Kamis, 28 Januari 2016

Sinopsis Remember Episode 13 Part 1

In Ah membereskan berkas-berkas diatas meja salah satunya Strategi Managemen, terdengar suara seseorang masuk ke dalam ruangan. Ia berpikir Jin Woo yang sudah pulang, betapa kagetnya melihat Gyu Man masuk ke ruang rahasia. Gyu Man melihat dinding bertuliskan Pohon Keluarga Nam Il Ho yang sangat detail.
Dekorasi ruang yang bagus. Kalian pasti sangat mengenalku... Lebih dari aku mengenal diriku sendiri. Hebat sekali...” komentar Gyu Man dengan tatapan dingin, In Ah langsung bertanya tujuan Gyu Man datang ke kantor
Kenapa kantor kalian sangat dekat dengan perusahaanku? Pasti ada alasannya dan Pasti bukan hanya kebetulan saja.” Kata Gyu Man

Kau memang benar. Target Jin Woo memang hanya kau.” Tegas In Ah menantang
Apa kau pikir dengan video itu... bisa mengancamku?” kata Gyu Man
Kau benar juga. Sepertinya video yang membuktikan pembunuhanmu memang hal yang sepele. Tapi, kau pasti tahu dengan apa yang telah kau lakukan.” Sindir In Ah, Gyu Man ingin memukul akhirnya memilih menurunkan tanganya.
Jika kau... terus menggangguku, Kalian semua akan hancur. Keluargamu, temanmu, Mereka semua, akan kuhancurkan.” Ancam Gyu Man
In Ah menegaskan tak akan takut, karena mereka akan mengalahkan dengan hukum. Gyu Man mengejek mulut pengacara memang sangat pintar, In Ah tetap menatap Gyu Man tanpa menunduk karena merasa tak takut. 


Jin Woo berjalan dengan lemas akan masuk ke dalam kantornya, teringat kembali dengan ucapan dokter “ Semakin keras kau memaksakan otakmu, maka kondisimu akan semakin memburuk. Kemungkinan terlamanya adalah setahun, dan minimanlnya 6 bulan. Dalam jangka waktu itu, sedikit demi sedikit ingatanmu akan hilang.
In Ah melihat Jin Woo yang pulang terlambat, Jin Woo mengaku sangat lelah sekali jadi ingin istirahat. Ketika akan masuk ruang rahasia, In Ah memberitahu Gyu Man tadi datang dan masuk ke dalam ruang rahasia. Jin Woo pikir lebih baik seperti itu karena tak ingin menyembunyikan apapun lagi.
Permainan dengan Nam Gyu Man ini... baru saja dimulai.” Tegas Jin Woo dan ponselnya bergetar  

Gyu Man pulang bersama Sek Ahn, menanyakan pendapat akan Jin Woo dkk itu serius, menurutnya mereka tak memiliki apapun jadi tak ada cara melawanya. Sek Ah merasa Jin Woo dkk menggunakan hati jadi akan saling membantu satu sama lain dengan dukungan moral.
Ah, memberi dan menerima, Mereka semua punya rencana sendiri, seperti itu?” kata Gyu Man
Benar sekali. Mereka punya tujuan sendiri, makanya saling membantu begitu.” Jelas Sek Ahn, Gyu Man pikir mungkin saja seperti tak percaya begitu saja. 

Detektif Gwak masuk ke dalam gudang, Jin Woo datang menghampirinya. Detektif Gwak mengatakan Banyak hal yang terjadi di dalam gudang itu. Jin Woo tak ingin basa-basi lagi menanyakan apa yang ingin dikatakanya.
Seo Jin Woo... Nam Gyu Man, bukanlah seseorang yang bisa kau kalahkan sendirian begitu.” Jelas Detektif Gwak, Jin Woo belum mengerti maksudnya.
Aku sudah diinterogasi dan karirku sebagai detektif sudah berakhir. Jadi, sekarang aku hanya ingin memberimu sedikit hadiah.” Kata Detektif Gwak, Jin Woo makin binggung hadiah apa yang dimaksud. 

Pagi hari, Di Gedung Il Ho Grup, Gyu Man melihat video yang dikirimkan oleh Detektif Gwak
Empat tahun lalu, Saya adalah kepala detektif atas kasus pembunuhan mahasiswi Seochon. Saya... disuap oleh Jaksa Hong Moo Suk dan Presdir Il Ho Grup, Nam Gyu Man. Mereka memintaku memaksa tersangka, Seo Jae Hyuk untuk mengaku menjadi pelaku pembunuhan. Selama 3 hari dia diinterogasi secara ilegal di gudang... dan memaksanya menulis surat pengakuan.” Ucap Detektif Gwak membuat pengakuan
Gyu Man yang menontonya langsung meluapkan amarah dengan melempar semua barang diatas meja, lalu menyuruh Sek Ah agar beritahu Pres dir Joo untuk memanggil bawahannya.

Jaksa Tak menelp In Ah memberitahu kalau seseorang mengundurkan diri, In Ah melotot kaget mendengarnya dan terlihat sangat marah, Jaksa Tak merasa orang itu sudah menggali jalan keluarnya sendiri dengan mengumpat kesal.
Spanduk bertuliskan [Upacara Perpisahan Hong Moo Suk] dan Jaksa Hong menaiki podium.
Saya akan bertanggung jawan atas insiden buruk yang baru saja terjadi Dan akan mengucapkan salam perpisahan saya. Saya berharap, ketidakmampuan saya ini tidaklah menodai reputasi jaksa. Hari ini, saya akan mengundurkan diri tanpa menyelesaikan semua tugas-tugasku. Saya akan lebih berusaha lagi untuk membela mereka yang tidak berdaya di depan hukum. Terima kasih.” Ucap Jaksa Hong sengaja mengundurkan diri agar tak diusut lebih dalam. 

Di depan lobby
Jaksa Hong melihat Jaksa Tak dengan In Ah sudah menunggunya, Jaksa Tak berkomentar pidato perpisahan Jaksa Hong hebat mengungkapkan seperti melihat buaya yang menangis.
Apa kau pikir dengan ini kau bisa menutupi semua kesalahanmu?” kata In Ah penuh dendam
Sebagai jaksa, aku menyimpulkan bahwa Tn. Oh bunuh diri. Jaksa memiliki hak untuk melakukan penyelidikan sendiri. Jika aku membuat kesimpulan yang salah, pengunduran diri akan cukup untuk menutupi kesalahanku. Kita pasti akan sering bertemu sebagai seorang pengacara.” Kata Jaksa Hong pada In Ah dengan nada sindiran lalu meninggalkan kantor kejaksaan. Jaksa Tak dan In Ah sangat geram tak bisa membuat Jaksa Hong ditangkap sesuai dengan tingkah lakunya. 

Gyu Man datang ke gudang melihat Detektif Gwak duduk sendirian, lalu memarahinya karena sudah bertingkah padahal sebelumnya itu menyelamatkan hidupnya, dan merasa Detektif Gwak ingin mati, Joo Il ikut berjalan dibelakang Gyu Man.
Flash Back
Detektif Gwak digantung dalam gudang memohon jangan membunuhnya dan berjanji akan melakukan semua yang dikatakan Gyu Man padanya. Akhirnya anak buah Joo il melepaskan talinya. Detektif Gwak pun berterimakasih sudah melepaskanya dan tak akan melupakan jasanya itu. Gyu Man tersenyum puas bisa membuat Detektif Gwak tunduk padanya.

Apa kau pikir aku akan membiarkanmu membunuhku? Dasar Bocah Kaya Manja. Riwayatmu pasti akan tamat.” Ucap Detektif Gwak duduk dengan menyilangkan kaki dan senyuman mengejek, Sek Ah melirik Gyu Man terlihat mulai kesal
Detektif Gwak....Apa kau masih belum mengerti? Apa kau mau mati?” kata Joo Il akhirnya turun tangan menyadarkan Detektif Gwak
“Apa Kau suka dengan videoku? Aku juga mengirimkannya pada Seo Jin Woo. Kau harus belajar dari masa lalu...Presdir Nam.” Sindir Detektif Gwak
Joo Il menyuruh anak buahnya tinggal diam, tiba-tiba polisi datang dan menyuruh untuk menangkap Gwak Han Soo, lalu binggung karena ada banyak orang didalam gudang. Detektif Gwak tersenyum karena rencananya berhasil, lalu mengangkat tangannya kalau yang dicarinya. Joo Il dan Gyu Man sempat kaget karena polisi bisa datang ke tempat itu.
Seorang penjahat harus mendapat hukuman, bukannya begitu, bocah? Sebentar lagi, kau akan mendapat hukumanmu. Ingat itu.” Bisik Detektif Gwak sebelum keluar dari gudang. Gyu Man tersenyum licik bisa terjebak dalam rencana Detektif Gwak. 


Jin Woo sedang menonton video yang dikirimkan Detektif Gwak Dalang dari semuanya... adalah Hong Mong Suk dan Nam Gyu Man. Mereka lah yang merencanakannya. Manager Yoon datang membawakan segelas teh dalam ruang rahasia,
Detektif Gwak memberikanku video pengakuannya. Jika aku ingin mengalahkannya dengan satu pukulan, aku membutuhkan bukti seperti ini.” kata Jin Woo mengebu-gebu
Tapi... Jin Woo....Kondisimu semakin memburuk, 'kan? sudahlah hentikan.Kau terlalu memaksakan diri, Ingatlah dengan kesehatanmu.” Pesan Manager Yoon khawatir
Tidak....Aku tak bisa mundur.” Tegas Jin Woo
Sama seperti yang ayahmu katakan, aku berharap hidupmu akan dipenuhi dengan kenangan yang bahagia dan Waktumu sudah tak ada.” Kata
Aku pasti akan... membawa Nam Gyu Man ke pengadilan. Sebelum... semua ingatanku menghilang. Sebelum aku melupakan siapa Nam Gyu Man itu.” Tegas Jin Woo dengan penuh keyakinan menatap foto Gyu Man 

Jaksa Hong menemui Tuan Nam menceritakan  Tim Investigasi  terlalu dalam menyelidikinya, tapi dengan kejadian itu tak akan mengganggu dengan Tuan Nam. Tuan Nam bertanya sudah berapa lama Jaksa Hong berkerja di kantor kejaksaan.
Aku telah menjadi jaksa selama 20 tahun, Ketua.” Kata Jaksa Hong
Dalam penyelidikanmu itu, mereka juga membahas tentang kasus pembunuhan mahasiswi Seochon, 'kan?” ucap Tuan Nam, Yeo Kyung sedang berjalan terhenti mendengar ayahnya membahas tentang kasus pembunuhan.
Anda tak perlu khawatir Dan juga, tak perlu khawatirkan Presdir Nam.” Kata Jaksa Hong
Terima kasih atas kerja kerasmu. Kau selalu saja membelaku dan membantu urusan perusahaan kami.” Kata Tuan Nam, Jaksa Hong juga berbalik mengucapkan terimakasih. 

Yeo Kyung terdiam mengingat empat tahun lalu, In Ah pernah berkata untuk memberitahu kakaknya, supaya segera mengaku perbuatannya. Dan ia sudah melihat video dan mmendengar Gyu Man mengaku telah membunuh Jung Ah. Setelah itu bertemu dengan Hakim Kang di lobby kejaksaan
Bagaimana menurutmu tentang kasus pembunuhan mahasiswi Seochon 4 tahun lalu?” tanya Hakim Kang dan Yeo Kyung mengatakan kalau memang sudah benar bahwa Tuan Seo bersalah. 

Kantor Jin Woo
In Ah membahas tentang kasus lampu microwave, ternyata  Microwave yang rusak itu menggunakan kabel Youngwon Electronic. Manager Yoon memberitahu Semua alat rusak yang digunakan Il Ho juga menggunakan kabel Youngwon, menurutnya dengan kejadian ini pasti bukan sekedar kebetulan.
Apa dengan mengunakan kabel itu mengalami kerusakan?” ucap Pengacara Song
Karena itu, kita perlu mengumpulkan sample rusak yang telah digunakan.” Jelas Jin Woo
“Selain itu Presdir Youngwon Electronic, Yang Hyun Soo, terus menghindar, ini Mencurigakan sekali.” Kata In Ah
***
Jin Woo mengingat USB berisi tentang semua penggelapan dana Il Ho Grup yang diberikan Wakil Presdir Kang sebagai balasan karena sudah membebaskanya dan menemukan nama [Penggelapan dana Yang Hyun Soo Youngwon Electronic]
Ya, pasti ada sesuatu di balik ini. Aku melihat nama Yang Hyun Soo dalam file keuangan wakil Presdir. In Ah dan aku akan menyelidiki catatan keuangan Yang Hyun Soo Dan kalian berdua, kumpulkan sebanyak mungkin kasus microwave.” Ucap Jin Woo membagi tugas. 


Sang Ho berjalan bersama bosnya menceritakan Hong Moo Suk sudah mengundurkan diri. Dong Ho pikir Jaksa Hong pasti sudah mendepatkan semuanya jadi sekarang akan  mengemas barangnya.
“Yang kudengar dia juga membuat drama saat upacara perpisahannya. Sekarang dia bukan lagi jaksa, kau tak harus berurusan dengannya, 'kan?” kata Sang Ho yakin,
Pintu lift terbuka, keduanya melihat Jaksa Hong ada didalam. Dong Ho menatap sinis dan sempat diam, akhirnya  memasuk kedalam lift.

Kita sudah sering bertemu selam 17 tahun. Aku masih tak percaya kita akan bekerja dalam satu perusahaan, ini Menarik sekali.” Komenta Jaksa Hong
Apa tidak masalah kau menjadi pengacara? Kau sudah tak bias memerintah siapapun lagi.” Sindir Dong Ho
Jaksa Hong menegaskan kalau Dong Ho itu adalah bawahanya, dan posisinya itu lebih tinggi dalam perusahan, lalu menegaskan bahwa itu perintah dari Presdir Nam Gyu Man.
Presdir memang sangat "baik". Dia membuat kita bisa saling kerja sama.” Jerit Dong Ho menyindir 


Keduanya sama-sama berada dilantai untuk pengacara perusahaan Il Ho, Dong Ho memanggil Jaksa Moon lebih dulu agar berhati-hati karena ketika menjadi jaksa pasti memilik banyak musuh dan saat pensiun jadi harus lebih berhati-hati.
Bukannya kau juga harus mengkhawatirkan posisimu itu? Kau akan menganggur jika aku mengambil semua kasusmu itu.” Balas Jaksa Hong berjalan kearah ruanganya, Dong Ho malah menyuruh Jaksa Hong untuk mengambil semua kasus darinya lalu berjalan kearah berlawanan tempat ruang kerjanya. 

In Ah membawakan sebuah berkas kasus Youngwon Electronic yang memiliki kerja sama ilegal bersama dengan Il Ho Grup. Jaksa Tak merasa In Ah itu seharusnya menjadi jaksa saja, jadi tak perlu terus mengganggunya dengan masalah seperti ini terus.
Setelah pengunduran diri Hong Moo Suk, kau yang mungkin akan menggantikannya.” Ucap In Ah, Jaksa Tak tersipu malu merasa terlalu cepat mengatakan itu. In Ah pikir Jaksa Tak  menolak dan akan mengambil berkasnya kembali.
Tunggu sebentar... Siapa yang bilang tidak mau? Kau sungguh tak sabaran sekali,” ucap Jaksa Tak mengambil berkasnya, In Ah tersenyum puas bisa membuat Il Ho jatuh sekarang.

Dalam ruang penjara bertuliskan slogan [Renungkanlah Kesalahan Kalian] Detektif Gwak pikir Jin Woo sudah puas dengan melihat sudah duduk bertemunya dalam penjara.
Untuk semua kesalahanmu itu... aku harap kau bias merenungkannya di sini. Hanya karena membantuku sekali, tak mungkin semua kesalahanmu akan terampuni.” Kata Jin Woo
Untuk mengalahkan Nam Gyu Man, kau pasti membutuhkanku. Meskipun dulu kita adalah musuh, tapi sekarang kita punya musuh yang sama.” Tegas Detektif Gwak

Pengacara Song dengan wajah serius berlatih untuk membela klien didepan sidang.
"Kita itu semua keluarga. Termasuk dengan subscontraktor." Dan setelah sidang ini, anda mungkin akan sadar, satu-satunya "Keluarga" mereka adalah yang berhubungan darah.” Ucap Pengacara Song lalu menjerit berhasil karena tak terlihat gagap.
In Ah dan Jin Woo tiba-tiba memberikan tepuk tanganya,  dan memujinya sangat hebat sekali. Pengacara Song bertanya kapan mereka datang dan menduga sudah melihat semuanya. Keduanya mengangguk, In Ah pikir Pengacara Song sudah bias bergabung dalam persidangan.
Aku pasti akan gugup lagi di dalam persidangan.” Ucap Pengacara Song belum percaya diri
Kau harus berlatih lebih giat lagi. Aku akan mmebantumu.” Kata In Ah lalu keduanya masuk ruang rahasia 

In Ah merasa kalau Pengacara Song sudah berusaha keras dan berharap bisa cepat bergabung dalam sebuah sidang. Jin Woo juga yakin Pengacara Song pasti berhasil dan akhirnya bisa membela kliennya. In Ah penasaran bagaimana Jin Woo bisa berkerja sama denan Pengacara Song.

Flash Back
Pengacara Song mendapat cengkraman dari seorang pria yang menganggapnya bukan seorang pengacara, karena seharusnya Pembela umum itu  mempunyai hati nurani yang besar. Pengacara Song hanya bisa meminta maaf karena tak bias membela dengan benar. Jin Woo akan masuk ruang sidang melihat pengacara Song dan menghampirinya setelah pria yang mengamuk itu pergi.
Apa kau masih ingat aku?” ucap Jin Woo, Pengacara Song tergagap melihat Jin Woo yang bertemu kembali setelah 4 tahun.
Kudengar... kau pernah menjenguk ayahku. Apa yang kau rencanakan? Kau telah menghancurkan sidangnya.” Kata Jin Woo
Maafkan aku dan Aku ingin minta maaf padamu dan juga ayahmu. Dia  adalah klien pertamaku. Aku merasa bersalah hingga dia dijatuhi hukaman mati. Aku akhirnya tahu... jika seorang pengacara bisa mengubah hidup seseorang.” Jelas Pengacara Song lalu memberikan kartu namanya, apabila butuh bantu dan pamit pergi. Jin Woo melihat tertulis [Pembela Umur, Song Jae Il]


In Ah mendengar ceritanya bisa mengerti, Jin Woo mengaku bahwa Pengacara Song dan Managar Yoon  sudah seperti keluarga baginya. In Ah merasa senang mendengarnya karena Ji Woo sudah memiliki  seseorang yang bisa terus mendukungmu. Terdengar suara Pengacara Song yang kembali latihan dengan kalimat “Satu-satunya "Keluarga" mereka adalah mereka yang mempunyai hubungan darah yang sama.” Keduanya tertawa mendengarnya. 

Jin Woo kembali keruang sidang dengan memutar video percobaan yang dibuatnya.
Seperti yang anda lihat, jika bohlam menerima tegangan tinggi. Suhu akan naik dan filamennya akan menimbulkan ledakan. Tegangan negara kita normal, dan Kemungkinan ledakannya tidak ada. Apabila terjadi ledakan  memang bohlamnya memang sudah rusak.
Dengan tegangan yang normal, Kemungkinan ledakan pada bohlam tidak ada.” Jelas Jin Woo
Tapi, jika bohlamnya rusak, kemungkin ledakannya ada. Yang Mulia, Saya ingin memanggil, Manager produksi dari bohlam Smile, Shin Byung Hoon sebagai saksi.” Ucap  Dong Ho, Min So dan ayahnya terlihat kaget melihat Tuan Shin duduk sebagai saksi.

Saya tahu, anda pasti juga bingung apakah harus datang atau tidak. Terima kasih atas keputusan berani anda. Terdakwa berpendapat bahwa dengan pengalaman selama 30 tahun, mereka tak mungkin membuat produk yang gagal. Saksi, bagaimana pendapat anda?” kata Dong Ho, Tuan Shin mengatakan tidak setuju dengan itu.
Karena kurangnya dana, Apa Presdir tak begitu peduli dengan mengecekan ulangnya?” tanya Dong Ho, Tuan Shin membenarkan
Jadi... apakah banyak produksi yang gagal?” tanya Dong Ho, Tuan Shin kembali membenarkan. Ayah Min Soo langsung berteriak karena temanya itu mengkhianatinya. Hakim meminta agar peserta menjaga sikapnya, Ayah Min Soo pun kembali duduk walaupun terlihat sangat marah.
“Apakah anda bias memberikan kami buktinya? Bahkan dengan tegangan terkecil, bohlamnya akan meledak, atau saat pemakaian pertama juga saja Bohlamnya akan meledak. Selain itu Begitu banyak produksi yang gagal. Lalu, kenapa kegagalan itu tak diberitahukan ke yang lain?” kata Dong Ho
Presedir, memintaku dan karyawan yang lainnya... untuk tetap diam.” Ucap Tuan Shim
Ayah Min Soo langsung berteriak histeris kalau Tuan Shim sudah berbohong dan mengaku tak pernah mengatakan hal seperti itu pada Hakim Akhirnya Hakim meminta penjaga agar membawa Tuan Shim keluar ruang sidang. Min Soo hanya bisa diam karena ayahnya diseret keluar. Ayah Min Soo terus berteriak kalau Tuan Shim akan mendapat hukumannya nanti. Setelah itu Dong Ho pun menyelesaikan pertanyaanya.

Pengacara Song memberikan foto pertemuan Dong Ho dengan saksi disebuah tempat untuk mengunakan foto itu. Hakim meminta apakah pihak pembela ingin mengajukan pertanyaan. Jin Woo mengingat pertemuanya dengan Tuan Shim.
Pengacara Park Dong Ho juga menemui anda, 'kan? Dia meminta anda untuk memberikan kesaksian palsu, 'kan? Selain Dia berjanji akan membiayai operasi anak anda.” Kata Jin Woo
Untuk apa kau perjelas? Hidupku sekarang sudah bagaikan neraka.” Kata Tuan Shim
Jin Woo melihat tuan Shim menangis karena merasa tertekan dan harus mengatakan kebohongan demi anaknya yang harus dioperasi, akhirnya Jin Woo berdiri dan mengatakan tak ada pertanyaan, Min Soo dan Pengacara Song hanya bisa melonggo karena dengan begitu tak ada sanggah dengan saksi. Dong Ho juga binggung Jin Woo tak mengajukan pertanyan pada saksi yang dibawanya. 

Gyu Man bertemu dengan Jaksa Hong meminta agar terus mengawasi Pengacara Park karena menurutnya ada yang mencurigakan dengannya. Jaksa Hong juga merasakan hal itu.
Park Dong Ho sedang menyelidiki ayah anda dan juga Seogwang Grup. Kenapa dia membalas kebaikan anda dengan pengkhianatan seperti ini?” kata Jaksa Hong, Gyu Man terlihat sempat heran pengacara Hong menyelidik ayahnya.
Kau mungkin akan semakin sibuk. Terus awasi dia, dan laporan apapun padaku” perintah Gyu Man, Jaksa Hong mengerti. 

Ruang Sidang
3 tahun yang lalu, Il Ho Electronic secara besar-besaran mengembalikan lemari pendingin mereka. Perusahaan kecil yang menyediakan lemari pendingin itu dituduh telah membuat produk gagal dan perusahaan itu bangkrut.” Ucap Jin Woo, Dong Ho berdiri mengatakan  Pernyataan Pihak Pembela sungguh tidak relevan. Hakim meminta agar Jin Woo melanjutkan pembelaanya.
Laporan resmi dari Tim Forensik Nasional menegaskan bahwa masalahnya terletak pada kabel dan bukannya pada pendingan. Kebenaran itu sudah diungkapkan, tapi kerja sama tetap dibatalkan.” Jelas Jin Woo, Hakim melihat Laporan Penyelidikan Il Ho Electronic PR-14
.Pihak Pembela masih menyatakan sesuatu yang tidak relevan. Yang Mulia, pernyataannya tak ada hubungannya dengan kasus ini.” kata Dong Ho
Bagaimana jika kabel bohlam itu juga berasal produksi yang sama?” ucap Jin Woo, Hakim melihat laporan bertuliskan [Kabel adalah penyebab kerusakannya.]
Semua microwave itu diproduksi pada tahun 2014. Lalu kami meminta tim Forensik untuk menyelidiki microwave itu. “ ucap Jin Woo yang sudah menyuruh Manager Yoon dan Pengacara Song menyelidiki lalu memberikan Laporan Ledakan Microwave Il Ho Electronic, Dong Ho hanya bisa melonggo melihatnya.
Tim Forensik Nasional menyimpulkan bahwa kabelnya mengalami kerusakan. Mereka juga mengatakan, kabel yang terlalu panas dapat menyebabkan ledakan.” Jelas Jin Woo, Min Soo bisa tersenyum mendengarnya, Hakim pun membaca laporan kalau Kabelnya mengalami kerusakan. Dong Ho menegaskan tak bisa mempercayai laporan yang dibawa Jin Woo.
Penyelidikan pertama dulunya dilakukan oleh pihak Il Ho Electronic dan bukannya Tim Forensik Nasional. Oleh karena itu, kebenarannya ditutup-tutupi.” Tegas Jin Woo 

In Ah sedang berada disebuah tempat mengirimkan pesan pada Jin Woo kalau siaran segera dimulai jadi meminta agar cepat beraksi. Jin Woo tersenyum membacanya, lalu berdiri kembali diruang sidang.
Perusahaan yang memproduksi kabel rusak untuk microwave adalah perusaahn yang sama untuk produksi kabel lemari pendingin itu.” Jelas Jin Woo. Dong Ho merasa tak penting apabila perusahan sama.
Apakah pernyataan anda masih berkaitan dengan sidang ini?” tanya Hakim
Tentu saja. Perusahaan produksi kabel itu, merupakan rekan Il Ho Grup dalam penggelapan dana. Youngwon Electronic, sejak dulu menjadi pelican penggelapan dana Il Ho Electronic. Oleh karena itu, produksi gagal itu termaafkan sebagai ganti kerja sama mereka.” Jelas Jin Woo, Dong Ho mengatakan Pihak Pembela telah menyatakan tuduhan tanpa bukti.
Bukti yang anda minta sedang disiarkan secara nasional sekarang. Yang Mulia, apakah saya bisa melihat pengumuman hasil penyelidikannya?” kata Jin Woo, Hakim pun mempersilahkanya. 

Jin Woo menyalakan TV dalam ruang sidang meminta semua menontonya. Jaksa Tak sudah didepan podium kejaksaan.
Youngwon Electronic memproduksi kabel yang rusak untuk mengurangi anggaran mereka. Tujuan kerja sama Youngwon Electronic dengan Il Ho Grup adalah pencucian uang. Dengan kerja sama itu pula, Il Ho Grup bisa menghindari pajak dan menghasilkan dana $ 30 juta.
In Ah mendengarnya tersenyum sumringah, Gyu Man menonton dari ruanganya.

Il Ho Grup medistribusikan keuntungan mereka pada subscontraktor dengan tarif pajak perusahaan yang rendah. Kita bisa tahu transaksi elegal antara perusahaan itu.
Gyu Man mematikan laptopnya, lalu megang pulpennya dan meremaskanya dengan menatap sekertarisnya. Sek Ahn terlihat binggung sampai salah memanggil dengan panggilan Informal. Gyu Man akhirnya melepaskan pulpenya dan menelp telp dari ayahnya. 

Ruang sidang
Saya akan mengatakan putusannya. Karena kesalahan penggugat, terdakwa tak mendapatkan kompensasi apapun. Oleh karena itu, gugatannya ditolak.” Kata Hakim
Pengacara Song, Jin Woo bisa memberikan senyumanya, Min Soo pun merasa tak sia-sia dengan ayahnya sudah berada diruang sidang tapi mereka dinyatakan tak bersalah. Dong Ho yang mendengar putusan hakim hanya bisa mengigit jadi karena kalah dari Jin Woo.
bersambung ke part 2  

1 komentar:

  1. Akhirnya jin woo bisa mengalahkan dong ho dipersidangan. . Entah kenapa aku senang bngtt,, krn klw inget penghianatan dong ho dulu, masih sebel aku nya. . Hahaha

    BalasHapus