Kamis, 06 November 2014

Sinopsis Birth of Beauty Episode 12 Part 1


Esok paginya, Sa Ra terbangun dan binggung karena melihat Tae Hee tertidur di bawah kakinya. Ia menguncangkan tubuh Tae Hee untuk membangunkannya. Tae Hee yang masih ngantuk mencoba untuk terbangun dan duduk 

"Kenapa kau tidur disini?" tanya Sa Ra kebinggungan 

"Kau juga tidur di kamarku.Kita sama saja. Seperti saling menyambung" ucap Tae Hee dengan wajah sedikit tertunduk malu. 

Tae Hee menceritakan tentang kejadian semalam kalau Sa Ra sudah tak bemimpi buruk lagi. Sa Ra juga terlihat bingung karena ia mengingat Kang Joon yang mengeledah rumah setelah itu ia pasti akan bermimpi sepanjang malam.

"Kau tahu kenapa itu tak terjadi, Saat kau tertidur,aku menggenggam tanganmu. Kau tak bermimpi buruk saat aku disini, mulai sekarang aku tak punya pilihan...selain tidur bersamamu." ucap Tae Hee yang tersipu malu. 


"Tak boleh! " ucap  Sa Ra terlihat panik 

Dengan wajah bodohnya, Tae Hee menanyakan alasan ia tak boleh tidur bersama. Ia mengingat saat Kang Joon menginap, Sa Ra langsung ingin tidur bersamanya dan mengodanya dengan kata-kata "Aku takkan memakanmu." 

"Kau seperti itu dan mau tidur denganku. Sekarang tidak ada bedanya.Kenapa waktu itu boleh,sekarang tidak boleh?" ucap Tae Hee

Sa Ra terdiam seperti mengingat saat ia langsung naik ke tempat tidur dan ingin tidur bersama Tae Hee tanpa berpikir panjang. Tae Hee melihat Sa Ra sedang memikirkan sesuatu. 

"Ahjumma... Niatku murni mencoba melindungimu dari mimpi buruk. Jangan-jangan,...kau memikirkan itu yah?" goda Tae Hee 

Dengan wajah tersenyum, ia mengejek Sa Ra sudah memiliki otak yang kotor. Sa Ra langsung menyangkal, Tae Hee semakin mengejek karena wajah Sa Ra yang tiba-tiba menjadi merah. 

Sa Ra memberi alasan kalau mukanya merah itu karena matahari pagi yang menyiraninya dari jendela. Lalu buru-buru mendorong Tae Hee keluar dari kamarnya, Tae Hee yang menuruni tangga dengan memeluk tubuhnya sendiri dengan tersipu malu melihat sikap Sa Ra. 


Sa Ra berdiri  di depan cermin melihat bayangan Geum Ran yang ada di depannya. Geum Ran mengakui sepanjang malam ia bermimpi buruk. Sa Ra bisa melihat mata suaminya dan rasanya sangat menakutkan 

"Karena dia sudah melihat bahan untuk balas dendam itu,...dia takkan tinggal diam.Dia akan mulai curiga" ucap Geum Raan 

"Apa yang akan dipikirkannya?Mungkinkah dia berpikir aku ini Sa Geum Ran?" balas Sa Ra

Geum Ran mengelengkan kepalanya itu tak akan mungkin karena belum ada yang bisa mengenalinya. 
Sama sekali tak mungkin.

Geum Ran meminta Sa Ra untuk tidak takut, karena Kang Joon memang suami yang brengsek jadi sudah pasti akan terlihat menakutkan. Dia menegsakan yang berbuat dosa itu suaminya bukan dirinya jadi tak perlu takut, Sa Ra dengan mata penuh keyakina juga merasa tak perlu ada yang ditakuti. 



"Saat kau merasa takut, pikirkan apa yang sudah kulalui.Kecelakaan mobil, masuk ke dalam laut yang dingin...merangkak di tebing tinggi itu.Sama sekali tak mudah untuk bertahan.Itu luar biasa" tegas Geum Ran 

"Dan dianestesi 10x. sampai aku linglung karena kebanyakan anastesi. Tapi menakjubkan masih bisa bertahan." Mata Sa Ra melotot tajam mengingat semua yang sudah pernah ia alami. 

"Kau Tahu kenapa kita bisa bertahan? Karena aku ini ahjumma.Aku jago dengan pisau.Aku bisa berteman dengan siapa saja dan buta dengan kemarahan. Aku Ahjumma itu selevel dengan gangster." ucap Geum Ran yang terlihat dengan percaya dirinya. 

"Sekarang tahu kalau Lee Kang Joon itu jahat, aku tahu harus bagaimana caranya. Cinta...Ibu...yang harus dilindungi." kata Sa Ra mengingat tentang janjinya untuk melindungi yang ia miliki sekarang. 

Sa Ra tersenyum melihat bayangan Geum Ran yang menyemangatinya untuk melalukan semua ini bersama.

Kang Joon datang menemui Chae Yoon yang duduk dirumah tempat tinggalnya dulu. Setelah duduk ia menanyakan apa yang ingin di katakan istrinya itu. 

"Kita melakukannya dengan baik sejauh ini. Tapi bagaimana kita bisa jadi seperti ini Aku merasa kartu terakhirku dicuri." ucap Chae Yoo dengan wajah yang masih pucat. 

Ia memikirkan sepanjag malam tentang kejadian yang sudah pernah mereka alami selama ini. Kang Joon menanyakan apa maksudnya itu, Chae Yoon merasa kalau semua masalah yang terjadi pada Kang Joon itu adalah kebetulan. 

Chae Yoon mengingat saat ada tulisan di kaca ancaman seseorang yang mengetahui kalau Kang Joon adalah pembunuh Sa Geum Ran lalu setelah itu semua filenya terkena virus. Menurutnya itu adalah sebuah kebetulan. 

"Kau ditahan, atas pembunuhan Sa Geum Ran.Semuanya terjadi dalam waktu yang singkat.Kurasa ini disengaja." ungkap Chae Yoon 

"Aku menemukan informasi tentangku di rumahnya Sara." cerita Kang Joon. 



Chae Yoon menegaskan kalau itu bukan Sa Ra yang melaporkannya pada Sa Ra dan ia tak mungkin tahu kalau Kang Joon itu membunuh Geum Ran dan itu tak akan cocok. Kang Joon makin penasaran siapa sebenarnya yang di curigai oleh istrinya itu. 

"Seseorang yang membenci kita sampai mati....." tegas  Chae Yoon dengan mata sinisnya. 

"Sa Geum Ran.Tapi dia sudah mati." ucap Kang Joon kebingungan 

"Ada juga orang lain yang punya motif....Tae Hee oppa.... Dia mencintaiku dan ingin menghentikan pernikahan kita. Tae Hee oppa, yang cemburu dengan kita, dan Sa Geum Ran, yang membenci kita. Jadi sekarang kita harus cari tahu apa hubungan mereka." kata Chae Yoon sinis

Dia memerintahkan Kang Joon untuk mencari tahu siapa orang yang melaporkanya pada detektif, setelah mereka tahu itu Tae Hee setelah itu baru mereka mencari tahu hubungan dengan dirinya dengan Geum Ran. 

"Saat kau, Kang Joon si pembunuh, menyerang Tae Hee oppa,aku akan melindunginya dan menjadi penyelamatnya. Aku takkan menyerah pada Tae Hee oppa." gumam Chae Yoon yang melirik sinis pada Suaminya yang percaya dengan kata-katanya. 


Sa Ra mengunakan Slayer dan juga kaca mata hitam untk menyembunyikan wajahnya. Tae Hee memberitahu tentang kunci dari penyamaran itu tak terlihat dan ini semua di lakukan karena Kang Joon. Dia juga tak akan khawatir kalau Sa Ra sendiri tanpa dirinya. 

"Tapi jika kau bertemu dengannya saat kau sendiri, ini alat pembantu untukmu. Aku sudah menginstal GPS Dan  bisa menemukanmu kapanpun kumau."jelas Tae Hee sambil memberikan sebuah alat seperti radio HT pada Sa Ra 

Dia meminta Sa Ra untuk tidak takut lagi karena sekarang dia itu memiliki seorang Tae Hee dan Lee Kang Joon tidak dakan bsia mendapatnya untuk keduanya kalinya. 


Dengan mengendap-ngendap dan terburu-buru Tae Hee membawa Sa Ra masuk ke dalam winner grup. Setelah sampai di Lobby Sa Ra memintanya untuk pergi saja karena tak ada ada yang terjadi apabila di dalam geung. 

"Tetaplah diantara banyak orang dan Langsung masuk ke studio.Ingat jangan lupa alatmu." pesan Tae Hee 

PD acara datang heran melihat Sa Ra yang menutup semua wajahnya, Tae Hee berbisik kalau Sa Ra itu selebriti dan mengodanya Sa Ra terkena penyakit selebiriti. Ketiganya tertawa bersama mendengar godaan Tae Hee. 


Di lantai atas, Kang Joon melihat Sa Ra dengan Tae Hee yang sedang tertawa. Anak buahnya datang membawa berita dari jaksa Han yang membuatnya keluar dari penjara. 

"Orang yang menuduhmu atas pembunuhan adalah Choi Hyung Sok, asistennya Han Tae Hee." 

Kang Joon menatap tajam Tae Hee lalu melirik pada anak buahnya seperti tak percaya kalau ternyata yang memasukan dirinya ke penjara itu Tae Hee bukan Sa Ra. 


Chae Yoon datang setelah anak buah Kang Joon pergi. Kang Joon memberitahu kalau yang memasukan dia ke dalam penjara itu adalah Tae Hee. Chae Yoon dengan nada sinisnya mengatakan mereka sudah benar satu hala kalau Tae Hee memang melakukan ini semua pada mereka. 

"Jika kita bisa mencari tahu hubungan antara Tae Hee dan Sa Geum Ran,.....misteri kita terpecahkan." tegas Chae Yoon yang menatap sinis Kang Joon 

Lalu keduanya melihat Tae Hee dan Sa Ra yang masih berbicara di depan lobby. 


Pegawai kepercayan madam Park memberitahu kalau Madam Park itu menolak untuk makan dan menurutnya mereka harus mengantarnya dalam ruang baca. Ji Sook dan Min Hyuk saling melirik lalu menyuruhnya untuk perg.  Saat pegawainya akan pergi, Min Hyuk mengirimkan pesan. 

"Tapi...beliau bisa sakit jika dipaksa makan. Jangan memaksanya." ucap Min Hyuk melirik licik 

Ji Sook membuka mangkuk makanan lalu mengajaknya makan, si pegawai hanya bisa lirik tingkah laku cucunya yang sengaja membuat neneknya bisa mati karena tak mau makan. Di ruang baca, Madam Park sangat murka dan terus mengumpat Min Hyuk yang brengsek. 


Tae Hee kembali bertemu dengan pengacara Park di kantornya 

"Dia menerima pembebasan medis dan dibawa pulang ke rumah. Jadi, tak ada cara resmi untuk mengurusi ini. Kalau begitu...Kita harus cari cara untuk membawa pulang nenek" tegas Tae Hee 

"Aku bisa mengajukan surat perintah sementara untuk wawacara di pengadilan." jelas pengacara Kim 

Tae Hee menanyakan apakah dengan cara itu ia bisa bertemu dengan neneknya. Pengacara Park mereka bisa mengajukan permohonan itu tapi tergantung dengan Min Hyuk yang mau menerimanya atau tidak, jadi ia tak tahu hasilnya akan seperti apa. Tae Hee tetap ingin mencoba semua yang bisa ia lakukan supaya bisa bertemu dengan neneknya. 


Sa Ra datang memperkenalkan dirinya sebagai Sa Ra si chef pemula. Semua langsung memberikan tepuk tangannya pada Sa Ra. 

"Setelah syuting hari ini, makanan yang kalian masak akan diumumkan." ucap  PD, Sa Ra pun merasakan sangat gugup. 

Lalu ia duduk kursinya dan Chae Yoon juga datang di kursinya, matanya sinis menatap Sa Ra yang membuka slayer yang menutupi kepalanya. 

"Juri kali ini adalah menantu dari keluarga tradisional. Kau pasti gugup, Sara." teriak PD dengan wajah tersenyum, 

Dan Sa Ra berdiri dari mejanya akan berusaha berusaha dengan semampunya, Chae Yoon masih menatap sinis pada Sa Ra dan Sa Ra menatapnya balik tak mau kalah. 


Seorang kriu memanggil untuk latihan di depan kamera lagi, semuanya keluar dari ruangan Chae Yoon menahan Sa Ra sebelum keluar dari ruangan. 

"Menggelikan melihatmu mencoba menjadi chef. Industri hiburan bukan daerahmu. Kurasa kau akan dipermalukan." ejek Chae Yoon 

"Kau...khawatir denganku sekarang? Kalau begitu kuberitahu kenapa aku khawatir denganmu." tegas Sa Ra dengan mata melotot

Sa Ra membahs tentang suami Chae Yoon yang memukulnya, menurutnya pernikahan keduanya itu tak ada artinya karena suaminya itu berselingku dengannya dan sekarang ia tahu Chae Yoon mencoba merayu Tae Hee. 

"Itu Karena menurutmu menikah begitu mudah, kau menghancurkan pernikahan orang lain. Jika kau menyukai Han Tae Hee cerai dulu sebelum menelponnya. Wanita menikah, Gyo Chae Yun" ejek Sa Ra dengan wajah sinisnya lalu pergi. 


Chae Yoon menatap Sa Ra dengan kedengkian yang mendalam, sebenaranya mulutnya itu sangat gatal ingin membongkar jati diri Sa Ra yang sebenarnya adalah Sa Geum Ran tapi ai harus bisa bersabar. 

"Kau masih belum boleh berakhir dengan Lee Kang Joon. Saat kau di puncak ketenaran,akan kuungkapkan
skandal perselingkuhanmu.Dan aku yang akan menjadi istri pertama yang dikasihani." gumam Chae Yoon licik 

"Sara....Kupastikan melihatmu..menangis darah" gumam Chae Yoon kembali dengan penuh dendam. 



Sa Ra dan Tae He berbelanja bersama-sama. Sa Ra mengingat Kata kunci makanan utama adalah tiram dan ayam dan ia akan memakai bahan makan dengan penyu, ayam dan sup ikan. Keduanya pergi ke tempat ayam untuk membeli bahan-bahan 

Saat memilih ayam, Ji Hoon melihat Tae Hee dengans seorang wanita dan langsung berteriak memanggilnya. 

"Ini dia orangnya si A, J, M.....Halo, kakak ipar."sapa Ji Hoon 

Sa Ra yang mengunakan kacamata hitam dan syaler menutup kepalanya memperlihatkan wajah binggung karena di panggil kakak ipar. 

"Aku Gyo Ji Hoon dan dibesarkan  bersama Tae Hee hyung.Aku benar-benar ingin bertemu denganmu, Nona A, J, M.  Dengan kata lain aku memanggil mu dengan kakak ipar." Sapa Ji Hoon dengan senyuman bahagia. 

Sa Ra masih saja kebinggung, Tae Hee menegur Ji Hoon untuk tidak memanggil seperti yang membuat seorang wanita jadi terkejut. 

"Kau memanggil orang begitu jika sudah masuk dalam keluarga." tegas Tae Hee yang kembali tertawa menutup rasa malunya. 

"Kenapa begitu pemilih, Melihat penampilan kalian saja, kau hyung dan dia kakak ipar.Belanja bahan makanan bersama seperti pasangan yang sudah menikah." jelas Ji Hoon blak-blakan 

Keduanya langsung berteriak karena Ji Hoon menganggap mereka seperti pasangan yang sudah menikah. 


Chae Yoon  masuk ke dalam kamarnya, ia seperti sudah bisa membayangkan tulisan yang ada di kamarnya saat itu di tulis sendiri oleh Sa Ra. Lalu ia mengingat saat itu  ada anjing yang terjatuh di dalam bantal kamar mereka. 

"Rentang waktunya luar biasa. jadi Tak mungkin ini kebetulan." ucap Chae Yoon 

Dia mulai mencari-cari sesuatu di dalam kasur dan bantal, pindah ke lemari lalu kemeja kerja, melihat semua buka yang tersusun rapi diatasnya. Setelah itu ia meraba bagian bawah meja dan betapa terkejutanya dia menemukan alat pengintai yang sengaja di tempel disana. 


Kang Joon pulang disambut dengan wajah sumringah oleh ibunya, ayahnya yang sedang duduk sambil membaca koran langsung memanggilnya. 
Kau sudah pulang, Kang Joon.

"kau sudah melakukan seperti yang kubilang dengan bangunan itu?" ucap ayahnya yang terlihat sangat dingin 

Kang Joon melirik ibunya dan mengatakan kalau ia sedang membicarakan masalah itu dengan ibunya. Ayahnya pun mulai marah, Chae Yoon menuruni tangga memanggil Kang Joon. 

"Kang Joon, Aku perlu bicara, kau bisa sebentar?" ucap Chae Yoon

Terlihat suasana tegang karena Chae Yoon seperti tak menghormati ayah dan ibu mertuanya, Kang Joon melirik Chae Yoon dan merasa seperti saatnya ia bisa pergi supaya tak membahas masalah gedung milik Geum Ran. 


Saudara ipar pun berlari keruang tengah, Min Young binggung melihat Kang Joon dengan Chae Yoon yang terlihat kompak. Jin Young juga heran karena terlihat mereka seperti saling menyukai lagi. 

"Aku tak pernah bisa mengerti mereka. Mereka baikan setelah bertengkar sampai mau mati" komentar Jin Young sambil memakan mie kering 

"Apapun yang terjadi , Geum Ran tetap  yang tak pernah mengeluh, yang terbaik." ucap ibu Kang Joon

Ayah Kang Joon hanya bisa membanting koran dengan amarahnya lalu pergi masuk ke dalam kamar, ketiga kaget dan langsung kembali kesibukan memasak. 


Kang Joon melihat alat pengintai di tangannya seperti tak percaya dengan yang di temukan oleh istrinya. Chae Yoon melihat Geum Ran dan Tae Hee benar-benar niat untuk memisahkan mereka berdua. Kang Joon mengumpat pada Tae Hee dengan geramnya. 

"Sayang....kau ingat yang kubilang di laut sebelum kita menikah?" ucap Chae Yoon

Chae Yoon mengingat saat itu ia mengakui dirinya melihat suaminya ada di tempat kejadian ketika istri pertamanya itu meninggal. Sambil mengelus wajah suaminya, ia meminta suaminya tak perlu khawatir karena ia melakukan hal yang sama. 

"Kita pasangan sejati.Kau dan aku berpikir realistis. Jadi untuk sekarang kita hentikan kebencian kita.Kita bergabung untuk mencari tahu apa hubungan diantara....Tae Hee dan Sa Geum Ran." ucap Chae Yoon penuh keyakinan

Dia mengajak Kang Joon untuk mencari tahu tentang hubungan mereka dan memberitahu tentang situasi perusahaan Tae Hee dan juga kelemahan Geum Ran. 


Tae Hee dan Sa Ra membereskan semua bahan makanan yang baru mereka beli, Sa Ra melirik mengingat ucapan Ji Hoon yang melihat mereka seperti pasangan yang sudah menikah. Tae Hee memasukan bahan makanan lalu melirik mengingat kembali juga ucapan Ji Hoon kalau mereka terlihat seperti pasangan menikah. 

Ia kembali ke depan meja dan keduanya tiba-tiba saling melirik bersamaan dan berguman tentang mereka yang terlihat seperti pasangan menikah. Tae Hee mulai tertawa menghilangkan rasa gugupnya. 

"Tadi...kata "pasangan menikah" muncul, kau pasti kaget, kan. Padahal dengan pangilan "Kakak ipar" saja sudah mengejutkan. Apa yang dia maksud dengan "pasangan menikah?" ucap Tae Hee dengan tertawa

Suasana hening lalu keduanya saling  melirik. Tae Hee mengakui mereka memang terlihat seperti pasangan yang sudah menikah jadi ia merasa tak begitu kaget dan ia tahu Sa Ra pasti kaget. Sa Ra binggung karena Tae Hee tak melihat kalau mereka itu seperti pasangan yang sudah menikah. 


"Aku...melihatmu karena kupikir kau takkan menyukainya." ucap Sa Ra 

"Kenapa aku tak suka dengan kata itu?" tanya Tae Hee tersenyum 

Sa Ra menegaskan kalau Tae Hee itu seorang pria single sementara ia adalah seorang ahjumma. Ia mengingat saat Tae Hee bilang kalau dirinya itu menghalangi potensinya untu menikah dan sepertinya tak mungkin ia bisa menikah dengan keadaan seperti ini. 

"Kita bisa mengatasinya, Aku sudah terbiasa dengan Sa Geum Ran. Dan Aku juga sudah menerima kau ini wanita yang sudah menikah." ucap Tae Hee yang membuat Sa Ra tersipu malu 

Tae Hee menuduh Sa Ra yang merasa tak nyaman, Sa Ra langsung mengelengkan kepalanya dan mengatakan "tidak". 

"Kalau begitu...kau suka?" goda Tae Hee 

"Bagaimana denganmu?" tanya Sa Ra balik dengan wajah tersipu malu. 

Akhirnya Tae Hee mengakui ia menyukai suka dan Sa Ra juga mengakui dirinya merasa tak masalah. Tae Hee bertanya kembali kalau Sa Ra menyukai kalau mereka adalah pasangan yang sudah menikah. Sa Ra mengangguk dengan tersipu malu.

" Mengenai hal itu gimana kalau kita coba seperti pasangan yang sudah menikah? Untuk memastikan apa kita cocok sebagai pasangan yang menikah." ucap Tae Hee 

"Sekarangpun kita sudah seperti pasangan yang sudah menikah. Apa lagi yang harus kita lakukan?" tanya Sa Ra terlihat malu-malu. 

Tae Hee mengatakan untuk melakukan sesuatu yang berlum pernah mereka lakukan seperti pengantin baru. Sa Ra melirik Tae Hee dengan wajah binggung.



Keduanya sudah duduk berdua dengan pakaian tidur pasangan sambil memakan permen lolipop. Tae Hee merasa keadaan seperti itu tak begitu buruk. Sa Ra pun seperti belum yakin mereka bisa cocok bersama. 

"Tentu saja kita cocok, Chemistry kita bisa buat Brangelina sedang nangis." ucap Tae Hee 

Lalu Tae Hee menyuapi coklat pada Sa Ra dan meminta membuka mulutnya, Sa Ra menerimanya dengan gembira lalu membalas suapan untuk Tae Hee. 

"Kita ini pengantin baru....Panggil aku sayang...." pinta Tae Hee malu-malu. 

Sa Ra sempat bingung, harus memanggil  Tae Hee sayang lalu merasakan tubuhnya merinding. Tae Hee mengejek Sa Ra yang bertingkah sebagai ahjumma lagi. 

"Pada dasarnya pengantin baru memang bikin merinding dan Merinding saja tak cukup menggambarkannya." jelas Tae Hee 

Lalu ia menyenggolkan bahunya dengan malu-malu meminta Sa Ra untuk cepat melakukan. Sa Ra dengan malu-malu akhirnya memangil Tae Hee sayang menyuapinya. Setelah itu Tae Hee mengangkat kakinya duduk bersila diatas sofa, dia ingin membicarakan sebagai pasangan yang sudah menikah 

"Gimana menurutmu tentang anak, seorang bayi ?" tanya Tae Hee 

"Aku putri tunggal, jadi Aku ingin anak yang banyak." ucap Sa Ra 

Tae Hee juga menginginkan yang sama, lalu bertanya kembal tentang anak perempuan atau laki-laki. Sa Ra takut kalau ia memiliki anak perempuan ia takut dia menderita seperti dirinya. Tae Hee juga merasakan hal yang sama karena ia ingin anak laki-laki yang bisa melindungi ibunya dan bisa diandalkan. 

"Lalu...kau ingin mereka mirip siapa?" tanya Tae Hee. 

"Jika ia putra,...tentu saja mirip denganmu.Jika putri,tentu saja mirip denganku." ucap Sa Ra malu-malu 

Tae Hee memikirkan kalau nanti seperti Geum Ran, lalu ia mengoda Sa Ra kalau anaknya perempuan harus mirip dengannya. Sa Ra sedikit cemberut, Tae Hee tersenyum. 



Tae Hee mengoda Sa Ra dengan mengelitikinya, Sa Ra yang geli mencoba menghindar sampai akhirnya Tae Hee tepat berada di depan wajahnya, susana terasa hening dan seperti romantis. 

Sa Ra memejamkan matanya, Tae Hee bersiap-siap menciumnya, tiba-tiba Sa Ra membuka matanya dan langsung mendorong Tae Hee sampai terjatuh. 

"Kenapa tiba-tiba kau bertingkah seperti ini?" teriak tae Hee yang kesakitan. 

"Bukan begitu dokter masalahnya... maaf.." ucap Sa Ra gugup dan langsung pergi ke kamarnya. 

Tae Hee yang binggung berteriak kenapa sikap Sa Ra jadi seperti itu. 


Sa Ra masuk ke dalam kamarnya dan duduk di meja dengan mata melotot, terlihat bayangan Sa Ra yang berjalan mondar mandir di kamarnya. 

" Tiba-tiba aku tersadar, Pernikahan dan Pasangan menikah seperti apa?" ucap Sa Ra 

"Kau gugup terlihat sepenuhnya." komentar Geum Ran 

"Bagiku, pernikahan ataupun pasangan menikah,bukan untuk bahan candaan. Dia pria single dan tentu saja senang, tapi aku sudah pernah menikah" tegas Sa Ra 

Geum Ran mengakui memang pernah tapi gagal, Sa Ra merasa kalau sudah seperti itu kenapa dirinya masih bercanda soal pernikahan karena mereka itu berbeda. Geum Ran mengoda Sa Ra yang terlihat tertawa saat bersama Tae Hee. 

"Itu....memang benar....Aku menyukainya." ucap Sa Ra tersenyum dan tersipu malu 

"Tapi....aku masih menikah. Masih belum diurus secara hukum." tegas Sa Ra dengan mata melotot 

Geum Ran membenarkan tapi ia bingung kenapa Sa Ra terlihat marah saat mengucapkan kalimat itu. Sa Ra terlihat binggung juga. 


"Kau marah karena kau tak pernah membayangkan kebahagiaan seperti itukan?" tanya Geum Ran yang terlihat tersenyum. 

"Benar.Itu tak mungkin bagiku.Jika aku benar-benar Sara, tentu menyenangkan.Dengan begitu, aku juga bisa
membayangkan pernikahan bahagia seperti Dokter." tegas Sa Ra 

Ia juga tahu orang yang gagal menikah seperti Geum Ran bukan sesuatu yang bisa ia tertawakan. Geum Ran mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Sa Ra menegaskan dirinya tak akan bercanda lagi dengan Tae Hee. 

" Bukan begitu..... Aku tak boleh ikut, karena Aku ini ahjumma. Ada ribuan hal yang harus kuurus." tegas Sa Ra. Geum Ran mengangguk dengan wajah tersenyum dan mata berkaca-kaca. 


Pagi harinya Sa Ra mengendap-ngendap keluar rumah, Tae Hee keluar kamar menanyakan kemana Sa Ra akan pergi. Sa Ra langsung kaget karena ternyata Tae Hee melihatnya ia pergi. Tae Hee menanyaka kemana Sa Ra pergi di pagi hari. 

"Hari ini...hari pertama kompetisiku, maka Aku mau latihan dulu di restoran. Dan juga..aku harus mengikuti kelas memasak jadi Hari ini aku sibuk." jelas Sa Ra 

"Aku akan mengantarmu." tegas Tae Hee

Sa Ra menolaknya, Tae Hee kebinggungan menanyakan alasannya. Sa Ra hanya ingin pergi sendiri karena hari ini banyak yang harus ia kerjakan. Tae Hee akhirnya menanyakan apakah ia berbuat salah sampai Sa Ra bersikap seperti ini padanya.

"Kita....memang berkencan tapi aku ingin kita tetap jaga jarak yang layak. Rasanya tidak nyaman kita dekat begitu tiba-tiba. Terutama,setelah kejadian tadi malam." jelas Sa Ra 

Setelah itu ia pergi tanpa membiarkan Tae Hee yang terlihat kebinggungan dengan sikapnya. 


"apa... Kakak ipar jadi aneh karena aku?" teriak Ji Hoon di ruang prakteknya. 

"Berhenti panggil kakak ipar. Ini semua karenamu. Dia menjauh karena kau memanggilnya seperti itu dan dia membenci pernikahan." teriak Tae Hee kesal 

Ji Hoon mengerti ia menanyakan apakah Tae Hee sudah melamarnya, Tae Hee terlihat binggung kenapa Ji Hoon tiba-tiba membicarakan masalah lamaran. 

"Kau bahkan tidak melamar tapi sudah membicarakan pernikahan, tentu saja dia marah. Bagi wanita prosedur yang tepat sangat penting." tegas Ji Hoon 

Dia minta Tae Hee untuk memutuskan dan jangan berbelit-belit, Tae Hee menanyakan kapan seharusnya ia melamar Sa Ra. Ji Hoon menjawab ketika Tae hee akan menikahinya. 

" lalu kapan saat aku ingin menikahinya?" tanya Tae Hee binggung 

"Nah, itu aku tak tahu.....Aku belum pernah menikah." jawab Ji Hoo polos 

Bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar