Minggu, 31 Januari 2016

Sinopsis Madame Antoine Episode 3 Part 1

Hye Rim menatap sinis Soo Hyun yang duduk di depan meja panjang, begitu juga sebaliknya. Dua pelayan datang ingin menaruh makanan, Hye Rim memberi kode untuk menolak, begitu juga Soo Hyun tak menginginkan dan meminta agar dibawa kembali.
Bagaimana kau tahu kalau aku yang kirim bunga?” tanya Soo Hyun memicingkan matanya.
Teater musikal.” Ucap Hye Rim mengingat saat itu Soo Hyun menanyakan perasaaan ketika menonton acara teater musikal itu sendirian
Waktu itu, aku merasa ada yang berdiri di sampingku dan satu-satunya orang yang tahu lokasi teater musical itu, adalah adik saya Yoo Rim. Kalau ada orang lain lagi, mungkin dia yang kirimkan bunga.” Jelas Hye Rim
Itukah sebabnya kau berjaga-jaga tempat ini?” kata Soo Hyun
Tidak, aku ingin melihat apa yang kau lakukan dan kemudian aku mengikutimu. Ini pertama kalinya aku mengalami hal seperti ini dan inicukup mendebarkan.” Ungkap Hye Rim, bibir Soo Hyun terangkat seperti mengejeknya.

Sekarang, giliranmu. Apa kesepakatanmu? Kau mengirim bunga mawar, lalu kau main hitung mundur dengan mawar biru. Setelah Kau mengirim tiket musik, tapi bahkan tidak muncul. Dan Kali ini, adalah sebuah surat. Rencana apa yang kau lakukan dengan ini?” ucap Hye Rim yang melirik surat diatas meja dan langsung mengambilnya, Soo Hyun kalah cepat karena Hye Rim lebih dulu mengambil surat ditengah-tengah meja.
Hye Rim mengeluarkan surat dari amplop dan membacanya, “Aku tak berani untuk muncul, jadi aku langsung pergi. Tapi, meskipun kau sendiri, kau tak akan kesepian karena kau sudah ada di hatiku.
Soo Hyun terlihat binggung, semua rencananya gagal. Hye Rim tersenyum karena sekarang bukan hanya hati yang datang tapi orangnya langsung jadi membuatnya tak kesepian lagi. Dengan wajah serius meminta agar Soo Hyun memberikan alasan melakukan hal konyol seperti itu padanya. Soo Hyun dalam hati kebinggungan menjawabnya. Hye Rim melihat dari mata, mulut sampai ke tangan, akhirnya mengaku tak bisa membaca apapun dari gerakan Soo Hyun.
Aku tak tahu apakah kau sangat berbeda dariku, atau jika kemampuanmu untuk menyembunyikan emosimu sangatlah menakjubkan. Katakan yang sejujurnya. Kenapa kau lakukan itu?” tanya Hye Rim



Tidak ada jalan keluar dan Tidak ada cara lain. Gumam Soo Hyun
Kita sering ketemu setiap hari, dan itu tak seperti kita sedang berkencan, jadi apa alasan bagimu untuk melakukan ini?” tanya Hye Rim
Aku suka padamu.” Kata Soo Hyun to the point, Hye Rim tertawa mendengarnya, sepertinya hanya bercanda seorang Soo Hyun bisa suka dengan wanita yang bernama Go Hye Rim
Kenapa? Kau mungkin juga bilang kucing jatuh cinta dengan anjing.” Ejek Hye Rim
Jika aku berpikir tentang hal itu, aku tidak berpikir aku jahat di depanmu.” Kata Soo Hyun
Hye Rim ingat dengan kata-kata Soo Hyun kalau sangat tertarik padanya, lalu memberikan earphone dengan menyentuh tanganya, lalu memuji kalau terlihat cantik dimatanya. Ia meminta Soo Hyun mengatakan dan akan mendengarnya. Soo Hyun tersenyum bisa membuat Hye Rim percaya dengan ucapanya.
Kubilang aku suka padamu. Apa lagi yang harus kukatakan?” kata Soo Hyun
Tatap mataku dan katakan. Apa perasaanmu padaku?” ucap Hye Rim dengan mencondongkan tubuhnya.
Aku suka padamu” kata Soo Hyun dengan tatapan tanpa berkedip,

Hye Rim bisa membaca kalau Soo Hyun adalah  Pembohong, menurutnya Seseorang yang kirimkan sepuluh bunga saja memiliki mata yang acuh, jadi tak mungkin, selain itu Soo Hyun merasa berani untuk memintanya datang, dan berpikir Soo Hyun itu berotak  mesum.
Soo Hyun menegaskan ada dua Choi Soo Hyun berbeda, yaitu Choi Soo Hyun sebagai orang biasa dan seorang Psikolog Choi Soo Hyun, jadi pribadinya sebagai Psikolog yang bertanggung jawab dengan hal itu. Hye Rim menanyakan apa yang dilakuan dengan Soo Hyn sebegaia orang biasa. Soo Hyun mengaku sudah sangat sibuk untuk menyukainya.
Apa yang harus kukatakan lagi supaya kau bisa percaya?” kata Soo Hyun mencoba menyakinkan
Menulis diary.... Besok, tulis diary dan aku akan cek setiap hari Aku tahu itu adalah cara anak kecil, tapi tetap saja, aku akan percaya kalau kau lakukan itu..” Perintah Hye Rim
Aku tak pernah lakukan itu sejak SD.” Kata Soo Hyun membela diri
Kalau memang tak bisa, mungkin itu tak akan bisa membantuku. Aku akan lapor polisi kalau ada penguntit yang mengikutiku.”ucap Soo Hyun bersiap-siap untuk pergi.
Soo Hyun menahanya, Hye Rim melirik sambil bertanya apakah Soo Hyun akan melakukanya atau tidak. Soo Hyun terdiam menatap Hye Rim agar mempercayai ucapanya. 

Hye Rim pulang kerumah menatap badanya didepan cermin, teringat kembali pernyataan Soo Hyun, sambil memutar badanya merasa  penampilan lebih penting sekarang. Sementara dilantai atas, Soo Hyun memegang buku diary yang harus ditulis sambil terbatuk-batuk karena harus melakukan perkerjaan seperti anak kecil.
Ji Ho menonton drama dengan adegan pria yang membuat wanita terdesak di dinding dan menyatakan perasaanya, lalu bertanya apakah berguna untuk percobaanya. Soo Hyun merasa hanya orang gila yang melakukan seperti itu, tapi akhirnya mengubah jawabanya kalau itu mungkin bisa berguna.
Setiap orang memiliki ruang pribadi mereka sendiri. Ini adalah ruang yang hanya diperbolehkan untuk kekasih dan keluarga, tapi ketika seseorang memasuki ruangan pribadi mereka, orang itu akan bingung dan tertangkap basah.” Jelas Soo Hyun
Ahh... aku bisa gunakan ini pada Hye Rim Noona..” kata Ji Ho, Soo Hyun langsung berteriak melarang Ji Ho melakukan itu
“Jangan lakukan, jika  jika kau ingin mempertahankan harga diriny sebagai Psikolog  sesungguhnya.” Jelas Soo Hyun lalu kembali teringat dengan diary yang harus ditulis dan akhirnya menaruh kepalanya dimeja. 

Hye Rim baru saja masuk ke dalam cafe, melihat buku diary diatas mangkuk buah, lalu membacanya dengan gambar seorang pria dan bertuliskan 7 Desember. Cuaca hari ini sedang bersahabat. Aku akan ke gym hari ini. Hebat kanaku, selesai”
Hari berikutnya, Hye Rim membaca lagi tulisan Soo Hyun, kali ini dengan gambar bahasa latin yang dibuat gambar. 8 Desember. Hari ini, aku belajar tentang gangguan kepribadian narsistik. Hye Rim membalik lagi karena banyak kata-kata yang tak diketahuinya.
9 Desember. Aku mendengar lagunya Toy. Bagus sekali liriknya, jadi aku tulis itu di sini.Banyak orang yang sibuk mengucapkan salam,. Sudah lama sejak terakhir kali kami berkumpul.. Gaun putih... Hye Rim dengan kesal melempar buku diary Soo Hyun seperti sengaja dipermainkan. 

Seorang wanita diatas panggung, melepaskan sepatunya dan melemparnya, berteriak meminta ganti sepatu yang lain lalu berkomentar baju yang dipakainya sangat kuno dan jelek
Bagaimana aku bisa pakai semu ini untuk bernyanyi? Kau mungkin anti-fan, ya?” ucap Si wanita sambil melotot pada orang-orang dibawa panggung, lalu berjalan kedepan kamera sambil berlutut
Sutradara! Tolong ubah lagunya. Aku tak suka lagu-lagu lama. Ya?” kata si penyanyi memohon
Lagu itu sempat hit di era 80'an, Pakaianmu juga bagus. Ini cuma gladi resik, jadi cepat selesaikan.” Kata Sutradara dari ruang kontrol
Wanita itu merengek tetap ingin menganti, Sutradara mengatakan kalau mereka baru gladiresik jadi menyuruhnya untuk bersiap-siap dan meminta agar memulai musiknya. Si Wanita kembali keatas panggung, tapi terlihat memegang lehernya seperti kesulitan bernanyi, Sutradara binggung berpikir wanita itu sedang sakit. Si wanita seperti ingin muntah dan kesulitan bernafas, orang yang dibawah panggung langsung berlari menolongnya dan akhirnya wanita itu pingsan. 

Soo Hyun mengetahui pasiennya adalah seorang penyanyi langsung menolaknya, Prof Bae memberitahu namanya adalah Ju Ni dan pasti semua orang sangat mengenalnya, Soo Hyun menegaskan tak nyaman berkerja dengan orang yang terkenal, karena menganggap dirinya selebriti pasti meminta special treatment.
Dia memiliki gangguan kepribadian histrionic, Kurasa dia datang kemari karena tempat-tempat lain ditolaknya. Kalau di sini ditolak, dia pasti akan ke tempat lain.” Cerita Prof Bae
Tapi tak ada alasan untuk melayani orang yang datang di sini. Aku cuma menjalankan klinik ini untuk percobaan pada berbagai gangguan.” Kata Soo Hyun dengan memalikan wajahnya.
Gejala sitomania (keinginan normal untuk makanan) dan kesulitan bernapas. Secara khusus, setiap kali dia mendengar musik John Denver, dia akan shock, berjudul "Annie's Song." Apakah itu sesuatu menyenangkan?” kata Prof Bae, Soo Hyun menaikkan alisnya. 

Ju Ni turun dari mobil dengan gaya artis, kacamata hitam dan jaket berbulu. Beberapa fans memanggilnya dan pengawal bisa menjaganya agar Ju Ni tak terganggu masuk ke lantai dua.
Seung Chan menyapa Ju Ni yang sedang duduk diruang tunggu, Hye Rim juga ikut melihat karena ada selebriti yang datang. Ju Ni mengenali Seung Chan sebagai pemain baseball, lalu mengajaknya untuk duduk disampingnya. Seung Chan langsung menolak dan memilih pergi.
Ji Ho datang memberikan lembaran kuestioner untuk menjawabnya, setelah itu 10 menit kemudian baru masuk keruang konsultasi. Ju Ni membuka kacamatanya, melihat ada pria imut lagi dan kembali mengajak untuk duduk didekatnya. Ji Ho berjalan mundur dan pergi.
Hye Rim mendekat meminta untuk memberikan tandatanganya, karena anaknya fans dari Ju Ni. Tapi Ju Ni langsung menutup kacamatanya kembali dan langsung melempar kustionernya lalu bertanya ruangan mana untuk berkonsultasi. Hye Rim melonggo melihat seorang artis yang sangat sombong. 

Soo Hyun mulai bertanya, Apa ada kejadian yang dipikirkan baru-baru ini. Ju Ni membuka kacamatanya, dengan sinis menyindir orang-orang yang berkerja ditempat itu. Soo Hyun menatap heran, Ju Ni dengan gaya genit mengunngkapkan orang-orang yang berkerja ditempat itu sangat tampan
Tolong jawab pertanyaan pertamaku atau aku akan menganggap kau tidak ingin mendapatkan konsultasi di sini.” Tegas Soo Hyun dengan mata melotot
Ya ampun.... Kau sangat karismatik”kata Ju Ni sambil menopang tangan diwajahnya, lalu bergaya seksi dengan membuka jaket bulunya.
Hal paling terakhir yang bisa kupikirkan adalah... aku tidak terlalu yakin. Mungkin bertemu denganmu?” kata Ju Ni mengoda, Soo Hyun bertanya apalagi selain itu, seperti tak tergoda. 

Dibalik dinding, Hye Rim yang melihat Ju Ni binggung ada apa dengan sikap wanita itu dengan mengeluarkan suara mengoda dan memperlihatkan dadanya.
Itu adalah gejala umum bagi orang-orang yang memiliki gangguan kepribadian histrionik. Cobalah Lihatlah itu. Bahkan saat dia mengibaskan rambut, dia melebih-lebihkan gerakannya.” Kata Prof Bae, Hye Rim melihat Ju Ni mulai mengibaskan rambut seperti ingin mengoda
Tipe perilaku seperti itulah yang merupakan asal dari nama gangguan tersebut. Dia hanya akan merasa lebih baik ketika merasa dicintai oleh semua orang.” Jelas Prof Bae
Jadi... Anda bilang bahwa, dia sedang mencoba merayu Choi Soo Hyun?” kata Hye Rim tak percaya
Aku yakin begitu Dan jika dia ditolak bahkan hanya oleh satu orang, dia akan sangat terluka.” Ucap Prof Bae
Jadi... kita hanya harus menerima perilaku mereka yang seperti itu?” tanya Hye Rim
Tidak. Jika kau melakukannya, mereka akan berpikir apa yang mereka lakukan itu benar dan mereka bisa menjadi tambah parah. Jadi kau harus menetapkan batasan yang jelas dan menghentikan mereka, jika diperlukan.” Tegas Prof Bae 

Dalam ruangan
Soo Hyun bertanya alasan Ju Ni membenci bulan November, Ju Ni menjawab dengan mengangkat tanganya keatas, mengatakan Karena pada bulan itu adalah musim gugur dan duduk dengan gaya mengoda seperti model, Soo Hyun seperti tak tergoda dan masih tetap fokus bertanya.
Ketika kau mendengar lagu John Denver "Annie's Song", apa hal pertama yang terlintas di pikiranmu?” ucap Soo Hyun
Bagaimana denganmu, Dokter?” kata Ju Ni dengan sengaja menyilangkan kakinya dan mencodongkan tubuhnya.
Soo Hyun seperti melihat dengan jelas bentuk tubuh Ju Ni dan sedikit tertunduk mengatakan kalau ia yang lebih dulu menanyakan. Ju Ni dengan gaya mengoda kembali mengibaskan rambutnya. 

Prof Bae tertawa melihatnya, merasa Soo Hyun sudah mulai sedikit terpengaruh juga. Hye Rim terlihat binggung, Prof Bae menjelaskan kalau Pria lemah terhadap apa yang terlihat, jadi ketika melihat wanita cantik maka otak dibagian depan menjadi kaget dan akhirnya otak mereka berhenti berfungsi sementara, menurutnya Soo Hyun juga seorang pria.
Ketuka pintu terdengar, Ji Ho dan Seung Chan memanggil Hye Rim untuk keluar. Prof Bae melihat Seung Chan seperti jantungnya berdegup kencang, tapi berusaha untuk tenang. Seung Chan meminta Hye Rim untuk membuatkan kopi lalu pamit permisi pada Prof Bae. 

Ju Ni keluar dari ruang konsultasi, mendengar tawa bahagia dari arah dapur, kakinya kembali melangkah mundur melihat Hye Rim bersama Ji Ho dan Seung Chan sedang membuat kopi didapur dengan wajah bahagia.
Siapa ahjumma itu?” tanya Ju Ni sinis
Mereka bilang dia biasanya mondar-mandir dari klinik ke kafe.” Jelas asistenya.
Wanita itu terlihat sangat menikmatinya.” Ucap Ju Ni Sinis 

Hye Rim masuk ke cafe, melihat Ju Ni sudah duduk didalam cafe layaknya seorang putri, merasa seperti dalam film koboi saja, lalu bertanya kemana semua pelangganya. Ju Ni dengan sinis bertanya berapa umurnya. Hye Rim menegaskan umurnya sudah pasti lebih tua 10 tahun darinya.
Jadi... apakah boleh seorang wanita tua dengan tidak tahu malu merayu pria-pria yang lebih muda seperti itu?” ucap Ju Ni menyindirnya,  Hye Rim mengingat ucapan Prof Bae Mereka perlu merasa dicintai oleh semua orang di sekelilingnya Dan jika dia ditolak bahkan oleh satu orang saja, dia akan sangat terluka.
Ini adalah tempat kerjaku. Aku perlu menjalankan usahaku, jadi keluarlah.” Tegas Hye Rim
Berapa pendapatanmu sehari? Aku bisa menggantinya.” Kata Ju Ni sombong berjalan mendekat
Siapakah yang bertanggung jawab untuknya?” tanya Hye Rim seperti tak peduli mencari orang yang berdiri dibelakang Ju Ni
Aku sedang berbicara!” teriak Ju Ni lalu melotot menyuruh Hye Rim menatapnya dan bicara
Hye Rim mulai berbicara dengan bahasa prancis, seperti mendengar pesan yang masuk ke teliganya. Ju Ni bertanya apa yang dilakuanya. Hye Rim memberitahu dipanggil Madam Antoine dengan tubuhnya adalah media bagi roh Marie Antoinette, ratu Prancis jaman dulu.
Tapi jika kau terus bersikap seperti ini, kemarahan ratu akan...” jelas Hye Rim, Ju Ni malah menjerit kalau Hye Rim sudah gila dan langsung menarik rambutnya.
Hye Rim menjerit kesakitan, Seung Chan turun dari lantai dua dan Ji Ho masuk dari pintu depan. Ju Ni menghempaskan badanya kearah dinding, meminta agar menahan Hye Rim dengan wajah ketakutan. Hye Rim binggung melihat tingkah Ju Ni seperti mendapatkan kekerasan darinya.

Aku hanya memintanya untuk membuatkanku secangkir kopi yang baru, tapi... dia menjambakku, dan...” ucap Ju Ni menangis untuk mencari perhatian
Aku... aku... Ini sangat konyol sampai aku tidak bisa berkata-kata... Kau mengenalku, kan?” kata Hye Rim, Seung Chan pun yakin Hye Rim tak mungkn melakukan itu.
Ju Ni semakin menjerit dengan air mata buayanya, bertanya apakah Ji Ho berpihak juga pada Hye Rim. Ji Ho mengatakan Tanpa bukti yang kuat, aku tidak bisa membuat keputusan. Ju Ni langsung berteriak memanggil So Hyun.
Soo Hyun sudah turun melihat kegaduhan dilantai satu, Hye Rim terlihat binggung. Ju Ni seperti drama queen, merasa tidak adil karena Hye Rim sudah menjambak rambutnya. Hye Rim membela diri, tapi Soo Hyun tak percaya, Seung Chan heran dengan sikap kakaknya.
Ju Ni merasa hanya Soo Hyun yang bisa mengerti dirinya, Soo Hyun menegur Ju Ni yang masih ada ditempat itu padahal Konsultasinya sudah lama berakhir, jadi meminta agar segera pergi. Ju Ni pergi dengan memberikan kiss bye dan menatap sinis sambil menyenggol pundaknya. 

Di lantai dua
Aku juga tahu kita harus melindunginya sebisa mungkin karena dia datang untuk mendapatkan perawatan. Tapi...” ucap Hye Rim geram, Ji Ho memohon agar Hye Rim tak marah lagi
Apa kau pikir aku bisa menghilangkannya begitu saja? Aku juga manusia, kau tahu! Dan di depan semua orang, dan juga... Apa Profesor jatuh cinta padanya ketika konsultasi?” dugaan Hye Rim
Ji Ho rasa tak mungkin bahkan Hye Rim tak perlu mengkhawatirkan itu karea Soo Hyun tidak pernah menyukai siapa pun. Hye Rim tak percaya mendengarnya Ji Ho menceritakan Soo Hyun terkenal di lingkungan Psikologi dengan kalimat "Seorang psikolog tidak mengenal cinta. Aku tidak pernah menyukai siapa pun." Hye Rim mengingat saat Soo Hyun menyatakan menyukainya.
Lalu... apa ada kemungkinan dia akan menyukai seseorang?” tanya Hye Rim
Entahlah, Aku rasa Tidak pernah selama 35 tahun ini jadi kemungkinan hal itu tiba-tiba terjadi... mendekati nol.” Kata Ji Ho
Kalau begitu, semua itu bohong!” jerit Hye Rim, Ji Ho binggung dan ingin bertanya, tapi Hye Rim sudah berjalan cepat menuju ruangan Soo Hyun. 

Soo Hyun benar-benar kaget melihat Hye Rim menerobos masuk ke dalam ruanganya. Hye Rim langsung berhadapan langsung dengan mata melotot. Soo Hyun mengerti Hye Rim datang keruanganya, dan menjelaskan sebagai Konsultan psikolog harus melakukan hal seperti itu pada Ju Ni.
Aku sudah tahu itu, tapi aku dengar kalau kau tidak pernah menyukai seseorang. Jadi kenapa kau melakukan itu padaku?” teriak Hye Rim, Soo Hyun terlihat kaget dengan mengigit bibirnya.
Dari siapa kau mendengarnya?” kata Soo Hyun dengan gugup
Kau tidak perlu tahu! Kenapa kau berbohong padaku?” teriak Hye Rim
Aku tidak pernah berbohong padamu. Ini Benar...” ucap Soo Hyun yang disela langsung oleh Hye Rim
Untuk seseorang yang perasaannya tulus, Apa mereka menulis buku harian bodoh seperti ini?” sindir Hye Rim
Soo Hyun membela diri kalau sudah membuatkan gambar juga, Hye Rim menegaskan  tak peduli dengan yang lain, tapi ia perlu tahu alasan Soo Hyun berbohong padanya dan alasan mempermainkanya seperti ini. 

Soo Hyun menatap Hye Rim seperti melihat pilihan jawabnya  [Katakan kau menyukaiku dengan tulus!] lalu yang kedua [Buatlah aku percaya kalau kau menyukaiku!] [Aku mencintaimu dengan sungguh-sungguh!] [Buatlah aku mengerti! Tegaskan itu padaku!]
Akhirnya ia mendorong Hye Rim kedinding, Hye Rim terkejut menatap Soo Hyun yang sangat dekat jaraknya. Soo Hyun dengan wajah seriusnya bertanya apa yang diinginkan Hye Rim sekarang dan harus melakukan apa. Hye Rim dengan gugup meminta untuk berkencan. Soo Hyun setuju, mereka akan bertemu jam satu siang besok, lalu keluar ruangan. Hye Rim masih shock tak percaya dengan yang dikatakanya barusan. 

Ji Ho berjalan dilorong perpustakan sambil membawa banyak buku, Yoo Rim datang dengan membaca kamera mengeluh karena tak ada hal lain yang dilakukan Ji Ho hanya membaca dan belajar, menurutnya sangat menjenuhkan
Kau tidak pernah berkencan sebelumnya, kan? Metode yang kau ajarkan padaku gagal ucap Yoo Rim heran” Kata Ji Ho seperti tak ingin mencoba lagi
Dasar, sekarang kau... menjadikanku alasan? Berkonsentrasi untuk melakukannya dengan benar Dan kau akan membuat para gadis tergila-gila padamu.” Kata Yoo Rim, Ji Ho tiba-tiba mencium pipi Yoo Rim
Bagaimana dengan yang ku lakukan barusan? Aku melihatnya di TV tadi malam. Apa itu akan berhasil?” tanya Ji Ho
Berhenti menonton yang seperti itu! Itu membuat para pria salah memahami semuanya!” teriak Yoo Rim mendorong Ji Ho untuk menjauh
Semua orang yang ada diperpustakaan langsung menatap keduanya, Yoo Rim baru menyadarinya dan langsung meminta maaf pada semuanya, lalu kembali berbisik kalau wanita hanya takluk pada hal seperti yang dilakukan tadi kalau pria yang disukainya itu melakukannya, lalu memberitahu kalau itu dilakukan namanya kurang ajar. Ji Ho dengan wajah polosnya seperti baru tahu, lalu memutuskan tak akan melakuan lalu pergi tanpa rasa bersalah. Yoo Rim merasakan pusing sejenak melihat tingkah Ji Ho. 

Hye Rim sudah siap dengan berdandan dan melirik kearah tangga, Soo Hyun menuruni tangga dan langsung berjalan begitu saja, Hye Rim heran melihat Soo Hyun seperti tak peduli. Didepan Pintu, Soo Hyun malah bertanya, apakah Hye Rim tak ingin ikut denganya. Hye Rim kesal melihat Soo Hyun acuh padahal mengajaknya berkencan.
Didalam mobil, Hye Rim dengan wajah manis menanyakan kemana mereka akan pergi, berpikir akan pergi ke Bioskop atau Restoran. Soo Hyun malah heran dengan harapan Hye Rim karena mereka akan pergi ke agen real estate untuk menyelidiki pasiennya. Hye Rim heran mereka harus mencari tahu tentang Ju Ni
Kenapa kau menyelidikinya? Bukankah kau hanya perlu untuk menanyai dan memeriksanya?” kata Hye Rim
Orang yang bekerja dengan menipu orang lain tentu bisa melakukannya seperti itu. Tapi selama menjadi konsultasi psikologis, semakin banyak yang kuketahui, semakin baik. Dan juga, orang dengan HPD cenderung enggan untuk memberikan detail pribadi. Jadi, aku harus melakukan pemeriksaan latar belakang tentangnya.” Jelas Soo Hyun, Hye Rim pun hanya bisa diam. 

Keduanya pergi ke agen real estate, paman pemilik perumahan menceritakan Ju Ni lahir tempat itu dan tinggal sampai umur 17 tahun. Hye Rim menanyakan dengan orang tua Ju Ni, Paman real estate menceritakan keduanya orang yang baik.
Di toko buku, Ahjumma menceritakan Ibu Ju Ni sibuk bekerja di pasar. Paman penjahit memberitahu ayah Ju Ni tinggal di rumah dan menjaga anak-anaknya, bahkan sangat baik saat bermain dengan anaknya.
Keduanya pindah ke restoran, Si Bibi sambil membawakan dua mangkuk Mie memberitahu bahwa ayah Ju Ni sangat baik dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga., maka dari itu ketiga anakny berhasil dengan baik, temasuk Ju Ni. Hye Rim melihat pesanan jajamyun sudah datang lalu mengajak Soo Hyun makan lebih dulu. 

Keluar dari restoran, Soo Hyun melihat catatanya merasa sudah bisa mengetahui akar permasalahan kepribadiannya. Hye Rim menanyakan apakah sudah mendapatkan jawabanya. Soo Hyun meyimpulkan Ibu JuNi tak pernah ada dirumah, jadi ia kekurangan kasih sayang dan mungkin mencoba mendapatkan dari sang ayah.
Tapi karena ada tiga orang anak, jadi ada sedikit persaingan di sana. Dan untuk mendapatkan perhatian paling banyak dari ayahnya, dia harus berusaha keras akhirnya  menjadi Ju Ni yang kita kenal sekarang.” Jelas Soo Hyun, Hye Rim mengangguk mengerti. Soo Hyun sedikit memberikan senyuman lalu kembali berjalan.
Didepan minimaket, keduanya sama-sama memakan es krim.
Tapi tidak semua orang dalam situasi ini, mengalami gangguan kepribadian sepertinya.” Pikir Hye Rim
Tentu saja. Beberapa orang memiliki kecenderungan lebih besar untuk menjadi rentan Dan karena dia adalah artis, itu menjadi semakin parah. Tapi... pada akhirnya ini tentang cinta. Karena dia tidak mendapatkan banyak cinta sewaktu kecil lalu dia berusaha mati-matian untuk dicintai sekarang.” Jelas Soo Hyun

Lalu, bagaimana denganmu? Aku dengar kau tidak pernah mencintai siapa pun. Itu artinya kau sama sekali menutup dirimu dari cinta. Apa alasannya?” tanya Hye Rim penasaran
Soo Hyun sempat tersenyum mendengarnya, lalu merasakan lelehan es mengenai tanganya, wajahnya langsung berubah tegang, kenangannya bermain komidi putar kembali datang lalu jeritan histeris memanggil ibunya dan lelehan es krim jatuh mengenai tanganya.
Ia melirik melihat lelehan es jatuh ditanganya langsung ketakutan seperti ada sesuatu yang menjijikan dalam dirinya, lalu membuat es krimnya. Hye Rim bingung melihat Soo Hyun terlihat panik, Soo Hyun mengaku tak terjadi apa-apa. Hye Rim tak percaya ingin melihat tangan Soo Hyun yang sedari tadi dipegang.
Soo Hyun langsung menariknya dan mengalihkanya dengan bertanya apa yang ingin dimakanya,meminta untuk memilih satu, antara Boeuf bourguignon, escargot, atau champignon. Hye Rim memilih makan Soondae, Soo Hyun mengartikan Hye Rim ingin Escargot lalu pergi lebih dulu. 

Di sebuah restoran yang cukup mewah, Hye Rim tahu tempat itu  sangat mahal karena yang ia dengan restoran itu tempat berbintang 3-Michelin, jadi banyak orang asing yang makan ditempat itu. Soo Hyun pikir Hye Rim tak perlu khawatir dengan bangga mengatakan bisa membayarnya jadi Hye Rim bisa makan setiap hari di tempat itu.
Sepertinya banyak pasangan suami-istri yang ke sini.” Kata Hye Rim melihat sekeliling tempat duduk
Yah... tidak banyak pasangan muda yang bisa makan di tempat seperti ini.” ucap Soo Hyun
Apa kau berpikir kalau perasaan orang satu sama lain akan berlangsung selamanya?” tanya Hye Rim
Hormon yang dihasilkan dari cinta hanya dapat diproduksi maksimal 3 tahun. Selanjutnya hanyalah rasa sayang.” Kata Soo Hyun dingin
Kalau begitu... aku rasa waktu kadaluwarsa hormonku terlalu singkat. Karena sepertinya tidak ada rasa sayang yang tertinggal. Seseorang pernah mengatakan... Orang yang bercerai adalah orang yang telah merusak ikatan yang paling penting di dunia di antara dua orang manusia. Aku takut untuk menyukai seseorang lagi. Di sisi lain, aku juga ingin mencoba  menyukai seseorang lagi. Aku sangat aneh, kan?” cerita Hye Rim, Soo Hyun terdiam menatapnya lalu memalingkan wajahnya dan memilih untuk minum.
Jadi, karena itu aku ingin kau membuktikannya padaku kalau kau menyukaiku. Karena jika tidak berhasil lagi, aku rasa aku benar-benar akan hancur.” Jelas Hye Rim berusaha untuk memotong dagingnya.
Soo Hyun ingin membantu Hye Rim untuk memotongkan untuknya, Hye Rim tersenyum menerima perhatian dari Soo Hyun, lalu mengungkapkan komentarnya melihat Soo Hyun hari ini seperti orang yang baik. Soo Hyun menatapnya dan hanya memberikan senyuman terpaksanya.
Oh iya. Tapi... kenapa kau melakukan penelitian itu padaku?” tanya Hye Rim, Soo Hyun kaget sampai membuat daging steaknya terpental ke wajah Hye Rim, lalu berpura-pura santai menanyakan keadaanya.
Hye Rim sempat melonggo seperti tertampar daging, lalu mengambil tissue mengatakan baik-baik saja. Soo Hyun meminta maaf karena merasa gugup lalu mengubahnya dengan pengakuan tidak terlalu pandai menggunakan pisau dan memberikan tissue dari atas mejanya. Hye Rim menerimanya, akan menganggapnya sebagai pengalaman massage yang unik.
Tapi, apa yang tadi sedang kita bicarakan?” ucap Hye Rim ingin kembali membahasnya.
Yah... tidak penting sepertinya.” Kata Soo Hyun mencoba mengalihkan dengan wajah gugup, mencoba kembali memotong steak milik Hye Rim. 

Di dalam parkiran, Soo Hyun kaget mengetahui lampunya mati. Petugas memberitahu lampu mati dan tidak tahu kapan akan menyala kembali, jadi apabila ingin mengambil mobil maka mereka harus berjalan kaki ke lantai atas karena lift juga tak jalan.
Soo Hyun berjalan kearah tangga dengan penerangan hanya dari lubang angin diluar, lalu melangkah menaiki tangga. Hye Rim agak kesusahan untuk menaiki tangga yang gelap bahkan mengunakan sepatu heels. Baru beberapa langkah pijakan kakinya tak tepat dan hampir jatuh. Soo Hyun menatapnya.
Hye Rim berpura-pura baik-baik saja dan menyuruh Soo Hyun jalan lebih dulu saja. Soo Hyun menuruni satu langkah lalu mengulurkan tanganya, Hye Rim menatap dengan wajah gugup akhirnya menaruh tanganya agar bisa berpegangan. Soo Hyun pun menuntun Hye Rim untuk menaiki tangga. 

Soo Hyun mulai menuliskan laporan dalam komputernya dengan wajah serius
11 December.... Aku bertemu secara pribadi dengan subjek Go Hye Rim untuk pertama kalinya. Dengan menggunakan perantara jika dia berpikir kami akan pergi ke bioskop atau restoran suasana hatinya terlihat menjadi lebih baik. Aku melihat kemungkinan dia akan menjadi kekasihku. Khususnya, kontak fisik yang kulakukan di tempat parkir merupakanide yang sangat bagus.
Soo Hyun tersenyum sendiri menulis laporanya, lalu teringat kembali ucapan Hye Rim ketika direstoran Jadi sepertinya, karena itu aku ingin kau membuktikannya padaku kalau kau menyukaiku Karena jika tidak berhasil lagi, aku rasa aku benar-benar akan hancur.
Wajahnya langsung berubah tak enak hati dan merasa kasihan, akhirnya memberikan tulisan dibagian bawah Poin yang perlu diwaspadai: perasaan pribadi. Selalu ingat bahwa penelitian terpenting dalam hidupku sedang dipertaruhkan!

Hye Rim membuat kopi dalam cafenya, lalu melamun mengingat saat Soo Hyun mau mengulurkan tanganya saat menaiki tangga, seperti merasakan perasaan yang berbeda mendapatkan perhatian dari seorang pria.
Seung Chan menuruni tangga sampai ke lantai satu, memanggil Hye Rim tapi tetap saja diam dengan lamunanya, sampai akhirnya mengoyangkan tanganya. Hye Rim pun sadar dengan kedatangan adik Soo Hyun. Seung Chan tersenyum menanyakan apa yang sedang di pikirkan Hye Rim.
Hye Rim menatap tangannya, seperti masih merasakan genggam tangan Soo Hyun. Seung Chan binggung menatap tanganya juga seperti tak ada bedanya. Soo Hyun masuk ke cafe dengan wajah kedinginan, keduanya saling menatap. Hye Rim menundukan kepalan untuk menyapanya.
Soo Hyun terlihat canggung membalasnya, lalu berjalan ke lantai dua. Seung Chan melihat kakaknya dan Hye Rim terlihat beda, merasakan ada sesuatu yang terjadi dengan mereka berdua. 

Seung Chan memanggil Hye Rim baru saja dari dapur, menanyakan apakah ia memiliki waktu luang nanti malam. Prof Bae baru keluar dari ruanganya mendengarnya, Hye Rim menanyakan kenapa Seung Chan menanyakan, Seung Chan mengajak ke bagian meja receptionist.
Prof Bae sengaja berjalan untuk ingin mengetahuinya, Seung Chan ingin menunjukan sesuatu jadi mengajak Hye Rim untuk main baseball bersama. Hye Rim setuju akan bertemu jam 7 malam setelah makan malam. Seung Chan langsung mengangkat jempolnya tanda setuju dengan pilihan waktunya. Hye Rim pun kembali ke lantai satu. 
Prof Bae kembali berjalan dan memberikan senyuman ketika berpapasan dengan Seung Chan, tapi dalam hatinya bergumam Apa yang harus kulakukan? Kembali ke ruanganku? Atau lewat saja?Tapi... kami bahkan belum mengobrol banyak akhir-akhir ini... Aku harus mengatakan sesuatu padanya... Tapi apa yang harus aku ucapkan?Akhirnya ia memilih untuk menghampiri Seung Chan di meja receptionist.
Choi Seung Chan.. Apa anak muda sepertimu tidak punya rencana untuk masa depan?” tanya Prof Bae dengan nada tinggi , Seung Chan binggung karena Prof Bae tiba-tiba berbicara dengan nada tinggi.  
Ya ampun... ada apa denganmu? Kenapa kau tiba-tiba berteriak padanya? gumam Prof Bae panik
Karena aku frustrasi melihatmu yang masih muda berada di balik counter seperti ini. Apa kau tidak punya rencana atau mimpi?” tanya Prof Bae
Ini baru satu tahun sejak aku berhenti dari bisbol profesional.” Kata Seung Chan
Satu tahun adalah waktu yang lama. Kau masih terlalu muda. Apa yang kau lakukan membuang-buang waktu seperti ini saat kau tidak punya waktu untuk bersantai?” nasehat Prof Bae
Seung Chan pun hanya bisa mengucapkan permintaan maafnya, Prof Bae kembali bergumam merasakan dirinya seperti ibu yang memarahi anaknya dan meminta agar menghentikanya, lalu mengatakan kalau Seung Chan melakukan dengan baik. Seung Chan pun mengangguk seperti seorang anakn mengerti dengan nasehat orang tuanya. Prof Bae berjalan dengan wajah panik melalui lorongnya, lalu bersandar di dinding agar bisa menenangkan dirinya.  

Tiang lampu yang tinggi dan besar mulai menyala bergantian, Hye Rim melihatnya dengan wajah takjub, berada ditengah lapangan. Seung Chan dengan bangga kalau itu keren karena bisa menyalakan semua lampu dalam lapangan base ball. Hye Rim mengakuinya dan akan belajar dari pemain profesional. Seung Chan pun mengajak Hye Rim bermain baseball sambil belajar.
“Jadi Kau ingin bermain base ball? Bukankah setidaknya diperlukan sembilan orang untuk itu? ”ucap Hye Rim binggung
Aku beri tahu caranya.” Kata Seung Chan lalu melemparkan sarung tangan baseball pada Hye Rim.
Hye Rim mulai bersiap-siap untuk melempar bola dan Seung Chan siap dengan pemukulnya, Hye Rim melempar bola dan Seung Chan bisa memukulnya lalu berlari. Hye Rim bisa menangkap berusaha mengejar Seung Chan untuk melempar bola.
Keduanya berlari mengelilingi lapangan base ball, Hye Rim pun memberi tanda kalau Seung Chan melakukan home run. Seung Chan tak bisa menurunkan kecepatan larinya akhirnya sengaja menabrak Hye Rim dan keduanya jatuh bersama. 

Keduanya tertawa bersama dan Seung Chan menghela nafas beberapa kali. Hye Rim binggung melihat Seung Chan beberapa kali menghela nafas. Seung Chan seperti tak menyadarinya, Hye Rim menceritakan Seung Chan menghela nafas lumayan sering.
Kenapa? Apa kau mengkhawatirkan sesuatu?” tanya Hye Rim
Aku mendapatkan ceramah dari Profesor Bae hari ini. Dia berkata padaku "apa boleh anak muda sepertimu hidup seenaknya seperti ini?" Llau kata-katanya terus datang menghantuiku. Aku sudah berhenti, jadi aku tidak bisa kembali ke bisbol dan bisa menjadi pelatih atau wasit adalah sebuah keajaiban.” Cerita Seung Chan
Apa kau mesti melakukan sesuatu? Dalam hidup, kadang kau harus melakukan sesuatu yang tidak mau kau lakukan. Walaupun , tidak semuanya bias diselesaikan dengan paksaan.” Komentar Hye Rim
Seung Chan menatap Hye Rim seperti terkesima dengan ucapanya, lalu menopang tubuhnya dengan tangan dan berkomentar perkataanya itu cukup keren. Hye Rim mengejeknya kalau Seung Chan itu baru tahu tentang dirinya. Seung Chan memberikan perhatian dengan merapihkan rambut Hye Rim kebelakang telinga. Hye Rim terlihat gugup dan saling menatap, ponselnya berdiri, memilih untuk cepat bangun dan menjauh menerima telpnya.
bersambung ke part 2 
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar