu sebabnya kami menghubungi Han Shin dari lantai 12.” ucap si pegawai
“Kami mengetahui dengan sangat baik dan  tidak tertarik dengan kehidupan pribadi pasien.” kata Cynthia dengan senyumannya.
“Kehidupan pribadi? Jadi menurutmu Ini adalah kehidupan pribadi?” sindir Tae Hyun tak terima.
Cynthia terlihat panik lalu berpura-pura mengalihkan pembicaraan dengan mengajak supaya Tae Hyun membersikan noda darah diwajahnya sebelum pergi. 

Tae Hyun keluar dari toilet dengan handuknya, betapa terkejutnya melihat Presdir Ko sudah menunggunya didepan pintu. Melihat mimik wajah Tae Hyu, Presdir Ko merasa dokter itu punya ekspresi mengenaliny.
“Apa yang kau butuhkan?” ucap Tae Hyun blak-blakan
“Jangan menentangku, Aku berada disisimu” ucap Presdir Ko, terlihat Cynthia datang seperti sengaja mempertemukannya dengan Presdir Ko. 

Diatas jalan layang
Beberapa pengawal dengan sengaja berdiri dengan beberapa mobil yang terparkir dibagian atas. Presdir Ko dan Tae Hyun ada didalam satu mobil.
“Selama Han Do Joon berada di posisi Ketua, kecelakaan seperti ini akan terus terjadi.” kata Presdir Ko
“Aku tidak percaya kau bisa mengatakan bahwa kau tidak memiliki tanggung jawab juga” komentar Tae Hyun

“Benar.... Saya adalah kaki tangan yang menjadi anggota kelompok untuk bisnis, jadi Ini sebabnya saya datang kesini untuk memperbaikinya, Saya seorang pria dari Han Shin yang mulai dari bagian yang paling bawah. Dan kemudian bermimpi mewujudkan Bersama kakek Yeo Jin, pendiri perusahaan, mencoba untuk membentuk bisnis yang bagai melalui badai pasir di gurun. Tapi saat itu Saya tidak pernah membayangkan bahwa dunia ini akan menjadi hilang.” cerita Presdir Ko
“Apa yang Anda inginkan?” ucap Tae Hyun tak ingin bertele-tele lagi. Presdir Ko tersenyum mendengar pertanyaan Tae Hyun.
“Apa yang Aku inginkan... Aku sudah tua sekarang dan sudah mempunyai cukup harta, serta sudah cukup menikmati. Apa lagi yang bisa aku inginkan? Jika ada satu hal yang aku inginkan...aku ingin mengeluarkan Han Do Joondan bekerja dengan wanita yang melompat hari ini untuk mendirikan perusahaan dan dunia di mana mimpi para pekerja bisa terwujud” jelas Presdir Ko

“Dan Untuk melakukan hal itukami membutuhkan Han Yeo Jin. Meskipun orang memanggilmu "mata duitan" dan menudingmu seperti itu tapi kau memiliki seseorang untuk dilindungi.Aku juga punya mimpi yang harus diwujudkan. Jika aku tidak keluar dari garis, bisakah kita mewujudkan mimpi kita masing-masing?” kata Presdir Ko
Presdir Ko berjanj akan menyelamatkan adiknya, So Hyun dan sebagai imbalannya maka meminta tolong supaya mewujudkan impiannya juga. Tae Hyun yang sedari tadi mendengar ucapan Presdir Ko dengan menatapnya langsung menatap jauh kedepan memikirkan penawarannya. 

Tae Hyun menghampiri Cynthia yang menunggunya di depan mobil, lalu mengajukan pertanyaan kalau salah satu alasanya masuk ke rumah sakit HanSin adalah Presdir Ko.
“Kau bisa mengatakan seperti itu. Aku telah menerima bayaran dari dua  pihak sejak awal.” kata Cynthia
“Dan Memikatku ke area terlarang, itu adalah rencananya siapa?” tanya Tae Hyun
“Daripada sebuah rencana...Haruskah aku katakan bahwa kami tahu kalau  kau berpotensi?” ungkap Cynthia dengan senyumannya.
“Dia adalah orang yang sangat rinci.” komentar Tae Hyun
Cynthia pikir Tae Hyun bisa melihatnya seperti itu tapi bisa juga dikatakan Presdir Ko  telah menunggu dan mempersiapkan ini dari lama. Tae Hyun tak berkomentar terlihat pikirannya menerawang. Cynthia bertanya apa yang dikahwatirkan Tae Hyun sekarang.
“Untuk seorang sepertimu, yang idealis naif ini bukan sebuah keputusan yang sulit, bukan?” kata Cynthia
“Cynthia kalau..."Aku sudah cukup memiliki semuanya, dan sudah  cukup menikmati, jadi tidak ingin hal lain." Apakah kau percaya itu?” ucap Tae Hyun mengulang kalimat Presdir Ko
“Pikirkan tentang adikmu. Kau perlu mengirimnya ke Amerika.”Tegas Cynthia mengingatkannya. Tae Hyun hanya bisa menghembuskan nafasnya. 

Diruangannya, Yeo Jin masih terbaring tapi berusaha untuk mengangkat kakinya, tapi karena terlalu lama tak digerakan seperti terasa sangat berat dan kaku,
“Jika kau tidak bisa berjalan ke tempat yang  paling tinggi,kau juga bahkan tidak bisa duduk di Ditempat yang paling tinggi.”
Yeo Jin mengingat kata-kata Tae Hyun padanya, lalu kembali berusaha untuk mengangkat kakinya, terlihat air matanya ada diujung matanya karena hanya mengangkat kaki saja membuatnya kesusahan.
“Apakah selama ini kau baik-baik saja? Maafkan aku tidak bisa sering mengunjungimu.”
Ia kembali mengingat kata-kata kakaknya yang ternyata sangat licik karena mengurungnya ditempatnya sekarang. Air matanya pun mengalir dan berusaha kembali mengangkatnya, saat itu kakinya bisa bertahan lebih lama, terlihat ada wajah senang karena bisa melawan rasa sakit dan berusaha sekuat tenaga. 

Dr Lee meminum wine menanyakan apakah itu hanya satu-satunya jalan. Direktur mengumpat dengan keadaan yang Menyebalkan karena tak seharunya ia yang membuat keputusannya.
“Mereka tidak akan menarik permohonan perintah  pengadilan, jadi kita tidak punya jalan lain. Disamping itu, tidakkah kau mengetahui PresDir Han?” kata Direktur
“Tapi... kenapa ini harus aku? Apakah kita tidak bisa meminta Kim Tae Hyun.” ucap Direktur
“Tidak! Jangan katakan itu! Untuk memburu anjing atau naga yang paling  dibutuhkan adalah senjata yang sesuai. Dia memiliki sejarah percobaan bunuh diri Jadi Kita bisa membuatnya benar-benar bunuh diri kali ini.” kata Direktur

Dr Lee mengatakan Yeo Jin hanya mati di atas meja, Direktur mengerti maksudnya adalah ruang operasi, Dr Lee pikir orang yang memberikan anastesi akan menyuntikkan sesuatu yang akan terus ada dalam tubuhnya tapi ia juga memikirkan apabila ada otopis.
Dr Lee rasa itu tak mungkin karena Doo Joon adalah keluarganya satu-satunya, jadi keluargnya pasti melindunginya. Dr Lee mempertanyakan apakah Direktur benar-benar mempercayai Presdir Han.
“Aku mengerti.... Mari kita membuatnya seperti bunuh diri, dengan memindahkannya ke ruang operasi, dan mati karena pengaruh anastesi.” kata Direktur, Dr Lee masih saja terlihat tak tenang.
“Ketua Lee, mari kita selesaikan dan hidup tenang. Aku yakin hadiahnya akan cukup bagus dan akan bicara ke PresDir Han.” kata Direktur 

Dr Shin keluar dari ruang operasi mengeluh sangat lelah saat melihat Tae Hyun sudah menunggunya didepan pintu, lalu bertanya siapa Siapa pasien itu sehingga menelpnya pada dini hari. Tae Hyun tersenyum meminta maaf, lalu bertanya tentang keadaan pasien sekarang.
“Itu akan sulit. Kau sudah membuatnya hidup dan membawanya ke sini, jadi dia bisa tetap hidup sekarang.  Jika itu bukan untukmu... Tapi Ngomong-ngomong, siapa dia? Dia sepertinya bukan seorang pasien dari lantai 12” kata Dr Shin
“Dia hanya... seorang wanita yang perlu dikasihani” ucap Tae Hyun pada pasien yang melompat untuk bunuh diri. 

Tae Hyun sengaja menegakkan tempat tidur Yeo Jin memberitahu tentang Presdir Ko yang menemuinya sendiri, lalu ia bertanya pada Yeo Jin apakah ia benar-benar mempercayainya. Yeo Jin menatapnya dengan sinis.
“Apa maksudmu dengan, "percaya"?”kata Yeo Jin
“Berdasarkan dari apa yang telah aku alami, orang yang berkuasa terlalu sibuk mengkhawatirkan tentang keuntungannya sendiri.” komentar Tae Hyun
“Aku... adalah keuntungan terbesar mereka. Aku yakin itu” ucap Yeo Jin

“Tapi jika...Bagaimana jika mereka melakukan hal yang sama seperti yang kakakmu lakukan?” ungkap Tae Hyun khawatir
“Setidaknya, ada Han Do Joon. Dia Wali hukumku.Aku berdiri di tengah-tengah perjuangan kekuasaan mereka. Oleh karena itu beban kekuasaan akan berada  di tangan orang yang aku percaya meskipun hanya sedikit Itulah mengapa mereka tidak ada pilihan tapi untuk berlutut di depanku.” cerita Yeo Jin
Yeo Jin menatap Tae Hyun berpikir si dokter itu sudah mengkhawatirkanya, Tae Hyun mengelak, karena ia hanya mengkhawatir tentang dirinya sendiri kalau nanti tertangkap oleh kakaknya. Yeo Jin mengerti Tae Hyun itu khawatir dengan uang yang didapatnya nanti.
“Jangan khawatir. Jika aku keluar dari sini entah bagaimana caranya, Aku akan memberikan kode akses. Pokoknya, kau berkerjasama saja dengan PresDir Go. Itulah cara terbaik untuk sekarang ini.” perintah Yeo Jin, Tae Hyun menganguk mengerti

“tapi mengapa.. Kenapa sepertinya kau berbicara lebih tidak formal padaku?” ucap Yeo Jin
“Hei! Kita kan teman! Sekarang! Hari ini kita akan mulai terapi fisik.”kata Tae Hyun lalu berdiri memegang kaki Yeo Jin.
Yeo Jin meminta Tae Hyun sabar untuk mengeraknnya, Tae Hyun mengejeknya untuk tak boleh cengeng lalu mulai mengerakannya. Yeo Jin berteriak kesakitan, Tae Hyun mengumpat kalau ia hanya mengeraknya perlahan. Yeo Jin kembali berteriak, Tae Hyun mengeluh padahal ia belum menyetuhnya. 

Anak buah Don Chul duduk diruang tunggu sambil membaca koran, saat itu tiga orang pasien baru datang dan Cynthia menyambutnya sebagai CS di Hanshin Medical Center.
“Ini kali pertama kalinya anda datang? senang bertemu denganmu. Silahkan, lewat sini.” ucap Cynthia ramah.
Anak Buah Don Chul yang melihat tiga orang itu terlihat tegang dan mengenalnya, Cynthia terlihat memberikan kode dengan alisnya pada si pasien lalu menaiki tangga menuju kamar rawat. Anak Buah Don Chul terus melihat pria yang berjalan dibelakang Cynthia penuh curiga. 

Don Chul yang menunggu di dalam ruangan, bertanya apakah anak buahnya sudah membawakan koran untuknya. Anak buahnya pun menyerahkan koran yang dibawanya dari lobby.
“Ada apa dengan wajahmu?” tanya Don Chul yang melihat wajah anak buahnya itu tegang. Anak buahnya menutup tidak ada apa-apa
“Apa yang tidak ada?”kata Don Chul sudah sangat mengenal anak buahnya.
“Aku melihat beberapa "ikan baru" di lorong.” kata anak buahnya.
Don Chul tak percaya menurutnya ini adalah rumah sakit bukan penjara. Anak buahnya yakin melihat orang tadi itu semangat pembunuhnya tidak main-main. Don Chul merasa anak buahnya semakin konyol
“Apakah kau master dari seni bela diri, sehingga dapat mengenali semangat pembunuh? Ini bukan tempat untuk didatangi orang seperti itu! Berhenti bicara omong kosong dan garuk punggungku!” perintah Don Chul yang sudah mengulung koran untuk mengaruk punggungnya, anak buahnya pun menurut dengan mengaruk punggung bosnya.
“Sebenarnya... ini bukan kehidupan di penjara. Tapi ini tidak ada bedanya.” ungkap Don Chul, anak buahnya terlihat masih saja khawatir. 

Pagi hari
Perawat Hwang sengaja memasang camera kecil dilayar monitor dengan begitu bisa melihat apa yang terjadi didalam. Ia pun mengecek dari layar ponselnya apa yang terekam sama yang ada didalam ponselnya dengan wajah tersenyum puas.
Dr Lee dan Tae Hyun datang melihat keruangan Yeo Jin, melihat Perawat Hwang yang sudah ada didalam, Dr Lee bertanya apakah perawat itu sudah beristirahat dengan baik, Perawat Hwang mengatakan bisa beristirahat berkat dari Dr Lee.
“Kau bekerja terlalu keras. Itulah mengapa kau menjadi sangat sensitif kemarin.” komentar Dr Lee
“Aku minta maaf soal semalam dan akan berhati-hati jadi itu tidak akan pernah terjadi lagi.”janji Perawat Hwang sedikit menunduk.

Dr Lee melihat Yeo Jin yang masih terbaring lalu berkata “Semua ini...Karena kita sudah mencapai batas dan sudah waktunya untuk berhenti.” Tae Hyun mendengar dengan jelas ucapa Dr Lee pada Yeo Jin.
“Kau perlu melakukan pekerjaan yang bagus. Apakah semuanya baik-baik saja?” ungkap Dr Lee
Tae Hyun mengangguk dan Dr Lee keluar dari ruangan, Perawat Hwang melirik sinis pad Tae Hyun karena semalam mengetahui ia bisa berbicara dengan Yeo Jin didalam ruangan.

Dr Lee dan Tae Hyun baru keluar ruangan, Cynthia langsung memberikan berkas pasien dan berkomentar  Dr Lee terlihat tidak sehat dari wajahnya. Dr Lee merasa tak mungkin seperti itu, lalu melihat berkas klien baru
“Ya. Mereka bukan anggota, tapi teman dari anggota kita. untuk membungkam mereka soal kecelakaan” kata Cynthia
“ Kita seharusnya berhenti menerima mereka.” komentar Dr Lee
“Ini adalah permintaan dari orang yang sangat tinggi.” ucap Cynthia, Dr Lee menghela nafas lalu mengajak untuk melihat bersama-sama. 

Tiga orang itu sudah duduk disofa dan terlihat salah satu orang menyelipkan foto Chae Young dibawah tumpukan buku, Dr Lee dkk masuk ke dalam menyapa semua klien baru dengan bertanya dimana yang sakit, si pria memperlihatkan tangannya yang di gips tapi merasa baik-baik saja.
“Ini sangat tidak nyaman, bukan? Kami akan melakukan yang terbaik untuk merawat kalian. Manajer Cyn, urus makanan mereka.” perintah Dr Lee lalu ingin melihat luka dari klien.
“Dari mana kau mendapatkan gips ini?” tanya Dr Lee melihat cara gips pasien
“Aku rasa mereka menyelesaikan dengan buru-buru.” jawab Cynthia dengan senyuman licik nya.
“Kau mendapatkan ini dari seseorang yang bahkan tidak mengetahui dasar-dasar. Apa Sebuah tempat seperti itu masih ada?” ucap Dr Lee seperti menyindir Tae Hyun.
Dr Lee pun akan memasangkan yang baru pada mereka semua, ketiganya langsung menolak bersamaan. Cynthia terlihat agak panik, lalu berpura-pura mengatakan kalau ketiganya terlihat ketakutan dan mengejeknya cengeng lalu meminta supaya melakukan perlahan-lahan.
“Setelah mereka istirahat, hubungi ortopedi dan dapatkan mereka gips baru, Dr. Kim Dan Hubungi kami jika membutuhkan sesuatu.” ucap Dr Lee lalu pamit keluar, Tae Hyun seperti merasakan sesuatu yang aneh lalu tak sengaja melihat ada foto Chae Young yang terselip diatas meja. 

Dr Lee mengetuk pintu memanggil Chae Young, Tae Hyun benar-benar kaget saat melihat istri presdir dengan melakukan Yoga dengan bongkok yang menunging. Chae Young melakukan gerakan dengan mematahkan kepalanya dan mengeluh wajahnya jadi bengkak setelah minum banyak tadi malam.
Cynthia merasa tak seperti itu, menurutnya Chae Young terlihat cantik dan kurus. Chae Young merasa tubuhnya merasa sakit semua sekarang, Dr Lee berpura-pura khawatir kalau itu tak boleh terjadi pada istri seorang presdir.
“Manajer Cyn, hubungi dermatologi dan atur untuk terapi fisik. Perhatikan jadwal makannya.” perintah Dr Lee
“Jangan khawatir, tidak perlu membuat keributan. Aku mendapatkan perawatan kulit di klinik profesional dan hanya akan melakukan terapi fisik di sini.”kata Chae Young, Dr Lee pun meminta menghubungi ahli terapi fisik.
“Tunggu.... Tidakkah lebih baik seorang dokter dibandingkan ahli terapi fisik?”kata Chae Young, Dr Lee pun meminta bantuan dari departemen ortopedi
“Mengapa repot-repot dengan ortopedi... Sudah Lupakan saja. Kenapa kau tidak merawat aku, Dr. Kim?”kata Chae Young mengoda
Dr Lee kaget lalu dengan senyumannya mengatakan itu lebih baik, Tae Hyun pun terlihat terpaksa menyetujuinya karena ia adalah istri dari tempatnya berkerja. 

Saat keluar ruangan, Dr Lee mengeluh karena Chae Young datang kembali kerumah sakit. Cynthia mengaku tak tahu tapi menurutnya istri direktur itu pasti punya urusan dengan Dr. Kim.
“Istri PresDir dengan Tae Hyun? Urusan apa?” tanya Dr Lee berhenti berjalan dengan wajah panik
“Kau tahu Apa yang terjadi pada Daniel? Dan kali ini Dr. Kim? Itu pasti menyenangkan bagi Dr. Kim.” kata Cynthia yang sudah mengenal Chae Young. Dr Lee bisa mengerti dengan hal itu. 

Tae Hyun membantu Chae Young dengan menekan kakinya, lalu mengeluh dengan memberitahu Ada orang profesional ahli terapi fisik melakukan itu semua. Chae Young malah meminta Tae Hyun untuk menekan ke bagian pinggangnya.
Chae Young menaikan kakinya dan Tae Hyun menekan bagian pinggangnya lalu akan berdiri, Chae Young langsung membahas Tae Hyun yang bertemu dengan Presdir Ko, Tae Hyun terdiam wajahnya tegang. Chae Young meminta tak berekasi, Tae Hyun kembali menekan bagian pinggang, terlihat dibelakang lampu ada kamera yang merekam.
“Yeo Jin dalam bahaya.Han Do Joon akan segera membunuh Yeo Jin” bisik Chae Young, Tae Hyun kaget mendengarnya, Chae Young meminta supaya Tae Hyun tak bereaksi.
“PresDir Ko sengaja memprovokasi Han Do Joon untuk membunuh Yeo Jin. Permohonan perintah pengadilan untuk kunjungan rumah sakit.” jelas Chae Young. 

Tae Hyun mengingat ucapan Yeo Jin sebelumnya “Perintah pengadilan, Dia tidak akan melakukan itu, Jika dia melakukan maka aku tidak akan hidup sekarang.”
“Jika presdir Go tidak menarik permohonan perintah pengadilan besok siang Han Do Joon akan membunuh Yeo Jin. Tapi presdir Go tidak akan menarik itu. Bagi presdir Go, jika dia tidak bisa memiliki Yeo Jin jadi dia pikir akan lebih baik untuk membiarkannya mati. Apakah kau mengerti sekarang? Aku adalah satu-satunya orang yang mau menyelamatkan Yeo Jin.” ucap Chae Young berbisik
“Jadi, aku harus menyerahkan nona Young Ae padamu?” balas Tae Hyun berbisik

“Curi kunci milik perawat Hwang lalu naik lift dari kamar Yeo Jin turun sampai tingkat ketiga ruang bawah tanah dan Aku akan menunggu. Hidupmu akan berubah. Aku berjanji.” kata Tae Hyun dengan menyilangkan kakinya berpura-pura melakukan yoga.
Tae Hyun akan pergi, Chae Young menariknya dengan sengaja memberikan senyumannya lalu menarik kepalanya untuk mendekat tapi berbisik “Janji itu hanya akan berlaku hingga besok siang.”

Perawat Hwang melihat dari ponselnya rekaman video apakah Yeo Jin itu benar-benar bergerak, Dr Lee dan Direktur ingin masuk ke dalam ruangan Yeo Jin saat Perawat Hwang akan masuk, Direktur mengatakan perawat itu tak perlu masuk ke dalam karena mereka perlu bicara secara pribadi.
Tae Hyun baru saja keluar ruangan Chae Young melihat perawat Hwang yang terus mengarah ke kamar Yeo Jin. Ia akan masuk ke dalam ruangan Yeo Jin, tapi merasakan ada sesuatu yang janggal, pria yang sebelumnya di gips seperti memperhatikan sekeliling lantai 12. 

Dalam ruangan Yeo Jin.
Dr Lee menanyakan hasilnya, Direktur mengatakan kalau Sekertaris memerintahkan untuk menjalankan rencana besok siang jadi meminta supaya Dr Lee bersiap diri.
“Itu adalah takdirnya untuk mati seperti itu. Dia akan mati dengan keadaan koma seperti ini Jadi dia tidak akan merasa kesakitan” ungkap Direktur, tapi Dr Lee terlihat masih ragu.
Yeo Jin yang mendengar dari ruangan kaca, benar-benar kaget karena akan sengaja dibuat mati oleh direktur dan Dr Lee dan hanya bisa menangis sendirian tanpa ada orang yang menemaninya.
Perawat Hwang bisa mendengar suara pembicaran dengan earphone langsung lemas dan terlihat binggung lalu melihat dibelakangnya adalah ruang operasi yang kosong. 

Perawat Hwang berjalan dengan tatapan kosong, tangan memegang pisau bedah dan sudah melukai tangannya. Saat itu Direktur dan Dr Lee baru keluar dari ruangan Yeo Jin, perawat Hwang memanggilnya dan langsung menyerangnnya.
Beberapa kali ia menusuk beberapa kali sambil berteriak “Mati! Mati! Mati! Mati!” Direktur bisa mendorongnya, Dr Lee ikut kaget melihat Perawat Hwang seperti orang gila yang menyerangnya lalu memanggil pihak keamanan. Perawat yang lain ikut ketahuan melihat Perawat Hwang menyerang direktur.
“Berani sekali kau membunuh anakku? Kau tidak boleh melakukan! Aku akan membunuh kalian semua terlebih dulu!” teriak perawat Hwang yang ingin kembali menyerang direktur
Dua petugas keamanan bisa memegang tangan Perawat Hwang dan menahannya supaya tak kembali menyerang. Tae Hyun yang baru melihat kaget karena sudah banyak darah dan Direktur terkapar, Dr Lee meminta untuk dibawakan kain kasa.
“Lepaskan aku! Panggil Han Do Joon! Si brengrek ini sedang berusaha untuk membunuh adiknya! Dasar biadab!” teriak Perawat Hwang histeris, Direktur yang lemah meminta supaya menutup mulutnya.
Petugas keamaman menutup mulut perawat Hwang dan langsung membawanya menjauh. Petugas yang lain pun langsung memanggul Direktur untuk mendapatkan pertolongan. Tae Hyun melihat kunci yang terjatuh dan mengingat kalau kunci itu yang digunakan untuk membuka lift.
bersambung ke part 2  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar