Minggu, 10 Januari 2016

Sinopsis Yong Pal Episode 8 Part 2


Chae Young dan Tae Hyun pindah ke sofa sambil minum winw, Chae Young mengatakan yang dikatakan sebelumnya itu benar yaitu Menyuap dan Memeras. Tae Hyun pun mencoba bertanya alasan Chae Young tidak berbuat baik pada suaminya, karena menurutnya Do Joon tampak kekurangan kasih sayang
“Apa? Dia kekurangan kasih sayang? Kau benar. Dia kurang kasih sayang. Kau memang seorang dokter.” komentar Chae Young tertawa mengejek suaminya sendiri
“Tapi apa yang bisa Aku lakukan? Aku tidak punya rasa cinta untuknya. Sebenarnya, Aku juga merasakan kurangnya kasih sayang. Apa yang ingin kau katakan? Apa Kau akan berbagi cintamu?” kata Chae Young. Tae Hyun tersenyum mendengarnya merasa Untuk pertama kalinya, ia merasa buruk bagi istri presdirnya.
“Tapi tentang, Sung Hoon ...Pria seperti apa dia?” tanya Tae Hyun mencoba mencari tahu
“Choi Sung Hoon? Dia adalah seorang pria yang keren, tinggi, tampan, dan cerdas. dan kebetulan putra tertua dari Daejung Group. Jika keluarganya bukan dari Daejung Group maka dia akan menjadi pasangan yang cocok untuk Yeo Jin. Dia begitu jauh dari pikiranku Aku bahkan tidak akan bahkan berani menatapnya.” cerita  Chae Young
“Seseorang yang punya Cinta bernasib buruk saling bertemu satu sama lain dan jatuh cinta. Ini Jenis cinta yang tidak ada dalam mimpi.” kata Chae Young sambil menopang dagunya. 

Flash Back
Yeo Jin membuka matanya melihat sang ayah berdiri didepannya, lalu bertanya tentang Sung Hoon. Tuan Han hanya bisa diam, Yeo Jin dengan mata berkaca-kaca menanyakan keberadanya.
Tuan Han hanya bisa meminta maaf, Yeo Jin langsung menjerit histeris lalu vas bunga pun pecah. Yeo Jin menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca, Tuan Han hanya menatap anaknya dengan sinis.
“Ayahku mengambil dariku, orang yang paling aku pedulikan. Lihatlah aku.” gumam Yeo Jin lalu berlari melompat ke arah jendela dengan kaca yang langsung runtuh.
“Aku juga akan mengambil orang yang kau sayangi” gumam Yeo Jin yang sudah meloncat dari ruangannya.
“Tidak! Ini tidak boleh terjadi! Yeo Jin!” teriak Tuan Han panik. 

Yeo Jin pun akhirnya sudah terbaring diruang khusus, Tuan Han melihat anaknya yang tertidur terlihat seperti putriku yang sangat cantik lalu memanggil Dr Park, (Direktur RS Hansin)
“Jangan membangunkannya, Sampai aku mati.” perintah Tuan Han, Dr Park terlihat kaget begitu juga Dr Lee yang ada disana.
“Kau bisa melakukan itu, bukan? Aku meminta padamu, Aku ingin dia tidur sangat cantik seperti ini sampai aku mati. Dia mencoba bunuh diri karena membenciku Jika Aku menghilang, maka dia tidak akan mencoba untuk bunuh diri.” jelas Tuan Han, Direktur pun akan melakukannya. Dibalik pintu terlihat Chae Young yang menguping pembicaraan Tuan Han. 

Tae Hyun yang mendengar ceritanya merasa tidak mengerti bagaimana tuan Han tahu berapa lama ia akan hidup. Chae Young menceritakan Tuan Han yang sudah berada di tahap akhir pada kanker Pankreas. Tae Hyun mengerti sekarang.
“Daerah dibatasi ketika Yeo Jin sedang koma ... Dia membangun sebuah istana di mana Sang Putri sedang tidur dan meninggal enam bulan kemudian tapi Yeo Jin tidak pernah sadar kembali. Itu semua karena Han Do Joon. Suamiku mungkin benar setelah semuanya terjadi, Yeo Jin ingin bersama Sung Hoon tapi ditentangnya dan Mungkin lebih baik dengan cara seperti ini.” cerita  Chae Young
“Baiklah. Dia sangat mencintainya sampai ingin mati bersamanya.” gumam Tae Hyun mengenai Yeo Jin, keduanya lalu sama-sama meminum wine bersama.
“Apa kau... Astaga... Apa Kau menyukai Yeo Jin, kan?” kata Chae Young menebak ,Tae Hyun langsung menyangkalnya
“Aku tahu itu. Kau dengan orang kaya dan putri cantik selama 24 jam dan 7 hari ,Bagaimana mungkin Kau tidak menyukainya?”komentar Chae Young
Tae Hyun tersenyum, lalu membalikan pertanyaan kenapa Chae Young tak mencintai suaminya padaha ia tampan dan juga kaya. Chae Young tersenyum, Tae Hyun merasa Cinta memang sama saja.
“Ketika Aku pergi ke lantai 12, Kau tahu apa adalah hal pertama yang ku perhatikan? Orang di lantai 12 membesar-besarkan lebih dari yang lain.” cerita Tae Hyun lalu  Chae Young mengangguk mengerti, Tae Hyun melihat jam tangannya lalu pamit pergi. 

Malam hari, seseorang sengaja memasukan obat ke dalam cairan infus pada Yeo Jin yang sedang tertidur. Ternyata Tae Hyun dengan sengaja memasukan obat ke dalam infus.
Pagi harinya, Yeo Jin sudah ada didalam mobil dengan Tae Hyun yang menyetir mobilnya. Saat membuka matanya Yeo Jin binggung karena perban diwajahnya dan berada di dalam mobil bersama Tae Hyun lalu bertanya kemana mereka akan pergi
Tae Hyun hanya diam tanpa menjawabnya, Yeo Jin bertanya apa yang sedang dilakukanya. Tae Hyun pun menjawab mereka sedang melarikan diri karena itulah yang dinginkan Yeo Jin selama ini.
“Kemana kita akan pergi?” tanya Yeo Jin melihat jalanan dengan panik
“Kau akan tahu kalau kita sampai di sana.” ucap Tae Hyun 

Yeo Jin melihat jalan lurus didepannya, teringat kembali tempat itu adalah jalanan terakhir kali bersama Sung Hoon. Ia melihat kearah Tae Hyun yang menyetir mengingat kenangan dengan Sung Hoon dan dikejar-kejar oleh anak buah Do Joon. Lalu kejadian yang tak diharapkan pun terjadi, kecelakaan yang menewaskan orang yang dicintainya.
Ia sampai memejamkan matanya, seperti bayangan kejadian tiga tahun yang lalu belum lama terjadi padanya. Saat membuka matanya, nafasnya terengah-engah dengan berkaca-kaca, Tae Hyun pun melihat keadaan Yeo Jin.
Di sebuah hamparan ilalang tanpa ada mobil yang melewatinya, Tae Hyun sengaja berdiri disamping mobilnya sementara Yeo Jin menangis dengan menumpahkan rasa sedihnya yang tertahan. 

Beberapa saat kemudian, Tae Hyun sudah berhenti didepan gereja. Yeo Jin yang melihatnya merasa semua ini tidak boleh terjadi. Tae Hyun terlihat dingin mengajak Yeo Jin keluar lalu mengeluarkan kursi roda didalam bagasinya.
Ia juga membuka sabuk pengaman yang dipakai Yeo Jin, dengan lirikan sinis Yeo Jin bertanya apa yang akan dilakukan Tae Hyun. Tae Hyun hanya melirik lalu mengendong Yeo Jin supaya duduk di kursi roda, setelah itu mendorongnya untuk masuk ke lorong gereja.
“Kau benar. Ini adalah tempat Kau dan Choi Sung Hoon seharusnya melakukan pernikahan. Aku rasa ini adalah tempat yang tepat untuk membawamu pergi karena Ini adalah tempat di mana memorimu berhenti.” ucap Tae Hyun, air mata Yeo Jin kembali mengalir
“Sekarang kau sudah bebas. Kau bisa mendapatkan kekuatanmu kembali ke sini dan Kembali ke dunia yang sengit di mana kau berada. Ketua Han akan membantu mengobati adikku.” jelas Tae Hyun, Yeo Jin pun mengumpat “Bajingan.” Tae Hyun setuju kalau ia memang oran jahat
“Sekarang kaumemiliki uang untuk mengobati adikmu telah diurus kepergiaannya, dan apakah aku tiba-tiba merasa terlalu menjadi beban bagimu?” kata Yeo Jin sinis
“Benar.... Kau terlalu menjadi beban bagiku. Ketika aku membangunkanmu di rumah sakit, Aku juga bisa membahayakan keselamatanku. Aku tidak punya pilihan.” kata Tae Hyun dengan menatap kosong. 

Tae Hyun berdiri didepan Yeo Jin, dengan membungkuk memberikan ponselnya lalu memberikan pilihan, kalau Yeo Jin juga dapat menghubungi Presiden Go atau Bank di Swiss dan itu terserah padamu lalu pamit pergi. Yeo Jin menatap Tae Hyun penuh rasa amarah mengerti dan mengucapkan terimakasih.
“Tidak ada orang yang tahu nomormu sekarang. Saat Kau menelepon seseorang, mereka akan mulai melacak lokasimu. Jadi Anggap saja sebagai satu-satunya kesempatan. Gunakalah dengan bijak.” pesan Tae Hyun menatap Yeo Jin. 

Saat Tae Hyun melangkah pergi, Yeo Jin memanggilnya bertanya alasan Tae Hyun melakukan ini padanya.
“Kau hidup di dunia yang berbeda, Aku melupakaan itu sesaat Dan aku...Aku tidak ingin iri pada seseorang yang telah meninggal” tegas Tae Hyun menegaskan dirinya tak ingin dibandingkan dengan Sung Hoon.
Yeo Jin terdiam, dan pintu gereja pun terbuka Tae Hyun meninggalkan gereja dan membiarkan Yeo Jin sendirian disana. 

Yeo Jin sudah ada diluar gereja dengan sedih menatap sebuah nisan tempat Sung Hoon tertidur selamanya. Ia kembali menangisi orang yang sangat dicintainya itu harus pergi, lalu menatap ponsel yang diberikan Tae Hyun.
Teringat saat Tae Hyun yang mengajarkannya mengunakan ponsel yang tak pernah ia gunakan selama 3 tahun. Yeo Jin pun bimbang kemana apa yang harus dilakukannya, Datanglah seorang pendeta menanyakan mobil siapa yang ada di depan pintu masuk karena Sudah terparkir di sana sejak tadi sebelum ia pergi.
“Apa secara ilegal diparkir?” tanya Biarawati, Pendeta mengatakan bukan seperti itu tapi ia melihat seseorang yang ada didalam mobil.
Yeo Jin mendengar pembicaraan keduanya,lalu menekan nomor satu terlihat nama Yong Pal yang ada dilayar ponselnya. Tae Hyun yang melamun dikagetkan dengan getaran ponselnya, terlihat nama Yeo Jin tapi ia malah terlihat binggung lalu mengangkatnya tanpa mengucapkan kata “hallo”
“Jika Kau menjawab telepon, Kau seharusnya mengatakan sesuatu. Jika Kau tidak berjalan dan menemuiku dalam waktu tiga puluh detik, maka Aku tidak akan pernah bertemu dengamu lagi.” kata Yeo Jin mengancam 

Tae Hyun langsung berlari turun dari mobilnya, kembali ke dalam gereja tapi betapa kagetnya melihat Yeo Jin tak ada disana, akhirnya ia keluar berteriak memanggil Yeo Jin dengan wajah panik. Setelah menaiki tangga, ia melihat Yeo Jin dengan kursi rodanya sedang ada ditaman.
“Yeo Jin? Beraninya kau memanggilku seperti itu?” ungkap Yeo Jin terlihat berpura-pura kesal, Tae Hyun memberikan senyumanya dan keduanya pun saling memberikan senyumannya. 

Kepala perawat menatap kosong ke arah jendela sambil meminum kopinya, Perawat So yang baru datang bertanya-tanya apakah merea itu telah melakukan hal yang benar. Kepala perawat hanya terdiam, Perawat So lalu bertanya apakah mereka akan kembali lagi. Kepala perawat pun tak tahu, Perawat So hanya bisa menghela nafas panjang. 

Seorang biarawati merapihkan tempat tidur disebuah ruanga, Pendeta disana tahu Kalau mereka memiliki sesuatu yang buruk jadi mengizinkan kalian untuk tinggal di tempat itu tapi ia memberitahu diGereja tidak memiliki fasilitas yang baik untuk semalam. Yeo Jin merasa tak masalah malah mengucapkan terimakasih.
“Haruskah kita menemukan tempat yang baik lagi di daerah ini? Jadi kalian berdua bisa hidup bersama.” goda Pendeta. Biarawati kaget dan meminta Pendeta tak melakukan itu
“Bagiku, kalian berdua itu... Jika Kau bersembunyi tinggal disini, mungkin tidak menjadi pilihan terbaik.” kata pendeta
“Kami tidak akan tinggal lama di sini. Begitu dia merasa lebih baik, kita akan segera pergi” kata Tae Hyun
Pendeta mengerti lalu mengajak Tae Hyun mengikutinya untuk ke kamar sebelahnya, Tae Hyun yang sudah keluar tiba-tiba masuk lagi kedalam hanya meminta supaya biarawati membiarkan kamar Yeo Jin tetap terang lalu memberikan senyumanya, Yeo Jin pun membalas senyumanya.
“Dia tampak seperti orang baik.” komentar biarawati, Yeo Jin setuju kalau Tae Hyun itu memang orang yang baik. Biarawati pun dengan baik hati meminjamkan pakaian untuk Yeo Jin. 

Perawat Hwang menelp Sekertaris dari telp box di pinggir jalan, Sekertaris keluar ruangan mengatakan Perawat Hwang tidak bisa terus melakukan hal ini. Perawat Hwang mengerti karena sudah membuatnya merasa tidak nyaman.
“ ini sudah dua hari. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Jika Kau tidak mengembalikan Yeo Jin segera maka Aku akan melakukan hal-hal gila” ancam perawat Hwang
“Untuk Yeo Jin? Dimana kau sekarang? Mari kita bertemu untuk bicara.” ajak Sekertaris
“Bertemu Apa Kau pikir aku bodoh? Jika Kau terus seperti ini , maka semua perbuatan jahatmu...” ucap Perawat Hwang tiba-tiba sebuah truk menabrak box telp
Sekertaris yang tak mendengar suara Perawat Hwang mencoba memanggilnya, saat itu Presdir Go  datang sambil berkata dengan nada menyindir “Ada orang yang mendengarkan kita berkomunikasi.Dan ada beberapa yang tidak, benar kan?” Seketaris melonggo mendengar ucapan Presdir Go.
Supir truk melihat Perawat Hwang yang sudah tewas tergeletak dengan darah dibagian kepalanya, terlihat foto Yeo Jin dengan Perawat Hwang yang tersenyum bahagia. 

Do Joon yang melihat Presdir Go langsung menyambutnya dan duduk di meja makan, Sekertaris langsung bertanya apakah Presdir Go itu sengaja menyadap telpnya.
“Aku pikir Kau berada di tempat yang sulit Jadi Aku menjagamu untuk itu”kata Presdir Go melirik sinis
“Kau memasang SPY pada ponselku sama seperti sedang menyadap pada pembicaraan semua didalam ponselnya.” keluh Sekertaris tak terima.
“Cukup.... Aku menyuruhnya untuk melakukannya.” kata Do Joon,
“Ketua Han..... Perawat Hwang telah setia pada kami. Kau tidak perlu mengambil tindakan ekstrim seperti ini...” teriak Sekertaris membela
“Ketika pembangunan piramida selesai... maka tidak akan ada semua pekerja yang mengetahui rahasia piramida dikuburkan” jelas Presdir Go tersenyum licik
Seketaris mencoba menahan amarahnya, Do Joon pun tersenyum dengan kata piramida lalu tertawa bahagia dengan membangun priamida maka mereka harus mengubur mereka semua.

Yeo Jin mencoba berbaring diatas tempat tidurnya, sementara Tae Hyun duduk bersandar di dinding. Yeo Jin membuka matanya yang tak bisa tertidur mencoba memiringkan badannya ke kanan dan kekiri tapi ternyata tetap tak bisa tertidur. Akhirnya ia pun memilih untuk duduk diatas tempat tidurnya
Tae Hyun yang tak bisa tidur melirik dinding dibelakang lalu mengetuknya, Yeo Jin sempat kaget tapi ia menyadari kalau itu Tae Hyun yang sengaja mengetuknya, dengan senyumannya membalas ketukan di dindingnya. Keduanya pun sama-sama tersenyum mendengarnya. 

Akhirnya keduanya sudah duduk didalam gereja, Tae Hyun terlihat gugup sambil memukul pahanya dan Yeo Jin sudah menganti pakaian yang dipinjamkan oleh biarawati.
“Tae Hyun.... Jangan membenci orang yang sudah meninggal” pinta Yeo Jin, Tae Hyun langsung menyangkalnya.
“Dia tewas karena aku dan Karena dia mencintaiku. Aku masih punya ingatan dari kecelakaan, Tiga tahun sudah cukup untuk menyembuhkan bekas luka mereka. Bagiku, selama tiga tahun terakhir.... Aku menghidupkan kembali ingatan setiap hari.” cerita Yeo Jin, Tae Hyun tahu mengenai hal itu

“Apa Kau pikir bisa menunggu untukku? Sampai menyembuhkan bekas lukaku.” tanya Yeo Jin menatap Tae Hyun dengan mata berkaca-kaca, Tae Hyun pun memberikan senyumannya lalu menganggukan kepalanya.
“Ada sesuatu yang belum aku beritahu padamu, Polisi datang mencariku di Rumah Sakit Hanshin Dan Han Do Joon akan menjadwalkan pemakamanmu segera. Kita tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa Kau masih hidup saat ini, Kita akan tertangkap.” ungkap Tae Hyun dengan memiringkan badannya.

Yeo Jin gugup dan mengerti alasan Tae Hyun memaksanya untuk keluar dari rumah sakit. Tae Hyun membenarkan, Yeo Jin pun bertanya apa yang akan dillakukan Tae Hyun sekarang.
“Aku seorang dokter, Kau tahu itu. Aku punya pasien Gangster yang sangat membutuhkanku” ucap Tae Hyun yang membuat Yeo Jin tersenyum mendengarnya. 
Suasana sempat hening sejenak lalu Yeo Jin membahas apakah Tae Hyun benar-benar meninggalkannya jika ia tidak meneleponnya. Tae Hyun menutup mulutnya seperti menahan malu, lalu balik bertanya alasah Yeo Jin menelpnya.
“Apa yang akan Kau lakukan dengan semua buaya ini ?” tanya Tae Hyun mengodanya.
“Aku tidak tahu, tadi Aku menekan tombol yang salah.” ucap Yeo Jin menutupi perasannya.

Tae Hyun tertawa mendengarnya lalu mengajak mereka tak perlu membahas masalah itu, Yeo Jin pun ikut tertawa dan mengingat sebelumnya Tae Hyun mengatakan ia hanya bisa membuat satu pangggilan telp saja.
“Jika Aku bisa membuat hanya satu panggilan, maka Aku akan meneleponmu.” ucap Yeo Jin mengakuinya. Tae Hyun menatap Yeo Jin lalu tersenyum mendengarnya.
Ia memegang tangan Yeo Jin dan mengelus dengan ibu jarinya, Yeo Jin berkaca-kaca menerima sentuhan yang tak pernah selama ini dirasakannya. Tae Hyun kembali menatap Yeo Jin lalu perlahan mendekat dan menciumnya, Yeo Jin pun tak menolak ketika Tae Hyun menciumnya. 

bersambung ke episode 8 


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Komentar 
Ahhh... Joo Won chemistrynya dapet banget sama Kim Tae Hee. walaupun jarak umurnya cukup jauh tapi tetap feelnya dapet.... Ini yang gue suka Profesionalisme seorang artis korea... Ckckckck.... 
Berharap ada adegan romantis juga kaya di The Mask dan mudah-mudahan akhirnya ga kentang kaya High society.... Satu lagi..... mudah2an ada drama juga yang mempertemukan Kim Tae Hee sama Rain, pingin tahu adu akting dari pasangan. hihihi....
Pesan buat Kim Tae Hee..... "kamu beruntung yah dapet kiss dari Joo Won" hohohoho... 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar