Selasa, 19 Januari 2016

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 5 Part 1

Hong Sul berjalan perlahan karena melihat Yoo Jung sudah menunggu didepan rumahnya, Yoo Jung hanya menatap karena Hong Sul datang dengan In Ho lalu mendekatinya.
Kau bilang ada perampok, kan? Jadi aku mengecek pintu dan jendelamu.” Ungkap Yoo Jung
Wow, aku kagum. Yang mulia Yoo Jung bisa khawatir?” ejek In Ho
Karena dia adalah  pacarku.” Tegas Yoo Jung, In Ho pun hanya bisa diam mendengarnya.
“Ohh Jadi begitu... Karena kekasihmu ini,  kau telantarkan kakakku?” sindir In Ho, Yoo Jung meminta agar Hong Sul masuk ke rumah saja. Hong Sul yang masih binggung akhirnya menuruti permintaan Yoo Jung untuk masuk ke rumahnya. 

In Ho langsung mengerti alasan Yoo Jung marah it karena ia dekat dengan pacarnya, Yoo Jung hanya menatapnya. In Ho pun mengejek sempat lupa dengan sifat dari temanya itu. Yoo Jung memberitahu kontrak aparterment In Ha akan berakhir bulan ini.
Tempat itu terlalu mewah untuk wanita pengangguran.” Ucap Yoo Jung sinis, In Ho membalas dengan umpatan
Kecuali jika kau berhenti kerja disana, maka Akan kupertimbangkan kembali.” Kata Yoo Jung memberikan pilihan
Sepertinya kembalinya diriku  membuatmu terganggu. Apa yang akan kau lakukan? Aku tak berencana untuk pergi sama sekali.” Tegas In Ho
Yoo Jung bisa mengerti, In Ho pikir temanya itu akan mematakan tangan kanannya kali ini, Yoo Jung menatap dingin merasa memang itu kemauan In Ho sekarang. In Ho tertawa mengejek, menegaskan dirinya itu sangat suka dengan keadaan seperti ini karena Yoo Jung mau melepaskan topengnya, lalu pamit pergi. Yoo Jung terdiam memperlihatkan wajah dinginya, melihat In Ho yang pergi meninggalkannya. 

Hong Sul duduk didepan tangga depan kamarnya dengan gelisah, akhirnya memutuskan untuk keluar rumah dan mencari Yoo Jung, sang pacar baru saja menuruni jalan. Hong Sul memanggilnya, tapi Yoo Jung terus saja berjalan tanpa mengubrisnya, sampai Hong Sul memanggilnya kedua kali dan lebih dekat, Yoo Jung pun berhenti, membalikan badanya dengan wajah kesal.
“Aku bilang hindari dia. Tapi Kalian malah jalan berdua?” ungkap Yoo Jung dengan nada marah
Tidak... barusan tidak sengaja. Saat pulang, Hujan turun dan aku tak bawa payung. Kami dari tempat yang sama dan jalan pulang kami juga searah.” Jelas Hong Sul
Kenapa tak bilang padaku?” tanya Yoo Jung
Aku takut sunbae kepikiran..... Maaf..... Tapi kenapa sunbae marah?” kata Hong Sul
Dengarkan aku.... Kalau kubilang hindari dia, sebisa mungkin hindari dia.” Tegas Yoo Jung

Hong Sul tertunduk sambil bergumam Seperti biasa, sunbae selalu  memikirkan dirinya.. Hujan kembali turun dengan deras. Hong Sul menanyakan alasan harus menghindari In Ho, dalam hatinya juga bergumam Begitu juga dengaku.. Sudah lama aku menahan diri.
Kenapa aku harus menuruti  perintah sunbae? Aku harus tahu alasannya.” Ucap Hong Sul
Sudah kubilang dia bukan temanku. Apa aku masih harus mengatakan alasannya?” balas Yoo Jung dengan mata melotot
“Jadi Aku harus menghindarinya cuma karena alasan itu?” kata Hong Sul, Keduanya saling melotot tak bisa menahan amarah, akhirnya Yoo Jung menurunkan matanya dan membuka payung yang dibawanya.
Ia berjalan kearah Hong Sul meminta mereka berhenti berdebat karena tak ingin bertengkar lalu meminta pacarnya untuk tidur dan esok.... Hong Sul bertanya ada apa dengan besok, menurutnya tak ada yang berubah. Menurutnya selama ini walaupun ia sudah meminta maaf ataupun bertanya Yoo Jung  tak pernah peduli.
Menyuruhku menghindarinya tanpa memberi penjelasan. Aku harus bagaimana? Menurut sunbae aku ini apa? Seperti inikah sebuah hubungan?” kata Hong Sul, Yoo Jung tak bisa menjawab, Hong Sul memilih untuk pamit masuk ke dalam rumahnya. 

Ketika berbelok ke jalan rumahnya, ponselnya berdering. Hong Sul memilih untuk berteduh didepan rumah menerima telp. Suara Bo Ra menangis terdengar, Hong Sul bertanya apa yang terjadi dengan temanya. Bo Ra menceritakan seseorang tergeletak di lantai, lalu ia membangunkannya tapi tidak bangun, jadi menelpon 911.
Hong Sul binggung sambil menangis menanyakan siapa yang diucapkan temanya, Bo Ra menangis memberitahu itu ayahnya, Hong Sul ikut panik menanyakan keberadaan temanya dan akan segera datang. Bo Ra terus saja menangis di telp. Hong Sul berlari dan Yoo Jung masih ada ditempat yang sama menahan tangan pacarnya untuk mengajaknya bicara.
Tapi Hong Sul melepaskan dan meminta untuk nanti saja, Yoo Jung tetap menahanya, Hong Sul berteriak memberitahu ayah Bo Ra tak sadarkan diri. Yoo Jung langsung mengajak Hong Sul untuk naik mobilnya saja, Hong Sul pun mengikuti Yoo Jung yang memegang tanganya. 
Di dalam mobil, Yoo Jung melihat badan Hong Sul yang basah kuyup lalu mengambil handuk dikursi belakang dan memberikan pada pacarnya. Hong Sul sempat binggung menerimanya karena Yoo Jung sendiri basah kuyup, lalu mengeringkan wajah dan juga bagian lehernya. Yoo Jung bertanya apakah keadaan Ayah Bo Ra kritis,
Dia tergeletak dilantai  saat Bo Ra datang. Bo Ra pasti sendirian saat ini. Ibunya sudah meninggal.” Cerita Hong Sul sedih, Yoo Jung melirik Hong Sul lalu mengatakan akan menambah kecepatan mobilnya. 

Bo Ra menangis diruang tunggu sendirian, Eun Taek datang berlari menghampirinya. Bo Ra langsung mengumpat kesal pada Eun Taek yang datang lama sekali. Eun Taek menanykan keadaan Bo Ra lebih dulu yang terus menangis, Bo Ra melepaskan tangan Eun Taek dengan kesal.
Apa yang akan terjadi pada ayahku? Bagaimana kalau terjadi hal buruk?” ucap Bo Ra, Eun Taek langsung memeluknya, meminta maaf dan menenangkan kalau ayahnya akan baik-baik saja , serta memintanya agar tak menangis lagi.
Kalau terjadi apa-apa, bagaimana aku bisa hidup?” kata Bo Ra, Eun Taek meminta agar Bo Ra tak bicara seperti itu, agar mempercayai kalau semua akan baik-baik saja.
Hong Sul datang langsung memeluk Bo Ra yang terus menangis. Yoo Jung menanyakan pada suster apakah mereka memiliki kamar kosong karena temanya perlu istirahat akibat terlalu banyak menangis. Suster menunjuk kamar kosong, Yoo Jung meminta Bo Ra untuk istirahat karena akan menunggu didepan ruang operasi bersama Hong Sul. Eun Taek langsung mengendong Bo Ra walaupun Bo Ra sempat menolaknya karena bisa jalan sendiri.
Yoo Jung mengajak Hong Sul untuk duduk sambil menunggu kabar baru dari ayah Bo Ra, Hong Sul tetap berdiri dengan tatapan sedih. Yoo Jung akhirnya mendorong Hong Sul agar menunggu sambil duduk dan meminta agar tak khawatir. Hong Sul menangis memikirkan Bo Ra dan juga ayahnya. 


In Ho melamun didepan pintu kamarnya mengingat ucapan Yoo Jung yang mengatakan kalau Hong Sul itu pacarnya, dengan tatapan datar mengatakan kalau semua ini semakin menarik. Tapi setelah itu langsung menendang kotak didepannya, dengan wajah kesal berbaring dipinggir tempat tidurnya. 

Hong Sul sempat tak bisa menahan kantuknya, Yoo Jung yang melihatnya berpikir Hong Sul ingin tidur. Hong Sul menyangkal dengan membuka matanya lebar-lebar karena masih ingin menunggu. Yoo Jung pikir tak ada alasan, jadi Hong Sul bisa tidur.
Ayahnya Bo Ra takkan bertambah  parah hanya karena kau tidur.” Kata Yo Jung
Memang benar, tapi...” ucap Hong Sul lalu pasien masuk ke dalam ruang operasi dengan tangan penuh darah.
Hong Sul panik melihat pasien yang masuk ruang operasi, Yoo Jung binggung melihatnya. Hong Sul dengan wajah panik memberitahu ada darah. Yoo Jung menjelaskan mereka sedang dirumah sakit dan menenangkan kalau semua akan baik-baik saja, itu semua karena Hong Sul tak terbiasa. Hong Sul berusaha untuk tenang kembali.
Dokter memanggil keluarganya Jang Young Ho, Hong Sul tahu itu adalah nama Ayah Bo Ra. Yoo Jung pun menghampiri dokter, meminta agar Hong Sul tetap duduk saja. Dokter memberitahu Tuan Jang mengalami pendarahan. Tapi karena cepat ditemukan,  operasi akan lancar. Hong Sul yang ikut mendengar bisa mengucap syukur.
Yoo Jung pun mengucapkan terimakasih lalu menghampiri Hong Sul, menurutnya sang pacar bisa tidur sekarang dan akan mengambilkan selimut lebih dulu. Hong Sul menatap Yoo Jung yang perhatian padanya.
Senang bisa mengandalkan dia Tapi hubungan kami tetap bermasalah. Gumam Hong Sul dengan helaan nafas. 

Yoo Jung mengambil selimut dari sebuah kamar, matanya melirik kearah tempat tidur. Eun Taek dan Bo Ra sedang tidur dengan tangan saling berpegangan. Ketika sampai diruang tunggu, Hong Sul sudah membaringkan tubuhnya dikursi. Perlahan Yoo Jung menaruh bungkus plastiknya dilantai lalu memakaikan selimut ke tubuh Hong Sul.
Setelah itu berjalan perlahan untuk duduk didekat Hong Sul dengan menarik selimut kembali agar pacarnya tak kedinginan. Matanya menatap tangan Hong Sul diatas kursi, perlahan mengangkatnya lalu memeganganya dan kepalanya bersandar dikursi. 

Pagi harinya, Hong Sul terbangun melihat tanganya yang dipegang oleh Yoo Jung dan tubuhnya sudah ditutupi selimut. Pelahan menurunkan kakinya, menatap Yoo Jung yang masih tertidur lelap walaupun dengan posisi duduk. Ia pun memakaikan selimut dipangkuan Yoo Jung agar tak kedingian dengan menatapnya lebih dalam.
Dokter keluar dari ruang operasi memberitahu Operasi Jang Young Ho sudah selesai, jadi mereka bisa pergi ke ruang perawatan. Hong Sul mengerti, Yoo Jung terbangun mendengar suara dokter lalu mengajak Hong Sul segera pergi. 

Didepan ruangan rawat, Bo Ra akhirnya keluar memberitahu teman-teman kalau Ayah beruntung karena sudah melawati masa krisis. Eun Taek pikir itu bagus jadi meminta  Bo Ra tak perlu khawatir lagi. Bo Ra mengucapkan terimakasih karena sudah mau menungguinya.
Sebentar lagi temannya ayah datang, jadi kalian pulang saja.” Kata Bo Ra, Eun Taek mengatakan akan tetap menemaninya. Bo Ra seperti tak percaya
Mana bisa kutinggalkan noona sendiri?” kata Eun Taek penuh perhatian, Hong Sul tersenyum mendengarnya. Bo Ra pun menyuruh Hong Sul dan juga Yoo Jung pulang saja. Hong Sul pun melambaikan tangan untuk pamit pergi. 

Bo Ra langsung memarahi Eun Taek tak mengangkat telpnya dan menduga pasti sedang main games. Eun taek berpura-pura tak ingat dengan mengigit kukunya, Bo Ra mengeluh Eun Taek itu selalu tak ada ketika dibutuhkan. Eun Taek langsung memegang tangan Bo Ra, berjanji takkan  mengabaikan telponnya. Bo Ra menarik tangan ya tak ingin dipegang oleh Eun Taek
Lepaskan aku!... Kau bau....Cepat mandi sana!!.. Jangan dekat-dekat aku.” Ejek Bo Ra. Eun Taek mencium jaketnya sendiri.
Bau apanya? Memang Wangi parfumku seperti ini” teriak Eun Taek berlari mengejar Bo Ra. 

Didepan rumah sakit, sambil berjalan Hong Sul meminta maaf karena marah pada Yoo Jung padahal ia sedniri juga salah. Yoo Jung pikir Hong Sul tak perlu minta maaf karena dirinya saja yang berlebihan. Hong Sul menatap Yoo Jung seperti tak percaya mendengarnya, Yoo Jung akhirnya mengajak Hong Sul untuk duduk dulu didepan bangku taman rumah sakit.  Hong Sul pun berjalan mendekati kursi yang kosong. 

Yoo Jung duduk, memulai menceritakan tentang In Ho adalah cucu dari profesor yang dihormati ayahnya, lalu setelah sang prof meninggal maka keluarganya yang  menampungnya. Hong Sul mendengarnya dengan wajah terunduk. Yoo Jung menceritkan In Ho yang pandai bermain piano tapi saat SMA, In Ho berkelahi dan tangannya terluka.
In Ho mengira semua itu salahku. Meski sudah kukatakan padanya kalau bukan aku penyebabnya, tapi Dia tetap salah paham. Karena itu aku ingin kau  hindari dia. Aku takut dia mengganggumu karena kebenciannya padaku. Sekarang sudah jelas ’kan?” kata Yoo Jung
Aku merasa hal itu lebih dari sekedar salah paham.Baiklah, untuk saat ini aku  percaya pada sunbae. Gumam Hong Sul lalu mengangguk dengan arti sudah mengerti dengan penjelasan Yoo Jung
“Hong Sul , Apa ada yang membuatmu  tidak nyaman, kan? Kemarin telponku tak kau angkat, dan akhir-akhir ini kau jadi aneh.” Tanya Yoo Jung penasaran, Hong Sul terlihat binggung kembali bergumam menurutnya kalau ini lebih baik diungkapkan saja dibanding hanya memendamnya.
Sebenarnya... Hari ini Nam Jo Yun datang ke kantor. Kau Ingat saat tanganku terluka  waktu itu, kan? Itu ulah gelandangan mabuk dan Nam Joo Yun bilang dia penyebabnya, lalu dia sudah minta bantuan  pada sunbae Tapi tak  kau dihiraukan. Saat mendengarnya,  hatiku sedikit sakit. Meski kau tahu, tapi kau tak mau membantuku. Aku jadi penasaran kenapa mengajakku pacaran.” Ungkap Hong Sul

Aku yang memanggil petugas keamanan kampus.” Kata Yoo Jung
Hong Sul kaget mendengarnya, Yoo Jung mengaku sudah memang bicara begitu pada Joo Yun tapi setelah itu segera memanggil petugas dan mencari keberadaannya, Hong Sul tertunduk diam seperti merasa bersalah dengan dugaanya kalau Yoo Jung itu tak peduli padanya.
Esoknya, aku khawatir dan tanya keadaanmu. Tapi kau bilang lukamu  akibat kaleng tuna. Aku pikir kau sengaja menyembunyikannya  supaya rumor tidak menyebar. Tapi, Hong Sul... Apa Kau percaya pada cerita Joo Yun?” tanya Yoo Jung yang melihat Hong Sul teru saja tertunduk, Hong Sul terlihat binggung menjawabnya.
Hatiku sakit....”ungkap Yoo Jung dengan wajah cemberut membuang mukanya. Hong Sul langsung meminta maaf, Yoo Jung mulai meliriknya.
Lain kali, saat aku terluka. Aku akan langsung bilang supaya  kita tak salah paham lagi.” Kata Hong Sul berjanji
Aku juga takkan melakukan hal yang membuat marah.” Balas Yoo Jung menatap Hong Sul
Hong Sul mencoba tersenyum lalu terdengar bunyi suara yang kesar dari perutnya, dengan malu-malu mengakui belum makan seharian. Yoo Jung teringat ketika mengambil selimut membeli makanan karena berpikir pacarnya itu kelaparan. Hong Sul terlihat senang, Yoo Jung memperlihatkan kimbap yang dibelinya dan membuka bungkusnya untuk sang pacar. Hong Sul pun memakannya, Yoo Jung tersenyum melihat Hong Sul yang makan dengan lahap. 

Didalam perjalan pulang, Hong Sul bergumam Sunbae tak suka membuat keributan. Meski orang salah paham,dia takkan jelaskan kalau tak ditanya. Lalu menatap Yoo Jung yang menyetir dengan pandangan lurus kedepan.
Iya, begitulah dia.... Lupakan saja yang sudah terjadi.... Lupakan semua dan mulai dari awal. Begitulah seharusnya.
Yoo Jung merasakan Hong Sul menatapnya, meliriknya sejenak dan memberikan senyuman. Hong Sul pun memberikan senyuman bahagianya. 

Hong Sul keluar dari lift kembali ikut les speaking, melihat In Ho sedang di mesin fotokopi menghampiri untuk menanyakan keadaanya. In Ho melirik dan mengejek Hong Sul  berpura-pura tak mengenal dan memanggilnya Pacarnya Yoo Jung
Wajahmu cerah sekali, Pasti telah terjadi hal bagus.” Ejek In Ho, Hong Sul ingin meminta maaf mengenai kemarin, In Ho menyela
Kau ini rajin sekali, bahkan Tak pernah terlambat.Pacarnya Yoo Jung memang sesuatu.” Komentar In Ho lalu pergi begitu saja, Hong Sul heran dengan sikap In Ho acuh padanya bahkan menyindirnya. 

Hong Sul berjalan pulang, In Ho memanggilnya menanyakan apakah Hong Sul akan pulang. Hong Sul dengan wajah kesal membalikan badanya, In Ho menyuruh Hong Sul jalan lebih dulu dan ia akan belakangan.
Pacarmu sangat tidak suka kita berdekatan. Kenapa juga harus tetanggaan? Pacarmu pasti tak suka melihat kita seperti ini, jadi Cepat pergi.” Kata In Ho lalu mencari-cari Yoo Jung takut ada disekitar mereka.
“Hei...... Kenapa kau menjengkelkan begini?” ungkap Hong Sul, In Ho merasa tak pernah membuat orang jengkel
“Kau punya masalah apa  denganku? Katakan saja kalau ada yang ingin  kau katakan. Jangan seperti ini.” tegas Hong Sul, In Ho memikirkan sejenak yang ingin dikatakan.
Mulai saat sebaiknya kita  pura-pura tidak kenal, Kau juga tidak suka. Bagaimana? Kau senang aku mengatakannya, kan? Apa kau puas?” kata In Ho, Hong Sul mengatakan sangat puas lalu pergi begitu saja. In Ho tak bisa membalas hanya bisa mengeluh sangat sopan sekali cara bicara Hong Sul padanya. 

Yoo Jung duduk dipinggir sofa, menelp Hong Sul membahas tentang restorannya milik keluarga Hong Sul akan dibuka. Hong Sul membenarkan kalau akan membuka restoran mie, lalu menceritakan setelah mampir kemarin melihat  interiornya bagus sekali dan ruangannya lumayan luas jadi meminta Yoo Jung datang ketempatnya dan membanggakan mie buatani ibunya sangat enak.
Entahlah... Apa tidak terlalu cepat untuk pertemuan orang tua?” ungkap Yoo Jung mengodanya.
Apa? Apa-apaan ini ! Jangan bercanda seperti itu.” Kata Hong Sul tertawa
“Apa tidak lucu? Aku hanya ingin mencoba membuatmu tertawa.” Ucap Yoo Jung, Hong Sul mengaruk-garuk kepalanya mengungkapkan kalau itu lucu.
Besok aku  akan mentraktir makan malam. Kau mau makan apa? Akan kubelikan apapun, karena Aku adalah wanita yang baru gajian.” Kata Hong Sul bangga
Itu artinya aku boleh  minta makanan mahal? Misalnya 4 hidangan mewah korea?” ucap Yoo Jung terdengar bercanda.
Hong Sul menanggapinya dengan tertawa kalau tadi Yoo Jung pasti bercanda lagi padanya, Yoo Jung terdengar jengkel mendengar suara tawa Hong Sul karena sebenarnya tadi serius. Hong Sul terlihat binggung menjelaskan tadi hanya bercanda.
Yoo Jung dengan nada ngedumel menyuruh Hong Sul saja yang  pilih makanannya. Hong Sul menolak karena akan makan dengan yang disukai pacarnya, Yoo Jung tetap terdengar kesal kalau akan makan apa saja, Hong Sul makin tak enak hati, mencoba mengatakan kalau tadi hanya bercanda saja. Yoo Jung tersenyum seperti bisa membuat pacarnya jadi serba salah denganya. 

Yoon Seob masuk ke dalam sebuah kamar mengomentari ruangan yang  hanya diterangi lampu belajar, terlihat sangat berantakan dan tak bisa dipakai untuk belajar. Lalu membereskan baju yang berserakan untuk digantung, lalu bekas makanan sementara di taruh diatas meja belajar.
Sambil membereskan botol-botol soju mengeluh ternyata orang yang tinggal ditempat itu punya semua jenis alkohol. Setelah itu melipat alat tidur dan duduk disambil memeluk bantal. Pelahan-lahan sambil melihat jam membaringkan tubuhnya dengan melepaskan kacamatanya.
Sinar matahari masuk ke dalam ruangan, Jong Yong masuk ke dalam kamarnya. Yoon Soeb melihat Jong Yong baru masuk menanyakan dari mana saja. Jong Yong menceritakan Teman SMA datang,  jadi sengaja menemuinya.
Teman SMA Yang mana? Siapa?” tanya Yoon Seob, Jong Yong terlihat kebingungan menjelaskanya. Yoon Seob mengeluh Jong Yong yang selalu saja berbohong padanya.
Aku sangat merindukan ibu, jadi...Aku mengunjungi ibu sebentar  sebelum ayah bangun.” Cerita Jong Yong
Kalau begitu pulang pada ibumu saja. Hidup dengan baik denganya.” Ungkap Yoon Seob kesal berjalan meninggalkan rumah. 

Jong Yong menahan meminta Yoon Seob tak berbicara seperti itu dan mengajak bicara sebentar dan sarapan bersama. Yoon Seob menyuruh Jong Yong sarapan saja sendiri dan akan menuruni tangga. Si cucu nenek yang naik tangga langsung turun lagi dengan wajah ketakutan.
Yoon Seob menanyakan siapa pria itu, Jong Yong mengetahui pria itu adalah cucu dari pemilik kos lalu menanyakan untuk apa pria itu datang lagi. Si pria pun berusaha untuk tenang menyapa keduanya.
“Aku sedang olah raga, lalu teringat  jendelamu yang kuperbaiki. Jadi Aku ingin memeriksanya.” Cerita si cucu nenek
“Apa harus Jam segini?” ungkap Yoon Seob tak percaya, Si cucu nenek membenarkan
“Lalu Apa Kalian tidur bersama?” tanya si pria melihat keduanya yang keluar dari kamar yang sama di pagi hari
Entah bersama atau tidak, apa urusanmu?” balas Yoon Seob sinis
Tidak ada sih, terserah kalian. Tapi jangan keseringan karena Ruangan ini disewa untuk satu orang.” Jelas cucu nenek lalu pergi menuruni tangga.
Yoon Seob terlihat kesal, Jong Yong meminta maaf pada cucu nenek. Yoon Seob makin marah karena Jong Yong itu sudah membayar uang sewa jadi bebas saja. Jong Yong mengajak Yoon Seob untuk masuk saja kedalam kamar. Yoon Seob terus saja berteriak kesal dengan cucu nenek yang harus datang pagi-pagis sekali. 

Yoo Jung menopang dagunya, melihat Hong Sul yang sangat serius melihat buku menu makananya. Hong Sul beralasan karena baru pertama kali mentraktir pacarnya jadi ingin makanan yang enak. Yoo Jung bisa menebak pasti  Hong Sul memiliki kupon makan diskon.
Hong Sul terlihat kaget, Yoo Jung tahu lalu bertanya makanan apa yang diskon hari ini. Hong Sul dengan malu-malu mengeluarkan ponsel dari buku menunya, memperlihatkan menu makanan daging steak. Yoo Jung langsung setuju dengan menu makanan yang diskon. Hong Sul tersenyu memanggil pelayan untuk memesan makanan. 

Hong Sul memulai makan dengan ingin mengutarakan sesuatu karena  takut  Yoo Jung kepikiran, lalu menceritakan sudah jarang bertemu  dengan Baek In Ho jadi meminta agar Yoo Jung tak usah khawatir. Yoo Jung meminta agar Hong Sul langsung menceritakan apabila sedang ada masalah. Hong Sul pun mengangguk mengerti.
Ah, bagaimana kau bisa berteman  dengan Bo Ra dan Eun Taek?” tanya Yoo Jung ingin tahu
Aku kenal Eun Taek dari Bo Ra dan Aku bertemu Bo Ra pertama  kali saat sudah kuliah. Awalnya dia agresif, jadi agak menakutkan. Tapi setelah kenal, dia mudah diajak bicara. Kalau dipikir-pikir, beberapa orang sikapnya memang seperti kesan pertama melihatnya Dan beberapa, sangat berbeda dengan kesan pertama melihatnya.” Cerita Hong Sul
“Lalu kalau aku bagaimana? Kita tak seperti ini tahun lalu. Bagaimana dengan aku setelah kita habiskan waktu bersama? Kalau aku merasakan sangat menyukainya” ungkap Yoo Jung, Hong Sul terlihat binggung lalu mengakui kalau ia juga merasakan hal yang sama sambil buru-buru meminum jusnya. Yoo Jung tersenyum mendengarnya. 

Keduanya berjalan pulang dengan menyusuri trotoar, sebuah motor tiba-tiba lewat. Yoo Jung dengan sigap langsung memeluk Hong Sul, tapi Hong Sul malah menjerit ketakutan dan langsung mendorong Yoo Jung. Wajah Yoo Jung binggung menjelaskan kalau tadi ada motor jadi berusaha menyelamatkanya. Hong Sul pun meminta maaf dengan sikapnya, lalu keduanya kembali lagi berjalan.
Di sebuah toko, Yoo Jung melihat sebuah jam yang ditaruh dirak, Hong Sul menghampirinya melihat Yoo Jung sangat menyukai jam tangan tapi karena selalu mengunakan jam yang sama jadi tak tau tentang itu. Yoo Jung melihat kearah ikatan rambut Hong Sul berkomentar kalau itu cantik.
Hong Sul terlihat malu-malu memperlihatkan ikat rambut yang digunakanya, Yoo Jung mengambil gantungan ponsel yang menurutnya sangat mirip, Hong Sul berkomentar kalau itu tak mirip. Yoo Jung pikir mirip karena rambutnya merah dan keriting lalu mengambil dua buah agar bisa mengunakan gantungan yang sama. Hong Sul hanya bisa memegang poninya karena dianggap mirip dengan singa. 

Di tempat tidurnya, Hong Sul mengelus gantungan ponsel masih bertanya-tanya apakah memang mirip denganya, lalu dengan senyuman mengungkapkan sangat mirip denganya.
Hari ini, aku cuma menerima lagi. Gumam Hong Sul lalu teringat dengan jam tangan yang dilihat Yoo Jung sebelumnya, berucap kalau ingin membelikannya. Setelah itu mengambil ponsel yang ada dipangkuanya.
Yoo Jung duduk disofa menatap ponsel seperti menunggu sesuatu, pesan dari Hong Sul masuk Sunbae, sudah sampai rumah? Yoo Jung membacanya sambil membaringan tubuhnya di sofa, Hong Sul berusaha memasang gantungan ponsel yang diberikan Yoo Jung, pesan dari Yoo Jung masuk.
Iya, sudah sampai rumah.  Kau bagaimana? balas Yoo Jung.
Kira-kira aku sudah dirumah belum ya?” tulis Hong Sul seperti ingin mengodanya, tapi setelah itu langsung menghapusnya. Yoo Jung menatap ponselnya, Hong Sul berhasil memasang gantungan ponsel dengan wajah bahagia kalau boneka singa yang tergantung sangat imut.
bersambung ke part 2  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


1 komentar:

  1. Woaaahh sudah ada sinop nya
    Yeeeyy di tunggu kelanjutannya mba dee

    BalasHapus