Sabtu, 08 November 2014

Sinopsis Birth of Beauty Episode 16 Part 1


Tempat syuting Birth of Chef
PD dan seseorang yang lainnya mencoba menelp Sa Ra, Chae Yoon melihatnya dari jauh dengan wajah khawatir.
“Apa yang terjadi pada Sar, dia masih tak ada jawaban?” tanya PD pada anak buahnya
Sang anak buah mengelengkan kepala, PD binggung karena tadi SaRa itu sudah ada di studio tapi sekarang menghilang. Chae Yoo datang menemui PD dengan wajah tak tahu, menanyakan apa sebenarnya yang terjadi.
“Kita bisa punya rencana jika kita tahu lebih dulu. Sara sangat tak bertanggung jawab.” ungkap Chae Yoo sengaja memperkeruh suasana
“Aku bisa gila kalau begini......Terus telpon.” perintah PD
Chae Yoon sedikit menjauh, dengan wajah panik ia menelp Ketua Choi menanyakan keadaan Tae Hee. 


Tae Hee sudah di perban dibagian kepala, Sa Ra panik melihat Tae Hee yang berbaring tak sadarkan diri ikut mendorong masuk ke dalam ruamha saling. Ketua Choi juga menemani Sa Ra yang masih menangis melihat Tae Hee yang terluka.
Di ruang perawatan, Tae Hee sudah diganti perban dan diberi alat penafasan dari  mulutnya. Dokter dan suster melihat keadaan Tae Hee dari alat monitor,  Sa Ra terlihat masih khawatir dan sedih melihat keadaan Tae Hee begitu juga Ketua Choi yang setia menemani Tae Hee.

Nenek datang dengan Direktu Kim, ia panik melihat Tae Hee yang sudah dipasang alat.
“Saat ini... dia tidak sadar. Menurut CT scan-nya, tak ada masalah. Aku yakin ini akibat pelebaran luka di otak. Untuk saat ini, kita tak tahu kapan dia akan sadar.” jelas Dokter
 [Diffuse axonal injury (DAI) - meskipun tidak terlihat di CT, luka otak ini yang menyebabkan koma.]
Dokter meminta untuk tetap melihat tanda vital setiap 10 meni,  [Tanda Vital - fungsi tubuh seperti detak jantung, pernafasan, suhu tubuh, dan tekanan darah.] Lalu ia pergi keluar, Nenek melihat kearah Sa Ra yang bersedih.
Ketua Choi dan Direktur Kim langsung melirik pada Sa Ra yang tertunduk setelah Nenek melotot padanya.. 



Ketiganya bertemu di ruang tunggu VIP, dengan nada marah Nenek bertanya siapa yang berani melakukan ini pada cucunya
“Kami masih mencari tahu.” ucap ketua Choi
“Ini semua salahmu. Ini pasti karenamu. Begitu aku tahu tentangmu,seharusnya aku menjauhkanmu dari Tae Hee.” teriak nenek penuh amarah
Ia langsung menyuruh Sa Ra keluar dari ruangan dan meminta meninggalkan Tae Hee segera.
“Tae Hee masih belum sadar. Aku tak bisa meninggalkannya. Mohon biarkan aku tinggal. Aku mohon padamu, Nenek.” ucap Sa Ra memohon.
Nenek memanggil Direktur Kim, dengan penuh amarahnya ia menyuruh mengeluarka Sa Ra dan tidak memperbolehkan Sa Ra untuk mendekati kamar Tae Hee. Sa Ra memohon pada nenek, tapi terdengar suara di dalam ruang tunggu mereka, Nenek binggung apa sebenarnya yang terjadi. 


Terlihat botol infus, yang menetes perlahan dari layar monitor angka-angka bergerak sangat cepat.
“Dia menunjukkan tanda Tachycardia. [Denyut jantung melebihi normal.]” ucap  Dokter
Ia meminta suster menambahkan infus dan ganti dengan IV, Nenek Datang menanyakan keadaan Tae Hee, Dokter memberitahu kalau kondisi Tae Hee bertambah buruk.
Chae Yoon dan Ji Hoon datang melihat Tae Hee dan Nenek ke rumah sakit. Chae Yoon langsung merangkul nenek dan bersedih, Direktur Kim melirik dingin melihat Tae Hee. Ji Hoon melihat layar monitor denyut jantung Tae Hee yang tak stabil.
Sa Ra berjalan dilorong rumah sakit, ia tak bisa mendekati Tae Hee. Wajahnya sedih dan khawatir, tubuhnya terlihat lemah mencoba  bersandar di dinding rumah sakit. 


Min Hyuk baru sampai rumah, dengan senyuman liciknya ibunya memberitahu kalau Tae Hee sedang koma. Min Hyuk mengangguk dan tersenyum licik karena rencananya sudah berjalan dengan lancar membuat Tae Hee tak sadarkan diri. 


Tae Hee masih terbaring dengan bantuan alat di dalam rumah sakit. Dokter sudah berdiri di depan Nenek, Dirketur Kim, Chae Yoon dan juga Ji Hoon.
“Denyut jantungnya di atas normal. Situasinya bertambah buruk. Apa Han Tae Hee pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?” tanya Dokter.
“Ya.... Terkadang dia mengalami tekanan darah rendah. Itu gejala sindrom patah hati.” jelas Ji Hoon
“Luka otaknya tidak parah. Kondisi psikologi Han Tae Hee yang unik memperburuk situasinya.” ucap Dokter.
Nenek terlihat melemah mendengarnya, Chae Yoon berusaha memampahnya. Ji Hoon menatap sedih Tae Hee yang terbaring tak berdaya
Di luar ruangan Sa Ra terlihat sudah duduk dengan tangan terus berdoa untuk Tae Hee.
“Mohon selamatkan dia.... Mohon selamatkan dia.” pinta Sa Ra
Di dalam Tae Hee masih belum ada perubahan apapun, Dokter masih berdiri didepan Nenek, Direktur Kim, Chae Yoon dan juga Ji Hoon.
“Sekarang kita hanya bisa menunggu. Sangat penting agar tetap menjaga... keadaan tenang untuk mencegah hal yang tak diinginkan.” pesan Dokter.
Nenek kembali sedikit lemas melihat Tae Hee, Chae Yoon mencoba terus memegang nenek.
Ji Hoon meminta nenek pulang dan hari ini ia yang akan menjaga Tae Hee, lalu meminta Chae Yoon menemani nenek pulang kerumah. Ia juga mengantar Nenek keluar dari rumah sakit.
Sa Ra masih terdiam di luar ruangan sambil terus berdoa. Saat Ji Hoon kembali, ia melihat Sa Ra yang terduduk di luar dengan terus menerus berdoa, terlihat wajah kasihan melihat Sa Ra yang duduk di luar tanpa boleh masuk ke dalam. 


Chae Yoon membawa Nenek pulang kerumah, terlihat Nenek yang sangat masih lemah.
“Nenek, kau baik-baik saja?” tanya Min Hyuk pura-pura khawatir
“Bagaimana keadaan Tae Hee?” ucap Ji Sook
Chae Yoon yang memberitahu kalau Tae Hee belum sadar, Min Hyuk dan Ji Sook saling berpandangan. Dengan wajah khawatir, Min Hyuk meminta nenek untuk istirahat lebih dulu dan meminta Chae Yoon untuk menemani nenek ke dalam kamarnya. Chae Yoon berjalan membawa nenek.
Ji Sook melirik Direktur Kim, lalu Direktur Kim melirik Ji Sook lalu Min Hyuk. Lalu Direktur Kim pergi meninggalkan keduanya, seperti tak ada penyesalan. 


Ji Hoon akhirnya duduk disamping Sa Ra yang sedang terus tertunduk untuk berdoa.  
“Masuklah ke dalam.” ucapnya.
Sa Ra membuka matanya, ia baru menyadari Ji Hoon sudah duduk di sampingnya.
“ Aku memang menentangmu. Tapi orang yang paling ingin... Tae Hee temui adalah dirimu.” ucap Ji Hoon. Sa Ra langsung mengucapakan terimakasih karena diizinkan masuk ke dalam.
Ia berlari masuk ke dalam kamar, Ji Hoon mencoba terlihat tersenyum, sepertinya ia mencoba untuk mengalah demi kesehatan Tae Hee. 


Sa Ra masuk ke dalam melihat Tae Hee yang masih terpasang alat di mulutnya, ia duduk disamping Tae Hee dan terus melihatnya dengan keadaan bersedih lalu memegang tangannya dan  teringat sebelumnya saat mereka akan pergi di rumah
“Saat kita kembali,... kita akan menjadi pasangan suami istri. Bukan "ahjumma." Tapi "sayang."” ucap Tae Hee saat itu.
Tapi sebelum itu terjadi, ia menemukan Tae Hee yang sudah tergeletak dengan kepala berdarah di sebuah gudang. Matanya terus memandang Tae Hee yang berbaring tak berdaya. 


Kang Joon masuk ke dalam rumah, Chae Yoo sudah berdiri dengan wajah khawatir.  Ia memberitahu kalau Tae Hee sedang terluka dan dugaannya itu ada hubungannya dengan suaminya. Kang Joo agak kaget tapi sedikit tersenyum mendengar Tae Hee terluka.
“Dia sedang koma dan ini Sangat serius.” jelas Chae Yoon
Kang Joon mengingat saat bertemu dengan Min Hyuk diruangannya.
“Han Tae Hee punya kelemahan....Identitasnya Sara, dia mencuri identitas orang lain, Han Tae Hee dalang dibelakangnya”ucap Kang Joon
“Itu bagus. Han Tae Hee memanggilku untuk pertemuan direksi. Kalau begitu aku tak perlu khawatir. Pada akhirnya, bukankah pernikahan mereka batal?” ucap Kang Joon santai
Chae Yoon terlihat sangat kesal karena Kang Joon terlihat cuek dalam hal ini. Kang Joon berkata kalau bukan ia yang melakukannya.
“Direktur Han Min Hyuk... apa dia terlibat?” tanya Chae Yoon menduga-duga.
“Aku bilang hentikan pernikahan Sara dan Tae Hee oppa. Bukan membuat Tae Hee oppa seperti itu!” teriak Cha Yoon
Kang Joon melihat sikap Chae Yoon itu terlalu heboh dengan keadaan seperti sekarang.  Mata Chae Yoon melotot tajam, Kang Joon tersenyum mengerti kalau Chae Yoon ingin bersama Tae Hee tapi sangat disayangkan keadannya seperti itu.
“ Jika Han Tae Hee mati, Sara tak punya tempat lain. Dia istriku dalam cinta maupun benci. Aku harus menjaganya, bukan?” ucap Kang Joon sambil membukan jasnya.
“Mungkin tidak jika dia Sa Geum Ran. Tapi Sara, aku bisa hidup dengannya. Bukan begitu?” kata Kang Joon dengan penuh senyuman.
Chae Yoon melotot dengan mulut melonggo, Kang Joon tersenyum licik sambil melonggarkan dasi dan membuka kancing bajunya. 


Sa Ra masih tetap bersama Tae Hee menatap terus menerus, lalu ia memegang tangan Tae Hee dan menaruhnya di pipinya. Sambil terus menatap Tae Hee air matanya tumpah, terlihat dari monitor detak jantung Tae Hee yang berangsur-angsur turun.
Air mata Sa Ra mengalir dan terus memegang tangan Tae Hee mendekati pipinya. Detak jantung  Tae Hee kembali turun dan terlihat tidak seperti saat Sa Ra ada diluar ruangan. 


Chae Yoon kaget mengetahui Sa Ra bersama Tae Hee. Ia memarahi Ji Hoon yang seharusnya tak boleh melakukan hal itu.
“Kita harus menjauhkan Sara dari Tae Hee oppa.” tegas Chae Yoon pada Ji Hoon lalu ia memberitahu akan pergi sekarang.
Setelah menutup telpnya, wajahnya terlihat sangat panik mengetahui Sa Ra yang menemeni Tae Hee bukan Ji Hoon.
***
Sa Ra melihat keadaan Tae Hee yang masih terbaring di ranjang rumah sakit, Chae Yoon yang baru datang langsung melotot dan berteriak menanyakan kenapa Sa Ra ada didalam kamar Tae Hee.
“Kau tak dengar kata nenek?” teriak Chae Yoon sedikit mengancam.
Dengan wajah sembab, Sa Ra meminta Chae Yoon tenang demi kesehatan Tae Hee.  Mata Sa Ra melihat Tae Hee yang mengerakan jari telunjuknya. Chae Yoon melotot kaget melhat Tae Hee yang mengerakan badannya. Dokter pun datang memeriksanya dengan memanggil Tae Hee beberapa kali.
“Han Tae Hee. Jika kau bisa mendengarku, berkediplah sekali.” ucap Dokter, Tae Hee pun mengedipkan matanya yang mulai sedikit terbuka. Sa Ra tersenyum bahagia karena Tae Hee mulai sadar.
“Naikkan tangan kirimu.” perintah Dokter, Tae He pun mengangkat tangan kirinya. Sa Ra semakin tersenyum.
Nenek datang melihat Tae Hee yang sudah mulai sadar, Chae Yoon memberitahu nenek kalau Tae Hee sudah sadar, melihat nenek yang datang Sa Ra memilih keluar dari ruang perawatan Tae Hee pelahan-lahan. Chae Yoon yang melihat Sa Ra keluar tersenyum licik. 


Nenek bertemu dengan dokter yang merawat Tae Hee, di luar ruang perawatan.
“Dalam kasus Han Tae Hee, sangat penting keadaan yang tenang demi kondisinya. Dengan wanita yang semalam merawatnya, keadaannya menjadi lebih stabil.” jelas Dokter
“Si... Siapa? Mungkinkah, Sara?” tanya nenek terbata-bata saling melihat Chae Yoon yang tertunduk kesal.
“Untuk Han Tae Hee, stabilitas psikologinya sangat penting dalam penyembuhan. Wanita yang merawatnya sebaiknya bersamanya untuk sementara waktu.” pesan dokter
Nenek menghela nafas sambil mengangguk mengerti, sementara Chae Yoon semakin sinis mengetahui Sa Ra yang bisa membuat Tae Hee sadar dari koma bukan dirinya. 


Nenek bertemu dengan Sa Ra di ruang tunggu VIP
“Hingga Tae Hee keluar dari rumah sakit, kau boleh merawatnya.” ucap nenek yang mengizinkan Sa Ra merawat Tae Hee.
Dengan wajah sumringah Sa Ra mengucapkan terimakasih, Nenek memperingatkan Sa Ra kalau ia hanya memberikan izin sampai Tae Hee keluar dari rumah sakit karena kesehatannya itu yang paling utama sekarang.
Dari depan pintu, Chae Yoon melihat kedalam dengan tatapan sinisnya karena pasti nenek memberikan izin pada Sa Ra untuk merawat Tae Hee. 


Sa Ra kembali ke dalam kamar melihat Tae Hee yang terbaring dengan sedikit menaikan tempat tidurnya. Tae Hee membuka sedikit matanya melihat kedatangan Sa Ra.
“Aku bermimpi buruk. Gelangnya putus dalam mimpiku.” ucap Tae Hee yang masih sedikit melemah.
“Itu bukan mimpi. Kau terluka parah. Kupikir aku tak bisa melihatmu lagi.” ungkap Sa Ra yang terlihat menahan sedihnya.
Tae Hee mengatakan mereka harus membeli gelang baru yang tak akan bisa putus sampai kapanpun. Sa Ra mencoba tersenyum, lalu Tae Hee menegaskan kalau pernikahan mereka hanya tertunda saja. Sa Ra mencoba untuk tersenyum lalu meminta Tae Hee untuk cepat sembuh.
“Bagaimana pengantin pria jalan di lorong dengan keadaan seperti ini?” canda Sa Ra  
“Kau tak bisa memapahku?” goda Tae Hee. Sa Ra tersenyum mendengarnya.
“Aku merindukanmu. Bahkan saat tertidur.” ungkap Tae Hee dengan mata yang mulai terpejam.
Ia seperti tak bisa menahan kantuknya dan kembali tertidur, Sa Ra hanya bisa menatap Tae Hee yang tetidur seperti menahan kesedihan karena setelah Tae Hee sembuh ia harus segera berpisah dengan orang yang ia cintai. 


Min Hyuk bertemu lagi dengan Direktur Kim di sebuah restoran private, setelah meminum arak beras, ia tahu Direktur Kim itu tidak memiliki gaya yang mengakhiri hanya dalam satu tindakan saja.
“Bagaimana jika dia melaporkan tindakan kriminal dan ketahuan? Dia pasti akan mencari tahu begitu Han Tae Hee keluar dari RS.” ucap Min Hyuk yang berusaha menutup kebusukan dirinya.
“Dia takkan bisa membayangkan siapa yang menyerangnya, untuk sekarang ini dia mengira itu salahnya Sara.” jelas Direktur Kim dengan wajah datarnya.
“Seluruh dunia tahu aku bertarung atas warisan dengan Han Tae Hee. Siapa yang mereka duga akan melakukannya?” ucap Min Hyuk yang selalu waspada
Direktur Kim menatap wajah Min Hyuk dengan wajah binggung. Dengan mata melotot ke bawah, Min Hyuk mengutarakan niatnya untuk mengambil inisiatif dalam keadaan ini. Direktur Kim menatap Min Hyuk memikirkan apa yang akan dilakukan Min Hyuk. 



 Min Hyuk mengadakan konferensi Pers di depan wartawan
“CEO Han Tae Hee adalah adikku, aku bersyukur keadaannya semakin membaik. Tapi aku juga merasa sedih.Sebenarnya siapa yang melakukan ini padanya?”
“Demi keluarga kami,... sebagai yang lebih tua, aku akan bertindak. Siapapun yang mengetahui kecelakaannya CEO Han, mohon laporkan.Aku akan menangkap pelakunya dengan tanganku sendiri. Aku mohon pada kalian.”
Min Hyuk berusaha mengalihkan pendapat orang terhadapnya supaya tidak dicurigai.


Ji Sook berjalan masuk kerumah Min Hyuk pulang memberitahu kalau ia sudah melihat anaknya yang melakukan wawancara dengan pers tapi wajahnya terlihat sedikit khawatir.
“Apa...tidak ada masalah kau melakukan hal ini?Aku takut mereka akan mencurigaimu.” ungkap Ji Sook
“Aku akan memanfaatkannya sebagai keuntunganku. Bila kupikir lagi,... lebih banyak untung daripada ruginya.” jelas Min Hyuk dengan wajah liciknya.
Ia merasa dengan merasa kalau sikapnya yang terlihat simpat dengan keadaan adik tirinya maka Nenek akan berpikiran positif dengan sikapnya.
“Han Tae Hee sedang di bawah dan tak bisa melakukan apapun. Di saat seperti ini,... aku akan menginjak gebrakan pertama Winner Food. Sekarang Aku akan mencuri segalanya saat dia sedang di bawah. Termasuk Sara.” jelas Min Hyuk sirik.
Ji Sook menatap anaknya lalu melihat kebawah seperti tak tahu apa rencana dari anaknya itu. Min Hyuk kembali berwajah dingin dengan penuh dendam. 


Tae Hee melihat ponsel Sa Ra memberitahu PD dari Birth of Chef menelp, ia meminta Sa Ra untuk cepat berbicara padanya. Sa Ra memberikan secangkir Teh pada Tae Hee, ia terlihat sedikit gugup mengangkat telp dari PD.
“Bagaimana dengan... syuting pertunjukannya?” tanya Sa Ra
“Tentu saja kami menundanya dan  Harus besok.” jelas PD yang terlihat jengkel
Sa Ra meminta maaf dengan dirinya membuat syuting tertunda, PD merasa tak perlu permintaan maaf Sa Ra tapi ia meminta Sa Ra untuk berjanji besok akan ikut kompetisi itu. Sa Ra menjawab Ya kalau ia akan datang.
“PD benar-benar marah,Aku sudah dengar.” komentar Tae Hee
“Aku akan memberitahunya kalau kau terluka.” ucap Sa Ra bersedih
Tae Hee menyimpulkan kalau Sa Ra akan menyerah, Ia meminta Sa Ra memikirkannya lagi.
“Aku terbaring disini seperti ini. Apa lagi yang kubutuhkan saat ini? Sebuah Berita yang menguatkan. Jika kau menyerah di kompetisi itu, sindrom sakit hatiku bisa saja kembali.”
Ia meminta Sa Ra untuk tetap pergi demi kebaikannya dan meminta Sa Ra untuk berusaha tetap menang kalau ia bisa tapi ia mengubah kalimatnya Sa Ra harus menang. Sa Ra menatap sedih setelah itu ia sedikit tersenyum. 


Kang Joon masuk ke dalam kamarnya, melihat Chae Yoon yang sudah berdiri di dalam. Chae Yoon memberitahu kalau Tae Hee sudah sadar, Kang Joon kaget karena secepat itu Tae Hee bisa sadar.
“Jadi rapat direksi tidak dibatalkan?” ucap Kang Joon kaget
“Tentu tidak dibatalkan. Terlepas masalah rapat, sekarang ini istrimu sedang merawat pria lain. Dia orang yang menyelamatkan nyawanya Tae Hee oppa.” jelas Chae Yoon sinis.
Chae Yoon binggung mau bagaimana lagi cara mereka, karena keduanya terlihat tak bisa dipisahkan.
“Dia akan ikut kompetisi masak. Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan?” sindir Chae Yoon yang mencoba menghasut Kang Joon berbuat sesuatu.
Kang Joon kembali terlihat mata dingin dan sinisnya pada Chae Yoon, ia tak menyangka rencana untuk menghindari rapat direksi sekarang tak bisa lagi. 


Gedung Winner Grup
“Tema masak Terlahirnya Chef hari ini adalah makanan yang ingin dibuat untuk keluarga.” ucap Chae Yoon membuka acara Birth of Chef.
Chae Yoon pindah ke counter penantang, menanyakan masakan apa yang disiapkan Oh Kyung Hee saat ini. Kyung Hee memberitahu telah menyiapkan masakan terbaik untk keluarga dengan 12 jenis masakan raja. Lalu Chae Yoon pindah ke tempat Sa Ra.
“Apa yang anda persiapkan, Sara?” tanya Chae Yoon
“Aku... membuat pasta kacang dengan 4 makanan pendamping” jelas Sa Ra
“Anda membuat nasi kepal saat temanya sesuatu yang luar biasa. Apa anda akan melakukan pertunjukan mengejutkan untuk memenangkan poin?” tanya Chae Yoon dengan nada sirik.
Sa Ra menegaskan kalau Ini bukan pertunjukan mengejutkan, lalu menjelaskan kalau sesaat ia mengetahui tentang keluarga, lalu masakan itu muncul dalam pikirannya jadi ia ingin menunjukan rasa cintanya dalam masakan yang akan ia buat.
“Selama aku... membayangkan keluargaku senang setelah memakan masakanku, aku akan melakukan yang terbaik” jelas Sa Ra dengan mata seperti membayangkan orang yang memasaknya.
Chae Yoon menatap Sa Ra dengan tatapan melotot dan sinis, ia kembali ke tengah-tengah Counter.
“Kalau begitu, masakan untuk keluargamu dimulai!” kata Chae Yoon menandakan kompetisi di mulai.
Waktu 1 jam dimulai, Sa Ra mulai mengambil timun, bawang bombay dan jamur lalu diiris-iris tipis.
“Dokter. Tunggu dan lihatlah. Bagiku, kau sudah menjadi keluarga.” gumam Sa Ra sambil teringat saat pertama kali menyiapkan makanan di apartment Ji Hoon
Lalu ia juga mengingat saat pertama kali Tae Hee membawa ibunya ke studio dan juga saat Tae Hee menceritakan tentang keluarganya dan mereka memakai baju pasangan. Saat mereka membeli bahan makanan untuk kompetisi.
“Entah kita punya akhir yang bahagia, aku tak tahu. Tapi, fakta sekarang kita bersama membuatku bahagia.”
Kenangan kembali teringat saat mereka mencoba makanan di supermarket, jalan-jalan kepasar melihat kepala babi dan latihan berjalan altar pernikahan dan Tae Hee mencium keningnya saat itu.
“Aku akan memasak untukmu. Aku akan melakukan yang terbaik.”
Sa Ra mulai membuat pasta kacang dengan penuh percaya diri, Chae Yoon menatap Sa Ra yang masak dengan lirikan sinisnya.
Min Hyuk datang melihat syuting, ia berbicara pada PD kalau ia meminta untuk bertemu dengan Sa Ra setelah syuting selesai. PD mengerti dan akan menyampaikan pesan itu pada Sa Ra. Chae Yoon seperti mendengar ucapan Min Hyuk lalu kembali melihat Sa Ra dengan tatapan penuh dendam. 


“Sekolah luar negeri?” ucap Sa Ra kaget saat sudah ada di ruangan Min Hyuk.
“Aku akan membiayai sekolahmu di luar negeri. Itu persyaratan menjadi model utamanya Grup Winner.” jelas Min Hyuk
“Kau menyebut menjadi model utama waktu itu. Tapi kenapa harus sekolah di luar negeri?” tanya Sa Ra binggung
Min Hyuk mengungkapan dirinya sedang mencari tersangka yang menyakiti Tae Hee, lalu ia menceritakan kalau dalam proses itu ia mengetahui kalau Sa Ra adalah memiliki identitas palsu. Sa Ra kaget mendengar pengakuan Min Hyuk dan hanya bisa tertunduk diam.
 “Pria yang menyakiti Tae Hee menggunakan identitas palsumu untuk mengancam dan  Tae Hee menggantikanmu dan terluka. Aku khawatir sebagai anggota keluarganya. Selama kau bersamanya, Tae Hee bisa dalam bahaya.” jelas Min Hyuk.
Terasa susana tegang, Sa Ra menatap Min Hyuk dengan melotot kaget. Min Hyuk menatap Sa Ra dengan sedikit tersenyum. 


Kang Joon masuk ke dalam lokasi syuting tapi tak melihat Sa Ra, ia berlari melihat Chae Yoon lalu menariknya dan bertanya keberadaan Sa Ra. Chae Yoon menanyakan alasannya mencari Sa Ra itu hanya karena Sa Ra adalah istrinya.
“Dimana dia,  cepat katakan padaku sekarang!!!!”  ucap Kang Joon dengan mata  melotot.
“ Dia pergi ke rumah sakit. Untuk merawat Tae Hee oppa. Bagi Sara, kau... sama sekali tak berarti apa-apa.” jawab Chae Yoon sinis
Kang Joon melirik sinis pada Chae Yoon yang pergi meninggalkan istrinya.


“Orang yang menelpon Han Tae Hee adalah oppanya Kim Duk Soon?” tanya Sa Ra
Ketua Choi terlihat hanya bisa menutup bibirnya dan menatap Sa Ra tak enak hati. Sa Ra memohon supaya Ketua Choi menjawab pertanyaannya tadi.  
“Pria yang menelpon... tahu kau punya identitas palsu .CEO bilang dia akan mengatasinya dan jangan memberitahumu.” jelas Ketua Choi perlahan
“Jangan beritahu dia kalau aku tahu. Untuk sekarang kesembuhannya lebih utama.” ucap Sa  Ra yang terlihat semakin khawatir. 


Sa Ra duduk terdiam, wajahnya semakin sedih karena mengetahui tentang yang sebenarnya, Tae Hee bisa terluka. Ia kembali mengingat saat Nenek berbicara padanya di ruang make up.
“Sehubungan dengan identitasmu, apa benar akan menjadi masalah bagi Tae Hee?” ucap Nenek
“Aku tak peduli apa yang terjadi padamu. Tae Hee oppa akan terluka karenamu.” tegas Chae Yoon dengan wajah sinisnya.
Ia teringat saat melihat tubuh Tae Hee yang tertutup karung dengan wajah sudah penuh darah. Sa Ra merasa kalau semua ini memang salahnya. Seseorang masuk ke dalam ruang tunggu VIP.
Sa Ra menengok melihat orang yang datang, matanya kaget melihat kedatangan Kang Joon ke rumah sakit. Kang Joon juga menatap Sa Ra dengan tatapan sinis dan penuh dendam. 


Kang Joon membawa Sa Ra ke tangga darurat lalu mendorongnya sampai Sa Ra tak bisa bergerak karena bersandar di tembok.
“Kau masih belum menyerah dengan Han Tae Hee? Kau tak bisa berpisah bahkan setelah kejadian ini? Apa dia harus mati baru kau baru bisa sadar?” ucap Kang Joon dengan penuh ancaman.
“Han Tae Hee terluka... itu kau yang melakukannya?” ucap Sa Ra dengan mata melotot.
Kang Joon melepaskan tangannya dari lengan Sa Ra. Dengan mata melotot, Sa Ra tahu kalau hanya Kang Joon adalah satu-satunya orang yang tahu tentang identitasnya, Bahkan sekarang Kang Joon mengancamnya dan ia yakin itu adalah Kang Joon. Dengan mata melotot, Kang Joon menantang kalau memang ia terlibat memangnya kenapa.
“Jika dia terluka karena dirimu,... aku takkan membiarkannya.”tegas Sa Ra tak takut melawan Kang Joo
“Sekalipun Han Tae Hee bangkit dari kematian, kau ini istriku. Kau tak bisa pergi dengan yang lain. Semakin kau terobsesi dengan Han Tae Hee... semakin aku takkan melepaskannya. Mengerti?” ucap Kang Joon mengancam.
“Apa yang kau inginkan?” tanya Sa Ra
Kang Joon melihat wajah Sa Ra lalu mengatakan kalau Sa Ra terlihat cantik dan berbeda dengan Geum Ran. Dia juga melihat kepribadian istrinya itu juga sudah berubah dan ia merasa pasti semuanya serba baru.
Dengan begitu ia merasa bisa hidup bahagia dengan Sa Ra jadi ia mengoda Sa Ra untuk hidup bersama dengannya. Sa Ra tak bisa menahan amarah dengan godaan Kang Joon dengan memberikan tamparan keras pada Kang Joon.
“Semakin kau berkeras...Han Tae Hee lebih dalam bahaya. Kau mengenalku dengan baik. Apa yang kulakukan pada Sa Geum Ran.” ancam Kang Joon
Sa Ra melotot mendengar ancaman Kang Joon, sementara Kang Joon tersenyum licik karena ia berhasil membuat Sa Ra terlihat khawatir. Sa Ra melotot menelan ludahnya, seperti mencoba menghilangkan rasa takutnya. 

Sa Ra kembali menemui Tae Hee di kamarnya, wajahnya tertunduk dan sedikit sedih. Tae Hee bertanya dengan kompetisi masakannya. Sa Ra bertanya apakah Tae Hee itu penasaran. Tae Hee menjawab itu tentu saja.
“Menang atau Kalah?” tanya Tae Hee dengan penasaran.
“Jika kau penasaran,... nonton pertunjukannya.” ucap Sa Ra penuh teka teki dengan wajah senyuman.
Tae Hee melihat Sa Ra sedang berpromosi dengan acaranya yang ia ikuti, Sa Ra tersenyum, melihat keadaan Tae Hee, ia merasa sepertinya Tae Hee sudah bisa keluar dari rumah sakit. Tae Hee terlihat tak begitu yakin, Sa Ra ingin keluar untuk menemui Dokter jaga.
“Kau sudah mau pergi begitu baru tiba disini? Aku sudah menunggumu sepanjang hari.” keluh Tae Hee yang kesal melihat Sa Ra yang akan pergi.
Tiba-tiba Tae Hee mengeluh pada tanganya, Sa Ra menanyaka apakah Tae Hee benar-benar sakit.  Tae Hee mengaduh kalau tangannya sakit. Sa Ra yang panik akan memanggil perawat. Tae Hee menolak Sa Ra memanggil perawat.
“Perawatan terbaik adalah... ...hangatnya tangan dari orang yang kucintai Jika kau menyentuhku, endorfin akan terlepaskan Dan rasa sakitku akan mereda.” jelas Tae Hee mengakui malu-malu.
Sa Ra tersenyum, ia duduk disamping Tae Hee dan memegang tanganya. Tae Hee tersenyum bahagia mendapat sentuhan dari Sa Ra, lalu ia merasa dahinya sakit dan sakitnya berpindah-pindah, sekarang pipinya juga sakit. Sa Ra tersenyum mendengarnya.
 “Dimana terasa lebih sakit? Dahi atau pipi? Kau pilih saja dan rawat aku” ucap Tae Hee mencoba mengoda Sa Ra malu-malu.
Sa Ra tersenyum mendengar Tae Hee mencoba mengodanya, Tae Hee juga tersenyum karena Sa Ra tahu kalau ia sedang mengodanya. 


Di dalam mobil Direktur Kim menelp orang suruhannya.
“Pastikan Han Tae Hee tidak mengatakan apapun yang tak penting.” perintahnya. Anak buahnya mengerti dengan perintah Direktur Kim.
Ia sudah ada dirumah sakit dengan tatapan pembunuh berdarah dingin begitu juga Direktur Kim yang terlihat sangat dingin dengan tindakan pembunuhan yang sudah ia kerjakan.
***
Sa Ra mondar mandir di lorong perawatan Tae Hee, pria suruhan Direktur Kim juga berjalan di lorong rumah sakit. Tae Hee masih tertidur pulas di kamarnya. Sa Ra berjalan di lorong melihat pria yang mencurigakan berjalan di lorong juga.
Ia teringat dengan ancaman Kang Joon saat berbicara di tangga darurat.
“Semakin kau bersikeras... Han Tae Hee lebih dalam bahaya.”
Pria itu terus berjalan melihat ruangan dari kaca, seperti sedang mencari Tae Hee. Sa Ra semakin ketakutan, Tae Hee masih terbaring dalam ruangannya. Tak jauh dari tempatnya berdiri, ia buru-buru memanggil perawat.
Matanya sempat melirik si pria yang tak memeriksa kamar tempat ia berdiri sekarang. Dengan wajah ketakutan ia melihat Pria yang ikut juga melirik pada Sa Ra. Lalu pria itu terlihat meninggalkan lorong rumah sakit
Bersambung ke Part 2  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar