Rabu, 13 Januari 2016

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 4 Part 1

Yoo Jung menarik tangan Hong Sul, lalu berkata maukah kau berpacaran dengan ku. Hong Sul melonggo mendengarnya dan hanya bisa menatap Yoo Jung tanpa berbicara. Yoo Jung langsung meminta jawabanya. Hong Sul makin binggung.
Aku tak tahu kenapa sunbae tiba-tiba tanya begitu.” Kata Hong Sul
“Apa Sungguh kau tak tahu?” kata Yoo Jung memancing, Hong Sul mengangguk
Aku tak pernah berpikir untuk pacaran, jadi...” ucap Hong Sul gugup.
Yoo Jung mengerti lalu melepaskan tanganya, Hong Sul seperti tak ingin melepaskan meraih tangan Yoo Jung lagi dan kembali melepaskan karena gugup, lalu menjelaskan bukan dirinya tak suka. Yoo Jung langsung mengajak Hong Sul agar berkencan karena tak ada alasan untuk menolaknya.
Hong Sul tak bisa menatap Yoo Jung, menatap kearah lain. Yoo Jung meminta agar Hong Sul menjadi pacarnya. Hong Sul akhirnya mengangguk, Yoo Jung sengaja menatapnya, Hong Sul pun mengangguk kalau mau menjadi pacarnya. Yoo Jung mengucap syukur dan menyuruh Hong Sul masuk karena suda larut. Hong Sul buru-buru masuk ke dalam rumah dan sempat tersandung. 

Hong Sul berlari menaiki tangga kamarnya, dengan satu sepatunya yang di pegang lalu membuka pintu kamarnya. Wajahnya masih terlihat shock, dengan mengipaskan wajahnya yang terasa panas, memegang tanganya seperti masih bergetar dan merasa semuanya tak masuk akal.
Disamping kamar Hong Sul, Pria bertubuh tambun bernama Kong Joo Yong mengeluarkan tiga tumpukan buku, akan memulai belajar bahasa inggris. Tapi terdengar jeritan Hong Sul Semua ini tak masuk akal! Ah, tidak mungkin!  Hong Sul menutup kepala dengan bantal guling, berteriak kalau semua itu gila. Joo Yong kesal langsung mengambil bir dalam kulkas karena tak bisa konsentrasi lagi.

Hong Sul membuka kemejanya menyadarkan dirinya kalau semuanya itu tak masuk akal dan bukan nyata, menurutnya tak mungkin Yoo Jung itu bisa menyukainya dan yakin Yoo Jung pasti tak benar-benar menyukainya. Bayangan lainnya muncul duduk didepan meja belajarnya.
Benar sekali. Selama ini tak ada tanda-tanda dia menyukaimu.” Ucap bayangan didepan meja belajar.
Tapi... Kalau dia tak menyukaimu, buat apa dia memintamu jadi pacar?” balas bayangan yang muncul diatas tempat tidurnya.
Hei!  Coba ingat tahun lalu. Orang yang menganiayamu tiba-tiba suka padamu?  Dia pasti merencanakan sesuatu.” bayangan dibalik rak keluar juga sambil meminum yoghurt. 


Hong Sul yang mendengar semua ini hatinya menurutnya semua mencurigakan, semua bayangan berkumpul bersama-sama dan langsung bertanya kenapa ia tadi mengangguk, menjawab pertanyaan Yoo Jung menjadi pacarnya.
Aku sendiri tidak tahu. Kenapa tadi aku mengangguk?” ucap Hong Sul binggung 

Hong Sul membuka matanya, memikirkan kejadian tadi malam bertanya-tanya bagaimana ia bertemu dengan Yoo Jung dan tanggapang orang-orang dikampus kalau tahu mereka berpacaran dan akhirnya memiringkan tubuhnya untuk kembali tidur. Lalu tersadar kalau sekarang libur dan bangun dari tempat tidurnya dengan senyuman, mengucap syukur karena pasti Yoo Jung sibuk. 

Hong Sul berjalan dengan beberapa mahasiswa yang berteriak gembira karena mulai libur.
Aku harus bilang apa kalau ketemu dia? Pasti canggung di depan banyak orang. Gumam Hong Sul binggung
Tiba-tiba matanya melotot kaget melihat Yoo Jung didepanya, Kyung Hwan lewat menyapanya dengan membawa dua gelas es americano lalu menghampiri Yoo Jung memberikannya. Hong Sul memanggil Yoo Jung sambil melambaikan tanganya, Yoo Jung melambaikan tangan dengan senyuman lalu pergi begitu saja.
Apa-apaan ini?< Apa benar dia orang yang meyatakan perasannya padaku kemarin? Aku tak berharap banyak. Tapi tidak seperti ini juga. Apa ini? Apa dia menyesal?” gumam Hong Sul dengan wajah cemberut. 

Hong Sul berbicara kalau seharusnya ia yang melakukanya. Seorang dosen didepanya membenarkan kalau memang seharusnya Hong Sul menyadarinya. Hong Sul menegakan duduknya, menyadarkan diri dari lamuan lalu  meminta maaf.
Zaman sekarang IP 4.3 sudah biasa. Dan kau tak ikut klub, magang, kompetisi, ataupun seminar. Nilai TOEIC 830. Sedikit diatas batas kelulusan Dan tak ada nilai speaking .” kata dosennya sinis
Iya, saya belum tes  speaking” akui Hong Sul
“Jadi Apa ini? Setelah lulus kau mau melamar ke perusahaan mana? Kenapa kau masuk jurusan manajemen bisnis? Apa impianmu?” tanya dosen, Hong Sul terlihat binggung. 

Hong Sul pulang dengan kereta, bertanya dalam hati apa sebenarnya mimpinya, didepannya terlihat pamplet iklan bertuliskan  [WUJUDKAN MIMPIMU]
Meski ingin bermimpi tapi aku tak punya uang untuk les tambahan. Apa itu masalah sekarang? Aku butuh uang untuk semester berikutnya. Akan kulupakan beasiswa itu sekarang. Apa aku harus cuti lagi? gumam Hong Sul dengan helaan nafas dan wajah sedih. 

Hong Sul datang kerumah orang tuanya, Ibunya kaget mengetahui anaknya tak lagi mendapatkan beasiswa.  Hong Sul menceritakan Salah satu nilainya tidak begitu baik jadi memohoan agar ibunya membantu sedikit kali ini saja. Tuan Hong duduk di sofa mendengar langsung berkomentar sinis.
Bagus, bagus.,,, Bisa-bisanya kau minta uang disaat seperti ini?” sindi Tuan Hong
Siapa yang membuat semua jadi seperti ini? Apa kau pernah membantu biaya kuliah Sul?” balas Ibu Hong Sul tak terima.
Apa gunanya wanita yang menghabis banyak uang untuk kuliah?Keluarga itu tanggungannya pria” ucap Tuan Hong
Bicara apa kau!!! Memangnya apa saja yang sudah dilakukan pria kuliahan di rumah ini?” kata Ibu Hong Sul dengan berdiri dan nada tinggi
Hong Sul memohon agar ibunya menahan diri. Ibu Hong Sul kembali duduk, mengeluh suaminya itu bisanya Cuma omong kosong dengan menyebut 10 miliar won lalu memperingatkan agar tak mencoba bicara bisnis lagi. Tuan Hong makin marah dengan berteriak kalau istrinya tak tahu tentang bisnis dan membawa sial jadi semuanya gagal lalu keluar dari rumah. 

Ibu Hong Sul berdiri sambil berteriak semua itu gagal karena suaminya yang banyak omong. Hong Sul menanyakan apakah benar ayahnya gagal lagi, Ibu Hong Sul sambi mengatur nafasnya membenarkan kalau suaminya itu kembali kehilangan uangnya.
Padahal dia sudah yakin sekali. Kita takkan bisa bayar sewa bulan ini.” keluh ibu Hong Sul, akhirnya Hong Sul tak bisa berkata-kata memilih untuk makan masakan ibunya.
Bagaimana rasanya?” tanya Ibu Hong Sul pada anaknya, Hong Sul baru mencoba bihun buatan ibunya berkomentar rasanya enak.
Ibu Hong Sul mengucap syukur dan berpikir kalau nanti menjualnya akan laku, Hong Sul tak yaki ibunya mau jual mie. Ibu Hong Sul pikir  harus melakukan sesuatu dan mungkin akan tinggal dijalan lalu membahas tentang adik Hong Sul yang kuliah diluar negeri tapi sekarang malah suaminya angkat tangan dengan biayanya.
Ibu tahu kau juga kesulitan, tapi Bagaimana kalau keluar dari kosmu? Uang depositnya kita gunakan untuk biaya kuliah kalian. Ibu tahu kuliahmu jadi jauh Tapi kau tak boleh cuti lagi.” Ungkap ibunya, Hong Sul langsung setuju saja tanpa membantahnya. 

Hong Sul kembali ke kostan, mengaku kalau tak suka dengan tinggal di tempat itu karena setiap hari harus menaiki tangga yang membuat pahanya menjadi besar dan juga Tetangganya juga terlalu sensitif. Lalu membuka pintu kamarnya, terlihat macet dan menariknya sambil mengumpat pintu yang menjengkelkan.
Setelah bisa masuk ke dalam, Hong Sul memasukan makanan dari rumah ibunya ke dalam kulkas sambil berbicara sendiri, menurutnya kamarnya Terlalu sempit dan sesak, bahkan saat Musim panas kepanasan dan musim dingin kedinginan, serta temboknya dari triplek. Setelah itu menyadari beberapa kotak makan yang dibawanya hanya berisi kimchi.
Hong Sul kembali meyakinkan akan keluar dari kosan karena perjalanan pulang pergi itu hanya empat jam saja dan juga bisa makan masakan ibu, lalu duduk diatas tempat tidurnya mengungkapkan perasaan lega. Ia memeriksa ponselnya dan Yoo Jung belum juga menghubunginya.
Kenapa sunbae tidak menghubungiku? Apa semua orang seperti ini? Seandainya aku tahu.” Ucap Hong Sul  binggung lalu akan menelp Ah Young, tapi teringat temanya sedang backpacking dan juga dengan Bo Ra sedang bertengkar.
Akhirnya Hong Sul berpura-pura tak peduli dan tak ingin mengkhawatirkanya lalu memilih untuk tidur saja, tapi saat ada pesan masuk, langsung bangun memeriksa ponselnya, ternyata Eun Taek yang mengirim pesan Karena ujian sudah selesai, akan kutraktir. Aku akan mentraktir makanan mahal, tak datang pasti menyesal.

Eun Taek duduk disamping Bo Ra dan didepan Hong Sul, keduanya masih saja diam, akhirnya memilih untuk mengambil makanan saja. Bo Ra akhirnya mulai bicara karena suasana sangat canggung dan Menyebalkan, lalu meminta agar Hong Sul bersikap seperti biasanya saja.
Maaf.... Aku stres karena nilai, beasiswa, dan masalah lain. Pikiranku jadi kacau. Sebenarnya aku malu membicarakan masalahku. Tapi aku akan berusaha untuk menceritakan semua saat ada masalah...” ungkap Hong Sul
Tidak, kau tak perlu menceritakkan semua. Aku cuma berpikir kalau kita ini sahabat Tapi aku merasa tak tahu apa-apa, rasanya sedih sekali. Maafkan aku Hong Sul. Aku akan coba mengurangi rengekanku Tapi kita harus sedikit lebih jujur satu sama lain.” Kata Bo Ra
Eun Taek sudah membawa banyak makanan all u can eat dalam piring tapi melihat keduanya masih bicara serius memilih untuk menunggu. Hong Sul memegang tangan BoRa, berjanji akan mencoba lebih terbuka. Keduanya sama-sama terlihat terharu dengan mengenggam tangan dan mengaku sebagai sahabat. 

Eun Taek datang meminta tolong untuk menaruh piring yang ditumpuk, agar ditaruh diatas meja. Hong Sul pun membantunya, Eun Taek mengaku sempat khawatir sebelumnya tak akan bisa makan dan mengajak mereka segera makan. Hong Sul membagikan sumpit sambil mengeluh Eun Taek harusnya lebih banyak membawakan makananya.
Ah, hari ini aku ketemu Yoo Jung sunbae di kampus.” Cerita Eun Taek sambil makan. Hong Sul langsung melotot lalu bertanya bertemu dimana. Eun Taek menjawab Di depan gedung manajemen.
“ Ini Hari libur kenapa ada disana? Lalu Dia tak bilang apa-apa?” tanya Hong Sul penasaran,
Tidak,  Memangnya kenapa? Apa kau ada urusan dengan Yoo Jung sunbae?” tanya Eun Taek. Hong Sul menyangkal dengan mengelengkan kepala dan tersenyum.
Bo Ra bisa tahu kalau Hong Sul sedang menyembunyikan sesuatu, mengingatkan janji Hong Sul akan lebih terbuka sambil memegang tanganya. Eun Taek pikir Hong Sul sedang berusaha jadi lebih baik mereka menunggu saja. Hong Sul mengalihkan pembicaraan dengan bertanya apakah keduanya punya info pekerja peruh waktu.

Keduanya mengeleng, Hong Sul mencoba mengalihkan lagi dengan mengatakan membutuhkan pekerjaan lalu memasukan daun selada kedalam mulutnya. Bo Ra mengingatkan mereka masih menunggu. Hong Sul ingin berbicara, Eun Taek pun memberikan tanda agar Hong Sul bisa terus berbicara terbuka dengannya.
Sebenarnya... Yoo Jung sunbae menyatakan cinta padaku.” Akui Hong Sul, Bo Ra mengeluh temanya berbicara omong kosong, Eun Taek menahan tawanya.
Sungguh!  Aku sendiri tak tahu kenapa dia tiba-tiba begitu. Dia mengajakku berkencan lalu tak menghubungi sama sekali. Aku tak tahu harus menghubunginya dulu atau tidak. Pokoknya, semuanya aneh. Jadi Aku harus bagaimana?” cerita Hong Sul binggung, Keduanya hanya diam dan melonggo
Sudah kuduga kalian takkan percaya, bahkan Aku sendiri tak percaya.” Kata Hong Sul sambil sibuk makan.
Sudah kubilang, kan? Ada sesuatu diantara mereka.” Komentar Eun Taek. Bo Ra menyuruh Hong Sul berhenti makan dan  menceritakan dari awal. Hong Sul pikir sudah menceritakan semuanya dan bertanya kembali apa yang harus dilakukannya sekarang. 

Ketiganya selesai makan, Bo Ra bertanya-tanya sejak kapan Yoo Jung menyukainya padahal sebelumnya hubungannya dengan temanya itu tak baik. Eun Taek juga binggung, Apa yang membuat Yoo Jung sunbae tertarik pada Hong Sul, menurutnya dilihat dari sini manapun tak ada yang menarik.
Hei, banyak yang menarik pada Seol. Dia bertanggung jawab... dan bertanggung jawab.” Ungkap Bo Ra membela, Eun Taek setuju dengan itu lalu keduanya sama-sama tertawa, Hong Sul terlihat masih binggung dengan nasib hubunganya.
Ponsel Hong Sul berdering, Bo Ra mengoda kalau itu Yoo Jung yang menelp. Yoon Seob menelp menawarkan pekerjaan sebagai asisten kantor dan meminta agar Hong Sul cepat menjawabnya, mau atau tidak. Hong Sul menanyakan alasan Yoon Seob memintanya, Yoo Seob berpikir Hong Sul Tidak mau dan memperingatakan agar tak mengeluh nanti.
Hong Sul pun langsung setuju, Yoon Seob meminta datang pada Senin, jam 9 pagi dan memperingatkan agar tak terlambat. Setelah menutup telpnya, Yoon Seob malah mengeluh karena Hong Sul mau menerima tawarannya. 

Bo Ra pun bertanya apakah Yoon Seob meminta agar Hong Sul  jadi asisten kantor. Hong Sul membenarkanya, menurutnya Itu pekerjaan impian tapi bertanya-tanya kenapa bisa mendapatkan begitu saja. Eun Taek pikir itu Biasanya dipilih orang berpengalaman dan heran karena Hong Sul terpilih
Pasti karena Asisten dosen Heo kagum pada Hong. Kau iri, kan?” ucap Bo Ra sambil menjewer kuping Eun Taek, Hong Sul pu memilih pamit pulang.
Hei, hubungi Yoo Jung sunbae. Beritahu dia, kau dapat tawaran jadi asisten kantor dan tanya dia sedang apa. Pacaran itu masalah pemilihan waktu. Pokoknya lakukan saja, oke?” pesan Bo Ra lalu melambaikan tangan pada temanya.
Kalau memang tahu banyak masalah pacaran, kenapa bisa tak punya pacar?” ejek Eun Taek
Aku tak mau, bukannya tak bisa. Kau tahu apa anak kecil!!!” kata Bo Ra kesal
Eun taek melihat Hong Sul sudah bahagia sekarang  jadi meminta agar Bo Ra mempertimbangkan tawaranya, Bo Ra tak mau membahasnya memilih untuk pulang saja. Eun Taek pikir dirinya itu kurang menarik. 

Hong Sul menatap ponselnya kembali membaca tulisanya Aku akan bekerja sebagai asisten kantor saat liburan ini. Sunbae, bagaimana liburanmu? jarinya terlihat ragu-ragu untuk mengirimkanya atau tidak, tapi akhirnya menekan kirim dan menaruh ponselnya dada yang berdegup kencang.
Yoo Jung membaca lalu membalasnya setelah itu melempar ponselnya ke sofa, tatapan kembali pada game fightingnya, bahkan terlihat sangat serius. Hong Sul yang berdebar menerima pesan balasan dari Yoo Jung Oh iya? Baguslah. Selamat liburan.
Jadi dia tak berencana menemuiku selama liburan? Pacaran macam apa ini?” keluh Hong Sul dengan wajah cemberut. 

Hong Sul berlari masuk ke kampus, dengan hari libur telah datang jadi Pekerjaannya mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore dan ini adalah pekerjaan impian. Kecuali untuk satu hal...
Yoon Seob sudah menunggu dengan wajah kesal, Hong Sul datang menyapa semuanya. Yoon Seob langsung memarahi Hong Sul yang datang terlambat, Hong Sul melirik masih ada 9 menit sebelum jam 9. Yoon Seob langsung menyuruh Hong Sul mendekatinya.
Aku menyuruhmu dating lebih awal ‘kan? Kau tak mendengarkanku karena aku umur segini masih jadi asisten dosen?” kata Yoon Seob mengomel, pegawai lain datang
Kenapa kau ini? Sekarang Jam 9 saja belum.”kata wanita dikepang membela Hong Sul
Hari pertama harusnya datang lebih awal.” Tegas Yoon Seob lalu menyuruh Hong Sul mencuci gelas bekas kopi. Wanita dikepang memberitahu meja Hong Sul, lalu menyuruhnya untuk menaruh tasnya setelah itu mencuci gelas.
Asisten dosen Heo agak aneh. Aku tahu dia memang pemarah. Gumam Hong Sul langsung mencuci gelas 

Hari berikutnya, Hong Sul datang jam setengah sembilan lewat sembilan menit, sambil membersihkan printer dari debu. Yoon Seob datang dan Hong Sul pun menyapanya.
“ Ini Belum waktunya, kenapa kau datang pagi sekali? Pasti banyak waktu luang. Kalau begitu tak usah pulang sekalian dan Tidur saja disini.” Sindir Yoon Seob.
Hari berikutanya, Yoon Seob mengeluarkan semua berkas dari rak dan menyuruh Hong Sul membersihkanya dan mengurutkan berdasarkan abjad. Hong Sul melihat mejanya penuh dengan map yang berantakan, Yoon Seob kembali mengomel agar Hong Sul cepat mengejarkanya. 

Hong Sul membuatkan kopi dengan tiga bungkus kopi mix dan satu bungkus kopi hitam, setelah itu menakar dengan baik  air panas yang dituangkanya. Setelah itu membagikan kepada semuanya, si wanita kepang merasakan kopi buatan Hong Sul itu enak.
Bagaimana kau membuatnya?” tanya Yoon Seob sinis
Aku buat kopi kental sesuai permintaan.” Ucap Hong Sul
Kopi yang enaknya itu pakai es, cepat masukkan es yang banyak.” Perintah Yoon Seob rewel
Si wanita berkepang tahu Yoon Seo itu tak tahan dingin, Yoon Seob menyangkal bisa memakan semua yang dingin. Si wanita kepang tahu sedari tadi Yoon Seob bolak balik kamar mandi, Yoon Seob tak peduli menyuruh Hong Sul menambahkan es yang banyak ke dalam kopinya.
Baru beberapa hari, tapi aku sudah lelah. Keluh Hong Sul dalam hati 

Hari berikutnya, Hong Sul memeriksa ponselnya menunggu Yoo Jung yang belum menelpnya. Yoon Seob menegur Hong Sul yang selalu main ponsel saat berkerja. Hong Sul pun bertanya apa yang harus dilakukanya sekarang
Kalau orang dengar, mereka bisa berpikir aku selalu menyuruhmu bekerja. Sekarang Taruh HPmu dan Jangan pakai ketika kerja.” Perintah Yoon Seob
Seorang wanita melihat Yoo Jung masuk padahal kampus sedang libur, Hong Sul kaget melihat Yoo Jung datang. Yoon Seob langsung diam bertanya untuk apa Yoo Jung datang ke ruanganya. Yoo Jung mengatakan ingin ketemu Hong Sul. Dua wanita terlihat binggung, lalu menduga keduanya itu sedang berkencan. Hong Sul binggung, Yoo Jung pun membenarkan kalau mereka sedang berkencan.
Yoon Seob terdiam, dua pegawai wanita menjerit karena iri. Yoo Jung menanyakan pekerjaan pacarnya. Hong Sul mengatakan baik-baik saja. Yoo Jung lalu memberikan minuman yang dibawa untuk semuanya, setelah itu meminta izin untuk keluar sebentar dengan Hong Sul. Pegawai wanita pun mengizinkanya, Yoon Seob tak bisa berkata-kata, hanya melihat keduanya.
Hong Sul pun melirik dua wanita lainya yang menyuruhnya keluar, akhirnya meminta izin pergi sebentar. Yoo Jung mengucapkan terima kasih pada Yoon Seob untuk semuanya. Yoon Seob terlihat berusaha untuk ramah. Yoo Jung memberitahu akan mengikuti semester pendek jadi akan sering mampir. Hong Sul melonggo mendengarnya, Yoo Jung pun mengajak pacarnya untuk segera keluar.  Pegawai wanita menyuruh Hong Sul untuk tak perlu terburu-buru, Yoon Seob mulai mengeluh karena dengan begitu harus bertemu dengan Yoo Jung lagi. 

Diatas jembatan penghubung kampus, Hong Sul dan Yoo Jung mengobrol. Yoo Jung menanyakan apakah pekerjaan pacarnya terasa sulit. Hong Sul mengeleng sambil meminum kopinya. Yoo Jung pikir Hong Sul itu tak ingin bertemu dengannya, bahkantak ada kabar darinya jadi ingin bertemu karena sangat merindukanya.  
Hong Sul tak percaya Yoo Jung merasakan seperti itu. Yoo Jung menyakinkan dengan menatapnya. Hong Sul mengingat Pesan yang dikirim Yoo Jung terakhir kalinya, yang diartikan Seniornya itu tak akan menemuinya saat liburan. Yoo Jung menjelaskan maksud psan itu adalah agar Hong Sul menikmati liburannya.
Ah, kenapa aku ini? Aku merasa bersalah. Gumam Hong Sul
Aku tak mengira akan kau mengartikan begitu. Maafkan aku” kata Yoo Jung
Tidak, aku yang salah, karena Aku yang gagal paham. Sebenarnya, baru kali ini aku pacaran, jadi...” ucap Hong Sul sambil tertunduk
“Hong Sul, akhir pekan ini apa pada waktu? Maukah pergi berkencan?” ajak Yoo Jung, Hong Sul terdiam diajak berkencan. 

Dirumah Hong Sul sibuk mengeluarkan semua baju dalam lemari gantungnya, memilih-milih baju. Pesan dari In Ho agar Hong Sul memakai pakain yang cerah, karena wajahnya itu terlihat muram.
Kenapa bajuku tak ada yang cerah?” keluh Hong Sul mencari-cari kembali baju yang lain.
Akhirnya memilih pakaian bunga-bunga dengan celana panjang kain, setelah itu memakain bedak dan juga lipstik. Selanjutnya teringat dengan rambut keritingnya yang seperti anjing. Hong Sul dengan kesal menyisir poninya yang mirip dengan buntut babi. 

Yoo Jung melihat bukti Penarikan dengan jumlah 9 juta won, menurutnya sudah menudah pasti In Ha melakukan seperti itu. Setelah itu menelp ayahnya memberitahu Ada kabar dari tempat pelatihan kalau In Ha membatalkan pelatihan dan menarik uangnya jadi Sepertinya mereka harus lebih memaksa, karena menurutnya In Ha tak akan sadar sebelum kehilangan sandaran hidup.
Ada senyuman sinis dari wajah Yoo Jung setelah menutup telpnya, setelah itu kembali duduk disofa mengirimkan pesan pada Hong Sul dengan wajah tersenyum Sampai ketemu jam 2 siang di depan loket.

In Ho melihat Hong Sul merapihkan rambutnya didepan kaca toko, lalu menyapa akan kemana si wanita berambut anjing dan menagih kapan akan memberikan makanan untuknya. Hong Sul berusaa menghindar dengan memegang rambutnya, mengatakan tak punya waktu. In Ho tetap mengikutinya ingin tahu kapan dapat traktiran lagi.
Apa kau tak punya kesibukan? Setiap hari keliaran terus?” keluh Hong Sul terpaksa berhenti dengan memegang poninya agar tak berantakan.
Apa? Aku baru pulang cari pekerjaan.” Kata In Ho membela diri
Bicara apa kau ini? Kau melamar kerja seperti ini? Seperti preman saja.” Ejek Hong Sul, In Ho ingin marah tapi Hong Sul menjelaskan maksudnya.

Saat melamar kerja, tunjukkan kesan yang bagus. Jangan pakai kaos, lebih baik pakai kemeja berkerah lengan panjang. Jangan bukan kancing lebih dari satu, Jangan pakai celana bolong begini, kau harunya Pakai celana kain hitam, dengan sandala kalau kelihatan  Nyeker  dan itu sama dengan bunuh diri. Bahkan Aku tak pernah lihat orang nyeker saat melamar kerja.” Jelas Hong Sul memegang poninya.
“Lihat....Kau sendiri bagaimana? Melihat pakaianmu sekarang, kau tak berhak mengomentariku. Apa mau ke perkumpulan lansia? Bajumu seperti baju nenek-nenek.” Ejek In Ho
Hong Sul mengatakan kalau itu pakaian yang paling cerah, In Ho menyadari Hong Sul memakai baju cerah karena mendengar kata-katanya, ternyata ucapanya itu bisa mempengaruhinya. Hong Sul menurunkan tanganya, In Ho menegaskan baju yang dipakai Hong Sul itu bukan cerah tapi itu baju nenek-nenek, lalu menduga itu tak akan bertemu pria dengan pakaian ini. Hong Sul hanya bisa diam lalu akhirnya menahan kesal memilih untuk kembali kerumah. In Ho makin menjadi-jadi mengejeknya dari belakang Hong Sul makin seperti nenek-nenek. 

Yoo Jung sudah menunggu, Hong Sul sudah menganti pakaian dengan dress putih, sebelum masuk merapihkan poninya didepan kaca. Yoo Jung tersenyum melihat Hong Sul sedang merapihkan rambutnya, dengan jarinya seperti sedang memegang wajahnya.
Hong Sul pun masuk langsung menghampiri Yoo Jung berpikir sudah telat. Yoo Jung mengatakan baru saja datang lalu memuji Hong Sul yang terlihat cantik dengan kuncir kudanya. Hong Sul terlihat biasa saja, lalu melihat Yoo Jung yang sudah membeli tiket nonton jadi menyarankan agar ia membeli popcorn karena punya kupon diskon 4000 won. Lalu bertanya  Yoo Jung ingin rasa bawang atau keju, Yoo Jung terlihat binggung melihat diponsel Hong Sul.
Kenapa dia seperti ini? Dia tak pernah lihat kupon? gumam Hong Sul
Oh, sepertinya masih ada waktu. Apa kau mau ke cafe dulu?” ajak Yoo Jung
Waktunya sudah mepet, nanti cuma buang-buang uang.” Pikir Hong Sul 

Hong Sul akhirnya pergi ke main arcade, mengajarkan main tembak-tembakan dengan menginjak dibagian wajah dan mengangkatnya kalau mau bersembunyi, selain itu apabila Yoo Jung ingin isi ulang tinggal hanya tinggal digoyangkan, apabila ingin ganti senjata tinggal menekan sebanyak empat kali.
Yoo Jung terlihat binggung hanya mengoyang-goyangkan pistolnya, Hong Sul pikir permainan itu menyenangkan jadi lebih baik dicoba saja. Yoo Jung dengan mudah memainkan tembak-tembakan, Hong Sul menjerit karena Yo Jung sudah Melewati rekor tak percaya kalau baru pertama kali memainkan.
Tanganya terangkat mengajak untuk high five, Yoo Jung pun menyerahkan pistolnya agar Hong Sul mencobanya. Hong Sul bergumam kalau mereka tak seimbang,  dan mengajaknya untuk high five. Yoo Jung pun high five dengan senyuman, Hong Sul merasa dengan keadaan seperti itu terasa canggung. 

In Ha mengambil langsung beberapa baju dari gantungan sambil menelp dengan pria yang ingin memberikan hadiah karena menyukainya, jadi ingin dikembalikanya. Dengan jeritan In Ha menolak karena itu bayaran sudah menemainya dengan sombong menegaskan tak usah menelpnya lagi dan mengancam akan menelp polisi.
Pegawai yang ada dikasir memberitahu kartu kreditnya sudah diblokir, In Ha memberikan kartu lainya, pegawai kembali mengeseknya di mesin kasir tapi tetap tak bisa. In Ha dengan mata melotot menuduh pegawai itu tak becus berkerja, karena kemarin masih bisa kenapa hari ini tak bisa digunakan, lalu teringat dengan seseorang. 

In Ha keluar dari toko sambil menelp Tuan Yoo, merengek karena kartu kreditnya di blokir sambil mengeluh seorang gadis sebatang kara tak bisa hidup tanpa kartu. Tuan Yoo mengingatkan kalau In Ha itu bisa berkerja setelah mendapatkan lisensi.
“Banyak muda lain yang tak bisa bekerja. Kenapa kau tak mau padahal ada kesempatan?” jelas Tuan Yoo
Ujiannya terlalu sulit, Anda tahu aku tak begitu pandai.” Ucap In Ha mencari alasan
Jangan cari alasan,  Coba saja dulu. Kau sudah dewasa saat ini dan harus bekerja.” Tegas Tuan Yoo
Aku butuh uang untuk kursus. Anda akan memberiku uang untuk itu, kan?” kata In Ha mencari cara mendapatkan uang
Untuk bulan pertama dan akan kusuruh mereka untuk tidak mengembalikan uangnya Aku juga akan memeriksa kehadiranmu. Yoo Jung berharap kau belajar dengan baik. Menurutnya kau butuh pekerjaan sungguhan. Banyak orang yang khawatir padamu,  jadi Belajarlah yang rajin. Aku berharap banyak.” Kata Tuan Yoo menutup telpnya, In Ha hanya bisa mengumpat si Yoo Jung memang tukang mengadu.
Kenapa dia bersikeras menjauhkanku dari ayahnya? Kenapa? Apa salahku? Aku kan cuma belanja. Kenapa? Kenapa!” teriak In Ha kesal 

Yoo Jung menonton film dengan serius, In Ha menelp dan sengaja merejectnya. Hong Sul melirik pacarnya itu sengaja tak mengangkatnya, lalu bergumam kalau selera mereka berbeda karena menyukai film laga. Yoo Jung berisik apakah Hong Sul tak menyukainya. Hong Sul menyangkalnya, Yoo Jung pun memberikan popcorn tanpa memalingkan wajahnya.  Hong Sul bertanya apakah Yoo Jung tak ingin makan lagi. Yoo Jung menyuruh Hong Sul untuk menghabiskan saja. Hong Sul pun hanya bisa diam. 

Dicafe
Hong Sul melihat Yoo Jung kembali mereject telpnya, akhirnya menyuruh untuk mengangkatnya saja. Yoo Jung merasa tidak perlu. Hong Sul melihat menu makan dengan harga diatas 50ribu won, bergumam mungkin makanan ditempat itu ditaburi emas karena harganya Mahal sekali.
Sunbae, sepertinya kita tak usah makan disini.” Ajak Hong Sul
Tempat agak sempit, ya? Tapi makanannya enak kok.” Kata Yoo Jung
Hong Sul pun mencari makanan yang paling murah dan menemukan sup udang seharga 15ribu won. Yoo Jung pun melihat Hong Sul tersenyum karena menemukan makanan yang ingin dipesan. Makanan datang, Yoo Jung memesan steak dan Hong Sul hanya menatap sedih semangkuk piring kecil tak berbentuk seharga 15ribu won dan menduga Yoo Jung sudah sering pergi ke restoran itu.
Yoo Jung melihat makanan yang dipesan Hong Sul, berpikir tak kenyang jadi memberikan beberapa potong steaknya. Hong Sul menolak, Yoo Jung pikir Hong Sul tak suka daging, Hong Sul beralasan terlalu banyak popcorn jadi sudah kenyang. Yoo Jung merasa Hong Sul terlalu banyak makanan berminyak jadi akan memesan wine. Hong Sul ingin menolak tapi Yoo Jung sudah memanggil pelayan untuk memesan wine.
Makan sup seharga 15.000 saja aku sudah takjub. Tapi sunbae memesan wine seolah barang sepele. Ah, aku ingin pulang. Gumam Hong Sul dengan helaan nafas.

bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


5 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Yeeeyy jadian :)
    Semangat mba dee
    Di tunggu kelanjutan nya

    BalasHapus
  3. Kok saya yg khawatir yoo jung gak tulus yah sama soel????

    Kasihan kan kalau keluguan soel hrs dibayar tipudaya ...
    Senyumnya yoo jung itu loh...bias bgt!
    Kamsahamnida bak diyah...

    BalasHapus
  4. Aneh jg sih buat Seol, pasti ga percaya cowo sekeren Jung suka sama dia. Apalagi selama ini dia harus susah payah utk dapat sesuatu.
    Otomatis Bgt Ketemu Jung berasa kyk tiba2 dpt rezeki yg jatuh dr langit.

    Makasih mba Dee atas sinopsisnya.

    BalasHapus
  5. (Merithope6@gmail.com)

    Hello am Mrs, Merit. pemberi pinjaman kredit yang sah dan dapat diandalkan untuk pemberi pinjaman, eh tawaran pinjaman rumah, kredit mobil, pinjaman Hotel, tawaran komersial, yang harus memperbarui semua situasi keuangan di dunia / perusahaan untuk membantu mereka yang terdaftar pemberi pinjaman uang pinjaman pribadi, hipotek, kredit konstruksi , suku bunga rendah dari 2% dll modal, pinjaman usaha dan pinjaman kredit buruk kerja, start up. Kami membiayai proyek di tangan dan perusahaan Anda / mitra dan saya ingin menawarkan pinjaman pribadi untuk klien mereka dari USD $ 12.000 sampai $ 8.000.000 euro dan pound saja. Aku memberikan pinjaman usaha,
    pinjaman pribadi, pinjaman mahasiswa, kredit mobil dan pinjaman untuk membayar tagihan. jika kamu
    membutuhkan pinjaman yang harus Anda lakukan adalah untuk Anda untuk menghubungi saya secara langsung
    Dalam: (merithope6@gmail.com)
    Tuhan memberkati Anda.
    Hormat kami,
    Mrs: jasa Harapan
    Email: (merithope6@gmail.com)

    Catatan: Semua respon harus dikirim ke: (merithope6@gmail.com). hubungi kami melalui e-mail untuk informasi lebih lanjut

    BalasHapus