Minggu, 09 November 2014

Sinopsis Birth of Beauty Episode 20 Part 2

Tae Hee yang baru masuk rumah berteriak memanggil Sa Ra, melihat Sa Ra yang ada didepan pohon natal ia merasakan perasaan yang sesungguhnya seperti Sa Ra yang sedang menunggunya pulang berkerja. Sa Ra tersenyum mendengar ungkapan Tae Hee.
“Ahjumma. Aku punya hadiah untukmu” ucap Tae Hee
Sa Ra binggung hadiah apa yang dibawakan Tae Hee untuknya. Tae Hee memperlihatkan tas yang ia bawa di depan wajah Sa Ra. 



Isinya adalah Toppoki,  kimbap dan odeng dan juga sosis, mereka memakannya bersama-sama. Sa Ra menanyakan alasan Tae Hee membawa makanan itu untuknya, Tae Hee mengatakan karena ia tahu Sa Ra menyukainya  dan besok adalah acara yang penting jadi ia harus makan yang ia suka. Sa Ra tersenyum bahagia.
“Tapi kenapa kau suka kimbap, Toppoki dan sosis darah?” tanya Tae Hee penasaran.
“Masa aku paling percaya diri adalah saat aku masih SMA karena Aku selalu kuat. Aku punya kepercayaan diri di judo. Meskipun mereka menggodaku dengan mengatakan aku ini King Kong ataupun babi aku sama sekali tidak terpuruk. Karena aku melakukan judo, Makanan yang paling kusukai saat itu kimbap,Toppoki dan sosis, Saat aku membutuhkan semangat, aku memakannya.” cerita Sa Ra
“Jika kau membutuhkan semangat, kau tak perlu makan makanan itu lagi.” tegas Tae Hee
“Kenapa begitu?” tanya Sa Ra
“Karena kau sudah kuat. Ahjumma yang sebelumnya, Sa Geum Ran, lemah dan bergantung pada orang lain. Tapi sekarang kau orang yang berbeda. Kau mandiri dan proaktif. Kemampuanmu mengatasi kesulitan mengejutkanku Aku merasakannya lagi saat konfrensi persmu. Sekarang kau ini orang yang kuat.” ucap Tae Hee.
Sa Ra memberika senyuamannya begitu juga Tae Hee yang memberikan senyuman bahagianya.
“ Tapi... apa rahasiamu menjadi sekuat itu?” tanya Tae Hee
“Aku punya rahasia. Tapi nanti saja kuberitahu. Untuk sementara, aku akan fokus di acara talk show  dan makanan enak ini. Mungkin karena kau yang membelinya, rasanya begitu enak.” puji Sa Ra
Tae Hee tak percaya tapi Sa Ra menyakinkan kalau ia katakan itu benar. Tae Hee pun menyuapi Sa Ra sosis yang ia beli begitu juga Sa Ra yang menyuapi Tae Hee odeng yang ia beli. 


Pagi hari di kantor Winner Grup.
“Kenapa Sara... ada di daftar tamu?” tanya Chae Yoon panik.
“Bukannya bagus? Sara duluan yang menelpon kami. Fokuskan pertanyaanmu pada Sara hari ini, mengerti?” perintah PD Kim.
Chae Yoon berlari ke ruang make up, lalu bertanya pada dua karyawan. Apa mereka melihat Sara. Keduanya mengelengkan kepalanya lalu keluar dari ruang make up. Wajah Chae Yoon panik mencoba menelp Sa Ra tapi ponsel Sa Ra mati.

Ia mencoba menelp Kang Joon dan Kang Joon sedang minum di kedai pagi hari. Kang Joon mengangkat telp Chae Yoon lalu Chae Yoon memberitahu kalau mereka itu ada dalam masalah besar.
“Sara ada di acara talkshow hari ini.” ucap Chae Yoon panik
“Sudah kubilang padamu kita harus melakukan sesuatu.” teriak Tae Hee kesal 



Ketua Choi memperlihatkan foto yang diambil dari CCTV dengan wajah pelaku penyerangan, lalu memberitahu kalau plat nomornya itu tidak jelas. Tae Hee meminta Ketua Choi bisa mendapatkan plat nomornya dan ia yang akan tetap menjaga Sa Ra. Ketua Choi mengerti lalu keluar dari ruangan. 


Chae Yoon gelisah mondar mandir di depan ruang make up, buru-buru ia menelp Tae Hee meminta bantuan sebagai kakak tertuanya.
“Tae Hee oppa,  Hentikan Sara.” pinta Chae Yoon dengan wajah ketakutan
“Sara akan memberitahu yang sebenarnya.” ucap Tae Hee. Chae  Yoon tak percaya Tae Hee bisa bersikap tak peduli padanya.
“Chae Yoon. Bertanggungjawablah jika kau memang harus. Saat semuanya sudah pada tempatnya, aku akan membantumu sebagai oppa.” tegas Tae Hee.
Chae Yoon semakin panik dan menahan tangis karena Tae Hee sekarang tak berpihak padanya seperti dulu. 


Studio acara Interview dengan Chae Yoon.
Chae Yoon mencoba untuk tenang membaca draft pertanyaanya. Sa Ra datang diantar oleh FD duduk di dekat Chae Yoon. Melihat FD yang pergi, Chae Yoon mulai berbicara pada Sa Ra.
“Segera hentikan ini!!!” perintah Chae Yoon dengan mata melotot
“Kau sendiri yang menginginkan aku ikut talk show ini” ucap Sa Ra tanpa memandang Chae Yoon
“Kau mau bangunannya? baiklah akan kukembalikan padamu.” tegas Chae Yoon
“Tidak perlu. Aku akan mendapatkannya sendiri.” balas Sa Ra
Salah seorang pembawa acara lainnya datang dan juga Chef saingan Sa Ra. Chae Yoon berusaha untuk tersenyum di depan keduanya termasuk juga Sa Ra yang dingin melihat Chae Yoon.
Chae Yoon memulai acaranya, Tae Hee melihatnya dari TV yang ada di dekat kantin.
“Di acara hari ini, kita kedatangan partisipan dari Brith of  Chef, Sara dan Oh Kyung Hee. Kita akan membicarakan hidup dan makanan dengan dua tamu ini.” ucap Chae Yoon
Sa Ra pun memberikan salam pada semuanya, Tae Hee yang melihat Sa Ra dari layar bergumam supaya Sa Ra untuk kuat. 


Di Studio Interview bersama Chae Yoon.
“Kita sudah membicarakan tentang masakannya Oh Kyung Hee untuk keluarganya. Sekarang gilirannya Sara. Subjek dari masakan Sara adalah makanan untuk para tamu. Bisa kita mulai?” ucap Chae Yoon melirik pada partner pembawa acaranya.
Sa Ra memalingkan wajahnya pada Chae Yoon karena sekarang giliran dirinya berbicara.
“Lebih daripada semuanya, aku tahu bagaimana rasa penasaran pemirsa terhadap Sara. Cerita yang belum selesai di konfrensi pres... bisakah kau menceritakan lebih jauh?” tanya Partner Chae Yoon bertanya pada Sa Ra.
Chae Yoon yang mendengar pertanyaan Partnernya panik karena Sa Ra bisa membongkar semua kejahatan yang sudah ia lakukan padanya.
“Pertama-tama,... aku ingin minta maaf lagi. Maafkan atas ...penampilanku yang salah.” ucap Sa Ra
“Kurasa sulit bagi Sara untuk membicarakan masalah pribadi. Bagaimana jika membicarakan soal masakan lebih dulu?”  ujar Chae Yoon berusaha mengalihkan pembicaraan Talk Show.
“Tidak masalah... Aku merasa baik-baik saja. Bagaimanapun, suatu saat nanti aku juga harus membicarakannya.” jawab Sa Ra dengan tatapan mengarah pada Chae Yoon.
“Jika tidak apa, kami akan menanyakan beberapa pertanyaan. Sara, siapa namamu yang sebenarnya?” tanya partner pembawa acara Chae Yoon.
Chae Yoon terlihat ketakutan dengan pertanyaan partnernya yang semakin menjurus. Sa Ra menatap kamera memberitahu kalau nama sebenarnya adalah Sa Geum Ran.
“6 bulan yang lalu, aku peserta dalam program berat badan yang disebut Change.” cerita Sa Ra, penonton yang ada distudio saling berpandangan satu sama lain saling berbisik.
“Jadi kau memang ingin ikut dalam operasi plastik?” tanya si partner pria  Sa Ra mengakui dirinya itu memang salah.
Tae Hee tetap menonton acara Sa Ra dengan berdiri dan tetap melihat ke layar TV.
“Kukira... aku harus menjadi cantik agar dicintai. Tapi agar dicintai, aku tidak perlu menjadi cantik. Aku harus... mencintai diriku sendiri lebih dulu.” ucap Sa Ra, Tae Hee terus menatap layar kaca. 



Kembali ke Studio, terlihat Chae Yoon semakin gelisah karena Sa Ra akan membongkar semuanya.
“Dan Aku mempelajarinya setelah itu. Jika pemirsa sekalian kenal Sa Geum Ran lain disekitar kalian, mohon cintai dia. Karena dia tak seharusnya berpikiran bodoh sepertiku. Dan dengan hidup bodoh tidak harus terbunuh sepertiku.” cerita Sa Ra
Semua kru, penonton saling berbisik mendengar cerita Sa Ra, Chae Yoon melotot karena Sa Ra berani menceritakan kalau ia pernah di bunuh.
“Apa barusan kau mengatakan "dibunuh", Sara?” tanya partner Pria mencoba menyakinkan.
“Sara. Tiba-tiba mengatakan sesuatu seperti itu di acara langsung membuatku merasa takut.” komentar Chae Yoon. Sa Ra menatap Chae Yoon.
“Apa ceritaku membuatmu merasa tak nyaman,... Gyo Chae Yoon?” ucap Sa Ra dengan nada menyindir.
Suasana terlihat sangat tegang mendengar ucapan Sa Ra, dengan wajah tersenyum dipakas Chae Yoon menjawab tidak dan merasa dirinya tak perlu merasa tak nyaman. Partnernya kembali bertanya tentang di bunuh lalu bertanya siapa berani membunuh Sa Ra.
“Dia adalah Suamiku.” ucap Sa Ra, Chef Oh yang duduk disamping Sa Ra melonggo mendengar jawaban Sa Ra. Penonton semakin kaget dan Chae Yoon semakin ketakutan.

“Suamiku punya 'simpanan'. Mereka berdua berselingkuh. Suamiku mencuri propertiku.” cerita Sa Ra 

Ia mengingat saat tubuhnya masih gemuk melihat sendiri suaminya yang berselingkuh dan juga surat tanahanya yang sudah diganti setelah ia melakukan operasi plastik.
“Aku hidup bersama keluarga mertuaku selama 8 tahun... dan menyokong suamiku yang belajar di luar negeri. Sebaliknya yang kudapatkan adalah perceraian.” cerita Sa Ra dengan mengingat ketika Kang Joon mengembalikan cincin pernikahan mereka di rumah sakit.
“Suamiku dan simpanannya... sangat keji. Saat aku menolak diceraikan,  suamiku merancang kecelakaan mobil... dan mencoba membunuhku.” lanjut Sa Ra.
Didalam ingatannya kembali ketika ia bertengkar dengan Kang Joon lalu ia kecelakaan dan mobilnya tenggelam di dalam laut.
“ Sara... kau Bisa bermasalah membuat pernyataan yang belum dikonfirmasi.” ucap Chae Yoon dengan nada tinggi.
“Saat aku sekarat di tempat kejadian, simpanannya juga ada disana. Wanita itu menyaksikan suamiku membunuhku, tapi tidak menghentikannya. Dia menyaksikan aku tenggelam begitu saja di laut.” tegas Sa Ra yang kembali membuat penonton bergemuruh
“Sebenarnya siapa wanita itu?” tanya partner Chae Yoon
“Wanita itu... sekarang ada di studio ini.” jawab Sa Ra. Penonton yang mendengar jawaban Sa Ra terlihat merinding ketakutan.
“Dia adalah... Gyo Chae Yoon.” ucap Sa Ra dengan tatapannya mengarah pada Chae Yoon

Chae Yoon menahan air matanya, ia panik karena semua kamera menyoroti wajahnya dan penonton saling berbisik tentang dirinya.
 *** 
Kang Joon menonton acara Chae Yoon dari kedai tempat minum,
“Kalau begitu,... suaminya Sa Geum Ran... adalah CEO HBS...Lee Kang Joon?” tanya si partner pria dan Sa Ra pun membenarkan.
Beberapa bibi yang menonton saling berkomentar tak percaya seorang suami yang tega membunuh istrinya sendiri. Kang Joon menghela nafas mendegar pengakuan Sa Ra di siaran langsung.
“Si bangsat pembunuh itu. Seperti apa tampangnya? Coba cari tahu dia.” pinta salah satu bibi yang penasaran.
Kang Joon memilih untuk keluar dari kedai diam-diam, sementara bibi yang ada disana masih tak percaya dengan dunia yang menurutnya begitu menakutkan sambil mencari tahu CEO HBS dalam ponselnya.

Tae Hee yang melihat Sa Ra selesai berbicara, menelp Detektif Oh membicarakan tentang kasus Kang Joon dan memintanya untuk menonton siaran HBS sekarang. 


Ayah Kang Joon masuk ke dalam rumah sambil menelp, ia berteriak kaget karena baru mengetahui kalau Sa Ra adalah Geum Ran. Min Young dan Jin Young panik melihat ayahnya yang berteriak karena sudah mengetahui tentang Geum Ran yang sebenarnya.
“Kudengar Geum Ran ada di TV. Coba nyalakan.” perintah Ayah Kang Joon pada anaknya.
Ibu Kang Joon keluar dari kamarnya ikut kaget mengetahui Geum Ran ada dalam TV.
Ji Hoon melihat berita online dari tabnya. “Penyiar HBS Gyo Chae Yoon, kaki tangan pembunuhan?” Ia kaget melihat adiknya yang dianggap sebagai kaki tangan seorang pembunuh dan Sa Ra adalah Geum Ran.
Ia mengingat saat Chae Yoon memperlihatka foto wanita gemuk dan ia memberitahu kalau Tae Hee yang memintanya untuk mengoperasi plastik tanpa meninggalkan jejak. Ji Hoon tak percaya kalau orang itu adalah Geum Ran dan ia mengubahnya menjadi Sa Ra. Dengan wajah penuh kepanikan ia mencoba menelp adiknya. 


Chae Yoon berlari masuk ke dalam kamar mandi, badanya terlihat lemas karena Sa Ra mengungkapnya dalam acaranya yang ia bawakan sendiri dan itu secara langsung. Ia duduk di atas WC mencoba menenangkan dirinya. Terdengar suara dua karyawan yang membicarakannya.
“Penyiar Gyo Chae Yun bermuka dua. ternyata Dia seorang penzinah”
“Beraninya dia bermain sebagai korban saat dia yang menghancurkan pernikahan. Aku merasa sedih untuk Sa Geum Ran”
Chae Yoon yang mendengar komentar karyawan semakin panik karena semua rahasianya sudah terbongkar.
***
Tae Hee berlari masuk ke ruang make up, menemui PD Kim menanyakan keberadaan Sa Ra. PD Kim merasa tak melihat Sa Ra masuk ke ruang make up jadi ia piki Sa Ra masih ada di studio. Tae Hee mengerti lalu pamit pergi. 



Sa Ra duduk sendirian dalam studio, ia mengingat kembali saat pertemuaan pertamanya dengan Chae Yoon setelah ia mengetahui Kang Joon selingkuh.
“Kalau begitu, putuslah dengan suamiku. Akhiri semuanya dengannya.” pinta Geum Ran
“Apa kau pikir kalian berdua sepadan bersama? Apa kau tak pernah bercermin?” sindir Chae Yoon melihat tubuh Geum Ran yang gemuk.
Ia mengingat saat dirinya jatuh di pasar, mengejar bis dan juga harus terjatuh di dalam bis tanpa ada orang yang menolongnya. Ia pun menangis karena selama ini tidak pernah melihat wajahnya di cermin dengan mengunakan lipstik yang ia punya. Lalu melihat dari kejauhan ibu mertuanya yang menyambut Chae Yoon sebagai selingkuhan Kang Joon.

Geum Ran menangis sendirian di bawah rintikan hujan, lalu mobilnya tengelam di laut tapi ia bisa selamat menaiki karang dan juga lorong panjang. Ia melihat Kang Joon yang tak menangisi dirinya.


Tae Hee masuk ke dalam studio dengan wajah tersenyum karena melihat Sa Ra lalu berjalan mendekatinya.
“Semuanya sudah selesai.” ucap Sa Ra dengan wajah tersenyum
“Aku sudah menonton semuanya dan menunggu di luar.” ujar Tae Hee
 Sa Ra pikir Tae Hee tak perlu melakukannya, Tae Hee seperti tak perlu meminta Sa Ra untuk mengikutinya. Ia menarik tangan Sa Ra mengajaknya keluar dari studio. 

Min Hyuk kembali bertemu dengan Direktur Kim dalam restoran.
“tiga hari lagi hingga rapat pemegang saham. Singkirkan Han Tae Hee.” perintah Min Hyuk,
Ia juga menyerahkan jadwal Tae Hee meminta Direktur Kim untuk tidak membuat kesalahan. Direktur Kim melihat jadwal mingguan Tae Hee lalu menaruh disampingnya.
“Sekarang situasinya berbeda, Kau bisa dicurigai. Sebenarnya seberapa jauh kau akan melangkah?” tanya Direktur Kim dengan wajah datarnya.
“Hingga aku mendapatkan Grup Winner. Aku punya seseorang yang bisa disalahkan yaitu Lee Kang Joon. Dia punya alasan lebih dari cukup untuk membunuh Han Tae Hee. Dan Aku akan mengurusnya. Pertama-tama, Direktur Kim, kau mulailah” perintah Min Hyuk
Min Hyuk memberikan senyuman liciknya sambil meminum teh, Direktur Kim hanya menatapnya dengan tatapan datarnya tanpa bereaksi apapun. 


Direktur Kim baru saja selesai bertemu dengan Min Hyuk, tak sengaja ia melihat Ji Sook ada di parkiran. Terlihat sikap cueknya melihat Ji Sook dan ingin masuk ke dalam mobil tapi Ji Sook memanggil dan menghampirinya.
“Anggaplah ini untuk menolongku. Kumohon padamu, Joon Chul.” ucap  Ji Sook memohon.
“Waktu itu juga kau berkata begitu dan Selalu seperti ini.” tegas Direktur Kim, ia mengingat saat itu dirinya yang menyulut api membuat pabrik terbakar.
“Kejadian pabrik kimia, aku melumuri tanganku dengan darah demi dirimu. Sebenarnya apa yang kudapatkan?” ungkap Direktur Kim.
“Saat Min Hyuk menjadi CEO,dia takkan mengabaikanmu. Aku akan bertanggung jawab untukmu. Kumohon padamu, Joon Chul.” ucap Ji Sook. Direktur Kim hanya memandang Ji Sook dengan tatapan dinginnya. 


Tae Hee ternyata mengajak Sa Ra untuk pergi ke pantai. Sa Ra merasa sudah lama tidak pergi ke tempat itu. Tae Hee bertanya  Bagaimana perasaannya melihat pantai. Sa Ra mengatakan hatinya merasa lebih lapang. Tae Hee tersenyum karena itulah ia membawanya ke pantai.
Tiba-tiba Tae Hee memberikan sebucket mawar putih untuk Sa Ra lalu memberikannya. Sa Ra menerimanya permberian bunga dari Tae Hee. 


“Mawar putih itu  artinya hormat.” ucap Tae Hee. Sa Ra bertanya kenapa Tae Hee mengartikan dengan hormat
“Memperhatikanmu, membuatku sering meletakkan diriku diposisimu. Kau selalu melampui perkiraan. Aku menghormatimu  yang selalu bangkit menerima tantangan.” jelas Tae Hee.
“Kau bertanya padaku... apa rahasiaku mengatasi semua kesulitan itu, kan? Apa masih penasaran?” tanya Sa Ra. Tae Hee menganguk dengan wajah tersenyum.
“Rahasianya adalah dirimu. Pujian dan doronganmu yang merubahku Kau selalu memujiku dengan hal kecil. Kau mendorongku bahkan di saat aku tak bisa. Kau terkejut pada hal yang sudah jelas. Sa Geum Ranbutuh penyembuhan, Dia terluka begitu banyak. Tapi, kau menyembuhkanku dengan pujianmu.” jelas Sa Ra
“Kurasa karena itulah, tidak aneh jika memanggilmu Dokter meskipun dirimu bukan..” puji Sa Ra
Tae Hee semakin tersenyum mendengarnya, ia menghembuskan nafas panjang dengan tersenyum. Sa Ra begitu juga, dengan sinar matahari pantai keduanya sepertinya sudah kembali seperti dulu. 


Sa Ra masuk ke dalam kamarnya dengan wajah tersenyum membawa bunga mawar putih dari Tae Hee. Ia duduk di depan cermin lalu mencium wangi bunga dalam-dalam, ingatannya kembali saat Tae Hee berbicara di pantai.
“Aku menghormatimu yang selalu bangkit menerima tantangan” ucap Tae Hee
Ia tersenyum sumringah mengingat itu semuanya, terdengar suara Tae Hee yang memanggilnya apabila sudah selesai berganti pakaian. Sa Ra berteriak dengan wajah tersenyum kalau ia akan turun segera. 


Sa Ra sudah menemui Tae Hee di ruang bawah tanah, melihat Tae Hee yang sedang di depan laptop tak percaya dengan plat nomor mobil pria yang datang ke Rumah sakit bisa mengetahui nomor telpnya. Tae Hee membenarkan dan tetap serius menatap laptopnya.
“Dokter, kau memang keren.” puji  Sa Ra, Tae Hee gugup mendengar pujian Sa Ra untuk pertama kalinya setelah mereka berpisah.
“Ini apa yang kulakukan setiap hari. Dan ini juga yang kulakukan saat aku mengirimkan email massal tentang Lee Kang Joon.” ucap Tae Hee
“Aku tidak melihatmu melakukannya waktu itu.” ungkap Sa Ra
“Saat itu aku terlihat lebih keren. Aku berjuang begitu keras demi dirimu. Sekarang Wajahku bertambah jelek dan Pori-poriku membesar.” keluh Tae Hee sambil memegang pipinya.
Sa Ra tersenyum lalu meminta ia melihat wajah Tae Hee untuk memeriksanya, ia ingin melihat wajahnya masih sama atau bertambah parah. Tae hee pikir Sa Ra tahu sebelum dan sesudahnya jadi ia mengizinkan Sa Ra untuk melihatnyanya.
“Dokter... kurasa bulu matamu bertambah panjang. Terlihat berembun.” goda Sa Ra, Tae Hee tertawa mendengar godaan Sa Ra.
“Kalau begitu... aku lebih ganteng dari sebelumnya?” tanya Tae Hee bangga, Sa Ra mengangguk tersipu malu. Lalu gantian Tae Hee yang melihat wajah Sa Ra.
“Matamu terlihat berbeda. Mata seseorang mencerminkan perjuangan mereka. Kau tak bisa membuatnya dengan operasi plastik.” puji Tae Hee. Sa Ra pun tersenyum mendengarnya.
“Pada akhirnya, kau dan aku berpisah dan bertemu lagi dan kita semakin ganteng dan cantik’kan?” ungkap Sa Ra
“Setelah berjuang begitu lama, kita menjadi ganteng dan cantik. Ahjumma, kau benar-benar bertambah cantik.” puji Tae Hee kembali, Sa Ra juga mengagumi Tae Hee yang juga semakin ganteng.
Keduanya saling menatap, terdengar bunyi dari laptop Tae Hee, terlihat alamat di layar komputer.
“Kota Seoul... Gangseogu Hwagokdong nomor 47.” ucap Tae Hee. Keduanya saling menatap dengan wajah terkejut. 


Detektif Oh masuk ke dalam rumah keluarg Lee bersama pasukannya, Jin Young yang sedang membawa teh untuk orang tuanya binggung begitu juga Min Young yang berdiri disebelahnya.
“Aku Detektif Oh dari Kantor Polisi Seongbuk. Dimana Lee Kang Joon?” tanya detektif Oh
“Sekarang dia sedang tak disini. Dia meninggalkan rumah beberapa waktu yang lalu, tapi... ada masalah apa?” tanya ayah Kang Joon yang duduk di ruang keluarga.
“Dia duga atas usaha pembunuhan Sa Geum Ran.” jawab Detekti Oh.  Ayah dan ibu Kang Joon langsung lemas dan bersandar di sofa.
Detektif Oh datang ke hotel tempat Kang Joon menginap tapi ternyata Kang Joon suda melarikan diri dan tak berhasil mereka tangkap. 


Tae Hee baru selesai menerima telp. Sa Ra bertanya apakah polisi kehilangan Kang Joon. Tae Hee menceritakan Kang Joon yang sudah tahu kalau polisi mencarinya jadi ia memilih untuk kabur. Suasana rumah sangat tegang karena bisa saja Kang Joon datang untuk menyerang mereka.

Ketua Choi duduk di dalam mobil sambil melihat foto pelaku penyerangan bosnya, ia melihat dengan jelas si pelaku yang keluar dari mobil lalu berjalan keluar dari pakiran. Setelah itu ia memberitahu Tae Hee kalau si pelaku sudah masuk ke dalam rumah.
“Apa Kau juga mau ikut? Ini urusan yang genting.” teriak Tae Hee tak mau Sa Ra ikut dengannya
“Aku satu-satunya orang yang mengetahui wajahnya, jadi Aku harus ikut.” tegas Sa Ra
“Ini bisa berbahaya.” ucap Tae Hee khawatir
“Untuk apa kekuatanku ini? Rasanya sia-sia saja. Kita harus selalu bersama.” ucap Sa Ra
Tae Hee tersenyum mendengar Sa Ra yang selalu ingin bersama dirinya, Sa Ra pun mengoda kalau sudah seharusnya mereka selalu bersama. Tae Hee akhirnya setuju dan mereka harus pergi bersama dengan memberika semangatnya untuk pergi. 



Keduanya sampai di parkiran bertemu dengan Ketua Choi, Tae Hee kembali meyakinkan apakah si pria itu memang tinggal di tempat itu. Ketua Choi memberitahu si pelaku sudah masuk kedalam rumah dua jam yang lalu.
“Kerja yang bagus dan kau Beristirahatlah. Kami yang akan mengawasinya.” ucap Tae Hee, Ketua Choi mengerti lalu pergi.
Sa Ra dan Tae Hee saling bertatapan seperti akan menyusun rencana. 


Beberapa saat kemudian Sa Ra menelp dari depan mobil si pelaku.
“Apa kau pemilik mobil nomor 6172?” tanya Sa Ra, ia langsung memandang Tae Hee karena yang ia telp itu benar pemiliknya.
“Tak sengaja, aku menabrak mobilmu. Apa yang harus kulakukan? Bisakah kau keluar sebentar?” ucap Sa Ra mencoba memancing pria itu keluar.
Si pria akhirnya keluar memeriksa bagian depan mobilnya lalu mengeluarkan ponselnya. Sa Ra melihat pria yang datang dan mengingat dengan pria yang datang kerumah sakit. Lalu ia membenarkan kalau pria itu adalah pelakunya.
Tae Hee mengingat saat dirinya dipukul oleh balok kayu saat di gudang, dengan keberaniannya ia mendatangi si pria.


“Han Tae Hee.” ucap Si Pria yang mengenali Tae Hee.
“Aku khawatir kau akan berpura-pura tidak mengenalku. Syukurnya kau mengucapkan namaku. Tak perlu bertanya apa kau yang menyerangku.” ucap Tae Hee
Si pelaku mencoba memberikan pukulan tapi Tae Hee bisa menghindarinya lalu memelintir tangan si pelaku dan mengatakan dirinya takkan menjadi korban untuk yang kedua kalinya. Ia mendorong pria itu, lalu Sa Ra yang tepat ada dibelakanganya memberikan pukulan dengan tasnya.
Tae Hee memberikan pukulan pada perut si pelaku lalu membantingnya, si pria pun berbaring di parkiran, lalu Tae Hee mencengkram jaket si pria.
“Siapa yang menyuruhmu untuk membunuhku Lee Kang Joon atau Han Min Hyuk?” tanya Tae Hee
Si pria malah memalingkan wajahnya, tak mau menjawab. Tae Hee pun melepaskan cengkramannya, Sa Ra mendekat melihat si pelaku yang tergolek lemas.
Tae Hee mencoba mencari sesuatu dalam jasnya, si pria mencoba menghalanginya akhirnya Tae Hee kembali memukul wajahnya yang membuat si pria pingsan. Ia mengambil ponsel milik si pria, lalu menatap Sa Ra dengan wajah tegang. 


Si pria pun akhirnya dibawa ke kantor polisi.
“Sebenarnya siapa yang menyuruh penyerangan pada Han Tae Hee?” teriak detektif Oh.
Si pria hanya mengangkat wajahnya lalu tersenyum mengejek dan tak mau menjawab pertanyaan polisi. 


Tae Hee dan Sa Ra sudah kembali ke rumah dengan membawa ponsel si pelaku.
“Tak peduli seberapa banyak aku mencari data telponnya, aku tak bisa menemukan nama Lee Kang Joon maupun Han Min Hyuk.” ucap Sa Ra binggung
“Apa ada orang tengah?” pikir Tae Hee
Ia mengajak Sa Ra untuk membuat perangkap, Sa Ra terlihat binggung. Tae Hee menjelaskan ia akan membuat orang yang menyuruh penyerangan itu keluar. Sa Ra bertanya bagaimana caranya, Tae Hee mengambil pesan Tae lalu menuliksan pesan dalam ponsel.
“Ada orang yang tahu kalau akulah orang yang menyerang Han Tae Hee.” tulis Tae Hee
“ jika kau mengirimkan pesan grup....” ucap Sa Ra
“maka Pelaku sebenarnya akan menjawab.” lanjut Tae Hee
“Dokter, kau benar-benar jenius.” puji Sa Ra.
“Hal seperti ini hanya... ...ide ringan yang sering kulakukan” ungkap Tae Hee rendah hati, lalu ia mengirimkan pesan pada Grup. 


Direktur Kim sedang makan bersama Ji Sook
“Aku akan menyingkirkan Han Tae Hee sehari sebelum Rapat Umum Pemegang Saham.” ucap Direktur Ki memberikan keputusan.
Ponselnya berbunyi, ia membaca pesan grup dalam ponselnya [Seseorang tahu aku yang menyerang Han Tae Hee.] Matanya langsung melotot kaget membaca pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Ji Sook bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
“Seseorang tahu aku yang menyuruh... menyerang Han Tae Hee.” ucap Direktur Kim. Ji Sook ikut kaget mendengar berita dari Direktur Kim. 


Direktur Kim menelp si pelaku, ponselnya yang ada dirumah Tae Hee pun berdering. Tae Hee dan Sa Ra melotot karena ada orang yang menelp mereka. Tae Hee menyuruh Sa Ra tak bersuara, lalu merekam dan menekan speaker untuk mendengarnya.
“Apa yang terjadi? Siapa yang sudah tahu aku yang menyuruh penyerangan itu? Kenapa kau tak menjawab?” ucap Direktur Kim dengan ponselnya.
Setelah menutup telpnya terlihat tulisan nama sipenelp adalah Direktur dan meminta konfirmasi untuk menyimpanya. Sa Ra dan Tae Hee semakin binggung dan menebak-nebak siapa orang itu.
Direktur Kim merasa kalau Semuanya menjadi berbelit. Ji Sook memincingkan matanya seperti tak percaya. 


Sementara Sa Ra bertanya ada apa dengan Tae Hee yang terlihat binggung setelah menerima telp dari orang yang menyuruh untuk menyerangnya.
“Aku pernah... mendengar suara itu sebelumnya.” ucap Tae Hee, Sa Ra kaget mendengarnya. 


Kang Joon berjalan ke depan rumah Tae Hee lalu menelpnya. Tae Hee pun menjawabnya, Kang Joon bertanya kenapa dirinya yang menjadi buronan. Tae Hee menyuruh Kang Joon untuk menyerahkan diri saja.
“Sara istriku yang sah. Tak peduli betapa kau menginginkannya, kalian takkan bisa menikah. Aku akan memberi Sara kebebasan. Ayo bernegosiasi.” ucap Kang Joon. 

Tae Hee menutup telpnya, Sa Ra sudah tahu kalau Kang Joon yang menelpnya. Menurutnya itu bagus karena ia bisa mengajak Kang Joon untuk mendapatkanya. Ia merasa lebih puas kalau mereka yang menangkapnya di banding polisi. Tae Hee terlihat khawatir tapi Sa Ra merasa dirinya tak ada masalah.
“Sekarang, aku tidak lagi sendirian. Tak ada yang perlu kita takutkan di langit dan bumi selama bersama.” tegas Sa Ra dengan wajah tersenyum.
“Tentu saja. Selama kita bersama, tak ada yang perlu kita takutkan.” ucap Tae  Hee
Keduanya saling tersenyum menatap di meja makan.

“Kami bertemu dan berubah begitu banyak. Ahjumma menjadi orang yang kuat. Aku tidak lagi takut akan masa laluku. Kami lemah jika sendirian Tapi kami tidak takut apapun jika bersama. Inilah kekuatan cinta.” gumam Tae Hee.
Bersambung ke episode 21 
Komentar
Maaf yaah lama mempostingnya karena menyelesaikan drama Pride and prejudice episode genap hihihih... Ini Sa Ra sama Tae Hee kalo udah kompak keliatan banget jeniusnya, btw hubungan Ji Sook sama si direktur Kim tuh dulu pacaran kali yah. Apa mungkin Min Hyuk itu sebenarnya anak dia bukan anak bapaknya Tae Hee. hihihihi... 
Episode terakhir akan ketahuan Direktur Kim sama Madam Park, gimana tuh rasanya hati Madam Park yang di khianatin sama anak buahnya sendiri. Ckckckc... Tega... 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar