Sabtu, 08 November 2014

Sinopsis Birth of Beauty Episode 17 Part 1


Dirumah Tae Hee, Ji Hoon sedang duduk sambil melipat tangannya, Chae Yoon menyedikan jeruk di meja.
“Apa Tae Hee hyung akan baik-baik saja? Kurasa dia terluka saat di bandara.” ucap Ji Hoon khawatir.
“Kita akan sering-sering melihatnya. Seharusnya tidak akan ada masalah. Kurasa dia sudah pulang.” kata Chae Yoon.
Terdengar bunyi orang yang masuk, Ji Hoon pikir itu Tae Hee lalu ia berjalan ke arah pintu. Ia pun menyapa Tae Hee yang baru masuk, wajah Tae Hee terlihat murung. Matanya sempat melirik melihat Chae Yoon yang ada di dalam rumah.
Chae Yoon menyambut Tae Hee dengan senyuman sumringahnya, ia mengatakan sudah menunggu dan membuatkan makan malam dan sekarang akan menyiapkannya. Ji Hoon pikir tak usah mereka lebih baik makan di luar saja.
“Kita bertiga harus makan yang enak dan minum sedikit.” ajak Ji Hoon
“Aku ingin sendiri. jadi kalian Pergilah.”ucap Tae Hee dengan wajah murung.
Ji Hoon kebingungan, Chae Yoon terlihat sedikit kesal karena diabaikan begitu saja, Tae Hee pun masuk kamar tanpa memperdulikan keduanya. 


Kyung Joo minum air dan menepuk-nepuk dadanya, ia tak percaya kalau Sa Ra itu Geum Ran, dan mengakui kalau ia merasa heran dirinya yang biasanya benci dengan wanita cantik tapi saat bersama Sa Ra sikapnya berbeda.
“Rupanya Sa Ra itu Geum Ran, tapi Geum Ran mengkhianatiku. Dari semua orang dia malah membodohiku?”ucap Kyung Joo dengan tertawa lalu berbuah jadi mimik kesal.
Tapi  ia juga merasa senang karena ternyata temannya itu masih hidup. Ibu Geum Ran sedih khawatir karena ia tak bisa menghubungi Geum Ran, Kyung Joo merasa yakin Geum Ran itu Shock dengan pernikahan yang batal.
“Han Tae Hee adalah pewaris Grup Winner. Pernikahannya takkan mudah.” ucap Kyung Joo
“Apa Han Tae Hee sebegitu menakjubkan?”tanya ibu Geum Ran yang tak tahu menahu tentang itu.
“Sebagai pewaris pasti Grup Winner, media dan Internet menggila. Aku juga baru-baru ini tahu” cerita Kyung Joo 


Ibu Geum Ran menelp Tae Hee, lalu Tae Hee memberitahu Geum Ran yang sudah berangkat hari ini, Ibu Geum Ran bertanya kalau anaknya itu pergi sendirian.
“Kurasa aku masih kurang baik, jadi Maafkan aku.” ucap Tae Hee dengan wajah murung dan juga tertunduk
“Aku tak ingin mendengar kau mengucapkan maaf. Geum Ran... kenapa tiba-tiba dia memutuskan seperti itu?” tanya Ibu Geum Ran dengan nada khawatir.
Tae Hee hanya terdiam lalu mematikan ponselnya, ia terus tertunduk murung karena orang yang di cintainya itu pergi dari kehidupannya lagi. 


Terlihat seorang wanita yang menarik koper di sepanjang jalan. Sa Ra berjalan dengan wajah sedih menarik kopernya, ia teringat dengan pesan ibunya ditelp “Geum Ran. Jangan pernah menyerah tak peduli apapun. Jika berat,... kau punya Ibu.”.
Sa Ra sudah ada di depan rumah ibunya, ia menekan bunyi bel, terdengar ada suara dari dalam, matanya berbinar-binar melihat ibunya lalu memanggil ibunya dan mengatakan kalau ia Geum Ran.
“Geum Ran..... Oh, putriku..... Aku senang kau datang....” ucap Ibunya bahagia,
Ibu Geum Ran memegang lengan anaknya, Sa Ra memberikan senyuman pada ibunya. Sang Ibu dengan terharu mengucapkan terimakasih lalu memeluk erat anaknya yang kembali pulang kerumah.
Kyung Joo juga ikut keluar, ia berteriak memanggil temannya Geum Ran. Sa Ra memanggil juga teman terbaiknya. Dengan wajah bahagia, ia  memeluk Sa Ra melepaskan kerinduannya. Ketiganya sempat tersenyuam bahagia dia dalam rumah.  


Ketiganya duduk bersama di depan meja, Kyung Joo yang kagum mencondongkan tubuhnya pada Sa Ra.
“Aku berpura-pura pergi ke luar negeri. Tapi aku akan pergi ke kampung kita Untuk bersembunyi dari orang yang mengenalku. Itu karena aku mendengar pesan suara Ibu.” cerita Sa Ra.
“Kau tak perlu menjelaskan apapun. Aku takkan bertanya apapun.” ujar ibunya, Kyung Joo juga setuju, ia mengajak Sa Ra untuk istirahat saja karena ia sudah terlalu lelah.
“Aku senang kau ini temanku. Aku akan bangga berjalan bersamamu.” komentar Kyung Joo bahagia.
Ketiganya pun tertawa bersama mendengar komenta Kyung Joo. Sa Ra dengan suara lembut memberitahu ibunya akan pergi ke kampung halaman mereka besok. Ibunya setuju, ia akan ikut pergi jadi mereka bisa pergi bersama-sama. Sa Ra mengangguk sambil tersenyum. 


Tae Hee duduk termenung di ruang TV, ia merasa sedih karena Sa Ra meninggalkan dirinya tiba-tiba. Ia melirik pohon natal yang sekarang terang benderang, melihat boneka untuk Sa Ra yang masih tergantung disana.
“Saat aku bangun, ahjumma pasti disini. Ini hanya mimpi, benarka Ahjumma?” gumam Tae Hee seperti belum percaya Sa Ra pergi meninggalkannya. 


Chae Yoon memasukan baju-bajunya ke dalam lemari, Ji Hoon yang melihat senyuman adiknya terheran-heran.
“Kau baru saja melakukan konfrensi press perceraian. Haruskah wajahmu begitu berseri-seri?” tanya Ji Hoon heran.
“Sudah lama sejak aku memutuskannya. Selama ini aku berjalan di kegelapan. Sekarang aku melihat cahaya”ungkap Chae Yoon dengan wajah berseri-seri
Ia memberitahu dirinya akan tinggal sementara di apartment dan meminta kakaknya tak perlu khawatir. Ji Hoon mengejek kalau memang Chae Yoon yang tak punya tempat lain untuk pergi jadi  yah memang harus ke rumahnya sekarang.
“Aku akan menjual bangunannya dan membeli sebuah rumah.” jelas Chae Yoon
“Memangnya sudah diputuskan?Tanpa bantuan suamimu, kau tak bisa menjualnya.” ucap Ji Hoon semakin bingung
“Aku punya penawaran yang tak bisa dia tolak.” balas Chae Yoon dengan wajah liciknya. 


Kang Joon masuk ke dalam kamarnya, terlihat lemari yang sudah terbuka semua dan kosong, hanya tinggal baju dirinya saja yang ada di dalam
“Si jalang Chae Yoon itu sudah menyuruh orang memindahkan barang-barangnya.” ucap Jin Young kesal.
“Hei, urus bangunan itu. Chae Yoon tidak merencanakan sesuatu, kan?” tanya ibu Kang Joon penuh khawawatir.
“Bangunan itu masih milikku.” tegas Kang Joon
Ponsel Kang Joon berbunyi, Jin Young mengintip mungkin saja itu Chae Yoon.
“Kau masih mau sesuatu?” tanya Kang Joon geram
“Ayo bicara 4 mata. Aku akan ke kantormu.” ucap Chae Yoon dengan senyuman licik menutup telpnya. 


Min Hyuk sedang makai jasnya sambil bercermin, terdengan bunyi ketukan pintu. ia menyuruh orang itu masuk. Sekertarisnya datang, lalu Min Hyuk bertanya pada anak buahnya tentang Sa Ra yang pergi ke italia.
“Apakah Dia sudah tiba?” tanya Min Hyuk
“Aku sudah bicara dengan pegawai yang seharusnya menjemputnya di bandara.  Tapi, Sara tak ada di pesawat.” jawab sekertarisnya
“Kenapa? Ada masalah apa?” ucap Min Hyuk melirik tajam.
Seketaris menjawab ia tak tahu pasti dan juga ponselnya itu mati. Mata Min Hyuk melirik tajam seperti ada ketakutan kalau Sa Ra kembali lagi pada Tae Hee. 


Sa Ra dan ibunya duduk dalam terminal, keduanya saling berpegangan dan menatap, seperti belum puas melepaskan kerinduan tadi malam. Ibu Geum Ran memberikan senyumannya, Sa Ra juga memberikan senyuman pada ibunya.
 Lalu ibunya bertanya apakah bus mereka sudah datang, sambil menatap anaknya ia akan memeriksanya jadi meminta anaknya untuk tetap menunggu di dalam. Sa Ra mengangguk mengerti.
Sa Ra menyalakan kembali ponselnya melihat ada 16 panggilan tak terjawab. 4 pesan.
“Ahjumma, aku di bandara. Ucapkan perpisahan sebelum kau pergi.”
“Tolong nyalakan ponselmu Ahjumma, biarkan aku mendengar suaramu.”
“Aku masih di bandara. Telponlah jika kau masih belum berangkat.”
“Ahjumma, kumohon. Tolong telpon aku”
Wajah Sa Ra tertunduk sedih membaca pesan dari Tae Hee, ponselnya berbunyi kali ini Min Hyuk menelpnya, Sa Ra pun mengangkatnya. Min Hyuk tersenyum karena Sa Ra kembali mengaktifkan ponselnya.
“Pegawai di bandara Roma bilang... ...kau tak ada di pesawat. Aku khawatir.” ucap Min Hyuk sambil berjalan masuk ke dalam ruanganya.
“Sebenarnya... dari awal aku tak berencana naik ke pesawat. Tolong bilang pada yang lain, aku di luar negeri. Dengan begitu tak ada orang yang mencariku.”pesan Sa Ra.
Min Hyuk setuju, ia meminta Sa Ra untuk memberitahu dimana Sa Ra akan tinggal. Sa Ra menutup telpnya dengan wajah sedih, Ibunya datang memberitahu kalau bus mereka sudah datang lalu keduanya pergi meninggalkan terminal. 


Rumah Tae Hee
Tae Hee tertidur di sofa, ia terbangun mendengar suara Sa Ra yang sedang bernyanyi. Ia langsung duduk melihat di meja makan, Sa Ra sedang mempersiapkan sarapan untuk dirinya.
“Dokter. Ini sup kerang kesukaanmu Dan pasta kacang. Aku juga menambahkan saus spesialku.” ucap Sa Ra dengan gembira.
Wajah Tae Hee langsung sumringah melihat Sa Ra yang kembali ke rumah, Sa Ra melambaikan tangannya mengajak Tae Hee untuk makan bersama. Tae Hee tersenyum, tapi saat itu matanya mulai tersadar.
Ia tak melihat Sa Ra yang ada didapur, melihat lebih jelas lagi tak ada siapapun disana, wajahnya kembali murung.
Tahap pertama dari kesedihan adalah... penyangkalan. Kenyataan bahwa dia sudah meninggalkanku tak bisa diterima.” gumamnya


Sa Ra bersama ibunya duduk di sebuah restoran, bibi pemilik restoran terlihat bahagia melihat Ibu Geum Ran karena sudah tidak bertemu selama 10 tahun. Keduanya saling berpegangan tangan, Sa Ra yang duduk disamping ibunya ikut tersenyum.
“Aku bertanya-tanya kapan kau akan datang. Senang bertemu denganmu.” ungkap bibi bahagia
“Boleh aku minta tolong, Unni? Kami tiba-tiba datang dan belum mendapat tempat tinggal.” pinta ibu Geum Ran.
Bibi mengizinkan mereka untuk tinggal sementara bersamanya, karena dia restorannya banyak kamar dan meminta mereka untuk tinggal seperti rumah sendiri saja dan tinggal dengan nyaman.
“Tapi... siapa nona muda ini?” tanya bibi pemilik restoran
“ ini Temannya... putriku.” jawab Ibu Geum Ran berbohong dengan sedikit gugup.
“Ahjumma. Kau mencari tukang masak. Boleh aku melamar pekerjaan ini?” tanya Sa Ra memperlihatkan selembaran yang ada di meja.
Bibi Pemilik restoran tak menyangka kalau wanita secantik Sa Ra mau menjadi tukang masak. Sa Ra memberitahu dirinya itu pandai dalam memaskan dan bersih-bersih jadi ia akan mencobanya. Si Bibi tersenyum mendengar cerita Sa Ra. 


Sa Ra mengepel semua lantai direstoran dengan menyanyi dan tersenyum, ibunya masuk ke dalam restoran lalu membantunya mengelap meja. Sa Ra langsung menghentikannya karena di dalam restoran sedang basah dan licin. Ibunya pikir tidak apa-apa.
“Ibu istirahat saja seperti seorang putri.” goda Sa Ra sambil mengambil lap dari tangan Ibunya.
Ibunya tertawa dengan ungkapan Sa Ra sebagai putri, ia ingin mengambil lap kembali tapi Sa Ra menolaknya meminta ibunya supaya ia saja yang melakukan semuanya. Ibunya tersenyum melihat Sa Ra yang bersemangat kembali untuk bersih-bersih. 


Kang Joon melihat berkas tentang Pengumuman kehadiran dewan direksi studio. Sekertarisnya memberitahu kalau besok juga ada rapat disiplinair. Kang Joon terlihat binggung, Chae Yoon datang akhirnya sekertaris keluar dari ruangan.
“Bangunan Canvas... berikan padaku. Itu tunjangan atas hidup yang kau dan Sa Geum Ran hancurkan.” ucap Chae Yoon sinis
“Kau orang yang merayu pria yang sudah menikah.” ucap Kang Joon
“Siapa yang bilang itu pernikahan tanpa cinta? Aku tidak mau mengungkitnya lagi. Berikan bangunan itu dengan tenang atau aku akan membongkar ini.” ucap Chae Yoon mengancam.
Ia memperlihatkan sesuatu di tangannya, kalau itu adalah memory card black box mobilnnya yang berisi rekaman saat ia membunuh Geum Ran. Kang Joon terlihat kaget dan terlihat panik dengan benda yang dibawa Chae Yoon.
“Besok rapat disiplinairmu. Apa yang akan terjadi jika aku membongkar ini? Rapatnya jam 10 pagi. Kirimkan dokumen balik nama jam 9 pagi. Atau aku akan ikut rapat itu.” ucap Chae Yoon degan senyuman liciknya.
Kang Joon menatap Chae Yoon yang tersenyum licik, lalu menahan amarahnya setelah Chae Yoon keluar ruangan, ia sejenak menghela nafas dengan wajah penuh amarah.


PD menerima telp yang sedang membicarakan tentang Sa Ra, lalu dengan gugup kalau ia akan datang keruangan sekarang.
“Apa nama sekolah masak yang dimasuki Sara lalu Dimana dia tinggal?” tanya Kang Joon pada PD yang datang menemuinya.
“Aku tidak begitu tahu.” jawab PD  
“Aku rasa itu tidak mungkin seorang PD tidak tahu dimana bintangnya?” ucap Kang Joon tak percaya dengan jawaban PD
“Semuanya diatur kantor pusat Grup Winner jadi Aku tidak bisa menjawab pertanyaan. Maafkan aku.” jawab PD
Kang Joo heran dengan jawaban PD kalau semua itu sudah diatur oleh Kantor pusat Grup Winner.


Kang Joon akhirnya datang keruangan Min Hyuk tapi bosnya itu sedang tidak ada diruangan.
“Kau sudah laporkan pada Direktur Han tentang rapat dewan direksi?" tanya Kang Joon pada sekertaris Min Hyuk 
“Masih belum. Beliau ada di daerah." jawab sekertaris Min Hyuk.
Kang Joon binggung Min Hyuk pergi ke luar kota dan bertanya kenapa sekertarisnya tidak ikut. Sekertaris memberitahu kalau bosnya itu ingin pergi sendirian. Setelah itu wajahnya berpikiran sesuatu tentang Min Hyuk yang pergi sendirian.  


Min Hyuk mengendarai mobilnya dengan wajah tersenyum sumirngah. Sa Ra baru saja menyelesaikan mengelap meja dan membuka celemeknya. Min Hyuk masuk ke dalam restoran dan memanggilnya. Sa Ra menengok terlihat tak begitu terkejut dengan kedatangan Min Hyuk. 


Keduanya duduk bersama di dalam restoran, Min Hyuk melihat sekeliling restoran tempat Sa Ra tinggal  sekarang.
“Sa Ra... Aku akan mencarikan tempat tinggal untukmu.” ucap Min Hyuk.
“Aku tinggal dengan nyaman disini. Aku juga kenal dengan ahjumma pemiliknya. Tidak banyak orang yang mengenaliku.” cerita Sa Ra
Min Hyuk rasa orang-orang merasa ragu meliat Sa Ra adalah orang yang masuk ke TV kemarin, tiba-tiba berkerja di restoran. Lalu ia merasa kalau sekarang semakin mengenal Sa Ra dan ingin berkerja sama dengan Sa Ra sebagai rekan kerja.
“Tapi sepertinya kau tidak peduli dengan uang maupun ketenaran. Sebenarnya aku masih membutuhkanmu. Mari kita cari jalan lain.” ajak Min Hyuk.
Sa Ra menatap Min Hyuk dengan melotot tajam, Min Hyuk melihat Sa Ra dengan tatapan serius. 


Sa Ra tertidur di kamar, ibunya datang berbisik menanyakan apakah Sa Ra sudah tidur, wajahnya tersenyum melihat Sa Ra yang tidak dengan nyenyak. Ibu Geum Ran menarik selimut dan mengusap kepala anakna, ia tahu yang  di lakukan anaknya sekarang itu berat dan ia mempersilahkan anaknya untuk melakukan yang anaknya inginkan.
“Jika tubuhmu lelah, waktu pasti berlalu dengan cepat. Kau akan melupakan semuanya.” ucap ibunya, setelah itu ibunya berbaring di samping Sa Ra.
Beberapa saat kemudian, Sa Ra terduduk sementara ibunya sudah tertidur, ditanganya sudah ada kartu yang tertulis diatas amlopnya “i’m dreaming of a white christmas”


Ia teringat saat bersama Tae Hee menghias pohon natal, ia melihat kartu yang tertempel di pohon. Sa Ra mengambil dan bertanya kartu apa itu, Tae Hee buru-bur mengambilnya karena Sa Ra belum boleh membukanya.
“Keinginanku tertulis disini. Jika kau menggantung keinginanmu di pohon ini dan menyalakannya,keinginanmu akan terwujud. Semua keinginanmu akan terwujud.” cerita Tae Hee
Sa Ra bengongg, lalu membuka kertas dan tertulis keinginan Tae Hee. [Ahjumma, berbahagialah.]
Ingatan Sa Ra kembali saat Tae Hee tertawa didepanya karena sudah menuliskan semua keinginann dan digantungkan di pohon natal. Ia mendekat kartu yang ditulisakan Tae Hee dengan tatapan sedih. 


Sementara Tae Hee di dalam kamar sedang mencoba merobek gambar Sa Ra yang selama ini di pajang di rumah mereka. Dia melihat gambar Sa Ra yang sudah robek menjadi dua dengan tatapan kebencian.
 “Setelah penyangkalan datang... selanjutnya tahap kedua...kemarahan.”
 “Ahjumma, aku benci padamu. Aku benci dan takkan memaafkanmu.” ucap Tae Hee sambil mengambil gambar badan Sa Ra.
“Italia? Kau takkan bahagia disana. Kau akan menyesal selamanya.” umpat Tae Hee kesal.
Ia melempar gambar Sa Ra begitu saja di lantai dan masih terlihat sangat marah. Nafasnya terengah-engah setelah meluapkan amarahnya pada gambar Sa Ra. Matanya melirik gambar Sa Ra yang sudah terbagi dua.
Tae Hee jongkok mengambil gambar bagian kaki dan badan mencoba menyambungkan kembali, setelah itu ia menatap wajah Sa Ra dengan tatapan sedih. Terdengar bunyi bel, Tae Hee buru-buru keluar kamar berharap Sa Ra yang datang. 


Ternyata bukan Sa Ra yang datang tapi ketua Choi, mereka sudah duduk berhadapan di ruang TV.
“Besok... rapat disiplinarinya CEO Lee Kang Joon. Kau harus hadir.” ucap Ketua Choi
“Kau saja yang gantikan tempatku. Materimu sudah cukup.” perintah Tae Hee dengan wajah sedih.
Ketua Choi mengingatkan Tae Hee yang bersumpah untuk hadir dalam rapat itu, untuk memberikan pelajaran. Tae Hee menunduk sedih menyuruh Ketua Choi yang mengurus saja semuanya, lalu ia mengatakan supaya Ketua Choi tak usah datang ke rumahnya.
Ia langsung pergi dan masuk ke dalam kamar, Ketua Choi hanya bisa berdiri melihat Bosnya yang tidak seperti biasanya masuk ke dalam kamar. 


Tiga buah jenis makanan tersedia di meja, bibi pemilik restoran dan ibuny Geum Ran mencicipinya. Sa Ra bertanya apakah rasanya enak. Bibi Pemilik restoran terlihat binggung apa yang ditaruh sarah dalam makanan itu karena rasanya beda dengan masakan miliknya. 
“Ini bumbu alami. Kacang tanah fermentasi dan jamur shiitake lalu direbus selama 10 jam dengan ikan. Membuat makanan jadi hidup” jelas Sa Ra memperlihatkan botol yang berisi bumbu alami diatas meja.
“Ahhh...Benarkah? Selanjutnya bisakah aku memakai ini untuk masakan restoran kita?” tanya bibi sambil mengambil botol isi bumbu alami Sa Ra.
“Tentu saja, Ahjumma. Mulai hari tambahkan pada semua menu kita.” ucap Sa Ra bahagia
Ibu Geum Ran juga ikut senang karena ia yakin dengan begitu makan pelanggan pasti akan datang berkerumun kerestorannya. Bibi Pemilik Restoran kagum memuji semua masakan buatan Sa Ra itu sangat menakjubkan dan rasanya juga sangat enak.
“Ahjumma!” terdengar suara Tae Hee yang masuk ke dalam restoran. Sa Ra terlihat kaget karena mendengar suara Tae Hee. Tapi saat ia menengok bukan Tae Hee tapi pelanggan yang datang memesan dua sup pereda mabuk.
Wajah Sa Ra terlihat sedih karena bukan Tae Hee, Ibu Geum Ran melihat Sa Ra karena ia mengerti anaknya seperti berharap Tae Hee datang melihatnya. 


Chae Yoon masuk ke dalam kantor winner grup sambil melihat jamnya, Kang Joon menghadangnya menanyangkan mau kemana Chae Yoon sekarang. Chae Yoon mengingatkan kembali apa yang sudah ia katakan sebelumnya.
“Untuk menyiapkan dokumennya jam 9 pagi, tapi Kau tidak menelpon. Jadi aku akan ikut rapat.” ucap Chae Yoon memperlihatkan memory card yang berisi black box mobil Kang Joon.
“Aku akan balik nama, jadi pergilah.” perintah Kang Joon dengan wajah panik sambil melihat sekeliling
Chae Yoon tak begitu percaya begitu saja, Kang Joon melotot dan menegaskan kembali kalau ia akan mengajukan balik nama bangunan segera.  Chae Yoon tersenyum sumringah kalau ia akan menunggu sampai jam 5 sore.
Kang Joon melotot melihat Chae Yoon yang pergi dan berhasil membuatnya sedikit terancam dengan keadaannya sekarang. 


Sudah terlihat spanduk bertuliskan [Rapat Darurat Dewan Direksi HBS] Beberapa petinggi sudah duduk di dalam ruangan.
“Rapat dewan direksi hari ini... ada hubungannya dengan Nyonya Park Man Duk dan tindakan disiplinair CEO HBS Lee Kang Joon.” ucap Pak ketua
Salah seorang petinggi memberitahu tentang Tae Hee sebagai pemohon tidak datang, jadi ia bertanya apakah mereka harus menundanya. Kang Joon masuk ke dalam ruangan mengatakan kalau tak perlu di tunda lagi.
Semua yang ada didalam melihat kedatangan Kang Joon, sekertarisnya membagikan berkas pada semua dewan direksi. Tertulis dengan judul  [Penjelasan dibalik penahanan Park Man Duk dan perspektif HBS.]
Kang Joon mejelaskan  kalau semua yang dibawa itu adalah dokumen penjelasan, lalu ia duduk di samping pak ketua.
“Laporan yang ku buat itu tidak memihak, Han Tae Hee terluka dari kecelakaan. Karena kami sudah mengkonfirmasi beliau tidak berkeinginan untuk menghadiri rapat masalah ini harus dibubarkan.” jelas Kang Joon
Ketua dan beberapa dewan direksi saling melirik satu sama lain, Ketua Choi masuk ke dalam dengan membawa tumpukan berkas.
“Ini dokumen tambahan yang menunjukkan bukti tentang pencemaran nama baik Nyonya Park Man Duk.” ucap ketua Choi
Ia mengangkat majalah yang ia bawa tentang pernikahan dan perceraian, terlihat judul berita utama [Penyiar Gyo Chae Yun mengumumkan perceraian sehubungan dengan perselingkuhan suaminya, CEO HBS Lee Kang Joon!] Kang Joo kaget melihat majalah yang dibawa Ketua Choi
“Status HBS...dia tidak mempertahankan reputasinya. Semua materi ini dikumpulkan sendiri oleh CEO Han Tae Hee.” jelas ketua Choi
Kang Joon melihat semua dewan direksi, semuanya menatap Kang Joon dengan tatapan saling berbisik. Ketua pun sempat melirik Kang Joon dengan tatapan seperti sudah tahu keburukan Kang Joon yang sebenarnya. 


Beberapa saat kemudian, Ketua akan mengumumkan hasil rapat dari dewan direksi. Terlihat Kang Joon duduk dengan tegang dan mata melotot menahan amarah.
 “Dewan direksi sudah mengambil keputusan.Seluruh dewan direksi... sudah memutuskan untuk menskors Lee Kang Joon selama 3 bulan” ucap Ketua
Kang Joon tersenyum sinis, ia mengeluarkan nada keluhan karena hasil tanpa kehadiran Tae Hee tetap saja ia di skors menjadi CEO HBS. 


Rumah Madam Park
Nenek sedih mengetahui Tae Hee yang menyerah pada Winner Food. Chae Yoon membenarkan dengan wajah sedih memberitahu nenek kalau Tae Hee ingin menjadi pemimpin perusahaan maka ia harus menunjukan prestasinya. Ia tahu kalau waktu itu sudah tidak banyak dan sangat khawatir.
“Apa.....Ini karena Sara?” tanya Nenek menduga-duga.
Chae Yoon tertunduk sedih, nenek menatap lurus kedepan lalu menghela nafas panjang, ia merasa kesal karena Sa Ra bisa membuat Tae Hee seperti sekarang. Chae Yoon tertunduk melirik dengan senyuman puas. 


Tae Hee sedang ada dikamarnya, ia menyambungkan kembali gambar Sa Ra yang sudah ia robek. Lalu ia mebuat gambar Sa Ra berdiri dengan menyandarkan di depan cermin.
 “Aihh, tak seharusnya aku merusaknya. Kemarahanku juga tidak hilang tak peduli apapun.” teriak Tae Hee yang masih kesal.
Ponselnya berbunyi, ia berpikir kalau itu Sa Rayng menelpnya. Buru-buru ia mengelurkan ponselnya dari kantongnya karena itu pas Sa Ra yang menelpnya.
Tapi saat mengeluarkan ponselnya, wajahnya sedih karena ketua Choi menelpnya. Tae Hee mengangkat dengan wajah malas, Ketua Choi dengan wajah khawatir ingin membicarakan tentang winner Food lalu memberitahu serikat buruh terus menelpnya
“Maafkan aku. Sekarang aku tak bisa melakukan apapun.” ucap Tae Hee lalu menutup ponselnya begitu saja.
Ia menatap sedih gambar Sa Ra di depan cermin Terdengar suara bunyi bel rumahnya, Tae Hee kembali berpikir Sa Ra yang datang karena  melihat waktu kalau tak mungkin ada orang lain yang datang pada jam sekarang. Dengan wajah tersenyum, ia memanggil Sa Ra dan berlari keluar dari kamarnya. 


Saat ia keluar, wajahnya berubah dengan karena yang datang itu Nenek dan Chae Yoon. Tae Hee tertunduk melihat Neneknya, sementara Chae Yoon melirik nenek karena ia terlihat tak enak hati melihat Tae Hee.
Keduanya duduk di depan meja makan, Tae Hee hanya tertunduk di depan neneknya.
“Kau berhenti di Winner Food? Kau... orang yang akan mengambil alih Grup Winner. Ini waktu yang penting sebelum rapat pemegang saham tapi karena seorang wanita... tak seharusnya kau melakukan ini.” ucap nenek dengan nada kesal.
Tae Hee tetap tertunduk tanpa berkomentar, Chae Yoon melirik Tae Hee lalu pada nenek. Lalu Nenek mengatakan kalau hanya Tae Hee sendiri yang bersedih sementara Sa Ra tidak. Tae Hee bertanya apa maksud dari ucapan neneknya itu.
 “Sara yang duluan minta pisah. Pada akhirnya, dia pergi sekolah ke luar negeri demi dirinya sendiri. Sara tidak merasakan hal yang sama seperti dirimu” kata nenek dengan penuh keyakinan.
Ia meminta Tae Hee untuk menerima kenyataan dan mengambil lagi posisinya dalam Winner Grup. Tae Hee melirik neneknya, lalu tetap tertunduk sambil menghela nafas, wajahnya masih tetap murung karena Sa Ra meninggalkannya. 


Kang Joon menemui Min Hyuk diruangannya, Min Hyuk bertanya kenapa Kang Joon perlu tahu dimana keberadaan Sa Ra. Kang Joon menjawab kalau itu adalah masalah pribadi.
“Kudengar kau diskors selama 3 bulan di rapat dewan direksi. Aku semakin tidak suka denganmu.” komentar Min Hyuk sambil menata Kang Joon.
“Alasan aku diskors...adalah karena laporannya Nyonya Park..” jelas Kang Joon.
“Han Tae Hee memanfaatkan kehidupan pribadimu sebagai masalah Kenapa memberi mereka umpan? Kenapa mengatasinya seperti itu? Dan lagi ...kenapa kau mencari Sara saat kau ditimpa begitu banyak berita buruk?”  tanya Min Hyuk bertubi-tubi
Kang Joon mengatakan ini berhubungan dengan Birth of a chef. Min Hyuk memberitahu kalau masa lalu Sa Ra itu tak begitu penting baginya, dan ia menegaskan mulai sekarang ia sendiri yang akan memutuskan segalanya untuk Sa Ra dan akan melindunginya.
“Aku tak mau... kau terlibat lebih jauh dengan Sara. Jadi Pergilah.” perintah Min Hyuk. Kang Joon hanya bisa menatap Min Hyuk menahan kesal. 


Tae Hee melihat fotonya bersama Sa Ra saat mereka foto bersama, ia berbicara pada Ponselnya seperti berbicara pada Sa Ra “Kau tidak merasakan hal yang sama, apa benar seperti itu ahjumma?”. Matanya terus menatap Foto mereka berdua.  
“Apa aku sendiri yang mencintaimu seperti orang gila? Aku sendiri yang cinta dan menderita sendirian.” ucap Tae Hee seperti sedang berbicara pada Sa Ra.
Tae Hee teringat saat di rumah sakit bertana tentang kompetisi memaska, Sa Ra memberitahu kalau ia penasaran maka lebih baik Tae Hee nanti menonton saja sendiri. Tae Hee menyalahan TV dirumahnya. 


Terlihat gambar makanan di layar TV, sang juri sedang mencicipi masakan. Tae Hee menontonnya dengan tatapan sedih.
“Sup bola sapi ini... untuk membuat kaldunya dari kerang sangat dihargai. Bahan, bumbu... dan rasanya berpadu dengan baik” puji juri  Mejanya Oh Kyung Hee mewah dan penuh.
Chae Yoon menilai kalau meja Oh Kyung Hee mewah dan penuh dengan begitu Keluarga manapun akan puas 100% dengan penyajian itu, lalu ia mengajak melihat masakan Sa Ra.
Tae Hee menonton dengan wajah tetap bersedih, juri mencicipi masakan Sa Ra. Juri merasakan rebusan pasta kacang dan tuna yang dibuat oleh Sa Ra itu sangat menakjubkan lalu ia bertanya kenapa Sa Ra mengunakan tuna.
“Baru-baru ini... aku setuju untuk menikah dengan pria yang kucintai. Jika itu makanan yang ingin kubuat untuk keluargaku, aku memikirkan orang itu. Sekarang orang itu sedang sakit jadi aku menyiapkan masakan yang baik buat hatinya.” cerita Sa Ra, Tae Hee menatap TV dengan wajah serius.
“Aku membuat kaldu dari tulang tuna untuk merendahkan kolesterol. Dan menggunakan tuna sebagai bahan. Beras merah dengan gandum. Ikan teri dan kenari. Salad bawang. Dan aku membuat bebek bulgogi” jelas Sa Ra
Juri melihat empat masakan yang dibuat Sa Ra iu memiliki rasa yang sama. Chae Yoon menatap penuh curiga, Sa Ra mengeluarkan botol dari saku celemeknya. Dengan wajah tersenyum memberitahu ia menambahkan bumbu alami sendiri dalam semua masakanya.
 “Para penyicip harus mencicipinya sendiri. Bagaimana bumbunya Sara? Aku... hanya bisa mengatakan ini yang terbaik.” puji juri.
Sa Ra tersenyum mendengarnya, Chae Yoon kembali menatap sinis. Tae Hee menonton melihat senyuman Sa Ra tapi ia tetap saja murung. 


“Dalam kompetisi hari ini,... 7 poin untuk bahan. 4 poin untuk keaslian. 5 poin untuk nutrisi. 10 poin untuk rasa.” ucap Chae Yoon membahsa hasil Birth of a Chef.
Dengan wajah sedikit cemburut, Chae Yoon mencoba tersenyum. Ia mengumumkan kalau Sa Ra adalah pemenangnya untuk Ronde ke tiga, Sa Ra tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
Tae Hee melihat mata Sa Ra yang menatap kamera, ia yakin mata Sa Ra itu tak mungkin bohong. Ia menelp Ketua Choi menanyakan keberadaan Min Hyuk. 


Tae Hee masuk ke dalam gedung Winner Grup. Min Hyuk baru saja akan berjalan ke lobby, melihat Tae Hee yang datang wajah liciknya terlihat. Ia berjalan mendekati Tae Hee dan keduanya bertemu di tengah.
“Kudengar kau mencariku. Kau datang sendiri. Ada apa?” tanya Min Hyuk
“Beritahu aku dimana kau mengirim Sara.” tegas Tae Hee
“ Kau pikir aku bisa memilih untuk menyembunyikan Sara?” ucap Min Hyuk dengan wajah mengejek
Min Hyuk memberitahu kalau Sa Ra yang memilih untuk pergi dan menyindir Tae He yang mengatakan tak akan pernah merasakan kehilangan apapun. Tae Hee merasa kaalu Min Hyuk itu mendekati Sa Ra untuk pamer padanya.
“Alasannya tidak penting. Yang penting hasil akhirnya. Han Tae Hee... pada akhirnya kau tak bisa melindungi wanitamu. Sama seperti ayahmu yang mati 20 tahun yang lalu.” ucap Min Hyuk dengan nada menyindir.
Tae Hee terlihat menahan amarahnya dengan meremas tanganya, wajahnya memerah lalu sekertaris Min Hyuk datang  memberitahu kalau mobil sudah siap. Min Hyuk pergi dengan senyuman liciknya, Tae Hee hanya bisa menghela nafas dengan tatapan sedih. 


Min Hyuk sudah ada dikamarnya sambil membuka jasnya, Ibunya sedang ada bersamanya. Ji Sook membicarkan Tae Hee yang berhenti dari Winner Food dan sangat mencintai Sa Ra. Min Hyuk tersenyum licik. Ji Sook melihat Tae Hee sekarang akan kehilangan semua alasan.
 “Ini semakin mudah. Jika Han Tae Hee tak bisa menyelamatkan Winner Food,  aku satu-satunya kandidat di rapat dewan direksi. Dengan mudah aku pasti lolos di rapat pemegang saham.” ucap Min Hyuk dengan menatap ibunya.
Ji Sook kembali menatap anaknya dengan penuh senyuman, Min Hyuk menatap kedepan dan mengatakan ia akan menjadi pemimpin Winner Grup dan juga Sa Ra, maka dengan begitu bisa mendapatkan semuanya. Ibunya tersenyum dengan liciknya. 

Bersambung ke Part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar