Jumat, 07 November 2014

Sinopsis Birth of Beauty Episode 14 Part 1


Ibu Geum Ran datang bersama Tae Hee, Geum Ran mengingat saat ia menyelamatkan ibunya saat ada dirumah sakit. Lalu Tae Hee yang memeluknya setelah ia terkena alergi kacang. 

"Di tempat ini,...orang yang kucintai ada disini. Mereka berdua adalah alasanku untuk hidup. Nasi kepal ini mengandung perasaanku. Aku mempersembahkan pada mereka orang-orang yang kucintai." ucap Sa Ra yang menjelaskan makanannya sambil menatap Tae Hee dan ibunya. 

Di depan ruangan make up, Ibu Geum Ran memegang tangan  Tae Hee mengucapkan terimakasih karenan telah melindunginya. Tae Hee juga mau berterimakasih karena Geum Ran ia sekarang memiliki dunia. 


Tae Hee mengulurkan tangannya untuk mengajak Sa Ra berdansa. Min Hyuk dan Kang Joon datang melihat, Sa Ra yang sedang berdansa dengan Tae Hee. Saat Tae Hee melepaskan tangan dan menarik lalu memeluknya. 

"Ahjumma.... Menikahlah dengan aku." bisik Tae Hee melamar Sa Ra 

Mereka kembali berdansa, sambil berbicara. Sa Ra melonggo karena Tae Hee meminta untuk menikah dengannya. Dia tak percaya kalau mereka akan menikah. 

"Kau tak harus menjawabnya sekarang, Aku akan menunggu jawabanmu." ucap Tae Hee yang masih

Lalu ia memberikan gaya adalan dansa yang mambuat semua orang terpukau, gaya jatuh seperti seorang yang bisa membuat semua jatuh cinta. Semua yang ada di dalam ballroom memberikan tepuk tangan untuk mereka.. 

Setelah berdansa, Tae Hee juga memberikan tepuktanganya, Sa Ra terliha kebinggungan karena semua orang memberikan tepuk tangannya. 


Min Hyuk menatap sinis ke arah Tae Hee menanyakan kenapa mereka bisa saling kenal. Kang Joon memberitahu Winner Food. mengeluarkan masakan Sa Ra sebagai produk baru. 

Matanya melirik pada Min Hyuk yang terlihat sangat marah melihat Tae Hee yang berdansa dengan Sa Ra. Chae Yoon juga sinis melihat Sa Ra yang menjadi spotlight saat peluncuran produk Winner Grup.


Sa Ra masuk ke sebuah ruangan, di depan kaca ia menatap wajahnya tak percaya kalau ia dilamar dan akan menikah dengan Tae Hee. Wajahnya terlihat sumringah, dari belakang terlihat Chae Yoon yang sudah berdiri dengan menatap sinis. Dengan senyuman mengejek Sa Ra yang akan menikah dengan Tae Hee. 

"Beraninya kau menikah dengan Tae Hee oppa dengan levelmu?" sindir Chae Yoon 

"Kenapa kau membicarakan levelku?" tanya Sa Ra yang memutar badannya menghadapkan pada Chae Yoon dengan tatapan sinis pula 

Chae Yoon berjalan mendekat lalu menegaskan ia adalah Keluarga dari Tae Hee dan membicarakan tentang ini sebagi adiknya. Lalu menegaskan kembali kalau Sa Ra tak akan bisa bersama Tae Hee. Sa Ra mengejek Chae Yoon yang merasa sebagai adiknya Tae Hee. 

"Adik yang membebani, yang mengambil duitnya untuk sekolah di luar negeri.Lalu kau mencoba menggodanya sebagai wanita yang menikah. Sekarang, kau kembali sebagai adiknya?" ejek Sa Ra. 

Chae Yoon terlihat nafasnya sesak mendengar ejekan Sa Ra padanya. Sa Ra kembli menyindir Chae Yoon itu bukan bonke yang bertukar pakaiain karena sibuk mengurusi urusan dirinya. Chae Yoon teriak kaget karena Sa Ra berani berbicara seperti itu padanya.  

"Aku tak punya alasan untuk merendah di depan orang sepertimu yang tak punya kesadaran.Apapun levelku,...kau sama sekalitak punya hak untuk bicara." tegas Sa Ra dan pergi. 


Chae Yoon menarik kasar Sa Ra untuk berhenti, ia menduga Sa Ra tak akan mampu menghadapi Tae Hee sebagai pewaris Winner Grup dan akan mengambil alih semua Winner Grup jadi ia menyuruh Sa  Ra untuk menyerah saja. 

Sa Ra terlihat sedikit tak percaya diri mengetahui Tae Hee adalah pemilik Winner Grup. Chae Yoon memperingati lagi dengan wajah sinisnya, kalauSa Ra kalau Winner Grup dan Tae Hee tidak akan menjadi miliknya

"Kau ternyata tak bisa menjaga dirimu, Kenapa khawatir denganku?" ucap Sa Ra Sinis 

Ia rasa menurutnya Chae Yoon lebih mengkhawatirkan untuk bercerai dengan Kang Joon atau tetap bersamanya dan memikirkan tentang hal itu. Lalu pergi meninggalkan Chae Yoon. 

"Kau selamanya Sa Geum Ran.Istrinya Lee Kang Joon, Kau takkan bisa menikahi orang lain, karena secara hukum kau wanita yang sudah menikah."  gumam Chae Yoon dengan tertawa licik 

Kemudia ia tersenyum licik karena sudah memiliki rencana membuat Kang Joon suaminya untuk bergerak sekarang. 


Ballroom 

Ketua Choi berbisik menanyakan cincin, dengan wajah sumirngah Tae Hee memperlihatkan kotak cincinya. Dia mengatakan kalau ini kartu terakhirnya dan ia akan mengeluarkan jurusnya satu persatu jadi belum bisa mengeluarkan cincin itu. Ia bahagia melihat cincin yang akan diberikan pada Sa Ra

Terdengar suara yang memangggilnya, Min Hyuk datang menyapanya. dengan wajah bercandanya ia menyapa Min Hyuk yang datang dengan wajah sinisnya. 

" Hari ini hari yang baik. Jadi, jangan cemberut. " ucap Tae Hee menyindir, Min Hyuk memberikan senyuman liciknya. 

"Aku ingin menyelamatimu tapi aku malah khawatir.Winner Food sedang menunggu keputusan bangkrut. Kau bisa tetap jadi CEO selama itu. Tapi kau tak bisa membuat keputusan yang merusak prosedur perusahaan." ucap Min Hyuk tersenyu licik 

Tae Hee menjelaskan ia mencoba untuk menyelamatkan winner food dan bukan keputusan untuk merusak prosedur perusahaan. Min Hyuk menanyakan taruhannya yang akan merusak imagenya. 

"Aku sudah terpuruk sejak umur 10 tahun. Tak ada kehilangan yang perlu ditakuti." tegas Tae Hee dengan wajah serius. 

Min Hyuk tak percaya kalau Tae Hee tak takut untuk kehilangan, Tae Hee menatap Min Hyuk lalu ia melihat ada tamu yang datang lalu pergi meninggalkannya begitu saja. 


Kang Joon mendekati Min Hyuk yang sedang berdiri sendirian. 

"Winner Food...cari tahu apa yang disiapkan Han Tae Hee.Lakukan segala cara jika perlu. Hadang peluncuran produk baru." perintah Min Hyuk dengan wajah sinisnya. 

Kang Joon mengangguk mengerti lalu melirik sinis karena keadaan kacau karena Tae Hee datang ke Winner Grup. 



Min Hyuk keluar gedung tak sengaja bertemu Sa Ra, wajahnya dibuat sedikit tersenyum. Sa Ra terkejut karena Min Hyuk ada di tempat itu juga. Min Hyuk tersenyum, ia membahas tentang belajar memasak untuk ibunya besok. 

"Juri di kompetisi memasak sudah memberiku alamatmu.Sampai ketemu besok." ucap Sa Ra dengan tersenyum

"Aku akan mengirimkan mobil karena Ibuku menyukaimu." ungkap Min Hyuk tersenyum. Sa Ra juga ikut memberikan senyumannya. 


Sa Ra masuk ke dalam ballroom kembali. Tiga orang yang sedang membicarakan Tae Hee yang tampan, single dan memiliki semuanya. Mereka juga tahu Tae Hee yang memiliki kepribadian yang baik. 

"Haruskah kucoba bicara dengannya?" ucap salah satu wanita 

"Dia sesuai seleramu?" tanya wanita yang lainnya. Mereka memuji Tae Hee yang terlihat sangat keren dari kejauhan dan ingin memberikan salam padanya. 

Mata Sa Ra melihat Tae Hee yang sedang berbicara dengan petinggi lainnya, Tae Hee melihat Sa Ra lalu memanggilnya untuk mendekat. Ia memberikan kue pada Sa Ra, tapi saat Sa Ra ingin mengambilnya, Tae Hee menjauhkan tangannya. 

"Ucapkan yes dulu baru kau mengambilnya." ucap Tae Hee. 

Tae Hee meminta Sa Ra mengatakan kata Yes dan menganggapnya sebagai latihan untuk jawaban lamarannya. Ia menrengek meminta Sa Ra berliati mengatakan kata Yes. 

"Tidak mau.... Aku takkan memakannya.Kau tak lihat gaun dibagian perutku sempit? Gaunku bisa meledak jika aku makan." goda Sa Ra 

Wajah Tae Hee terlihat cemberut, lalu Sa Ra berbisik untuk menanyakan sesuatu, menurutnya tentang CEO dan Winner Grup menurutnya Tae Hee terlalu berlebihan dan ia tak percaya. Tae Hee mengataan akan menjelaskan di rumah. 

Dengan merengek ia meminta Sa Ra untuk berlatih mengatakan Yes sekarang, Sa Ra tetap terdiam. Tae Hee menaruh kue dan mengantinya dengan wine. Sa Ra akan mengambilnya tapi Tae Hee tetap menyuruh Sa Ra mengatakan Yes dulu baru ia akan memberinya. 

"Apa begitu sulit bilang yes?" rengek Tae Hee. 


Dari kejauhan ia melihat keduanya dengan tatapan jengkel dan sinis karena bisa terlihat mesra. Chae Yoon menanyakan apakah Kang Joon akan diam saja. 

"Hasil analisa sidik jari menunjukkan Sa Geum Ran. Itu Artinya Sa Geum Ran masih hidup. dan Sekarang kau harus mencarinya secara resmi." ucap Chae Yoon sedikit merintah. 

Keduanya menatap dengan tatapan sinis satu sama lain. 


Kang Joon menarik lengan Chae Yoon dengan kasar lalu berbisik padanya. 

"Dimana Sa Geum Ran?" tanya penasaran pada Sa Ra 

"Aku juga belum tahu karena aku hanya menebak. Mungkin dia masih hidup." ucap Sa Ra berbohong 

Dengan senyuman liciknya, ia merasa kalau Geum  Ran itu ada didekat mereka. Dan dengan memikirkan apa yang terjadi pada mereka maka Geum Ran itu pasti mengawasinya dari suatu tempat. 

Keduanya menatap sinis pada Tae Hee dan Sa Ra yang sedang menyuapi kue dan meminum wine. 

"Saat Kang Joon menemukanmu,......hal menarik akan terjadi." gumam Chae Yoo dengan kedengkian, matanya melirik Kang Joon yang tak suka dengan kedekatan Sa Ra dengan Tae Hee. 


Keduanya masuk ke dalam rumah sambil bergandengan tangan, wajahnya tersipu malu masih terlihat dari keduanya, ketika di dekat tangga mereka berhenti saling melirik. 

"Kau berdansa dengan baik, Ahjumma. Apa Kau yakin ini pertama kalinya?Jangan-jangan, kau ambil keranjang belanja lalu berdansa?" goda Tae Hee 

"Bagaimana denganmu?? Apa Kau ini gigolo? Caramu mendorong dan menarik seperti profesional." ejek Sa Ra 

Ia menceritak orang-orang kagum melihat Tae Hee berdansa terutama wanita. Tae Hee menyuruh Sa Ra untuk tidak cemburu,walaupun banyak wanita yang menatapnya tapi tetap saja hanya Sa Ra yang ia lamar sambil megodanya dengan mendorong bahunya. Sa Ra pun ikut sipu malu. 


Tae Hee masuk ke dalam kamarnya, ia berdiri membayangkan dirinya yang menjadi pengantin baru di rumah itu. 
Dalam bayangannya, Tae Hee keluar dari kamar mandi dengan mengigit bunga di mulutnya, Sa Ra sedang duduk di sofa dengan rambut yang dibalut oleh handuk.  

Ia melihat Tae Hee mengigit bunga, tangannya melepaskan handuk dan mengelengkan kepalanya supaya terlihat sexy dengan kibasan rambutnya. Kakinya naik ke atas meja lalu memberikan sentuhan dengan tangannya seperti sedang mengoda Tae Hee. 

Tae Hee membuang bunganya lalu duduk disampingnya, Sa Ra menaruh tangannya di pundak Tae Hee lalu mendorongnya. Saat Tae Hee terbangun wajahnya sudah penuh lipstik Sa Ra.  Ia tak percaya kalau Sa Ra seagresif itu padanya. Sa Ra terlihat malu-malu. 

"Pengantin baru pasti menyenangkan dan Aku suka itu" ungkap Tae Hee dengan wajah tersenyum sumringah sendirian di depan kaca. 


Sa Ra berdiri di depan cermin, wajahnya masih tak percaya kalau ia dilamar dan akan menikah. 

"Kebahagiaan seperti itu......mungkinkah terjadi padaku?" ucapnya yang seperti ada trauma setelah menikah dengan Kang Joon. 

Tae Hee berteriak menyuruh Sa Ra turun untuk minum bir bersama, ia juga sudah menyiapkan kaos pasangan. Sa Ra kaget karena Tae Hee sudah menyiapkan kaos pasangan, dengan suara lantang ia berteriak akan turun ke bawah. 


Keduanya tertawa bersama di meja makan dengan helm dengan botol bir dan juga selang untuk meminumnya. 

"Kenapa kau terus tertawa saat kulihat matamu?" ucap Sa Ra 

"Tidak.Kali ini aku tertawa melihat pipimu. Pipimu begitu merah seperti pantat monyet." ejek Tae Hee 

Sa Ra memegang pipinya dan tersip malu, lalu mengejek pipi Tae Hee yang seperti api karena memerah. Tae Hee tertawa, lalu mengajak mereka bermain truth or dare. Sa Ra mengajak bicara yang santai saja saat sedang minum. 

"Bukannya bicara santai itu rugi buatku?" ungkap Tae Hee 

Tapi menurutnya karena ini adalah hari baik maka ia setuju dengan urus Sa Ra. Tiba-tiba Sa Ra memanggilnya brengsek karena bicara santai padanya. Ia bertanya berapa umur Tae Hee lau Tae Hee yang bingung menjawab ia lahir tahun 1985. 

"Aku lahir tahun 1982, ya brengsek! Saat kau baru kelas 4 SD, aku sudah SMP. Jika aku menikah lebih awal,...aku sudah punya putra seumurmu, ya brengsek!Tapi itu......saat kita pertama bertemu..."Berapa umurku? ungkap Sa Ra yang terlihat sedikit mabuk 

Tae Hee memanggil Sa Ra dengan panggilan Nona, Sa Ra tak mau. Tae Hee memanggilnya Nyonya tetap tak mau, Tae Hee mengubah memanggilnya Nunna. Sa Ra berteriak karena Tae Hee seharusnya memanggilnya dengan pangilan itu. 

"Tapi....nuuna...Aihhh, apaan ini?" ucap Tae Hee yang seperti tidak terbiasa dengan panggilan Nuuna pada Sa Ra. 


Dengan mengeser sedikit badannya kesamping ia kesal pada Sa Ra yang sepertinya punya masalah dengannya jadi ia pikir lebih baik Sa Ra meluapkanya saja sekarang. 

"Kenapa kau tak bilang padaku tentang CEO Winner Food. Winner Grup" tanya Sa Ra 

Ia mengakui dirinya binnggu siapa sebenernya Tae Hee, Diawal di tahu kalau Tae Hee dokter plastik tapi ternyata bukan, lalu pemilik God Restourant. Dan sekarang ia baru tahu Tae Hee adalah pewari dari Winner Grup. 

Tae Hee berjanji akan menjelaskany semuanya, tapi menurutya Sa Ra sudah mengetahui semua cerita dari dirinya di banding yang lain. Sa Ra menatap wajah Tae Hee yang sedikit tertunduk. 

"Yang tidak kuberitahu padamu adalah pekerjaan orang tuaku. Meskipun begitu......akan kujelaskan semuanya hari ini." ucap Tae Hee. 


Tae Hee memperlihatkan foto keluarganya pada Sa Ra,  menunjuk nenek ayah, ibu dan dirinya saat masih kecil. Lalu menceritakan sampai ia berumur 10 tahun, masih tinggal di rumah keluarga Grup Winner. Tapi saat kecelaakaan, ayahnya mengirimnya untuk bersembunyi, 

"Hanya aku yang hidup dalam kecelakaan itu. Setelah itu mengingat trauma kecelakaan, .aku hidup bersembunyi dari keluargaku" cerita Tae Hee.

"Kalau begitu...sejak itukau tinggal di rumahnya Gyo Chae Yoon?" tanya Sa Ra yang terlihat tersentuh dengan cerita Tae Hee 

"Tak ada yang berubah, Ahjumma. Membicarakan WinnerGrup  sama seperti membicarakan orang tuaku." jelas Tae Hee tersenyum.


Tae Hee menaruh fotonya lalu meminta Sa Ra untuk bersandari di pundaknya, Sa Ra terlihat masih enggan lalu Tae Hee mendekatkan dirinya dan menarik Sa Ra untuk bersandar di pundaknya .Dengan senyuman Sa Ra menaruh kepalanya di punda Tae Hee dengan perlahan. 

"Mulai sekarang,...aku akan menjadi sangat populer. Jika aku populer, akan lebih menyenangkan bagimu memilikiku. Jadi......naikkan kepalamu dan Percaya diri." Pesan Tae Hee 

Sa Ra tersenyum, Tae Hee juga ikut tersenyum. Sambil memluk Sa Ra ia juga berharap supaya Sa Ra bisa menjawab lamarannya dengan kata "yes" . Sa Ra terlihat binggung dalam hatinya mengakui merasa semakin gugup. 

Jin Young yang sedang berkerja di restoran God mengeluh karena harus bersih-bersih di musin dingin, sementara Min Young dengan pil yang ada tangannya. Kakaknya menanyakan apa yang ingin dimakan oleh adiknya. 

"ini Pil diet.....Sara unni memakannya, Kuharap ini bisa membuatku lebih langsing" ungkap Min Young 

Seseorang datang mencari Sa Ra, Jin Young kaget melihat Ji Hoon yang datang untuk menemui Sa Ra. Keduanya langsung bertanya alasannya, Ji Hoon sedikit tertunduk, 

"Kami buka jam 11 siang." ucap Sa Ra yang baru masuk, wajahnya menegang ketika melihat Ji Hoon yang datang ke Restourant. 


Keduanya duduk bersama di restourant, Sa Ra menanyakan tujuan Ji Hoon datang ke restoran. Ji Hoon ingin langsung pada intinya saja. 

"Lamaran Tae Hee hyung...tolong ditolak." tegas Ji Hoon, Sa Ra melotot kaget. 

Ji Hoon menceritakan tetang pemikiran Chae Yoon yang membuatnya bercerai karena ulah Sa Ra dan ia yakin Sa Ra tahu akan hal itu. Tapi ia melihat sekarang, Sa Ra akan menikah dengan Tae Hee dan menduga Sa Ra memikirkan latar belakang dari keduanya. 

"Daripada CEO HBS,.....pewaris Grup Winner jauh lebh baik, bukan benar begitu?" tuduh Ji Hoon. 

Sa Ra melotot tajam dan berkaca-kaca karena di tuduh menyukai Tae Hee karena pewaris Winner Grup. Ji Hoon memperingatkan Sa Ra karena keserakahannya akan membuat Tae Hee kehilangan keluarganya.



Jin Hoon akan pergi dengan wajah cemberut dan Sa Ra memanggilnya saat Jin Hoon berdiri. 

"Chae Yoon-lah yang profesional dalam mengganti pria.Coba kau tanyakan sendiri padanya. Semua orang mengira mereka tahu segalanya. Tapi itu bukan semuanya." tegas Sa Ra 

Ia mengakui sebelumnya ia tak tahu dan pernah di bodohi oleh seorang pria dengan waktu yang lama. Ji Hoon tetap menatap tanpa rasa simpati. Sa Ra mengungkapkan kalau yang di ketahui Ji Hoon itu belum semuanya lalu menyuruhnya pergi. 

Ji Hoon pergi meninggalkan restaurant, lalu Min Young dan Jin Young keluar dari persembunyian setelah menguping. Jin Young tak percaya Sa Ra sudah dilamar oleh Tae Hee, Min Young juga tak menyangka Tae Hee adalah pewaris Winner Grup. Keduanya sama-sama terlihat binggung. 


Ruangan Tae Hee sekarang sudah rapi dengan meja, selayaknya seorang CEO. Ketua Choi datang membawa  sesuatu untuk bosnya, dengan wajah sumringah ia memberikan kejutan memberikan gambar Sa Ra pada  Tae Hee. 

Tapi Tae Hee masih saja terlihat cemberut melirik gambar Sa Ra yang dibawa anak buahnya. Ketua Choi mengingatkan Tae Hee yang tak boleh kehilangan muka. Jadi ia ingin saat Tae Hee merindukan Sa Ra maka foto itu bisa dikeluarkan, Tae Hee tetap saja cemberut. 

"apakah ia sudah menjawab lamaranmu, dan mengatakan "YES"? tanya Ketua Choi binggung melihat wajah bosnya yang masih cemberut. 

Tae Hee terdiam, Ketua Choi menduga jawabannya adalah No, Tae Hee langsung mengumpat supaya Ketua Choi jangan pernah berpikiran negatif. 

"Dia pasti bilang yes tapi masih belum menjawab." ungkap Tae Hee dengan nada kesal. 

Mendengar dari kalimat Tae Hee ia jadi mengerti kalau Sa Ra itu belum menjawabnya, tapi ia bertanya-tanya kenapa Sa Ra belum menjawabanya. Tae Hee akhirnya berdiri dari kursinya. 

"Kau tetap disini, sementara Aku mau ganti suasana." perintah Tae Hee lalu keluar dari ruangan. Ketua Choi tersenyum seperti mengertahui kemana bosnya akan pergi. 


Sa Ra sedang ada di ruang make up, PD datang melihatnya mengeluarkan bahan-bahan makanan. Sa Ra memberitahu ia sedang mengeluarkan semua bahan kalau tidak nanti bahan makanan akan terlihat basah saat direkam. 

"Kemarin...kudengar kau berdansa dengan Han Tae Hee. Terlihat pemandangannya indah.Pegawai wanita dan para staff membicarakannya. Apa kalian...berkencan atau tunangan?" tanya PD 

Sa Ra terdiam terlihat tersipu malu. PD mempelihatkan sebuah majalah karena mereka akan mewawancarai Sa Ra untuk sebuah majalah. 

"Meskipun karena ini, aku sibuk. Tapi jika kau akan menjadi Nyonya Grup Winner,aku harus bersabar untuk mendapatkan dukunganmu." ungkap PD dengan tersenyum

Ia memuji Sa Ra yang berkerja sangat bagus, lalu keluar dari ruangan. Wajah Sa Ra seperti terlihat kurang nyaman dengan ucapan PD padanya. 


Sa Ra teringat saat bertemu Chae Yoon yang mengingatkan kalau Tae Hee adalah pewari Winner Grup lalu mengejeknya kalau ia tak mungkin sanggup untk menghadapinya. Tae Hee datang mengendap-ngendap, ia melihat Sa Ra yang berdiri dengan wajah muram. 

Ia berdeham dan Sa Ra melihat Tae Hee yang datang ke ruang make up. Tae Hee melihat sekeliling tidak ada orang dan Sa Ra sedang sendirian. Sa Ra tersenyu dan mengangguk perlahan. 

" Bagiimana kalau hari ini kita lanjutkan minum bir? Anggap saja untuk mengenal lebih dalam. lalu Hari ini kita main Truth or Dare ." ajak Tae Hee. 

"Hari ini aku harus pergi ke rumah sponsor pertunjukan untuk kelas memasak. Kurasa hari ini aku pulang telat." ucap Sa Ra yang menolak ajakan Tae Hee 

Tae Hee terlihat sedih, lalu ia mengakui kalau dirinya itu kecewa dan bukan hanya dia yang kecewa. Sa Ra terdiam, Tae Hee menunduk kecewa yang melihat Sa Ra tak memberikan respon padanya. 


Tae Hee mondar-mandi di dalam ruangannya, wajahnya terlihat kebingungan. Lalu berlari ke depan gambar Sa Ra lalu tertunduk lesu. 

" Dia tidak tersenyum berbinar seperti ini, dan ada kegelapan di wajahnya? Jangan-jangan......dia menolak?" komentar Ketua Choi. 

"Kenapa kau terus menerus bilang begitu dan negatif terus? Jadi Kau berharap dia bilang tidak?" teriak Tae Hee kesal. 

Ketua Chi mengelengkan kepalanya karena ia sama sekali tak berharap seperti itu. Tae Hee menegaskan mulai sekarang tak ada kata yang dimulai dengan "No" dalam ruangannya seperti Note, Nogari, Noran dan Norae atau semuanya. Ketua Choi mengertii

".Tapi gimana....jika dia bilang tidak?" ucap Tae Hee yang terihat panik, Ketua Choi juga tak bisa mengerti dengan hal itu. 

"Tapi itu Tidak mungkin. Tidak." jawab Tae Hee yang tak mau berpikiran negatif dengan jawaban Sa Ra. 

"meskipun jawaban di hatinya itu no,.gunakan kekuatanmu untuk mengubahnya menjadi yes. Itu gayamu, CEO." saran ketua Choi dengan penuh semangat. 

Tae Hee berpikir-pikir lalu melihat gambar Sa Ra kembali,  untuk mengubah hati Sa Ra menjadi jawaban Yes. 


"Apa Tae Hee...melamar Sara?" ucap Madam Park yang terlihat kaget dengan berita yang dibawa Chae Yoon. 

Chae Yoon menceritakan Sa Ra yang memiliki kehidupan cinta yang rumit, ia khawatir dengan Tae Hee yang tak sadar, menurutnya dirinya yang dianggap adik tapi tak didengarkan oleh Tae Hee. 

Sekertaris Madam Park datang, Madam Park menanyakan apakah ia bisa keluar untuk bertemu dengan Tae Hee. 

"Aku akan mendiskusikannya dengan pengacara malam ini.Kurasa  tidak akan ada masalah karena media sudah tidak begitu ribut." jelas sekertaris. 

Madam Park mengerti, Chae Yoon tersenyum licik karena ia bisa menghasut nenek untuk membenci Sa Ra. 


Ibu Kang Joon kaget mendengar kata lamaran, Kang Joon yang turun dari tangga ditanya oleh ibunya apakah ia butuh sesuatu. Kang Joon mengatakana ia membutuhkan air minum. Ibunya langsung berdiri akan membawa kan air pada anak kesayangannya. 

"Hei.....Han Tae Hee melamar Sara.Apa kau tahu?" tanya Ibunya yang berhenti dulu sebelum mengambil minum. 

Lalu ibunya mengungkapkan rasa kecewa karena Sara lama tidak mengunjungi mereka dan itu  mungkin karena  sibuk kencan. 

"Tapi...kurasa Sara terluka berat dengan pria sebelumnya. Dia pernah bilang ada pria yang pernah membodohinya untuk waktu yang lama" cerita Jin Young 

"Dia pasti pria yang jahat. dan Sepertinya dia menahan dendam." komentar Min Young 

Ibu Kang Joon merasa Sa Ra itu terlihat dewasa karena sudah memalui sesuatu yang pahit. Ia mengungkapkan rasa kecewa karena berharap Sa Ra lebih baik jadi menantunya dibanding Chae Yoon lalu berlari ke dapur mengambilkan minum untuk anaknya. 

Mata Kang Joon terlihat sinis mengetahui sesuatu tentang Sa Ra. dalam hatinya bergumam tentang Sa Ra yang pernah dibodohi seorang pria dengan waktu yang lama. 


Sa Ra masuk ke dalam rumah Min Hyuk, dengan wajah polosnya ia tak tahu kalau sebenarnya itu adalah rumah Tae Hee saat umur 10 tahun. Matanya terus melihat isi rumah yang tak pernah ia lihat karena penuh dengan kemewahan dimana-mana. 

Ibu Min Hyuk memperkenalkan pada tiga pelayan kalau Sa ra adalah guru memasak yang baru jadi meminta semuanya untuk melayaninya dengan nyaman. Sa Ra tersenyum menyapa dan memperkenalkan dirinya. Ibu Min Hyuk ingin menunjukan dapur pada Sa Ra. 

Min Hyuk datang menyapa ibunya dan melihat Sa Ra yang sudah datang ke rumahnya. Sa Ra mengungkapkan rasanya tak percaya kalau Min Hyuk itu orang kaya. Keduanya tertawa mendengar kepolosan Sa Ra. 

*** 

Di dapur 

Di tangan ibu Min Hyuk sudah ada lembaran tentang Rencana pelajaran memasak. dan ia melihat menunya adalah masakan korea. 

"Aku menyiapkan masakan Korea karena kau penasaran dengan menu tamu.Nanti akan kuajarkan padamu
masakan spesial Italia." ujar Sa Ra 

Nenek Park yang tak sengaja lewat dapur melihat dengan jelas Sa Ra yang berbicara dengan Min Hyuk, ia melihat senyuman Sa Ra pada Min Hyuk. Sepertinya dalam dugaannya kalau Sa Ra mendekati Min Hyuk dan Tae Hee untuk mengincar hartanya. 



Min Hyuk membawakan barang-barang Sa Ra sampai ke halaman rumahnya. Sa Ra merasa Min Hyuk tak perlu mengantarnya seperti ini. 

"Kita bisa bersama selama 2 jam dan Aku senang." ungkap Min Hyuk tersenyum 

"Aku....ingin menanyakan sesuatu padamu. Kenapa....kau begitu baik padaku?" tanya Sa Ra 

" itu karena aku menyukaimu." jawab Min Hyuk terus terang 

Sa Ra mengakui kalau dirinya itu sedang jatuh cinta pada orang lain jadi ia meminta maaf karena seharusnya lebih peka dan mengatakannya dari awal. 

"Bersama orang secantikmu,...tak heran kau punya seseorang. Tapi...jika tidak keberatan,..boleh kutahu siapa orangnya?" tanya Min Hyuk. 

"Kemarin kau datang ke acaranya Winner Food dan  kau kenal dengan CEO Han Tae Hee??" ucap Sa Ra malu-malu. 

Min Hyuk tak percaya kalau Tae Hee adalah pria yang dicintai oleh Sa Ra. Untuk menyakinkannya Sa Ra mengangguk sambil tersipu malu. Min Hyuk terlihat sinis tapi mencoba tersenyum dan berbicara dengan bijak kalau dalam keadaan seperti ini kejujuran itu lebih baik. 

"Jangan merasa tidak nyaman dan tetaplah jadi guru memasaknya ibu. Aku juga akan terus menjadi penggemarmu." ungkap Min Hyuk yang menutupi amarahnya dengan senyuman di depan Sa Ra. 

"Aku akan bertanggung jawab....membuat ibu menjadi chef terhebat." ucap Sa Ra tersenyum, Min Hyuk juga mengucapkan terimakasih dan memberikan senyman pada Sa Ra. 


Min Hyuk masuk ke dalam kamarnya membanting pintu dan menjatuhkan semua barang yang ada di atas meja dan mengamuk. Ibunya datang dengan wajah binggung apa yang terjadi dengan anaknya 

"Han Tae Hee!!!! Dia dan aku musuh bebuyutan! Hubungan buruk yang hanya berakhir jika salah satu mati." jerit Min Hyuk panas. 

Ibunya kebinggungan melihat anaknya yang mengamuk dan berteriak seperti orang kesetanan. 



Direktur Kim menemui madam Park di ruang baca memberitahu kalau tak ada masalah kalau madam Park keluar besok. 

"Dokumen yang diserahkan Tae Hee di pengadilan....membuat imej yang baik bagimu." jelas Direktur Kim 

Nenek Park memuji kerja bagus pada Direktur Kim, setelah anak buahnya itu keluar ia menelp Tae Hee. 


Tae Hee keluar dari kamarnya menyembunyikan sesuatu di belakang badannya lalu memanggil Sa Ra yang sedang masak di dapur. 

"Besok aku akan menemui nenek....Mari kita sama-sama bertemu dengannya." ajak Tae Hee dengan senyuman sumringah. 

Sa Ra terdiam, lalu Tae Hee memperlihatakan sesuatu pada Sa Ra sebuah miniartur rumah. Sa Ra terlihat makin binggung. Tae Hee menceritakan itu adalah rumah mereka dengan dua lantai dan ada taman serta meja kecil di depannya. 

"Di lantai kedua,....ada kamar untuk ibumu agar tinggal bersama kita." ungkap Tae Hee. 

"Hidup dengan......ibuku?" ucap Sa Ra tak percaya. 

Tae Hee mengungkapkan kalau lebih baik apabila seluruh keluarga itu tinggal bersama lalu ia berlari menghampiri Sa Ra yang sedang memasak.


Ia menarik kursi meminta Sa Ra untuk duduk, tanganna memijat pundak Sa Ra dan menceritakan dirinya yang akan menjadi suami yang penyayang dan ia bisa melakukan semuanya. Sa Ra mengingatkan kalau itu bukan sesuatu yang bisa Tae Hee putuskan sendiri. 

"Ahjumma, kau ketahuan.Kau tak percaya padaku. Sekarang ini, kau......tidak yakin soal lamaran itu. benar kan?" ucap Tae Hee yang langsung berdiri menatap Sa Ra.

Sa Ra mencoba menyangkal tapi Tae Hee merasa sudah bisa melihat itu semua. Tae Hee meminta Sa Ra untuk memberikannya waktu selama dua hari untuk mengubah perasaannya. Sa Ra binggung kenapa harus dua hari.

"Itu hari ke-200 sejak kita bertemu dan Di hari itu, jawablah kau mau aku jadi suamimu atau tidak. Akan kutunggu di restoran jam 7 malam." perintah Tae Hee 

Sa Ra terlihat berkaca-kaca dan belum bisa percaya, lalu mengatakan ia setuju. Tae Hee sekarang yang terlihat kebingungan seperti orang ketakutan. Sa Ra menegaskan akan menjawab lamaran Tae Hee dua hari dari sekarang. 


Kang Joon duduk dikamarnya sendirian, ia mengingat kata-kata dari keluarganya Sa Ra yang pernah di bodohi oleh seorang pria dalam waktu yang lama dan menahan dendam. 

Ia mengingat saat pertama kali bertemu Sa Ra, mengatakan akan membuat ia dan Chae Yoon untuk bercerai. Saat pertama kali mereka memancing Sa Ra menceritakan nenek yang memiliki Demensia dan ia sendiri yang mengurusnya dan sangat special nenek itu untuknya. 

"Nenek dengan demensia.... lalu Alergi kacang..." ucap Kang Joon sambil mengingat saat Sa Ra makan makanannya lalu pingsan di parkiran. 

Bersambung ke Part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar