Sabtu, 01 November 2014

Sinopsis Birth of Beauty Episode 3 Part 1



"Memimpikan persahabatan manis dan mulia." Aku teringat itu esai tua. Ini adalah sebuah kisah fantasi tentang kerinduan untuk orang yang tinggal di dekatnya." ucap Kang Joon saat bertemu dengan Sa Ra 

Sa Ra gugup, ia tak menyangka Kang Joon memikirkan dirinya, dibalik mainan Tae Hee keluar melihat Sa Ra yang bertemu dengan suaminya. 

"Aku ingin bertemu denganmu" ucap Kang Joon membuat Sa Ra semakin tersipu malu. 

Beberapa saat kemudian, Chae Yoon datang melihat calon suaminya berdiri saling menatap. Kecemburuan terlihat dari sorot matanya. Tae Hee melihat dari jauh, tapi Chae Yoon bukan mendekat malah masuk ke dalam mobil dan pergi. 

Di rumah Keluarga Lee 

Semua menyambut kedatangan Chae Yoon, hanya ayah Kang Joon yang tidak begitu senang. Ibu Kang Joon sumringah melihat kedatangan menantunya. 

"Seluruh rumah kita adalah cerah dengan kau di sini, Chae Yoon." ungkap ibunya bahagia. 



Ibu Kang Joon sangat berharap ketika Chae Yoon menikah nanti, mereka bisa pergi bersama. Seperti makan, nonton dan pergi berbelanja. Ia sudah memikirkan banyak sekali yang ingin ia kerjakan dengan Chae Yoon. 

"Ini mimpiku juga untuk bergandengan dan berjalan dengan mertuaku." ucap Chae Yoon 

"Seseorang mungkin berpikir, ibu yang menikahi Chae Yoon" ungkap adik Kang Joon 

Ayah Kang Joon heran melihat anak laki-lakinya itu belum datang, ia menyuruh Min Young menelp kakaknya memberitahu Chae Yoon datang.. Belum sempat menelp, Kang Joon sudah masuk rumah menyapa semua keluarganya. 


Rumah Sa Ra & Tae Hee 

Sa Ra kaget karena mengetahui sebenarnya Chae Yoon itu melihat ia dan Kang Joon berduaan, tapi mengabaikan begitu saja. Menurutnya, Si wanita perebut suami orang itu datang menanyakan padanya lalu merasa calon suaminya itu sedang selingkuh. 

"Chae Yoon ...Berada satu langkah diatas mu" ucap Tae Hee .


Chae Yoon dan Kang Joon bertemu dia kamar. 

Lalu Chae Yoon memperlihatkan cincin penikahan pada Kang Joon dengan wajah sumringah. 

"Mereka sudah mempersiapkan semuanya dari yang ku harapkan, jadi aku buru-buru ingin bertemu dengan mu lagi."ungkap Chae Yoon . 

Kang Joon tersenyum, ia menanggapi kalau seorang Pria benci dengan wanita yang cerewet. Chae Yoon tetap memberikan senyuman pada calon suaminya. 



Kembali ke rumah Tae Hee, Ia sadar dengan wanita yang ia suka itu punya rencana lain. 

"Chae Yoon ...sudah tahu .Dia akan ambil hati Kang Joon dengan pesona." ucap Tae Hee 

Di rumah Kang Joon. 

Chae Yoon meminta Kang Joon memberikan tangannya. Lalu memasangkan cincin ditangan kirinya, setelah itu ia memanggilnya dengan panggilan sayang untuk suami. Kang Joon agak kaget, tapi untuk menyenangkan hati Chae Yoon, ia memanggilnya. 

Setelah itu Chae Yoon mencium Kang Joon dan memelukanya. Terlihat wajah Chae Yoon yang masih bisa menaklukan Kang Joon dalam pelukannya. Sementara Kang Joon seperti terlihat agak canggung, karena masih memikirkan Sa Ra. 


Rumah Tae Hee 

"Aku juga memiliki pesona!!!" teriak Sa Ra sambil mengebrak meja. 

Tae Hee melihat itu bukan pesona tapi sebuah kekerasaan. Sa Ra tak terima, ia ingin Tae Hee bisa meminjamkan uang lagi karena ia butuh membeli baju saat kencan esok. 

Lalu Tae Hee mengeluarkan bukti kesepakatan, Sa Ra menatap kertas yang dibawa Tae Hee, sepertinya ia sadar terlalu banyak meminta sama orang yang ia anggap sebagai dokter. 




"sewa Gaun untuk acara HBS  $ 500.Baju olahraga  $ 135, keanggotaan gym $ 350. Delirium dan obat penekan nafsu makan... $ 1.200.Produk perawatan kulit, selulit krim dan makeup $ 1.300. Stoking, pakaian dan lingerie $ 270." 

Tae Hee membaca semua pengeluaran Sa Ra selama ini, bahkan ia tak memasukan uang sumbangan $100rb dollar. Totalnya dari keseluruhan adalah $3.620 dan ia ingin Sa Ra bisa mengembalikannya. 

"Ditambah Biaya operasi plastik dan  sedot lemaksenilai $ 8000   lalu $ 1.800 untuk menyewa rumah ini" tambah Tae Hee

Ia mengingatkan tentang pasal kontrak nomor 38 kalau Sa Ra akan mendapatkan bunga 1% dari uang yang ia pinjamkan dalam setiap harinya. Sa Ra hanya bisa tertunduk mendengar hutang yang harus ia bayar. Dia binggung apa yang harus ia lakukan sekarang.



Sa Ra akhirnya pergi ke tempat pengadaian. 

Dengan sedikit tak ikhlas ia memberikan sekotak cincin kawinnya dengan Kang Joon meminta petugas untuk memberikan banyak uang dengan mengadai cincin itu. 

"Kau bilang kau tidak akan mengadaikan cincin pernikahan mu" ucap Tae Hee yang ternyata ikut menemaninya. 

Sa Ra berjanji kalau ia sudah menikah lagi maka ia datang kesini. Tae Hee merasa kalau dengan uang itu tak cukup untuk membeli gaun saja. Ia meminta Sa Ra mendekat dan membisikan rencananya. 

"One Night Stand" teriak Sa Ra kaget. .

Tae Hee mengingatkan kalau tujuan mereka itu membuat skandal yang akhirnya akan membuat Sa Ra bisa menikah lagi dengan Kang Joon dan bisa menyingkirkan Chae Yoon. Sa Ra berteriak karena ia merasa mendapatkan Jackpot dari rencana ini. 

"Sudah lebih dari tujuh tahun aku tidak tidur dengannya"  teriak Sa Ra 

Tae Hee panik ia meminta Sa Ra memelankan suaranya, Sa Ra tak peduli karena mereka adalah pasangan yang sudah menikah. 

"Meski begitu ... Kau tidak bisa berbicara tentang hal itu di siang bolong" bisik Tae Hee. 

"Kau malu, ya?... ahhh karena kau masih single jadi kau tak bisa membicarakannya" 

Lalu Sa Ra menanyakan apa yang harus ia lakukan saat rencana One Night Stand, melihat wajah Tae Hee ia merasa pria itu tidak tahu karena ia belum menikah. Dengan wajah Gembira Sa Ra memikirkan apa yang ia kerjakan saat bersama Kang Joon. 



Di rumah, 

Sa Ra mulai melakukan Yoga, ia melatih gaya kamasutra, lalu bergaya seperti burung phoenix sedang melebarkan sayapnya. Tae Hee melihat dari meja makan dengan melihat seluruh lekuk tubuh Sa Ra yang mengoda. 

Sa Ra tetap berlatih menjadi burung bangau yang seksi, ia seperti akan jongkok tapi menahannya lalu berdiri. Tae Hee melirik, ia tak tahan melihat lekuk tubuh Sa Ra yang terlihat dari meja makan. Sa Ra membuat pose kucing dengan mengeluarkan suara kucing. 

Tae Hee semakin tak tahan, ia mengipas-ngipas wajahnya dengan tatakan cangkir yang ada di dekatnya. Sa Ra melihat Tae Hee yang mengipas-ngipas wajahnya. 

"Dokter ..... Apakah kau sedang kepanasan?" tanya Sa Ra polos 

"Aku ... Aku tidak kepanasan!" ucap Tae Hee gugup. 

Dia  menyalahkan ayam yang dibuat Sa Ra itu sangat pedas. Sa Ra heran ia merasa saat memasak makanan itu ia tidak membuat makanan itu jadi pedas.

"Ahh sudahlah.... kalau kau sudah makan, bisakah kau membantu ku? Aku harus merengakan otot-otot ku jadi aku butuh bantuanmu" ucap Sa Ra 

"kamasutra?? mengapa aku harus melakukannya? aku tak mau " protes Tae Hee 

"kau selalu menyuruh ku untuk banyak berolaharga, tapi..... apa... kau memiliki pikiran kotor" ucap Sa Ra 

Tae Hee panik, ia menyangkalnya dan akan membantu Sa Ra gaya apa yang harus ia bantu.

Sa Ra sudah mulai melakukan gaya seperti gaya khayang dengan kaki menekuk, ia meminta Tae Hee untuk menarik pinggangnya supaya lebih dekat. Tae Hee seperti gugup melihat payudara Sa Ra semakin mendekat, ia buru-buru melepaskanya dan pergi. 

"Dokter... kenapa kau menjatuhkan aku...... Ahhh pungggung sakit sekali" jerit Sa Ra. 


Tae Hee berlari masuk ke dalam kamar dan menguncinya. 

Ia duduk di atas kasur bertanya-tanya kenapa dirinya itu terlalu bersemangat sekali dengan ahjumaa itu. 

"aku melihat ton-an lemak yang keluar dari tubuhnya, aku juga menyentuh lipatan lemak dari tubuhnya. Wanita itu palsu." ucapnya geregatan.

Tae Hee mulai menyadarkan dirinya kalau ia seperti itu karena sudah lama tidak bersama dengan seorang wanita. Ia tak ingin suka dengan seperti Sa Ra yang terlihat palsu. Sa Ra datang mengetuk-ngetuk pintu, lalu ia mengeluarkan suara kucing, Tae Hee makin panik.



Sa Ra pergi ke sebuah rumah lalu menaruh dua bungkus makanan di depannya. 

Ibu dan Kyung Joo datang melihat ada makanan di depan rumah, ternyata itu rumah Sa Ra dan ibunya. Sa Ra mengintip dari balik tembok memanggil ibu dan temannya dalam hati. Kyung Joo melihat ada surat yang terselip di dalam makanan. 

" Untuk Shim Yeo Ok. Aku teman Geum Ran. Jaga kesehatan Anda walaupun Geum Ran sudah tidak ada" tulis Sa Ra 

Kyung Joo dan ibu Geum Ran binggung siapa lagi temannya Geum Ran itu. Kyung Joo melihat isi kotak makanan itu untuk makan siang. Keduanya masuk ke dalam. Sa Ra bersadar di tembok, matanya kembali berkaca-kaca. 

"Maaf telah membuat mu menderita, ibu, Ketika saya menikah lagi, Aku akan datang menemuimu. Tunggulah walaupun itu sedikit lebih lama" gumamnya. 


Sa Ra dan Kang Joon datang di sebuah restoran, Kepala Sa Ra sedikit miring memberikan senyuman pada Kang Joon. 

Flash Back 

Malam sebelumnya, Tae Hee menyumpal hidung Sa Ra dengan tissue. Ia menyuruh Sa Ra selesai berlatih kamasutra karena membuatnya sampai mimisan. Lalu ia melihat wajah Sa Ra dan miringkan sedikit. 

"Tersenyumlah dengan sudut seperti ini pada kencamu besok" perintah Tae Hee 

Sa Ra masih tak yakin ia besok bisa tidur dengan suaminya setelah kencan. Lalu Tae Hee menegaskan ia akan melakukan sebuah rencana setelah itu terserah Sa Ra mau  tidur dengan Kang Joon atau mau apapun. 

Kembali ke restoran. 

Kang Joon memuji Sa Ra memiliki senyuman yang menawan. Sa Ra menundukan kepalanya, tapi ia ingat kalau ia harus terlihat anggun. Dengan senyuman mengodanya, ia mengucapkan terima kasih atas pujiannya. 

"Tapi Kang Joon ... kau kepanasan? Kau berkeringat."

"Aku juga rasa begitu, kalau tak keberatan aku akan membuka jas ku" ucap Kang Joon 

Ia membuka jas dan melepas kancing yang ada dikerahnya, Sa Ra tak tahan melihat suaminya. Ia bertanya-tanya dalam hati kapan mereka akan pergi ke hotel. Matanya mencari-cari Tae Hee. 





Datanglah seorang pria dengan setelan jas dan koki membawa kue dan bunga.

"Restoran kami ... memiliki acara setiap musim. Kami memilih pasangan terbaik ... dan memberikan hadiah mereka. Kalian pasangan yang sempurna untuk restoran kami." ucap manager restoran

Kang Joon dan Sa Ra tersenyum mendengar penjelasan si manager.

"kau itu begitu cantik,makanya aku selalu beruntung" ungkap Kang Joon

Sa Ra tersipu malu, setelah itu manager hotel memiliki satu kejutan lagi. Mereka merasa keduanya sudah waktunya untuk berciuman. Sa Ra terlihat panik, datanglah sekumpulan penyanyi dengan topi lebar datang menyanyikan lagu "kiss"

Kang Joon menatap Sa Ra, salah satu penyanyinya adalah Tae Hee. Ia menyuruh semua orang memberikan semangat supaya pasangan itu berciuman.

"Kiss Her... Kiss Her.... Kiss Her... Kiss Her" teriak seluruh pengunjung cafe.

Akhirnya Kang Joon berdiri lalu memberikan tanganya pada Sa Ra. Dan Sa Ra pun berdiri, sebelumnya ia sempat melirik ternyata Tae Hee menyamar. Kang Joon tanpa malu-malu mencium Sa Ra. Tae Hee yang melihat di depan matanya, terlihat melonggo karena takjub.

"dia pasti akan mati dengan bahagia dengan ini" guman Tae Hee 


Beberapa saat kemudian, Kang Joon membawa Sa Ra masuk ke dalam kamar. Ia tak tahan dan langsung mencium Sa Ra, setelah itu ia mencium lehernya. 

"Sayang... aku sudah lama tidak merasakan yang seperti ini" gumam Sa Ra bahagia. 

Lalu Pria jas itu datang menemui Tae Hee yang gugup sambil meminum kopi. 

" CEO.... Mereka ...memasuki hotel di Lantai 9 gedung ini!" ucap pegawai itu bahagia. 

Tae Hee berdiri karena rencana semuanya sukses. Salah satu pegawai berkomentar tentang CEO Tae Hee tak kembali berkerja setelah tiga bulan, padahal mereka tahu kalau Tae Hee tidak pergi keluar negeri. Pegawai yang lain melihat Tae Hee itu seperti Robin Hood. 

"Perusahaan konsultan kita, Restaurant God, memiliki banyak keberuntungan dengan saham dan kolaborasi. Tapi kau harus berada di sini untuk membahas. Datanglah untuk bekerja, CEO" pinta si pria berjas 

"Astaga, popularitas ku ini. . Aku akan datang untuk bekerja segera" janji Tae Hee 

Ia menyuruh semua pegawainya itu bersantai dulu sampai ia akan kembali berkerja. Semua berteriak mencintai CEO mereka dan mengucapkan terimakasih pada Tae Hee yang banyak membantu mereka. 



Di kamar Hotel... 

Sa Ra sudah menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur, wajahnya terlihat bahagia karena bisa tidur lagi bersama suaminya. Dia bergumam kalau nanti mereka menikah akan menjadi pasangan yang paling romantis. 

Pikirannya kembali melayang saat menjadi Geum Ran dengan semua keburukan, diputusakan oleh Kang Joon. Tapi setelah menjadi Sa Ra ia mendapatkan kenangan dengan Kang Joon yang sangat indah. Matanya berkaca-kaca karena terharu. 

Kang Joon mulai membuka kancing bajunya, ia melihat Sa Ra yang menangis lalu ia duduk tanpa menyentuh Sa Ra sedikit pun. Sa Ra binggung kenapa Kang Joon tidak melanjutkannya. 

"Maafkan aku. Kita harus berhenti di sini." ucap Kang Joon. 

"Apa karena aku menangis? Aku merusak suasana?" tanya Sa Ra kaget dan panik. 

"Aku ingin menyelamatkan mu" tegas Kang Joon

Sa Ra tak terima, karena menurutnya semua ini akan menjadi sia-sia dan tidak ada yang perlu diselamatkan. Kang Joon memegang tangan Sa Ra, ia mengakui saat ia membawanya masuk ke dalam kamar hotel berpikir itu hanya sebagai cinta satu malam saja. 

"Tapi ketika aku melihat ketulusan mu, Aku merasa berbeda. Pikirkan hal itu satu hari lagi. Apabila kita masih merasakan hal yang sama ...mari kita bertemu lagi besok" ucap Kang Joon

Maka saat itu aku akan merasakan yang sama seperti ketulusan yang diberikan wanita yang di depannya. Sa Ra hanya bisa menatap Kang Joon dengan mata berkaca-kaca. 


Tae Hee tak menyangka Sa Ra sudah pulang dimalam hari. 

"kami sudah memberikan makan yang menaikan kejantanan seorang pria. Apakah Kang Joon itu memiliki masalah fisik?" ucap Tae Hee 

Sa Ra menjelaskan kalau Kang Joon hanya ingin memikirkan satu hari lagi dan harus ada ketulusan. Tae Hee tak yakin dengan ketulusan. Menurutnya saat Kang Joon melihat Sa Ra menangis maka ia memikirkan kebosanan dan berhenti karena khawatir. 

"Dia tidak akan berjanji besok kalau  ia hanya ingin main-main saja" ungkap Sa Ra

"yahh ampun... Kang Joon itu pandai sekali berpura-pura. Dia ingin merasakannya sebelum bermain-main. Dia sedang membebanimu dan Chae Yoon. 

Sa Ra melirik kesana kemari. Tae Hee tak percaya Kang Joon itu sedang membuat seni dalam berselingkuh dan Pria itu pandai sekali dalam berselingkuh. Sa Ra hanya bisa menunduk, yang bisa ia lakukan sekarang adalah menunggu satu hari lagi. 

"Ahjumma, kau tidak berpikir Kang Joon itu orang yang jahat? Dia itu penipu!!" 

Tae Hee mengingatkan saat Sa Ra dibuang lalu ia mengkhianati Chae Yoon seperti sekarang. Tapi Sa Ra membela suaminya itu orang yang romantis. Dia mengingatkan dalam hal ini Tae Hee menginginkan Chae Yoon itu jatuh cinta kepadanya. 

"Bagaimana kau bisa begitu buta dan sangat bodoh!" umpat Tae Hee. 

"Aku bersumpah untuk mencintai dalam hujan atau salju, kebahagiaan atau kesedihan. Aku tidak bodoh, itu adalah sumpah pernikahan." tegas Sa Ra 

Sa Ra merasa Tae Hee itu tak tahu karena belum pernah menikah. Tae Hee mengerti, ia berteriak semoga yang diharapkan oleh Sa Ra itu bisa berlangsung seumur hidup. 



Sebuah sungai dua orang sedang berlomba-lomba mendayung. Kang Joon dan Min Yuk saling berusaha untuk mengalahkan satu sama lain. Tapi ternyata Kang Joon kalah hari ini. Keduanya berjalan di dermaga, 

"Seseorang mungkin berpikir kau mengalah karena sengaja" ungkap Min Yuk. 

."Apa maksudmu? Aku mencoba dengan segala kekuatan ku. Apakah kau mencoba untuk membunuh ku dua kali?" canda Kang Joon . 

Setelah berganti pakaian Min Yuk menanyakan tentang perserikatan HBS. Kang Joon pikir Min Yuk tak perlu memikirannya dan lebih baik mengurusi kantor pusat Winner Grup. Keduanya tersenyum, berjalan ke parkiran mereka disambur beberapa staff yang sudah berdiri. 

"tentang Isu serikat. Aku akan mengurus sebelum pertemuan pemegang saham. Aku akan memastikan itu tidak memiliki dampak negatif pada posisi anda sebagai Direktur tim strategis Korea dan AS." ucap salah satu staff.

Min Yuk menegaskan sebagai Direktur Perencanan dan Stategi itu bisa disebut sebagai sutradara. Lalu ia menrasa semuanya tidak berguna dan memberikan pukulan pada perut staff yang ada di depannya. Semua Staff yang dibelakang saling menoleh. 

"Perserikatan ... Aku akan menunggu hasilnya itu kalau sudah dihilangkan. Aku akan memberikan waktu hanya dua jam saja" ucap Min Yuk dengan wajah sombongnya. 

Kang Joon hanya bisa melirik sikap kasar Min Yuk pada pegawainya. Lalu Min Yuk mengajak bertemu lagi di jumat depan dan menatang supaya Kang Joon bisa menang kali ini. Ia juga meminta Kang Joon memanggilnya Hyung. 

Setelah Min Yuk pergi, Kang Joon melihat Chae Yoon sudah menunggunya di parkiran. 


Sa Ra sedang memoles wajahnya dengan make up. Tae Hee datang membawakan lipstik merah, ia menjelaskan dalam dunia psikologi, warna merah itu bisa meningkatkan gairah seorang pria. 

"jika kau mengunakan lipstik merah ini pada bibirmu, maka Kang Joon pasti akan  menciummu"jelas Tae Hee. 

Sa Ra mencoba makai lipstirk yang dibibirnya lalu memanyukan bibirnya. 

"Dokter... Apakah kau ingin menciumku?" tanya Sa Ra polos 

"Dasar kau ini penyihir cabul. Aku ini seorang yang jenius dan tidak tergerak dengan naluri" 

Sa Ra memperlihatkan lagi bibirnya, Tae Hee mulai tak konsetrasi yang membuatnya marah-marah. Sa Ra heran Tae Hee itu marah-marah. 

"Kita akan terlambat.... Aku marah karena frustarsi" ucap Tae Hee berbohong lalu keluar kamar. Sa Ra masih menambahkan sedikit pemerah pipi di wajahnya.


Di dalam mobil 

Chae Yoon kesal karena Kang Joon tak bisa menemaninya padahal mereka harus menyusun menu makan untuk resepsi dan yang ia tahu calon suaminya itu tak memiliki acara lagi selain mendayung

"Sesuatu ada yang datang, aku mungkin akan terlambat jadi mari kita menundanya" jelas Kang Joon 

"Beberapa hari yang lalu ... Aku melihatmu dengan Sara." 

Kang Joon memalingkan wajahnya ke jendala, Chae Yoon mengungkapkan dirinya itu menjadi sensitif saat mengingat masa itu sekarang atau ia merasa tepat sasaran. Kang Joon terdiam, Chae Yoon melirik Kang Joon sambil terus konsentrasi menyetir. 

Bersambung ke Part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



1 komentar: