PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Minggu, 15 Desember 2019

Sinopsis Crash Landing On You Episode 1 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Di sebuah pergunungan terlihat tulisan PERTAMBANGAN, terlihat semua adalah hutan. Berbanding terbalik dengan Korea selatan yang sudah ada pembangunan dengan malam hari yan penuh dengan lampu. Dalam sebuah gedung terlihat iklan bir dengan model seorang pria.
Pria itu baru saja turun dari mobil dan dikuti oleh Yoon Se Ri lalu masuk ke dalam gedung. Keduanya seolah pura-pura tak saling mengenal tapi setelah masuk mereka saling bergandengan tangan dan juga bertatapan mesra. Di lain tempat si pria datang dengan masker dengan Se Ri sudah menunggu dalam mobil. 

Foto-foto Se Ri pun terseber dengan wajah diblur, seorang pria menjelaskan Beritanya akan diterbitkan sekitar pukul 07.00 Tapi Ia bilang ke Despatch "Pegangan tangan bukan berarti pacaran. Tanya saja orang-orang di jalan."
“Jika diperhatikan, bukan pegangan tangan. Kau memegang pergelangannya. Jadi, kubilang, "Mereka tak pacaran." Aku menyangkalnya, dan kami putuskan kalian teman baik yang suka berbuat iseng.” Ucap Si pria
“Apa Kau sebut itu keisengan?” tanya Se Ri sinis. Pria itu membenarkan kalau mengatakan pada wartawan kalau mereka
“Dan kau biasa bermain-main... Maksudku, kalian biasa bercengkerama begitu.” Ucap Si pria.
Pegawai yang lain menulikan dalam catatanya [MEREKA BERDUA PASTI PACARAN] Se Ri hanya tertawa yang membuat semua orang bingung lalu dengan santai mengaku kalau mereka itu pernah dekat Walaupun sudah berakhir.
Semua kaget, sementara si pria masih menuliskan dibukunya “ IZINKAN AKU PULANG”. Se Ri  pikir itu sudah terjadi, tak apa-apa jadi Semua baik-baik saja, tapi ia meminta agar bisa memperbaiki efek kaburnya. Si pria pikir kalau meminta mereka untuk mengaburkan wajahnya lagi.
“Tidak, bukan itu maksudku. Mereka mengaburkan antingku juga. Itu aksesori yang sulit kupromosikan dari seluruh koleksinya. Efek kaburnya harus... Bagaimana, ya?” ucap Se Ri mencoba menjelaskan
“Apa Bisa mereka kecilkan sedikit agar antingnya langsung terlihat? Justru foto penuh lebih baik. Dengan begitu, orang bisa lihat dompet dan sepatuku.” Jelas Se Ri. Si pria pun menganguk mengerti.
“Manajer Pembelian. Lalu apa tugasmu?” tanya Se Ri menegur pria yang terus menulis dibukunya. Si pria pun kaget langsung menutup agendanya.
“Anting, dompet, dan sepatu. Siapkan stok yang cukup. Pesanan akan menumpuk saat itu menjadi tren.” Kata Se Ri yakin . Manager menganguk mengerti. Semua koleksi akhirnya dikeluarkan mulai dari perhiasan sampai tas. 


Di dalam sebuah mall. Se Ri datang dengan banyak pegawal. Semua orang bertanya-tanya “Siapa dia? Kenapa ramai sekali?” lalu bisa mengenal Se Ri adalah Wanita yang pacaran dengan aktor Cha Sang-u. Mereka pun mengeluh Se Ri seperti selebritas yang bawa penjaga
“Dia bahkan tak cantik... Dia pantas dapat yang lebih baik. Itu Pasti uang dia.” Bisik pengunjung yang lain.
“Tampaknya aku dapat perhatian lebih dari biasanya. Kenapa kau memanggil penjaga?” keluh Se Ri pada Pria bertubuh tambun.
“Seandainya penggemar Cha Sang-u yang marah menyerangmu...” ucap Si pria gugup
“"Penggemar yang marah"? Kenapa? Akulah yang harus marah, bukan mereka.” Ucap Se Ri marah
“Nona Yoon, tenanglah. Sebagian perhitungan laba tahunan selesai. Harga saham juga naik.” Kata Manager. Se Ri masih terus mendengar komentar jahat dari orang yang melihatnya. 


Saat itu telp Se Ri berdering, Se Ri melihat nomor yang tak disimpan lalu mengangkatnya. Suara seorang pria mengejek Se Ri itu sudah seperti  selebritas. Se Ri bertanya siapa yang menelpnya. Yoon Se Joon mengeluh kalau kakaknya yang menelp.
“Apa Dia tak punya nomor kakaknya? Dia sungguh angkuh.” Komentar istri Se Joon yang duduk disampingnya.
“Kenapa menelepon?” tanya Se Ri sinis. Se Joon menyindir adiknya kalau terakhir kali hubungan dengan atlet bisbol.
“Atlet sepak bola.” Kata Istri Se Joon memperbaiki. Se Joon pun mengubah kalau adiknya pernah dengan Atlet sepak bola.
“Dan kali ini penyanyi idola?” ejek Se Joon, Istrinya kembali memperbaiki kalau yang dimaksud aktor. Se Joon pun seperti kaget kalau pria itu aktor.
“Jadi? Kenapa menelepon?” tanya Se Ri seperti enggan berlama-lama bicara dengan sang kakak.
“Kau mungkin tak peduli apa yang terjadi dengan keluarga kita karena kau sibuk mempermalukan kami, tapi Apa kau tak lihat berita? Ayah bebas bersyarat hari ini. Kakak tak peduli kau berkunjung atau tidak saat hari libur atau untuk upacara, tapi kau harus datang hari ini.” Ucap Se Joon.
“Apa Ini nomor Kakak?” tanya Se Ri. Se Joon membenarkan dan meminta agar bisa menyimpan nomornya.
“Jangan ganti nomormu. Merepotkan jika harus kublokir dua kali.” Kata Se Ri lalu menutup telp dan langsung memblokir nomornya. 


Se Joon mengumpat kesal pada sikap adiknya,  Istrinya bertanya apah Se Ri menutup telpnya lagi dan menyuruh agar membiarkan saja.  Ia pikir Se-ri mencampakkan keluarganya jadi Tak usah dipikirkan. Se Joon mengaku menghubunginya karena itu permintaan Ayah.
“Kenapa Ayah tiba-tiba memanggil kita semua? Pasti soal itu, 'kan?” ucap Istri Se Joon. keduanya langsung menjawab Pengumuman pewaris dengan senyuman bahagia. 

Berita di TV, Tuan Yoon duduk di kursi roda dengan masker yang menutup wajahnya. Semua wartawan mengambil gambarnya saat keluar dari kantor kejaksaan dan juga rumahnya.
“Yoon Jeung-pyeong Grup Queens, yang ditangkap pada Maret karena melanggar UU Kejahatan Ekonomi Berkelanjutan dibebaskan bersyarat setelah 283 hari. Pimpinan Yoon telah mengumumkan dia akan mundur, semua fokus kepada putra sulungnya, Yoon Se Joon, dan putra keduanya, Yoon Se Hyung, yang akan mengambil alih kepemimpinan grup ini.”

Diatas meja, Istri Se Joon memberikan cake tahu putih dengan bertuliskan SELAMAT ATAS PEMBEBASANMU. Dengan bangga, Ia mengaku membuatkan kue tahu ini sebagai ucapan selamat atas pembebasan ayah mertuanya.
“Istriku yang terbaik.” Puji Se Joon lalu mengucakan selamat pada sang ayah. Se Hyung pun mengucapkan selamat begitu juga sang istr.
“Kau tampak senang sekali.” kata Istri Tuan Yoon yang duduk di meja paling ujung.
“Aku senang sebab akhirnya Ayah dibebaskan. Orang-orang hanya tertarik dengan perubahan di anggota keluarga, dan siapa yang akan mewarisi perusahaan.” Ucap Istri Se Joon. Se Joon berdeham memberikan kode agar tak membahasnya.
“Maksudku, mereka ini kenapa? Kurasa orang kaya seperti kita tak punya keluarga. Padahal kita akrab. Benar, 'kan, Sang-ah?” ucap Istri Se Joon pada  istri Se Hyung.
“Ya, tentu... Benar, Kak Se Joon terlibat baku hantam dengan pemimpin serikat buruh. Apa Itu sudah beres?” sindir Sang Ah. Se Joon terlihat panik.
“Mereka sedang mengurus penyelesaian damai. Wajar terjadi jika pria membahas hal sensitif.” Ucap Istri Se Joon membela. Suaminya pun setuju.
“Omong-omong, Sang Ah. kudengar Se Hyung kena tipu investasi.” Ucap Istri Se Joon. Se Hyung panik mencoba menyangkalnya. 

“Bagaimana dengan harga sahamyang turun 50 persen? Orang-orang mempertanyakan kepemimpinanmu dan juga kualifikasimu membuatku begitu kesal. Hanya karena kau menjadi korban penipuan jumlah besar, orang menganggapmu bodoh, dan memperlakukanmu begitu.” Ucap Istri Se Joon.
“Kenapa menyebut adikku bodoh?”keluh Se Joon tak terima adiknya dihina. Istrinya ingin bicara tapi lebih dulu adik iparnya yang bicara.
“Itu bukan penipuan. Aku hanya tak bisa menghubungi temanku saat ini.” Ucap Se Hyung
“Tolong urus, atau pemegang saham akan menuntutmu.” Kata Se Joon. Se Hyung memperingatakan Jangan ikut campur.
“Ayah, Se Joon memukuli pemimpin serikat sampai giginya patah.” Ucap Se Hyuns mengadu pada sang ayah.
“Aku sudah janji membayarkan implan giginya.” Kata Se Joon. Se Hyung pikir kakaknya itu hanya ingin pamer. Se Joon tak terima dianggap pamer. Sang adik pun mulai mengumpat. 
Keduanya saling adu mulut sampai, Tuan Yoon dengan tegas bertanya keberadaan Se Ri. Keduanya hanya diam saja.  Tuan Yoon ingin tahu apakah mereka n tak dapat pesan bahwa ayah mau Se-ri datang. Keduanya hanya bisa tertunduk.
“Aku sudah berusaha menghubunginya beberapa kali, tapi tampaknya bocah itu memblokir nomorku.” Kata Se Joon.  Tapi saat itu Se Ri masuk ruangan dengan anggun. 


Se Ri menyapa ayahnya mengucapkan selamat atas pembebasan bersyaratnya dan mendengar kalau Ayahnya meminta datang jadi ingin tahu apa yang ingin dibicarakan. Tuan Yoon mengatakan kalau Se Ri harus pindah kemari lagi.
“Begitukah? Aku jadi penasaran. Ayah tampak sehat. Tolong jaga kesehatan Ayah. Aku datang untuk memberi salam, jadi, aku akan pergi lagi.” Ucap Se Ri akan melangkah pergi.
“Ayah ingin kau menggantikan ayah.” Ucap Tuan Yoon, Semua langsung menjerit tak percaya apalagi istrinya.
“Dengarlah. Kau meninggalkan rumah dan mendirikan perusahaan sendiri sepuluh tahun lalu. Ayah sudah lihat kemampuanmu. Jadi, ayah mau kau memimpin perusahaan, gantikan ayah.” Ucap Tuan Yoon .
“Aku bersedia.” Kata Se Rin. Kedua kakaknya langsung mengeluh bahkan menuduh kalau kalau Se Ri tak tahu apa-apa!
“Jika aku jadi pewaris Ayah, aku berhak menunjuk CEO baru di anak perusahaan kita?” tanya Se Ri menatap kakaknya. Ayahnya membenarkan.
“Baguslah. Aku selalu mengira beberapa CEO tak memenuhi syarat. Contohnya, ada yang cenderungbentrok dengan pegawai, dan juga yang sering dituntut, atau menyebabkan kerugian besar pada perusahaan Kita harus pecat CEO semacam itu tanpa ragu.” Kata Se Ri
“Ayah serahkan kepadamu.” Kata Tuan Yoon. Se Ri pun mengucapkan Terima kasih.
“Beri aku waktu. Perusahaanku baru meluncurkan lini pakaian olahraga ekstrem, sedang berkembang pesat. Aku akan mencari spesialis manajemen yang andal.” Kata Se Ri
“Baik. Bisa temui ayah di kantor besok?” kata Tuan Yoon. Se Ri pikir Besok tak bisa karena sedang lakukan pengujian akhir.
“Kalau begitu, ayah ingin mengumumkannya di rapat pemegang saham kita bertemu sebelum itu.” Ucap Tuan Yoon. Semua panik yang ada di meja makan mendengarnya
Se Ri dengan santai menganguk mengerti dan pamit pergi karena tahu merekabisa sakit perut jika ia tetap di sini Ia pun melangkah pergi. saa jalan sendirian di lorong, wajah panik dan ketakkutan pun terlihat. 




Esok pagi
Diatas bukit, wajah Se Ri sangat bahagia. Sementar si pria tambun dengan wajah khawatir bertanya kapan Se Ri belajar paralayang. Se Ri pikir belum bilang kalau ia dapat sertifikat di Interlaken saat pergi ke Swiss. Si pria menganguk mengerti
“Kami bisa mengujinya dan memberikan laporannya kepadamu, jangan kau lakukan sendiri.” Ucap Si pria khawatir.
“Tampaknya aku akan sangat sibuk. Aku sedang buru-buru karena harus mendaki.” Ucap Se Ri menatap ke arah langit.
"Mendaki"? Ke mana?” tanya si pria bingung. Se Ri menjawab keTempat yang tinggi.
“Di sini sudah tinggi. Adakah yang lebih tinggi?” tanya si pria makin bingung. Se Ri pun berkata kalau Besok pagi, Si prai akan lihat namanya di berita.
“Jangan terkejut.” Kata Se Ri bangga. Si pria pikir kalau itu Skandal pacaran lainnya. Se Ri menegaskan Bukan dan akan mulai.
“Anginnya cukup kencang.  Kami sudah periksa ramalan cuaca, Apa Nona yakin bisa?” tanya si pria sangat khawatir.
“Pak Hong... Kenapa angin bertiup?” ucap Se Ri. Tuan Hong mengaku tidak tahu.
“Angin bertiup untuk bergerak, bukan tetap diam. Angin harus tetap bergerak agar aku bisa terbang.” Ucap Se Ri yakin. 


Akhirnya Se Ri mulai menaiki paralayang ke udara,  Tuan Hong yang dibawah dengan wajah khawatir meminta agar hati-hati. Diatas Se Ri terlihat sangat bahagia memutar tubuhnya diudara dan seseorang cameramen merekamnya.
“Sungguh, kau sudah berhasil... Kau sudah bekerja keras, Se-ri. Aku bisa terbang lebih tinggi lagi.” Ucap Se Ri kembali naik lebih tinggi lagi.
“Ini menyenangkan... Lihatlah warna indah hutan itu dan juga padang rumput yang hijau... Sudah lama aku tak lihat pemandangan ini.” Ucap Se Ri melihat pemandangan yang indah.
Tiba-tiba matanya dikagetkan dengan ada plastik yang melayang bahkan traktor itu pun melayang dan bertanya-tanya Kenapa itu bisa terjadi. Tiba-tiba terlihat ada angin puting beliung dan akhirnya mengulung Se Rin dan menghantam kameramen ke arah yang berlawanan. 

ZONA DEMILITERISASI KOREA BATAS UTARA 1.000 M.
 Di Sebuah perbatasan dengan pagar besi dinyalan lampu,  papan bertuliskan DEMI PERDAMAIAN, KEMAKMURAN, DAN PERSATUAN KOREA. Sebuah mobil masuk ke hutan dan beberapa anak buahnya pun turun dari truk.
Mereka jalan perlahan bersiaga dengan pistol ditanganya,  Anak buahnya melapor pada Kapten Ri. Dinilai dari suara tembakan, mereka menuju kemari jadiMungkin dia pembelot Selatan. Ri Jung Hyuk pikir Wilayah tempur sejauh 400 meter dari posisi mereka.
“Menuju arah pukul 11. Total ada sepuluh. Senapan otomatis K2, ada enam. Dan Tokarev TT-33. Ada tiga.” Kata Jung Hyuk.  Anak buahnya tak percaya Jung Hyuk bisa melihat dalam kegelapan.
“Mereka kawan kita.” Ucap Jung Hyuk lalu berjalan perlahan dan melihat ada orang disandera dan memberikan kode agar mereka mulai maju.
“Mundur... Maju selangkah lagi, kalian memasuki garnisun kami.” Ucap tentara KoSel. Mereka ada di Pos Militer Korea Selatan.
“Serahkan mereka bertiga, kami akan mundur. Mereka kawan kita.” Kata Jong Hyuk. Anak buahnya mengeluh.
“Kami dapat izin Badan Keamanan dan kemari untuk berburu rusa. Kami tersesat karena tornado itu.” Ucap salah satu pria memberikan surat ditanganya.
“Mereka melewati Garis Perbatasan Selatan dan tertangkap basah menggali artefak budaya.” Kata Tentara Korsel
“Apa bisa buktikan?”ucap Jong Hyuk. Tentara Korsel pun menunjukkan tangkapan layar dari kamera mereka
“Apa ada yang terluka?” tanya Jong Hyuk. Si pria menjawab tidak. Jong Hyuk pikir  sudah mengamati situasi, jadi mengajak untuk menurunkan senjata.
 “Aku bersumpah demi kehormatan negeriku, kami akan menghukum mereka. Jika soal hukuman, kami, pihak Utara, lebih baik dari Selatan. Kita turunkan senjata pada hitungan ketiga.” Ucap  Jong Hyuk mulai menghitung.

Semua sempat diam, Jong Hyuk akhirnya lebih dulu menurunkan senjatanya. Tentara korea selatan mengikutinya. Tapi saat itu si sandera ingin mengambil pistol, Jong Hyuk langsung melawan warga sipil Korea utara dan langsung melumpukanya. Semua siaga dengan pistolnya.
Keduanya seperti sudah disiap perang, terdengar dari walkie talkie Kepale tentara korea berbicara “Alfa Satu. Kembalilah. Jangan terlibat konflik. Jangan konflik dengan Utara.” Sementara Jong Hyuk pun mendapatkan perintah dari atasanya.
“Petir Satu... Dengar aku? Jangan konflik dengan Selatan. Segera kembali.” Akhirnya mereka pun sama-sama pergi dan Jong Hyuk membawa tiga pria yang melewati perbatasan. 




Ketua Pasukan Korea utara datang dengan mobil. Jong Hyuk memberikan hormat. Si ketua melihat tiga pria yang ada dalam mobil dengan tangan terikat. Jong Hyuk melaporkan Kompi Lima bersiaga untuk transfer perampok makam yang mereka tangkap saat patroli zona demiliterisasi. Ketua pun memujinya dan ingi tahu laporan yang lain.
“Karena tornado tadi, ada banyak pagar kawat berduri dan pepohonan yang jatuh. Transformator voltase tinggi untuk pagarnya tak berfungsi. Kita harus perketat keamanan di daerah yang rusak sampai semua diperbaiki.” Ucap Jong Hyuk. Ketua membenarkan.
“Itu Besokkah? Pertukarannya?” kata Ketua. Jong Hyuk membenarkan. Ketua berkomentar kalau itu sangat disayangkan.
“Ini terjadi di hari terakhirmu. Mulai dari tornado sampai perampok makam.” Sindir Si ketua. Jong Hyuk mengaku tak masalah.
“Mereka mungkin menyeberangi Garis Perbatasan Selatan karena salah paham. Kita harus bersikap lunak.” Komentar Ketua
“Itu terjadi di zona patroli kami. Tak bisa dianggap remeh.” Ucap Jong Hyuk
“Kau tahu kalau Badan Keamanan telah mengizinkan mereka memasuki zona demiliterisasi. Ini tak akan menguntungkan jika dibahas di penilaian akhir.” Ucap Ketua sepert ingin menutupinya.
“Jadi, Badan Keamanan memberi perampok makam izin menyeberangi Garis Perbatasan untuk mencuri artefak. Apa Itu maksudmu?” sindir Jong Hyuk.
“Tentu bukan, Kapten Ri.” Kata si kapten. Anak buah yang mendengarnya pun terlihat tegang.
“Aku sudah janjikan kapten Selatan bahwa kita akan investigasi ini. Aku ingin memegang janji.” Kata Jong Hyuk.
“Baik. Silakan pegang janjimu... Tapi bisakah aku berjanji juga, Kapten Ri? Aku, Cho Cheol Gang, tak akan bersikap lunak kepada siapa pun. Jika kau melakukan sesuatu yang mengancam keamanan tentara, dan tertangkap olehku, kau pasti dihukum berat. Tentunya, kau tak akan melakukan hal semacam itu.” Ucap Chul Gang
“Tapi konon sesuatu atau seseorang akan selalu berubah seiring waktu. Bukankah hidup memang seperti itu?” komentar Chul Gang mengancam. Jong Hyuk pun hanya bisa diam saja. 




Sementara dipos perbatasan, tentara Pyo mengambil arak yang sudah disimpanya lalu meminta mereka  jangan dibahas lagi menurutnya Jika Jong Hyuk seangkuh itu kepada petugas Badan Keamanan, dan ingin tahu nasib mereka nanti.
“Kurasa dia bisa tampak keren dan tangguh, tapi Badan Keamanan akan mengawasi kita mulai sekarang karena itu. Itulah maksudku.” Ucap Tentara Pyo
“Kenapa Kapten Ri ditempatkan di pos perbatasan? Dia dari Pyongyang, mungkin dari keluarga berada. Kenapa tak menikmati hidup di sana?” kata Teman yang lainya.
“Karena itulah, kau harus hati-hati dengan orang kaya. Mereka ingin mengendalikan semuanya agar bisa menerima cinta dari Jenderal Kim.” jelas tentara Pyo. Semua menganguk mengerti.
“Sudahlah... Ini adalah arak dari tahun 1953, yakni sebelum gencatan senjata disepakati. Segelas arak ular berusia 60 tahun ini bisa membuat mereka yang malnutrisi melompat dengan penuh semangat. Ini obat, bukan arak.” Ucap si pria.
Semua terlihat bingung dianggap obat tapi akhrinya mau segelas obat. Salah seorang bertanya-tanya apa boleh minum seperti ini saat bertugas. Si pria pikir mereka bekerja siang dan malam selama dua bulan dan Pergantian kompi di pagi hari jadi tak masalah. 


Sementara di malam hari,  burung hantu pun berbangun. Se Ri terlihat tergantung di pohon dengan paralayang yang menyangkut. Diatas bukit sudah ada banyak ambulance dan polisi, Tuan Hong ingin masuk melihat siapa yang dibawa tapi polisi melarangnya.
Ia panik mencari Se Ri dengan memberitahu kalau Bosnya seorang wanita. Polisi melihat Tuan Hong panik meminta agar tenang. Tuan Hong akhirnya menerobos masuk dan melihat kameramen yang dibawa ke ambulance. Tuan Hong bertanya keberadaan Se Rin. Si pria mengaku tak tahu.
“Kau merekam apa pun? Mana kameranya?” tanya Tuan Hong. Si pria mengeluh dalam keadaan seperti ini tak akan bisa.
“Lantas apa kerjamu?” kata Tuan Hong. Si pria marah karena ia hampir mati. Tuan Hong tetap ingin tahu keberadaan Se Rin. 
“Kutuntut kalian nanti!” teriak si pria. Tuan Hong emngeluh kalau sungguh tak profesional dan melihat si pria sudah dibawa ambulance.
“Sudah kubilang, kirim laporan saja. Kenapa dia tiba-tiba ingin lakukan sendiri? Ini gila. Dia mau terbang atau semacamnya. Kau terbang sejauh apa, Nona Yoon?” ucap Tuan Hong kebingungan. 

Pagi hari pun datang, terlihat anak rusa yang berkeliaran. Se Ri akhirnya tersadar lalu berpikir kalau pingsan. Ia melihat sekeliling dan bertanya keberadaanya dan mulai merasakan tubuhnya yang sakit. Ia mengeluarkan walkie talkienya memanggil Tuan Hong tapi tak ada sahutan.
“Aku ada di mana? Aku ada di taman nasional?” ucap Se Ri binggung lalu panik melihat kebawa karena ternyata Tinggi sekali.Akhirnya ia berteriak memanggil “Apakah Ada orang? Tolong!”
***
Jong Hyuk sedang berpatroli merasakan suara lalu memastikan apakah anak buahnya apa bisa mendengar sesuatu. Anak buahnya bingung mengaku tak dengar, Jong Hyuk mengaku mendengar Suara wanita dan tampaknya dia menangis.
“Hentikan. Kau menakutiku.” Ucap Anak buahnya lalu mendengar suara dari walkie talkienya “Ini Burung Hantu. Jawablah, Merpati.
“Ini Merpati. Ada apa?” balas anak buah Jong Hyuk. Burung hantu meminta mereka harus segera kemari
“Tornado merusak semua barikade dan pagar.” Kata Burung hantu. Merpati memberitahu Jong Hyuk., tapi Jong Hyuk menyuruh anak buahnya saja yang perg.
“Aku mau menyisir area ini.” Kata Jong Hyuk yang penasaran. Anak buahnya pun melangkah pergi. 

Jong Hyuk mencari asal suara dan langsung mengangkat pistolnya. Sementara Se Ri bahagia melihat ada orang yang datang bahkan seorang tentara langsung melambaikan tanganya. Jong Hyuk masih mengarahkan pistolnya.
“Apakah pasukan tentara di dekat sini ditugaskan mencariku?” kata Se Ri bingung.
“Kata sandi.” Kata Jong Hyuk. Se Ri bingung lalu melihat pakaian tentara Korea utara bukan selatan.
“Jangan mendekat. Bicaralah dari sana.... Bicaralah dari sana.” Ucap Se Ri panik. Jong Hyuk pun menyuruh Se Ri turun.
“Andai aku bisa, tapi di sini tinggi sekali. Aku tak punya tenaga lagi.” Ucap Se Ri merengek. Jong Hyuk mendekat dan mengarahkan pistolnya.
“Astaga, aku akan turun. Kulepas sabuknya.” Kata Se Ri panik melepaskan sabuk dan melompat. 

Saat itu Jong Hyuk terkejut karena Se Ri melompat pada pelukan dan keduanya sangat dekat. Se Ri pun akhirnya buru-buru turun, Jong Hyuk langsung bertanya apa Pekerjaan dan namanya. Se Ri mengaku  bekerja untuk perusahaan mode.
“Kurasa kau tak akan tahu namanya. Dan aku tak nyaman memberitahumu namaku karena kita baru bertemu. Dan... Kau membuat keputusan sulit. Selamat datang di Republik Korea.” Ucap Se Ri
“"Republik Korea"?” kata Jong Hyuk bingung, Se Ri mencoba memikirka perumpaanya.
“Apa namanya? Pembelot. Kau pembelot dari Korea Utara, 'kan? Mungkin bukan... Komunis bersenjata... Mata-mata? Ataukah kau pasukan elite..Apa Korea Utara yang ditugaskan untuk menjalankan misi khusus?”ucap Se Ri terus menebak.
“Apa pun itu, jangan khawatir. Aku tak akan melaporkanmu. Aku tak mengurus urusan orang lain. Aku sibuk dengan urusanku. Aku pergi dahulu.” Ucap Se Ri akan melangkah pergi.
“Berhenti.” Perintah Jong Hyuk. Se Ri langsung berhenti dan mengangkat tanganya lalu memohon pada Jong Hyuk agar membiarkan pulang
“Alamatmu?”tanya Jong Hyuk. Se Ri menjawab Seoul, Gangnam-gu, Cheong... lalu terhenti berpikir tak bisa beri detailnya.
“Itu Jauh sekali.” kata Jong Hyuk, Se Ri pikir akan cari jalan sambil mengucapkan Terima kasih dan akan pergi.
“Pasti ada salah paham... Bukan aku yang ke Selatan.” Ucap Jong Hyuk. Se Ri melonggo kaget.
“Kau yang datang ke Utara.” Ucap  Jong Hyuk. Se Ri memastikan kalau yang dimaksud Korea Utara.
“Astaga. Jangan bercanda... Bagaimana mungkin... Yang benar?” kata Se Ri masih tak percaya.
“Kita berada di zona demiliterisasi, paralel ke-38. Garis Batas Utara.” Kata Jong Hyuk.
 "Zona demiliterisasi"? Tempat rekaman film Joint Security Area ? Berarti ini tak sepenuhnya Korea Utara.” Kata Se Ri
“Ini wilayah Republik Rakyat Demokratis Korea. Warga Korea Selatan tidak dikenal memasuki wilayah. Kau harus jalani...” kata Jong Hyuk 
“Tunggu... Aku tak masuk tanpa izin. Lihat. Aku sedang paralayang. Pada awalnya, cuaca cerah. Tiba-tiba cuaca memburuk, tornado datang, itu bahkan tak ada di ramalan cuaca. Traktor dan babi semuanya beterbangan dan pusaran menyeret kami.” Jelas Se Ri
“Aku terbawa angin juga. Lalu aku pingsan. Tiba-tiba aku di sini. Maksudku, ini kecelakaan. Bukan disengaja.” Ucap Se Ri. Jong Hyuk bisa mengerti.
“Terima kasih. Kau paham.” Kata Se Ri. Jong Hyuk memasukan pistol dan meminta agar Se Ri menjelaskan hal itu saat diperiksa nanti.
“Apa? Kenapa harus diperiksa?” tanya Se Ri bingung. Jong Hyuk menjelaskan Menurut hukum republiknya, penyusup harus diikat dan diperiksa.

“Diikat? Kau akan mengikatku?” kata Se Ri panik. Jong Hyuk pikir Se Ri yang terbang kemari dengan parasut jadi mereka tak bisa meloloskanmu begitu saja.
“Lantas bagaimana jika mereka memfitnahku sebagai mata-mata, atau agen rahasia cantik, lalu menyiksaku, dan mengirimku ke Tambang Batu Bara Aoji? Bagaimana?” ucap Se Ri panik
“Itu tak akan terjadi.” Kata Jong Hyuk. Se Ri ingin memastikan. Tapi Jong Hyuk juga mengaku tak bisa jamin.
“Bagaimana bisa kupercaya? Apa Kau sendiri akan percaya?” kata Se Ri. Jong Hyuk pikir Se Ri percaya atau tidak bukan urusannya.
“Jangan lepas tanggung jawab begitu. Tak akan butuh waktu lama jika aku lari. Izinkan aku pergi. Kumohon. Aku jago berlari. Aku akan langsung pergi. Aku tak akan menyakitimu.” Ucap Se Rin bergegas pergi.  Jong Hyuk menyuruh berhenti.
“Jika kau pura-pura tak tahu, maka kau menyelamatkan seseorang.” Kata Se Ri terus berlari.
Bersambung ke Part 2


 Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar