Selasa, 04 November 2014

Sinopsis Birth of Beauty Episode 5 Part 1


Ibu Geum Ran melihat foto anaknya yang pernah menang lomba, figura itu sekarang sudah diganti dengan yang baru. Sambil mengelus foto anaknya, ia menanyakan apakah air laut itu dingin. Rasa kesedihan yang amat mendalam kehilangan anaknya yang paling berharga. 

Ponselnya berbunyi, ada pesan masuk yang memberitahu kalau Chae Yoon pembaca berita dan CEO HBS, Lee Kang Joon menikah mendadak. Ibu Geum Ran tak percaya, kenapa mantan menantunya itu harus menikah hari ini. 


Mobil Limousin membawa pengantin masuk ke tempat pernikahan, keluarga Lee menyambut di depan pintu dan melihat Chae Yoon yang cantik seperti putri. Dari kejauhan datang Tae Hee dan Sa Ra. Wajah Tae Hee tak percaya melihat Chae Yoon, wanita yang ia sayangi itu menikah. 

Mata Sa Ra mendelik melihat mantan suaminya itu menikah. Ada rasa sakit hati yang amat mendalam, ternyata suaminya yang selama ini berencana membunuh dirinya dan mengambil semua harta yang ia miliki.  


Ibu Geum Ran datang ke tempat kerja Kyung Joo, dengan terburu-buru. Kyung Joo berpikir, ibu Geum Ran membahas tentang berita bunuh diri Geum Ran. Ibu Geum Ran memperlihatkan ponselnya, memberitahu tentang pernikahan Kang Joon dengan Chae Yoon. 

"Ini bukan tanggal pernikahannya. Seharusnya minggu depan." komentar Kyung Joo kaget 

"Apa kau tahu? Ini baru tiga bulan sejak Geum Ran Meninggal. Nisannya bahkan masih segar tapi dia sudah menikah lagi? Apa dia lupa bahwa istrinya meninggal? " umpat ibu Geum Ran 

Kyung Joo mengakui kalau sebenarnya, Kang Joon itu sudah memiliki wanita lain sebelum Geum Ran meninggal. Dia tak ingin memberitahu yang sebenarnya karena ia tak ingin Ibu Geum Ran terluka. 

"Apa Geum Ran tahu?" Tanya Ibu Geum Ran. Kyung Joo menjawab dengan anggukan. 

Dada ibu Geum Ran merasa sesak, ia tak tahu apa perasaan anaknya itu mengetahui perselingkuhan suaminya sendiri. Matanya berkaca-kaca, ia tak menyangka nasib anaknya itu sangat malang, Kyung Joo mencoba menenangkan dengan mengelus-ngelus lengan ibu Geum Ran. 


Acara pesta sudah selesai, ibu Kang Joon dan Chae Yoon sudah ada di ruang pengantin wanita. 

"Kau pasti sangat kesepian setelah orang tuamu meninggal terlalu cepat. Tapi sekarang kau sudah menikah jadi kau punya orang tua." ucap ibu Kang Joon bangga. 

Chae Yoon juga senang karena sekarang ia memiliki orang tua baru setelah menikah. Ibu Kang Joon akan memanggil asisten untuk membantu Chae Yoon berganti baju untuk  bulan madu. Chae Yoon tersenyum, keduanya berpelukan setelah itu ibu Kang Joon pergi meninggalkan ruangan. 


Seseorang masuk, Chae Yoon pikir itu seorang asisten yang datang ternyata Tae Hee masuk. Ia langsung nyerocos kalau adik angkatnya itu tak boleh menikah dengan Kang Joon karena suaminya itu orang jahat yang bisa jadi akan membunuhnya. Dia ingin Chae Yoon membatalkan pernikahannya. 

"Aku tahu bagaimana perasaanmu, oppa.Ketika ayah meninggal, kau membiayai Ji Hoon oppa dan kuliahku. Kau menjual apartemenmu dan mengirimuku untuk belajar di luar negeri. Kau sangat setia." puji Chae Yoon

"Kau ingin menghina Kang Joon. Karena kau menyukaiku." 

Tae Hee tak ingin membahas tentang perasaan itu sekarang, ia memegang lengan Chae Yoon supaya cepat sadar sifat Kang Joon sebenarnya. Chae Yoon menatap Tae Hee, ia menegaskan dirinya itu mencintai Kang Joon. 


"Lepaskan dia... Dia sekarang adalah istriku" perintah Kang Joon yang datang masuki ruangan. 

Tae Hee melihat Kang Joon datang, ia melepaskan tangannya dari lengan Chae Yoon. Kang Joon langsung berdiri berhadapan dengan Tae Hee. Ia tahu dari awal mereka pertama kali bertemu ada rasa cemburu yang terlihat dari mata Tae Hee. 

Chae Yoon terlihat gugup mendengar suaminya berbicara. Kang Joon menanyakan dugaan kalau Tae Hee itu sebenarnya menyukai Chae Yoon. Tae Hee tak menjawab ia ingin mengajak Chae Yoon pergi tapi Kang Joon ingin memberitahu satu hal lagi. 

"Kami tidak peduli apa yang kau lakukan. Karena kau bukan siapa-siapa. Kau hanya berbicara omong-kosong tentangku. Karena kau tidak memiliki daya tarik lainnya." ejek Kang Joon 


Tae Hee tak bisa menahan amarahanya, ia memegang kerah jas Kang Joon dan mengumpat Pria itu bajingan. Ji Hoon akhirnya ikut turun tangan menarik  kakak angkatnya. 

"Jangan merusak hari bahagia ini." ucap Kang Joon, Tae Hee marah mendengar ucapan Kang Joon . 

"Tae-hee oppa.... Hari ini adalah hari pernikahanku" teriak Chae Yoon 

Ji Hoon yang menahan Tae Hee, meminta untuk menahan emosi walaupun ia tak tahu apa  sebenarnya yang terjadi. Ia memohon supaya kakaknya itu tak membuat sesuatu dalam hari bahagia adiknya. Kang Joon memeluk Chae Yoon dengan senyuman sinisnya. 

Tae Hee melihat Kang Joon seperti ingin memberitahu kalau ia adalah pemenang yang bisa mendapatkan Chae Yoon. 


Tae Hee pergi ke tangga darurat, ia berdiri sambil menangkan dirinya. Ia mengingat saat pertama kali bertemu dengan Chae Yoon yang menyelamatkannya. Lalu foto mereka berdua semenjak kecil sampai ia mengikuti wamil. 

Saat acara charity HBS, matanya menatap sedih karena Chae Yoon yang berjalan bersama Kang Joon. Lalu ia datang ke rumah Ji Hoon melihat senyuman manis Chae Yoon yang ada di dapur dan terakhir ia melihat Chae Yoon yang mengunakan gaun pengantin. 

Ucapan Chae Yoon teringat di pikirannya kalau ia sangat mencintai Kang Joon bukan dirinya. Tae Hee tak percaya perasaan dirinya itu di tolak oleh Chae Yoon. 


Sementara Sa Ra duduk di dalam ruang pernikahan yang sudah kosong, ia menatap cermin didepannya. Ingatan Kang Joon yang sengaja membuat dirinya harus masuk ke dalam lautan teringat kembali. Lalu suamianya itu membiarkan ibunya menangis didepan rumah. 

Bahkan sampai mengusir ibunya karena sudah membeli rumah itu, Ia juga tak bisa menahan rasa sedihnya karena Kang Joon yang selama ini ia cintai ternyata berbuat jahat padanya. Teringat senyuman manis Kang Joon sebagai pengantin yang membuatnya sakit hati. 

Tiba-tiba ia terdengar suara wanita yang berteriak menyuruh seseorang keluar, ia mendengar suara ibunya datang. Buru-buru, ia keluar dari ruangan pernikahan. 


Ibu Geum Ran dan Kyung Joon yang ingin mencari-cari Kang Joon tak sengaja bertemu dengan istri dan dua anak perempuan keluarga Lee. Ibu Kang Joon langsung mengumpat kalau dengan siraman air dari dirinya itu tak cukup untuk memberikan peringatan. 

"Kali ini aku akan menggunakan tinjuku. Aku akan menunjukkan amarahku." ancam Ibu Kang Joon sambil menarik baju hanbooknya. 

Tapi ibu Geum Ran merasa dirinya yang harusnya meluapkan amarahnya, ia langsung menjatuhkan karangan bunga di depan mantan besannya. Ibu Kang Joon ketakutan, ia panik karena harga bajunya itu sangat mahal. Jin Young memanggil petugas supaya membawa ibu Geum Ran dan Kyung Joo pergi. 


Ibu Geum Ran dan Kyung Joo ditarik secara kasar oleh penjaga gedung, Sa Ra yang melihat ibunya yang ditarik secara kasar, akhirnya masuk ke dalam ruangan dan langsung menghajar dua pria itu. Ia mengunakan jurus yudho untuk mematahkan lehernya dan membantingnya. 

Kyung Joon dan ibu Geum Ran kaget melihat wanita secantik dan sekurus Sa Ra bisa melawan dua pria sekaligus. Saat ia mencekik salah satu pria, ia menyuruh keduanya untuk cepat pergi. 

Sementara Tae Hee masih ada di tangga darurat, kata-kata Kang Joon teringat yang mengejeknya kalau dirinya itu menyukai Chae Yoon tapi dengan sengaja memanasi hatinya dengan memeluk Chae Yoon di depannya. 

Tae Hee pergi mencari-cari Sa Ra, saat masuk ruangan ia tak sengaja bertemu dengan ibu Geum Ran dan Kyung Joo yang terbirit-birit berlari keluar. Tae Hee menarik Sa Ra untuk keluar, mereka melihat ibu Geum Ra dan Kyung Joon berhasil keluar dari gedung. 

Sa Ra hanya bisa memanggil ibunya dengan tatapan sedih, Tae Hee seperti mengerti dengan perasaan Sa Ra terhadap ibunya. 


Ibu Geum Ran dan Kyung Joo akhirnya kembali kerumah yang ada diatas gedung. Mereka berdua kelelahan karena harus berlari sekuat tenaga. Kyung Joon merasa mereka sebenarnya akan mendapatakan masalah besar dari kejadian yang tadi. 

"Kalau bukan karena wanita muda itu, kita akan berada dalam masalah besar. Bagaimana bisa dia sekuat itu? Mengapa dia membantu kita?" ucap ibu Geum Ran binggung

Kyung Joo juga tak mengerti karena ia melihat wanita itu langsung masuk dan mencekik leher pria yang menarik mereka. Tapi ia merasa pernah melihat wanita tadi, Ibu Geum Ran menanyakan dimana pernah bertemu. 

"Aku tidak terlalu yakin...Kupikir aku pernah melihatnya. Ah mungkin saja aku salah" ucapnya. 


Sa Ra dan Tae Hee bertemu di tempat mereka sering membakar kayu dalam tong. Tae Hee menceritakan Chae Yoon sekarang sudah menikah dan Kang Joon itu meremehkan dirinya jadi ia minta Sa Ra untuk tidak memprovokasinya lagi. 

Dia meminta Sa Ra untuk membicarakan nanti saja. Sa Ra menatap Tae Hee, ia menegaskan kembali kalau suaminya itu telah membunuhnya. Tae Hee mengerti, ia membiarkan Sa Ra untuk membicarakan apa yang ia ingin katakan. Tiba-tiba Sa Ra membungkukkan badannya membuat Tae Hee binggung.  



"Maaf, Dokter.... Karena Gyo Chae Yoon menikah, rencana kita gagal."

Dia sadar dirinya itu bisa cantik karena Tae Hee tapi ternyata ia tak bisa hidup seperti yang diinginkan olehnya. Lalu ia menyerahkan sebuah amplop. Tae Hee melihatnya, sebuah reservasi penerbangan ke kuba. 

"Mereka mengatakan Kuba adalah surga untuk anak muda, laki-laki berdarah panas. Kau tidak boleh terluka. Jadi pergilah" 

Tae Hee heran dengan Sa Ra yang membuat seperti ini dengan cara tiba-tiba. Sa Ra mengatakan dirinya itu tak punya uang jadi hanya membuat reservasi saja. Jadi nanti tinggal Tae Hee yang membayarnya lalu pergi. Tae Hee hanya bisa menghela nafas dengan rencana Sa Ra yang aneh. 


Sa Ra membuka tirai di kamarnya, memperlihatkan tempelan keluarga Kang Joon yang sudah ia susun rapi. Ia memperkenalkan mulai dari ibu dan ayah mertuanya, lalu Min Young si gelandangan. Jin Young dan Kang Joon si pembunuh. 

"Ibu mertua yang menipu suaminya dengan seorang pria dan memiliki dana tersembunyi. Bedah kosmetik ilegal. Dia menjadi tuan rumah bar, bahkan memberikan pacarnya korek $ 1000 sebelumnya." 

Tae Hee kaget Ibu Kang Joon bisa membelikan korek dengan harga semahal itu. Lalu ia menceritakan tentang kakak iparnya Jin Young yang meminjam uang mengunakan rentenir dan bercerai setelah ketahuan berjudi. 

"Adiknya adalah anggota dari skema piramida ilegal. Musuh alami Ibu mertua adalah suaminya. Ayah Mertua seperti Hulk. Dia memiliki wajah malaikat melakukan pekerjaan amal. Tapi ketika dia marah, dia memukul dan melempar." 

Sa Ra menceritakan saudara iparnya juga takut padanya makanya mereka sering kali saling menipu dan menutupi kebohongan di depan ayah mertuanya. Ia menegaskan dirinya sudah mengumpulkan kelemahan dari masing-masing anggota keluarga Lee. 

Tae Hee berdecak kaget dengan informasi yang di dapatkan Sa Ra/



Ia melihat ada poin seperti catur yang bergambar seluruh anggota keluar Lee. Ia menanyakan apa itu sebenarnya. Sa Ra menatap tajam, ia akan membalas dendam apa yang sudah mereka lakukan pada dirinya dan ibunya. Lalu ia memindahkan Kang Joon ke arah depan.  Tae Hee melihat itu masuk penjara. 

"Dia berzinah dan membunuh. Dia harus dihukum." tegas Sa Ra

Lalu Sa Ra meminta Tae Hee berpikir jernih supaya menyerah pada Chae Yoon karena sudah menikah. Tae Hee tersenyum, ia tak percaya kalau ia harus menyerah. 


Tae Hee mengajak Sa Ra untuk masuk ke dalam ruang bawah tanah yang gelap. Sa Ra binggung kenapa Tae Hee mengajaknya ke ruangan yang gelap. Tae Hee tahu kalau Sa Ra membuat seperti tadi itu saat di sela-sela membuat kimchi. 

Lalu ia menyalakan lampu di dalam ruangan, terlihat semua gambar Tae Hee dan meja yang penuh dengan miniatur dan komputer yang ada didepannya. 


Sa Ra kaget bukan main, karena Tae Hee sudah membuat semuanya info Kang Joon secara detail dan lengkap sekali, melebihi yang ia miliki. 

"Ini adalah data HBS Lee Kang Joon. Catatan transaksi saham Lee Kang Joon. Sistem organisasi, laporan keuangan, kerja sama perusahaan, penggunaan kartu kredit perusahaan Ini seperti ensiklopedia atau bahkan
Kitab di HBS dan Lee Kang Joon." jelas Tae Hee 

Tae Hee mengibaratkan kemarin mereka memberikan virus flu tapi sekarang mereka harus menyerangnya dengan virus ebola. Dia tak ingin Chae Yoon bisa hidup dengan seorang pembunuh. Sa Ra melihat ada miniartur kereta api dengan kepala Kang Joon. 

Lalu Tae Hee menjalakan kereta setelah itu ia berhenti, akan membuat Kang Joon masuk ke penjara. Sa Ra merasa tujuan mereka sama membuat Kang Joon itu masuk penjara. 

"Dia bajingan yang berani mempermalukan seorang jenius sepertiku." umpatnya. 

Tae Hee juga ingat Kang Joon yang sudah mencoba membunuh Geum Ran dan ia ingin membuka kedok Kang Joon yang jahat di mata Chae Yoon. Sa Ra mengerti, mereka harus berkerja sama lagi dan tak akan mungkin gagal. Ia sekarang sudah memiliki sebuah senjata khusus. 

"Senjatamu...kecantikan mu yang dirancang olehku. Dibuat oleh Han Tae Hee." ucap Tae Hee. 

"Karena aku berjuang dengan kecantikan, rencana itu gagal. Kita perlu sesuatu yang lebih khusus." jelas Sa Ra 

Tae Hee melihat itu sangat bagus, ia menanyakan senjata apa yang dimiliki Sa Ra sekarang. 


Sa Ra mengatakan ia punya senjata dalam mengurus rumah. Tae Hee heran kenapa banyak sekali peralatan rumah di atas meja makan. 

"Tidak seorang pun di keluarga itu bisa mengurus rumah tangga seperti aku. Aku akan menggunakan keahlian terbaikku sebagai senjata. Dengan mengurus rumah." jelas Sa Ra.

Tae Hee mengerti, dia paham senjata yang sebenarnya itu adalah dari dalam diri sendiri. Ia mengajak Sa Ra berjabat tangan dengan peralatan dapur. Sa Ra membalasnya dengan mengunakan pisau yang paling besar. Mereka saling menyilangkan peralatan dapur masing-masing. 


Sa Ra datang sambil membawa nampan yang berisi makanan, Min Young membukakan pintu untuknya menanyakan kenapa Sa Ra datang pagi-pagi kerumah mereka. 

"Aku meninggalkan mantelku terakhir kali aku datang untuk pertemuan keluarga." ucap Sa Ra 

Min Young mengingat mantel Sa Ra yang ia lihat ada banyak barang di dalam jasnya. Jin Young juga melihat isi mantel yang banyak barang-barang yang aneh di dalamnya. 

"Sara Unni. Ada banyak hal di dalam mantelmu." ucap Min Young penuh curiga. 

Sa Ra mencoba tersenyum untuk menjelaskan. Tapi Min Young sudah tahu dalam 24 jam sekali, semua barang itu digunakan untuk tubuhnya. Dia tahu karena ada banyak semprotan disana, maka ia itu yang membuat tubuh Sa Ra jadi seksi seperti yang ia lihat sekarang. 

"Ya, kau benar. Aku...membuat beberapa makanan." kata Sa Ra. Ia menyerahkan makanan yang ia bawa pada Min Young. Tapi Min Young mengajaknya untuk masuk ke dalam. 

"Aku akan...mengurus bagian dalam rumah dan akan mengubah rumah 180 derajat." gumam Sa Ra sebelum masuk ke dalam rumah. 


Ibu mertuanya sangat senang melihat makanan yang dibawa, ketiga makan dengan lahap. Min Young memuji kue beras yang dibuat Sa Ra juga enak. Jin Young juga bersyukur karena selama ini mereka harus makan seperti ada di penjara. Ibu Mertuanya kesal karena makanan buatannya itu dianggap seperti makanan dari penjara. 

"Oh, ya.....Di mana mantelku?" tanya Sa Ra 

Min Young menunjuk ada di lantai atas. Sa Ra mengyuruh semuanya makan saja dan ia akan mengambil mantelnya. Ibu mertuanya yang keasikan makan juga membiarkan Sa Ra masuk ke lantai dua, Sa Ra membawa tasnya dan pergi ke lantai atas. 

*** 

Di Lantai atas, Sa Ra membuka kotak yang ada di dalam kamar Min Young. Ia melihat surat pendaftaran skema piramida. Ia mendapatkan bukti kalau adik iparnya itu terlibat dalam skema priamida yang ilegal. Lalu ia pergi ke dekat lampu mengambil kertas yang terselip disana. 

"Kakak ipar yang pecandu judi.  Bukti penggunaan rentenir." gumamnya. 


Seteah itu ia mengeluarkan laptop dan kameranya, membuka laptop milik Jin Youn mencari foto ibu mertunya. Sa Ra mendapatkan bukti perselingkuhan ibu mertuanya dan mengirimkan foto itu pada ayah mertuanya. 

Sa Ra masuk ke dalam kamar Kang Joon, foto pernikahan keduanya sudah tergantung di balik pintu. Ia menempelkan penyadap suara di kamar pengantin baru. Setelah itu ia mengeluarkan anting miliknya yang isa membuat pertengkaran dalam pernikahan mereka. 

Ia menyelipkan didalam bantal dengan semua rencananya ia yakin sekarang akan berhasil. 


Sa Ra turun di bawah, ia melihat anggota keluarga Lee sudah selesai makan dan menikmati kopi bersama. Ibu mertuanya merasa tak bisa makan karena dua anaknya. Min Young merasa ibunya itu berlebihan karena banyak daging ayam yang menyangkut di giginya. 

"Aku belum pernah bertemu orang yang memasak sebaik Geum Ran." ucap Jin Young

Ibu Kang Joon menyuruh anaknya tidak berkata seperti itu karena nanti tidak enak apabila di dengar oleh Chae Yoon. Dia menyuruh kedua anaknya untuk menghapus Geum Ran dari ingatannya. Sa Ra menatap tajam ibu mertuanya, amarahnya sudah sangat terlihat dimatanya. 


Sa Ra ternyata memilih untuk mencuci piring sampai mengelapnya. Ibu Kang Joon masuk ke dapur kaget karen Sa Ra sudah membereskan semuanya. Dia biasanya tak bisa secepat itu membersikan nasi yang nempel di piring. 

"Aku mencampur baking powder dengan sabun cuci piring dan membilas dengan air hangat di akhir. Lalu piringnya akan bersinar." jelas Sa Ra 

Ibu Kang Joon memuji Sa Ra yang luar biasa karena seorang wanita muda yang pintar sekali. Sa Ra merendahkan hati kalau nanti Chae Yoon juga bisa melakukan hal yang sama. Ibu Kang Joon menganggap Sa Ra sudah seperti keluarga, ia menceritakan tentang perasaan sesungguhnya. 

"Aku sangat puas bahwa kami mendapat seorang anak menantu yang baru. Mantan menantu kami dulu begitu buruk, memalukan jika terlihat bersamanya.

Sa Ra mendengarkan ucapan ibu Kang Joon seperti sakit hati. Tanpa sadar ia memanggil Ibu Kang Joon bukan nyonya tapi ibu. Ia memberitahu bahwa menantunya itu bukan seperti baterai yang bisa diganti. Ibu Kang Joo agak sedikit binggung. 

"Kau pasti terkejut. Karena aku memanggilmu Ibu. Apa aku tetap bisa memanggilmu seperti itu? memanggil mu dengan "Nyonya" terasa sangat jauh."jelas Sa Ra yang kembali tersadar. 

Terdengar teriakan ayah mertua yang tiba-tiba berteriak masuk ke dalam rumah. Ibu Mertuanya panik karena tiba-tiba Suaminya itu pulang kerumah dengan berteriak marah-marah. 


Ayah mertuanya langsung melempar sepatunya pada istrinya. Jin Young datang menahan menanyakan apa kesalahan ibunya sampai ayahnya marah. Ayah Kang Joo memperlihatkan foto istrinya yang diciuma oleh seorang pria bernama Dae Young. 

Ibu Kang Joon kaget karena suaminya tahu tentang perselingkuhanya. Jin Young memarahi ibunya yang tak bisa diam-diam saja dengan pria itu. Ayah Kang Joon makin marah karena anaknya ternyata sudah tahu tentang hubungan istrinya dengan pria bernama Dae Young. 

"Ayah... tenanglah... Sa Ra sedang ada disini" ucap Jin Young yang menahan ayahnya untuk tidak mengejar ibunya yang pergi ke atas dan mengakui kalau itu hanya editan photoshop. 

Sa Ra keluar dari dapur, ia ingin pamit pulang. Tapi ia menyerahkan sebuah amplop yang terselip di mantelnya. Ayah Kang Joon melihatnya, nama anaknya tertera di kertas itu sebagai peminjam uang pada rentenir. 

"Ayahmu khawatir mengenai negeri ini dan melakukan pekerjaan amal bagi warga. Tapi putriku meminjam dari rentenir?" teriaknya. 

"Aku akan menjelaskannya.$ 10000 karena Min Young. Min Young terlibat dalam skema piramida ilegal, jadi aku harus membeli produknya." jelas Jin young ketakutan. 

Sa Ra tersenyum, ia senang karena sekarang tak perlu lagi mebongkar rahasia Min Young yang sudah terbuka. Min Young yang menuruni tangga seperti ingin pergi ke toilet ditahan oleh ayahnya. Sa Ra buru-buru pamit pulang. 


Min Hyuk sedang merapikan jasnya, ibunya datang memberitahu si wanita tua yang benci sudah bangun jadi ia menyuruh anaknya untuk turun kebawah. Lalu ibunya memperlihatkan iklan yang mencari Dan Geul. Min Hyuk melihat iklan yang tertera di koran nasional. 

"Siapa yang mengeluarkan iklan di bawah situasi ini...Tidak ada nomor kontak atau informasi. "Aku mencari Dong Geul." Hanya ada satu baris" kata ibu Min Hyun penasaran 

Dengan wajah sinisnya Min Hyuk berpikir-pikir mungkin neneknya itu yang sudah membuat iklan itu

Bersambung ke Part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar