Jumat, 22 Januari 2016

Sinopsis Remember Episode 11 Part 1

Jin Woo duduk lemas di rumah duka menatap foto ayahnya yang telah tiada, teringat kembali kenangan bersama sang ayah. Ketika sang ayah membersihkan sepatunya untuk pergi ke stasiun TV dengan wajah cemong karena semir sepatu, Jin Woo tertawa bahagia melihat ayahnya.
Tiba-tiba sang ayah harus dibrogol depan matanya dirumah duka Jung Ah, Jin Woo berteriak memanggil ayahnya dan polisi berusaha menahan untuk tak mendekat, Sang Ayah pun dibawa polisi dengan tuduhan sebagai pembunuh dan juga pemerkosa.
Ketika datang berkunjung, Ayahnya tak mengenalinya karena penyakitnya. Jin Woo berusaha mengingatkan ayahnya, Tuan Seo mulai ingat kalau didepannya itu adalah anaknya. Tangan mereka pun saling bersentuhan dikaca dengan air mata terus mengalir. Jin Woo meminta sang ayah tak menangis karena semua pasti akan baik-baik saja. 

Empat tahun kemudian, Jin Woo mendatangi ayahnya memperlihatkan Pin sebagai pengacaranya dengan bangga. Sang ayah terlihat sangat bahagia, lalu kenangan bersama ayahnya menyanyi bersama ketika ulang tahun dan menari-nari dengan bahagia.
Tuan Seo bisa mengingat dan menari-nari di ruang pertemuan penjara, Jin Woo bisa tersenyum melihat ayahnya yang mengingat kenangan mereka berdua. Ketika sidang berlangsung, Ayahnya dikabarkan meninggal dua. Dengan tubuh lemas dan menangis, Jin Woo berteriak kalau ayahnya tak boleh meninggal dalam keadaan seperti ini.
Bagaimana kau bisa meninggalkanku seperti ini?” jerit Jin Woo histeris
Jin Woo berdiri tepat didepan abu ayahnya, dengan foto bersama ayah dan juga kalung dengan bantul cincin ditaruh diatasnya.
Ayah.... Kau tidak akan merasakan sakit lagi. Aku belum menyerah....Aku akan membuktikan kau tidak bersalah... Tidak peduli apa yang diperlukan. Aku akan melakukannya Tolong... Lihat aku....” Tegas Jin Woo 

[SATU BULAN KEMUDIAN]
Jin Woo bertemu dengan Dr Lee yang mendekam dipenjara, Dr Lee dengan tertunduk sedih mengucapkan ikut berduka atas kehilangan ayahnya. Jin Woo tersenyum sinis dengan mengangukkan kepala, seperti menyindir kalau Dr Lee berpura-pura ikut berdua atas kehilangan ayahnya.
Orang yang membuatmu memberi kesaksian palsu, tidak akan punya banyak waktu tersisa. Dia akan segera bergabung denganmu.” Tegas Jin Woo penuh keyakinan
Apa maksudmu? Apa kau mencoba untuk membalas dendam? Jika kau berpikir tentang itu, sebaiknya kau menyerah. Dia tidak mungkin akan terluka... Bahkan jika ratusan pengacara seperti kau maju melawan dia.” Tegas Dr Lee
Apa kau dihukum dua tahun karena sumpah palsu? Kau mungkin akan dipenjara... untuk setidaknya 30 tahun... dengan hukuman tambahan. Semua tindakanmu yang melanggar hukum... sedang diselidiki sekarang.” Jelas Jin Woo

Apa yang sudah kau lakukan?” ucap Dr Lee mulai panik
Aku butuh kesaksianmu ... sampai pengadilan ulang berlangsung. Kau tidak ada gunanya bagiku sekarang, dan kau akan dihukum atas tindakanmu.” Tegas Jin Woo, Dr Lee semakin panik
Berpikir keraslah tentang... kesalahan yang telah kau lakukan, dengan orang-orang... yang menunjuk jari mereka kepadamu, dan...sementara kau... membusuk di sana.” Ucap Jin Woo sengaja menunjuk kearah Dr Lee lalu tersenyum puas dan keluar ruangan. Dr Lee berteriak histeris memanggilnya, tanganya memukul kaca, polisi langsung menariknya agar kembali ke sel penjara 


Jin Woo masuk ke dalam ruang rahasianya, memberikan tanda silang merah dengan spidol pada foto Dr Lee yang bertuliskan  (SAKSI 4:LEE JUNG HOON, DOKTER AYAH) lalu berpindah pada foto pria dengan jas dokter dan berubah tertulis  (DOKTER KEPALA DI PENJARA HONGSEONG, PARK DONG JIN)
Dr Park melewati lorong dengan tangan terborgol dan dibawa oleh polisi, Jin Woo melihat Dr Park yang dibawa polisi. Dr Park dengan wajah dengki tahu kalau Jin Woo yang melaporkanya, lalu berteriak mengumpatnya. Polisi langsung melumpuhkan Dr Park dengan cara berlutut. Jin Woo menatap sinis dokter yang membuat ayahnya selama ini menderita dipenjara tanpa diberikan obat. 

Flash Back
Seorang sekertaris datang memberikan surat kalau Ketua mereka ingin izin khusus. Dr Park langsung setuju bahka berharap Ketua Itu memiliki waktu yang baik dengan keluarganya.Dr Park langsung menyambut si Ketua didepan kantor dengan membungkuk dan terbebas dari penjara. Ketika bermain golf, Seketaris memberikan uang dengan memasukan pada tas stick golf.  Jin Woo dan Pengacara Song diam-diam mencari bukti dengan mengambil gambar dari jauh saat Dr Park bertemu dengan seketaris di lapangan golf
Dia menyalahgunakan wewenangnya sebagai dokter kepala. Selain itu Dia menyediakan sel tunggal, penundaan eksekusi...dan pembebasan bersyarat dengan pertukaran untukuang dalam jumlah besar. Kejahatan seperti itu tidak boleh diampuni.” Jelas Jin Woo menyerahkan berkas pada Hakim Kang 

Hakim Kang melihat berkas yang diberikan Jin Woo, dengan judul (KETUA GRUP HOSAN TINGGAL TAK WAJAR PELAKSANAAN) lalu bertanya alasan Jin Woo memberikan berkas itu padanya.
Hakim Kang Suk Kyu, putra dari seorang pengacara HAM. Seorang hakim yang ambisius dan memiliki rasa keadilan yang kuat. Apa aku perlu alasan lain? Meskipun dia telah meninggal, terima kasih telah memutuskan untuk menjalani persidangan ulang ayahku. Aku tahu itu adalah keputusan yang sulit.” Kata Jin Woo, Hakim Kang menatapnya dengan wajah serius. 

Jin Woo berjalan meninggalkan Dr Park yang terus berteriak histeris dan berusaha untuk melawan. Dirumah ia mencoret foto Dr Park yang sudah bisa dimasukan penjara olehnya.
Lalu ia melihat berkas rekaman panggilan yang diberikan stabillo dan ada lingkaran merah dibagian nama. Bahkan ia memilih peta lokasi dengan detail, tatapanya mengarah pada polisi yang mengerjainya dengan berpura-pura berpihak padanya tapi dalam persidangan membuat ayahnya tetap bersalah karena kesaksian palsunya.

Detektif Gwak baru saja turun dari mobil, bertemu seorang pria dan langsung menyalaminya lalu mengajaknya untuk masuk ke dalam restoran. Matanya melirik kesana kemari seperti takut ada yang melihat pertemuan mereka. Sementara didalam mobil, Jin Woo melihat si detektif busuk itu sedang melakukan pertemuan rahasia. 


Dong Ho berdiri menegaskan bukti diperoleh secara illegal jadi Potongan-potongan bukti itu harus dibuang, dengan nada tinggi tak setuju Jaksa Hong membawa bukti tersebut ke pengadilan. Jaksa Hong tak mau kalah, mengatakan pada hakim kalau pihak pembela sudah menghina pengadilan jadi meminta agar dihapus dari catatan.
“Anda bilang Menghina? Kaulah yang menghina pengadilan! Para terdakwa tidak mencurangi tawarannya... pada tahun 2015. Lebih jauh mereka tidak melanggar peraturan konstruksi. Semuanya adalah fakta.” Tegas Dong Ho pada Hakim
Pembela! Apa kau mencoba untuk menutupi langit dengan tanganmu?” teriak Jaksa Hong tak terima
Hakim mengetukan palu memperingatkan keduanya untuk mengendalikan diri, atau keduanya akan menahan atas penghinaan. Jaksa Hong dan Dong Ho saling melirik sinis dan merasa keduanya itu benar. 

Diparkiran keduanya bertemu dengan tatapan sinis, tapi setelah itu mereka berjabat tangan dengan senyuman. Jaksa Hong senang karena mereka bekerja sama dengan baik. Dong Ho mengatakan kalau merek di perahu yang sama maka mereka harus mendayung ke arah yang sama.
Jika kita bekerja sama, sebuah persidangan hanyalah sebuah permainan. Hidup jadi lebih mudah sekarang karena aku bekerja sama dengan kau.” Ucap Hakim Hong bahagia
Kau tahu aku dulu punya catatan sempurna, yang sudah menurun. Aku akan membutuhkan bantuanmu, sehingga aku bisa menaikan angkaku lagi.” Balas Dong Ho
Aku berharap untuk bekerja denganmu.” Kata Hakim Hong lalu menepuk pundak Dong Ho dan pergi. 

Gyu Man duduk dengan pakaian rapih di rumahnya, sudah ada lampu dan juga kamera untuk melakukan wawancara. Seorang wartawan tahu sejak Gyu Man  menjadi presiden Grup Ilho,ia sudah merencanakan untuk mendistribusikan produk budaya juga. Lalu bertanya apa rahasianya untuk terus berhasil hari demi hari.
Tidak ada rahasia. Tapi kupikir... menurutku, itu seperti memiliki wawasan sehubungan dengan bisnis. Aku bisa merasakan itu. Kukira aku mungkin terdengar sombong jika aku mengatakan itu.” Ucap Gyu Man yang terkesan sombong
“Ahh...Tidak sama sekali. Aku dengar kau meninjau keluhan pelanggan sendiri... dan memberikan perintah bagaimana menanganinya. Kau pasti sangat teliti.” Ungkap wartawan
Ketua kami selalu mengatakan... Kami adalah salah satu keluarga. Tidak hanya pengguna akhir yang membeli produk kami, tapi juga anak perusahaan kami semua bagian dari keluarga Ilho. Tanpa mereka, Ilho Grup tidak akan ada.”jelas Gyu Man, Sek Ahn yang mendengarnya melirik seperti sada kalau Gyu Man itu terlihat manis didepan kamera tapi berhati iblis. 

Gyu Man dan Sek Ah mengantarkan wartawan serta kameramen sampai depan ruangan setelah melakukan wawancara. Gyu Man dengan senyuman manis mengucapkan terimakasih pada wartawan yang mau berkunjung dan mewawancarainya.
Apa yang terjadi dengan persidangan Tuan Park dan Tuan Hong?” tanya Gyu Man kembali dengan wajah dinginya.
Setiap kasus yang ditangani perusahaan kita sekarang sudah dibereskan. Mereka bekerja sama sangat baik dan juga sebagai tim impian.” Ungkap Sek Ahn tertawa bahagia.
Sepertinya suasana hatimu sangat baik hari ini.... Beritahu Suk Kyu aku ingin minum bersama dalam waktu dekat ini.” perintah Gyu Man, Sek Ahn mengerti dengan bahasa inggris “oke Buddy”, Gyu Man mengejek Bahasa inggris temanya itu telah membaik. Sek Ahn hanya bisa tersenyum sambil mengucapkan terimakasih. 

Dong Ho turun dari mobil didepan Lobby, melihat ada demo pegawai dengan mulut tertutup masker dan diberi tanda silang hitam. Seseorang membawa papan bertuliskan (KAMI MEMPERCAYAI GRUP ILHO, TAPI SEKARANG KAMI MENANGIS DALAM SESAL.) seorang Pria tua mengangkat papan bertuliskan   (UNGKAPKAN KEBENARAN) Dong Ho memilih untuk masuk tanpa menghiraukan mereka.
Gyu Man masuk keruangan melihat Dong Ho sudah ada didalam padahal tak memanggilnya. Dong Ho berdiri menyambutnya. Gyu Man bertanya apakah Sek Ahn memanggil Dong Ho untuk datang. Dong Ho tersenyum mengatakan sengaja datang untuk melaporkan tentang persidangan.
Kami menyelamatkan uang yang seharusnya dibayar untuk penalti.” Jelas Dong Ho bangga, Gyu Man tak memberikan ekspresi datar lalu menyuruh Dong Ho segera duduk. 

Aku mendengar kalau kau sudah melakukan pekerjaan yang bagus. Persidangan itu membuatku sakit kepala. Tapi apa kau masih menemui... Seo Jin Woo?” tanya Gyu Man penasaran
“Aiggooo...  Sejak kau bergabung dengan grup secara keseluruhan, tim hukum perusahaan menjadi sangat sibuk. Dalam sebulan, aku secara pribadi mengalahkan lebih dari 20 jaksa... dan pengacara di pengadilan. Selama aku masih disini, kau bisa fokus pada hal-hal besar.” Jelas Dong Ho kalau sangat sibuk jadi tak munkin bertemu dengan Jin Woo. Gyu Man mengangguk mengerti lalu menyuruh Dong Ho untuk pergi saja. Dong Ho pun membungkuk memberikan hormat lalu meninggalkan ruangan. 

Sek Ahn melihat Dong Ho itu telah berubah. Gyu Man berpikir Dong Ho sedang melakukan bagiannya, tapi ia ingat Dong Ho pernah mengkhianati sekali jadi selalu bisa melakukannya lagi dan memerintahkan untuk mengawasinya. Sek Ah berkomentar kalau itu untuk kembaikan atasanya, Gyu Man melirik sinis lalu menyuruh Sek Ahn untuk mendekat.
Sek Ahn membungkukan badanya agar lebih mendekat. Gyu Man meminta agar Sek Ahn mengulangi perkataannya lagi. Sek Ahn mengatakan kalau itu dilakukan untuk kebaikan Gyu Man jadi harus membiarkannya saja.
Aku bahkan tidak percaya... pada diriku sendiri. Kau tidak akan pernah bisa mempercayai orang lain. Mengerti?” tegas Gyu Man, Sek Ahn hanya bisa mengangguk mengerti. 

Ayah In Ah memberikan termometer untuk adonan roti pizzanya sementara istrinya sedang menyusun isi dari pizza agar tersusun rapi. Tuan Lee bertanya Berapa lama istrinya menolak untuk berbicara dengan In Ah. Nyonya Kim mengatakan In Ha berhenti menjadi jaksa dan pindah dengan keinginan sendiri jadi tak ada alasan harus berbicara dengannya.
Aku yakin dia berpikir panjang dan keras tentang hal itu. Biarkan saja dia.” Pinta tuan Lee
Aku melakukan ini demi dia. Orang tua macam apa yang ingin keburukan pada anak mereka sendiri?” tegas Nyonya Kim dengan mata melotot, Tuan Lee akhirnya berjalan mendekati istrinya.
Sayang.... Dia sudah meninggalkan rumah selama sebulan. Apa kau bahkan tidak khawatir?” tanya Tuan Lee, Nyonya Kim mengaku merasa senang In Ah pergi karena hanya mengacau saja lalu mengeluh sudah membersihkan meja tapi tak ada bedanya. 

Gyu Man sampai didepan lobby melihat Demo dengan tulisan  (PERSIDANGAN ILEGAL BISA MERUSAK PERUSAHAANMU.) Pria tua membawakan tulisan   (POLISI HARUS MENYELIDIKI ILHO GRUP.) dengan wajah sombong, Gyu Man mengejek orang demo itu Orang bodoh yang menyedihkan.
Mobil sedan warna hitam datang, beberapa petinggi langsung menyambutnya. Gyu Man pun berdiri menyambut ayahnya turun dari mobil. Tuan Nam hanya melirik lalu akan berjalan masuk, Pria tua melihat Tuan Nam langsung menurunkan papan dan berlari menghampiri Tuan Nam lalu menjatuhkan semua bohlam, sang anak berteriak memanggil ayahnya. Petugas langsung menahan pria itu agar tak menyerang, Sek Ahn meminta agar Pria itu dilepaskan saja.
Apa kau mengatakan kalau ledakan itu ... karena lampu kami? Karena gugatanmu, perusahaanku harus tutup.” Teriak Pria itu tak terima
Kita akan melihat salah siapa itu di pengadilan.” Tegas Gyu Man membela diri
Tuan Nam...  Itu bukan kesalahan kami. Aku membuat lampu-lampu ini... dengan hati-hati.” Ucap Si pria menahan tangisnya lalu berlutut didepan Tuan Nam untuk memohon

Tuan Nam melirik sinis dan terlihat bengis, Pria tua itu memohon untuk membatalkan gugatannya. Gyu Man memerintahkan petugas untuk menyingkirkan pria tua itu segera. Petugas langsung menarik pria tua dan anaknya menjauh, Gyu Man mengajak sang ayah untuk masuk ke gedung. Tuan Nam dengan sengaja menendang kotak dan menginjak bola lampu yang berserakan dilantai.
Bagaimana bisa sampai sejauh ini?” teriak Tuan Nam memarahi anaknya.
“Anda tidak perlu khawatir. Ini akan diselesaikan di pengadilan. Mereka hanya bereaksi berlebihan.” Jelas Gyu Man
Kau tidak seharusnya melakukan bisnis dengan kontraktor yang tidak patuh aturan.” Ucap Tuan Nam
Aku tahu. Ada banyak kontraktor lain yang mengantri. Jangan khawatir.” Kata Gyu Man
Kau tidak hanya presiden sebuah perusahaan... tapi wajah dari grup Ilho.” Tegas Tuan Nam, Gyu Man mengerti lalu berjalan bersama ke dalam kantor. 


(KANTOR HUKUM BYEONDURI)
Jin Woo berjalan ingin masuk kantor melihat ibu In Ah hanya berdiri didepan pintu, perlahan menghampiri dan mengajaknya masuk karena In Ah akan segera datang. Nyonya Kim meminta agar Jangan memberitahu pada In Ah kalau ia datang ke kantor lalu memberikan kotak makan yang dibawakanya. Jin Woo pun menerimanya untuk diberikan pada In Ah.
Maafkan aku....Aku akan memintanya untuk segera pulang.” Kata Jin Woo tak enak hati, Nyonya Kim hanya menatapnya dengan helaan nafas lalu pergi meninggalkanya. 

Jin Woo membuatkan ramen dan juga kimchi untuk In Ah, wajah In Ah bahagia sambil memuji ramen buatan Jin Woo sangat enak lalu mencicipi kimchi yang rasanya sama seperti buatan ibunya. Jin Woo menatap dalam In Ah yang makan dengan lahap.
In Ah terdiam menduga kalau ibunya memang tadi datang, Jin Woo memberitahu Nyonya Kim sangat khawatir denganya jadi menyarankan agar kembali kerumah. In Ah berjanji akan pulang tapi ingin membuat ibunya bangga dengan berdiri di hadapannya sebagai seorang pengacara, karena sekarang dirinya hanya seorang pemula sekarang. Jin Woo hanya bisa tersenyum mendengarnya. 

Di malam hari, Sang anak tetap melakukan demo didepan lobby, dengan papan besar tergantung didadanya. (TOLONG SELAMATKAN "Smile Light Bulbs" DARI...GUGATAN HUKUM PALSU DAN PENUNTUTAN TANGGUNG JAWAB YANG TIDAK ADIL.) Beberapa pegawai yang baru pulang melihat anak laki-laki yang berdiri melakukan demo sendirian.
Dong Ho keluar melihat anak itu masih saja di depan lobby melakukan demo, Sang Ho memberitahu kalau orang itu adalah anak dari pemilik Smile Light Bulbs. Dong Ho pun menghampiri si anak, Sang Ho mengikutinya dengan wajah ketakutan
Ayahmu pasti sangat marah karena perusahaannya harus tutup.” Ucap Dong Ho lalu mengeluarkan kartu nama memberitahu kalau orang itu bisa menyelesaikan masalahnya
Dia satu-satunya pengacara...yang akan mengambil kasusmu. Dan jangan lupa Jaga ayahmu.” Kata Dong Ho pergi meninggalkan sang anak. Sang Ho tersenyum bahagia berkomentar atasanya itu sangat keren. Sang anak melihat kartu nama bertuliskan (KANTOR HUKUM BYEONDURI. KAMI AKAN MEMENANGKAN KEBENARAN UNTUKMU.)

Jaksa Tak datang keruangan Jaksa Hong yang memanggilnya. Jaksa Hong membahas tentang kasus penyerangan kantor perdagangan Jin Young yang dipegang oleh Jaksa Tak dan sudah Memiliki surat dakwaan ditangguhkan.
“Aku sudah punya bukti dan saksi mata, serta Ada alasan yang jelas untuk dakwaan.” Jelas Jaksa Tak
Ada yang lebih jelas adalah bahwa kau bawahanku.” Kata Jaksa Hong
Apa kau bertindak sebagai perisai...untuk Ilho Grup lagi?” tanya Jaksa Tak menyindir
Jangan menganggapnya serius dan Jangan membuat dirimu berakhir seperti In Ah.” Ucap Jaksa Hong memperingati lalu menyuruhnya pergi. Jaksa Tak hanya bisa diam karena atasanya mengancamnya. 

Dong Ho bertemu dengan Detektif Bae di restoran babi panggang, menanyakan apa yang terjadi. Detektif Bae mengatakan Ada sesuatu yang perlu diberitahu padanya sambil menuangkan soju. Dong Ho penasaran menanyakan apa yang diberitahukanya.
Kau mengatakan ayahmu menyebabkan kecelakaan lalu lintas Yongin,kan?” ucap Detektif Bae, Dong Ho bertanya apa ada masalah lainnya.
Sebenarnya, fakta bahwa kau bekerja di Kantor Hukum Ilho sedikit menggangguku. Sebelum kecelakaan itu, Ayahmu berbicara kepadaku tentang Nam Il Ho. Pria kaya itu mencoba menutupi kasus itu dengan terburu-buru.” Ungkap Detektif Bae. 

Si anak datang ke kantor Jin Woo, menanyakan apakah ada seorang pengacara bernama Seo Jin Woo. Manager Yoon yang ada dikantor memberitahu Jin Woo sedang tak ada dikantor, lalu bertanya apakah anak itu datang ingin bekonsultasi. Anak itu mengangguk. Manager Yoon memberitahu Jin Woo adalah pengacara yang sibuk, Si anak tetap ingin bertemu dengan Jin Woo. Manager Yoon terlihat binggung dan hanya bisa menghela nafas. 

Di sebuah lorong restoran
Detektif Gwak berbicara dengan seorang pria kalau ia sudah sudah menerima bagian terakhir, jadi besok... dan terhenti karena melihat Jin Woo yang ada didepanya. Jin Woo menatap dengan senyuman sinis, Detekif Gwak mengungkapkan tidak berharap untuk melihatnya ditempat itu dan berpikir suatu kebetulan.
Apa kau mempunyai... praktik pribadi?” sindir Jin Woo, Detektif Gwak langsung meminta rekan bisnisnya untuk masuk ke ruangan lebih dulu.
Kau akan melalui begitu banyak masalah sebagai pemula. Apa kau ingin aku untuk membawakanmu beberapa kasus?” ucap Detektif Gwak seperti ingin memberikan tawaran
Aku hanya ingin memberikan peringatan. Ah bukan seperti itu, Haruskah aku menyebutnya... seperti saran? Kau harus tahu kalau kau juga bisa dikhianati.” Ucap Jin Woo, Detektif Gwak mendecakan bibirnya seperti meremehkan Jin Woo.
Apa kau masih tidak mengerti setelah dua persidangan? Apa kau pikir bias melawan Nam Gyu Man? Tidak ada yang bisa... kau lakukan.” Ucap Detektif Gwak yakin dengan menepuk pundak Jin Woo dan berjalan pergi.

Jin Woo membalikan badanya mengatakan kalau akan ada kabar baik dengan senyuman bahagia. Detektif Gwak hanya bisa melirik sinis melihat Jin Woo yang pergi.
Diruangan, Detektif Gwak menemui rekan bisnisnya dengan meminta maaf harus agak lama. Si pria bertanya siapa pria yang tadi bertemu denganya, berpikir kalau Jin Woo itu pengacara. Detektif Gwak meremehkan Jin Woo, menurutnya bukan pengacara karena tidak tahu apa yang dilakukan jadi tak perlu khawatir. Dibelakanya ada sebuah patung kunci dengan mata berisi sebuah kamera. 

In Ah sedang melihat berkas, Jaksa Tak masuk berkomentar kantor yang bagus untuk juniornya berkerja. In Ah menyambut Seniornya yang datang, Jaksa Tak berkomentar In Ah adalah  wanita yang gigih.
Setelah kau pergi, Aku melihat ke kasus yang terkait dengan Hong Moo Suk. Apa kau tidak ingin menyelidiki ulang kasus pembunuhan mahasiswi Seochon?” kata Jaksa Tak, In Ha membenarkan.
Di  berkas sini, dia mengatakan bahwa Hong Moo Suk juga bertugas untuk kasus bunuh diri ayah Oh Jung Ah.” Ucap Jaksa Tak memberikan berkas pada In Ah
In Ah melihat berkas bertuliskan   (KASUS BUNUH DIRI OH SUNG TAEK) lalu melihat dilebaran otopsi setelah itu memberikan senyuman karena sudah diberikan berkas dari kejaksaan.
Setelah itu ia pergi ke kantor bertemu dengan polisi yang sudah menerima telp  dari Jaksa Tak, jadi meminta untuk melihat Laporan investigasi dan bahan bukti yang terkait dengan kasus yang dibawanya. Polisi melihat kalau kasus itu  disimpulkan sebagai bunuh diri karena Ada surat wasiat. In Ah meminta untuk melihatnya. 

Detektif Gwak memberikan presentasi didepan petinggi kepolisian. 
Aku menyelidiki jika ada hubungan korupsi dalam bentuk apapun dengan broker di Seoul. Terungkap bahwa terdakwa Ham Ji Seok tidak memiliki Alasan apapun untuk dicurigai.” Jelas Detektif Gwak dengan foto Pria yang bertemu direstoran.
Jin Woo tiba-tiba masuk ke dalam dengan Usb ditanganya, mengatakan memiliki laporan dalam USBnya jadi yakin Kepala Polisi ingin melihatnya. Beberapa Polisi lainnya menahan Jin Woo untuk tak mengacaukan rapat, Detektif Gwak berteriak menyuruh agar membawa Jin Woo keluar. Kepala Polisi menahan agar tak membawa Jin Woo keluar lalu menanyakan “Siapa kau?”. Jin Woo tersenyum bisa lepas dari pegangan polisi yang menghadangnya.
Aku Seo Jin Woo, seorang pengacara.” Kata Jin Woo penuh percaya diri, Kepala Polisi pun meminta agar memperlihatkan laporan yang dimilikinya dan akan melihat apa itu berguna. Jin Woo tersenyum melihat Detektif Gwak, sementara Detektif Gwak terlihat tegang. 

Flash Back
Jin Woo memasang kamera dalam patung kucing dan sengaja menaruhnya didalam restoran tempat Detektif Gwak akan bertemu.
Dengan Usb yang dibawanya terlihat Detektif Gwak menerima Amplop dari Tuan Ham, lalu mencium lembaran uang 50ribu yang masih baru. Beberapa polisi terkejut ternyata Detektif Gwak bersekongkol. Jin Woo tersenyum melihat polisi semua terlihat gelisah melihat anak buahnya bisa menerima suap
Aku akan memberikan sisanya setelah penyelidikan selesai.” Ucap Tuan Ham
Ayo, kita pernah melakukan  hal ini sebelumnya. Tapi kita masih perlu untuk mendapatkan jumlah yang tepat, kan?” kata Detektif Gwak
Detektif Gwak.... Aku selalu memberikan jumlah yang tepat. Apa kau mendapatkan sponsor baru?” tanya Tuan Nam, 

Detektif Gwak yang melihat rekamannya terlihat panik, Jin Woo tersenyum sumringah bisa membuat Detektif Gwak tak bisa berkata-kata. 

 Flash Back
Detektif Gwak menceritakan Nam Gyu Man dari Grup Ilho kalau ia adalah orang baru untuknya. Tuan Ham tahu Nam Gyu Man adalah orang yang liar. Detektif Gwak berkomentar kalau Gyu Man adalah seorang pecundang yang kaya dengan masalah manajemen kemarahan. Keduanya tertawa mengejek bersama-sama. Tuan Ham pun berjanji akan memberikan sisanya besok sambil menuangkan arak dalam gelas. 


Kepala polisi langsung memerintahkan bawahanya agar menyelidiki kebenaran di balik video Dan buat laporannya sekarang juga, lalu mengebrak meja dengan penuh kemarahan. Semua petinggi polisi keluar dengan memandang rendah Detektif Gwak yang menerima sogokan. Jin Woo tersenyum karena bisa membuat malu Detektif Gwak pada institusi kepolisian.
Dalam Alkitab, ada ayat yang mengatakan ini. "Dosa sudah mengintip di depan pintumu. Ini adalah keinginan untuk memilikimu."” Kata Jin Woo bangga, Detektif Gwak langsung mengumpat Jin Woo brengsek dan tetap berdiri dipodium
Kau bisa mengambilnya dan tidak perlu bersikap sopan di sekitarku. Ini mungkin berita tentang memiliki banyak tamu yang tidak diundang di kantormu. Aku pikir video ini tidak akan cukup. Aku memikat mereka dengan sesuatu, dan mereka mengambilnya.” Jelas Jin Woo 

Detektif Gwak menerima telp dari bawahnya kalau  mereka berada dalam kesulitan karena Tim investigasi internal di sini. Beberapa petugas sudah menurunkan semua berkas yang ada didalam rak untuk diselidiki lebih lanjut. Jin Woo tersenyum karena bisa membuat Detektif Gwak menerima balasan dari pengkhianatanya.
Didepan ruangan, Detektif Gwak melihat ruangan sudah diobrak-abrik oleh tim investigasi, dengan wajah panik menelp Gyu Man untuk melaporkan kejadian dalam kepolisian.

In Ah datang ke rumah penyimpanan abu dengan memberikan bunga pada Tuan Oh dan juga Jung Ah, terlihat sebuah tulisan tangan yang ada didalamnya.  (HATIKU HANCUR MENGINGAT KAU TIDAK ADA DI SINI DENGANKU.)
Akhirnya In Ah pergi ke Pusat Otentifikasi Dokumen Korea, seorang pria keluar ruangan memberitahu Hasil analisis tulisan tangan sudah keluar. In Ah melihat laporan dari analisi kalau tulisan tangan tidak cocok, teringat kejadian empat tahun lalu saat Jaksa Hong berada dalam sidang Tuan Seo.
Aku ingin menyelesaikan pernyataanku dengan kata-kata ayah Oh Jung Ah, seperti yang ditulis dalam surat wasiatnya. "Aku berharap hukuman berat diberikan...untuk Seo Jae Hyuk, yang membunuh anakku."” Ucap Jaksa Hong yang membawa tulisan tangan yang diakui milik Tuan Hong sebelum meninggal bunuh diri. 

Gyu Man melihat laptopnya dengan senyuman sinis, Detektif Gwak menerobos masuk walaupun Sek Ahn sudah melarangnya untuk masuk. Gyu Man mempersilahkan Detekif Gwak masuk karena sengaja memanggilnya. Sek Ahn pun melepaskan tangannya dan Detektif Gwak kembali memakai jasnya.
Tuan Nam... Jika kau bisa mengurus ini, aku akan membalas budi untuk sisa hidupku.” Ucap Detektif Gwak memohon
Kenapa harus aku? Aku... pecundang dengan masalah manajemen kemarahan. Jadi, aku tidak yakin bagaimana aku bisa membantumu.” Kata Gyu Man menyindir lalu memperlihatkan video saat Detektif Gwak berkomentar tentang dirinya.
Detektif Gwak melihat video yang sudah dilihat Gyu Man dengan komentar meremehkan kalau Gyu Man pecundang kaya dengan masalah manajemen kemarahan. Ia langsung berlutut meminta maaf merasa sudah lepas kendali karena  benar-benar mabuk.

Detektif Gwak.... Tidak semua manusia adalah sama. Beberapa orang sepertimu, hanya punya sedikit pemasukan...jika mereka berbaring di tanah.” Ucap Gyu Man mendekat lalu sengaja mendorong kepala Detektif Gwak untuk sujud menyentuh lantai.
Dan ada orang-orang seperti aku yang hidup tanpa mengetahui...bagaimana rasanya berbaring di tanah. Sepertinya kau tidak tahu itu.” Ejek Gyu Man melepaskan tanganya.
Detektif Gwak melirik dengan tatapan sinis, Gyu Man melihat tatapan Detektif Gwak sudah mengetahui kalau pasti akan mengancamnya dengan rahasia yang dimilikinya, tapi menurutnya lebih baik melupakanya dan berbisik kalau bisa membunuhnya. Detetktif Gwak hanya terdiam dengan tubuh bergetar, Gyu Man tertawa menepuk pundak Detektif Gwak untuk mengerti lalu tersenyum dingin. 
bersambung ke part 2 


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


1 komentar:

  1. Keren sinopsisnya mba Diah 😀 pinter masak pinter buat sinop juga hihi ditunggu episode 12 nya

    BalasHapus