Rabu, 05 November 2014

Sinopsis Birth of Beauty Episode 10 Part 1


Tae Hee memperlihatkan foto keluarga bersama neneknya di depan dewan komisarir. Dia memberitahu kalau dirinya adalah Han Dong Eun alias Dong Geul. Ji Sook dan Min Hyuk datang dengan wajah marah ke dalam ruangan. 

"Jika dia benar Dong Geul,rapat direksi bisa berantakan." ucap Ji Sook panik 

Ia yakin saat ledakana pabrik tidak ada yang hidup, mereka jugas udah menemukan rambut dan tas sekolah Dong Geul disana, jadi Dong Geul itu pasti sudah mati. Anak buah Min Hyuk datang memberikan sebuah amplop yang di tinggalkan Tae Hee. 

Min Hyuk melihat isinya adalah surat petisi tentang penyataan menolak penunjukan CEO Han Min Hyuk. Beberapa oranng telah menandatangi surat petis itu.

"Dia sudah berkonspirasi" ucap Min Hyuk sinis. 

"Dia mau menghentikanmu menjadi CEO." kata ibunya semakin panik

Lalu Min Hyuk menanyakan pekerjaaan Tae Hee. Anak buahnya memberitahu Tae Hee memiliki bisnis konsultan restoran. Ibu Min Hyuk mengejek Tae Hee yang menjadi penjual di toko kecil, ingin menipu untuk mendapatkan uang. 

"Cari tahu tentang Han Tae Hee. mulai dari Tanggal lahir, keluarga, pendidikan, orang yang dihubungi, dan sekitarnya cari tahu semuanya."


Chae Yoon berdiri di luar ruangan, wajahnya masih shock mengetahui tentang Tae Hee. Ingatannya kembali saat Tae Hee masuk ruangan dan mengatakan kalau ia dalah Han Dong Eun alias Dong Geul. Lalu ia mengingat kembali pertama kali ia bertemu Tae Hee. 

"Dia berumur 10 tahun, jadi.....tahun 1994. Apa itu saat insiden ledakan Grup Winner?" 

Ia mulai mencari-cari infomasi di internet dan betapa terkejutnya dia karena tahunnya itu sama dengan kejadian ledakan kebakaran pabrik. 


Ji Hoon tertawa, ia pikir kakaknya itu ingin membicarakan sesuatu yang serius, ternyata hanya ingin merencanakan ulang tahun bersama. 

"Tapi apa yang terjadi? Kau tak pernah merayakan ulang tahunmu." ucap Ji Hoon penasaran

" ini Bukan ulang tahunku." jelas Tae Hee  Ji Hoon itu semakin penasaran, Tae Hee rasa adik angkatnya tak perlu tahu orangnya. 

"Ulang tahunnya lusa. Aku mau sepanjang hari bersama dan begitu tengah malam..aku ingin jadi orang yang pertama memberikan selamat ulang tahun padanya" jelas Tae Hee. 

"apa itu  A, J, M...Kau ketahuan Kau mencintainya dan dia akan menjadi kakak iparku." goda Ji Hoon 

"Hei... Bagaimana bisa begitu mudahnya kau mengucapkan "cinta"? Kau tak boleh mengucapkannya dengan mudah.Pria menyimpan kata itu di hatinya, tapi tak bisa dipungkiri jika kelihatan." protes Tae Hee yang berusaha menutup perasaanya. 



"Kukira kau pria tangguh. Ternyata kau seperti ABG yang emosinya meledak-ledak." ledek Ji Hoon 

Tae Hee tahu kalau Ji Hoon itu sedang meledeknya. Ji Hoon tersenyum, ia sekarang akan memberikan saran untuk kencan yang baik, yang akan dipuji oleh wanita dengan budaya aristokrat. Tae Hee terlihat binggung dengan buday artistokrat. 


Di rumah, wajah Sa Ra terlihat begitu sumingrah, ia merasa begitu gugup mengingat saat dirinya dipeluk oleh Tae Hee. Dia menghitung dengan jarinya terakhir kali merasakan perasaan yang sama seperti sekarang. 

" Ini sudah 9 tahun, semenjak ada.2 pon peninggalan Buddha di tubuhku." ungkapnya bahagia. 

Sa Ra mengingat lagi saat Tae Hee mengatakan tak bisa hidup tanpa dirinya dan sangat membutuhkan dia. Wajahnya kembali sumringah karena akhirnya Tae Hee mengungkapkan perasaanya. Terdengar suara Tae Hee yang memanggilnya. 


"Ahjumma, aku pulang!" teriak Tae Hee 

Sa Ra buru-buru ke meja rias mengunakan sedikit blush on dan lipstik, dalam pikirannya ia ingin terlihat cantik di depan Tae Hee. Sementara Tae Hee berteriak dari bawah memanggil Sa Ra, lalu ia tersadar nada bicaranya yang manja seperti bukan dirinya. 

"Ahjumma, kau tidur?" teriak Tae Hee dengan suara beratnya, karena tak terdengar suara Sa Ra ia menaiki tangga dengan barang bawaan di tangannya. 


Tae Hee masuk sambil berteriak untuk melakukan sesuatu besok hari, tapi ucapanya terpotong melihat Sa Ra yang terlihat beda. Sa Ra sudah menghapus sedikit lipstik dan menyembunyikan tissue dibalik badannya. 

"Ahjumma, kau bermakeup dan dengan piyama?" tanya Tae Hee. 

Sa Ra menyangkalnya, Tae Hee berhasil mengambil tissue yang disembunyikan Sa Ra di balik badannya. Ia melihat bekas cap lipstik yang ada di tissue. 

"Jika ini bukan lipstik memangnya kau makan ayam bumbu?" ejek Tae Hee 

Ia lalu menanyakan untuk apa Sa Ra bermake up di malam hari, ia mengejek Sa Ra yang ingin terlihat canti di depan seseorang. Wajah Sa Ra cemberut, ia menyuruh Tae Hee kalau masuk kamarnya untuk ketuk dulu. 

"Kau terlihat cantik dengan makeup." puji Tae Hee 

Sa Ra belum bisa tersenyum lalu menanyakan apa yang tadi dikatakan Tae Hee saat masuk kamar. Tae Hee memberitahu besok Sa Ra harus ikut dengannya disuatu tempat, lalu ia memberikan semua kotak belanjaan untuk di pakai Sa Ra besok. 

" Kau harus Pakai ini dan Kita mulai kencan jam 10 pagi." ucap Tae Hee 



Esok pagi, Pegawai Choi yang menjadi sopi sementara Tae Hee duduk di belakang dengan stelan jas turun dari mobil. Pegawai Choi mengelar karpet merah di depan pintu mobil, Sa Ra keluar melihat gedung di depan yang akan mengelar konse musik klasik. 

Tae Hee tersenyum, ia memberikan lengannya, supaya Sa Ra bisa mengandengnya. Sa Ra tanpa sungkan mengandeng lengan Tae Hee. Keduanya berjalan diatas karpet merah dengan tepuk tangan dari ketua Choi. 


Beberapa menit di ruangan konser, Sa Ra malah tertidur bahkan sampai mendengkur yang membuat Tae Hee malu dan mencoba tertawa untuk menutupi rasa malunya. Setelah konser selesai, Sa Ra merasakan tidurnya kali ini sangat nyenyak. 

"Dokter... Pertunjukan pertama sudah selesai, kita kabur saja. Aku tak bisa duduk lagi, pinggangku sakit." ucap Sa Ra tanpa rasa bersalah. 

"Ahjumma.....Nikmatilah hal seperti ini......Ini aristokrat....." pinta Tae Hee dengan wajah menahan kesal 

"Mubazir untuk duduk dalam kemewahan begitu. Itu untuk mereka yang lahir dengan sendok emas di mulutnya." komentar Sa Ra 

Dia memilih untuk memasak, mencuci atau bersih-bersih di banding datang ke tempat itu. Tae Hee menyarankan supaya pembantu bisa melakukan ini semua. Sa Ra mengumpat kalau mereka tak bisa membayarnya karena uang  itu bukan di gali dari tanah. 

"Tanganku ini siap. Kenapa kau menggaji orang? Aku bisa melakukannya." ucap Sa Ra 

"Ahhhh..., ahjumma ini benar-benar. Berhentilah memikirkan dapur di saat seperti ini." keluh Tae Hee kesal 


Ji Hoon menerima telp kaget karena seorang wanita muda itu mengatakan kalau nonton konser musik klasik adalah kemewahan itu sangat mubazir. 

"Dia itu aneh.sekarang pergi ke tempat yang lebih biasa dan aku yakin Semua wanita suka dan sangat mendambakannya." saran Ji Hoon 

Tae Hee membawa Sa Ra ke sebuah toko perhiasan untuk membelikan hadiah, ia sedang memilih mencocokan kalung di leher Sa Ra. 

"Kau mau membelinya? Kita pernah menyewa 1 untuk balas dendam." bisik Sa Ra 

"Itu disewa, bukan milikmu.Akan kubelikan satu untukmu. Besokkan hari ulang tahunmu." ucap Tae Hee. 

Sa Ra binggung karena Tae Hee itu tahu besok adalah ulang tahunnya. Tae Hee mengakui dirinya sudah menari tahu latar belakangnya saat pertama kali bertemu, lalu ia meminta Sa Ra untuk memilih satu perhiasan yang ia suka. 

Dengan mata mengoda ia tahu Tae Hee melakukan ini semua karena besaok adalah ulang tahunya, tapi ia tak peduli perhisaan yang di beli atau di pinjam, menurutnya mereka tak perlu mengabiskan dua kali. Ia menarik Tae Hee untuk melakukan cara kencan untuk dirinya. 

"Kau mau kemana?" tanya Tae Hee yang terus ditarik, Sa Ra menjawab kalau ia akan mengajak ke Buffet. 


Sa Ra pergi ke supermarket dan mencoba makanan gratis disediakan oleh para ahjumma. Dia memberitahu kalau ini adalah buffet kesukaanna dan jam seperti ini saatnya makan, dengan gaya cueknya Sa Ra mencoba menyuapi Tae Hee dengan makanan gratis. 

Tae Hee terlihat malu karena menurutnya itu bukan penganti makanan mereka, tapi Sa Ra tetap ingin menyukai makanan favoritnya. Dengan wajah malu Tae Hee mencoba makanan gratis dan memuji makanan itu enak, setelah itu ia mengajak Sa Ra pergi. Tapi Sa Ra menujuk tempat supaya mereka mendapatkan makanan pencuci  mulut. 

Sa Ra kembali mencoba mengambil makanan pencuci mulut dan menyuapi Tae Hee juga.

"Kalian darimana berpakaian bagus begitu? Keren sekali." puji Ahjumma yang menyediakan makanan pencuci mulut gratis. 

Tae Hee menutup wajah malunya karena mereka berdua mengunakan pakaian formal tapi malah pergi ke supermarket dengan memakan-makanan gratis. 


Tiba-tiba terdengar suara pegawai yang akan menjual item gratis beli 1 gratis 1. Mata Sa Ra langsung melek, karena ia bisa mendapatkan barang itu setengah harga. Sa Ra langsung bersiap-siap  dan melepaskan sepatunya lalu berlari menghalau semua ibu-ibu yang berlari ke counter gratis. 

Tae Hee melonggo sambil mengambil sepatu yang di tinggalkan Sa Ra begitu saja, Sa Ra berlari dan berhasil mendapatkan barang gratis tissue toilet, dengan bangganya dia mengangkat tissue. Tae Hee yang melihat terlihat sangat kesal karena Sa Ra bisa melupakan segalanya hanya karena barang diskon. 


Tae Hee masuk rumah dengan membawa tissue ke dalam rumah, ia marah karena Sa Ra sudah berdandan anggun tapi hanya untuk membeli barang gratisan, ia mengumpat kalau make upnya itu jadi sia-sia. Wajah Sa Ra yang tadinya tersenyum terlihat binggung. Tae Hee juga kesal karena ia yang sudah memakain Tuxedo harus membeli barang gratisan pula, 

"Siapa peduli jika kita tak beli tisu? Aku ingin merayakan ulang tahunmu di tengah malam saat kita berkencan. Semuanya hancur berantakan." teriak Tae He kesal sambil menjatuhkan tissue ke lantai. 

"Kenapa kau melempar barang berharga ini? Kau orang yang memakai tisu dan orang yang hidup dengan rumah yang bersih. Kau juga yang akan memakan semua makanan ini, jadi kenapa kau marah padaku?" ucap Sa Ra kesal. 

"Kapan aku menyuruhmu mengurus rumah? Aku hanya mau merayakan ulang tahunmu." ungkap Tae Hee yang mulai kesal 

Sa Ra menegaskan ulang tahun itu tak penting yang lebih penting adalah beli barang keperluan rumah tangga yang diskon. 



"Apa Kau tak ingin senang? Menerima sesuatu dan mendapat sesuatu untuk senang. Seperti yang disukai wanita lain." jelas Tae Hee. 

"Kau bilang Wanita lain? Ini aku... suka berburu barang diskon, senang pergi kepasar. Aku ini ahjumma yang tak punya pembantu dan tak peduli dengan ulang tahunku" tegas Sa Ra. 

Sa Ra memberitahu  dengan nada tinggi, kalau sekarang dengan membuat makanan untuknya, mengurus restoran dan membuat bubur untuk ibunya itu lebih penting. Dia tak peduli dengan kencan di hari ulang tahunnya. 

"Aku ini Sa Geum Ran....Ahjumma yang lebih khawatir soal rumah." tegas Sa Ra kembali. 

"Siapa yang tak tahu? Aku lebih tahu dari orang lain kau ini Sa Geum Ran." ucap Tae Hee dengan memalingkan wajahnya. 

Sa Ra tak percaya begitu saja dengan ucapan Tae Hee yang mengetahui tentang dirinya, ia ingin menanyakan sesuatu. 

"Kau suka Sara Atau ahjumma bernama Sa Geum Ran?" tanya Sa Ra 

Tae Hee hanya melirik lalu terdiam sambil memegang Dasi kupu-kupunya. Sa Ra tahu Tae Hee tak akan bisa jawab pertanyaannya, ia melihat Tae Hee itu sama saja dengan pria lainnya yang lebih suka dengan wanita dengan tubuh cantik dan tak mungkin suka dengan Ahjumma gemuk yang benama Geum Ran. 

"Kau suka Sara, tapi kau marah karena aku bertingkah seperti ahjumma. Karena yang kau suka itu Sara, bukan Sa Geum Ran. Meskipun penampilanku berubah,aku tetap Sa Geum Ran.Meskipun memakai gaun atau setelah ribuan operasiaku tak bisa merubah hatiku" jelas Sa Ra 

Tae Hee hanya bisa terdiam mendengar penjelasan Sa Ra panjang lebar dan melirik Sa Ra yang menjelaskan dengan mata tajamnya. 


Kang Joon bertemu dengan anak buahnya, ia memberitahu dirinya tentang kasus penyuapan Jaksa Han.

"Kirimkan itu pada Jaksa Han. Minta dia buat kesepakatan....Aku ingin dakwaan dihentikan." perintah Kang Joon 

Dia ingin segera bisa keluarkan dari kantor polisi secepatnya, anak buahnya mengerti dengan perintah bosnya.


Chae Yoon bertemu dengan Min Hyuk dan ibunya, Min Hyuk meminta Chae Yoon menceritakan kalau memang ia mengenal Tae Hee.

"Kami besar dan tinggal dirumah yang sama. Dalam perjalanan ke rumah nenek bersama ayah, dan itu pertama kalinya aku bertemu dengan Tae Hee Oppa. Saat di jalan pedesaan, Dia terlihat linglung." cerita Chae Yoon 

"Dia terlihat seperti apa, saat kau bertemu dengannya?" tanya Ibu Min Hyuk panik 



"Sepertinya dia terkena kecelakaan besar,Pakaiannya kotor,Sepatunya koyak dan ketakutan" cerita Chae Yoon mengingat saat pertama kali melihat Tae Hee kecil

Chae Yoon menceritakan ayahnya membawa Tae Hee pulang, saat ayahnya menanyakan asal dan namanya, Tae Hee tak pernah bicara selama 2 tahun. Min Hyuk dan Ibunya saling melirik sinis. Chae Yoon melihat gerak-gerik keduanya. 

"Ayah kamu Single parents, Saat Tae Hee oppa berumur 15 tahun ayah meninggal.Setelah itu, Dia menjadi kepala keluarga dan membiayai aku dan kakaku selama 15 tahun. 

"Saat kau....pertama kali bertemu Han Tae Hee berapa tepatnya umurnya?" tanya Min Hyuk. 

"10 tahun.....Dia bilang dia lahir tahun 1985." ucap Chae Yoon 

Lirikan sinis Min Hyuk pada ibunya membuat Chae Yoon terlihat curiga.


Chae Yoon keluar dari ruangan, ia yakin kalau Tae Hee adaah pewari Winner Grup yang sebenarnya. Anak buah Kang Joon sedang mengambil sesuatu dari berangkas. Tiba-tiba ia kaget karena Chae Yoon melihat sedang membuka brangkas. 

"Kau siapa? Aku istrinya Lee Kang Joon." ucap Chae Yoon yang melihat pria itu sudah memasukan sesuatu ke dalam jaketnya. 


Kantor polisi

Detektif Oh menanyakan siapa bapak yang datang ke kantor polisi. Ayah Kang Joon pun memperkenalkan dirinya. 

"Saat aku memeriksa nomor-nomor yang masuk di ponsel putraku adalah nomornya detektif,Karena itu aku datang" jelas Ayah Kang Joon 

"Lee Kang Joon terdakwa atas pembunuhan Sa Geum Ran.Dia ditahan dan di sel tahanan. Berkunjung hanya diperkenankan di siang hari." ucap Detektif Oh. 

Ayah Kang Joon terlihat kaget mengetahui anaknya dituduh terlibat dalam bunuhan Geum Ran. 


Anak buah Kang Joon pamit pergi dari ruangan setelah mengambil berkas. Chae Yoon kaget mengetahui Kang Joon itu ditahan karena pembunuhan Geum Ran. Ia tak menyangka ternyata suaminya itu di tahan karena tuduhan pembunuhan. 


"Kasus pembunuhan...Geum Ran....Kang Joon...." ucap ayah Kang Joon yang keluar dari kantor polisi. 

Ia tak percaya Kang Joon bisa dituduh terlibat dalam kasus pembunuhan mantan istrinya, ia buru-buru mengeluarkan ponselnya dan menelp ibu Geum Ran. 


Ayah Kang Joon sudah ada di kamar ibu Geum Ran , ia tak percaya anaknya itu memasukan besannya ke dalam ruamh sakit jiwa secara paksa. 

"Dia bilang......aku mengancamnya, jadi aku dimasukan ke dalam rumah sakit jiwa" jelas Ibu Geum Ran yang terlihat lemah. 

"Dia memenjarakan ibu....Aku dan ibu sudah menyiapkan tuntutan hukum.Kami takkan membiarkan Lee Kang Joon begitu saja." ucap Kyung Joo sinis 

Ayah Kang Joo merasa itu hanya salahpaham dan tidak mungkin. Ibu Geum Ran tahu ayah Kang Joon tak tahu semuanya karena Kang Joon adalah putranya. 

Coba pikirkan....Putriku kehilangan tanahnya dan mati....bukankah ada yang aneh?" kata ibu Geum Ran. Ayah Kang Joon terlihat terdiam memikirkan semua yang terjadi sekarang. 


"Ibu......Aku membawakan bubur." teriak Sa Ra masuk ke dalam kamar. 

Sa Ra kaget melihat ayah Kang Joon yang datang berkunjung. Ayah Kang Joon melirik dan tak menyangka kalau mereka mengenal Sa Ra. Kyung Joo menceritakan saat dirinya tak bisa menghubungi ibu Geum Ran, jadi meminta bantuannya. 

"Sara kenal Lee Kang Joon, jadi kurasa dia bisa membantu." jelas Kyung Joo 

Ayah Kang Joon terlihat binggung dengan kedatangan Sa Ra di rumah sakit. Sa Ra hanya bisa terdiam melihat ayah mertuanya yang datang. 



"katakan yang sebenarnya, apa kau yang membunuh Geum Ran?" tanya ayah Kang Joon saat bertemu dengan ayahnya 

"Sama sekali tidak, Ayah." jawab Kang Joon berbohong

Ayahnya bertanya kenapa Kang Joon bisa ditahan seperti sekarang lalu ia menanyakan tentang ibu Geum Ran yang mengatakan kalau ia dipaksa masuk olehnya. Kang Joon menjelaskan semua itu hanya kesalahpahaman. 

"Jika semua ini benar, aku takkan membiarkannya dan memaafkanmu!" ancam Ayahng 

"Percayalah pada putramu.Aku akan segera bebas." tegas Kang Joon 

Lalu Ayah Kang Joon mengeluh tak percaya dengan semua yang terjadi, ia menceritakan kalau ia  merasa malu saat bertemu dengan ibu dan teman Geum Ran. Bahkan saat ia bertemu dengan Sa Ra, dirinya tak tega mengatakan kalau Kang Joon masuk ke penjara karena terkena kasus pembunuhan. 

Kang Joon kaget, ia menanyakan lagi siapa yang ada di rumah sakit. Ayah Kang Joon memberitahu kalau Sa Ra tadi juga membesuk ibu Geum Ran. Kang Joon semakin kaget karena Sa Ra ada di rumah sakit bersama ibu Geum Ran. 


Min Hyuk menatap ke arah jendela ruangannya, lalu ia membuka di bawa mejanya dan mengeluarkan seperti mainan di dalamnya. Ia menatapnya seperti memiliki rencanan dengan mainan yang ada di tangannya. 


Sa Ra ingin pamit dan menyuruh Ibunya itu untuk lebih banyak istirahat, Kyung Joo dan ibunya mengucapkan terimakasih. Lalu Sa Ra membereskan tempat makan yang ia bawa. 

"Besok ulang tahunnya Geum Ran. Biasanya aku mengunjunginya saat dia masih hidup Sekarang siapa yang mengunjunginya?" cerita Yeo Ok bersedih

Wajah Sa Ra terlihat sedih karena ibunya membicarakan dirinya, Ibunya mulai sedih karena anaknya itu mati tanpa dicintai dan hatinya sangat sakit. Kyung Joo menenangkan ibu Geum Ran, ia yakin Geum Ranitu akan bertemu orang yang hebat saat di surga. 

"Siapa tahu seseorang mengucapkan ulang tahun padanya" ucap Kyung Joo menenangkan ibunya. ....

"Geum Ran selalu memberi pada sesama .Sekarang gilirannya untuk berbahagia. Geum Ran...berbahagialah mulai sekarang." harapan ibu Geum Ran 

Sa Ra yang mendengar harapan ibunya, semakin berkaca-kaca karena ternyata ibunya sangat mencintainya, tapi ia belum bisa memberitahu ibunya kalau ia adalah anaknya yang dianggap sudah mati. 


Tae Hee membuka meja makan, ia mengeluh karena Sa Ra masih saja memasak untuknya walaupun hari itu adalah hari ulang tahunnya dan selalu saja makanan dan makanan. Lalu Tae Hee mengingat kalau pertanyaan Sa Ra. 

"Dokter, kau suka Sara Atau ahjumma bernama Sa Geum Ran?" tanya Sa Ra 

Saat itu Tae Hee tak bisa jawab, ia pun kesal sendiri karena saat itu tak bisa jawab, teringat pandangan Sa Ra saat itu, Tae Hee merasa Sa Ra itu sangat marah. Lalu Tae Hee melihat ponselnya jam 11.51 tapi Sa Ra belum juga pulang. 

Akhirnya ia keluar dari rumah menunggu  Sa Ra yang belum pulang, rencananya untuk mengucapkan ulang tahun bisa kacau padahal seharusnya ia harus selalu menjaganya. 


Sa Ra berjalan pulang ke rumahnya, ia teringat dengan harapan ibunya yang menginginkan dirinya untuk mulai sekrang berbahagia.  Min Hyuk turun dari mobil yang dan langsung menyapa Sa Ra. 

"Ini pertemuan ke-5 kita....." ucap Min Hyuk. 

"Apa yang membawamu kemari?" tanya Sa Ra binggung 

Min Hyuk meminta maaf karena ia dengan sengaja mencari tahu alamat rumahnya, lalu ia memberikan selamat atas siaran pertamanya besok sambil menyerahkan seikat bunga. 

Sa Ra terharu karena Min Hyuk ternyata benar pengemarnya, yang mengetahui semua jadwalnya. Lalu ia melihat ada sesuatu yang terselip di dalam bunga. 

"Itu ocarina.....Orang kuno percaya keinginan mereka akan terwujud dengan meniup ocarina itu. Saat aku kecil,aku meminta pada ocarina itu." cerita Min Hyuk. 

Lalu Sa Ra menanyakan apa keinginannya, Min Hyuk mengatakan ia ingin mencapai semua tujuanya. Sa Ra pikir barang berharga untuk Min Hyuk, kenapa diberikan padanya. Min Hyuk menceritakan dia itu akan mencapai tujuannya. 

"Mulai besok, aku akan bekerja keras. Supaya aku tidak dipecat." kata Min Hyuk dengan wajah tersenyum. 

" Yahh benar....Kau tak boleh dipecat." ucap Sa Ra tersenyum 



Tae Hee berjalan tak sengaja melihat Sa Ra yang berbicara dari seorang pria dari belakang. Ia kesal sendiri melihat Sa Ra yang berani bermain mata dengan pria lain. 

"Ah dia itu Pasti senang jadi populer begitu menjadi terkenal sekarang" keluh Tae Hee 

Alarm ponsel Tae Hee berbunyi, terlihat di layar Reminder ulang tahu Sa Ra tepat jam 12 malam, Tae Hee kesal sendiri karena rencana ia untuk memberikan selamat untuk pertama kalinya gagal, akhirnya ia membiarkan Sa Ra berbincang dengan seorang pria. 



Sa Ra pulang memanggil Tae Hee yang tak terlihat dimana-mana. Tae Hee keluar kamar dengan handuknya, ia melihat Sa Ra yang pulang sambil membwa bunga. 

"Jadi, kau suka bunga? Hehhh! Hehhh!" sindir Tae Hee 

Lalu ia masuk ke dalam kamar mandi, Sa Ra binggung kenapa Tae Hee bersikap seperti itu. 


Pagi harinya, Sa Ra kaget melihat Tae Hee yang menyediakan rumput laut di meja, ia pikir Tae Hee  marah tapi sekarag ia melihat Tae Hee yang membuat sup rumput laut karena hari ini adalah hari ulang tahunnya. 

"heh....Ulang tahunmu.... Hari ini kunjungan pada nenek, Kau kira aku tidak gugup menemuinya untuk pertama kalinya setelah 20 tahun. Rumput laut bagus untuk sirkulasi darah. Aku memakannya untuk menghilangkan kegugupanku." ucap Tae Hee 

"Benarkah? Kalau begitu, ini tak ada hubungannya dengan ulang tahunku.Jadi, aku tak perlu berterima kasih." kata Sa Ra sambil memakan supnya. 

Tae Hee terlihat kesal sendiri karena sebenarnya ia memang membuatnya untuk ulang tahunnya, tapi ia malu untuk mengakuinya. Sa Ra memuji sup buatan Tae Hee sangat enak. Tae Hee memberitahu kalau ia sudah masak sendiri selama 15 tahun 

"Sesekali seperti ini. Rasanya senang bisa disaji makanan seperti ini." ungkap Sa Ra gembira. 

"Ahjumma. kau  kemarin bertanya padaku,...biarkan aku juga bertanya." kata Tae Hee yang memperlihatkan  wajah serius. 


"Jika menurutmu aku suka Sara bukannya Sa Geum Ran,....bagaimana dengan perasaanmu?" tanya Tae Hee buru-buru 

Ia tahu Sa Ra waktu itu di malam hari mengunakan make up demi dirinya dan ia yakin ada sesuatu di antara mereka. Jadi Tae Hee meminta Sa Ra untuk jujur. Sa Ra sempat terdiam sejenak mendapatkan pertanyaan tentang perasaan pada Tae Hee. 

"Aku......wanita yang menikah." ucap Sa Ra, Tae He sempat kaget mendengar jawaban Sa Ra. 

"Secara hukum, Sa Geum Ran masih istrinya Lee Kang Joon. Karena aku menghilang jadi tak bisa dinyatakan mati. Dokumen itu masih berlaku dan secara hukum aku masih menikah, lalu bagaimana bisa aku bisa mengangapmu sebagai pria" jelas Sa Ra 

Tae Hee semakin terdiam, Sa Ra mengakui ia memiliki perasaan pada Tae Hee tapi ia itu sudah menikah jadi tak boleh ada perasaan padanya. Tae Hee terlihat sedikit kesal. 

"Ahjumma......Pernikahanmu sudah berakhir.... " ucap Tae Hee untuk menyakinkan Sa Ra 

Sa Ra mengatakan itu tidak secara hukum, dengan senyuman ia akan menyelamatkan Tae Hee karena ia sangat berpengalaman dalam cinta dan pernikahan. Dia meminta Tae Hee untuk menganggapnya sebagai Sa Geum Ran. 

"kau akan kehilangan selera mu.Kau takkan mau memelukku jika aku gemuk ataumenghapus tepung dari wajahku." ucap Sa Ra. Tae Hee melirik Sa Ra dengan wajah tertunduk. 


Pagi hari di kamar Kang Joon 

Jin Young kesal karena Chae Yoon tak mau masak, Min Young juga menegasakan mereka smeua adalah mertuanya dan Chae Yoon itu menantu yang ingin makan tapi tak mau masak. Sambil menata rambutnya Chae Yoon mengatakan iatak punya waktu untuk masak dan makan 

"Kenapa kau pulang jika kau bertingkah begini?"teriak Ibu Kang Joon yang mulai naik pitam. 

"Sudah kubilang pada kalian.Aku pulang bukan untuk menjadi menantu yang baik. Tapi itu karena aku tak bisa bercerai." tegas Chae Yoon sambil berdiri 

Ibu Kang Joon kaget karena Chae Yoon mengatakan sesuatu yang kasara padanya. Lalu Chae Yoon memberitahu dirinya sibuk dengan urusan pribadi jadi ia pamit untuk kerja lalu keluar dari kamarnya begitu saja. Semua kaget dengan sikap Chae Yoon yang tak sopan pada mereka.


Sa Ra dan Tae Hee sudah duduk di dalam mobil, Sa Ra melihat wajah Tae Hee yang sedikit gelisah, ia menanyakan apakan mereka harus mengundurkan waktu bertemu dengan nenek. Tae Hee menolaknya karena ia yakin neneknya itu pasti ingin melihatnya jadi ia harus menemuinya. 

"Kau akan terus bersamaku, kan?" tanya Tae Hee 

" Yahh..... Tentu saja....Kali ini aku juga akan menyelamatkanmu."

Lalu Sa Ra mengulurkan tangannya, meminta Tae Hee untuk berpegangan padanya sebagai bayaran karena Tae Hee sudah membuatkan sarapan untuknya. Tae Hee pun mengenggap erat tangan Sa Ra dengan erat. 

Bersambung ke Part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar