PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 23 Juni 2018

Sinopsis What's Wrong with Secretary.Kim Episode 6 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN
Mi So mengumpat kesal pada Young Joon seperti anak kecil malah mendorong kursinya.  Young Joon panik mendekati Mi So brusaha agar menjelaskan, Mi So tak mau menatap Young Joon dengan wajah kesal bicara pada bosnya.
“Aku baru ingat siapa Wakil Ketua dan orang macam apa Anda ini.” Ucap Mi So. Young Joon terlihat kebingungan.
“Anda orang narsis yang hanya mencintai dirinya sendiri. Menurut Anda, orang lain hanyalah latar belakang saja. "Berani-beraninya Kau memikirkanku?" Itulah yang terlintas di pikiran Anda. Makanya Kau mendorongku, kan?” ucap Mi So sangat marah
“Sekretaris Kim, Kau keliru... Bukan begitu maksudku...” jelas Young Joo
“Wakil Ketua Lee, Apa kau tahu?  Jika seseorang bertanya padaku kapan ciuman pertamaku, Aku lebih pilih saat ada anak yang namanya Sang Cheol menciumku sebagai lelucon di TK daripada yang sekarang ini.” Tegas Mi So berdiri dari tempat duduknya.
Young Joon berusaha untuk menjelaskan tapi Mi So memilih untuk meminta izin cuti  karena merasa tak mampu melihat wajah bosnya lalu melangkah pergi.  Young Joon berusaha menahan Mi So agar tak pergi.
“Ngomong-ngomong, hari ini kerjaanku sudah selesai... Jangan berani-beraninya mengikutiku.” Ucap Mi So lalu keluar dari ruangan
“Tapi Aku lega Sekretaris Kim tidak tahu kenapa tadi. Aku tidak senang sama sekali dan Bukan begini seharusnya.” Kata Young Joon seperti menyembunyikan rahasia.


Mi So membuat bom soju dan minum dengan dua kakaknya. Pil Nam membahas kalau saat bibir Mi So bersentuhan tapi Young Joon malah mendorongnya. Mi So membenarkan dengan membaca cerita  diinternet jadi tidak bisa mempercayainya.
“Apa Kau tahu kenapa dia melakukan itu?” tanya Mi So 
“Aku tahu. Kedengarannya seperti dia mengalam gangguan hasrat seksual.” Ucap  kakak kedua.
“Kau bilang Seksual apa?” ucap Mi So kaget, Pil Nam pikir adiknya itu tidak perlu terkejut.
“Banyak pria muda datang ke klinik kami dengan masalah itu. Mereka sangat stres kalau tubuh mereka menolaknya dan Seperti itulah.” Cerita Pil Nam, Mi So merasa kakaknya itu konyol
“Aku tidak konyol. Menderita disfungsi seksual bukanlah kejahatan. Menurutku, Kupikir ini masalah psikologis. Dia menunjukkan... perilaku ekstrim seperti itu tepat sebelum ciuman. Kurasa dia trauma perempuan atau ciuman. Dan itu menyebabkan dia menunjukkan gejala penolakan.” Jelas Pil Nam, Mi So lalu mengingat tentang "Trauma". 

Ketiganya keluar dari restoran, Kakaknya mengajak pergi ke ronde berikutnya., Mi So menolaknya merasa kalau sudah cukup tapi dua kakaknya enggan dan ingin mengajak mereka minum satu kali lagi. Mi So memilih untuk lebih bersantai karena Besok hari libur.
“Makanya, Kau harus minum sampai hampir mati. Kapan lagi Kau punya kesempatan seperti ini?” ucap Kakaknya
“Tidak, aku tidak bisa menghabiskan hari-hariku yang indah cuma buat pulih dari mabuk. Besok, hari-hariku menyenangkan. Jadi Aku pergi dulu ya.” Kata Mi So lalu bergegas pergi.  Kedua kakaknya berpesan agar berhati-hati sampai dirumah. 


Pil Nam tak yakin kalau itu kisah Mi So dibaca di internet menurutnya itu tentang Mi So dan Wakil Ketua Lee. Kakak keduanya tak percaya mendengarnya kalau itu kisah Mi So dan Wakil Ketua Lee.
 “Apa Maksudmu, orang kaya menderita disfungsi seksual?” ucap Kakak Kedua kaget.
“Memang tidak boleh pria kaya menderita disfungsi seksual? Tapi Bukan itu intinya... Intinya kalau ada sesuatu yang terjadi di antara keduanya.” Ucap Pil Nam sedih 

Mi So mengingat yang dikatakan oleh kakaknya“Dia menunjukkan perilaku ekstrim seperti itu tepat sebelum ciuman. Kurasa dia trauma perempuan atau ciuman.”
“Mungkin... mungkin ada alasannya.” Ucap Mi So menyakinkan diri tapi kembali merah kalau memang ada menurutnya tak lucu sambil mengosong giginya dengan cepat. 
Young Joon menuliskan pesan untuk Mi So di dalam kamar “Sekretaris Kim, Kau pasti sangat bersemangat untuk menciumku. Karena Kau sudah mengantisipasinya, jadi Kau pasti sangat kecewa.” Tapi kembali menghapusnya.
Akhirnya Young Joon kembali menuliskan “Sekretaris Kim, maaf.” Menurutnya Semakin sederhana semakin baik dan  Langkah pertama selalu yang paling sulit tapi Selanjutnya akan mudah, lalu segera mengirimkanya.

“Bilang maaf sekarang tidak sulit lagi.” Kata Young Joon dengan senyuman tapi setelah itu langsung terlihat gugup.
Mi So membaca pesan Yong Joon lalu membalas “Maaf? Memang ada yang terjadi di antara kita? Aku tidak tahu apa yang Anda sesali.”dan Young Joon membacanya.
“Memangnya ada yang terjadi di antara kita? Apa dia melupakan momen manis dan dinamis itu? Kalimat ini sulit sekali ditafsirkan. Jadi Aku harus bagaimana?” kata Young Joon kebingungan. 
Young Joon duduk di ruang makan, pelayan masuk memberitahu kalau sekertarisnya sudah datang. Young Joon heran karena Mi SO daang disaat cuti menurutnya sekertarisnya itu pasti merasa tidak nyaman dan bergegas pergi, tapi ternyata bukan Mi So yang datang.
“Sekretaris Yang, kenapa pagi-pagi sudah kemari? Bukankah biasanya Kau menunggu di luar?” ucap Young Joon heran
“Ya, Pak... Tapi Sekretaris Kim bilang padaku kalau dia tidak bisa bekerja hari ini, jadi dia memintaku untuk mengikat dasi Wakil Ketua menggantikannya.” Kata Tuan Yang. Young Joon terlihat binggung.
“Dia bilang padaku kalau tidak ada yang mengikatnya untuk Anda jika dia tidak di sini.” Ucap Tuan Yang siap mengikat dasi Young Joon
“Tidak! Jangan dan Jangan mendekat.”tegas Young Joon menghindar
“Aku bisa mengikatnya dengan benar” kata Tuan Yang. Young Joon panik meminta agar Tuan Yang diam saja. 


Mi So membuat Daftar Keinginan Saat Cuti, karena ingin benar-benar menikmati setiap momen hari ini. Ia pikir Tempat pertama yang harus didatangi adalah taman hiburan, lalu teringat kembali saat menaiki komidi putar bersama dengan Young Joon.
“Karena selama ini Kau sudah bekerja keras seperti sapi perah, Aku memberimu boneka sapi. Namanya adalah "Si Sapi Pekerja Keras".” Ucap Young Joon saat memberikan boneka pada Mi So terakhir kali.
“Hei, Si Sapi Pekerja Keras.. Ayo jangan bertatapan hari ini. Karena Kau terus mengingatkanku pada seseorang.” Kata Mi So kesal dan tak sengaja mendorong kursi boneka sapinya.
Saat itu Mi So seperti teringat terakhir kali Young Joon yang akan menciumnya tapi malah mendorongnya. Ia mengeluh sangat malu karena menutup matanya. 


Ji Ah bergegas masuk ruangan langsung meminta maaf karena datang terlambat. Tuan Jung memberitahu kalau Ji Ah terlambat 14 menit. Ji Ah kembali meminta maaf. Mereka berpikir Ji Ah itu bisa santai-santai Karena Sekretaris Kim tidak datang.
“Tidak, bukan begitu... Minggu lalu keluargaku pindah ke Yangpyeong, jadi sekarang rumahku agak jauh dari kantor.” Jelas Ji Ah
“Hei... Tidak ada yang tertarik penasaran, soal urusan keluargamu dan siap-siap bekerja sana.” Sindir Se Ra
“Ya, Bu... Aku akan pergi ke agen perumahan nanti untuk mencari kosan. Kupikir bisa dapat kosan dekat kantor. Jika Aku dapat kosannya, maka Aku tidak akan pernah terlambat lagi.” Kata Ji  Ah
“Berhenti berbicara tentang urusan hidupmu, kita benar-benar tidak tertarik dan bersiaplah bekerja.” Kata Se Ra sinis  Ji Ah pun menganguk mengerti lalu bergegas masuk ruangan.
“Ngomong-ngomong, kenapa Sekretaris Kim mengambil cuti?” tanya Se Ra heran
“Entahlah. Apa Mungkin ada sesuatu yang terjadi dengannya?” kata Tuan Jung
“Tidak ada yang terjadi dengannya.” Ucap Young Joon masuk ruangan, Semua langsung berdiri menyapa Young Joon.
“Berhenti membicarakan orang yang tidak ada di sini, sebaiknya bekerja lebih keras untuk menggantinnya saat dia tidak disini.” Tegas Young Joon.
Se Ra akan berjalan pergi, saat itu Tuan Yang tiba-tiba berada didepannya, dengan wajah kesal Se Ra menyuruh Tuan Yang untuk minggir sambil mendorongnya. 


Ji Ah menyapa Young Joon akan masuk ruangan, tatapan Young Joon sedih karena tak melihat Mi So ada di tempat duduknya. Sementara Mi So sedang duduk di taman bermain melihat ibu-ibu muda yang sedang menjaga anak-anaknya bermain, seperti wajahnya sangat ingin memiliki keluarga seperti mereka.
Akhirnya ia menelp Ji In untuk bertemu kalau punya waktu senggang. Ternyata Teman ada rapat PTA (Orang tua murid) di prasekolah, lalu menelp Eun Min untuk bertemu. Eun Min ternyata ingin pergi klinik kecantikan untuk me-filler wajahny.
“Aku akan melakukan apa nanti saat berhenti dari pekerjaanku?” kata Mi So kebingungan.
Lalu teringat dengan seseorang dan langsung mengirimkan pesan pada Reporter Park Byung Heon “ Halo, Aku Kim Mi So, yang berkencan denganmu terakhir kali. Maaf, tapi kasus penculikan anak tahun 1994 yang kuminta untuk dicari tahu. Bolehkah Aku bertanya bagaimana perkembangannya?” Mi So pikir kalau akan mencoba mencari anak yang selama ini ditunggunya. 

Sung Yeon masuk ke dalam ruangan, Young Ok melihat pria tampan langsung menyapa dan bertanya siapa yang datang. Tuan Jung tahu kalau Sung Yeon yang terakhir kali datang menemui Wakil Ketua. Sung Yeon membenarkan lalu melihat berkas “ Penulis Lee Sung Yeon, Rencana Konser Buku”
“Apa Anda si penulis yang berpartisipasi dalam konser buku?”tanya Tuan Jung. Sung Yeon membenarkan.
“Morpheus” kata Tuan Jung seperti sangat kagum. Sung Yeon membenarkan. Semua tak bisa menahan rasa kagetnya.
“Aku adalah penggemarmu, Morpheus-nim. Sungguh suatu kehormatan bisa melihat Anda secara pribadi seperti ini.” Ucap Se Ra dan Young Ok dengan wajah bahagia.
“Ada apa ini?” kata Young Joon sinis melihat kakaknya yang datang. Keduanya saling bertatapan dengan sinis. Sung Yeon akhirnya pamit dan mengikuti Young Joon masuk ke ruangan.
“Aku akhirnya mengerti kenapa Morpheus menyembunyikan wajahnya selama ini. Pasti karena dia terlalu tampan. Begitu dia memperkenalkan dirinya... Astaga, jantungku berdegup kencang.” Kata Se Ra
“Dia keren..  Bukankah dia persis seperti tipe penulis yang paling laris?” ucap Young Ok terkesima
“Aku tidak terlalu peduli dengan novel-novelnya. Bukankah mereka kebanyakan isinya wanita?” ucap Tuan Park
“Itu karena semua orang suka dia adalah penulis buku laris!” komentar Young Ok
“Ya benar. Buku-bukunya sangat menarik ingin cepat selesai dibaca. sampai Kau lupa waktu.Tapi , Morpheus belakangan ini suka datang dan sekarang juga. Apa mungkin dia dekat dengan wakil ketua?” ucap Se Ra. Young Ok pikir itu tak mungkin.
“Bukankah atmosfirnya ga enak sekarang?” kata Young Ok. Se Ra pikir itu Mungkin.
“Hubungan macam apa yang mereka berdua miliki?” tanya Se Ra penasaran.
“Aku tahu rahasia besar mereka. Dengar ya baik-baik, mereka berdua kakak beradik.Penulis Morpheus. adalah putra sulung ketua Grup Yumyung!.” Kata Tuan Jung. Semua melotot kaget mendengarnya. 



Sung Yeon memberitahu kalau cuma mampir ke rapat Departemen Perencanaan dengan melihat rencana dan konsepnya tidak jelek juga. Young Joon pikir kakaknya tidak perlu melaporkan hal-hal seperti itu karena menurutnya itu cuma salah satu dari sekian proyek yang perusahan yang sedang dikerjakan.
“Apa perkataanmu harus sinis seperti itu?” ucap Sung Yeon. Young Joon mengaku kalau memang kenyataanya seperti itu
“Aku yakin bagimu itu tak ada artinya, karena posisimu sangat tinggi dan kuat. Tapi kurasa Ibu dan Ayah tidak berpikir yang sama soal hal ini. Mereka berdua cukup senang kenyataannya kita bisa bekerja bersama, Makanya Aku datang.” Komentar Sung Yeon 
“Dengan Memberitahumu untuk tidak menyebakan masalah dan menciptakan perselisihan saat orang tua kita berpikir kita sudah berdamai dan Aku sangat senang tentang itu.” Kata Sung Yeon
“Bukankah itu  yang harusnya Kau bilang pada dirimu sendiri? Karena Aku bukan orang yang menciptakan perselisihan.” Tegas Young Joon. Sung Yeon hanya bisa terdiam. 


Sung Yeon keluar dari ruangan bertanya pada Ji Ah Apa Sekretaris Kim Mi So sedang keluar. Ji Ah memberitahu kalau Mi So sedang mengambil cuti hari ini. Sung Yeon akan pamit pergi tapi JiAh menahanya mengaku sebagai anggota fanclub dan seorang Morpheusian.
“Dan nama penggunaku adalah "FallenForMorpheus". Apa kebetulan, Anda mengingatku?” tanya Ji Ah
“Aku sudah membuat banyak posting-an di grup penggemar. Maaf. Mulai sekarang, akan kuingat.” Kata Sung Yeon
“Aku juga akan mengingat ini dan Selama-lamanya.” Ucap Ji Ah ingin meminta tanda tangan.
Saat itu Se Ra dan Young Ok datang, ingin meminta Bisa minta tanda tangan juga dan saat itu Tuan Jung juga ikut meminta tangan tangan dengan membawa buku yang berjudul Distant Afternoon. Semua binggung bertanya-tanya kapan tuan Jung membelinya dan Bahkan plastiknya belum dilepas. Young Joon melihat adiknya yang banyak dikerumini oleh fansnya.
“Untung saja Sekretaris Kim menggunakan cutinya hari ini.”kata Young Joon dengan wajah bahagia. 



Ji Ah menerima telp dari Mi So kalau akan menyesuaikan jadwal Wakil Ketua lalu bertanya apa yang dilakukan saat ambil hari libur. Lalu terlihat kaget karena Mi So hanya di rumah saja. Ia pun meminta agar Mi So menghubunginya jika membutuhkan sesuatu.
“Dia harusnya nongkrong dengan seseorang di hari seperti ini.” Ucap Ji Ah lalu berdiri setelah melihat Young Joon keluar dari ruangan.
“Batalkan semua jadwalku hari ini. Aku ada urusan mendesak.” Kata Young Joon lalu keluar dari ruangan. 

Mi So menatap ponselnya dengan wajah sedi karena Tidak ada yang membalas pesan, walaupun tak masalah.  Tapi merasa kalau tidak punya siapapun yang bisa diajak bertemu di hari liburnya dan menyalahkan kalau  semua karena Young Joon.
“Itu Karena Aku harus mengatur semua kepentingan Wakil Ketua sepanjang hidupku.” Ucap Mi So dan kaget karena melihat Young Joon sudah ada didepan rumahnya.
“Apa Kau membicarakanku?” ejek Young Joon. Mi So bertanya kenapa Young Joon datang ke rumahnya.
“Kurasa Kau akan memikirkanku seperti yang dilakukan sekarang, jadi Aku ke sini untuk menemuimu sendiri. Jadi Haruskah kita pergibersama hari ini?” kata Young Joon. Mi So menjerit kaget.
“Aku mengambil cutiku hari ini untuk pergi denganmu.” Ucap Young Joon. Mi So pikir Young Joon tidak perlu melakukannya dengan alasan kalau sangat sibuk hari ini.
“Kelihatannya Kau cuma jalan-jalan di sekitar sini, jadi apanya yang sibuk?” ejek Young Joon.
Mi So mengaku sibuk jalan-jalan di sekitar sini lalu bertanya bagaimana Young Joon tahu kalau ia ada dirumah. Young Joon mengaku kalau mendengar Ji Ah berbicara telepon dengan mengoda kalau Mi So ingin ia datang menemuinya.
“Anda hebat dalam segala hal, tapi Anda juga hebat bisa dapat ide yang keliru.” Komentar MiSo
“Benar, Aku hebat dalam segala hal, jadi percayakanlah hari liburmu padaku. Hari ini, Aku akan menghiburmu.” Kata Young Joon. Mi So tetap menegaskan kalau dirinya sibuk hari ini.
“Sekarang, Aku berencana pergi ke suatu tempat lebih jauh dari sini.” Kata Mi So. Young Joon seperti tak yakin karena Mi So hanya mengunakan pakaian santai.
“Beri Aku kesempatan untuk menebusnya... Khusus untuk Sekretaris Kim, Aku juga sudah membuat rencana... Kita akan makan di restoran lounge premium saat mendengarkan pertunjukan orkestra. Kita akan naik kapal pesiar untuk menikmati berlayar. Lalu cepat ke bandara dari tepi sungai dengan helikopter. Kita akan ke Jepang dengan pesawat pribadiku. Kita akan makan sushi untuk camilan malam dan pulang.” Ucap Young Joon membawa list panjang ditanganya.
“Aku tidak punya niat untuk melakukan semuanya... Hari ini itu hari liburku. Jadi Aku akan menghabiskan hari ini dengan kegiatan yang kuinginkan. Aku tidak akan melakukan apa yang sudah wakil Ketua rencanakan.” Kata Mi So
“Maka, hari ini Aku akan melakukan apa yang sudah Kau rencanakan.” Kata Young Joon.
Mi So yakin Young Joon itu tak akan bisa melakukanya, tapi Young Joon menyakinkan kalau itu bisa.  Keduanya saling adu argumen, sampai akhirnya Mi So pun membiarkan Young Joon mengikuti apa yang direncanakanya. 

Young Joon kebingungan karena Mi So ingin naik bus, Bukan perjalanan ke Eropa atau Mediterania, tapi perjalanan dengan bus dan tur keliling kota. Mi So membenarkan kalau hanya ingin tur dengan mengunakan bus. Young Joon seperti tak percaya mendengarnya.
“Jangan mencoba melawan gayaku dan lakukan saja keinginanmu.” Ucap Young Joon .
“Ini benar-benar yang kuinginkan. Aku selalu naik bus yang penuh sesak saat berangkat atau pulang kantor. Aku ingin bepergian dengan bus ke tujuan akhirnya di siang hari tanpa pikir lagi.” Jelas Mi SO

“ Tapi, itu pasti kesulitan Wakil Ketua karena Anda benci naik kendaraan yang dikendarai orang asing. Makanya Anda selalu menyuruhku mengemudi kapanpun sesudah Anda minum. Pasti sulit 'kan untuk Wakil Ketua?” komentar Mi So 



Young Joon seperti ingin membuktikan ketika melihat bus datang mengajak agar segera naik. Mi So tak percaya kalau Young Joon akan naik bus. Young Joon menegaskan kalau dirinya akan melakukan keinginan Sekretaris Kim.
“Hari ini, Aku saja yang bayar ongkosnya.” Kata Mi So akan membayar kartu bus untuk dua orang, tapi ternyata saldonya tak cukup.
“Apa mesin itu juga menginformasikan hal yang memalukan?” ejek Young Joon sudah siap membayar tapi Mi So segera membayar dengan uang dalam dompetnya.
Mi So akhirnya berdiri dengan berpegangan pada bangku. Young Joon mengikutinya sambil mengeluh kalau bus dirancang tanpa mempertimbangkan orang tinggi sepertinya. Mi So menunjuk kalau Young Joon bisa berpegangan diatas bus.
Saat itu ada kursi kosong, Young Joon menyuruh Mi So saja yang duduk. Mi So seperti tak biasa, menyuruh Young Joon sebagai bosnya saja yang duduk. Tapi akhirnya Ia memutuskan untuk duduk karena hari ini hari liburnya.
Saat itu bus sedikit mengerem, Young Joon tak bisa terjatuh dan duduk diatas pangkuan Mi So. Semua orang melihatnya mengejek Young Joon itu punya kaki yang lemah. Mi So pikir kalau Young Joon saja yang duduk tadi. Young Joon kaget dan buru-buru berdiri dengan wajah malu. 

Tuan Jung bersama dengan Se Ra dan Ji Ah keluar dari kantor. Ia merasa kalau Cuacanya panas, jadi mengusulkan untuk makan ayam dan bir. Ji Ah menolak karena harus pergi ke agen perumahan untuk mencari rumah baru dan bergegas pamit.
“Kau mau, kan?” kata Tuan Jung. Se Ra merasa tak suka dengan Ayam dan bir, tapi saat melihat Tuan Ko datang wajahnya terlihat penuh semangat.
“Kita akan makan ayam dan bir di sana. Apa Kau ingin bergabung?” tanya Se Ra. Tuan Jung heran karena Se Ra mengatakan kalau tidak mau ikut, Se Ra mengelak kalau tak mengatakan itu.
“Kau akan pergi bersama kami, kan? Ayo kita lepaskan stres kita dari pekerjaan hari ini.” Kata Se Ra penuh semangat
“Bekerja adalah yang terbaik untuk melepaskan stresmu menurutku. Tidak ada yang lebih baik daripada menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna saat stres datang menghampirimu. Jadi Nikmatilah waktu kalian” kata Tuan Ko lalu pamit pergi.
“Ayo kita makan ayam dan bir.” Ajak Tuan Jung.Se Ra langsung menolak. Tuan Jung binggung karena Se Ra mau ikut untuk mendinginkan diri dari panas.
“Kapan Aku bilang mau minum denganmu..? Tadi Aku bilangnya mau minum sama Asisten Manajer Ko.” Kata Se Ra kesal lalu ikut bergegas pergi.
“Astaga, aku cuma ingin menyentil dahimu jika Aku bisa.” Keluh Tuan Jung kesal. 

Ji Ah keluar dari gedung berkomentar kalau rumahnya Bersih dan bagus dan bertanya apakah bisa segera pindah. Bibi mengatakan bisa, dan bertanya apakah ingin melihat bagian atap karena Pmandangannya juga bagus.
“Apa Aku juga bisa menggunakan atapnya?” tanya Ji Ah penuh semangat
“Tentu. Itu Dipakai untuk kepentingan umum. Seorang pria muda tinggal di rumah atap, dan membuat kebun kecil untuk menanam selada dan tomat ceri.” Ucap Si bibi.Ji Ah pikir pria itu  pasti sangat rajin.
“Dia rajin dan hemat dan punya tujuan hidup yang kuat. Sewa bulanannya semula 500 dolar dengan deposit 10.000. Tapi Dia berusaha keras menyakinkan pemilik dan sewanya jadi 420 dolar.” Cerita Bibi. Ji Ah tak percaya mendengarnya. Si bibi menyuruh Ji Ah melihat saja dibagian atap karena ada seseorang yang menelpnya. 


Di atap
Tuan Ko sedang memperbaiki kancing yang lepas, dan melihat kalau jasnya semakin lusuh karenan tidak ada pakaian lain. Ji Ah berjalan dari kejauah merasa penghuni diatas rumah itu yang sangat kikir dan kaget ternyat pria itu adalah Tuan Ko, begitu juga sebaliknya.
“Kau sedang apa di sini? Apa Kau menguntitku?” ucap Tuan Ko marah. Ji Ah mengaku bukan seperti itu.
“Benar, Aku cuma punya satu setelan jas saja. Apa sampai segitunya Kau ingin tahu dengan datang kesini mengikutiku?” tuduh Tuan Ko

“Aku tidak menguntitmau. Aku di sini untuk mncari-cari rumah dan  ingin tinggal di salah satu ruangan studio di sini.” Jelas Ji Ah.  Tuan Ko terlihat kaget dan Malu. Ji Ah pun memilih untuk segera pamit saja.
“Tunggu Sebentar... Orang-orang mengira, Aku gila kerja dan terkenal, dan Aku karyawan laki-laki yang paling mempesona di Grup Yumyung. Jika Kau merusak citraku itu,maka Tidak akan kubiarkan.” Tegas Tuan Ko memperingati.
“Jangan khawatir, Tapi Aku penasaran? Ada apa sebenarnya dengan kancing itu? Aku yakin kancingnya jatuh saat itu.” Ucap Ji Ah polos
“Saat kondisi darurat terjadi, maka Aku sudah membeli banyak cadangannya.”jelas Tuan Ko memperlihatkan banyak kancing cadangan.


Mi So dan Young Joon berjalan bersama setelah menaiki bus. Young Joo ingin tahu Makanannya seenak apa sampai harus menempuh perjalanannya sejauh ini. Mi So mengatakan kalau  akan pergi ke restoran favoritnya dengan menunjuk sebuah restoran didepan jalan.
"Go Skin"? Ini Benar-benar membuatku ingin pulang ke rumah.” Kata Young Joon karena akan makan kulit babi. Mi So pun menyuruh Young Joon pulang saja.
“Kemanapun Sekretaris Kim pergi Aku ikut. Sudah kubilang hari ini, Aku akan melakukan semua keinginanmu.” Kata Young Joon akhirnya akan masuk restoran. 

Mi So pun memesan 2 porsi kulit babi dan memanggangnya. Young Joon seperti tak suka melihat kulit babi yang ada dipangganya. Mi So menyuruh Young Joon agar mencoba dengan mengambilkanya.
Saat Young Joon ingin mengambil dengan sumpit, Mi So langsung memakanya. Young Joon seperti menahan kesal dengan sikap Mi So lalu mengangkat kakinya tak sengaja menyentuh meja seng.
“Yah Ampun... Apakah Barusan Kau menendangnya karena aku tidak memberikannya padamu?” ucap Mi So mengoda. Young Joon mengaku tak seperti itu cuma kesalahpahaman.
“Ngomong-ngomong, Sekretaris Kim menyukai tempat ini?” tanya Young Joon.
“Bukan masalah suka, tapi Aku sering datang ke tempat ini setiap kali Aku makan malam dengan unnie-unnie ku dan ayahkku. Keluargaku terlilit hutang, jadi kami tidak bisa pergi ke restoran daging sapi Korea.” Cerita  Mi So. Young Joon pun mengangguk mengerti.

“Lalu Ayahmu orangnya seperti apa?” tanya Young Joon. Mi So heran dengan Young Joon karena Hari ini banyak bertanya tidak seperti biasanya.
“Dia rocker (penyanyi aliran musik rock), seorang gitaris band. Aku pernah memberitahu Anda 'kan ayah ditipu saat menjalankan toko instrumen di Nagwon Arcade, kan?” ucap Mi So. Young Joon mengingat Mi So pernah menceritakanya.
“Itu alasan Sekretaris Kim 'kan mulai bekerja di usia muda. “ kata Young Joon.
“Sejak saat itu, untuk dapat uang membayar sekolah kakak-kakakku, tapi ayahku tergesa-gesa mencoba bekerja di lokasi konstruksi dan terluka dan juga meminjam uang dari rentenir yang memang menjadi satu dalam arti yang berbeda.” Cerita Mi So sedih
“Itu semua terjadi karena ayah memaksakan diri untuk melakukan apa yang tidak sesuai dengannya. Tetap saja, sekarang ayah melakukan sesuai keinginannya, dan kakak-kakakku sudah mencapai impian mereka, jadi syukurlah.” Cerita Mi So
Young Joon ingin tahu apakah Mi So tak pernah kesal dengan keluarganya,  Mi So merasa tidak karena Kelihatannya semua keluarganya itu tidak sengaja melakukannya. Young Joon mengetahui pepatah “Orang bilang itu berharga mengorbankan dirimu sendiri dalam hidupmu.”
“Tetapi sebenarnya tidak. Kau hanya kehilangan dirimu dengan menderita dan berkorban. Dalam keadaan apapun, yang paling penting adalah... dirimu sendiri. Jangan pernah lupa kalau dirimu adalah yang paling berharga dan prioritas utama kapan saja.” Ucap Young Joon dengan nada bijak. Mi So tak bisa menahan tawanya.
“Mengapa Kau tertawa?” tanya Young Joon heran
“Kukira 9 tahun terakhir memang waktu yang lama, melihat bagaimana komentar dari narsisnya Wakil Ketua muncul dihadapanku sebagai kenyamanan” Komentar Mi So
“Apa maksudmu, "narsis"? Itu kasar.” Keluh Young Joon. Mi So mempermasalahkan menyuruh Young Joon makan saja karena akan memanggangnya.
“Kau sedang berlibur, dan Aku menyesuaikan diri dengan gaya Sekretaris Kim hari ini, jadi akan kucoba melakukannya.”kata Young Joon mengambil capitan dan juga gunting untuk memanggang. Mi So hanya bisa tersenyum melihat cara Young Joon memotong. 
Bersambung ke part 2

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar