Jumat, 07 November 2014

Sinopsis Birth of Beauty Episode 15 Part 2

Min Hyuk sedang duduk diruangannya memeriksa berkas, pegawainya datang membawa PD dan Sa Ra masuk ke dalam. Min Hyuk memberikan senyuman manisnya pada Sa Ra, dengan  mata melotot Sa Ra  tak menyangka Direktur Perencanaan Strategis adalah Min Hyuk.
PD binggung menanyakan apakah Sa Ra mengenal Min Hyuk. Dengan senyuman sumringahnya Min Hyuk mengajak Sa Sa untuk duduk lebih dulu. Sa Ra masih benggong melihat ternyata Min Hyuk seorang Direktur bukan pegawai seperti yang ia kira.
Keduanya duduk bersama, Sa Ra masih tak bisa menutup rasa kagetnya.
“Aku ingin... kau menjadi model image utama Grup Winner.” ucap Min Hyuk dengan senyuman sumringahnya
“Selama ini model utama Grup Winner adalah Chae Yoon.” kata PD yang terlihat binggung
“Perusahaan sudah memakainya 3 tahun. Sudah waktunya untuk wajah baru.” jelas Min Hyuk
Sa Ra terdiam, ia masih terlihat  binggung semantara Min Hyuk tersenyum terlihat puas karena sudah memberitahu jabatannya pada Sa Ra. 


Tae Hee duduk didalam ruangannya, sementara Ketua Choi berdiri didepannya.
“Menggunakan makanan Sara untuk bisnis kita itu ilegal?” ucap Tae Hee yang sedang membawa majalah.   
Tae Hee tertawa dan bertanya siapa yang mengatakan hal seperti itu, Ketua Choi berkataa kalau itu Min Hyuk. Wajahnya berubah jadi marah karena Min Hyuk kembali menahan langkahnya.
Sa Ra tiba-tiba datang, dengan terburu-buru memberitahu kalau Min Hyuk adalah direktur Perencananya Strategi Grup Winner. Lalu ia menceritakan Min Hyuk mengaku sebagai pengemarnya pertamanya.
“Pria yang datang ke rumah kita dan memberimu bunga?” ucap Tae Hee tak percaya, Sa Ra mengangguk
“Aku juga guru memasak ibunya” jelas Sa Ra terlihat panik. 


“Han Tae Hee... takkan bisa menggunakan masakan Sara sebagai produk baru Winner Food.” ucap Min Hyuk dengan penuh dendam.
Min Hyuk heran karena Kang Joon belum berhasil menutup padahal hanya tersisa gudang saja. Kang Joon menjelaskan kalau serikut buruh itu merasa masih memiliki harapan.
“Han Tae Hee akan melakukan sesuatu?” tanya Min Hyuk yang memandang remeh.
“Kurasa mereka... menantikan produk baru.” jawab Kang Joon
 “Akan kuhapuskan harapan itu.” tegas Min Hyuk dengan tatapan licik, Kang Joon juga melihat Min Hyuk seperti tahu rencana yang bosnya itu. 


Di dalam mobil.
“Direktur Han Min Hyuk itu... ...saudara tirimu?” ucap Sa Ra berteriak kaget.
“Dia mempertaruhkan hidupnya mencampuri urusanku. Itu hubungan terburuk yang pernah ada.” cerita Tae Hee
Dengan konsetrasi menyetir ia  tak percaya beraninya Min Hyuk meminta Sa Ra untuk menjadi model untuk Winner Grup. Sa Ra hanya  terdiam dan masih benggong karena ternyata Min Hyuk adalah musuh Tae Hee selama ini.
Ponsel Tae Hee berbunyi, ia sengaja membuat menjadi loud speaker. Ketua Choi memberitahu Direktur Han Min Hyuk pergi ke gudang Winner Food. Sa Ra menengok kaget sementara Tae Hee menahan amarahnya dan tetap konsetrasi menyetir. 


Min Hyuk, bersama Kang Joon dan sekertarisnya bertemu dengan serikat buruh di gudang.  
“Sudah beberapa hari sejak perintah memindahkan barang keluar dari gudang. Kenapa kalian masih belum putuskan?” tanya Min Hyuk pada serikat buruh
“Jika CEO Han Tae Hee mengeluarkan produk baru,... kami masih punya harapan. dan Kami sudah melihat rencana bisnisnya, CEO Han... berusaha keras.” jelas ketua serikat buruh
“Takkan ada produk baru. Aku pastikan kalian semua mendapat pesangon. Jangan kehilangan kesempatan kalian.” tegas Min Hyuk, mendengar pernyataan Min Hyuk serikat buruh terlihat mulai panik.

Tae Hee datang dengan mengatakan apa yang dikatakan Min Hyuk benar supaya mereka tidak kehilangan kesempatan mereka. Dia melihat surat yang dibawa dari tangannya. Surat Permohonan menolak pemberitahuan tak adil pada Serikat buruh.
“Untuk membangkrutkan Winner Food,... Direktur Han Min Hyuk menghalang keluarnya produk baru. Sekarang dia bertingkah seolah khawatir pada kalian. Haruskah kuberitahu alasannya?” ucap Tae Hee sinis
Min Hyuk melihat ke ketua buruh yang menatapnya tak percaya, lalu Tae Hee memberitahu kalau sebentar lagi akan ada rapat pemegang saham dan dalam rapat itu, Winner Grup akan memutuskan CEO selanjutnya. Tae Hee memberitahu ia sebagai kandidatnya bersaing dengan Min Hyuk. 
“Areanya akan menyempit pada kami. Direktur Han ingin memutus pengalaman manajemenku. Dia ingin memanipulasi kalian sementara Aku ingin Winner Food bisa bertahan. Direktur Han membutuhkannya mati untuk bertahan.” ucap Tae Hee menatap sinis pada Min Hyuk, sementara Min Hyuk memberikan senyuman liciknya.
“Jika kalian percaya Han Tae Hee dan Winner Food tidak bangkrut,... kalian takkan mendapatkan pesangon. Saat itu, siapa yang akan bertanggung jawab? Pria ini?” jelas Min Hyuk mencoba mempengaruhi buruh.

Tae Hee menegaskan dirinya itu yang mempertaruhkans segalanya untuk Winner Foon dan mengakui kalau sekarang memang masih lemah tapi kemungkinan akan tumbuh karena ia akan mempertaruhkan semuanya. 


“Aku juga aka melakukan yang terbaik dan Aku akan memunculkan makanan terenak.” ucap Sa Ra yang mencoba membantu menyakinkan.
“Orang yang menyelamatkan perusahaan atau orang yang membunuh perusahaan......siapa yang kalian pilih?” tanya Tae Hee memberikan pilih.
Salah satu buruh memberikan hormat pada ketua untuk membuat keputusan, Min Hyuk melirik seperti ingin tahu keputusan serikat buruh.
“Kami... akan melalukan apapun untuk menyelamatkan perusahaan.” jawab ketua serikat pekerja.
Ia memerintahkan anak buahnya untuk membawa bahan-bahan makanannya di dalam dan memulainya lagi. Tae Hee pun mengucapkan terimakasih pada semuanya, begitu juga Sa Ra yang akhirnya bisa membantu Tae Hee membangun kembali Winner Food.
Tae Hee menatap Min Hyuk dengan tatapan penuh senyuman, Min Hyuk memberikan senyuman liciknya dan melihat Sa Ra yang tersenyum setelah membantu Tae Hee
Akhirny ia berusaha pergi karena terburu-buru ia bertabrkan dengan pegawai yang membawa bahan makanan, akhirnya pakaiannya terkena tumpahan tepung. Sekertarisnya  mencoba melihat keadaan bosnya, Sa Ra terkejut sementara Tae Hee tersenyum.
Tae Hee tertawa, dua orang pegawai mengambil gambar diam-diam dengan Min Hyuk yang terkena tepung. Tae Hee mengejek kalau ia juga pernah seperti itu, lalu mengejeknya untuk menepuk jasnya dan pergi ke laundry.
“Karena itu, kenapa orang penting datang kemari?” sindir Tae Hee
Min Hyuk terdiam melirik Sa Ra yang berdiri di belakang Tae Hee bukan membelanya, Sa Ra hanya bisa tertunduk diam karena ia sudah menentukan pilihannya. Min Hyuk akhirnya memilih pergi keluar dari gedung. 


Chae Yoon melihat ponselnya dan membaca judul berita  [Perang antara pewaris Grup Winner.], ia kaget karena keduanya bisa saling berperang
Pegawai lain juga melihat dari komputernya.  [Pewaris Grup Winner Group Han Tae Hee masih hidup!], pegawai wanita melihat berita itu sebagai penghinaan untuk direktur Han, pegawai wanita merasa itu sesuatu yang berlebihan.
Gambar Min Hyuk yang ketumpahan tepung tertempel di dinding pengumaman, beberapa pegawai membicarkan judul yang ada digambar itu. [MH diledaki tepung. Teror gudang atas otoritas administratif! Pembaptisan tepung.]
Beberapa pegawai merasa itu semakin menarik saja, Pegawai pria tak menyangka Direktur Han bisa jatuh seperti ini. Beberapa pegawai merasa kalau itu sebuah penghinaan oleh direktur Han.
PD tertawa melihat berita dari tabnya, [MH diledaki tepung. Direktur Grup Winner vs.CEO Winner Food CEO. Pertarungan atas otoritas.] Ia melihat CEO Han kali ini yang sepenuhnya menang.
Di rumah, Ji Sook sedang ada kedatangan tamu, pelayan membisikan sesuatu padanya. Lalu ia melihat tab yang diberikan pelayannya. [Perang antara pewaris Grup Winner.] Matanya langsung terkaget melihat anaknya bersama Tae Hee disandingkan dan merebutkan pewaris Winner Grup. 


Tae Hee tertawa keluar dari kamarnya, ia merasa puas karena si brengsuk Min Hyuk akhirnya terkena tepung dan mengingat kejadian itu membuatnya sangat senang.
Sa Ra terlihat khawatir melihat tabnya, memberitahu kalau Foto mereka sudah beredar, dengan berita yang beredar kalau mereka cinta segitiga.  Tae Hee melihat berita di ada di tab membaca judul,  [Pewaris Han Min Hyuk, Han Tae Hee dan Sara dalam cinta segitiga?]
“Aku dan Han Min Hyuk dalam cinta segitiga? Jelas-jelas wajah kita berbeda. Cinta segitiga apa?” ucap Tae Hee yang terlihat kesal.
“Direktur Han Min Hyuk... apa dia baik-baik saja? Gimana jika hubungan kalian semakin memburuk?” tanya Sa Ra yang terlihat khawatir.
Ia melihat Situasi Tae Hee sudah terbongkar dan menganggap kalau seorang pangeran dikira mati sudah kembali, Ia takut akan semakin membesar masalahnya dan Tae Heee merasa tak enak kalau terjadi sesuatu saat pernikahan mereka sudah dekat.
“Tapi jangan dipikirkan. Aku kembali ke Grup Winner memang suatu saat nanti pasti terbongkar.” jelas Tae Hee mencoba menenangkan.
Pohon natal yang tadinya terang tiba-tiba mati, Tae Hee memeriksa dan merasa kalau baterai dari pohon itu sudah habis, Sa Ra terlihat khawatir karena menurutnya itu sesuatu yang terjadi pada hubungan mereka. 


Min Hyuk duduk di meja kerjanya sambil minum wine, ibunya datang melihat anaknya yang terus minum wine sendirian.
“Han Tae Hee dan cerita warisanmu pada akhirnya akan terbongkar” ucap Ji Sook
“Tapi tidak seperti ini. Apalagi... di depan wanita yang kusukai.” balas Min Hyuk dengan senyuman liciknya dan kembali minum.
Ji Sook menarik gelas dari tangan anaknya dan memperingatkan kalau minum tak akan menyelesaikan semuanya. Min Hyuk menegaskan dirinya itu menjadi kuat setelah ledakan pabrik kimia saat ia berumur 15 tahun. Ji Sook terlihat kaget.
Min Hyuk menegaskan dirinya tak akan goyang hanya karena masalah ini saja. Ibunya terlihat gugup dan binggung, seperti berpura-pura bertanya apa sebenarnya yang ingin dikatakan anaknya itu.
“Ledakan di pabrik kimia Grup Winner... aku tahu kau yang menyebabkannya.” ucap Min Hyuk sambil menatap wajah ibunya
“Um... Min Hyuk. Um... Itu...” Ji Sook terlihat binggung dan tak bisa berkata-kata
“Tak perlu kau jelaskan, karena Aku mengertinya semuanya. Kau dan aku memang menyedihkan. Saat itu, aku tahu aku tak ditakdirkan untuk hidup dipenuhi dengan kebaikan.” ucap Min Hyuk dengan tersenyum licik
“Apa aku perlu takut pada Han Tae Hee? Aku tidak takut Aku memikirkan cara... bagaimana mengurusnya.” tegas Min Hyuk dengan mata melotot penuh dendam, Ji Sook terlihat melotot kaget dengan sikap anaknya.
Di kamar
Ji Sook terlihat gugup sambil menelp seseorang, membicarkan tentang ledakan pabrik kimia Winner Grup 20 tahun yang lalu lalu memberitahu kalau Min Hyuk tahu akan hal itu.
“Bahwa kau yang melakukannya.” ucap Ji Sook dengan wajah panik. 


Kang Joon masuk ke dalam kamarnya, Chae Yoon yang sudah ada di dalam kamar membahas cinta segitiga dan tak percaya Min Hyuk juga menyukai Sa Ra. Kang Joon merasa memang seperti itu keadaannya sekarang
“Begini lebih bagus. Kau ingin menghentikan pernikahannya Sara. Mereka berdua akan pergikeluar negeri untuk menikah beritahukan pada Direktur Han. Dengan harga dirinya Direktur Han,... dia takkan diam.” perintah Chae Yoon.
Kang Joon melirik tajam pada Chae Yoon, ia seperti setuju dengan rencana Chae Yoon untuk mengagalkan pernikahan keduanya melalui Min Hyuk.
“Lee Kang Joon, aku. Han Min Hyuk dan nenek Tae Hee oppa akan menghadang jalan. Sa Ra... bisakah kau menikah?” gumam Chae Yoon penuh kebencian. 


Kang Joon sudah bertemu dengan Min Hyuk
“Sara dan Han Tae Hee mau menikah?” ucap Min Hyuk  kaget dan marah.
“Jika mereka berdua menikah, ...pengembangan produk baru Winner Food tak bisa kita hentikan. Han Tae Hee punya kelemahan. Identitasnya Sara dia mencuri milik orang lain. Han Tae Hee dalangnya.” jelas Kang Joon penuh keyakinan
Min Hyuk bertanya alasan Kang Joon memberitahukan hal ini,  Kang Joon memberitahu tentang Tae Hee yang melaporkan tentang tindakan disiplin pada dewan direksi stasiun jadi ia tak bisa tinggal diam. Min Hyuk melotot tajam, Kang Joon melirik sinis, terlihat keduanya adalah orang yang paling kejam. 


Sa Ra kaget mengetahui syuting akan ditunda menjadi besok. PD memberitahu kalau Chae Yoon cuti karena sakit lalu ia meminta maaf dan lalu pergi. Chae Yoon datang melihat Sa Ra yang sedang binggung diruang make pup
“Besok kau mau berangkat? Gimana ya?” ucap Chae Yoon yang berpura-pura khawatir.
“Kau bohong tentang sakitmu, kan. Agar aku tak bisa berangkat.” tegas Sa Ra kesal.
Chae Yoon tersenyum licik dan memuji Sa Ra yang sangat tanggap sekali dengan sikapnya.
“Ohh.. Yahh... Aku mau menemui neneknya Tae Hee oppa. Banyak yang harus kuberitahu padanya... tentang kehidupan cintamu.” ucap Chae Yoon penuh kemenangan, ia pergi dengan wajah sumringah.
Sa Ra hanya bisa menghela nafas panjang dengan mata berkaca-kaca, ia tak menyangka Chae Yoon dengan sengaja mencegahnya untuk menikah dengan Tae Hee dan menghasut nenek. 


“Besok kami akan berangkat untuk menikah di luar negeri. Nanti bila ada kesempatan aku akan mengundangmu dan nenekuntuk bertemu secara resmi.”
Pesan dikirim Tae Hee untuk Ibu Geum Ran, melihat pesan yang dikirim Tae Hee, Ibu Geum Ran terharu seperti ia tak khawatir lagi dengan anaknya yang akan bersama Tae Hee dengan bahagia. 


Nenek yang bertemu dengan Chae Yoon kaget mengetahui adik angkat Tae Hee itu akan bercerai lalu bertanya alasan Chae Yoon bercerai.
“Sebenarnya... ini karena Sara. Sara berselingkuh dengan suamiku.” cerita Chae Yoon dengan akting mata berkaca-kaca. Madam Park melonggo mendengarnya.
“ Wanita itu besok akan menikah Tae Hee oppa. Aku tak tahu bagaimana menghadapi ini.” cerita Chae Yoon dengan tertunduk menahan tangis, Nenek menghela nafas tak percaya dengan berita yang dibawa Chae Yoon. 


Keluarga Lee sedang duduk diruang tunggu,
“Pembunuhan, hidup bukannya mati... sebenarnya apa semua ini?” ucap ibu Kang Joon yang merasa kepalanya akan pecah
Lalu ia mengeluh pada suaminya kalau ada roh jahat dalam rumah mereka dan menurutnya sudah cukup buruk dengan Chae Yoon yang sombong ada dirumah tapi kali ini dengan dugaan pembunuhan, yang kalau ucapakan saja sangat menakutkan dan membuat kepalanya sangat sakit.
“Kita harus pastikan, Ibu. Itu namanya mengomel.” ucap Jin Young penasaran.
 “Jangan cari tahu! Jika rumor dimulai dengan Kang Joon, aku tak bisa berjalan dengan kepala tegak.” teriak Ayah Kang Joon setelah itu pergi masuk kekamar. Ibu Kang Joon mengeluh sakit kepalany
“Mungkinkah ibunya Geum Ran... tahu sesuatu?” dugaan Jin Young, Ibu Kang Joon terlihat sakit kepalanya langsung hilang. 


Ibu Geum Ran terlihat menatap tajam orang yang ada didepannya, Ibu Kang Joon bersama Jin Young datang kerumah mereka.
“katakan sesuatu, apa Geum Ran hidup atau mati?” tanya Ibu Kang Joon dengan mendesak
“Kau ini  menakjubkan sekali. Kau orang yang tak meneteskan setitik air matapun saat pemakamannya Geum Ran. Sekarang kau begitu memaksa karena kau begitu penasaran.” umpat Kyung Joo kesal
Jin Young menyuruh Kyung Joo diam saja, Kyung Joo pikir kenapa ia harus diam dalam hal seperti ini.
“Darahku masih mendidih mendengar tentang Geum Ran.” teriak Kyung Joo dengan melipat tangannya di dada.
“ Karenanya, aku bertanya Geum Ran masih hidup atau mati.” tegas Jin Young marah.  
“Geum Ran sudah mati. Dia tak ada lagi di dunia ini. Jadi......jangan mencari anak itu lagi.” tegas Ibu Geum Ran dengan suara berteriak
Ibu Kang Joon melonggo, lalu saling berpadangan dengan Jin Young. Ibu Geum Ran menatap lurus kedepan, Ibu Kang Joon tetap melonggo kalau memang benar Geum Ran itu sudah mati. 


Rumah Tae Hee di malam hari.
Tae Hee menerima telp dari ibu Geum Ran saat akan pergi, Ibu Geum Ran menelp Tae Hee hanya ingin mengatakan satu hal saja.
“Geum Ran-ku... jaga dia agar tidak terluka untuk yang kedua kalinya.” pesan ibunya
“Ya, Ibu. Dengan segala yang kumiliki, aku berjanji padamu. Aku pasti melindungi putrimu.” ucap Tae Hee
Terdengar suara Sa Ra memanggilnya dari luar, Tae Hee berteriak kalau ia akan datang. Sa Ra sudah siap dengan koper dan kotak besar di atas meja makan. 


“Setelah setuju menikah denganmu, halangan yang kuterima bukan candaan. Ada banyak.” ungkap Sa Ra
Tae Hee bertanya apakah itu sulit, Sa Ra pikir kalau ia  bersabar sehari lagi maka mereka akan berhasil dengan wajah tersenyum.
“Takkan ada yang terjadi besok. Kita akan menemui nenek. Lalu pergi ke bandara.” tegas Tae Hee percaya diri
“Sayangnya... ada 1 hal yang harus kulakukan. Kompetisi memasak diundur ke besok.”ungkap Sa Ra
“ Jangan-jangan kau menyerah padaku?” tanya Tae Hee yang penuh ketakutan.
Sa Ra menegaskan itu tak mungkin menyerahkan Tae Hee pada orang lain, Tae Hee tersenyum mendengarnya lalu ia bertanya apakah Sa Ra ingin menyerah pada kompetisi,  Sa Ra memberitahu sebenarnya ia tak akan menyerah.
“Bisakah kita menunda penerbangannya beberapa jam? Meskipun kita menundanya, kita masih bisa menikah di hari Natal.” pinta Sa Ra
Tae Hee tersenyum, ia mengeluarkan dari saki celananya dan menaruh diatas kotak besar. Sa Ra melihat tiket perjalanan mereka akan pergi jam 7 malam.
“Aku sudah menukar tiketnya. Ketua Tim Choi sudah memberitahuku tentang perubahan waktu programnya.” jelas Tae Hee. Sa Ra melonggo karena ternyata Tae Hee sudah mengubah semuanya.
Tae Hee membanggakan dirinya itu kalau akan menjadi suaminy yang terbaik untuk Sa Ra. Dan Sa Ra tersenyum sumirngah, Lalu Tae Hee mengajak Sa Ra untuk latihan, Sa Ra binggung latihan apa. 


Tae Hee memakaikan mahkota bunga, Sa Ra sudah mengunakan untuk penutup kepalanya. Lalu Tae Hee memberikan bucket bunga untuk di pegang Sa Ra.
“ ini Latihan pernikahan. Kita sama-sama menulisnya di daftar keinginan kita.” jelas Tae Hee, Sa Ra tersenym mendengarnya.
Dengan gagah, Tae Hee memberikan lengannya untuk bisa digandeng oleh Sa Ra. Dengan percaya diri Sa Ra menaruh tanganya pada lengan Tae Hee, wajahnya terlihat sangat bahagia.
 “Jalan yang benar, Ahjumma. Jika kau terpeleset dan menarikku, foto memalukan akan muncul.” pesan Tae Hee dengan nada mengejek
“Khawatirkan saja dirimu sendiri. Kau yang lebih cenderung gugup” balas Sa Ra tak suka 

Tae Hee merasa tuduhan Sa Ra itu ditunjukan padanya, ia mendorong lengannya kalau ia tak pernah melakukan itu dengan wajah sombong. Sa Ra mengingatkan kalau mereka sedang latihan pernikahan jadi apakah Tae Hee mau seperti sekarang saat pernikahan mereka. Tae Hee menjawab tidak.

Dengan lengannya ia mengoda Sa Ra, keduanya tersenyum tak jadi bertengkar. Keduanya berjalan dengan penuh senyuman sumringah, setelah itu mereka saling berpandangan. Tae Hee memberikan kecupan di kening Sa Ra dengan lembut lalu keduanya saling menatap. Sa Ra sempat tertunduk  malu dan Tae Hee pun tersenyum. 

Ruang Baca Madam Park
“Aku harus pergi ke stasiun TV. Kau mau ikut denganku?” tanya nenek
Direktur  Kim bertanya apakah nenek ingin bertemu Tae Hee. Nenek mengatakan bukan Tae Hee tapi wanita yang ingin dinikahi oleh cucunya karena ia ingin bicara dengannya. Direktur Kim mengerti. 


Min Hyuk baru menuruni tangga, ia melihat Direktur Kim yang berdiri tak jauh darinya lalu mengajaknya berbicara. Ji Sook yang baru datang saling melirik dengan Direktur Kim. Lalu ia tertunduk, Min Hyuk memandang lurus Direktur Kim dengan memberikan senyuamannya. Ji Sook tertunduk dengan wajah paniknya. 


Min Hyuk mengajak bertemu disuatu tempat sambil menuangkan wine ke dalam gelas.
“Kenapa minum di pagi hari? Aku tak suka” komentar Direktur Kim
“Di suatu waktu, bukankah kau dekat dengan hubungan tak biasa dengan ibuku?” tanya Min Hyuk.
Ia tahu itu tidak terlihat bagus saat ia masih kecil. Direktur Kim mengatakan itu sudah lama sekali dan hubungan dengan Ji Sook sudah tidak ada lagi. Min Hyuk meminta tolong karena hubungan keduanya.
“20 tahun yang lalu saat ledakan pabrik kimia, aku tahu kau dalangnya demi kebaikan ibuku.” ucap Min Hyuk, Direktur Kim mulai melirik.
Flash back
Pabrik kimia, sebuah mobil datang.
Ji Sook keluar dari mobil dan seorang pria menghampirinya lalu memberikan hormat. Ji Sook memberikan kodenya dengan liriknya ke dalam pabrik, Si pria mengangguk mengerti. Saat berbalik terlihat Direktur Kim yang melakukan semuanya.
Direktur Kim berjalan masuk ke dalam pabrik, Ji Sook melihat dari jauh dengan wajah sinisnya, setelah itu terjadilah ledakan besar di dalam pabrik. 


“Bahkan setelah ledakan itu,kau tetap setia dengan nenekku. Jika nenek tahu, seberapa Shocknya dia?” kata Min Hyuk dengan nada ancaman.
Direktur Kim tetap menatapa lurus ke depan,  Min Hyuk menegaskan akan tetap diam tapi ia meminta Direkutur Kim untuk mengunakan kemampuannya sekali lagi.
“Han Tae Hee... saat ledakan pabrik kimia, seharusnya mati.” ucap Min Hyuk lalu meminum wine dan menutup gelasnya sebagai tanda Tae Hee harus bisa mati di tangannya. 



Tae Hee keluar dari kamarnya dengan membawa koper besar, Sa Ra juga sudah berdiri didepan meja makan dengan kopernya.
“Saat kita kembali kemari,... kita akan menjadi pasangan suami istri.” ucap Tae Hee bahagia
“ Panggilan kita juga berubah. Bukan lagi "dokter." Tapi "sayang."” kata Sa Ra
“ Bukan lagi "ahjumma." Tapi "sayang."” balas Tae Hee dengan nada mengoda

Sa Ra tersenyum, Tae Hee mendoakan Sa Ra supaya berhasil di kompetisi masaknya. Dan ia akan bertemu dengannya jam 3 setelah bertemu dengan neneknya. Sa Ra mengerti dan Tae Hee mengajak pergi, Tae Hee mengingatkan untuk tidak telat. Sa Ra mengerti lalu keduanya sama-sama keluar dari rumah membawa koper mereka. 

Sa Ra masuk ke dalam ruangan make up tapi ia terlihat binggung tak melihat ada orang di dalam. Baru saja menaruh tas dan melihat resepnya, Nenek masuk ke dalam ruang make up. Wajah Sa Ra terlihat sumringah melihat Madam Park datang.
Ia mendekati nenek dan  bertanya apa yang membawanya datang menemuinya, lalu memegang tangan Nenek Park mengajaknya duduk. Madam Park yang terhasut omongan Chae Yoon melepaskan tangan Sa Ra dengan sikap ketus.
Sa Ra terlihat binggung dengan sikap nenek Park yang beda saat bertemu di penjara. Nenek Park melihat Sa Ra dengan tatapan sinis, Sa Ra mencoba tetap memperlihatkan senyumannya pada nenek.
***
Keduanya akhirnya duduk di sofa, Sa Ra menatap nenek Park dengan tatapan sedih.
“Aku tak punya perasaan buruk padamu. Malah punya perasaan baik. Karena... kupikir kau bisa membuat Tae Hee bahagia Namun jika kau membuat Tae Hee tidak bahagia, ceritanya berubah.” cerita nenek 


Lalu ia mengeluarkan koran dari tasnya, terlihat gambar Min Hyuk dan Tae Hee dengan judul “Perang diantara pewaris Grup Winner.”. Sa Ra terdiam melirik koran yang ada di depanya.
“Jawab 2 hal saja. Apa benar kehidupan cintamu rumit?” tanya nenek
Sa Ra mengatakan itu salah paham dan ia tak punya hubungan dengan Min Hyuk seperti yang diberitakan. Nenek seperti tak menyuai alasan salah pahah, karena Sa Ra sudah menimbulkan perselisihan antara Tae Hee dan Min Hyuk lalu menyebabkan semua dunia cerita keduanya.
“Dan Juga... karena dirimu Chae Yoo n akan bercerai.” ucap nenek Park seperti memberitahu kesalahan Sa Ra
“ada alasan rumit untuk masalah itu. Aku mohon berikan waktu sedikit lagi.” pinta Sa Ra
“Aku bertanya 1 hal lagi. Sehubungan dengan identitasmu, apa benar akan menjadi masalah bagi Tae Hee?” tanya nenek, Sa Ra hanya bisa diam,
“Cucuku banyak mengalami kesusahan. Siapapun yang menyebabkan sedikit saja ketidak bahagiaan padanya aku tak bisa membiarkannya” tegas Madam Park
Nenek meminta Sa Ra melupakan rencana mereka  untuk menikah dan Sa Ra harus mengakhiri segalanya dengan cucunya demi kebaikan Tae Hee. Chae Yoon yang akan masuk terlihat kaget melihat nenek, tapi ia tersenyum puas karena bisa menghasut nenek untuk menyingkirkan Sa Ra. 


Direktur Kim menelp seseorang memberitahu Tae Hee sedang ada di kantornya.
“Jika aku menggunakan identitas palsu Sara untuk memancingnya keluar, dia takkan punya pilihan selain datang.” ucapnya di telp.
Nenek Park keluar dari ruang make up, Direktur Kim berakting kembali seperti biasa dengan wajah diam dan seperti pelayan setia untuk nenek Park. 


Tae Hee sudah siap dengan kopernya, dengan wajah tersenyum berdiri di dalam ruangan Ketua Choi mengatakan kalau tengah malam nanti, bosnya itu akan menjadi pria yang sudah menikah dan merasa itu sulit di percaya.
Dengan wajah sumringah  Tae Hee mengatakan kalau ia sendiri tak percaya apalagi ketua Choi.
“Urus Winner Food dengan baik selama aku tak ada.” perintah Tae Hee. Ketua Choi mengangkat tangannya memberikan hormat dan memberitahu kalau Tae Hee tak perlu khawatir dengan hal itu.
Tae Hee mendapatkan telp dari nomor yang tidak terlacak dari ponselnya.
“Han Tae Hee. Aku oppanya Kim Duk Soon.” ucap seseorang yang menelpnya.
Wajah Tae Hee terlihat melotot kaget lalu memberitahu Ketua Choi, ia akan pergi kesuatu tempat jadi meminta Ketua Choi untuk mengantarkan Sa Ra langsung ke bandara. Ketua Choi mengerti.
***
Dalam mobil, Tae Hee pergi sendirian.
Sambil menyetir wajahnya terlihat khawatir, ia mncoba menelp Sa Ra tapi ponselnya tak aktif dan memintanya untuk meninggalkan pesan.
Tae Hee menelp Ketua Choi ia memerintahkan supaya anak buahnya itu tetap ada didekat SA Ra dan menjaganya.
“Jika ada orang mencurigakan mendekat, hentikan. Dan... beritahu padanya untuk tidak menjawab telpon tak dikenal.” pesan Tae Hee
“Sebenarnya siapa... yang menelpon barusan?” tanya ketua Choi yang terlihat binggung
 “Seseorang tahu tentang identitas palsu Sara.” jelas Tae Hee lalu melajukan mobilnya. 


Sa Ra berjalan perlahan keluar dari ruang make up, wajahnya terlihat sedih. Ia mengingat ucapan nenek saat bertemu dengannya
“Aku takkan membiarkan... siapapun menyebabkan ketidakbahagiaan padanya.”
Chae Yoon melihat Sa Ra yang sedari tadi mondar-mandir terlihat kebingungan
 “Neneknya Tae Hee oppa... bukan orang sembarangan, kan?Karena wajahmu cantik,... kau tamak pada apa yang tak seharusnya kau miliki. Ketenaran... Tae Hee oppa kau kira cocok untukmu?” ucap Chae Yoon dengan melotot sinis
“Sara. Aku tak peduli apa yang terjadi padamu. Tapi Tae Hee oppa akan terluka karenamu. Jadi, hentikan. Menjauhlah dari Tae Hee oppa.” perintah Chae Yoon dengan nada mengancam dan mata sinisnya.
 Ketua Choi datang melihat keduanya lalu memberitahu kalau ia sangat khawatir dengan Tae Hee. Sa Ra melotot kaget mendengarnya.


Tae Hee sudah datang disebuah gudang, ia berteriak memberitahu Kalau ia sudah datang dan meminta seseoran keluar siapa orang itu.
“Siapa menelponmu kemari? Keluar! Ayo bicara!” teriaknya.
Matanya melihat sekeliling tak ada di dalam gudang, tiba-tiba seseorang memukulnya dari belakang. Tae Hee langsung terlihat lemah dan berlutut dengan mata sedikit terbuka.
Ingatannya kembali saat ia melihat Sa Ra yang mencoba mengunakan gaun pengantin mereka menikah.
“Keinginanku... menjadi keluarga dengan orang yang kucintai dan merayakan Natal bersama.” gumamnya,
Sebelumnya ia masih berdiri didepan pohon natal yang terang dan juga tertempel semua keinginannya. Beberapa hari kemudian, pohon natal itu padam dengan semua wish list yang ia tempel disana.
“Tapi bagiku sepertinya keajaiban Natal tidak terjadi.” gumam Tae Hee lalu jatuh tertelungkup dan gelang yang ia pakai putus begitu saja dari tanganya. 

Terlihat satu orang yang memegang kayu dan juga tiga orang baru masuk ke dalam gedung, Tae Hee terlihat masih membuka matanya, ditangannya tergeletak gelang pemberian Sa Ra. Teringat saat Sa Ra memasangkan gelang itu di tangannya.
“Selama gelang ini tidak putus, itu takkan terpisahkan.” ucap Sa Ra dan ia memberikan kecupan di keningnya.
“Dokter, kau dalam masalah besar. Kau takkan bisa kabur.” pesan Sa Ra juga lalu Tae Hee menutup matanya dan terkapar begitu saja dengan gelang di dekat tangannya. 


Ketua Choi menyetir mobil, sementara Sa Ra melihat radar sinyal ponsel milik Tae Hee dari tab, ia menunjukana arah pada ketua Choi yang menyetir dan meminta  supaya lebih cepat lagi menyetirnya.
***
Chae Yoon mondar-mandir diruang make up ia terlihat khawatir, PD datang melihat Chae Yoon sendirian di ruang make up.
“Ini 30 menit sebelum syuting. Apa yang terjadi dengan Sara?” tanya PD, wajah Chae Yoon terlihat penuh rencana jahat. 


Sa Ra sudah sampai di tempat radar sinyal Tae Hee, ia berlari bersama Ketua Choi masuk kedalam gudang, sambil memanggil Tae Hee. Ketua Choi juga ikut membantu memanggilnya. Sa Ra mengeluarkan ponselnya lalu menelp.
Wajahnya melotot kaget mendengar bunyi ponsel tak jauh darinya, ia melihat kearah kiri ada sesosok orang dibawah tumpukan karung di dekat drum. Ia berjongkok melihat gelang yang tergeletak begitu saja, ingatakan kembali saat membeli gelang itu  
 “Gelang itu melambangkan ikatan hidup yang panjang. Selama gelangnya tidak putus, kalian takkan terpisahkan.” pesan bibi penjual.

Akhirnya Sa Ra memberanikan diri menarik karung yang menutupi Tae Hee dan terlihat kepala Tae Hee sudah berdarah. Ia membangunkan Tae Hee dan menangis dalam pelukannya, Ketua Choi hanya bisa menatap sedih. Kalimat yang sebelumnya datang ke padanya seperti terulang lagi. 
“Sehubungan dengan identitasmu, apa benar bisa menimbulkan masalah bagi Tae Hee?” ucap nenek
“Tae Hee oppa akan terluka karenamu. Jadi, hentikan. Menjauhlah dari Tae Hee oppa.” tegas Chae Yoon.
Sa Ra menangis melihat Tae Hee yang tak sadarakan diri, ia meminta untuk bisa menyelamatakan Tae Hee.

“Aku akan berpisah jika kau inginkan. Jika kau menyelamatkannya, aku akan melakukan apapun. Tolong selamatkan dia.” gumamnya sambil terus memeluk Tae Hee. 
Bersambung ke Episode 16 
Komentar 
Direktur Kim ga nyangka banget sih, ternyata orang jahat. Jangan-jangan Min Hyuk itu anak dia bukan anak dari bapaknya Tae Hee. Kasihan sama Sa Ra yang dibuat jelek sama si Chae Yoon rasanya pingin garuk muka Chae Yoon. 
Mudah-mudahan ketua Choi bisa terus jadi anak buahnya Tae Hee yang baik jangan kaya Direktur Kim, pingin cepet-cepet di bongkar tuh kejahatan Ji Sook sama direktur Kim tapi itu artinya habisnya ceritanya. hhihihi... Happy ending deh buat Sa Ra sama Tae Hee terus punya anak yang imut-imut. ^_^ 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


4 komentar:

  1. Greget sm chae yoon sebel bangt ya benr mbak kaya nya min hyuk ank nya direktur kim soal nya sm2 jaht lanjut ters mbak tmbh penasrn...

    BalasHapus
  2. Ka ayo update lagi sinopsis nya hehe

    BalasHapus
  3. Chae yoon.. Maling teriak maling... Huft

    BalasHapus
  4. tambah penasaran aja.. makin d bikin deg²an.. Makin demen ama pasangan Tae hee & Sa ra..

    BalasHapus