Jumat, 08 Januari 2016

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 2 Part 1

Prof Kang menyudahi mata kuliahnya, lalu memberitahu akan mengadakan kuis tiap minggu hingga UTS dan juga presentasi, sebagai tugas minggu depan  laporan 10 halaman tentang strategis manajemen.
Yoon Jung melihat Hong Sul sudah sibuk membereskan semua barang-barangnya ke dalam tas. Semua anak di dalam kelas mengeluh dengan tugas yang diberikan Prof Kang minggu depan. Prof Kang mengingatkan uang yang dihabiskan untuk kuliah, yaitu Totalnya bisa 10 kali lipat dari gajinya jadi mereka semua tak boleh menyia-nyiakannya.
Jika kalian dapat nilai bagus, maka uang kalian akan terbayar. Dan dengan melihat pengorbanan kalian itulah, aku menghadiri kelas ini dan mengajar kalian. Yang perlu kalian lakukan hanya duduk dan mendengar saja. Mengerti?” ucap Prof Kang, Semua pun menjawab mengerti.
Lalu Prof Kang pun membubarkan kelas, Hong Sul langsung buru-buru pergi. Yoo Jung berusaha mengajak Hong Sul makan siang bersama tapi Hong Sul sudah keluar ruangan dan Yoon Jung pun hanya bisa tersenyum. 

Yoon Jung melihat Hong Sul berjalan sendirian, menghampiri dan kembali mengajaknya makan siang bersama. Hong Sul menolak dengan alasan ada janji lain, lalu buru pergi. Yoon Jung mengikutinya dari belakang, Hong Sul bergumam dalam hati melirik Yoon Jung yang mengikutinya dan memiliki kaki panjang
Sunbae, apa yang sebenarnya kau....” teriak Hong Sul ingin marah, tapi Yoon Jung ternyata berjalan kearah tangga.
Hong Sul malu memilih untuk cepat pergi sambil bergumam Yoon Jung semakin mencurigakan saja. Yoon Jung hanya tersenyum melihat sikap Hong Sul. 

Hong Sul buru-buru menekan tombol menutup pintu lift, dalam hitungan detik tangan Yoon Jung bisa menahan agar pintu lift tak tertutup. Akhirnya keduanya berada didalam lift bersama.
Entah karena alasan apa dia terus saja mengikutiku. Dia adalah orang yang paling tidak ingin aku jumpai. Tapi, tiba-tiba saja dia tersenyum dan baik padaku.Setiap jam istirahat, dia akan muncul seperti hantu di depanku. Gumam Hong Sul
Yoon Jung menanyakan apakah Hong Sul sudah makan siang, Hong Sul mengangguk karena jam istirahat sudah berakhir. Yoon Jung melihat jamnya masih setengah 12 dan Hong Sul sudah makan. Hong Sul berdalih sudah keburu lapar dan sekarang sudah kenyang tapi terdengar bunyi perutnya yang kelaparan. Yoon Jung hanya tersenyum. 

Hong Sul menuruni tangga dan langsung kembali naik ketika melihat Yoon Jung naik tangga.
Aku terus saja bertemu dengannya, dia pasti melakukannya dengan sengaja.
Beberapa orang yang sedang membawa patung dan kostum harus terjatuh karena ditabrak Hong Sul. Yoon Jung berlari menbantu dan ingin melihat apakah Hong Sul terluka, Hong Sul berteriak melepaskan tangan Yoon Jung kalau ia baik-baik saja.
Aku sungguh tak tahan lagi.”  Akhirnya Hong Sul mengajak Yoon Jung untuk bicara denganya. 

Didepan kampus
Hong Sul langsung membungkuk meminta maaf, tentang insiden pendaftaran itu karena terlalu ceroboh dan memfitnahnya. Yoon Jung mengatakan tak bisa menerimanya, Hong Sul menanyakan alasanya karena permintaan maafnya ini sangat tulus.
Tapi... Bukannya orang yang menerima permintaan maaf itu juga harus puas?” kata Yoon Jung
“Ya.... memang benar.... Lalu, bagaimana agar kau bisa puas?” tanya Hong Sul
Makanlah denganku.” Kata Yoon Jung, Hong Sul bergumam Apa orang dia gila makan ?
Sekarang sudah jam 5 sore, kita bisa sekalian makan malam.” Kata Hong Sul
Yoon Jung tahu Hong Sul tak kerja. Hong Sul binggung Yoon Jung bisa mengetahui jadwalnya, Yoong Jung mengodanya untuk kali ini Hong Sul tak menolak ajakan makanya, Hong Sul berguma kalau tak ada ruginya toh mereka hanya makan saja dan pasrah aka ikut denganya. Yoon Jung pun mengajak pergi bersama, Hong Sul sempat salah arah sampai akhirnya Yoon Jung menunjuk jalan ke arah depan. 

Empat buah kimbap segitiga diatas meja, Yoon Jung terlihat binggung karena sebenarnya ingin mentraktir Hong Sul dengan makanan yang enak. Hong Sul pikir tak perlu karena makan Kimbap sudah enak baginya, lalu melihat Yoon Jung membuka bungkus kimbap malah merobek nori.
Aku belum pernah beli makanan di mini market begini.” Akui Yoon Jung, Hong Sul kasihan menukar kimbap yang sudah dibuka olehnya.
Yoon Jung mengucapkan terimakasih, Hong Sul melonggo bergumam agar menguatkan dirinya, agar tak tertipu dengan senyuman Yoon Jung , karena orang yang didepanya itu licik seperti ular. Yoon Jung tiba-tiba meminta maaf, Hong Sul bertanya-tanya dalam hati apakah memang Yoon Jung licik

Kau pasti merasa terpaksa untuk menerima ajakanku, 'kan? Aku hanya ingin mencoba berteman denganmu. Dan Aku memang pantas kau curigai sebagai pelakunya.” Akui Yoo Jung,
Tenangkan dirimu. Dia licik seperti ular... gumam Hong Sul lalu mengatakan pada Yoo Jung tak perlu dipikirkan dan kembali bergumam “Dia licik... Tapi...Dia licik Ataukah tidak yah?”
Akulah yang salah telah mencurigaimu Dan juga, harusnya aku yang meneraktirmu sekarang.” Kata Hong Sul merasa bersalah.
Benarkah? Jadi seharusnya begitu? Jadi lupakan masa lalu dan teraktir aku makan malam besok.” Kata Yoo Jung seperti mencari kesempatan
Hong Sul melonggo, Yoo Jung mengatakan mereka harus makan lebih enak dibanding kimbap yang dimakan sekarang. Hong Sul pasrah berjanji akan mentraktirnya besok dalam hatinya bergumam “Benar dugaanku, dia memang licik seperti ular.


Yoo Jung bertanya kearah mana Hong Sul akan pergi, Hong Sul malah bertanya balik. Yoo Jung menunjuk ke arah kanan untuk pergi ke perpustakaan. Hong Sul langsung menunjuk kearah kiri karena ingin pergi ke gedung manajemen.  Akhirnya keduanya berpisah arah, tiba-tiba datang seorang wanita berkucir memanggil Hong Sul dan keduanya saling berpelukan.
Hong Sul terlihat bahagia karena sudah lama tak bertemu. Teman Hong Sul pun sebelumnya sudah ingin menelp Hong Sul tapi keburu ketemu. Hong Sul menanyakan jurusanya, Temanya mengaku senang apalagi bisa satu kampus dengan Hong Sul.  
Tapi, dia siapa?” tanya Teman Hong Sul melirik ke arah Yoo Jung, akhirnya Yoo Jung pun mendekat
Perkenalkan dia adalah seniorku di sini.” Ucap Hong Sul memperkenakan Yoo Jung
Ah, hai... Namaku Kang Ah Young. Aku adalah sahabat Sul unni.” Ucap Ah Young memperkenalkan dirinya
Yoo Jung mengungkapkan senang bertemu denganya. Ah Young blak-blakan memuji Yoo Jung yang tampan, Yoo Jung hanya bisa tersenyum mengucapkan terimakasih, Ah Young tersipu malu menerimanya. Hong Sul pamit pergi dan menarik Ah Young  sebelum membuat dirinya lebih malu lagi. 

Ah Young bertanya apakah Hong Sul dekat dengannya, Yoo Jung mengeleng kalau tak kenal sama sekali. Ah Young penasaran dengan namanya. Hong Sul memeluk temanya, memperingatkan di dunia perkuliahan harus hati-hati dengan senior karena wajah mereka benar-benar sangat menipu.
Mereka pikir kita tak tahu apa dibalik topengnya itu.” Ungkap Hong Sul dongkol
Apa yang kau maksud senior tadi?” tanya Ah Young polos
Tidak juga, Aku hanya ingin kau tak salah memilih pria nantinya.” Kata Hong Sul
Jadi, pria yang seperti apa?” tanya Ah Young, Hong Sul berpikir 

In Ho berjalan dikampur melihat Universitas Yeonin, kampus Yoo Jung lalu mengeluh untuk apa temanya itu kuliah dan juga kampusnya sangat luas sekali. Seorang pria lusuh datang menghampiri, In Ho berpikir pria itu adalah mahasiswa dikampus itu juga.
“Dimana gedung jurusan manajemen?” tanya In Ho, pria itu meminta In Ho untuk mengikutinya saja lalu mendorong trollynya. In Ho bertanya-tanya sebenarnya siapa pria itu, apakah ia seorang dosen dan terus mengikutinya.

Hong Sul tertidur dalam mimpinya seperti suara Yoo Jung memanggilnya.  Sul, Apa kau ingin pergi makan?.....Kau mau makan?... Sul....Sul! sampai akhirnya Hong Sul terbangun, mengeluh sampai harus memimpikanya.
Pagi hari
Hong Sul sudah sampai kampus, sambil melihat jam masih punya waktu untuk men-charge laptopnya, lalu tak sengaja bertabrakan dengan pria tua membawa satu gulung tissue toilet. In Ho terbangun dari tidurnya, melihat Hong Sul berjalan memanggil dengan nada seorang preman dan menyuruhnya mendekat, Hong Sul ketakutan memilih tak mengubrisnya.
In Ho akhirnya berlari mendekatinya, mengomel karena Hong Su tak menyahut. Hong Sul terlihat binggung berpikir kalau In Ho bukan berbicara denganya. In Ho menanyakan dimana gedung jurusan managemen bisnis. Hong Sul mengaku tak tahu, In Ho kembali mengomel karea Hong Sul adalah mahasiswa dikampus itu jadi tak mungkin, tidak mengetahuinya.
Hong Sul menyuruh In Ho untuk bertanya pada paman gembel itu saja dan buru-buru pergi dengan alasan sibuk. In Ho menariknya, terdengar teriakan petugas yang menemukan seseorang. Hong Sul akhirnya terjatuh, Pria gembel memanggil In Ho mengajaknya pergi. 

Petugas kemanan keluar dari gedung, berteriak memanggil keduanya. In Ho panik akan kabur, paman gembel menyuruh In Ho mendorong trollynya, tanpa banyak kata-kata In Ho pun berlari mengotong trolly dan kabur.  Hong Sul hanya bisa melihat keduanya berlari kearah taman.
In Ho mendorong trolly dan berlari sangat kencang menghindari petugas. Paman gembel menarik In Ho untuk bersembunyi di tempat tumpukan sampah kering. Petugas berteriak mencari keduanya, Si paman gembel menutup mulut In Ho untuk tak bersuara, setelah suara terdengar jauh, paman gembel mengintipnya lalu menyuruh In Ho berdiri karena petugas sudah pergi.
Apa yang sebenarnya terjadi?” teriak In Ho sambil mengumpat pria itu sangat bau. Si paman gembel memberikan botol minuman agar minum lebih dulu.
Jadi, mereka pikir aku ini gembel?” kata In Ho kesal
Paman gembel menanyakan apakah In Ho memiliki uang, In Ho mengaku tak memilikinya. Paman gembel tetap meminta 1000 won saja, In Ho mengeluarkan uang dari sakunya, tapi si paman melihat ada uang yang lebih besar. In Ho enggan memberikanya, paman gembel mengancam akan berteriak memanggil petugas. In Ho pasrah memberikan uangnya pada paman gembel dan menyuruhnya untuk cepat pergi. 

Hong Sul buru-buru masuk kelas mengeluh karena pria itu membuatnya jadi tak sempat mencharger laptopnya, ketika ingin menyalakan laptopnya, ternyata tak menyala padahal filenya ada didalam hard disk, kalau begitu ia harus mengetik ulang.
Yoo Jung sedang mengetik melihat Hong Sul meminjam laptop ke teman yang duduk dibelakang, lalu ke sampingnya tapi tak ada yang meminjamkan karena semua sibuk mengerjakan tugas. Akhirnya Yoo Jung dengan baik hati meminjamkan laptopnya, Hong Sul melonggo dan mengucapakan terimakasih. 

Prof Kang masuk ke dalam kelas, mulai menjelaskan mata kuliah yang sangat penting. Hong Sul sibuk mengerjakan tugasnya tanpa melihat dan mendengarkan mata kuliah Prof Kang, Yoo Jung melirik Hong Sul sangat cepat mengetik untuk menyelesaikan tugasnya.
Tiba-tiba Prof Kang mulai mengomel karena banyak mahasiswa yang tak memperhatikanya, terlihat hanya Hong Sul yang sibuk mengerjakan tugas dan menunjuknya. Yoo Jung langsung mengangkat tanganya ingin bertanya, tentang 5 strategi yang tak ada didalam buku panduan.
Prof Kang bangga ada anak muridnya yang sudah belajar dari buku paket, Yoo Jung melirik Hong Sul kembali mengetik tugasnya. Setelah itu meminta salah satu mahasiswa mengumpulkan tugas yang diberikan minggu lalu, Yoo Jung menawarkan diri agar mengumpulkanya. Hong Sul masih tetap mengerjakan tugas dengan laptop Yoo Jung. Prof Kang meminta untuk dikumpulkan paling telat pukul 5 sore. 

Semua mahasiswa mengumpulkan tugas pada Yoo Jung, sampai kelas kosong Hong Sul masih mengetik tugasnya. Yoo Jung bersandar di meja menanyakan apakah Hong Sul sudah selesai mengerjakan, Hong Sul melirik mengatakan sebentar lagi akan selesai. Yoo Jung terus menatap Hong Sul sedang mengerjakan tugasnya.
Apa kau mau berdiri di sana terus?” ucap Hong Sul risih
Kenapa? Apa Kau terganggu?” kata Yoo Jung
Hong Sul membenarkan, Yoo Jun malah mengatakan itu bagus karena selama ini ia juga sering terganggu olehnya. Hong Sul binggung ingin meminta penjelasan, Yoo Jung memberitahu waktu mereka tak banyak, Hong Sul pun kembali fokus mengerjakan tugasnya. Yoo Jung tersenyum melihat Hong Sul didepanya. 

Hong Sul ingin mengprint tapi yang terjadi malah print error, wajahnya langsung panik, dalam hatinya berteriak kalau ia akan hancur dan memberitahu Yoo Jung dengan tugasnya. Yoo Jung mendekat dan langsung berada di belakang Hong Sul seperti ingin merangkul. Hong Sul gugup berada sangat dekat dan ingin keluar tapi Yoo Jung seperti sengaja membiarkan Hong Sul berada didekatnya.
Hanya hitungan detik, Yoo Jung berhasil mengatasinya, hasil tugas Hong Sul pun bisa di print. Jun Yoon masuk ke ruangan menyapa Yoo Jung dengan ramah. Hong Sul mengambil tugasnya memilih untuk memberikan pada Prof Kang, Yoo Jung menolak karena yang ditugaskan prof.
Terima kasih banyak. Aku pasti sudah tamat jika kau tak ada.” Ungkap Hong Sul
Tak usah sungkan.... Oh ya, kau tak mencatat pelajaran hari ini, 'kan? kau bisa meminjamnya, tak perlu terburu-buru.” Kata Yoo Jung meminjamkan catatanya, Jun Yun yang melihatnya langsung melirik sinis pada Hong Sul. 

Jun Yun langsung menyindir Hong Sul ketika Yoo Jung pergi, menurutnya Hong Sul itu pintar "keterampilannya",berpura-pura tak peduli tapi ternyata malah mengoda seniornya. Hong Sul menegaskan Jun Yun itu sudah salah paham.
Jangan terlalu senang karena dia baik padamu. Dia ramah pada semua orang.” Komentar Jun Yun sinis lalu keluar dari ruangan. 

In Ho masih didalam kampus bertanya-tanya pada dirinya sendiri, kenapa harus ada disana lalu mengumpat kalau ini  Menyebalkan. Ponselnya berdering, temanya menelp dengan wajah ketakutan memberitahu Ketua sangat marah. In Ho tak peduli karena ia sudah berhenti menurutnya ia memilih hak untuk berkerja disana atau tidak dan terdapat UU Kebebasan.
In Ho, terkadang kau terdengar pintar untuk seukuran siswa yang dikeluarkan.”  Ungkap temanya
Siapa yang dikeluarkan? Aku berhenti dengan kemauanku sendiri.” Tegas In Ho
Oh ya, Ketua sedang mencarimu, jadi hati-hatilah.” Pesan temanya,
Kenapa? Apa yang dia inginkan dariku? Jika dia bertanya, katakan aku sedang di Busan Atau aku sedang di luar negeri.” Perintah In Ho
Temanya merasa bosnya tak akan percaya, In Ho tak peduli bosnya akan percaya atau tidak lalu menutup telpnya. Seorang pria bertubuh kekar sudah ada didekat teman In Ho, lalu menanyakan keberadaan In Ho sekarang. Teman In Ho mengaku In Ho sedang ada di luar negeri. Bosnya tak percaya teman In Ho menelp keluar negeri, Sang Keun ketakutan melihat Bosnya semakin dekat dan menepuk lehernya, lalu mengaku kalau In Ho melarang memberitahu sedang berada di Seoul. Bosnya memperingatkan Sang Keun agar tak membohonginya.
In Ho berbicara sendiri kalau harus bersembunyi sekarang, lalu melihat seseorang dengan menutup wajahnya dengan slayer dan menaiki skate board dan beberapa mahasiswa sedang duduk ditaman, menurunya hidup mereka sangat beruntung, lalu merobek pamlpet yang tertempel  di mading. 

Yoo Jung ke ruangan Yoon Seob untuk mengumpulkan tugas Prof Kang dan akan menaruhnya diatas meja saja. Yoon Seob menanyakan apakah Yoo Jung ingin mendaftar wisuda, Yoo Jung mengatakan tidak. Yoon Seob heran karena  mendengar Yoo Jung akan melanjutkan sekolah diluar negeri
“Apa Kau tak mau cepat wisuda?” kata Yoon Seob heran
Sepertinya anda terlalu mengurusi urusanku.” Balas Yoo Jung dingin
Nilaimu kan bagus, kenapa tak ingin cepat wisuda?” kata Yoon Seob
Tak perlu khawatirkan aku. Aku akan mendaftar jalur wisuda umum saja. Selama masa kuliahku, aku akhirnya bisa menemukan masa yang menyenangkan.” Ungkap Yoo Jung dengan senyuman bahagia. Yoon Seob hanya bisa tertunduk diam. 

Jun Yun masuk ke ruang asisten dosen, melihat tumpukan tugas Prof Kang dan paling atas milik Hong Sul, melihat orang yang datang buru-buru menyembunyikan lembaran tugas Hong Sul didalam tas. Yoon Seob masuk menanyakan untuk apa Jun Yun dalam ruangan. Jun Yun beralasan mencari Yoo Jung.
Yoon Seob pikir untuk apa mencarinya diruanganya dan memberitahu Yoo Jung sudah ada pergi dari tadi. Jun Yun kesal melihat Yoon Seob terlihat ketus padanya, Yoon Seob malah heran melihat Jun Yun malah marah-marah padanya, telp dari Prof Kang masuk meminta agar membawakan tugas dari anak muridnya. 

Hari ini berasa panjang sekali.Dan akhirnya Yoo Jung-lah yang membantuku.
Hong Sul sedang ada di perpus lalu melihat laptopnya yang rusak dan bertanya-tanya berapa harga untuk servis laptopnya. Akhirnya ia membuka buku dan melihat kotak pensilnya dan menyadari USBnya tertinggal, ia pun berlari ke luar perpustakaan. Jun Yun kesal sendiri karena harus mengambil tugas milik Hong Sul, Sementara Hong Sul berlari  ingin kembali ke tempat print melihat Jun Yun membawa lembaran tugasnya.
Bukannya yang tadi itu punyaku?” ucap Hong Sul kenal dengan lembaran tugasnya.
Bukan hanya kau kan yang punya laporan itu.” Komentar Jun Yun sinis Hong Sul mengambil paksa dan melihat memang itu lembaran tugasnya dan ingin marah.
Aku mendengar percakapan kalian tadi. Kau bilang, bisa hancur tanpa bantuan Yoo Jung. Apa kau sungguh gila nilai?” ucap Jun Yun dengan nada tinggi
Dia membantuku atau tidak, kenapa kau harus dendam padaku? Kenapa kau selalu saja jahat padaku? Apa kau segitu menyukainya?” kata Hong Sul kesal
Ya, aku sangat menyukainya. Selama ini, kau pasti iri karena dia sangat baik padaku. Tapi, kita tidak sama, jadi jangan menggodanya lagi. Jika tidak, tak hanya laporanmu saja yang kuhancurkan.” Ucap Jun Yun mengancam.

Yoo Jung dan temanya melihat keduanya sedang berdebat, temanya berteriak menyindir dua wanita yang  sedang syuting drama, menurutnya Pertengkaran wanita memang menakutkan dan mengoda Yoo Jung sebagai bintang utamanya. Joo Yun dan Hong Sul kaget melihat Yoo Jung mendengar semua pertengkaran mereka. Yoo Jung pun berjala mendekatinya.
Jun Yun berusaha membela diri kalau yang tadi hanya salah paham, Yoo Jung seperti tak mengubrisnya menyuruh Hong Sul segera mengumpulkan tugasnya, karena batas waktunya sudah habis. Hong Sul pun berlari masuk ke dalam gedung. Setelah itu Yoo Jung berbicara pada Jun Yun, akan berpura-pura tak mendengar ucapanya tadi dan harus meminta maaf pada Hong Sul. Jun Yun menahan seniornya. Yoo Jung menegaskan dirinya itu tak pernah memberikan pelakukan spesial pada Jun Yun lalu mengajak temanya untuk pergi. Jun Yun hanya bisa melonggo. 

Hong Sul menyerahkan sendiri tugasnya ke ruangan Prof Kang, dengan ketus Prof Kang menegaskan waktunya sudah habis. Hong Sul tahu, Prof Kang pikir kalau memang sudah tahu untuk apa datang lagi keruanganya dan lebih baik tak usah mengumpulkan. Hong Sul memohon karena tadi ada sedikit masalah.
Hei.... Apa kau pikir aku adil jika menerima laporanmu ini?” kata Prof Kang Sinis, terdengar bunyi ketukan pintu, Yoo Jung masuk menghadap Prof Kang.
Profesor.... Ini adalah salahku, aku yang lupa dengan laporannya.” Ucap Yoo Jung membela Hong Sul, mendengar pengakuan Yoo Jung membuat Hong Sul melongo
“Jadi Kau yang melupakannya?” kata Prof Kang tak percaya, Yoo Jung membenarkan,
Apa anda bias menerima laporannya? Aku mohon, Prof” pinta Yoo Jung
Prof Kang menyimpulkan kalau semua ini kesalahan Yoo Jung bukan Hong Sul, Yoo Jung mengangguk. Prof Kang pun menerimanya tapi memperingatkan Hong Sul karena terlambat maka nilai paling tinggi hanya B+ dan menyuruh keduanya pulang. 

Hong Sul berjalan sambil bergumam memikirkan nilai mata kuliahnya. Jika hanya B+ saja, aku harus dapat 100 dalam presentase kelompok. Hanya setara dengan A.
Yoo Jung yang melihat Hong Sul berjalan dengan tatapan kosong menanyakan keadaanya. Hong Sul mengatakan baik-baik saja dan mengucapkan terima kasih untuk hari ini karena sangat membantuku hari ini. Yoo Jung megang lengan Hong Sul memberikan semangat karena akan membuatnya dalam kerja individu dan kelompok.
Apa dia serius?..... Ah, terserahlah. Gumam Hong Sul menerima sentuhan tangan dari Yoo Jung.
Oh, Sul. Apa kau ingin makan....., ah... kau pasti menolak.” Kata Yoo Jung akhirnya memilih pergi sendiri. Hong Sul terlihat bersalah karena selalu menolak ajakan seniornya. 

Eun Taek, Sang Chul, Jae Woo dkk sedang berkumpul diruangan, bersemangat akan membaca kertas yang sudah ditulis. Kertas pertama tertulis “Min Soo” semua menjerit dan menduga kalau itu Sang Chul yang menulisnya. Eun Taek menambahkan satu garis untuk Min Soo. Lalu kertas kedua memilih “Jun Yun” semua sudah tahu itu pasti Jae Woo yang memilihnya. Dan kertas yang ketiga “Bo Ra” semua menjerit gembira.
Bo Ra menelp Eun Taek mengomel sudah menunggu 20 menit tapi pacarnya belum juga datang. Eun Taek mengatakan sedang sibuk dan menutup telpnya. Kertas berikutnya, memilih “Bo Ra” lalu  Jun Yun dan suara terakhir untuk Bo Ra. Eun Taek menjerit paling keras dengan bahagia memberikan satu garis lagi.
Menurut kalian apa, hah?” teriak Bo Ra tiba-tiba masuk ke dalam ruangan, Sang Chul dkk berpura-pura menyibukan diri.
Kwon Eun Taek, kau sedang apa di sini?” teriak Bo Ra, Eun Taek langsung memasukan semua kertas ke dalam mulutnya. Bo Ra pun mengejarnya sambil memukul. 

Eun Taek lemas membiarkan Bo Ra melihat kertasnya sudah basah kena air liur, Bo Ra memukul Eun Taek seperti anak kecil yang membuat pemilihan siapa wanita tercantik, lalu bertanya Siapa yang juara 1. Eun Taek mengatakan sudah pasti itu Bo Ra.
Bo Ra pun menanyakan tentang Hong Sul, Eun Taek memberitahu Hong Sul berada dalam urutan terakhir dengan Min Soo. Bo Ra tak terima temanya itu  sederajat dengan Son Min Soo. Eun Taek menjelaskan Arti kecantikan menurut pria dan wanita itu berbeda. Bo Ra tak bisa diam begitu saja, menurutnya Bo Ra harus mencari pacar.
Kenapa tiba-tiba kau berpendapat begitu?” ucap Eun Taek heran
Aku harus menjodohkannya dengan pria yang tampan.” Ungkap Bo Ra
Bo Ra, kau mau cari pacar lagi?” tanya Eun Taek panik
Ya, tapi kali ini untuk Hong Seol. Bagaimana? Ide yang bagus, 'kan?” kata Bo Ra, Eun Taek ber-high five mengungkap itu sangat bagus. 




Hong Sul melihat ruangan perpus yang sudah penuh dan tak ada tempat duduk, pesan dari Bo Ra masuk Hong, ada yang ingin kuberitahu padamu. Datanglah ke lobi perpustakaan.Bo Ra langsung mengenggam tangan Hong Sul bertanya apakah ia mendapatkan kursi, Hong Sul mengatakan sudah full. Eun Taek ikut juga memegang tangan Hong Sul seperti memohon.
Aku tak mendengar kata, "tidak".” Kata Bo Ra, Hong Sul binggung dengan keduanya mulai bersikap aneh.
Blind-date.... Dia adalah pria yang sangat tampan. Kau akan menyesal jika menolaknya.” Kata Eun Taek
Apa kalian tak punya kerjaan lain? Sebentar lagi ujian. Kencan apanya?.” Ucap Hong Sul menolak, Bo Ra mengandeng temannya kalau ia bisa kencan apabila ujiannya sudah selesai

Yoo Jung dkk datang menanyakan apakah mereka mendapatkan kursi, Jun Yun memegang lengan Yoo Jung mengatakan sudah mendapatkan kursi untuk seniornya dan mengajaknya untuk belajar bersama. Yoo Jung melepaskan tangan Jun Yun untuk tak memegangnya kalau akan mencari sendiri.
“Hong Sul, aku akan menyimpankan kursi untukmu jika masih ada.” Kata Yoo Jung lalu masuk ke dalam perpustakaan. Hong Sul hanya bisa melonggo
“Apa Kau tak menyimpankannya untukku?” kata teman Yoo Jung pada Bo Ra
Memangnya kau siapa?” kata Jun Yun kesal lalu pergi begitu saja, si pria hanya bisa mengumpat Jun Yun itu rubah licik.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar