PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 23 Juni 2018

Sinopsis What's Wrong with Secretary.Kim Episode 5 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Young Joon ingin bertemu dengan Tuan Yang, kembali bertanya apakah ada restoran yang disukai oleh wanita. Tuan Yang menatapnya, Young Joon pikir kalau sopirnya itu tak tahu dan bergegas pergi
“Ada Restoran Chef Raymon di Sinsa-dong, Restoran Chef Kim Won Suk di Cheongdam-dong... Itu restoran populer.”kata Tuan Yang.
Se Ra datang menemui Ji Ah kalau  sudah waktunya rapat. Ji Ah akan bergegas pergi. Se Ra lalu melihat Young Joon ada diruangan sambil memuji kalau  tampan seperti apa adanya, tapi benar-benar seksi saat sedang bekerja.
“Menurut Sekretaris Kim, Wakil Ketua seksi juga, kan?” tanya Se Ra
“Entahlah, Aku melihatnya setiap hari.” Kata Mi So seperti berusaha biasa saja.
Se Ra pun tak membahasnya lagi mengajak Ji Ah pergi saja. Mi So akhirnya menatap Young Joon dari kejauhan. Sementara Young Joon ada diruangan sedang sibuk mencari keyword  “Tempat biasa tapi istimewa dan sederhana tapi mewah untuk nyatakan cinta, Tempat yang bagus untuk menyatakan cintamu” lalu memuji dirinya itu  Sempurna.

Se Ra mengeluh karena pusat seni tidak bertanggung jawab atas upacara pembukaan, lalu langsung berdiri karena melihat Tuan Ko datang. Tuan Ko menaruh berkas, sementara Ji Ah melihat ada noda nasi yang sama di baju Tuan Ko.
Ji Ah pun mengingat yang dikatakan Se Ra tentang Tuan Ko “Kudengar kalau dia membeli 10 pakaian yang sama persis dan tidak pakai apa-apa lagi karena dia lebih suka menyelesaikan pekerjaan daripada dia harus memutuskan apa yang akan dia kenakan.”
Tuan Ko akhirnya duduk, sementara Ji Ah bergumam kalau sangat jelas melihat sebutir nasi di jasnya jadi kalau menurutnya Tuan Ko memiliki 10 pakaian, harusnya ganti pakaian lainnya dan mulai ragu kalau Tuan Ko memang punya 10 pakaian yang sama persis. Saat itu rapat pun dimulai, Ji Ah seperti menatap curiga. 


Se Ra menerima telp setelah rapat mengeluh karena harus pergikencan buta lainnya, tapi ingin tahu pria itu kerja dan ingin melihat fotonya.  Tuan Ko berjalan pergi dan Ji Ah melihat ada kacing yang jatuh dari setelan jas Tuan Ko.
“Bagus, Aku akan mengajaknya makan malam karena memberikan ini padanya.” Kata Se Ra mengambilnya.
“Kau harus memberikannya padanya sekarang. Dia membutuhkan kancing itu. Kurasa dia cuma punya satu setelan jas.” Ucap Ji Ah yakin
“Apa Kau melakukannya lagi? Kenapa Kau terus menjelek-jelekkan Ko Gui Nam dan bilang dia cuma punya satu setelan jas?” keluh Se Ra
“Aku tidak menjelek-jelekkannya, tapi Faktanya begitu. Aku melihat sebutir nasi yang menempel di tempat yang sama selama 2 hari. Saat Aku tadi melihatnya, sepertinya dia melepasnya, tapi Aku masih bisa liat bekas nasinya, yang artinya dia memakai jas yang sama bahkan tanpa dicuci.” Kata Ji Ah yakin. Se Ra langsung mengejek Ji Ah itu detektif lalu berjalan pergi. 

Di pantry
Ji Ah masih sangat yakin kalau Tuan Ko itu punya 10 setelan jas Tapi J cuma punya satu. Sementara Se Ra yakin kalau itu ada 10 setelan jas. Keduanya terus saling beradu mulut. Mi So meminta mereka agar menghentikan perdebatan.
“Siapa yang peduli berapa banyak pakaiannya? Pakaian tidak penting.” Kata Mi So
“Benar, Sekretaris Kim juga bukti nyatanya. Dia hampir tidak punya pakaian, tapi masih sangat bagus dalam pekerjaannya.” Kata Se Ra. Mi So binggung apa maksudnya.
“Blus itu. Bukankah Kau memakainya di hari Rabu dan Jumat juga?” ucap Se Ra.
Mi So teringat dengan ucapan Young Joon “ Kau mengenakan blus itu Rabu dan Jumat lalu juga. Orang akan menganggap itu seragam perusahaan.” Se Ra mengingat Mi So yang mengunakan Kamis 2 minggu lalu, Selasa 3 minggu yang lalu. Mi So meminta agar mereka berhenti membicarakanya.
“Pakaian bukanlah segalanya. Kedengarannya Kalian hanya peduli soal pakaian..” Kata Mi So dengan nada kesal lalu meminta Ji Ah agar segera menuangkan air.  


Mi So membawakan teh, Young Joon bertanya Apa makan malam dengan ketua Grup UK malam ini. Mi So membenarkan kalau jadwalnya jam 6 sore. Young Joon pikir  Ketua ingin berbicara tentang sesuatu yang penting, jadi menurutnya Mi So tak perlu ikut.
“Ya. Aku akan pulang hari ini...” ucap Mi So dan langsung disela oleh Young Joon.
“Bagaimana kalau jam 8 malam? Ayo kita minum segelas anggur bersama. Ada sesuatu yang ingin kukatakan.” Ucap Young Joon.
“Sesuatu yang ingin dikatakan padaku? Kalau begitu, Aku akan membuat reservasi... di lounge di Hotel Illusion, yang dibeli perusahaan baru-baru ini. Dengan begitu, kita bisa tahu seperti apa di sana.” Kata Mi So
“Tidak perlu. Aku sudah membuat reservasi di tempat lain.” Kata Young Joon. Mi So kaget karena Young Joon membuat reservasi sendiri. 

Mi So bergegas pergi ke toko pakaian memilih baju dan sempat terkejut dengan harganya, tapi meminta izin agar bisa mencobanya lebih dulu pada pegawai toko. Pegawai meminta maaf karenaUkuran 44 sudah terjual habis dan bisa menempatkan pesanan khusus.
“Tidak apa-apa. Aku butuh yang bisa kupakai sekarang.” Kata Mi So. Pegawai binggung karena akan dipakai sekarang juga?
“Oh, kurasa Anda ada kencan.” Kata Pegawai. Mi So mengelak dengan menutupi rasa gugupnya kalau akan memilih pakain yang lain. 



Mi So sudah berganti pakaian dengan dress yang baru dibeli. Saat itu Sang Yeon menelp mengetahui kalau pasti pekerjaanya sudah selesai dan ingin tahu rencananya malam ini.  Mi So mengatakan sudah ada janji malam ini. Sung Yeon ingin tahu kemana pergi.
“Lounge di M Hotel” kata Mi So. Sung Yeon mengaku kalau sedang berada didekat situ dan meminta agar bertemu sebentar
“Jangan sekarang... Seperti yang kubilang, Aku ada janji malam ini.” Kata Mi So
“Aku tanya Apa kita bisa bertemu karena ingin memberimu jawaban. Bisa saja jawabannya berubah jika kita tidak bertemu sekarang.” Kata Sung Yeon seperti sengaja mengoda
“Tunggu. Waktuku tidak banyak.” Ucap Mi So. Sung Yeon pun meyakinkan kalau hanya butuh 10 menit saja. Mi So pun menyetujuinya. 


Young Joon sudah duduk direstoran,Pelayan membawakan sampanye edisi terbatas yang diminta, lalu mencicipinya. Ia meminta agar mengeluarkan kuenya nanti dengan wajah bahagai merasaka kalau Sebotol sampanye memberikan hadiah ucapan selamat terbaik.
“Sekretaris Kim, selamat sebelumnya. Kau akan menjadi satu-satunya wanita yang. yang dapat pengakuan jujur dan tulus dariku.” Kata Young Joon bangga dan bersiap-siap karena Mi So akan segera datang.
Mi So datang menemui Morpheus. Young Joon lansgung memuji Mi So terlihat lebih cantik daripada tadi yang ditemui hari ini lalu mengoda kalau pasti ada janji dengan orang penting. Mi So terlihat panik mendengarnya lalu berpikir kalau mereka lebih baik duduk.
“Aku tidak punya banyak waktu sekarang.” Kata Sung Yeon. Mi So ingin tahu apakah Sung Yeon sudah memutuskannya.
“Ya, Aku sudah memutuskan untuk mempercayaimu dan melakukannya” kata Sung Yeon. Mi So terkejut dan langsung mengucapkan Terima kasih.
“Aku ingin bertemu denganmu segera karena Aku tahu Kau akan senang.” Kata Sung Yeon lalu mengeluarkan sebuah buku yang berjudul "Sekali dalam seumur hidup"
“Bukankah itu buku terbarumu yang akan keluar minggu depan?” kata Mi So kaget
Sung Yeon menyuruh agar Mi So mengambilnya, sengaja memberikan sebagai hadiah karena mereka akan bekerja sama. Mi So terlihat dengan senang hati menerimanya.  Sung Yeon dengan bangga kalau Mi So pasti akan lebih berterimakasih saat membukanya kaena Ada tanda tanganku di dalam buku
Mi So membuka sampul buku dan membaca tulisan (Kebahagiaan membawa kita bersama, tapi mungkin kita ada di jalan yang berlawanan. Lee Sung Yeon) Saat itu Young Joon melihat dari depan pintu langsung mengembalikan buku Sung Yeon lalu menarik Mi So pergi. 

Mi So binggung meminta agar Young Joon menjelaskan tentang sikapnya, Young Joon pikir kalau Mi So yang menjelakan lebih dulu. Mi So memberitah kalau Sung Yeon itu penulis buku dengan nama pena Morpheus, yang sengaja datang karena sudah memutuskan untuk melakukan konser buku di pusat seni nanti.
“Kapan Kau mulai mengerjakan ini?” kata Young Joon sinis
“Aku sudah memberitahumu beberapa waktu yang lalu, Pak. Kubilang akan menyenangkan untuk mengundang seorang penulis terkenal untuk pembukaan.” Jelas Mi So
“Jadi yang Sekretaris Kim maksud itu dia penulis terkenalnya?” kata Young Joon. Mi So membenarkan.
“Mengapa Kau tidak memberiku perkembangannya?” ucap Young Joon marah
“Kurasa tidak ada artinya memberi tahu Anda perkembangannya sebelum lebih menyakinkan.” Jelas Mi So
“Jangan lakukan itu.” Tegas Young Joon. Mi So binggung kenapa tak boleh melakukanya.
“Apa Aku harus menjelaskan semuanya pada Sekretaris Kim? Aku hanya tidak suka ide itu.” Kata Young Joon
“Anda bilang ada sesuatu yang ingin dikatakan padaku. Bisakah Aku mendengarnya lain waktu jika tidak mendesak?” ucap Mi So dengan nada kecewa.
“Tentu, bahkan bukan hal yang penting” ucap Young Joon, Mi So pun segera pamit pergi. 


Young Joon berjalan dengan wajah, saat itu tak sengaja hampir menabrak pelayan dan melihat kue yang sudah direncanakan dan juga wine tapi semuanya gagal.
Mi So berjalan dengan wajah sedih menatap dirinya yang sudah berdandan tapi malah membuat hatinya kecewa, lalu pulang kerumah dan melihat ada luka lecet di tumitnya. Ia pun mengeluh kalau seharusnya tak perlu memikirkan sesuatu karena akhirnya ia juga yang merasa sakit hati. 

Sung Yeon datang menemui adiknya , karena merasa terkejut Young Joon yang meminta untuk bertemu. Young Joon langsung ingin tahu tujuan kakaknya. Sung Yeon mengaku Tidak ada dan hanya ingin membantu perusahaan. Young Joon seperti tak percaya.
“Sekretaris Kim bilang kalau keterlibatanku akan banyak membantu perusahaan. Dan Kenapa dengan raut muka itu? Apa Kau takut? Apa Menurutmu, Aku akan mengambil Mi So darimu?” ejek Sung Yeon
“Tentu saja tidak.” Tegas Young Joon. Sung Yeon mengejek kalau adiknya terlihat ketakutan.
“Haruskah Aku tidak melakukannya jika Kau takut?” saran Sung Yeon. Young Joon menyuruh kakaknya agar melanjutkan saja.
“Aku tidak peduli... Kau melakukannya atau tidak. Jika Kau berpikir kalau Kau akan punya pengaruh pada diri Sekretaris Kim atau perusahaan, maka Kau melebih-lebihkan dirimu sendiri. Kau tidak bisa berbuat apa-apa.” Tegas Young Joon. Sung Yeon tak bisa berkata-kata 


Pagi hari
Young Joon duduk di dalam kamarnya, sambil menuliskan pesan “Sekretaris Kim, Aku punya alasan karena marah padamu tadi malam.” Tapi kembali menghapusnya dan menuliskan “Sekretaris Kim, Aku bersedia memaafkanmu jika Kau meminta maaf padaku dulu karena marah padaku tadi malam.” Lalu teringat kembali dengan kejadian semalam.
Flash Back
Young Joon pikir kalau Akan menyenangkan jika menjemptunya di depan restoran jadi harus menunggunya di luar. Ia pun kembali memuji dirinya  sangat luar biasa, tapi saat itu melihat Sung Yeon yang memberikan buku pada Mi So.
“Aku memberikannya padamu sebagai hadiah karena kita akan bekerja sama.” Ucap Sang Yeon. Mi So dengan wajah tersenyum mengucapkan  Terima kasih.
“Kau akan lebih berterimakasih saat membukanya. Ada tanda tanganku di dalamnya.” Kata Sang Yeon saat itu Ia pun datang dengan wajah wajah penuh amarah. 

Semua pegawai berdiri ingin menyapa Young Joon  “Selamat pagi” tapi Young Joon kembali sinis dan pergi begitu saja. Semua binggung karena Young Joon kemarin baru saja menyapa "Selamat pagi" dengan senyuman  dan berpikir kalau ini pagi yang buruk.
“Benarkan? Dia kelihatan sedikit berbeda hari ini.” Komentar Se Ra, Sementara Mi So hanya bisa diam saja. Tuan Jung tiba-tiba masuk dengan wajah gelisah
“Sudah lama, Aku tidak melihatmu berkeliaran kesana-kemari seperti itu. Ada apa?”tanya Young Ok pada Tuan Jung.
“Ada berita besar. Hanya yang berkumpul yang bisa mengetahuinya. Ayolah. Berkumpul, kawan.” Kata Tuan Jung mengajak berkumpul. Se Ra yang enggan akhirnya ikut mendekati Tuan Jung.

“Kalian tahu kalau kami merencanakan acara pembukaan untuk perpustakaan pusat seni, benarkan? Ini akan menjadi konser buku Morpheus.” Ucap Tuan Jung. Semua terlihat tak percaya mendengarnya.
“Pasti rumor tanpa dasar.” Ucap Se Ra yakin. Tuan Jung mengeluh karena tak ada yang mempercayainya dan menyakinkan kalau baru saja mendengarnya dari... saat itu Mi So memanggilnya.
“Manajer Jung... Dimana Kau mendengar rumor itu?” tanya Mi So penasaran
“Mereka yang ada di tim PR memberitahuku. Kudengar Wakil Ketua Lee mengatakan pada mereka untuk segera mengirimkan siaran media soal itu.” Kata Tuan Jung. Mi So semakin kaget mendengarnya. 

Mi So masuk ke ruangan Young Joon memastikan Apa benar kalau memberi tim PR lampu hijau untuk mulai bekerja di konser buku Morpheus. Young Joon membenarkan,  Mi So binggung karena Kemarin, mengatakan tidak akan pernah mengizinkannya dan meminta izin untuk mengetahui alasan tiba-tiba berubah pikiran.
“Ahh.. Benar, Anda tidak perlu menjelaskan semuanya padaku.” Kata Mi So menyadari pertanyaan salah.
“Tolong jangan melewati batas lagi.” Tegas Yong Joon
“Sejujurnya, Aku sudah salah paham. Aku pikir Anda memintaku untuk berkencan dan menikah denganmu, Sebelumnya kau mulai bersikap baik padaku,jadi kupikir kau mungkin benar-benar serius.” Akui Mi So. Young Joon seperti kaget mendengarnya.
“Jadi Tolong jangan... membingungkanku lagi.” Kata tegas Mi So lalu keluar dari ruangan. Young Joon pun hanya bisa terdiam.


Ji Ah dan Se Ra sedang duduk di luar ruangan dan Tuan Ko berjalan didekat mereka. Se Ra panik karena lupa  membawa kancingnya. Ji Ah pikir Se Ra harusnya segera memberikannya, karean Tuan cuma punya satu etelan jas itu, jadi pasti tidak nyaman.
“Astaga, Kau keras kepala sekali. Kenapa Kau terus membuat pernyataan yang salah?” kata Se Ra
“Itu bukan pernyataan palsu...Aku punya bukti untuk membuktikan... Apa kau Mau taruhan? Kancing itu jatuh kemarin, jadi jas yang dia kenakan hari ini pasti kehilangan satu kancing. Itu Kenapa? Karena dia cuma punya satu jas itu.” Kata Ji Ah yakin
“Kupikir Kau sudah salah paham.” Ucap Tuan Ko tiba-tiba sudah berdiri dibelakang keduanya. 

Ji Ah dan Se Ra kaget melihat Tuan Ko sudah ada dibelakang mereka. Tuan Ko meminta agar mereka bisa melihat baik-baik dan melihat kalau jasnya itu tak kehilangan satu kancing pun, dengan memperlihatkan  semua kancing yang ada disetiap setelan jasnya,
“Aku bahkan punya kancing cadangan... Semua kancing masih utuh.” Tegas Tuan Ko
“Maaf... Aku membuat kesalahan besar.” Ucap Ji Ah. Se Ra mencari kesempatan akan mentraktir minum...
“Tidak, terima kasih... Jadi Tolong mulai sekarang, jangan menyebarkan rumor palsu.” Tegas Tuan Ko lalu berjalan pergi
“Bagaimana kalau kita pergi minum bir? Jika tidak suka bir, kita bisa minum soju atau bir... Bagaimana kalau makgeolli?” kata Ji Ah. Tuan Ko hanya diam saja sambil tersenyum puas.
Se Ra akhirnya memarahi Ji Ah kalau jangan main detektif-detektifan, jadi sekarang Tuan Ko sangat marah. 

Young Joon mencari cara untuk mencari perhatian lalu keluar ruangan mengeluh kepalanya sakit. Mi So tak menatapnya hanya mengangkat telp menelp Dokter Choi karena Young Joon sakit kepala  dan bisa mengunjunginya jam 10.
“Tidak seburuk itu... “ kata Young Joon. Mi So menutup telpnya kalau tidak buruk. Young Joon dengan sengaja sedikit melonggarkan dasinya.
“Aku sudah mengirim email pidato yang akan Anda katakan di upacara peringatan pusat kesejahteraan minggu depan... Tolong diperiksa.”  Ucap Mi So masuk ke dalam ruangan dan membalikan badan.
“Kurasa dasiku mungkin agak longgar.” Kata Young Joon memanggilnya.  Mi So seperti tak peduli dan masih kesal 
Mi So ada di pantry, Tuan Jung masuk ruangan dengan nafas terengah-engah mengatakan kalau datang dengan berita besar lainnya. Mi So ingin tahu apa beritanya. Tuan Jung mengatakan sedang berbicara dengan tim PR tentang konser buku penulis Morpheus.
“Dan mereka memberitahuku sesuatu yang mengejutkan. Apa Kau bisa menangani berita ini?” ucap Tuan Jung. Mi So pikir akan mencobanya. Tuan Jung meminta agar Mi So jangan sampai kaget.
“Penulis Morpheus adalah kakak Wakil Ketua Lee.” Kata Tuan Jung. Mi So kaget mendengarnya merasa tak percaya
“Ini nyata... Morpheus adalah putra sulung dari Grup Yumyung... Bukankah ini berita yang sangat besar? Terakhir kali, Sekretaris Kim tanya padaku soal saudara lelaki Wakil ketua Lee. Aku ingat itu, jadi Itu sebabnya Aku berlari padamu dengan berita itu... Putra sulung tiba-tiba muncul. Bukankah itu artinya ada perubahan dalam rencana suksesi?” kata Tuan Jung mengebu-gebu.
Mi So mengingat ucapan Young Joon “Aku sering bertengkar dengan teman-teman kakakku. Mereka bilang Aku tidak sopan dan berkelahi denganku.” Lalu mi So merasa kalau Young Joon tak ada masalah karena bersama kakaknya. Young Joon mengaku kakaknya adalah pria terburuk.
“Sepertinya dia tidak berhubungan baik dengan kakaknya.” Kata Mi So. Tuan Jung yang mendengarnya terlihat binggung. 



Young Joon datang menemui Tuan Park ingin tahu caranya mengatakan maaf. Tuan Park mengeluh merasa kalau itu tak sulit untuk mengatakan "Maafkan Aku." Young Joon memberitaahu Bahasa Spanyolnya "Maafkan Aku", yaitu "Lo siento."  Tuan Park terlihat tak mudah mengatakanya.
“Ahh.. Lupakan saja... Kau tidak bisa mengatakannya karena canggung dan tidak pernah bilang maaf sebelumnya.” Ejek Tuan Park
“Itulah arti "Maafkan Aku" bagiku... Karena Aku tidak pernah bilang maaf sebelumnya. Apa tidak ada cara supaya Aku bisa berbaikan dengannya tanpa bilang maaf?” kata Young Joon. Tuan Park menegaskan Tidak ada cara.
“Lalu... bagaimana jika Aku tidak minta maaf?” tanya Young Joon.
“Kau akan kehilangan orang itu.” Ucap Tuan Park. Young Joon terlihat mulai panik. 

Mi So dan Young Joon tak sengaja bertemu, keduanya saling bertatapan dan berjalan berpapasan. Akhirnya Young Joon berani memanggilnya mengatakan “Aku minta maaf” Mi So terlihat kaget. Young Joon pun kembali meminta maaf.
“Tidak, Akulah yang minta maaf... Wakil Ketua tidak akan marah tanpa alasan... Aku terlalu kebawa perasaan... Tapi kumohon ketahuilah ini. Aku melakukannya karena kupikir itu akan membantu Anda.” Ucap Mi So
“Aku sangat tahu itu...” ucap Young Joon dengan senyuman lalu sengaja berjalan sedikit melambatkan langkahnya agar Mi So tak terburu-buru. 



Keduanya duduk di ruang kerja, Young Joon pikir Mi So harus merayakan perdamaian mereka dengan makan malam yang menyenangkan. Mi So pikir mereka punya banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan. Young Joon merasa tak masalah.
“Kau pasti baik-baik saja. Tapi Aku tidak fokus kerja karena Sekretaris Kim sangat menggangguku.” Ungkap Young Joon. Mi So terlihat binggung.
“Apa Anda mau minum kopi?” tanya Mi So gugup. Young Joon menunjuk kalau sudah ada diatas meja.
“Agak panas di sini...Haruskah kubuka jendelanya?” kata Mi So. Young Joon memberitahu kalau jendela sudah terbuka.
“Sekretaris Kim... Tadi belum lama, Kau bilang padaku untuk tidak mengaduk-aduk perasaanmu lagi.” Ucap Young Joon tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya.
“Itu... Aku...ingin mengaduk-aduk perasaan Sekretaris Kim.” Kata Young Joon lalu mendekat ingin mencium bibir Mi So, tapi tiba-tiba bangkunya terdorong.
Mi So sudah memajukan bibirnya pun menjauh dari bosnya. Young Joon terlihat binggung, saat itu juga Mi So sangat marah melirik sinis dari atas bangkunya.
Bersambung ke episode 5

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar