Rabu, 27 Januari 2016

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 7 Part 2

Young Gon tertunduk diam dibangku taman, Hong Sul baru keluar melihat Young Gon  bergumam Melihat dia seperti itu membuatku kasihan padanya. Sejujur, yang Yong Gon katakannya tidaklah semuanya salah” lalu memberanikan diri menghampirinya untuk menanyakan keadaanya. Young Gon hanya melirik lalu membuang mukannya.
Yoo Jung baru akan menuruni tangga dari jendela melihat Hong Sul berbicara dengan Young Gon. Hong Sul mengatakan kalau sikap Young Gon berlebihan jadi meminta agar meminta maaf juga pada Bo Ra. Young Gon tetap saja tertunduk diam tanpa mau menatap Hong Sul.
Mereka tidak menerimamu karena kau terlihat tidak tulus. Jangan bersikap seperti itu. Bersikaplah lebih tuluslah tak usah terburu-buru. Bagaimana menurutmu?” ucap Hong Sul
Young Gon tetap diam dan makin membuang muka, Hong Sul hanya bisa mengaruk kepala dengan wajah bingung, akhirnya mengeluarkan minuma dari dalam tasnya dan menaruh dibangku, berpesan agar Young Gon meminumnya, lalu menepuk pundaknya sebagai tanda semangat. Yoo Jung menatap dingin melihat Hong Sul memberikan minuman pada Young Gon. Sementara Young Gon seperti menganggap ada sesuatu karena Hong Sul memengan pundaknya.
Seharusnya waktu itu aku tak mendekatinya saja. Sejak itu, Oh Young Gon mulai terobsesi padaku, bahkan semakin parah saja.” 

Hong Sul berjalan pulang dan merasakan ada yang mengikutinya, Young Gon tiba-tiba sudah ada dibelakanganya membuat Hong Sul benar-benar kaget. Young Gon binggung melihat Hong Sul yang kaget melihatnya, Hong Sul menanyakan sedang apa Young Gon didepan rumahnya.
Aku kebetulan lewat sini tadi dan , kau tinggal di sini, 'kan? Ayo, aku akan mengantarmu pulang.” Ucap Young Gon berjalan memeluknya, Hong Sul melepaskan dan menolaknya.
Bukannya kau memintaku untuk tulus? Aku sungguh menyukaimu. Tapi, kenapa kau tak menyadari perasaanku?” kata Young Gon
Bukan begitu maksudku, Aku tak menyukaimu!” tegas Hong Sul meninggalkanya, Young Gon malah tersenyum mengikutinya.
Apa yang kau tak suka dariku? Hei, Hong Seol! Apa kau sedang jual mahal? Aku menyukaimu, kau mau ke mana?” ucap Young Gon berlari mengejarnya. 

Hong Sul membuka kotak hadiahnya, lalu mengumpat kesal Young Gon sangat menjijikkan, lalu melemparkanya, terlihat ada banyakan tumpukan hadiah yang diberikan Young Gon padanya, lalu menelpnya.
Bukannya sudah kubilang jangan memberiku hadiah lagi? Berhenti mengirimkanku hadiah!” jerit Hong Sul kesal
Kenapa? Kau tak menyukainya? Itu hadiah mahal yang aku berikan” ucap Young Gon dari ujung telp. Hong Sul tak peduli
Kenapa kau membuatku kesal?” ucap Young Gon, Hong Sul menjerit menyuruh tak menelpnya.
Yoo Jung bilang, kau akan suka dengan barang yang mahal.” Kata Young Gon, Hong Sul menutup telp dan melempar ponselnya dengan kesal. 

Hong Sul menemui Yoo Jung sedang berbicara dengan Sang Chul, dengan memberikan hormat lebih dulu ingin menanyakan sesuatu padanya, kalau Young Gon bilang  Yoo Jung yang memberitahunya untuk memberikan hadiah.
Berkat kau, dia terus menggangguku dan membuatku menderita.” Ucap Hong Sul dengan tatapan sinis
Dia memang aneh sekali. Saat itu, kita sedang main basket dan memukul Jung, lalu dia terus mengikuti Jung untuk meminta maaf, 'kan? Selain itu juga dia bilang, hanya kau yang peduli padanya. Kami hanya ingin dia lebih ramah lagi. Tapi, dia malah menjadi lebih aneh, gila!” jelas Sang Chul membela Yoo Jung
Aku minta maaf.... Aku tak berniat membuatmu menderita.” Kata Yoo Jung
Jadi, kalian menikmati sikap anehnya? Dan sekarang yang salah adalah Oh Young Gon? Lalu menumpahkan Semuanya adalah salahnya?” ucap Hong Sul sinis
Sang Chul yakin kalau Young Gon memang biang masalah, Yoo Jung menatap Hong Sul, Akhirnya Hong Sul memilih untuk meminta maaf lalu pergi meninggalkan keduanya.
Aku tak tahu apa yang terjadi.Tapi, Oh Young Gon tak pernah datang lagi menemuiku. Meskipun aku sedikit khawatir, aku berusaha melupakannya.” 

Hong Sul makan dengan tatapan kosong sambil bergumam menurutnya tak perlu lagi mengkhawatirkannya karena mungkin Oh Young Gon memang ingin menjauh jadi lebih baik melupakanya, tanpa sadar ada nasi yang menempel diwajahnya.
Yoo Jung duduk didepanya mengambilkan nasi yang menempel dipipi, Hong Sul panik takut dilihat orang lain. Yoo Jung pikir untuk apa malu karena Semua orang sudah tahu tentang hubungan mereka.
Tapi, aku masih belum bisaterbiasa dengan perubahan ini. Seseorang yang sangat jauh dariku malah menyatakan cinta padaku. Dan kenapa semua orang terus mengamatiku? Membuatku risih saja. Seolah-olah mereka tidak percaya. Dengan ekspresi seperti ini, aku tahu pasti mereka berpikir "Tak mungkin dia pacar Sunbae."” Ucap Hong Sul kesal, Yoo Jung hanya tersenyum  menahan tawa mendengarnya.
Jangan tertawa. Aku sedang serius.. Sebaiknya aku pakai kaca mata hitam saja sekarang. Aku sudah seperti artis sekarang ini.” kata Hong Sul. Yoo Jung hanya bisa tersenyum kembali. 

Ibu Hong Sul berbicara dengan adik iparnya kalau bisnisnya kali gagal maka tamat sudah kehidupanya, dan memohon agar membujuk suaminya bisa berhenti tergoda dengan ajakan bisnis. Adik ipar meminta kakak iparnya tak perlu khawatir nanti akan mencoba bicara dengan kakaknya.
“Kakak ipar, Apa dia pelayan baru?” tanya Adik ipar melihat In Ho lalu lalang didepan mereka, Ibu Hong Sul membenarkanya.
Sepertinya dia kuat juga.” Komentar Adik ipar, Ibu Hong Sul setuju karena In Ho bisa mengontrol sikap anak bungsunya yang tak bisa diatur.
“Aku akan merenovasi kafe dan sampahnya sangat membuatku pusing. Apa aku bisa meminjamnya sebentar? Dan, aku yang akan membayarnya nanti.” Ucap Adik ipar
Ibu Hong Sul memanggil In Ho  mengenalkan pada paman Sul, lalu menawarkan perkerjaan untuk membantu membereskan kafe dan akan membayarnya, In Ho tak banyak pikir lagi langsung setuju. 

In Ho membereskan cafe yang sangat berantakan dengan sisa kayu ke dalam karung, Paman datang membawakan minuma menyuruh In Ho istirahat lebih dulu. In Ho pun menerima minuma dari Paman Hong Sul, yang menyegarkan dahaganya.
“Selanjutnya gudang penyimpanan, Apa kau bisa?” ucap Paman Hong Sul menambah lagi pekerjaanya. In Ho pun setuju membereskanya.
Didalam gudang In Ho tak sengaja menemukan sebuah piano yang berdiri disudut ruangan. Perlahan membukanya, ada raut wajah sedih dari mata In Ho lalu duduk didepan piano.
Flash Back
In Ho memainkan piano dengan irama cepat, In Ha yang menonton dengan sengaja memilih untuk bersandar di pundak Yoo Jung. Setelah selesai semua memberikan standing applouse termasuk Yoo Jung, Prof yang melihatnya tak percaya Prof pelatih In Ho bisa menemukan anak yang jenius. Prof Pelatih In Ho yakin kalau anak muridnya bisa sukses jika terus berlatih. 

In Ha menatap foto Yoo Jung mengungkapkan kalau pacarnya itu ganteng sekali, walaupun tak pakai gel tetap rambutnya tetap keren. In Ho datang bersama Yoo Jung melihat lukisan yang dibuat In Ha, In Ho mengejek melihat lukisan dengan model gambar Yoo Jung, menurutnya itu hanya kumpulan debu saja.
Yoo Jung menyuruh In Ho mengembalikanya karena sang kakak sudah berusaha melukiskanya, In Ho kesal Yoo Jung selalu membela kakaknya, menurutnya nanti sang kakak jadi mengkhayal untuk melanjutkan sekolah keluar negeri dan membuka gallery lukisan.
Baek In Ha, jujur padaku, Apa kau seperti ini karena dulu Bibi melarang sekolah seni? Menyerah sajalah, Dengarkan kata-kata adikmu ini.” ucap In Ho

In Ha langsung menyerangnya dengan memukul kepala adiknya membabi buta, Yoo Jung berusaha melepaskanya tapi In Ha tetap mencengkram baju In Ho.
Apa kau pikir kau ini hebat hanya karena jago bermain piano? Aku akan mematahkan jari-jarimu dan membuatmu berhenti berpiano. Ingat itu.” Ucap In Ha mengancam dengan mata melotot, Yoo Jung menariknya agar berhenti berkelahi
In Ho melihat kakaknya sangat marah, In Ha ingin menginjak tangan adiknya. In Ho dengan cepat menariknya sebelum kena hak sepatu kakaknya, In Ha menghela nafas memilih keluar ruangan, In Ho mengumpat kakakknya sudah gila dan sangat jahat. 

In Ho menonton TV sambil makan popcorn, Yoo Jung memberitahu kalau In Ha itu sudah berhenti kelas Seni. In Ho merasa tak peduli merasa kakaknya baru mengerti kalau jurusan itu tak cocok denganya. Yoo Jung meminta agar In Ho mengkhawatirlah pada kakaknya dan juga kasihan, karena In Ha sangat menyukai dalam hal melukis. In Ho pikir kalau memang tak bisa yah tak bisa lalu mengajak Yoo Jung main basket.
In Ha menjerit dikamarnya, mencari tas kulit buayanya dalam lemari, lalu melihat tas berwarna emas berkulit buaya tapi enggan digunakan karena  edisi terbatas. Tak sengaja menemukan tabung bekas lukisan Yoo Jung, hanya melihatnya membuatnya kesal dan akhirnya mengunting lukisanya. 

Waktu itu, aku tak tahu. Apa artinya melepas sebuah impian. Sebuah emosi timbul, saat kau mengingat kembali impian yang kau lepas.Gumam In Ho
Tanganya mencoba memegang piano, ditarik kembli belum ada keberanian dalam dirinya. Pelahan memberanikan diri memainkanya, tapi tak ada suara yang keluar dan mencari-cari kabelnya. Paman Hong datang karena tak ingat waktu lalu menyarankan agar In Ho kembali ke restoran karena mungkin disana sedang sibuk. In Ho setuju dan akan kembali membereskan semuanya setelah dari restoran, Paman Hong pun tersenyum dan mengajak In Ho untuk segera bersama-sama ke restoran. 

Hong Sul tersenyum bahagia karena sesekali tak merasakan pulang naik kereta yang sesak. Yoo Jung berjanji akan mengantarnya pulang kalau memang memiliki waktu luang, menurutnya itu sama seperti kencan. Hong Sul tersipu malu, lalu menanyakan dengan semester akhir pacarnya itu.
Semuanya sedang sibuk cari kerja.”cerita Yoo Jung
Kau ingin kerja apa nantinya?” tanya Hong Sul
Entahlah.... Aku mungkin akan lanjut di luar negeri” ungkap Yoo Jung
Di luar negeri? Lalu, bagaimana denganku? gumam Hong Sul sedih 
“Sekarang Aku ingin fokus pada magang dulu.” Jelas Yoo Jung, Hong Sul dengan wajah sedih merasa kalau mencari pekerjaan itu sulit dimasa sekarang.
“Sejujurnya...Taerang Grup... adalah perusahaan ayahku.” Akui Yoo Jung
Hong Sul menjerit kaget, Yoo Jung tertawa meminta pacarnya tak memberitahu yang lain karena hanya ingin memulai semuanya dari awal, jadi memilih untuk magang ditempat ayahnya.

Dia adalah anak pengusaha kaya yang selalu dibicarakan orang. Dunia kami sungguh berbeda. Keluargaku hanya pemilik toko mie. Itu pun masih tak pasti untuk biaya kuliah Jun, bahkan magang pun menyulitkanku. Tapi, dia... gumam Hong Sul menatap ke arah depan dengan sedih
Hong Sul bertanya apa menjadi apa 5 tahun kedepan, Yoo Jung pikir akan  membuka manajemen traning. Hong Sul menatap Yoo Jung dan kembali bergumam Aku terlihat begitu kecil disisinya. Aku tak bisa melihat masa depanku bersamanya. Yoo Jung melihat Hong Sul nampak sedih, lalu menanyakan apakah terjadi sesuatu. Hong Sul mengatakan tidak ada dan mengaku hanya penasaran saja.
Setelah wisuda nanti, setelah waktu berlalu, apakah aku masih duduk di sini? Aku hanya penasaran saja. Yah...Begitulah.” kata Hong Sul, Yoo Jung tersenyum tipis mendengarnya. Hong Sul menunjuk arah agar berbelok ke kiri.
Hong Sul akan turun didepan Gang rumahnya, tiba-tiba Yoo Jung memeluknya, meminta agar tak mengkhawatirkan hal itu dan menambah pelukan dengan erat.

Keduanya saling menatap, Yoo Jung ingin memberikan ciuman, Hong Sul yang bingging tiba-tiba memundurkan wajahnya.
Yoo Jung terlihat serba salah dan meminta maaf, Hong Sul dengan gugup mengaku hanya khawatir saja, lalu menjerit dalam hati “Tidak!!! Jika akhirnya begini saja, sama saja aku bunuh diri! tak ingin Yoo Jung melepaskan tanganya.
Tanganya berpindah memegang wajah Yoo Jung sampai bibirnya siap untuk memberika ciuman, Hong Sul memoyongkan bibirnya untuk mencium lebih dulu, Yoo Jung terlihat kaku akhirnya hanya bisa menutup matanya. Hong Sul sampai didepan wajah Yoo Jung dan memberikan kecupan di pipi sang pacar.
Yoo Jung membuka matanya nampak binggung, Hong Sul panik dan langsung keluar mobil sambil berlari dengan menutup wajahnya memerah. Yoo Jung memanggilnya tapi Hong Sul sudah berlari cepat, tiba-tiba hujan turun sangat deras. 

Hong Joon memanggil kakaknya yang berlari kehujanan lalu menertawainya. Hong Sul memarahi  adiknya bukan membantu direstoran malah berteduh di saat hujan, lalu mencium bau badan adiknya itu habis minum. Hong Joon megang kepalanya yang dipukul kakaknya, lalu melihat In Ho sedang berdiri didepan toko.
In Ho melihat colokan yang ada etalase, dan berbicara sendiri Lalu aku mau apa jika sudah punya kabel colokan? Hong Joon memanggilnya, In Ho mendekat bertanya kenapa mereka ada disana. Hong Joon langsung berlari dibawah payung dan meminta untuk diantar pulang. In Ho menolak karena harus pergi kesuatu tempat.
Hong Joon membujuknya kalau tak akan lama untuk mengantar mereka berdua, lalu mengajak kakaknya untuk bergabung. In Ho mengeluh kesal berpikir dirinya itu jasa meminjamkan payung gratis lalu menyuruh Hong Joon memegang gagang payung dan memeluk dua kakak beradik.
Aku akan bermurah hati hari ini. Sebagai gantinya, traktir aku nanti.” Pinta In Ho lalu berjalan bersamaan ditengah hujan. Dibelakang mereka terlihat Yoo Jung membawa payung, nampak iri melihat kedekatan Hong Sul dan adiknya sangat dekat dengan In Ho. 

Hong bersaudara sampai rumah, Ibunya heran melihat dua anaknya pulang bersamaan dan tak basah karena hujan. Hong Joon menceritakan diantar In Ho sampai rumah. Ibunya tahu In Ho sedang menuju ke kafe paman karena diminta untuk membersihkan cafenya dan rela membersihkan gudang.
Apa paman menetraktirnya minum?” pikir Hong Joon heran
Kau ini, selalu saja berpikiran untuk minum bir. Kau harus cari uang selama cuti.Ibu mohon.... Kau harus bekerja seperti kakakmu.” Ucap Ibu Hong Sul sambil memegang tangan Hong Joon
Kalau begitu, kenapa bukan dia saja yang ke Amerika.” Keluh Hong Joon, Sang kakak langsung memukul topi adiknya, sang ibu setuju dengan sikap Hong Sul.
Jangan berani berkata begitu di depan ayahmu.” Perintah Ibunya dan siap memberikan pukulan. Hong Joon memilih untuk masuk ke dalam kamarnya.
Hong Sul teringat sesuatu, apakah dicafe pamanya itu memiliki piano listrik, Ibunya pikir masih ada.  Hong Sul tersenyum sambil memakan roti buatan ibunya. 

In Ho sedang mengangkat karung menaiki tangan dan hampir terjauh karena kaget melihat Hong Sul sudah berdiri didepan pintu gudang. Hong Sul membawakan colokan panjang, karena tadi In Ho ingin membelinya didepan toko, lalu memberikan isi dalam tasnya agar bisa digunakan, In Ho binggung Hong Sul bisa tahu yang dicarinya.
Hong Sul membuka piano merasa ada beberapa yang perlu diperbaiki, In Ho melihat buku not yang dibawakan Hong Sul, berpikir diminta untuk memainkanya. Hong Sul menjelaskan tak ada buku yang dimilikinya jadi membawakan yang ada dirumah.
In Ho melihat disampul depan bertuliskan, “Dunia Musik Beyer.” Lalu mengejek tulisan nama yang tertera “Red Seol” seperti tentara, dan itu buku saat kelas tiga SD, ada tulisan dibawah bukunya, In Ho pun membaca tulisan curhatan Hong Sul pada buku pianonya,  “Aku dapat pujian hari ini, senang rasanya. Piano sangat menyenangkan. Aku akan lebih berusaha, semua teman berteriak, "Semangat!"

Hong Sul mengambil buku miliknya merasa musik Beyer terlalu mudah untuk In Ho, jadi memilih untuk membawa kembali saja semuanya kerumah. In Ho ingin mengambilnya, Hong Sul pikir dengan barang bawanya itu akan membuat In Ho makin stres saja. In Ho tak terima karena Hong Sul sudah memberikanya, Hong Sul menarik tasnya merasa In Ho tak membutuhkanya.
In Ho merasa Hong Sul marah, Hong Sul mengaku tak marah dan menarik dengan keras tasnya, tarik menarik pun terjadi. Akhirnya Hong Sul melepaskanya dan membuat In Ho terjatuh. Hong Sul  tersenyum karena In Ho membutuhkanya dan memberikan semangat. In Ho mengumpat kesal masuk dalam rencana Hong Sul, lalu mengumpat saat Hong Sul meninggalkan gudang.
Akhirnya In Ho mengeluarkan colokan, merasa tertipu lalu memasang pada piano agar menyala. Pelahan menekan satu not, lalu memainkan tangga nada dan memulai memainkan lagunya. 

Yoo Jung berusaha untuk tidur tapi bayangan kedekatan In Ho dengan dua bersaudara Hong membuatnya gelisah. Ponselnya berdering dengan wajah malas mengangkat telpnya.
Kau akhirnya mengangkat teleponku! Apa kau tak akan mengaktifkan credit card-ku?” jerit In Ha, Yoo Jung hanya diam. In Ha makin menjerit karena Yoo Jung mengabaikanya.
Kau lah yang duluan tidak mau masuk di akademi itu, Sekarang Kau harus pindah dari apartement itu, karena Aku akan menjualnya bulan ini.” ucap Yoo Jung dengan mata tertutup,
In Ha menjerit kesal lalu berguling-guling diatas tempat tidurnya dengan melempar bantal dan membuat lampu tidurnya jatuh berantakan. 

Prof Kang masuk ruangan, menyapa Yoon Seob apakah sudah sarapan, Yoon Seob mengangguk. Prof Kang mengaku karena sibuk hanya  bisa makan pisang, lalu melihat sertifikatnya tapi hanya mendapatkan dua padahal ia mengajak empat mata kuliah, jadi meminta segera mencetaknya. Yoon Seob terlihat binggung menjelaskanya, Prof Kang melihat Yoon Seob yang gugup meminta menjelaskanya.
Sebenarnya, mata kuliah yang anda ajarkan itu ada beberapa yang dibatalkan. Jadi...” jelas Yoon Seob, Prof Kang menjerit mengetahui ada mata kuliah yang dibatalkan lalu menanyakan alasanya.
Kelas berbasis kelompok sedikit mendapatkan masalah... Kita tak bisa mengabaika evaluasi siswa... Anda harus lebih ramah pada nilai mereka di akhri semester.”jelas Yoon Seob
Prof Kang ingin mengumpat tapi menahan diri karena ada kampus, Yoon Seob menanyakan keadaan Prof Kang. Prof Kang mengaku baik-baik saja, sambil mengatur nafasnya. Yoon Seob ingin mengambilkan air minum, Prof Kang yang marah melempar pisangnya untuk Yoon Seob. 

Prof Kang menyebutkan mata kuliahnya “Perilaku Organisasi” lalu membanting buku dimeja membuat semua muridnya kaget dan menatapnya, lalu ia membahas tentang kabar yang berhembus anak muridnya tak senang dengan tugas kelompok yang diberikannya, menurutnya  tujuan dari tugas itu hanya menekankan komunikasi di kelasnya.
Jadi, bagaimana mungkin kalian tak menyukainya? Apa ini yang namanya kelas? Aku berharap ada yang bisa mengerti dengan prinsipku ini.. Apa permintaanku berlebihan? Padahal, aku punya harapan yang tinggi pada kalian semua.” Ungkap Prof Kang mengoceh dengan nada tinggi lalu meminta anak muridnya membuka bukunya.
Baiklah, semester ini akan berfokus pada nilai individu Tapi, dalam bentuk kelompok. Kalian bisa mementingan nilai sendiri, Akan ada penilaian 50:50 antara kerja tim dan individu Dan anggota yang menjadi parasit, serta yang tak bekerja sama akan langsung dikeluarkan. Kalian mengerti?” tegas Prof Kang
Hong Sul yang mendengarnya terlihat tegang, karena tugas kelompok membuat nilainya jelek dimata kuliah Prof Kang. Semua anak menjawab mengerti dengan ucapan Prof Kang. 

In Ho dan Hong Joon berjalan dibawah pohon yang rindang, Hong Joon baru tahu kampus kakaknya dan melihat kampusnya sangat besar, menurutnya ketika berada diSeoul maka mereka harus makan juga. In Ho setuju, Hong Joon pun akan meminta kakaknya untuk mentraktir mereka. In Ho makin setuju dengan mengangkat jempolnya.
Hong Sul mencoba menelp tapi telpnya tak diangkat, berpikir sedang ada didalam kelas. In Ho melihat ada mahasiswa membawa alat musik, lalu dibawa pohon ada musik klasik yang dimainkan. Hong Joon mengajak In Ho untuk menuju gedung management, In Ho menyuruh Hong Joon duluan karena ingin mengecek sesuatu dan berjalan mendekati musik klasik seperti sangat menikmatinya. 

Prof Kang masih mengajar dengan campuran bahasa inggris, mengatakan pelajaran itu akan membantunya nanti pada dunia kerja lalu melihat jamnya dan memutuskan untuk istirahat selama 10 menit.
Hong Sul memilih untuk membaringkan kepalanya diatas meja, Pesan masuk ke dalam ponselnya “Aku sedang di kampus bersama In Ho-hyung. Jika kau tak keluar, aku akan meminta Yoo Jung-hyung yang mentraktirku.” Membaca pesan adiknya, Hong Sul langsung mengumpat kesal akan keluar kelas.
Min Soo mendatangi Hong Sul mengajaknya untuk makan sandwich bersama, Hong Sul meminta maaf harus menolak dan akan makan bersama lain kali dan berlari keluar kelas. Min Soo sempat mengejarnya dan melihat gantungan ponsel Hong Sul jatuh, ketika ingin memanggilnya Hong Sul sudah jauh.
Ini milik Sul.... Lucunya, sangat mirip dengannya.” Komentar Min Soo melihat gantungan ponsel berbentuk singa. 

Hong Sul berusaha menelp adiknya tapi ponselnya tak aktif, akhirnya mencoba menelp In Ho untuk menanyakan keberadaanya. In Ho terlihat binggung dengan menatap petujukan musik klasik. Hong Sul mendengarnya, menduga In Ho sedang ada di jurusan Musik. In Ho menyangkal kalau sedang ada dikamar mandi lalu menutup telpnya. Hong Sul yakin In Ho sedang di gedung jurusan musik, langsung berlari mencarinya.
In Ho berjalan kedalam gedung melihat ruangan dengan seorang wanita yang berlatih piano, lalu berjalan kedepan ada seorang pria yang berlatih piano dengan seorang dosen. Tiba-tiba sang Dosen melihat In Ho yang mengintip dari jendela pintu. In Ho berusaha kabur tapi si Dosen mengejarnya sambil memanggilnya.

Sang Dosen akhirnya menarik In Ho dan bisa mengenalinya, In Ho binggung dosen itu bisa mengenalinya. Dosen itu sudah pasti mengenalinya  karena In Ho adalah murid Profesor Noh Eun Ho, lalu bertanya apakah In Ho tak mengenalinya. In Ho dengan tangan menunjuk, kalau Dosen itu yang selalu mengikutinya.
Ya, sepertinya sikap kasarmu belum berubah. Untuk apa kau ke sini?” tanya Dosen
Aku hanya kebetulan lewat saja.” Kata In Ho ingin pergi, Dosen menahan In Ho untuk tak pergi.
Tapi, kenapa kau tak pernah menghubungi Profesor Noh?” tanya Dosen, In Ho dengan ketus mengatakan bukan urusanya lalu pergi meningalkanya. Dosen itu tetap mengejarnya.
Hong Sul mencari-cari In Ho dibagian jurusan musik, sambil mengomel adiknya tak juga mengangkat telpnya. In Ho tiba-tiba keluar dari gedung sambil berlari dan berteriak meminta dosen itu tak mengikutinya. Hong Sul manggilnya tapi In Ho dengan cepat berlari menghindari si Dosen.
Dosen itu pun  memanggil Hong Sul karena tak bisa mengejar In Ho, dengan nafas terengah-engah bertanya apakah ia mengenal In Ho. Hong Sul terlihat binggung, Dosen itu mengenalkan diri Prof dari jurusan musik, bertanya apakah In Ho mahasiswa dikampus itu. Hong Sul mengelengkan  kepala. Akhirnya Dosen itu mengeluarkan kartu namanya meminta agar memberikan pada In Ho dan diminta untuk menemuinya. Hong Sul menganggu mengerti lalu melihat nama kartu nama tertulis [Universitas YonYi, Shim Myung Soo] setelah itu mengeluarkan ponselnya dan baru menyadari gantungan singa miliknya hilang. 


Yoo Jung berkeliling melihat disemak-semak, Hong Sul keluar dengan wajah binggung mencari-cari kemana jatuhnya gantungan singanya. Yoo Jung memanggil Hong Sul, karena sudah mencari ditempat itu dua kali, meminta agar tak mencarinya lagi. Hong Sul tak bisa merelakan begitu saja karena itu hadiah pemberian dari pacarnya.
Kenapa mereka harus dating ke sini? Awas saja mereka!” umpat Hong Sul kesal, mondar mandir mencari gantungan singanya.
Jangan marah. Nanti kubelikan lagi. Sekarang Keluarlah, nanti kubantu carikan.” Kata Hong Sul menguluarkan tanganya
Hong Sul akhirnya mendekat, Yoo Jung dengan baik hati mengendongnya agar bisa melewati tanaman yang tinggi lalu mengajaknya pulang. Hong Sul belum puas ingin mencari sekali lagi dalam tasnya, kalau memang tak ada maka akan menyerah. Yoo Jung membantu membereskan lalu melihat kartu nama Prof Shim dari jurusan musik dalam tas, Hong Sul terlihat gugup menjelaskanya.
Profesor itu... Dia memintaku memberikan kartu namanya pada Baek In Ho.” Jelas Hong Sul sambil memasukan semua buku dalam tasnya.
Aku yang akan memberikannya.” Kata Yoo Jung tak ingin memberikan kartu namanya pada Hong Sul

Apa kau mau bertengkar lagi dengannya? Kartu itu tinggal kuberikan, itu saja kok. ” ucap Hong Sul ketakutan
Yoo Jung mengaku dirinya tak suka Hong Sul melakukan itu pada In Ho, Hong Sul heran melihat sikap pacarnya itu. Yoo Jung menegaskan dirinya memang harus bersikap seperti itu sambil menaruh kartu nama dalam saku celananya. Hong Sul memutuskan mereka akan menemui In Ho bersama karena tak ingin melihat keduanya bertengkar. Yoo Jung setuju lalu mengandeng tangan Hong Sul untuk pergi. 

In Ho menatap piano didepannya sambil bergumam Kenapa aku mau memaikan piano sekarang? Hong Sul masuk lebih dulu lalu Yoo Jung melihat In Ho yang terus menatap Piano tanpa memainkanya.
Apa kau ingin bermain piano?” ucap Yoo Jung, In Ho melihat Hong Sul datang dengan Yoo Jung ke gudang dengan tatapan sinis.
Aku bertanya apa kau ingin bermain piano? Prof. Shim Myung Soo meminta kami untuk memberikan ini padamu. Melihat sikapmu ini, sepertinya kau ingin bermain lagi.” Ucap Yoo Jung memberikan kartu nama Prof Shim, In Ho dengan sinis tak mengambil kartu namanya. menyuruh Yoo Jung diam saja karena tak ada urusan denganya.
Pergilah belajar di luar negeri. Aku akan membiayai sekolahmu.” Ucap Yoo Jung
In Ho mengumpat Yoo Jung benar-benar lucu,  Yoo Jung mengaskan dirinya hanya ingin membantu karena melihat In Ho seperti sangat bersungguh-sungguh, jadi menurutnya temanya itu tak harus menjaga harga dirinya, tapi sekarang dikembalikan lagi pada keputusan In Ho.
Tapi, jangan pernah melibatkan Sul dalam keraguanmu itu.” Ucap Yoo Jung memperingati lalu mengajak Hong Sul pulang denga memeluknya. Hong Sul hanya bisa diam mengikutinya. In Ho menghela nafas kesal 
bersambung ke episode 8 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

3 komentar:

  1. Makasih mb dee di tunggu eps 8 nya yach, makin penasaran ama sunbae bener2 misterius...... tapi aq sukaaaa

    BalasHapus
  2. Tuh kan in ha emang sadis parrahh wkkk
    Di tunggu mba dee kelanjutannya
    Semangaaatt

    BalasHapus
  3. Lanjut terusssss,
    fighting mbk dee ^^

    BalasHapus