Minggu, 09 November 2014

Sinopsis Birth of Beauty Episode 19 Part 2


Sa Ra masuk ke ruangan HBS dengan wajah sedih dan ketakutan, Min Hyuk tiba-tiba sudah berdiri didepannya dengan mata melotot tajam seperti seorang pembunuh berdarah dingin.
“HanTae Hee... sudah kubilang padamu untuk tidak menemuinya. Jangan membodohiku lagi. Bukti ilegalnya Han Tae Hee bukan apa-apa. Tapi dia akan kusingkirkan.” ucap Min Hyuk dengan nada mengancam
Min Hyuk terus melotot, seperti tak akan memberikan ampun lagi padanya. Sa Ra menatapnya dengan wajah menahan tangis dan ketakutan kalau Tae sampai terjadi sesuatu. 


Sementara Tae Hee mondar-mandir di dalam ruangannya dengan wajah kebingungan, Ketua Choi duduk di sofa melihat bosnya. Tae Hee menyimpulkan semua kejadian yang sudah terjadi adalah Kang Joon dan Chae Yoon tahu Sa  Ra itu Geum Ran.
Lalu Pria yang menelpnya saat itu tahu tentang identitas palsu yang dimiliki Sa Ra. Ia berusaha menginga apa yang Sa Ra katakan saat mereka putus.
Tae Hee mengingat saat itu Sa Ra menaruh cincinnya di meja saat mereka makan. “Kita... putus saja. Aku tak mau menikah lagi.” ucap Sa Ra setelah Tae Hee pulang dari rumah sakit dan makan masakan buatan SaRa.
“Ketua Tim Choi. Apa Lee Kang Joon pernah datang sewaktu aku di rumah sakit?” tanya Tae Hee berusaha menyelidiki.
“Tidak. Aku tak pernah melihatnya.” jawab Ketua Choi
“Kalau begitu... siapa chef yang seharusnya saat kita membuat nasi kepal?” tanya Tae Hee terus berusaha mencari tahu kebenaran. Dia meminta ketua Choi untuk menghubunginya segera, Ketua Choi mengerti keluar dari ruangan. 


Sa Ra duduk di depan meja, saat ibu dan Kyung Joo sudah tertidur, wajah sedihnya terlihat memikirkan ancaman Min Hyuk padanya.
“Jangan membodohiku lagi. Bukti ilegalnya Han Tae Hee bukan apa-apa.”
Sebelumnya, Min Hyuk memberikan ancanman juga dengan sengaja ingin menabrak Tae Hee dan Sa Ra menyelamatkannya. Lalu Min Hyuk mengancam bisa menyingkirkan Tae Hee.
Sa Ra tediam dalam kamarnya yang hanya di terangi lampu meja, ia melihat ponselnya lalu menelp reporter Choi saat itu juga. 


Tae Hee keluar dari rumah, ia melihat Sa Ra yang berdiri didepan rumah. Keduanya saling menyapa satu sama lain.
“ Ada apa? Apa Kau menungguku?” tanya  Tae Hee terlihat khawatir.
“Kemarin pertanyaan yang kau tanyakan padaku. Kau bertanya apa aku pernah menyesal bertemu denganmu maupun menyalahkanmu. Aku datang untuk menjawabnya. Apa Kau masih penasaran dengan jawabanku?” tanya Sa Ra
“Aku tahu Kau sungkan menjawabnya, jadi Kupikir kau menyesal bertemu denganku.” jawab Tae Hee menyimpulkan sendiri
“Bertemu denganmu lalu operasi plastik, aku tak pernah menyesalinya. tidak Sekalipun.”  jawab Sa Ra, Tae Hee menatapnya dengan wajah sedih, seperti tak percaya
“Di dalam hidupku, itulah waktu terbahagia bagiku. Kecewa, frustrasi, bahagia, kita merasakannya bersama-sama.” ucap Sa Ra tersenyum.
Gambaran flashback dirinya dengan Tae Hee seperti terulang kembali, saat pertama kali mencoba mengoda Kang Joon dan ia berlatih dansa, lalu ia menangis karena gagal dan Tae Hee yang membangkitkan semangatnya. Lalu Sa Ra mengadaikan semua perhiasan untuk bisa lebih mengoda Kang Joon dan melakukan one night stand dan seterusnya kenangan keduanya terulag kembali. 
Sa Ra memberitahu dirinya itu bahagia bukan karena kecantikannya, tapi ia bahagia karena mereka bisa bersama-sama. Tae Hee menatap Sa Ra sedikit tersenyum, lalu Sa Ra juga ingat dengan ucapan Tae Hee “beberapa kenangan memberi kekuatan untuk hidup.” Ia juga merasakan hal yang sama.
“Meskipun kita tidak bisa bersama, aku akan selalu mengingat semua itu saat dalam kesusahan. Kau yang memberiku semua kenangan itu. Bagaimana mungkin aku bisa menyalahkanmu? Aku bersyukur bisa bertemu denganmu. Aku datang untuk memberitahu ini padamu.” ucap Sa Ra.
Setelah itu ia pamit pergi, dengan wajah tersenyum. Tae Hee memanggilnya, setelah Sa Ra berjalan beberapa langkah, ia mengucapkan terimakasih karena Sa Ra sudah menjawab pertanyaannya. Sa Ra memberikan senyumannya pada Tae Hee. Lalu ia berjalan kembali dengan senyuman, Tae Hee melihat dari belakang masih terlihat wajah khawatir. 


Kang Joon kembali bertemu dengan anak buahnya di sebuah cafe.
“Kita harus mengumpulkan bukti Han Tae Hee menyembunyikan operasi plastiknya Sa Geum Ran dan menggunakan identitas Kim Duk Soon secara ilegal. Cari Kim Duk Soon yang sebenarnya. Akan lebih mudah jika kita berhasil menemukan gadis itu.” perintah Kang Joon
Anak buahnya mengerti dengan perintah Kang Joon, lalu ponsel Kang Joon berbunyi, terlihat senyuman licik Kang Joon saat menerima telp dari mantan istrinya Sa Geum Ran.
“Akan kutunjukkan padaku kalau aku ini berbeda darimu. Meskipun akan berat bagiku. Tapi, bagimu dan Chae Yoon...mulai sekarang, ini akan menjadi neraka kalian.” tegas Sa Ra dengan mata melotot tajam.
Kang Joon binggung apa maksud dari kata-kata yang diucapkan Sa Ra, dengan mata melotot Sa Ra mengatakan kalau nanti Kang Joon juga akan tahu hal itu. Setelah menutup ponselnya, Kang Joon berpikir, Sa Ra terus menatap dengan melotot seperti sudah siap melakukan balas dendam pada mantan suaminya. 


Kyung Joo masuk ke dalam kamar, melihat Sa Ra yang sedang berdiri di dalam kamar. Sa Ra megang tangan Kyung Joo lalu mengucapkan terimakasih.
“Tak peduli bagaimana penampilanku, kau tetap memperlakukanku sama.” ungkap Sa Ra bahagia
“Itulah teman, kau ini. Tapi, kau mau pergi? Kenapa? Terjadi sesuatu?” tanya Kyung Joo bertubi-tubi

Sa Ra hanya menjawab dengan senyuman, ia juga meminta Kyung Jo untuk sementara menjaga ibunya, Kyung Joo binggung kembali bertanya sebenarnya ada apa. Sa Ra kembali memperlihatkan senyumannya lalu pergi.


Tae Hee akhirnya bertemu Chef Oh di ruang make up, membahas tentang nasi kepal Winner Foo yang awalnya itu seharusnya di buat olehnya.
“Tapi, aku penasaran kenapa jadi Sara yang membuatnya.” ucap Tae Hee ingin mencari tahu alasannya.
Chef Oh terlihat sedikit gugup menjawabnya, Tae Hee meminta Chef Oh santai saja.
“Apa Benar memang perintahnya Direktur Han Min Hyuk?” tanya Tae Hee.
“Direktur Han Min Hyuk? Siapa dia?” ucap Chef Oh seperti tak mengetahui siapa Min Hyuk.
Tae Hee kembali bertanya alasan Sa Ra membuatnya, Chef Oh akhirnya memberitahu tentang Sa Ra sendiri yang ingin melakukannya dan juga ingin merahasiakan hal ini. Tae Hee akhirnya mengetahui kebenarn kalau  Min Hyuk tidak menyuruh Sa Ra. 


Tae Hee berjalan keluar dari ruanga make up, ia teringat saat Sa Ra mengkhawatirkan dirinya lalu di depan cafe, Sa Ra yang celingak celinguk seperti orang ketakutan dan bertanya padanya apakah ada orang mencoba menyerang dan mengikuti
Setelah menutup telp di parkiran, Sa Ra menyelamatkan dirinya dari mobil seperti dengan sengaja ingin menabraknya. Tae Hee sudah bergumam kalau Sa Ra itu menjadi sasaran dan ada seseorang yang membuatnya jadi sasaran.
 ***
Kyung Joo kembali masuk ke dalam kamar dengan wajah binggung sebenarnya ada apa dengan Geum Ran. Ia membuka lemari pakaian, laci tapi tidak menemukan sesuatu.
“Aihh, pasti ada sesuatu.” ucap Kyung Joo dengan gemas
Ia duduk di depan meja melihat buku yang tertumpuk, matanya melihat ke arah tempat sampah lalu mencoba mencari sesuatu pentunjuk apa sebenarnya yang disembunyikan Sa Ra darinya. Kyung Joo melihat lembaran kertas yang dibuat ke tempat sampah.
Halo semua, aku Sara. Aku memanggil kalian semua kemari karena ada yang ingin kuberitahukan....... [Reporter Choi, Hotel Prime jam 11 pagi]”
Kyung Joo membaca tulisn yang dibuat Sa Ra dengan penuh coretan. 


Tae Hee pergi ke tempat ruangan CCTV, petugas menanyakan apakah mobil yang terlihat dilayar adalah mobil yang ia maksud. Tae Hee kembali melihat rekaman dirinya yang diselamatkan oleh Sa Ra saat sebuah mobil berusaha menabraknya.
“Bisa kulihat plat mobilnya?” tanya Tae Hee meminta petugas untuk lebih mendekatkan lagi kamera CCTV.
“Ya bisa CEO, Tapi Siapa yang nyetir begitu berbahaya?” komentar petugas sambil memainkan mousenya. Tae Hee terlihat sangat khawatir sebenarnya siapa yang berusaha menyelekainya dan membuat Sa Ra menjadi sasarannya.
***
Kyung Joo masuk ke dalam kantor HBS dengan wajah panik, di depan receptionis ia bertanya “Dimana kantornya CEO Han Tae Hee?”
Saat masuk ke dalam ruangan Tae Hee, wajahnya binggung karena ruangannya kosong. Ketua Choi masuk ke dalam ruangan, Kyung Joo langsung bertanya apakah Tae Hee ada di kantor.
“Aku harus bertemu dengannya. Cepatlah!” ucap Kyung Joo terlihat panik.
“Sebenarnya Ada apa?” tanya Ketua Choi binggung
“Ini soal Sara. Penting! Cepatlah!” teriak Kyung Joo semakin panik. 


Di ruang CCTV petugas menemukan plat nomor dengan jelas 1385, Tae Hee kembali bertanya siapa pemilik mobil itu dan meminta petugas bisa mencari tahu. Dengan menekan nomor itu, pertugas mencari tahu dari komputernya, Ia terlihat kaget melihat nama yang keluar sebagai pemilik mobil.
“Pemiliknya adalah Direktur Perencanaan Strategis, Han Min Hyuk.” ucap si petugas sedikit terbata-bata karena kaget.
Tae Hee mengingat saat ia mendengar pembicaraan Kang Joon dengan Sa Ra sebelum masuk ke dalam ruangan Min Hyuk.
“Nanti Kau pikir lebih baik jika aku yang mengejarmu. Jika Han Min Hyuk yang mengejarmu, kau takkan bisa kabur meskipun kau mau.”
Lalu Tae Hee mengingat sebelum Sa Ra masuk ke dalam rapat direksi, mereka bertemu di cafe. Saat mereka bertemu di lift dan juga saat Sa Ra menyelamatkanya.
“Aku akan bekerja secara resmi dengan Direktur Han Min Hyuk. Kau pernah terluka sebelumnya. Itu bisa terjadi lagiTiba-tiba aku terpikir seperti itu.
Kalimat Sa Ra teringat semua oleh Tae Hee saat mereka bertemu. Tae Hee sekarang bisa menyimpulkan sendiri kalau Sa Ra itu bukan ada di pihak Min Hyuk tapi dia diancam oleh Min Hyuk.
Tae Hee mengucapkan terimakasih lalu akan keluar ruangan, Kyung Joo dan Ketua Choi datang dengan wajah panik, Tae Hee melihat keduanya pun sedikit binggung.
***
Kyung Joo bertemu dengan Tae Hee di lorong, wajahnya terlihat sedikit tenang. Ia memberitahu kalau Geum Ran diancam, Tae Hee menduga kalau yang mengancam adalah Min Hyuk.
“ Ini dimulai dari Lee Kang Joon. Saat kau terluka, Lee Kang Joon datang ke rumah sakit dan mengancam. Direktur Han Min Hyuk menekan Geum Ran sebelum rapat direksi. Geum Ran mati ketakutan, kau akan terluka karenanya.” cerita Kyung Joo
Kyung Joo memberitahu kalau Sa Ra akan melakukan konferensi pers tapi ia takut Sa Ra akan menyerah dengan hidupnya setelah membongkar semuanya, Tae Hee kaget menanyakan apa yang akan dikatakan Sa Ra pada konferensi pers itu. Kyung Joo memberikan kertas yang ia temukan di tempat sampah.
“Ini bukan menyerah hidup. Sara mencoba melindungiku.” ucap Tae Hee setelah melihat lembaran kertas yang dibawa Kyung Joo. Ia berlari menuju pakiran, melajukan mobilnya meninggalkan gedung Winner Grup. 


Chae Yoon kaget mengetahui Sa Ra akan mengadakan konferensi pers, Produser Kim membenarkan kalau Sa Ra akan membuat konferensi jam 10 nanti lalu pamit pergi. Wajah Chae Yoon panik lalu menelp seseorang.
“Kau sudah dengar tentang konfrensi presnya Sa Geum Ran?” ucap Chae Yoon
Kang Joon yang mendengar Sa Ra akan membuat konferensi pers langsung duduk karena terkejut. Min Hyuk juga yang ada didalam kantor juga kaget bertanya apa yang akan dikatakan Sa Ra, Sek Jung juga belum tahu hal itu. Mata Min Hyuk melotot tajam mengetahui Hotel Prime tempat Sa Ra melakukan Konferensi Pers. 


Chae Yoon dan Kang Joon bertemu di sebuah Cafe, wajah Chae Yoon panik menduga-duga apa yang akan dikatakan Sa Ra pada konferensi pers nanti.
“Apa belakangan ini terjadi sesuatu padanya? Beritahu semua yang kau tahu. Jangan-jangan... dia mau membicarakan masa lalunya?” ucap Chae Yoon panik.
“Tetaplah tenang. Aku sedang berpikir.” teriak Kang Joon yang mencoba tidak panik.
Chae Yoon merasa tak tahan lagi dan meminta Kang Joon menelp Sa Ra untuk menelp Sa Ra supaya menghentikanya. 

Tae Hee menelp Sa Ra saat ada dimobil, Sa Ra yang sudah ada ruang tunggu mengangkat telp dari Tae Hee.
“Ahjumma. Jangan lakukan konfrensi pres. Hentikan. Tunggu sampai aku disana.” ucap Sa Ra
“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Sa Ra dengan mengumbar senyumnya.
“Aku sudah tahu semuanya. Aku tahu Han Min Hyuk memanipulasimu. Tetaplah disana. Lakukan seperti kataku.” perintah Tae Hee
“Tidak. Aku sudah berpikir, aku tak pernah melakukan apapun untukmu. Karena itu aku merasa tidak enak. Ini... hadiah terakhirku untukmu dokter.” ucap Sa Ra menolak perintah Tae Hee.
Tae Hee hanya bisa menghela nafas, Seorang pria berjas datang memberitahu Sa Ra kalau ini sudah waktunya. Sa Ra mengucapkan salam karena ini sudah saatnya ia pergi. Tae Hee berteriak memanggil Sa Ra tapi Sa Ra tetap menutup telpnya.
***
Sa Ra berjalan keluar dari ruangan, kenangan indah bersama Tae Hee terulang lagi di ingatannya, saat Tae Hee mengajaknya berdansa lalu setelah mereka berciuman dan pulang dengan bergandengan tangan, lalu Sa Ra mengakui perasannya dengan ciuman di kening Tae Hee.
Saat kakinya tak bisa bergerak, Tae Hee mengendongnya membantunya memasak dan terakhir saat mereka berdua berlatih berjalan di altar pernikahan.
“Bertemu denganmu... dan bisa jatuh cinta lagi, aku bahagia. Sekarang kau bisa membebaskan dirimu dariku.” gumam Sa Ra dalam hati. 



Di dalam sebuah ruangan, sudah bertuliskan spanduk. [Konfrensi pres resmi Sara] beberapa wartawan mengambil gambar dengan kamera dan juga mereka sudah siap mengetik dalam laptopnya. Sa Ra sudah duduk di depan siap memberikan penyataannya.
“Aku Sara. Aku memanggil kalian kemari karena ada yang ingin kuberitahukan. Tadinya aku adalah seorang wanita dengan berat badan melebihi 100kg. Dan seorang istri biasa selama 8 tahun. Untuk menjadi cantik dan keinginan untuk hidup sebagai orang lain, aku melakukan operasi plastik.Panggilan Sara dan nama Kim Duk Soon semuanya palsu”
Wartawan yang mendengar pengakuan Sa Ra saling berpandangan dengan wartawan lainnya dengan wajah kaget. Tae Hee sudah sampai di hotel Prime tapi sepertinya ia tak tahu ruangan mana yang digunakan Sa Ra.
“ Jika aku punya kecantikan, kukira aku akan sukses dan bahagia. Tapi sekarang aku tahu itu bukanlah segalanya. Yang kubutuhkan bukan penampilan yang cantik. Sekarang aku tahu, yang kubutuhkan adalah mencari jati diriku sendiri.”
“Aku mau mengungkapkan semuanya, dan mencari jati diriku. Semua ini terjadi karena keegoisanku. Aku sendiri yang melakukan semua ini. Aku bersalah. Mohon maafkan aku.”
Wartawan langsung bertanya, siapa nama Sa Ra sebenanya dan alasan Sa Ra mengungkapkan semua ini. Wartawan lain juga bertanya berapa umurnya, dan kenapa Sa Ra baru mengungkapkannya sekarang.
“Apa sebenarnya alasan kau mengungkapkannya sekarang? Apa benar kau melakukan semua ini sendirian? Beritahu kami bagaimana perasaanmu.” tanya wartawan bertubi-tubi

Min Hyuk dan Sek Jung datang, mata Min Hyuk melotot tajam melihat Sa Ra yang berani membuat konferensi pers tanpa sepengetahuan dirinya. Sa Ra berani melotot pada Min Hyuk lalu berdiri di depan para wartawan lalu membungkukan badannya.
“Hanya sampai sini... yang bisa kukatakan.” ucap Sa Ra lalu berjalan pergi meninggalkan ruang konferensi.
Semua wartawan mengejarnya ingin meminta penyataan lebih, Sa Ra tetap saja berjalan meninggalkan ruangan. Min Hyuk memberikan perintah pada Sek Jung untuk bisa mendapatkannya. Tae Hee berlari, ia masuk ke dalam ruangan konferensi pers melihat sudah tak ada Sa Ra disana.
Sa Ra sudah ada di depan pintu hotel Prime dengan penjagaan dan wartawan tetap memberikan pertanyaan alasan Sa Ra mengungkapkan semuanya.
“Apa kau mencoba menjadi selebriti? Bagaimana dengan karir modelmu? Katakan sesuatu, Sara!” ucap wartawan pada Sa Ra.
Sa Ra berjalan cepat masuk mobil lalu melajukan mobilnya dengan cepat. Tae Hee baru keluar melihat mobil Sa Ra yang meninggalkan hotel, wajahnya terlihat sedih dan kebingungan, ia mencoba untuk menelp Sa Ra tapi ponselnya mati. 



Min Hyuk masuk ke dalam ruangannya dengan wajah geram dan senyuamn liciknya.
“Dia mempertaruhkan hidupnya untuk memulai hidup yang baru. Jadi Dia membongkar semuanya untuk melindungi Han Tae Hee” ungkap Min Hyuk geram
“Utus seseorang ke rumahnya Sara. Keluarganya pasti tahu dimana dia berada. Cari dia. Segera!” perintah Min Hyuk dengan wajah penuh dendam
***
Kang Joon menonton dari hotel konferensi Sa Ra dengan judul “Pengakuan Sara yang mengagetkan.” ia mengumpat Geum Ran itu sudah gila.
Chae Yoon juga menonton konferensi pers yang dibuat Sa Ra, dengan mata melotot ia tak tak percaya Geum Ran bisa mengakui semuanya di depan media. 


Min Young dan Jin Young juga menonton pengakuan Sa Ra dengan judul “Sara hasil kecantikan operasi plastik?!”di TV sambil memakan pizza.
“Tadinya aku adalah seorang wanita dengan berat badan melebihi 100kg. Dan seorang istri biasa selama 8 tahun.” ucap Sa Ra.
Jin Young kaget mengetahui Sa Ra dulu itu beratnya 100 kg dan seorang istri biasa. Ia menaruh minumnya dan merasakan sangat merinding mendengarnya. Min Young juga merasakan hal yang sama.
Keduanya menduga kalau Sa Ra itu adalah Geum Ran, Min Young melempar pizzanya karena Sa Ra adalah kakak ipar yang dia panggil si babi. Ibunya baru datang, Min Young berteriak kalau ada sesuatu yang gila, Jin Young menambahkan kalau ini membuat merinding sampai ke tulang belakang.
“Apa ini tentang Kang Joon?”dugaan ibunya.
“Bukan Kang Joon. Ini Sara.” jawab Jin Young, ibunya bertanya ada apa dengan Sa Ra.
“Kurasa... Sara adalah Geum Ran” ucap Jin Young. Min Young tak bisa menutupi rasa paniknya, ibunya hanya bisa melonggo. 


Di depan rumah Sa Ra banyak wartawan yang mengerubungi dan membahas tentang Sa Ra yang dulunya adalah wanita dengan berat 100 kg. Tae Hee yang baru saja tiba memikirkan tentang Sa Ra apabila pulang kerumah. Ia buru-buru mengeluarkan ponselnya.
“Dimana Sara?” tanya Tae Hee menelp ibu Geum Ran
“Dia tak bisa pulang karena para wartawan kemping di luar.” ucap ibu Geum Ran menerima telp dengan mengloud speaker.
Tae Hee bertanya apakah Sa Ra menitipkan pesan, Kyung Joo merasa Sa Ra itu sedang menjadi sasaran dan mungkin untuk sementara Sa Ra tak akan pulang kerumah.
“Internet menyebutnya sebagai penipu. Semuanya berisikan cacian.” cerita Kyung Joo
“Jika kau bertemu Geum Ran, bilang padanya jangan pulang ke rumah. Para wartawan hanya akan menyiksanya.” pesan Ibu Geum Ran
“Menurutku, lebih baik... jika Geum Ran tidak muncul hingga semuanya terbongkar.” ucap Kyung Joo
***
Tae Hee duduk didalam mobil, dengan pemandangan wartawan di depan rumah Sa Ra dan memikirkan dimana keberadaan Sa Ra.
“Aku mengenalmu dengan baik. Kemana lagi kau bisa pergi? Ke tempat yang dia sukai.” ucap Tae Hee berbicara sendiri.
Ia mengingat semua yang pernah mereka lalu bersama, ia ingat saat mereka bertengkar lalu memeluk Sa Ra di dalam restoranya. Tae Hee berlari ke restoran tak ada Sa Ra disana karena restoran tutup.
Tae Hee mengingat kembali, saat mereka bertengkar saling menyalahkan satu sama lain. Ia berlari ke taman bermain dan berteriak memanggil Sa Ra, tetap saja tak menemukannya. 


Diruang make up
“ Sara pernah menjadi seorang istri. Apa alasannya hingga dia operasi plastik?” tanya si wanita yang melihat berita dari internet, temannya mengelengkan kepalanya.
“tapi Siapa suaminya?” ucap teman yang satunya bertanya-tanya.
“Siapa nama Sara yang sebenarnya?” balas teman satunya, temannya itu pun tak tahu.
Chae Yoon baru masuk mendengar pembincangan keduanya, matanya seperti menahan tangis dan tak percaya. Keduanya berpikir kalau Sa Ra  itu punya alasan yang luar biasa denganhal itu. Chae Yoon makin terlihat gugup dengan pembicaran keduanya. 


“Sara adalah Geum Ran?” tanya Ibu Kang Joon berteriak
 Ia menemui anaknya yang tinggal di hotel, Kang Joon seperti tak bisa berbohong lagi pada ibunya. Ibu Kang Joon tak percaya kalau Geum Ran itu masih hidup.
“Dia masih hidup dan mau balas dendam.” jelas Kang Joon, terlihat tanpa rasa bersalah.
“Jadi... karena itu kenapa dia sering mengunjungi kita dan baik padaku Dan memisahkan kalian berdua? Ya ampun, sungguh menakutkan. Sara pasti begitu benci melihat kita. Begitu Geum Ran mati, kita tertawa dengan Chae Yoon. ini Sungguh mengerikan.” ucap Ibu Kang Joon panik memegang kepalanya.
Ia binggung apa yang harus mereka lakukan sekarang, karena apabila ayahnya tahu maka ia bisa pingsan. Kang Joon terlihat tunduk sedih karena ia tahu yang terjadi selanjutnya pasti akan lebih serius, ibunya panik memikirkan apa yang lebih parah lagi dari ini.
“Jika orang tahu aku ini suaminya, semuanya bisa lebih parah. Jika terbongkar kalau aku mencoba membunuh Sa Geum Ran, lupakan soal pemulihan kerja dan aku bisa masuk penjara.” ucap Kang Joo khawatir.
Ibunya hanya bisa menutup mulutnya yang melonggo, Kang Joon tertunduk dengan wajah penuh kekhawatiran. 


Chae Yoon membawa berita dan tulisan wartawan yang ingin tahu siapa sebenarnya suami dari Sa Ra yang sebelumnya.
“Apa yang menyebabkan seorang istri meneteskan air mata?”  ucap Chae Yoon membaca berita yang ditulis wartawan
Dengan mata melotot dan wajah panik, Ia menelp Kang Joon memberitahu mereka bisa berakhir jika tatap diam seperti sekarang dan mengajaknya untuk bertemu.
Ibu Kang Joon bertanya siapa yang menelp anaknya, Kang Joon memberitahu itu adalah Chae Yoon.
“Kenapa dia menelpon?” tanya ibu Kang Joon binggung
“Di hari Sa Geum Ran mati... Chae Yoon juga melihat semuanya” jelas Kang Joon dengan wajah tak karuan.
Ibunya melonggo lalu memegang kepalanya yang semakin terasa sakit. 


Kang Joon menemui Chae Yoon di rumah Ji Hoon. Chae Yoon bertanya apakah Kang Joon sudah bisa menghubungi Geum Ran, Kang Joon mengelengkan kepalanya lalu bertanya balik. Chae Yoon penasaran dimana sebenarnya keberadan Sa Ra.
“Dia berencana bersembunyi setelah membongkar semuanya.” ucap Kang Joon
“ Kenapa dia melakukan konfrensi pres? Dia tidak sebegitu percaya diri untuk acara talk show. Apa yang terjadi?” ucap Chae Yoon panik
“Aku mengumpulkan bukti ilegal Han Tae Hee atas perintahnya Direktur Han Min Hyuk.” cerita Kang Joon
Chae Yoon menyimpulkan Sa Ra membuat konferensi pers itu untuk menyelamatkan Tae Hee. Dia pikir Tae Hee dan Sa Ra itu hubungan keduanya sudah berakhir.
“Kenapa dia tidak membongkar semuanya? Kenapa dia tidak menyebut nama kita?” ucap Chae Yoon bertanya-tanya
“ Dia bilang ini akan menjadi neraka bagi kita.” cerita Kang Joon saat Sa Ra menelpnya.
Ponsel Chae Yoon berbunyi, ia melihat itu Sa Ra yang menelpnya. Kang Joon menyuruh Chae Yoon mengangkatnya.
“Sekarang kau tak perlu melakukan wawancara.” tegas Sa Ra yang berada didalam mobil.
“Apa tujuanmu?” tanya Chae Yoon dengan wajah panik
“Kau berharap aku kehilangan semuanya. Baiklah. Pada akhirnya, aku memang kehilangan semuanya. Tapi sebagai gantinya, aku punya kesempatan untuk menghukum kalian berdua. Ceritaku mulai sekarang pelan-pelan aku akan membongkarnya.” tegas  Sa Ra
Chae Yoon melotot kaget dan panik, Kang Joon menatap Chae Yoon ingin tahu apa yang dikatakan Sa Ra padanya. 


Ibu Kang Joon menemui mantan besannya, wajahnya tertunduk malu. Dia meminta maaf untuk anaknya sekali ini saja.
“Jika Geum Ran mengatakan yang sebenarnya,Kang Joon-ku pasti mati. Kumohon... jangan biarkan dia...membeberkannya.” ucap Ibu Kang Joon memohon
“Kau bahkan tak sanggup bilang dia mencoba membunuh Geum Ran. Jadi kau tahu si brengsek Lee Kang Joon itu bersalah.” umpat Ibu Geum Ran
Ibu Kang Joon mengakui ia bersalah dan memohon supaya bisa memberitahu Sa Ra tidak menceritakan semuanya dan meminta permohonan maafnya. Ibu Geum Ran mengingat saat ia datang, besannya itu menyiramnya dan mengusirnya saat resepsi.
“Tapi Lee Kang Joon... si brengsek itu malah memasukkanku ke rumah sakit jiwa. Dia melakukan semua hal mengerikan dan sekarang kau mau aku memaafkannya?” teriak Ibu Geum Ran murka.
“Ya, Besan. Mengenai itu tak ada yang bisa kukatakan.” ungkap Ibu Kang Joon.
Ia menanyakan keberadaan Sa Ra dan memohon juga padanya, ia akan melakukan semuanya dengan taruhan nyawanya. Ibu Geum Ran marah besar, menyuruh Ibu Kang Joon tak perlu memanggilnya besan lagi.
“Aku tak bisa menghubungi Geum Ran, tapi meskipun bisa, aku takkan memintanya memaafkanmu. Kau harus membayar atas kejahatanmu.” tegas ibu Geum Ran, ibu Kang Joon hanya bisa menangis. 


Sa Ra duduk terdiam di dalam mobil, ia melihat ponselnya ada pesan dari Tae Hee.
“Ahjumma, banyak wartawan di rumahmu. Jangan pulang ke rumah. Beritahu aku kau ada dimana. Aku akan menjemputmu. Ahjumma, kau baik-baik saja?”
“Jangan khawatir, Dokter. Sekarang aku sudah menemukan jati diriku. Perasaanku terasa damai. Sudah lama sekali aku tak merasakannya.” jawab Sa Ra dengan gumam, tanpa membalas pesan Tae Hee.
***
Tae Hee pulang kerumah dengan wajah kelelahan, ia berteriak bertanya sebenanya kemana perginya Sa Ra, ia yakin ada suatu tempat yang memberinya petunjuk. Tae Hee kembali mengingat semua kenangan bersama Sa Ra.
“Bertemu denganmu... adalah waktu terbahagia dalam hidupku. Aku akan mengingat semua kenangan itu disaat aku kesusahan.” ucap Sa Ra saat bertemu di depan rumah.
Tae Hee mengingat kenangan yang paling bahagia untuk Sa Ra, ia ingat saat memasangkan cincin lamaran di restoran. Lalu membeli topi santa clause dan melakukan selfie bersama. Pergi ke pasar, berdansa, berpelukan setelah mengakui kalau dirinya adalah Tae Hee pada Winner Grup.
Ia mengingat saat ulang tahun Sa Ra, ia datang ke jembatan dan memberikan hadiah ciuman untuk Sa Ra dan saat itu Sa Ra menangis bahagia. Tae Hee teringat semua lalu pergi keluar rumah. 


Diatas jembatan, Tae Hee berjalan dan terus memanggil Sa Ra, ia berlari dan terus memanggil Sa Ra, saat matanya melirik ke arah kiri, ia berjalan perlahan melihat sosok wanita yang duduk dibangku sendirian.
“Ahjumma!!!!” teriak Tae Hee memanggil Sa Ra.
Sa Ra kaget, menengok melihat Tae Hee yang sudah berdiri diatas jembatan, ia langsung berdiri menatap Tae Hee, begitupun juga Tae Hee. Sa Ra memberikan senyumannya karena Tae Hee datang menemuinya.
“Orang yang ditakdirkan bertemu, pasti akan bertemu. Kami saling meninggalkan seolah takkan pernah kembali. Tapi pada akhirnya, kami bertemu lagi.” gumam Tae Hee
Bersambung ke episode 20 
Komentar 
Rasanya gereget ngeliat ini drama, punya alur yang lama. Hihihihi.... udah cepat deh kebongkar semuanya. Sa Ra tuh keliatan banget polosnya karena selama 8 tahun yang cuma tahu masak sama beres-beres. Untungnya ketemu Tae Hee yang mau saling berkorban. 
Seneng juga sih liat senyuman Sa Ra, masih ada dua lagi. Semangat untuk melanjutkan sinopsisnya. ^_^ 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. makasih kak udah nulis sinopis nya dan udah nyelesaiin semuanya, aku bisa baca episode 19 part 2 ini lewat komputer ku soalnya di hp gak bisa di bukak :)

    BalasHapus