Minggu, 10 Januari 2016

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 1 Part 1

Di pinggir pantai beberapa orang menonton konser tapi di sisi pantai lainnya dibawah pohon tinggi sepasang anak remaja terlihat berlatih dansa, terlihat si wanita yang tak mengenakan alasan kaki melangkah ke kanan dan kiri, lalu tiba-tiba si pria ingin jatuh tersandung.
Wanita itu pun tersenyum menahannya lalu mereka saling berpandangan, terlihat keduanya mulai gugup. Dengan bergumam si pria bertanya siapa nama wanita itu. Si wanita menjawab namanya adalah “No Ra... Ha No Ra.” lalu balik bertanya siapa nama pria itu. Pria itu menjawab namanya adalah “Kim Woo Chul.”  lalu keduanya berciuman dengan pemandangan matahari terbenam. 


 “Kim Woo  Chul dan Ha No Ra  sepakat untuk bercerai. Akte toko di Mapu-gu Yoenam-dong nomor 218, Seoul akan diserahkan kepada Ha No Ra. Pembagian harta ini diusulkan oleh Kim Woo Chul dan Ha No Ra menyetujui kesepakatan ini. Mereka resmi bercerai pada  tanggal yang disepakati. Sesuai tuntutan Ha No Ra. 4 September, 2013.”
Woo Chul membacakan surat yang sudah dibuat didepan pengacara, No Ra hanya tertunduk diam saat Woo Chul membaca surat perjanjian perceraian. Setelah selesai No Ra langsung keluar begitu saja dari ruangan. Woo Chul keluar terlihat dengan wajah bahagia memegang surat cerainya.
No Ra tiba-tiba berhenti lalu membalikan badan, Woo Chul berpura-pura mengungkapkan perceraian itu membuat hatinya hancur. No Ra hanya bisa tertunduk sedih.
“Kau tahu kalau kita tak  punya pilihan lain, kan?” kata Woo Chul, No Ra mengangguk dengan wajah melas
“Ayo kita makan mie kacang kesukaanmu.” ajak Woo Chul

“Buat apa makan itu? Aku meninggal sosis di mobil. Makan itu saja sambil jalan. Biasanya kau makan sosis saat merasa lapar, kan? Tadi aku menaruhnya di mobilmu. Hari ini rabu. Ada jadwal mengajar jam 01:.00 Nanti kau bisa terlambat. Cepatlah berangkat.” ucap No Ra yang terlihat masing mengingat jadwal suaminya, lalu pamit pergi begitu saja.
Woo Chul melonggo melihat No Ra yang pergi begitu saja, lalu bertanya-tanya kalau memang sikap No Ra seperti searang kenapa dulu tak mau tanda tangan surat cerai lalu melirik melihat ada banyak sosis yang disiapkan oleh No Ra.
Ia pun menyetir mobilnya sambil memakan sosis sambil mengumpat sendirian.
“Bukan "Makanlah",tapi "Silahkan dimakan". Bukan "setidaknya", tapi "paling tidak". Bukan "cepatlah", tapi "segera". Bukan "pergi sana", tapi "pergilah". Sudah berkali-kali kuingatnya cara bicara yang benar.Dia memang tidak beradap.” umpat Woo Chul lalu membuang begitu saja bungkus sosis didalam mobilnya. 

Yoon Young melemparkan kertas dengan mengomel karena No Ra yang tak memiliki internet mengunakan internetnya dan akan ketahuan nanti setelah 1 bulan. No Ra yang sedang makan mie kacang melihat surat tagihan lalu mengucapkan terimakasih.
Saat mengeluarkan agenda, foto ia dan neneknya terjatuh, ia pun buru-buru menaruh kembali didalam agendanya. Yoon Young pun duduk sambil mencoba mie kacang milik No Ra.
‘‘320.000 won untuk kelas bahasa inggris, 170.000 kelas untuk kelas sosial online, 30.000 won untuk saluran pedidikan. Jadi total 520.000 won.” ucap No Ra memberikan amplop pada Yoon Young
“Banyak juga uang yang kau sembunyikan?” komentar Yoon Young melihat uang didalam amplop
“Bukan kusembunyikan, tapi kutabung.” ungkap No Ra
“Kau selalu memberiku pecahan 10.000 won jadi Sudah pasti uang ini dari bank. Rumahmu, toko, kartu kredit, bahkan telpon,  semuanya atas nama Kim Woo Chul. Anakmu juga milik Kim Woo Chul. Kau tidak punya apa-apa Dan kau ingin menjalani hidup  dengan pria seperti ini? Kau bilang mau apa tadi?” keluh Yoon Young
“Aku mau kuliah.” ucap No Ra

Yoon Young menyadarkan No Ra tak ada pasangan yang duduk bersama san mendiskusikan psikologi, seperti Freud dan Jung. No Ra mengatakan kalau Ayahnya Min Soo (Woo Chul) ingin  membicarakan hal seperti itu dan menurutnya temannya itu yang belum menikah jadi tak tahu  artinya pernikahan.
“Dari luar, kelihatannya cuma makan bersama lalu melakukan sex, yang semakin  lama semakin jarang. dan Membicarakan anak, dan menonton TV. Tapi di dalamnya tidak sesederhana itu. Begitulah dilihat dari sisi psikologi.” cerita No Ra, Yoon Young meminta No Ra sudah cukup berbicara
“Lihatlah, kau juga tak tahan padaku. Kau tak mengerti kata-kataku. Ayahnya Min Soo juga bersikap seperti itu.” ucap No Ra dengan senyumanya.
“Jiwa manusia memang luar biasa. Bisa-bisanya orang sepertimu jadi seperti ini?” komentar Yoon Young sedih. 

 [Musim panas, 1993]
Di perternakan sapi, No Ra kecil mencoba mengangkut semua kotoran dengan sekop, paman yang ada disana mengomel karena dengan cara kerja seperti itu akan membuat semua kotoran sapinya bisa kering lalu menyuruhnya tak perlu kerja lagi.
No Ra tak terima lalu dengan penuh semangat menyakian akan melakukannya  lebih baik dari kemarin. Setelah itu memindahkan dengan trolly, tapi karena terlalu berat kepalanya terbentur tiang besi, Paman itu masih baik meminta supaya lebih hati-hati.
Kedua kalinya No Ra mendorong trolly, tapi karena tak seimbang akhirnya ia jatuh dan semua kotoran sapi jatuh ke seluruh badannya. Ia pun pergi ke sungai untuk membersihkan kotoran dari wajah sampai kaki.
Tiba-tiba seorang nenek datang ke sungai dengan wajah garang langsung memukulnya, No Ra berteriak kesakitan. Neneknya memarahi karena tak ada yang menyuruhnya untuk melakukan pekerjaan seperti itu. 

Di pekarangan rumah.
No Ra sudah duduk didalam ember besar dan neneknya mengeramasinya seperti anak kecil. No Ra  menjelaskan mencari uang bukan  untuk sekolah seni, tapi cuma ingin sepatu tari baru. Neneknya mengosok rambut dengan kekuatannya.
“Ah... Bukan... aku ingin beli pemutar musik baru.” akui No Ra. Neneknya langsung menepuk mulut cucunya seperti sudah tahu kalau sedang berbohong.
“Ayo kita ke Seoul. Akan kumasukkan kau ke sekolah seni.” kata Nenek, No Ra melonggo, sang nenek pun menyuruh cucunya menutup matanya dan langsung menguyur kepala No Ra untuk membilas rambutnya. 

Di sebuah tempat yang kecil, nenek menjual toppoki dan makan lainya, beberapa pelajar makan disana dengan lahap. Seorang pelajar memarahi nenek karena diberi semangkuk Toppoki padahal ia hanya ingin makan lima potong toppoki saja. Nenek itu tak mau tahu karena seorang anak muda harus makan yang banyak.
Akhirnya salah satu teman memisahkan lima potong toppoki di piring kecil, supaya temannya tak berisik lagi. Beberapa saat kemudian, si pelajar sudah makan setengah mangkuk toppoki yang disediakan nenek. Temanya hanya bisa melonggo sampai akhirnya si pelajar wanita itu kesal karena sudah makan semangkuk toppoki. Nenek hanya tersenyum karena bisa membuatnya makan banyak. 

Si pelajar wanita itu akhirnya memperlihatkan foto dirinya meminta No Ra untuk menempelkan foto itu di warung topokki nenek supaya bisa mengingat kalau ia datang untuk memberikan toppoki 5 buah saja.
“Aku cuma akan membayar 500 won, aku cuma mau lima buah saja.” tegas si pelajar wanita. No Ra terlihat binggung dengan ucapan temannya.
“Kenapa harus aku yang menempelkannya?” tanya No Ra
“Tubuhku ini tubuh ballerina dan tubuhku takkan menang melawan karbohidrat. Aku cuma boleh makan lima topokki saja. Tapi dia memberiku banyak sekali,  sampai beratku naik 600 gram. Dia itu nenekmu, kan?” teriak si pelajar wanita, No Ra malah tak tahu temannya itu mengenal neneknya.
“Aku sudah memberitahunya 110 kali Tapi dia selalu lupa.Hal ini membuatku kesal,  jadi tempelkan foto ini. Dan kau, kau, kau! Mulai hari ini, kau akan kupukul sebanyak jumlah topokki yang dia berikan lebih.” kata si pelajar wanita mengancam sambil menoyor kepala No Ra
“Kenapa kau tak makan lima saja?” ucap No Ra polos
Si pelajar wanita makin kesal karena No Ra tak tahu siapa dirinya itu, setelah itu menamparnya tapi No Ra bisa kembali ke posisi semula. Pelajar wanita kembali  menyuruhnya untuk menempelkan foto itu. No Ra membalasnya dengan menyuruh pelajar itu makan lima potong saja yang ada didalam mangkuk.
Akhirnya si pelajar tak tahan menarik rambut No Ra dan mendorongnya, No Ra pun berguling-guling di tanah tapi ia masih bisa berdiri lalu meyuruh si pelajar itu tak usah lagi datang ke warung neneknya. Si pelajar tak terima kalau ia tak makan toppoki lalu menjambak rambutnya.
No Ra kembali terjatuh dengan badan tengkurap, tapi ia masih berdiri dengan rambut berantakan dan menyuruhnya untuk makan lima saja. Pelajar berteriak menyuruhnya untuk menuruti perintahnya dengan menempelkan foto itu dan kembali menarik rambutnya sampai rambut yang tercabut ditangannya.
Beberapa kali ia membuat rambut No Ra rontok ditangannya tapi No Ra tetap saja menyuruhnya untuk makan lima saja. Sampai akhirnya pelajar itu ketakutan karena sudah banyak rambut ditanganya dan menyuruhnya berhenti mendekatinya.
“Kalau aku berhenti lalu apa?Apa yang akan kau lakukan  kalau aku berhenti? Apa kau mau mengambil lima buah lalu memakannya?” kata No Ra dengan senyuman, si wanita binggung No Ra itu senang dan tak merasa sakit.
“Aku Sakit. Meski begitu, aku tak bisa menyuruh nenek mengurangi porsi.” ucap No Ra sambil merapihkan rambutnya. Temanya pun mengumpat No Ra yang tak waras. No Ra tiba-tiba memberikan patahan kuku yang tersangkut di rambutnya.
“Jika kau bilang pada nenekku, kalau kau tahu aku cucunya maka saat itu juga kau akan mati.” ancam No Ra 

No Ra makan dengan lahap mie kacang, Yoon Young memandang temannya dengan sedih. No Ra memegang tumpukan kertas dengan menyakikan pasti bisa melakukan karena Nilainya terbaik pada ujian kesetaraan.
“Bagaimana kalau dia tetap minta cerai  meski kau sudah kuliah,Apa yang akan kau lakukan?” tanya Yoon Young
“Ayahnya Min Soo bilang begini. "Seseorang terlihat paling menarik  saat bersusah payah. Jadi kau juga harus besusah payah." Kata-kata ayahnya Min Soo  tak pernah salah.” ucap No Ra yakin
“Bagaimana kalau dia tetap minta cerai? Apa Kau tetap akan kuliah?” tanya Yoon Young
“Kalau begitu bagaimana dengan Jualan topokki?” kata No Ra santai 

Di tempat lain, terlihat antrian di toko toppoki seorang pria bernama Cha Hyun Suk menunggu dideretan belakang dan melirik ketempat Toppoki yang hampir habis lalu bertanya ke barisan depannya, berapa banyak yang akan dibeli. Si pria penjual langsung menyuruhnya masuk saja, Hyun Suk awalnya menolak sampai ia pun bertanya apakah masih ada untuk lima porsi.
Hyun Suk datang mengatakan membawa paket karena mendengar hari ini ulang tahun aktor Lee Sung Ho dengan mengaku-ngaku Cha Hyun Suk memesan ini, melihat semua orang yang ada didalam benggong berpikir ia salah tempat.
“Jangan telalu terharu. Produser Cha tidak peduli kau aktor utama atau bukan disini. Dia peduli pada semua orang, kan?” komentar pria yang duduk disana. 
“Memang bagus selalu  peduli pada orang lain. Tapi dia tak pernah memberitahu orang lain.” ucap si pria bertopi lalu mengucapkan selamat ulang tahun.

Diatas panggung.
Hyun Suk seperti sedang memberitahu salah satu aktor supaya bisa berakting dengan memperlihatkan karakter ini tidak bisa melupakan cintanya selama 8 tahun Karena wanita itu cinta pertamanya dan terjebak anggapan bahwa cinta pertama tak bisa dilupakan
“Kenapa semua orang selalu ingat cinta pertama sebagai sesuatu yang indah? Ada juga cinta pertama yang buruk dan menyakitkan.” cerita Hyun Suk yang curhat colongan, semua yang ada diatas panggung menahan senyum.  Hyun Suk pun mengajak semuanya untuk memulai latihan lagi. 

No Ra yang melihat anaknya pulang merasa kalau Min Soo sangat lelah jadi menawarkan roti sandwich yang dibuatnya, Min Soo menolak karena sudah makan, Woo Chul juga yang baru datang menyuruh anaknya mandi dan tidur saja. Woo Chul menegur No Ra karena menyiapkan makan yang membuat anaknya mengantuk, No Ra berbisik ia sudah menyiapkan bubur dan buah juga.
Saat di dalam kamar, Woo Chul tak ingin lagi diurus oleh No Ra dengan sengaja memisahkan tempat tidur setelah itu melepaskan cincin kawin. Ia juga mengingat penjanjian cerai “Mereka resmi bercerai pada tanggal yang disepakati.”
No Ra pun dengan menahan sedih melepaskan cincin kawinnya juga, Woo Chul pun keluar dari kamar mengatakan sedang mengerjakan proyek penting.

13 September 2013
Woo Chul keluar dari kamar dan pergi begitu saja, No Ra masih menyapanya dari ruangan makan walaupun tak ditanggapinya. Setelah itu No Ra langsung pergi kelas bahasa inggris bergabung dengan anak muda lainnya.
Ketika menyiapkan sarapan, sambil membuat jus ia membuka kembali catatan bahasa inggrisnya sementara Min Soo juga belajar diatas meja. No Ra juga masih memberikan jus pada anaknya.
Saat malam hari, Woo Chul sudah tertidur, No Ra dengan mata mengantuk  ada kamar mandi dengan alas tutup kloset belajar dari ponsel sampai hidungnya mimisan karena terlalu lelah. 

13 November 2014
 [Ujian masuk angkatan 2015]
No Ra mengantar anaknya yang sekolah dengan ayahnya, setelah itu Yoon Young menjemputnya, bahkan membawakan sarapan,  jaket dan juga sepatu. No Ra akhirnya mengikuti tes bersama pelajar lainnya.
Di tempat latihan, No Ra mengeluh dengan nilainya tapi Yoon Young merasa nilai temanya itu lumayan. Di rumah, Woo Chul dengan anaknya sedang memilih univesitas yang dipilih yaitu Universitas Yeonshin-Jurusan Filsafat dan  Universitas Woocheoon- jurusan Ekonomi Politik
“Yang terpenting adalah peringkat kampus itu. Masuk dulu saja,  lalu pindah Manajemen bisnis.” jelas Woo Chul
No Ra memilih salah satu universitas yaitu Universitas Woocheon- jurusan Satra. Yoon Young mengejek No Ra itu tak bisa jauh dari suaminya karena memilih tempat kuliah. No Ra memberikan tanda hati pada pilihan Universitasnya, menjelaskan kampus ayah Min Soo malah bagus dan akan menjadi daerah yang aman.
Tapi hasilnya ternyata ia tak diterima, Yoon Young menelp menanyakannya, sambil menangis dengan keras No Ra memberitahu tak diterima di Youngjoo, karena takut ayahnya Min Soo ingin melakukan sidang perceraian.Semua yang ada didalam ruangan melonggo melihat No Ra yang menangis. Ia masih tetap menangis menyusuri jembatan sungai Han dengan mobil yang lalu lalang disampingnya. 

Di rumah
Woo Chul dan anaknya melonggo melihat hasilnya ternyata anaknya tak diterima di Universitas Younshin tapi diterima di Universitas Woocheon. Min Soo dengan wajah tertunduk sedih meminta maaf pada ayahnya,
“Sudahlah. Siapa yang tahu semua orang  ingin mendaftar di Yeonshin? Ayo kita ke Woocheon,Sesuai rencana B kita.” kata Woo Chul menyemangati anaknya.
“Aku akan berusaha.” ucap Min Soo dengan lesu.
No Ra yang baru pulang mencoba menghapus air matanya lalu memberikan selamat pada anaknya. Min Soo yang sedih dengan ketus mengatakan bukan saatnya sang ibu mengatakan itu padanya. No Ra merasa walaupun Meskipun tak masuk Yongshin, tapi anaknya tetap bisa kuliah. Min Soo menyuruh ibunya diam saja lalu masuk ke dalam kamar dengan wajah kecewa.
“Jangan terlalu kecewa karena Min Soo tak masuk Yeonshin. Ini semua masih belum berakhir.” bisik Woo Chul, No Ra mengangguk mengerti
“Meski begitu, Min Soo sudah memilih kampusnya. Kita lanjutkan sandiwara ini sampai dia masuk kuliah.” ucap Woo Chul lalu masuk ke dalam kamar.
Ia berteriak mengingatkan Min Soo masuk kuliah itu pada tanggal 28, terlihat kalender yang tergantung   [22 Januari, 2015] No Ra hanya bisa menahan sedih karena akan bercerai setelah Min Soo masuk kuliah. 

Woo Chul yang akan masuk ke dalam kampus terlihat menerima telp lalu mundurkan mobilnya tak jadi masuk. Sementara TV sedang memberitakan tentang kasus suap.
“Kasus penyuapan semakin meningkat dalam politik. Berikutnya, berita dari sebuah universitas. Gambar ini diambil oleh seorang mahasiwa Woocheon. Secara kebetulan, kantor berita kami menemukan foto...”
Hyun Suk sedang ada dikampus melihat berita dengan headline [Kotak kue yang menggegerkan kampus,Tapi tidak terdapat kue didalamnya]
“Netizen yang penasaran menemukan  bahwa kotak itu berisi koran. Foto ini menyebar dengan cepat di dunia maya.Suap itu digunakan untuk mempermudah  pengangkatannya sebagai profesor.”
Dirumah, No Ra yang melihat surat perjanjian perceraianya menyadari kalau berita itu dari kampu Min Soo, lalu berponselnya berdering. Seorang pria menelp memberitahu No Ra diterima masuk ke Universitas Woocheon. No Ra melonggo kaget.
“Anda Ha No Ra yang mendaftar di jurusan Sastra, kan?” ucap si pria
“Iya benar. Ini Universitas Woocheon Bukan Youngjo?” kata No Ra menyakinkan
“Anda beruntung. Hari ini adalah  hari terakhir pendaftaran” kata Si pria
No Ra langsung menjerit bahagia karena bisa diterima lalu mengucapkan terimakasih. Ia pergi ke bank, menarik semua uang dan menutup rekeningnya. 

Hyun Suk berjalan sambil menelp meminta menghentikan casting nya, karena Proyek yang mirip proyeknya jadi juara jadi Presiden Lee ingin memberikan  referensi padaku dan akan dikirimkan padanya.
No Ra yang terlihat kebingungan memanggilnya bertanya letak gedung kemahasiswaannya karena ia mencari kantor adminitrasi. Hyun Suk hanya diam, No Ra pikir pria didepannya itu bukan mahasiswa. Hyun Suk lalu pergi meninggalkan dengan wajah ketus, No Ra mengejarnya.
‘Permisi, apa kau... Apa kau ini...Hyun Suk.. Cha Hyun Suk?” kata No Ra yang mengenalnya, Hyun Suk berhenti berjalan membenarkan,
“Ternyata benar! Cha Hyun Suk, Aku hampir tak mengenalimu. Kau banyak berubah.” ucap No Ra terlihat gembira, Hyun Suk seperti merasa tak senang bertemu dengan No Ra.
“Aku senang bertemu denganmu.” ungkap No Ra, Woo Chul malah menyuruh No Ra untuk segera pergi dan kembali meninggalnya.

No Ra kembali memanggilnya, Hyun Suk berteriak sampai No Ra terlonjak kaget.No Ra lalu bertanya apakah Hyun Suk tahu siapa dirinya. Hyun Suk mengatakan dengan nada tinggi, merasa No Ra berpikir dirinya itu bisa mengenalnya karena No Ra mengenalinya.
“Iya, aku akui aku kenal wajahmu. Aku pernah melihatnya, Sepertinya di SMA dulu.” akui Hyun Suk dengan sedikit berteriak
“Apa aku kelihatan berbeda sekali?” tanya No Ra
“Tapi aku tak ingin mengenalmu. Saat ini aku  sibuk sekali jadi Pergilah. Kenapa ibu-ibu ada disini? Lebih baik Masak dirumah sana.” teriak Hyun Suk mengusir lalu berjalan masuk ke dalam mobilnya dan pergi.
“Ada apa dengannya? Apa aku kelihatan berbeda?” kata No Ra bertanya-tanya lalu berteriak memberitahu namanya sambil mengeluh Hyun Suk yang sama sekali tak bertanya namanya.
Sementara di mobil, Woo Chul terlihat menyesal karena harus marah-marah pada No Ra, karena seharusnya mengatakan ia tak mengenal dan melupakannya. Lalu mengumpat pada dirinya yang payah karena harus sampai marah dan membuatnya semua menyebalkan.
“Kenapa dia seperti hantu yang tiba-tiba muncul begitu?” keluh Hyun Suk. 

Di kampus, No Ra sudah membayarkan uang pendaftaran, pegawai meminta supaya membayar sisanya tanggal 16 jam 4 sore, jika tidak maka pendaftaran  akan dibatalkan, No Ra pun tersenyum bahagia.
No Ra meminta supaya istrinya itu pulang pukul 7 tepat. Malam harinya, Woo Chul melonggo melihat surat pemberitahua kalau No Ra diterima begitu juga Min Soo yang duduk disampingnya. No Ra pikir anaknya itu kaget dengan hal itu, lalu mengakui dirinya juga kaget.
“Ibu tak tahu kenapa bisa sama dengan kampusmu. Rasanya seperti mimpi.” ungkap No Ra merasa bangga
“Apa ibu sudah gila?” teriak Min Soo marah
“Kim Min Soo, jangan bicara  seperti itu pada ibumu.” tegur Woo Chul
“Ah Peduli setan! Mana ada anak yang mau satu kampus dengan ibunya? Ibu, kenapa kau lakukan ini padaku? Ibu senang mempermalukanku? Ibu melahirkanku untuk membuatku malu? Ayah, lebih baik aku kuliah tahun depan.” teriak Min Soo
Woo Chul berteriak menyuruh anaknya untuk masuk kamar dan mengajak No Ra untuk berbicara. 

Di ruang kerja
Woo Chul terlihat benar-benar binggung, No Ra memanggil “suamiku” Woo Chul duduk dikursi lalu mengatakan dengan hal ini maka alasan mereka itu tidak berhasil. No Ra memanggil suaminya “Ayahnya Min Soo” tak mengerti dengan ucapannya.
“Masalah utama disini adalah... Dirimu yang memanggilku "suami" padahal saat ini aku hanya “ayahnya Min Soo”. Aku sudah mencoba meyakinkanmu sejak 2011 Dan kau sudah setuju. Lalu, kita membuat perjanjian itu, Saat Kau masuk ke ruangan, membacanya, lalu menandatangani kesepakatan itu. Tapi kau..Membohongiku selama 1 tahun 5 bulan, ikut tes kesetaraan, dan mendaftar kuliah?” ucap Woo Chul menutup wajahnya tak percaya
“Alasanku mendaftar kuliah adalah...Karena ingin membuatmu terkejut.” jelas No Ra dengan tertunduk sedih
“Gelar sarjana ini. Masalahnya bukan pada  pengetahuanmu yang dangkal. Tapi kau tidak mengerti, membuang tenagamu untuk hal yang tak masuk akal, dan cara pandangmu pada dunia. Hal itulah yang membuatku merasa tercekik.” jelas Woo Chul
“Kau bilang kau tak bisa bicara denganku Dan hidup denganku tak ada artinya, bahkan sulit, dan menyedihkan bagimu. Karena itu, aku ingin jadi wanita  yang bisa kau ajak bicara.” ucap No Ra

Woo Chul pun berlutut didepan mantan istrinya sambil meminta supaya ibu Min Soo itu membiarkan dirinya hidup.
“Aku sudah 43 tahun dan tak tahu berapa lama lagi aku bisa hidup. Diatas 40, sangat mungkin mati mendadak. Aku tak ingin sisa hidupku ini tidak berarti. jadi lepaskan aku, tolong.” ucap Woo Chul, No Ra hanya bisa menangis mendengar permintaan suaminya. 

13 Feb 2015
Woo Chul sempat masuk ruang makan dan melihat ponsel No Ra yang berdering, sementara No Ra melamun di meja makan dengan wajah sedih.
“Hari ini hari pemeriksaanmu, kan? Pergilah, kau bilang perutmu sakit, kan?” kata Woo Chul yang melirik ke ponsel mantan istrinya, No Ra pun tersadar dari lamunannya.
“Aku cuma terkena sembelit.Setelah minum obat, sakitnya hilang.” jelas No Ra
“Pergilah. Ini bukan pemeriksanaan biasa  tapi pemeriksaan menyeluruh. Aku sengaja menyuruhmu, karena mengingat kau akan sendiri setelah ini.” kata Woo Chul lalu menawarkan untuk pergi bersama. No Ra menolak karena akan pergi sendiri saja.
Di toilet rumah sakit, No Ra terlihat lesu lalu mengajak ngobrol neneknya bertanya bagaimana ia harus  hidup sekarang dan harap menderita penyakit parah. Tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang jatuh ditoilet dan akhirnya ia berlari keruang tunggu memanggil walinya.
Saat itu juga perawat memanggil namanya untuk masuk, akhirnya No Ra pun menemui dokter dan betapa kagetnya mengetahui Kanker pankreas dan hanya akan bertahan hidup selama Enam bulan.
“Pertumbuhan kankernya  tidak terkendali.” jelas Dokter, No Ra merasa perutnya tidak akan sesakit itu.
“Kanker pankreas memang tidak  terasa sampai stadium akhir. Kembalilah dengan keluarga.” saran Dokter
“Aku tak punya keluarga... tak punya satupun.” kata No Ra sedih lalu keluar dari ruangan, tapi terlihat hasil dari rekaman medis pasein bernama  [Han Oh Ra]

bersambung ke part 2 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar