Sabtu, 09 Januari 2016

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 2 Part 2

Bo Ra memeluk Hong Sul merayu untuk tak menolak rencananya, Hong Sul seperti tak peduli karena memikirkan Perpustakaannya sudah full lalu teringat ruangan club yang kosong. Eun Taek pikir memang tak ada yang memakainya dan mempersilahkan Hong Sul mengunakan saja. Hong Sul langsung bersemangat menanyakan password pintunya. Eun Taek memberitahu angka satu, dua, tiga, empat. Bo Ra tetap saja menyuruh Hong Sul untuk datang kencang buta dengan nama pria Ahn Myung Chi.
Malam pun berganti, Joo Yun mengirimkan pesan pada Yoo Jung dengan wajah dongkol Sunbae, kau di mana? Apa kau sudah dapat kursi? Kenapa kau belum datang? tak sengaja matanya melihat ke arah bolkon gedung club, ada Hong Sul sedang berdiri dengan dengan memang lembaran kertas.


Paman gembel tiba-tiba datang menarik tangan Jun Yun, mengaku sebagai seniornya dengan mulut bau alkohol mengoceh Hidup itu cepat berlalu. Waktu cepat sekali berputar dan sekalinya akan berakhir. lalu kembali meminta uang. Jun Yun meminta agar tak membuat keributan lalu menunjuk ke lantai dua, kalau paman itu pergi ke sana maka Hong Sul akan mendengarkan ceritanya dan juga memiliki soju serta akan memberikan uang padanya.
Oke, image-ku telah hancur, dan aku akan membalasmu.” Ucap Joo Yun penuh dendam. 


Hong Sul kembali keruangan sambil makan, Paman gembel menaiki tangga dengan sempoyongan lalu berteriak memanggil seseorang. Hong Sul sedang belajar dikagetnya dengan bunyi pecahan kaca yang jatuh dan juga suara tertawa yang mengema.
Joo Yun berlari menemui Yoo Jung akan masuk ke dalam mobil, dengan nafas terengah-engah menanyakan alasan seniornya tak mengangkat telp darinya. Yoo Jung menanyakan apa yang terjadi. Joo Yun meminta bantuan dengan menceritakan Hong Sul dalam bahaya. Wajah Yoo Jung berubah serius.
Aku tadi melihat Sul diserang oleh pria mabuk dan meminta uang Seol. Sul terus mencoba untuk melawannya lalu pergi ke ruang club. Tapi, sepertinya pria itu sangat marah dan ingin memukul Sul. Kau tahu kan kalau terkadang lidah Sul sangatlah tajam. Karena itulah, kami bertengkar kemarin. Sul tak suka melihat kita berdua dekat. Tapi, aku tetap tak bias melihatnya berada dalam bahaya. Dia adalah temanku.” Cerita Joo Yun, Yoo Jung mendengarnya dengan bersandar di pintu mobilnya.
Jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja.” Kata Yoo Jung masuk ke  dalam mobilnya, Joo Yun pun tersenyum mendengarnya.

Tapi, Joo Yun...Bangunan club itu berlawanan dengan arah datangmu tadi. Jika kau memang khawatir, kau bisa malapor pada satpam., kau malah jauh-jauh datang memberitahuku? Sepertinya rencanamu salah, 'kan? Kau yang memulainya, jadi kau sendiri yang selesaikan.” Tegas Yoo Jung berada didalam mobil, Joo Yun hanya bisa diam karena rencananya gagal.  
Hong Sul menuruni tangga dengan wajah ketakutan, terdengar terikan si paman gembel mencari seseorang, karena lampu sensor membuat paman gembel bisa melihat Hong Sul akan turun dan langsung menariknya. Hong Sul berteriak ingin melepasnya, Paman gembel terus mengoceh.
Joo Yun akan berjalan pulang melihat dua petugas keamanan berlari masuk ke dalam gedung club. Didalam gedung, paman gembel mengaku frustasi setelah lama berkerja tapi ditendang begitu saja dan memukul botol soju ke tangan Hong Sul, akhirnya pegangan Hong Sul terlepas. Paman gembel malah binggung melihat botol sojunya pecah, dua petugas keamanan datang membawa paman gembel dan menyelamatkan Hong Sul dengan tangan yang terluka. 

Hong Sul sedang membeli minuman, Yoo Jung datang membantu mengambil dan membuka kaleng minumanya. Hong Sul pun mengucapkan terimakasih, Yoo Jung melihat ada plester tertempel dibagian tangan, menanyakan kenapa tangan Hong Sul terluka, Hong Sul berbohong terluka karena membuka kaleng tuna.
Yoo Jung seperti tak percaya, Hong Sul menyakinkan lukanya itu hanya goresan kecil saja. Yoo Jung mengajak Hong Sul ikut denganya, Hong Sul binggung kemana Yoo Jung akan membawanya. Yoo Jung tak banyak bicara membawa buku dan mengandengnya.

Di taman, Hong Sul berusaha mengobati sendiri tapi Yoo Jung memaksa akan mengobatinya jadi Hong Sul lebih baik diam saja, perlahan membuka plester lalu bertanya apakah Hong Sul sudah mensterilkannya. Hong Sul mengaku  sudah menyiramnya dengan air. Yoo Jung memegang tangan Hong Sul untuk memberikan alkohol.
Hong Sul sempat menjerit karena perih lalu berusaha meniupnya dan kembali berusaha agar mengobati sendiri. Yoo Jung tetap ingin membantu dan meminta agar menarik lengan bajunya, lalu menempelkan plester besar. Hong Sul pun hanya bisa mengucapkan terimakasih.
Kenapa kau lemah sekali?” tanya Yoo Jung, Hong Sul hanya bisa bergumam Dia kenapa lagi?
Kau harus lebih mengkhawatirkan dirimu sendiri dan Kau tak akan lulus dengan semua masalahmu itu.”kata Yoo Jung,

Apa dia khawatir padaku? gumam Hong Sul semakin binggung
Aku hanya khawatir padamu. Jika kau mendapat kesulitan, jangan ragu meminta bantuan. Bicaralah padaku. Aku akan membantumu.” Ucap Yoo Jung
Aku belum pernah merasakan perasaan ini sebelumnya. Gumam Hong Sul mengakuinya.
Yoo Jung ingin membahas tentang Joo Yun, Hong Sul menyela kalau Yoo Jung pasti sudah tahu Joo Yun itu sangat menyukainya, jadi apabila melihat mereka dekat maka Joo Yun akan marah, lalu bertanya apakah ia menganggu hubungan keduanya. Yoo Jung malah tertawa melihat Hong Sul itu sangat lucu. 

Jae Woo sedang mengetik di tangga, Sang Chul menepuknya membahas tentang temanya yang memiliki nilai A di kelas Prof  Han tahun lalu meminta untuk meminjamkan filenya. Jae Woo menolak, tapi Sang Chul memaksa hanya sebagai bahan referensi saja dan merampas laptop milik Jae Woo.
Hong Sul sedang mengerjakan tugas, Sang Chul mencari kesempatan dengan meminta Hong Sul mencarikan file tugas Prof Han tahun lalu karena satu kelompok dengan Jae Woo. Hong Sul pikir kenapa harus ia yang melakukanya. Sang Chul beralasan harus foto untuk wisuda, jadi meminta tolong pada Hong Sul.
Akhirnya Hong Sul pasrah mencarinya, tak sengaja melihat ada foto bill dengan dan juga sebuah table pengeluaran dan pemasukan. Ia mengingat tahun lalu Sang Chul memperlihatkan foto yang sama di ponselnya, dengan menuduh Hong Sul  yang menyebarkan di internet bahwa Sang Chul sudah korupsi, karena pada malam itu hanya Hong Sul yang melihatnya menghitung uang ditangga. 


Hong Sul menuduh Yoo Jung kalau seniornya itu juga ada dibawah tangga dan sudah pasti bukan dirinya yang melakukanya. Yoo Jung hanya tersenyum sinis lalu pergi tanpa membela diri, seperti membiarkan Hong Sul percaya dengan tuduhanya.
Jadi, yang melaporkan Sang Chul tahun lalu bukan Yoo Jung. Tapi, Jae Woo? gumam Hong Sul
Jae Woo langsung mengambil laptopnya, melihat Hong Sul sudah melihat foto bukti korupsi Sang Chul. Hong Sul sangat kaget, berjanji tak akan memberitahu siapa pun. Jae Woo memilih untuk pergi meninggalkanya. 

Hong Sul mencari-cari seseorang yang sedang melakukan foto wisuda, lalu melihat Yoo Jung ada didekat tangga sedang memaikan semut ditanganya.
Aku salah telah mencurigainya. Haruskah aku minta maaf? Tapi, aku tak bias memberitahu soal Jae Woo.
Akhirnya Hong Sul mendekati Yoo Jung, terlihat gugup dengan berbasa basi menanyakan apakah ia sudah berfoto. Yoo Jung mengatakan belum, Hong Sul mengembalikan buku catatan yang di pinjamkan Yoo Jung dan mengucapkan terima kasih. Yoo Jung menatapnya, Hong Sul terlihat binggung ingin memulai bicara.
Apa kau mau kubelikan sesuatu? Aku sudah berjanji untuk meneraktirmu makan, 'kan? Dan kau sudah sering membantuku. Selain itu juga aku minta maaf atas segala hal. Aku...sepertinya telah salah paham padamu tahun lalu, selain Tahun lalu dan tahun ini juga Kepribadian memang sangat sensitif. Aku punya kebiasaan sering menarik kesimpulan begitu saja, jadi akhirnya seperti ini” akui Hong Sul merasa bersalah.
Sepertinya kau memang orang yang seperti itu.” Kata Yoo Jung terdengar mengodanya.
Aku akan berusaha untuk berubah. Tentang sikapku itu, sekali lagi maafkan aku.” Ucap Hong Sul
Yoo Jung tersenyum lalu mengeluarkan ponselnya dan mengajak untuk foto bersama. Hong Sul ingin menolak karena wajahnya terlihat kucel, Yoo Jung seperti tak peduli menariknya dan langsung menghitung lalu tersenyum melihat hasilnya, menurutnya foto yang bagus. Hong Sul menghela nafas karena hasilnya jelek tapi Yoo Jung melihat Hong Sul sangat imut. Hong Sul mencoba untuk menghapusnya, Yoo Jung menghalangi dengan mengangkat ponselnya tinggi-tinggi. 

Jae Woo sedang pakai baju toga melihat keduanya sedang bercanda,  ingatanya kembali kejadian sebelumnya.
Flash back
[1 Tahun yang lalu, Pesta Semester Baru]
Jae Woo mengumpat Sang Chul itu selalu menganggunya dan berharap agar ia terus masuk wamil selamanya. Yoo Jung mendengar dari tangga, Jae Woo terus mengomel karea Sang Chul selalu saja mempermalukannya dan membuat hidunya tak tenang. Yoo Jung memanggil Jae Woo didepan restoran, merapihkan jaket temanya yang akan pulang.
Kau pasti menderita karena Sang Chul, ya?” tanya Yoo Jung, Jae Woo berpikir Yoo Jung ingin ingin menertawakan
Kenapa aku mau menertawakanmu? Coba pikirkan. Kalian yang selalu saja mengerjai orang lain, siapa yang harus aku tertawai? Kita semua sudah tahu dia orangnya begitu. Dia selalu mengganggumu karena kau selalu saja sabar padanya. Apa kau akan diam saja sekarang?” kata Yoo Jung
Kapan? Aku sudah selalu melawannya.” Tegas Jae Woo
Tapi, perlawananmu tak cukup, dan itulah masalahnya.” Balas Yoo Jung
Jae Woo seperti tak peduli memilih untuk pergi, Yoo Jung memanggilnya memberikan secarik kertas bon agar diberikan pada Sang Chul, karena pria itu selalu saja melupakan bonya. Jae Woo melihatnya sebentar, lalu menanykan alasan Yoo Jung malah memberikan padanya. Yoo Jung tersenyum menyuruh Jae Woo membuangnya saja.
Akhirnya Jae Woo melihat bon setelah Yoo Jung kembali kerestoran, terlihat ada keganjilan, mereka makan hanya 20 orang tapi Sang Chul mengatakan dana sudah habis dan mereka mengumpulkan dana tambahan, dengan penuh amarah akan membuat riwayat Sang Chul taman olehnya. 

Jae Woo terus melihat ke arah Yoo Jung yang hanya diam menerima tuduhan yang sudah dilakuanya. Yoo Jung mengoda Hong Sul akan mengirimkan foto mereka, Hong Sul menolak karena hanya ingin menghapusnya saja.
Di dalam kamar, Hong Sul mulai makan malam, foto dari Yoo Jung terkirim diponselnya dan mengelu matanya seperti orang mabuk, lalu telp dari Ah Young masuk. Ah Young mengajak Hong Sul makan diluar karena tak kuliah besok, Hong Sul mengatakan jadwalnya kosong jam 4 sore.
Oh, ya... Aku ketemu dengan Yoo Jung hari ini, dan dia masih ingat namaku lalu dia meneraktirku dan teman-temanku minum. Aku mau memamerkannya padamu. Apa kau bisa mencomblangiku dengan Yoo Jung?.” Kata Ah Young,
Hong Sul bergumam sepertinya dia pria yang baik lalu akhirnya untuk setuju menjodohkan temanya. Ah Young tersenyum bahagia, dibukunya tergambar sketsa wajah Yoo Jung. 

Hong Sul baru sampai kampus disapa oleh Bo Ra dan Eun Taek, beberapa detik kemudian Eun Taek langsung memanggulnya masuk ke dalam kampus. Hong Sul berteriak menyuruh Eun Taek menurukan, Bo Ra memberikan aba-aba mereka segera berlari dan masuk ke sebuah ruangan lalu mematikan lampunya.
Eun Taek menunggu diluar untuk berjaga-jaga melirik bayangan yang ada didalam. Bo Ra langsung menganti pakaian Hong Sul dan juga memakaikan sepatu high heels. Mulai mendadaninya dengan memakain bedak dan lipstik, serta menguncir rambutnya. 

Bo Ra membuka pintu memamerkan hasil karyanya, Eun Taek melihat Hong Sul dengan rambut diikat serta memakai dress, berkomentar nilanya naik 3 poin lebih banyak daripada Min Soo. Bo Ra mengingatkan Hong Sul untuk bertemu jam 6 sore dengan si tampan Ahn Myung Chi dan tidak boleh mengecewakanya.
Hong Sul masuk kelas dengan menutup wajahnya, Yoo Jung kaget melihat Hong Sul berpakaian tak seperti biasanya dengan high heels dan juga dress. Hong Sul tertunduk merasa dirinya tampak aneh, Yoo Jung berkomentar Hong Sul malah terlihat cantik. Hong Sul beralasan harus pergi ke suatu tempat setelah kuliah.
Yoo Jung tersenyum melihat Hong Sul terlihat makin cantik, pesan Ah Young masuk ke ponsel Hong Sul Seol, kita ketemuannya jam berapa nantinya Ataukah aku bertemu saja dengannya?” Hong Sul mengingat kuliahnya selesai jam 4 dan kencangnya jam 6, lalu memanggil Yoo Jung menanyakan apakah ia punya rencana hari ini, tanpa banyak tanya Yoo Jung langsung setuju. Hong Sul pun mengirimkan pesan pada Ah Young untuk bertemu di kantin jam setengah lima. 

Hong Sul membawa nampan merasa terlalu cepat untuk makan malam dikantin, Yoo Jung pikir juga begitu tapi karena lebih cepat membuat kantin terlihat kosong. Ah Young datang berlari menghampiri keduanya, Hong Sul sedari tadi menunggu tersenyum bahagia. Ah Young melihat pakaian Hong Sul tak seperti biasanya pasti ada acara, Hong Sul menyangkal.
Ah Young bilang dia juga belum makan. Apa Kau tak keberatan, 'kan?” tanya Hong Sul, Yoo Jung pikir tak masalah lalu menanyakan kabarnya dengan ramah. Ah Young yang terpana mengatakan baik-baik saja.
Bagus, berjalan lancar.” Gumam Hong Sul lalu memberikan nampanya pada Ah Young dan sengaja menyuruhnya agar duduk bersama Yoon Jung lebih dulu.
Ketiganya makan bersama, Ah Young menceritakan sangat suka sekali dengan dunia perkuliahan, karena memiliki dosen yang keren dan tak membosankan, lalu merasa dirinya terlalu cerewet dan mulai mengambil sumpitnya untuk makan. Yoo Jung yang mendengarnya berkomentar cerita Ah Young itu menarik.
Ah Young, apa kau sudah punya pacar?” tanya Hong Sul memancing, Ah Young menjawab malu-malu kalau belum punya.
Kenapa? Sepertinya banyak yang menyukaimu.” Kata Yoo Jung
“benarkan ? Dia kan cantik dan kulitnya sangat mulus dan Banyak yang akan menyukainya. Selain dia juga punya kepribadian yang baik, seperti seorang dewi.  Dan juga Banyak sekali yang meng-add FB-nya hanya dengan 1 foto saja.” Cerita Hong Sul mempromosikan temanya, Ah Young berkomentar Hong Sul  berlebihan sekali.
Sepertinya kalian akan jadi pasangan yang serasi.” Kata Hong Sul to the point, Yoo Jung melirik seperti mengerti tujuan Hong Sul mempertemukan dengan Ah Young.

Hong Sul menyadari dirinya terlalu berlebihan, lalu menawarkan Ah Young untuk membelikan kopi dan pergi meninggalkan keduanya untuk membeli kopi. Yoo Jung binggung karena Hong Sul hanya membawa dua gelas, Hong Sul beralasan ada urusan jadi harus pergi dan mempersilahkan keduanya untuk menikmati kopi bersama. 
Ah Young berkomentar Hong Sul terlihat cantik dan berharap setiap hari seniornya berpakaian seperti itu. Yoo Jung masih melonggo mengangguk setuju, Ah Young menceritakan hari ini sebenarnya Hong Sul memiliki jadwal kencan buta, karena belum pernah berpacaran jadi sikapnya terlihat gugup, jadi berharap Hong Sul bertemu dengan pria yang baik.
Yoo Jung tak percaya Hong Sul akan kencan buta, Ah Young menyakinkan dengan menceritakan Bo Ra yang menjodohkan keduanya, Yoo Jung hanya bisa diam dengan wajah dingin. 

In Bo pergi ke sebuah cafe menemui manager meminta keputusanya apakah ia diterima atau tidak. Manager melihat CV In Bo, berkomentar imagenya tak sesuatu dengan restoran mereka. In Bo memegang tangan Kim Byung Ho, memohon dengan menceritakan  baru datang ke Seoul, hanya tinggal dikamar kost dengan biaya sewanya adalah 30.000 won per bulan.
“Lalu, aku melihat tokomu yang ada di depan kost-ku. Sepertinya sudah takdirku untuk bekerja di sini” ucap In Ho memohon, Byung Ho seperti tak peduli memilih untuk pergi karena sibuk.
Ketika mengejar Byung Ho, In Ho melihat Hong Sul sedang makan bersama dengan Myung Sik dan masih mengenali orang didepanya. Myung Sik terlihat sombong menceritakan Tahun lalu, belajar ke Golconda dan bertanya apakah Hong Sul tahu tentang nama tempat itu.
Hong Sul mengelengkan kepala, Myung Sik bertanya apakah Hong Sul suka main tenis dan golf atau seperti paragliding yang menantang. Hong Suk mengaku  tak pernah mencobanya. Myung Sik meremehkan Hong Suk dengan bertanya apa saja yang dilakukan selama hidupnya. Hong Sul menceritakan pernah les piano saat masih kecil.
Myung Sik mendengar lagu yang diputar lalu dan mengujui Hong Sul pasti tahu Melodi milik Schubert. Hong Sul mencoba mengucap sabar dalam hati kalau Myung Sik adalah teman Bo Ra. Myung Sik kembali meremehkan kalau Hong Sul tak tahu nama musik itu dan melihat hidupnya sangat membosankan, membuat tak ada yang bisa menjadi bahan cerita.

In Ho sudah tak tahan mendekati keduanya, mengumpat Myung Sik si tukang pamer dan mengejek sekarang terlihat pria itu seperti pria mesum. Hong Sul mengenali In Ho yang pernah bertemu dikampus. In Ha sadar Hong Sul mengira dirinya gembel, dan berpikir Hong Sul itu orang kaya tapi kenyataan tidak
Kenapa kau harus memilih pria yang sepertinya? Kau mau aku memberinya pelajaran?” ucap In Ho sudah siap menarik lengan bajunya, si pria tak terima, Hong Sul binggung karena sedari tadi mencoba menahan kesabarannya. Ketika In Ho akan memukul, Hong Sul langsung berteriak akan menahannya.
Apa kau punya uang ganti rugi setelah berkelahi di sini? Jika kau memang kaya, bayarkan servis laptopku.” Teriak Hong Sul kesal memilih pergi, In Ho bingung kenapa Hong Sul membahas tentang servis laptop.

Tunggu, lihatlah pria macam apa temanmu ini. Kalian memang cocok.” Ejek Myung Sik, In Ho mencengkram bajunya, Hong Sul tak bisa menahan lagi dengan mendekatinya.
Hidupku memang membosankan, lalu kenapa? Apa urusannya denganmu? Hah? Kau bilang tadi Melodi Schubert? Kau terlihat seperti banci sekarang. Tak usah sok berbahasa Inggris. Pengucapanmu sangat jelek. Aku malu mendengarnya.” Teriak Hong Sul kesal lalu meninggalkan restoran.
In Ho tertawa mendengarnya, Myung Sik ingin membalasnya tapi In Ho lebih dulu menariknya dan memperingatkan agar tak pamer, lalu memberitahu kalau itu  melodi Trout, dengan mengejek Myung Sik itu bodoh dibanding gembel sepertinya lalu mengajaknya duduk. Myung Sik memilih pergi setelah In Ho duduk, In Ho hanya bisa mengumpat dan tak sengaja menduduk ponsel Hong Sul yang tertinggal. 

Hong Sul berjalan dengan kaki pincang kerumahnya, didepan rumah sudah ada Yoo Jung yang menunggunya, terlihat ada tatapan sinis melihat kedatangan Hong Sul. Hong Sul menanyakan seniornya ada didepan rumahnya. Yoo Jung terus menatap sinis. Hong Sul menanyakan dengan makam malamnya tadi. Yoo Jung terus menatapnya, Hong Sul kembali bertanya tentang Ah Young, Yoo Jung memberikan sedikit senyuman.
Akhir-akhir ini... aku menganggap hubungan kita semakin dekat. Tapi, kau tak menganggapku sama sekali Kau tak ada bedanya dengan yang lain. Aku berusaha sangat keras hanya untuk bisa makan denganmu.” Ungkap Yoo Jung kecewa lalu pergi meninggalkanya, Hong Sul hanya bisa diam karena ternyata sikapnya salah. 

In Ho melihat ponsel Hong Sul yang jadul, menurutnya apabila dijual maka tak akan ada yang membelinya, maka ia akan mengembalikanya dan meminta traktir saja. Ketika melihat daftar telp ada nama “Yoo Jung Sunbae” tapi menurutnya ada banyak nama Yoo Jung dikorea jadi tak mungkin temanya dulu. Lalu melihat kefolder foto menemukan foto berdua dengan Yoo Jung, sedikit menjerit bepikir keduanya itu pacaran, tapi melihat mata Hong Sul aneh saat di foto, dengan wajah kesal menelp Yoo Jung agar terkaget-kaget nantinya.
Yoo Jung sedang menyetir mobilnya, melihat Sul yang menelp dengan wajah cemberut mengangkatnya. In Ho menyapa Yoo Jung yang sudah lama tak bertemu, Yoo Jung bisa mengenali suara In Ho, In Ho merasa terhormat Yoo Jung bisa mengenali suaranya langsung. Yoo Jung binggung bagaimana bisa In Ho mengunakan ponsel Hong Sul dan menanyakan keberadaanya sekarang. 

Yoo Jung menemui In Ho ditaman, In Ho dengan santai menyapa temanya yang sudah lama tak bertemu. Yoo Jung melirik ponsel yang dipegang In Ho lalu menanyakan apa sebenarnya yang terjadi. In Ho mengaku sangat sedih karena sudah tak bertemu bertahun-tahun tapi Yoo Jung tak menanyakan kabarnya. Yoo Jung pikir untuk apa karena mereka tak sedekat itu.
Benar juga, kita tak punya hubungan apa-apa.” Kata In Ho dengan mata berkaca-kaca, Yoo Jung meminta In Ho mengembalikan ponselnya.
Apa hubunganmu dengannya? Dia siapa? Hingga kalian bisa selfie bersama? Dan bahkan kau dating ke sini untuk mengambil ponselnya?” tanya In Ho penasaran
Itu bukan urusanmu.” Kata Yoo Jung dingin, In Ho pikir akan menanyakan langsung padanya.
Tapi, sepertinya dia juga tak tahu, hubungan kalian seperti apa.” Komentar In Ho mengejek, Yoo Jung menegaskan In Ho tak perlu mengganggu hidupnya.
Bagaimana jika aku menolak? Ah, apa kau akan melakukan hal yang sama seperti dulu?”balas In Ho
Yoo Jung meliha In Ho masih saja terus mengajaknya bercanda, menurutnya sistem otak temanya  sudah kembali normal sekarang tapi ternyata In Ho masih belum berubah. In Ho merasa Yoo Jung yang tak berubah dengan tak merasa bersalah setelah menghancurkan hidup orang lain.

Flash Back
Kejadian saat SMA, In Ho dipukul habis-habisan oleh seseorang, dengan tangan dipukul dengan stick baseball. Yoo Jung melihatnya hanya diam saja, dengan tatapan dinginya lalu pergi meninggalkanya, tapi saat dirumah sakit terlihat air mata yang mengalir diwajah In Ho
Yoo Jung merasa tak ada alasan merasa bersalah, lalu meminta In Ho mendengarkan ucapanya baik-baik, setelah dirinya lulus dan masuk ke perusahaan ayahnya maka semua dana amal yang didapatkan In Ho akan terhenti, selama ini ia hanya kasihan tapi untuk sekarang tidak lagi.
In Ho tak percaya Yoo Jung merasa kasihan, Yoo Jung juga meminta agar memberitahu In Ho kalau Kebahagiaan keduanya akan berakhir dan harus menghidupi kehidupanya sendiri. In Ho menatap temanya berkaca-kaca, Yoo Jung berjalan kemobil memerintahkan agar In Ho berhenti bercanda dan mengembalikan ponselnya. 


In Ho mengingat kenangan manis dengan Yoo Jung dan juga kakaknya, ketika bermain kembang api, dengan menahan rasa sedihnya seperti tak ada yang diharapkan lagi dalam hidupnya sekarang.
Hong Sul duduk dengan menghela nafas panjang, sambil memijit kakinya merasa menyesal telah menjodohkan Yoo Jung dan mengabaikan kebaikanya selama ini, bahkan sengaja menuduhnya. Yoo Jung menyetir mobilnya dengan tatapan dingin, seperti menyimpan banyak misteri. In Ho masuk duduk ditaman dengan menahan rasa sedihnya. 
bersambung ke episode 3 


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

4 komentar:

  1. Ceritanya menarik,, penasaran dgn sifat asli Yoo Jung,, dia sebenarnya tulus apa engk sih deketin Hong sul...

    BalasHapus
  2. Park hae Jin, oh... Terakhir kalee ak lihat di you came from the star and doctors strangers

    Ah kangen

    BalasHapus
  3. Kereeeenn,,,,,
    Penasaran ma kelanjutan nya
    Di tunggu sinopsis nya mba dee :)

    BalasHapus
  4. wuah...jadi ingat waktu park hye jin juga menyimpan banyak luka di dr stranger.kamsahamnida bak diyah.....btw ini flashback blm selesai yah bak diyah??????

    BalasHapus