Selasa, 04 November 2014

Sinopsis Birth of Beauty Episode 8 Part 2



Sa Ra dan Kang Joon akhirnya berjalan di taman sambil meminum kopi bersama. Kang Joon meminta maaf karena dirinya yang merusak kencan mereka. Sa Ra mengungkapkan kalau dia pikir tak masalah dan keadaan itu bisa saja terjadi. 

"Sara....Ketika kau mengatakan bahwa kau mencintaiku artinya tidak peduli apapun yang terjadi kau tidak akan meninggalkan aku." ucap Kang Joon menatap Sa Ra 

Dengan senyuman manisnya, Sa Ra berjanji tidak akan meninggalkannya. Keduanya lalu masuk mobil bersama. Kang Joon menutup matanya dengan tangan karena merasa silau melihat lampu mobil yang menyinari mobilnya. 


Sa Ra melirik pada Kang Joon yang masih merasa silau. Ponsel Kang Joon berbunyi, Kang Joon membaca pesan yan masuk ke dalam ponselnya. 

"Sayang.....Aku melihatmu dari arah depan mobil" pesan di kirim melalui nomor Geum Ran. Kang Joon melihat dengan tajam plat nomor yang tertera. 

"Hari di saat kau membunuhku...Kau ingat?" pesan Geum Ran datang lagi. 

Kang Joon mengingat saat dirinya dengan sengaja mengejutkan Geum Ran menyalakan lampu mobilnya saat mobil Geum Ran datang dan membuat mobil Geum Ran masuk laut. 

Mobil di depan melaju kencang ke arah mobil Kang Joon tapi setelah itu membantingkan stir dan menghindar dari mobil Kang Joon. Di dalam sekilas terlihat Tae Hee yang menyetir mobil, tapi Kang Joon tak bisa melihat orang yang menyetir mobil. 

Ia keluar dari mobil dan berteriak memanggil siapa orang yang berani mengancamnya. Dari belakang Sa Ra memukul kepala Kang Joon sampai pingsan. 

*** 

Kang Joon sudah terikat dengan tali dan masih tak sadarkan diri. Beberapa saat kemudian Kang Joon tersadar ia panik melihat tubuhnya yang sudah terikat tali. 

"Siapa kau!   Keluarlah!" teriaknya

Terdengar suara Geum Ran yang mengatakan kalau ini adalah dia. Kang Joon berteriak itu tidak mungkin karena Geum Ran sudaha mati dan itu pasti orang lain. 

"Hanya kita...yang tahu apa yang terjadi malam itu." suara Geum Ran terdengar lagi 

Gambaran kejadian saat pembunuhan berlangsung terulang lagi di pikiran Kang Joon. 

"Kau melewatiku setelah kau mengikuti.Kemudian kau melaju ke arahku.Kenapa kau melakukannya? Untuk uang atau untuk kebahagiaanmu??" suara Geum Ran terdengar. 

Kang Joon mulai mempercayai kalau Geum Ran masih hidup, ia menyuruh Geum Ran untuk keluar karena ia tak akan takut. 

"Lakukan apa yang kau mau!!! Aku pernah membunuhmu sekali!!!!! Aku bisa membunuhmu lagi!!!! Keluarlah!!!!" teriak Kang Joon 



Kang Joon melihat sosok Geum Ran dari kejauhan. Suara Geum Ran terdengar lagi. 

"Apa kau harus berbuat sejauh ini? Aku istrimu." sosok Geum Ran semakin mendekat pada Kang Joon

Kang Joon melihat sosok Geum Ran yang semakin mendekat, lama kelamaan ia tak kuat dan akhirnya pingsan. Ternyata itu adalah Sa Ra yang mengunakan pakain Geum Ran diatas jaket yang besar. Dia melihat suaminya itu sangat kejam karena seseorang biasanya itu memelihara hewan dengan penuh kasih sayang. 


Tae Hee berdiri di belakang Sa Ra, di tangannya ada rekaman suara Kang Joon yang mengakui kalau ia sudah membunuh istrinya. Lalu ia mengambil rekaman suara Geum Ran di tangan Sa Ra. Tiba-tiba Sa Ra merasa lemas dan dadanya sakit. Tae Hee menangkap dan memeluknya. 

"Aku...Aku tidak bisa bernapas."ucap Sa Ra ternga

"Tidak apa-apa....Semua akan baik-baik saja. Bernapaslah perlahan.....Aku di sini." kata Tae Hee sambil mengelus rambut Sa Ra.


Rumah keluarga Lee 

Min Young berteriak melihat tabnya, menurutnya ini sangat luar biasa karena menjadi nomor 1 pencarian di internet. Jin Young heran dengan adiknya yang berteriak tak jelas, Min Young menarik kakaknya untuk duduk lalu berteriak memanggil ayah dan ibunya. 

Ayah dan Ibu Kang Joon keluar dari kamar dengan tergesa-gesa.

"Sara Unni. Dia mendapatkan jackpot dan menjadi bintang sekarang" ucap Min Young lalu memperlihatkan video dari tabnya pada kedua orang tuanya. 

Ibu Kang Joon memperhatikan dengan jelas kalau yang ia lihat di video itu memang Sa Ra yang ia kenal. Min Young menceritakan seseorang telah menguploud saat Sa Ra makan dan sekarang banyak orang yang melihat videonya. 

"Bahkan CNN melaporkan bahwa kentang rebus, kimbap, toppoki dan sosis adalah merek dagang makanan Korea" jelas Min Young bangga. 


Chae Yoon keluar dari ruang siaran berita, seorang kru memanggilnya. Ia memperlihat video tentang kemunculan chef baru yang akan menjadi hits. Maka mereka akan mengundang wanita itu menjadi bintang tamu. 

"Panggilan akrabnya adalah Birth of a Beauty." ucap Si Kru, Chae Yoon melihat video dari ponsel dan matanya melotot kaget karena itu adalah Sa Ra

Si kru tetap memuji Sa Ra yang memiliki kecantikan yang luar biasa dan wajahnya itu bahkan seukuran CD yang sangat mungil dan cantik. 


Chae Yoon pulang kerumah dengan membanting tasnya, Ji Hoon kaget karena Chae Yoon datang langsung marah-marah. Chae Yoon kesal karena Sa Ra sekarang sudah menjadi bintang bahkan stasiun TV sudah berminat untuk mengundangnya menjadi bintang tamu. 

"Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana nasib buruk ini bisa terjadi?" umpatnya kesal. 

"Kau jadi sangat sensitif sekarang, Kembalilah ke mertuamu. " perintah Ji Hoon

Tapi Chae Yoon mempertimbangkan harga dirinya. Ji Hoon menyuruh Chae Yoon untuk berpura-pura tak ada pilihan lain selain pulang ini semua demi kakaknya. Chae Yoon hanya bisa diam saja. 


Kyung Joo mencoba menghubungi ponsel ibu Geum Ran tapi ponselnya tidak aktif, wajahnya khawatir kalau ada sesuatu yang terjadi pada ibu Geum Ran. 

Sementara di rumah keluarga Lee 

Kang Joon sudah terbarik di kamarnya, ibu Kang Joon melihat kalau tak ada Sa Ra maka nasib anaknya itu akan lebih buruk lagi. Ayahnya bertanya kenapa anaknya bisa pingsan, Sa Ra menceritakan kalau ada seseorang orang mengejarnya. 

"Sa Geum Ran? Kurasa nama itu." ucap Sa Ra 

Ibu Kang Joon kaget karena Sa Ra menyebut nama mantan menantunya. Ayah Kang Joon memberitahu Geum Ran adalah anak menantunya yang sudah meninggal. 

"Kang Joon berkata..."Sa Geum Ran masih hidup. Dia di sini." Itulah yang dia katakan." cerita Sa Ra 

Ayah Mertuanya tak percaya kalau Geum Ran itu masih hidup. Sementara Ibu Kang Joon terlihat sangat panik. 


Tae Hee menyerahkan koper pada pegawainya, ia memberitahu koper itu berisi bukti tuduhan Kang Joon tentang pembunuhan berserta pengakuannya dan juga kondisi saat itu. Ia menyuruh pegawainya untuk menyerahkan bukti itu pada polisi pagi hari. 

Pegawai mengerti perintah Tae Hee dan pergi. Tae Hee menatap jauh seperti tugasnya ini sudah selesai sekarang membawa Kang Joon masuk ke penjara. 


Ji Hoon masuk ke dalam rumah keluarga Lee dengan Chae Yoon dibelakangnya. Ia memberikan hormat pada semuanya, tapi respon dari semuanya terlihat sangat cuek. Ibu Kang Joon hanya menyapa dengan lama tak bertemu. 

Chae Yoon seperti sedih karena ia tak disambut hanya seperti dulu oleh ibu Kang Joon. 

"adikku sakit demam. Itu sebabnya dia terlambat datang." ucap Ji Hoon tetap saja semua keluarga Lee tak ada yang simpati. 

Akhirnya Ji Hoon meminta maaf karena adiknya itu memang  kurang bisa melakukan sesuatu dalam banyak hal. Jadi ia meminta maaf karena itu semua adalah kesalahannya. Keluarga Lee tetap saja diam, Chae Yoon seperti berusaha untuk menahan amarahnya. 


Ji Hoon pamit pulang dan mempersilahkan semuanya untuk istirahat. Min Young ingin memberitahu Chae Yoon kalau ada Sa Ra di lantai atas. Tapi mereka sudah tak melihat Chae Yoon lagi, Jin Young mengejek Chae Yoon itu sangat cepat sekal pergerakannnya. 

"Sara merawat Kang Joon di lantai atas. Mata Chae Yoon pasti akan keluar." ucap Jin Young sinis

"Cepat dan katakan padanya. Mari kita hidup dengan tenang." ungkap ayahnya. 

"Biarkan saja. Dia adalah anak menantu buruk yang bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada suaminya.Siapa yang peduli kalau dia terkejut?" ungkap ibu Kang Joon kesal. 


Chae Yoon membukan pintu kamarnya, matanya melotot kaget karena Sa Ra sedang merawat Kang Joon yang terbaring di kamar. Sa Ra tahu Chae Yoon masuk ke dalam kamar, Chae Yoon langsung mengumpat Sa Ra itu gila karena berani masuk ke dalam kamarnya. 

"Ini...kamarku." tegas Chae Yoon 

"Ini tidak selamanya kamarmu....Ini milik Sa Geum Ran, mungkin segera akan menjadi kamarku." ucap Sa Ra dengan mata sinisnya. 

Chae Yoon menumpat Sa Ra itu seorang jalang iblis. Sa Ra membenarkan karena ia berasal dari neraka lalu ia keluar sambil membawa baskom berisi air.


Chae Yoon mengikuti Sa Ra keluar kamar, Sa Ra membalikan badannya dan minta Chae Yoon membawa air segar untuk merawat Kang Joon. 

"Tanyakan Ibu dan Ayah apa yang terjadi." ucap Sa Ra 

"apa kau panggil ibu dan ayah,  Siapa yang kau panggil?" teriak Chae Yoon kesal

Ia sempat mendorong Sa Ra karena Sa Ra sudah memanggil ayah dan ibu pada mertuanya. Sa Ra membalasnya dengan menguyur air pada kepala Chae Yoon. Dengan wajah jahatnya, Sa Ra yakin air yang ia guyur itu sangat dingin. 


Chae Yoon sempat akan memberikan pelajaran untuk Sa Ra tapi Sa Ra sudah mendorongnya lebih dulu sampai terjatuh di lantai. 

"Aku hanya perlu satu jari untuk mengalahkan perempuan sepertimu. Jangan menggunakan kekerasan" perintahnya 

Lalu Sa Ra merubah wajahnya jadi wanita baik-baik dengan menyindir Chae Yoon yang berisik bisa membuat Kang Joon-ku terbangun. Chae Yoon tak percaya Sa Ra sudah menganggap Kang Joon itu miliknya. Sa Ra kembali masuk ke dalam kamar Kang Joon . 


Di depan rumah, Kyung Joo memecet bel meminta keluarga Lee membuka pintu untuknya karena ada yang ingin ia tanyakan. 

"Buka pintu! Aku akan menerobos masuk!" teriak Kyung Joo 

Beberapa menit kemudian Kyung Joo sudah masuk ke dalam bertemu dengan keluarga Lee. 

"Apa yang kau lakukan pada ibu Geum Ran? Apa kau melakukan sesuatu? " teriak Kyung Joo menuduh. 

"Kenapa kau mencarinya di sini? kalian selalu saja mengusik kami " balas Ibu Kang Joon sinis 

Ayah Kang Joon menyuruh diam lalu bertanya kapan ibu Geum Ran tak bisa dihubungi. Kyung Joo menceritakan sejak kemarin dan ia yakin sesuatu terjadi pada ibu Geum Ran. 


Ibu Kang Joon kaget melihat Chae Yoon yang menuruni tangga dengan basah kuyup. 

"Kenapa kau membiarkan wanita itu masuk? Aku hanya pergi beberapa hari. " ucap Chae Yoon kesal. 

Ibu mertuanya menduga Chae Yoon itu baru bertengka dengan Sa Ra. Ayah Kang Joo mengumpat kalau rumahnya ini semakin kacau. 

"Dia sudah memiliki wanita lain? Aku tidak tahu siapa, tapi bagus untukmu! Kau juga mengusir Geum Ran! " umpat Kyung Joo. 

Lalu ia menuduh Chae Yoon juga melakukan sesuatua pada ibu Geum Ran. Semua anggota keluarga langsung menatap Chae Yoon dengan tatapan menuduh. Chae Yoon yang kesal memilih untuk pergi. 

"Hei! Ke mana kau akan pergi? Kembalikan ibu Geum Ran!" teriak Kyung joo. 

"Jangan berteriak! Mari kita mencarinya bersama. Kami bukan orang yang suka menyakiti seseorang!" tegas ayah Kang Joon 

Dari tangga, Sa Ra mendengar keluarga Lee sedang membicaraka ibunya dan ia juga melihat Kyung Joo yang datang ke rumah keluarga Lee. 


Sa Ra mengejar Kyung Joo, ia ingin tahu sejak kapan ibu Geum Ran yang tak bisa di hubungi, ia meminta Kyung Joo menceritakan secara detail. Kyung Joo binggung karena Sa Ra datang dari dalam rumah keluarga Lee. Dia menyimpulkan kalau Sa Ra dalah wanita selingkuhan Kang Joon. 

"Kenapa kau mencemaskan ibu Geum Ran?" tanya Kyung Joo sinis 

"Aku di pihak Geum Ran. Apa yang aku lakukan...demi dia." Sa Ra berbicara sambil memegang tangan Kyung Joo untuk menyakinkan diri. 

Dia berjanji akan menjelaskan nanti ada apa dengan dirinya. Dari kejauhan, Chae Yoon melihat Sa Ra yang mendengar pecakapan keduanya. Ia tak percaya Sa Ra itu melakukan semua itu demi Geum Ran. 

" Ini mencurigakan. Sara...ada sesuatu tentang dirimu." gumam Chae Yoon terlihat sinis menatap Sa Ra. 


Sa Ra mencoba mencari sesuatu di koper milik ibunya, ia panik menanyakan kemana ibu Geum Ran pergi dan siapa yang terakhir bertemu dengannya. Dia meminta Kyung Joo bisa menceritakan semuanya. Kyung Joo memceritakan telp Ibu Geum Ran suda mati sejak kemarin. 

Ia menemukan buku harian milik ibu Geum Ran dan memperihatkan pada Sa Ra. Keduanya berusaha mencari infomasi kemana ibu Geum Ra pergi. 

Di rumah, Tae Hee sedang memasukan baju-bajunya ke dalam koper, ponselnya berbunyi. Sa Ra mengirimkan pesan untuknya.

"Dokter...Sesuatu terjadi. Aku akan pulang besok pagi." 

Tae Hee terlihat cuek dan membiarkan ponselnya dan terus membereskan bajunya. 


Sa Ra kembali kerumah esok paginya, ia berteriak masuk ke dalam kamar Tae Hee memberitahu dirinya yang tak bisa menghubungi dirinya. Tapi ia binggung karena Tae Hee tidak ada di kamarnya, saat akan keluar Sa Ra melihat kertas yang tergeletak di atas keyboard. 

"Aku menunggu sejak tadi malam, mungkin akan jadi yang terakhir. Sayang sekali Aku akan mengurus bisnis.Jangan menyiapkan makanan.Aku akan bertemu rekan bisnis. Mari kita pesta perpisahan setelah aku kembali"

Sa Ra buru-buru mengeluarkan ponselnya dan menelp Tae Hee ingin tahu keberadaannya sekarang. 


Tae Hee sedang berada di taman dengan kertas ditangannya, Madam Park turunn dari truk dan menunggu seseorang dengan sedikit khwatir. Orang kepercayaan datang menemuinya. 

"Bisakah aku menggunakan pengacaraku dari tim hukum Winner Group?" tanya Madam Park. 

"Tim hukum Winner Group berada di bawah Direktur Han. Itu berbahaya." jelas anak buahnya

Nenek binggung apa yang harus mereka lakukan sekarang karena sudah tak ada waktu lagi. Anak buahnya itu mencoba berusaha sebaik mungkin dan ia menyarankan supaya madam Park tidak pulang dan melarikan diri karena kemungkina ia bisa di tangkap.



Tae Hee melihat neneknya yang berdiri telihat lemas di depan trk makanan dengan tulisan [Truk Makanan Cinta Dong Geul]. Tapi ia mengingat neneknya yang tersenyum padanya memberikan hadiah roti padanya. 

"Nenek, sudah dua puluh tahun. Apa kau baik-baik saja?" gumam Tae Hee dari kejauhan

Terdengar suara sinere dengan mobil pribadi, dua orang pria datang mendatangi neneknya, salah satunya memperlihatkan surat perintah penangkapan. 

"Kau dituntut dengan kejahatan ekonomi khusus untuk penggelapan dan penyalahgunaan dana.Karena kau bisa melarikan diri atau merusak bukti, kau ditangkap."

"Kau bajingan. Aku tidak melakukan sesuatu yang salah, Langit dan bumi tahu itu!" teriak madam Park 

Tapi tetap saja madam park di tarik masuk ke dalam mobil dengan tanga di borgol, Tae Hee berusaha untuk menahan tapi dadanya terasa sakit, kenangan masa lalu teringat kembali saat gudang di depannya meledak dan ia harus kehilangan ibu dan bapaknya. 


Tae Hee memanggil neneknya dengan sakit di dadanya, tangannya mulai melemah dari pegangan di tembok. Saat akan jatuh, Sa Ra datang dan langsung memeluknya. Tae Hee seperti merasakan kekuatan dirinya untuk bisa kembali tenang. Sa Ra terus meluk Tae Hee yang terlihat kesakitan. 


Sa Ra membawa Tae Hee dengan memapahnya, Tae Hee yang mulai tenang merasa sikap Sa Ra itu terlalu berlebihan padahal ia baik-baik saja. Sa Ra menyinggung Tae Hee yanga bersadar padanya. Tae Hee berdalih kalau Sa Ra yang memegangnya. 

"Dokter kau pasti akan buruk jika aku tidak ada di sana. Kenapa kau tidak tahu terima kasih?" umpat Sa Ra kesal 

Tae Hee melepaskan peganga Sa Ra, ia kesal karena Sa Ra berbicara tentang dirinya yang tak tahu terima kasih. Sa Ra tersenyum, ia tahu Tae Hee adalah yang paling banyak membantunya dan harusnya ia yang banyak terima kasih. Dengan senyuman ia mengajak Tae Hee masuk ke dalam rumah. 

Chae Yoon keluar dari pesembunyiannya, tak percaya keduanya ternyata tinggal bersama. Dia juga binggung kenapa Tae Hee memanggil Sa Ra itu Ahjumma. 

"Aku membantumu hari ini. Jadi bantu aku menemukan ibuku, karena tidak bisa menghubungi ibuku." ucap Sa Ra yang berjalan masuk kedalam. 

Tae Hee tersenyum dan mengatakan kalau Sa Ra tak perlu khawatir. 


Chae Yoon yang mendengar percakapan keduanya yang kaget karena Sa Ra menyebut ibunya, ia ingat saat ia melihat Sa Ra yang bertemu dengan Kyung Joo di depan rumah keluarga Lee. 

"Aku di pihak Sa Geum Ran. Apa yang aku lakukan...adalah demi dia."ucap Sa Ra saat itu. 

Mata Chae Yoon menatap curiga dan ingin terus mencari tahu siapa sebenarnya Sa Ra itu. 


Sa Ra dan Tae Hee berada di kamar Tae Hee. Sa Ra agak bingung karena ternyata Tae Hee itu memiliki seorang nenek. 

"Ketika aku berpikir tentang kecelakaan, aku merasakan sindrom patah hati. Dan dikarenakan trauma kecelakaan, aku tidak bisa bertemu Nenek" cerita Tae Hee. 

[Sindrom patah hati - Sesak nafas, kehilangan kesadaran, dan nyeri di dada karena trauma.]

Tae He juga menceritakan orang tuanya yang menginginkan supaya ia melupakan masa lalunya. Dia merasa sudah memberitahu semuanya pada Sa Ra jadi setelah hari ini mereka harus segera berpisah. 

Sa Ra terlihat khawatir menanyakan apabila tak ada dirinya lalu Tae Hee terkena sindrom patah hati, lalu apa yang akan di lakukan. 

"Kaulah yang bermasalah. Kau pasti sudah pingsan di depan Lee Kang Joon tanpa aku.Kau pasti lebih parah dariku" ungkap Tae Hee yang tak mau mengakui kalau ia tadi selamat karena Sa Ra. 

"Sesuatu yang buruk terjadi pada nenekmu. Kau bahkan tidak bisa melihat nenekmu karena sindrom patah hati.Apa yang akan kau lakukan?" ucap Sa Ra 



Tae Hee terlihat sedikit kesal dan bertanya apa yang harus ia lakukan sekarang. Sa Ra pikir Tae Hee membutuhkan dirinya, Tae Hee merasa bukan hanya dia tapi Sa Ra juga punya trauma dengan kecelakaan yang dialaminya dan harus mencari tahu apakah ibunya itu baik-baik saja. 

"Bagaimana jika kau pingsan pada saat yang kritis?" ucap Tae Hee sambil tertunduk 

"Aku juga membutuhkanmu. Terutama sampai aku mengetahui kalau ibuku baik-baik saja. Jika aku merasakan sindrom patah hati kau harus melindungiku Dokter." akui Sa Ra dengan jujur. 

Tae Hee menanyakan kembali apa sebenarnya yang dinginkan Sa Ra padanya. Sa Ra menyimpulkan kalau Tae Hee butuh dirinya begitu juga sebaliknya. Tae Hee menanyakan apa maksudnya. 

"Jadi...Mari kita tidak mengatakan selamat tinggal untuk saat ini." ucap Sa Ra dengan senyuman lebarnya. 

Tae Hee seperti sedikit jual mahal dan merasa kalau mereka tak bisa mengakhiri hari ini, tapi akhirnya ia menyetujui ajak Sa Ra untuk tidak mengucapkan selamat tinggal. 

Keduanya tertunduk tak mau saling menatap. Tapi saat mata mereka saling menatap buru-buru keduanya melalingkan wajahnya, seperti tertunduk untuk menyembunyikan perasaan masing-masing. 


Anak buah Min Hyuk datang, ia memberitahu telah menemukan wanita yang dicari bosnya. Ia memberitahu namanya Sa Ra dan berkerja sebagai koki. Lalu ia memberikan kertas alamat restoran tempat Sa Ra berkerja. 

[Restoran God. Seoul Jongroju Hwajungdong No 11.]

Min Hyuk tersenyum sumringah membaca alamat yang diberikan anak buahnya. 


Kang Joon sudah sadar, ia kaget mengetahui teman Geum Ran datang. Ibunya menceritakan semalam Kyung Joo berteriak karena tak bisa menghubungin ibu Geum Ran. 

"Ada keributan setiap hari di rumah ini, sepertinya rumah ini dikutuk." keluh ibunya. 

Lalu ibunya menyuruh anaknya untuk cepat turun dan makan bersama. 


Kang Joon melihat ponsel dengan wallpaper ibu Geum Ran dan anaknya, ia mencari nama Kyung Joo dan menuliskan  pesan [Kyung Joo, aku akan kembali ke kampung halamanku.]

Kyung Joo yang sedang ada di  toko mendengar bunyi suara ponselnya. Ia membaca pesan dari  nomor ibu Geum Ran. 

"Kyung Joo, aku akan kembali ke kampung halamanku untuk mencari udara segar." 

Akhirnya Kyung Joo bernafas lega mengetahui keberadaan ibu Geum Ran. Buru-buru ia memberitahu Sa Ra, tapi Sa Ra meminta Kyung Joo bisa mendengar langsung dari ibunya, karena ia sangat khawatir. Ia juga berusaha untuk terus menghubungi ibunya.


Jin Young berteriak masuk ke dapur, Sa Ra yang sedang membuat menu makanan binggung. Jin Young berteriak kalau terjadi kehebohan jadi ia meminta Sa Ra untuk keluar. 

Ketika membuka pintu restoran sudah banyak wartawan yang mengambil gambar Sa Ra dan mengajak mewawancarainya bahkan ada yang mengajak bergabung dalam acara mereka. Jin Young mencoba memperkenalkan dirinya kalau ia adalah managernya. 

Wartawan tak mengubrisnya, mereka tetap ingin mewawancarai Sa Ra, tapi Sa Ra binggung tak tahu berbuat apa. Beberapa menit kemudian, dua mobil mewah datang, Min Hyuk keluar dari mobil mendatangi Sa Ra. 

"Ini pertemuan ketiga kita..." ucap Min Hyuk dengan senyum sumringahnya. Sa Ra binggun karena ia lupa pernah bertemu Min Hyuk kapan. 


Tae Hee yang mendengar cerita Sa Ra tertawa bahagia, di awal ia sudah bisa menduga Sa Ra itu akan menjadi terkenal, bahkan ia sudah membayangkan masa dengan Sa Ra ketiak ia menrancangnya sebagai kecantikan yang teatas di Asia. 

"Kau sempurna. Yang terbaik. Apa wanita bahkan memiliki pusar cantik sepertimu? Sebagai contoh,bahkan lubang hidungmu cantik. Korea akan fokus pada karyaku." ucap Tae Hee bangga. 

"Tapi stasiun penyiaran...Aku tidak pernah membayangkan itu Apa yang harus aku lakukan sekarang?" ungkap Tae Hee sedikit ragu.

 

Tae Hee memberitahu kalau pegakuan Kang Joon, Ponsel Geum Ran dan catatan panggilan dengan suaminya sudah ia berikan pada polisi sebagai bukti. Jadi pekerjaan merasa sudah selesai. Oleh karena Itu Sa Ra harus menghapus Kang Joo dari masa lalu dan mulai dengan masa yang baru. 

"Terlahir kembali sebagai orang baru.Aku akan menciptakan identitas baru untukmu.Tanggal lahir baru, nama, nomor identifikasi.Kau sudah mati.Biarkan Sa Geum Ran mati selamanya. Kau Orang baru yang Menjalani kehidupan baru yang sensasional." jelas Tae Hee. 

lalu Tae Hee mengibaratkan Sa Ra Seperti Edmond Dantes menjadi Count of Monte Cristo. Jadi ia meminta supaya Sa Ra bisa membuang Gum Ran dan memperlihatkan kecantikan yang sebenarnya untuk menjalani hihup yang baru. 


Chae Yoon sedang duduk di ruangan meja rias, ia melihat kejadian dalam hidupnya itu adalah nasib buruk untuknya. Tapi berpikir kalau Sa Ra itu sengaja melakukan itu padanya. Tapi ia ingin tahu apa alasannya, pikirannya teringat saat Sa Ra dan Tae Hee masuk ke dalam rumah bersamaan. 

"Aku membantumu hari ini....Jadi bantu aku menemukan ibuku....Aku tidak bisa menghubungi ibuku..." 

Ia menduga-duga kalimat yang diucapkan Sa Ra pada Tae Hee buru-buru ia mencoba menelp Min Young. 

*** 

Keduanya bertemu di cafe donut. 

"Apa Sa Geum Ran..memiliki saudara?" tanya Chae Yoon langsung, ketika Min Young datang sambil membawa makanan untuk mereka. 

Min Young agak kaget karena Chae Yoon menanyakan tentang Geum Ran tapi yang ia tahu iparanya itu anak tunggal.

"Jika tidak punya saudara...Pasti ada sesuatu." gumam Chae Yoon sedikit kaget. 

"Tapi...mengapa semua orang berbicara tentang mendiang kakak iparku?" ucap Min Young binggung. 

Ia menceritakan Kang Joon yang mendapatkan pesan darinya sampai ia pingsan karena panik. Min Young menduga Geum Ran itu masih hidup. Wajah Chae Yoon tegang mengetahui Geum Ran itu masih hidup. 


Chae Yoon mengingat pertemuan pertama saat bertemu Sa Ra, mereka membahas tentang Geum Ran. Lalu Saat masuk kamar, Sa Ra mengataka kalau itu adalah kamar Geum Ran. Dan yang terakhir Sa Ra meminta Tae Hee untuk membantu menemukan ibunya.

Wajahnya kaget dan panik, dia sudah menduga-duga siapa sebenarnya itu Sa Ra, tapi ia sedikit tak yakin dengan dugaannnya. 


Ji Hoon baru masuk ruang prakteknya, ia mengeluh karena Chae Yoon datang lagi dan terlihat sangat tergesa-gesa. Chae Yoon menarik kakaknya untuk duduk, ia memperlihatkan wajah Sa Ra dari ponselnya. 

"Apa kau mengenalnya?" tanya adiknya, Ji Hoon merasa tak mengenal wanita itu. 

Chae Yoon memperlihatkan foto Geum Ran, Ji Hoon terlihat panik dan kaget. Chae Yoon sudah tahu kalau kakaknya itu pasti mengenalnya, ia mendesak supaya kakaknya itu bisa menceritakan siapa orang yang ada di foto. 

"Aku tidak tahu apa masalahnya, tapi aku tidak bisa mengatakannya." ucap Ji Hoon 

"Ini ada hubungannya dengan Tae Hee oppa, kan?" Chae Yoon sedikit menuduh. 

Dia mendesak Ji Hoon memberitahunya dimana kakaknya itu pernah melihat Geum Ran. Ji Hoon memberitahu kalau Geum Ran itu adalah pasiennya. 

"Tae-hee hyung meminta bantuan. Aku melakukan operasi sedot lemak tanpa meninggalkan catatan" kata Ji Hoon dengan jujur. 


Chae Yoon keluar dari apartement kakaknya dengan perasaan tak percaya. Ia mengingat kembali saat bertemu dengan Sa Ra di kantor Kang Joon. 

" Seperti kau, mengusir istri pertamanyaKali ini...Aku akan mengusirmu." ucap Sa Ra

Ji Hoon juga mengakui saat ia memberikan foto itu padanya kalau Tae Hee yang meminta bantuan untuk melakukan sedot lemat tanpa meninggalkan catatan. Sa Ra juga mengatakan padanya kalau ia datang dari neraka 

Dan tulisan di kaca kamarnya [Aku tahu kau membunuh Sa Geum Ran.], yang membuat rumah tangganya semakin kacau. Chae Yoon tak percaya kalau Sa Ra adalah Sa Geum Ran. 



Sa Ra membawa baju Geum Ran di depan wajahnya lalu menurunkannya, Dia akan membiarkan Sa Geum Ran mati dan menjalani hidup dengan identitas barunya. Tae Hee mengangguk-angguk menyetujui ucapan Sa Ra, ia melihat Sa Ra yang memang bajunya saat masih gemuk. 


Chae Yoon masih tak percaya Sa Ra adalah Sa Geum Ran, ia tertawa terbahak-bahak lalu keluar wajah licik seperti akan melakukan balas dendam. 

Di rumah, Sa Ra masih memegan baju lamanya dengan menyiapkan diri melepaskan Geum Ran. Tae Hee tersenyum puas, seperti memiliki rencana bagus untuk Sa Ra. 

Bersambung ke Episode 9. 

Komentar 

Tae Hee bener-bener jenius banget ini, rencananya bikin Kang Joon bisa ngaku top deh. Adegan lucu itu waktu Tae Hee sama Sa Ra malu-malu mengakui kalau keduanya itu saling membutuhkan. Kasihan juga tapi ngeliat Tae Hee yang harus kena sindrom patah hati dan ga bisa ketemu sama neneknya. 

Penasaran abis ini sama rencana Chae Yoon, berhasil ga yah dia ngebongkar rahasia Sa Ra itu adalah Geum Ran. Mudah-mudahan lebih dulu Tae Hee yang ngeluarin identitas baru Sa Ra ke media. ^_^ 

Oh Yah, Si Min Hyuk harusnya mulai deket nih sama Sa Ra, biar dikasih pelajaran juga dan masuk penjara kaya Kang Joon. Dua-dua licik dan serakah banget... Harus bersabar menunggu hari sabtu... 
heheheh

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


2 komentar:

  1. Jd g sbr nunggu lanjutn nya mudh2han rencana chae yoon gagl Lanjut ters mbak tmbh seruuuuu tetp semngt nulis nya

    BalasHapus
  2. kakak semangat ya nulis nya , aku disini sabar nungguin kk :) hihi jadi deg2gann nih liat chae yoon mau balas dendam...

    BalasHapus