Minggu, 02 November 2014

Sinopsis Birth of Beauty Episode 3 Part 2


Sa Ra panik melihat Chae Yoon menelpnya. Tae Hee sempat melihat nama Chae Yoon panik juga. 

"ini Chae Yoon, bisakah kita bertemu?" ucapnya. 

Beberapa menit kemudian Sa Ra sudah berganti pakaian dan menuruni tangga. Tae Hee mengejek Sa Ra ingin berperang atau ingin berburu. 

"kalau aku bertemu dengan Chae Yoon, aku tidak akan membiarkannya pergi" tegas Sa Ra 

"kau lebih baik tidak menyentuh wanita itu aku akan mengikutinya"

Ponsel Tae Hee berdering, ia meminta Sa Ra menunggunya sebentar. Ia meihat nama Ji Hoon menelpnya, pikirannya binggung mana yang harus ia pilih. Tapi ia melihat Sa Ra sudah keluar dari rumah. Tae Hee akhirnya mengangkat telp dari Ji Hoon 



"Hyung.. aku dalam masalah besar.... ada tikus dirumahku" ucap Ji Hoon panik 

Tae Hee ikutan panik, ia berjanji akan datang segara untuk mengusir tikus dari rumahnya. Ji Hoon menutup telpnya lalu berbicara dengan susternya. 

"Bagaimana aktingku tadi?" tanya Ji Hoon 

"Menakjubkan.... aku sampai tertipu oleh ucapan dokter" 

Ji Hoon menjelaskan ia harus melakuan itu semua supaya bisa membuat keluarganya berkumpul dalam satu tempat, sekarang saatnya ia menelp Chae Yoon . 



Sa Ra sudah ada di cafe, ia akan terus memelototinya karena teringat dengan hinaan Chae Yoon yang menyuruhnya untuk bercermin karena tubuhnya yang gemuk. 

Apabila Chae Yoon mendekat ia juga akan melempar lalu mencekik dan mematahkan lehernya. Dia memperagakan gerakan Yudo untuk melawan Chae Yoon. Orang-orang yang melihat gerakan Sa Ra tertawa, Chae Yoon juga melihat dari luar sempat tersenyum mengejek. 

Chae Yoon masuk ke dalam menghampiri Sa Ra dan Sa Ra duduk melipat kakinya lalu mengangkat wajahnya dengan wajah menantang. 

"Ada seorang wanita bernama Sa Geum Ran" ucap Chae Yoon

Sa Ra langsung mendekatkan badannya, menanyakan "ada apa dengan dia". Tapi akhirnya ia mengubah pertanyaan jadi "siapa orang itu". Supaya Chae Yoon tidak mencurigainya. 




"Dia Mantan istri kang Joon yang bunuh diri dan Pemakamannya diadakan tanpa jasad" jelas Chae Yoo.

Lalu ia menceritakan kalau Kang Joon itu meninggalkan istrinya yang merawat semua keluarganya karena dirinya. Jadi ia menganggap mereka itu  memiliki hubungan bukan yang biasa.

"Siapa kau Sa Ra? Seorang penggoda atau cinta satu malam saja?"

Sa Ra mengenggam tangannya, menahan amarahnya sama seperti saat ia kesal ketika bertemu dengan Chae Yoon yang mengakui perselingkuhan mereka. Ponsel Sa Ra berbunyi, Chae Yoon merasa Sa Ra tak perlu melihatnya karena itu pasti pesan dari Kang Joon yang membatalkan kencan.

Chae Yoon keluar dari cafe menerima telp dari Ji Hoon. Seperti rencana di awal, Ji Hoon mengajak bertemu dan Tae Hee akan datang. Chae Yoon berjanji akan datang dengan Kang Joon juga. 


Tae Hee datang dengan membawa tongkat baseball, ia berteriak memanggil Ji Hoon untuk membasmi tikus. Tapi langkahnya terhenti saat melihat Chae Yoon ada di dapur. 

"Tae Hee- oppa...  Kau berlebihan dengan menghilang selama tiga bulan lamanya" sapa Chae Yoon. 

Lalu ia memperkenalkan Kang Joon pada Tae Hee dan menceritakan kalau mereka tumbuh bersama semenjak kecil. Kang Joon memperlihatkan senyumnya, ia sudah sering mendengar cerita tentang Tae Hee.

"kau pernah dengan restorant God, itu adalah perusahaan Tae Hee-Oppa. Dia mengumpulkan beberapa teman dan membentuk sebuah perusahaan. Dalam satu tahun pendapatannya terus meningkat" cerita Chae Yoon bangga.

Ji Hoon datang, ia menceritakan kalau ia harus berbohong pada Tae Hee karena kakaknya itu suka sekali bersembunyi. Tae Hee dan Kang Joon bersalaman. Tapi karena Kesal Tae Hee mencengkram tangan Kang Joon dengan sangat keras. 

"aku harus memanggil mu apa yah? ini pernikahan keduanya mu kan" ucap Tae Hee 

Kang Joon tak mau kalah ia membalasnya, ia mempersilahkan Tae Hee memanggilnya apa saja. Tae Hee merasa karena ia tak punya hubungan darah dengan Chae Yoon jadi ia akan memanggilnya nama saja. Ji Hoon dan Chae Yoon mencoba untuk melerai keduanya. 

Tiba-tiba Tae Hee tertawa, ia menjelaskan yang ia lakukan tadi itu hanya bercanda. Selama ia tinggal dengan keluarga angkat ia selalu bercanda. Ji Hoon meminta tolong dibawakan belanjaannya, tapi Tae Hee memilih untuk pamit pergi karena ada janji dengan orang lain. 



Tae Hee dan Sa Ra akhirnya bertemu dan saling mengumpat satu sama lain.

"Lee Kang Joon itu  bajingan!" teriak Tae Hee 

"Gyo Chae Yoon itu  menyebalkan!" balas Sa Ra 

Tae Hee melihat Kang Joon itu berengsek karena kemarin mereka sudah pergi ke hotel bersama. Tapi hari ini ia pergi kerumah kakak Chae Yoon bersama. Sa Ra juga tak kalah kesal dengan Chae Yoon yang menghina dirinya karena mengadakan pemakanan tanpa jasad. 

"Dia membual kalau dirinya itu dipilih oleh Kang Joon di banding mantan istrinya" teriak Sa Ra 

"Heeii.... jangan menghina Chae Yoon!!! Kang Joon itu  itu adalah masalahnya" 

Sa Ra tak mau kalah menurutnya Chae Yoon lah yang menjadi masalah.Tae Hee ingin memukul mengunakan pemukul Baseballnya, Sa Ra menantang dengan memelototinya. Tae Hee menyuruh Sa Ra tidak melotot padanya. 


Beberapa saat kemudian mereka duduk berjauhan. Tae Hee melihat wajah Sa Ra yang masih kesal, dengan tongkat baseballnya ia menyenggolnya. 

"Kita tidak boleh seperti ini... Kita harus bersama-sama dalam keadaan seperti ini"ucap Tae Hee 

Lalu ia mengajak Sa Ra untuk menyusun tanggal dimana mereka bisa pergi kencan bersama. Ia mengibaratkan sebuah bara api yang sudah lapuk bisa membakar semua rumah apabila dinyalakan. 

"Mari kita membalikan keadaan" ucap Sa Ra penuh semangat 

"Kau harus melemparkan dirimu pada Kang Joon. Di malam hari kau harus menjadi pengoda seutuhnya" 

"Yahhh.... hari ini aku melihat diriku itu lebih cantik dari Chae Yoon" tegas Sa Ra 

Tae Hee mulai mendekat, ia memeluk Sa Ra dan akan melakukan rencana selanjutanya untuk menghancurkan hubungan Tae Hee dengan Chae Yoon.

"Kita ini adalah perpaduanan antara kecantikan dan genius. Mereka pasti akan mati" ucap Tae Hee penuh bangga. 




Malam hari 

Kang Joon masuk ke dalam rumah menanyakan dimana tikus berada. Sa Ra keluar dengan pakain tidur yang cukup mengoda. Keduanya akhirnya duduk bersama sambil meminum wine. 

"apa kau mengenakan itu untuk menunjukan padaku? apa benar-benar ada tikus dirumahmu?" tanya Kang Joon 

"Ahhh.. aku hanya ingin bertemu dengan mu" jawab Sa Ra malu-malu. 

Kang Joon mengajak Sa Ra pergi ke laut. Sa Ra tersenyum, ia juga memiliki tempat yang berarti saat ada disana. Dari atas terlihat Tae Hee yang melihat keduanya. 

"Jangan khawatir dengan tikus,kami sudah menangkapnya. Kang Joon, kau tikus yang masuk kedalam perangkap" bisik Tae Hee. 




Keduanya sudah ada di dalam mobil menuju perjalanan menuju laut. Sa Ra menatap Kang Joon penuh senyuman.

"Kami pernah datang ke tempat ini saat bulan madu" gumam Sa Ra. Kang Joon menatap Sa Ra dengan penuh senyuman. 

Di tempat lain, Chae Yoon berusaha menelp Kang Joon, ia kesal karena ponselnya mati dan tidak bisa dihubungi, kecurigaanya pun terlihat dari wajahnya. 

Kembali ke mobil. 

Sa Ra teringat saat ia melewati tempat itu dan terjadi kecelakaan. Ia berusaha menahan rasa takutnya dengan berpegangan kerasa pada sabuk pengaman. 

"ini jalan raya yang cukup terkenal, Jalan yang sempit dan tebing tinggi, pemandangan dinis cukup bagus" ucap Kang Joon. 

Lalu ia memberitahu akan segera sampai ke laut, ia sempat sedikit mengoyangkan stirnya ke kanan. Sa Ra menjerit, ia teringat saat ia membanting stir ke kanan dan masuk ke dalam laut. Kang Joon panik melihat Sa Ra yang terlihat ketakutan. 



Sebuah Foof Truk of Love terpakir di dekat tenda. Ayah Kang Joon menata makanan diatas meja.Setelah itu ia menelp kerumah dan mengumpat.

"kita kekurangan orang untuk acara amal, kemana ibumu?" teriaknya

Jin Young datang membawakan telp pada ibunya, ia memberitahu ayahnya menyuruhnya untuk datang jadi ibunya itu tak bisa bermain lagi.

"aku  akan datang reuni teman sekolah dasarku dan aku tak bisa membatalkanya" bisik ibunya sambil berdandan. 

"ahh,.... kau selalu mengikuti acara itu karena kau naksir dengan Tuan Park kan" 

Ibu Kang Joon tak bisa menutupi kebohongannya. Ia mengangkat telpnya beralasan ia sedang sembelit jadi tak bisa mengangkat telp. 

"Cepatlah datang" teriak suaminya


Sa Ra terbangun dari tidurnya. Kang Joon membahas tentang kenangan Sa Ra dengan cinta pertamanya, tapi ia hanya ingin memberitahu jalan yang bagus saat menuju ke laut.

"Apakah itu kecelakaan besar? Apakah itu serius?" tanya Kang Joon 

Sa Ra tak bisa menjawab, ingatannya kembali saat mobinya jatuh masuk ke dalam laut. Ia menjerit sambil memegang pipinya. Kang Joon menyimpulkan kenangan itu cukup buruk jadi ia ingin memberikan tips untuknya supaya traumanya itu bisa hilang. 

"Ketika kau mengingat saat kecelakaan, Jangan menghindarinya. Lalu kau melihat hal-hal yang tidak kau ketahui. Setelah kau melihat semua situasinya maka trauma itu akan hilang" 

Kang Joon merasa kalau Sa Ra bisa melihat lebih jelas lagi maka dirinya akan merasa stabil. Sa Ra memikirkan ucapan Kang Joon. 

"Menghadapi kecelakaan ...... secara langsung?" ucap Sa Ra.


Sa Ra dan Kang Joo sudah duduk didalam kamar. Kang Joon meraba rambutnya dengan lembut.

"Dari semua wanita yang pernah kulihat, kau adalah yang paling cantik" pujinya. 

Lalu Kang Joon menyalakan korek untuk menyalakan lilin. Sa Ra teringat saat kecelakaan ada ujung lampu yang membuatnya silau. Traumanya kembali datang membuat tubuhnya menjadi gemetar. Kang Joon panik, memegang dahi Sa Ra. 

"aku pikir kau sedikit demam, Aku akan pergi membawakanmu obat" ucap Kang Joon buru-buru keluar dari kamar hotel. 


Ingatannya kembali pada saat bertemu dengan Kyung Joo. 

"Geum Ran menyerah pada tantangan. Dia bunuh diri." ucap temannnya. 

Lalu ingatanya kembali saat bertemu dengan Chae Yoon. 

"Ada seorang wanita bernama Sa Geum Ran. Dia mantan istri Kang Joon, meninggal karena bunuh diri. Pemakamannya di lakukan tanpa ada jasadnya" cerita Chae Yoon. 

Sa Ra terus memegang tubuhnya, ia bertanya-tanya kenapa kematianya itu dianggap sebagai bunuh diri bukan sebuah kecelakaan. 



Madam Park turun dari sebuah truk, petugas penjaga menyuruhnya memindahkan truk karena tempat itu bukan untuk parkir kendaraan. 

"Dimana ini?" tanya Madam Park 

" ini rumah Presiden  Winner Group, jadi tolong pindahkan sebelum atasan ku datang" perintah petugas. 

Beberapa orang berjas datang, mereka meminta maaf karena paman itu baru beberapa hari kerja jadi belum tahu tentang Madam Park. Si petugas kaget karena nenek yang ia tegur itu adalah pemilik rumah tempat ia berkerja. 

"Sudahlah tak perlu takut, aku tidak ingin hidup lama jadi kau bisa meremehkan ku" ucap Madam Park 

"Kau tahu. Kau itu  tidak bisa mati tanpa izin ku." Min Hyuk datang menyambut neneknya. 

Madam park merasa cucunya itu bisa menakutkan malaikat maut untuk mengambil nyawanya. Lalu Ia mengajak neneknya masuk ke dalam. 


Min Hyuk berjalan masuk sambil memegang tangan neneknya, melihat ada anjing yang ada di depan rumah. Sambil berjalan masuk ke dalam rumah, ia ingin sekali bisa ikut dengan neneknya lain kali. Seorang wanita bernama Ji Sook menyapa Madam Park. 

"Apakah kau memberi makan Mong Shil di halaman?" tanya Madam Park ketus

"Aku sudah  memberinya makan pagi ini" ucap Ji Sook 

Madam Park menyuruh untuk memberikan makan lagi karena ia melihat anjing itu terlihat sangat lapar. Ji Sook hanya bisa menunduk dan mengangguk. Min Hyuk tak enak hati melihat Ji Sook yang disuruh untuk memberikan makan anjing. 


Tae Hee mencari-cari Ahjumma di kamarnya, tapi tak ada. ia pikir Sa Ra itu masih ada diluar. Lalu ia pergi ke kamar mandi tidak ada, di dapur juga tak ada. Ia melihat selembar kertas diatas meja makan. 

"Aku mungkin tidak pulang, jadi aku membuatkan sarapan" tulis Sa Ra 

Tae Hee berteriak kesenangan karena Sa Ra berhasil melakukan "one night stand".  Dia memegang gambar Sa Ra lalu memeluknya tapi ia menjadi kesal sekali melihat gambar Sa Ra. 

"Kau terlalu baik untuk Lee Kang Joon., tapi kau sangat menginginkanya. Kerja bagus Sa Ra"

Ia mengucapkan selamat pada Sa Ra dengan menatap gambar seluruh badannya dan terus memeluknya. 


Ji Sook sedang melukis pemandangan, tapi sepertinya ia marah dan menjatuhkan semua peralatannya sampai berhamburan di lantai. Min Hyuk datang memanggilnya ibu pada Ji Sook. 

"Bagaimana jika Nenek mendengar keribuatan ini?" ucap Min Hyuk

"Dia masih memanggilku Asisten untuk putranya padahal aku sudah hidup lama sebagai menantunya selama ini. Bahkan aku selalu mengatakan padaku untuk  memberikan anjingnya makan" teriak Ji Sook 

Min Hyuk mengingat ibunya itu selama ini tahan dengan sikap neneknya, Ia menceritakan kalau pertemuan pemegang saham sesuai dengan rencananya maka Winner grup akan menjadi milik mereka. Ibunya merasa akan gila karena tidak ada waktu yang tersisa. 

"Aku merasa mau muntah setiap kali mendengar suara nenek tua itu" umpat Ji Sook. 

"Ketika kita mengambil alih perusahaan, kesedihan itu akan meringankanmu. Aku akan membiarkan mu menangani wanita itu" janji anaknya. 

Min Hyuk meminta supaya ibunya berhati-hati dalam bersikap sampai pertemuan saham nanti. Ji Sook terpaksa harus menahan amarahnya sampai mereka mendapatkan tujuan itu. 


Madam Park masuk ke dalam ruangan yang semuanya sudah ditutupi kain putih, ia mengambil foto dari meja dan mengelus foto cucunya yang paling berharga. 

"Mengapa kau tinggalkan aku begitu cepat? Jika kau hidup maka Winner grup akan menjadi milikmu" ucap Madam Park sambil menangis. 

Dia merasa harus mati untuk bisa bertemu dengan cucunya sekarang. 



Tae Hee mengendarai motornya, ia berdiri di depan sebuah gedung yang tinggi. Lalu ia menatapnya lebih dalam tapi sepertinya ia tak berani melangkah masuk ke dalam.

Kang Joon kembali ke kamar membawakan obat, tapi ia tak melihat Sa Ra ada dikamar. Lalu ia mencoba menelp Sa Ra tapi ponselnya mati. Ia membanting ponselnya di kasur karena kesal.


Sa Ra datang ke rumah Kang Joon, ia berbicara di depan rumah mencari Tuan Lee Jung Shik dan istrinya. 

Jin Young melihat wajah Sa Ra seperti tak mengenalnya, Min Young yang gosok gigi melihat Sa Ra dan mengenal wanita cantik itu adalah tetangganya. 


Ibu Kang Joon kesusahan saat mengangkat panci besar berisi makanan, ia mengeluh kalau pekerjaan seperti ini itu cocok untuk Geum Ran. Sa Ra tiba-tiba datang membantu, ia dengan gampangnya mengangkat panci ke atas meja. 

"Sayang.... Lihat.... Sa Ra datang....." teriaknya pada suaminya. 

Ayah Kang Joon melihat dengan penuh semangat karena Sa Ra datang membantu. Setelah selesai keduanya duduk bersama sambil meminum kopi. 

"aku tak mengerti banyak orang yang selalu mengeluh saat mereka melakukan perjalanan amal" komentar ayah Kang Joon .

Menurut ayah Kang Joon dengan beramal mereka iu bisa mengisi hatinya sendiri. Sa Ra mengerti, ia merasa senang membantu orang dengan begitu ia menjadi orang yang berguna. 

"aku tidak terbiasa mendengar ucapan itu dari seorang gadis cantik, pertama kali aku mendengarnya dari anak mertuaku" ucap Ayah Kang Joon. 

"aku mendengar dari staff kalau ia mati karena bunuh diri" kata Sa Ra ingin membahas tentang dirinya sendiri.

Ayah Kang Joon membenarkan tentang anak mantunya yang jatuh ke laut, Sa Ra mencoba mengorek cerita dirinya sendiri yang diceritakan karena mengendarai terlalu cepat maka mobilnya hancur dan jasadnya tidak di temukan. 

"Mungkin itu kecelakaan tanpa ditemukan jasadnya, kenapa kau berpikir itu bunuh diri?" tanya Sa Ra

"Ada surat wasiat, anak menantuku meninggalkan surat wasiat"

Sa Ra kaget mendengar dirinya yang meninggalkan surat wasiat padahal ia sama sekali tidak menulisnya.


Kang Joon berdiri di pinggir jalan dan terus mencoba menelp Sa Ra tapi tetap saja belum bisa dihubungi. Lalu ia menatap laut yang ada di depannya dan sedikit melihat kebawah. Ia teringat saat ia mengikuti  Geum Ran dari belakang.

Dengan matanya ia melihat mobil Geum Ran tengelam masuk ke dalam laut dan mobilnya ditemukan ringsek tanpa ada jasad di dalamnya.

"Hanya ada kenangan buruk di sini" ucap Kang Joon lalu masuk ke dalam mobilnya.


Sa Ra menemui Kang Joon di tempat yang banyak ditutupi kain. 

"Aku pikir ... ada sesuatu di balik kematian saya. Sesuatuyang menakutkan ...... ini konspirasi." ucap Sa Ra. 

Tae Hee bergumam sambil menatap Sa Ra karena merasa kaget tentang konspirasi. 

"Ketika orang memiliki kebahagiaan di depan mereka, lalu mereka mendapatkan firasat buruk dan berharap perasaan buruk itu salah. Tapi sayangnya perasaan buruk itu selalu benar"

Bersambung ke Episode 4 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar