PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 23 Juni 2018

Sinopsis What's Wrong with Secretary.Kim Episode 6 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Young Joon bertanya apa yang ingin dilakukan Mi So sekarang. Mi So mengaku tak tahu lalu melihat mesin boneka dan ada boneka sapi ukuran kecil. Young Joon berkomentar Mi So yang masih suka boneka. Mi So merasa kalau  tak pernah memberitahu suka boneka
“Kau 'kan menulisnya di survei dulu... kalau Kau ingin menerima boneka besar dari orang yang Kau sukai.” Akui Young Joon. Mi So pun baru menyadarinya.
“Bisa Aku mencoba ini?”kata Mi So. Young Joon pun mempersilahkan. Mi So memasukan koin tapi beberapa kali tak bisa mengambil boneka dengan capitan.
“Minggir, Sekretaris Kim. Kau membuat stres saja menontonmu melakukannya.” Kata Young Jon mendorong Mi So
“Ini lebih sulit dari yang Anda lihat dan Tidak mudah untuk berhasil.” Kata Mi So
“Aku Sudah menemukan prinsipnya saat menontonmu tadi. Sudut.. dan waktu paling penting seperti ini.” Kata Young Joon yakin kalau capitan akan mengambil boneka.
“Kukira mengetahui prinsip dan memainkan game sebenarnya berbeda.” Ejek Mi So melihat tak ada boneka yang didapat.
“Aku tidak bisa fokus karena harus menjelaskan.” Ucap Young Joon mencari alasan dan kembali mencoba.
Mi So akhirnya menarik Young Joon agar pergi walaupun meminta Satu putaran lagi. Young Joon ingin tahu berapa harga mesin itu karena akan memanggilnya. Mi So dengan cepat menarik Young  Joon pergi. 


Young Joon pikir bisa menarik uang tunai lagi untuk mencobanya, Mi So menolak merasa kalaus sudah cukup. Young Joon memastikan kalau Mi So akan pergi kerja, Mi So menganguk karena akan kembali menyesuaikan diri dengan hidup Wakil Ketua lagi. Young Joon pun pamit akan menemui Mi So  besok.

Esok pagi, Mi So pamit pada “Si Sapi Pekerja Keras” untuk menjaga rumah baik-baik, Lalu menerima telp dari Reporter Byung Heon. Tuan Park mengatakan kalau kemarin ada diluar kantor jadi telat menelepon.
“Maaf dan soal kasus penculikan anak tahun 1994 yang Kau ceritakan terakhir kali. Ini Bukan seperti yang ingin Kau cari tahu, tapi putra ketua Grup Yumyung diculik selama 4 hari  tahun 1994.” Ucap Tuan Park. Mi So kaget mendengarnya.
“Itu terjadi di area daerah renovasi, yang sekarang jadi Wahana Permainan Yumyung.” Jelas Tuan Park. Mi So makin kaget karena membahas tentang Di area daerah renovasi
“Ya, perusahaan memblokir semua wartawan untuk menutupi kasus ini, jadi tidak ada data kecuali dia duduk di kelas 4 SD waktu itu. Aku mencari dan menemukan kalau putra sulung ada di kelas 4.” Kata Tuan Jung.
Mi So mengingat saat Young Joon mengaku ada Hal-hal tidak menyenangkan saat duduk di kelas 4. Mi So pikir kalau umur 8 tahun itu ada di kelas 2. Young Joon mengaku kalau sangat pintar jadi lompat 2 tingkat dan beraada di kelas yang sama dengan kakaknya.
“Tidak Mungkin, wakil ketua kami juga di kelas empat.” Ucap Mi So terlihat sangat shock. 


Mi So berjalan pergi ke kantor saat itu Tuan Park menyapa dan bertanya Apa yang sedang dipikirkan sambil berjalan. Mi So tersenyum menyapanya. Tuan Park pun mengajak Mi So untuk naik. Saat naik ke mobil, Mi So menatap seperti ingin menanyakan sesuatu.
“Apa? Penculikan?” tanya Tuan Park kaget. Mi So  ingin tahu apakah Tuan park pernah mendengar sesuatu mengenai hal itu dari Wakil Ketua Lee
“Young Joon dan Aku sudah berteman lama, tapi Young Joon tidak pernah menyebutkan hal seperti itu kepadaku. Dia juga jarang bicara tentang masa kecilnya.” Jelas Tuan Park
“Jadi, Anda tidak tahu apa-apa tentang itu.” Kata Mi So sedikit sedih
“Tapi bisa Aku tanya apa yang mendorongmu untuk mencari tahu lebih dalam kasus ini?” tanya Tuan Park penasaran
“Aku tidak ingat persis, tapi kurasa... Seharian, aku dikurung di dalam rumah kosong. disampingku ada Oppa yang bersamaku di rumah itu, dan kurasa itu Wakil Ketua Lee.” Cerita Mi So dengan nada berkaca-kaca
“Hmm, Kau bilang Young Joon dan kakaknya duduk di kelas empat. Apa anak itu memberitahumu nama dia?” tanya Tuan Park
“Dia memberitahuku, tapi Aku tidak ingat.” Kata Mi So. Tuan Park ingin tahu alasan Mi So berpikir itu bisa jadi Young Joon. Mi So hanya terdiam.
Ia mengingat saat Young Joon yang ketakutan dengan tali yang mengikat kabel. Saat itu Young Joon mengaku Phobia dengan dengan ikatan kabel jadi meminta agar tak ada didalam ruanganya. Lalu melihat ada bekas ikatan juga dikaki Young Joon.
“Itu Cuma... firasatku saja.” Kata Mi So. Tuan Park pikir Mi So bisa bertanya langsung pada Joung Joon
“Aku ingin, tentu saja akan melakukanya.  Tapi... Dia mungkin tidak ingin menceritakan apapun tentang itu, pasti ada alasannya. Anda tahu tidak ada yang menarik dan Dia bisa saja terluka karena mengingatnya, jadi Aku tidak bisa bertanya padanya. Aku cuma akan senang bisa menemukan teman masa kecilku. Dan... tolong berpura-puralah Anda tidak mendengar semua ini, Pak.” Kata Mi So.
“Astaga, jangan khawatir... Seperti yang Sekretaris Kim maksud, pasti ada alasan mengapa Young Joon tidak pernah membicarakannya selama 9 tahun terakhir.” Ucap Tuan Park menyakinkan. 



Ji Ah menyapa Mi So bertanya Apa hari liburnya baik kemarin. Mi So menganguk lalu melihat Young Joon suadh ada diruangan. Ji Ah memberitahu kalau Young Joon datang  lebih awal hari ini karena ada banyak hal yang harus diurus saat pergi kemarin. Mi So duduk menatap Young Joon yang ada diruangan.
“Kenapa dia menatapku seperti itu? Wah.. Dia akan melunturkan wajah gantengku. Tapi Benar juga, Aku tidak akan punya wajah jika tatapan orang bisa melunturkannya karena terlalu tampan” komentar Young Joon kembali merasa narsis. 

Mi So masuk ruangan dengan penuh semangat, Young Joon merasa Ada terlalu banyak buku di ruangan, jadi ingin menyingkirkan yang tidak dibaca jadi ingin membantunya. Mi So mengaku kalau pasti kaan membantunya.  Young Joon bertanya kapan bisa dikerjakan. Mi So mengatakan kalau Kapan saja.
“Bagaimana Kalau malam ini?” ucap Young Joon, Mi So pikir tak masalah.
“Mengapa Kau sangat patuh tiba-tiba?” tanya Young Joon heran
“Wakil Ketua memberiku kekuatan yang kubutuhkan, jadi Aku ingin membantu Anda dengan cara apapun sebisaku.” Kata Mi So. Young Joon makin binggung.
“Wakil Ketua... Aku sangat senang kalau kita bertemu lagi seperti ini.” Akui Mi So. Young Joon mengaku juga seperti itu.  Mi So pun pamit pergi keluar ruangan.
“Kita saling bertemu semalam, dan Apa dia senang melihatku lagi hari ini? Apa sekarang dia tergila gila padaku?” kata Young Joon kembali kegeeran. 



Tuan Ko melihat dari kejauhan Ji Ah dan Se Ra sedang mengobrol sambil tertawa seperti membicarakan seseorang. Ji Ah terus berbicara kalau cuma satu saja. Tuan Ko berpikir kalau Se Ra membicarakan dirinya.
“Kim Ji Ah.. Bisakah bicara denganku?” ucap Tuan Ko sinis. Se Ra yang melihat Ji Ah diajak bicara hanya melonggo kesal. 

Ji Ah binggung diajak bicara. Tuan Ko yakin kalau mereka bertiga sedang membicarakannya. Ji Ah mengaku bukan seperti itu, Tuan Ko menyuruh Jangan berbohong karena mendengar Ji Ah mengatakn "Akan sulit Kau percaya, Tapi cuma ada satu."
“Kau pasti memberi tahu mereka kalau Aku cuma cuma satu setelan jas.” Kata Tuan Ko curiga
“Tidak, tidak sama sekali. Karyawan magang kami memberi tahu seberapa enaknya makanan di kafetaria kita, jadi Aku baru saja memberitahunya... kalau cuma satu-satunya kafetaria di Korea yang punya koki yang pernah bekerja di restoran hotel.” Jelas Ji Ah
“Lalu...kenapa tadi Kau melihatku dan tertawa?” ucap Tuan Ko, Ji Ah mengaku punya wajah tersenyum alami.
“Bagaimanapun, Kau sebaiknya berhati-hati... Aku akan terus mengawasimu.” Tegas Tuan Ko memperingati
Se Ra datang melihat keduanya, Tuan Ko pun bergegas pergi. Se Ra ingin tahu apa yang mereka bicarakan. Ji Ah mengaku Tidak ada yang penting. Se Ra menyuruh agar sebaiknya memberitahu.
“Ji Ah, apa Kau  main mata dengan Asisten Manajer Ko?” kata Se Ra.
“Kau bilang Merayu, yang benar saja. Dia membuatku marah.” Kata Ji Ah lalu melihat Tuan Ko dari balik memberikan peringatan agar tutup mulut. Se Ra terlihat kesal karena Ji Ah tak mau memberitahu. 


Mi So melihat Young Joon keluar dari ruangan bertanya apakah mau keluar makan siang karena mobilnya sudah siap.  Young Joon mengatakan kalau Ini bukan tentang pekerjaan, jadi Mi So tidak harus ikut dan bisa menikamti makan siangnya.
“Tunggu Sebentar... Aku hanya ingin memperbaiki dasi Anda, Pak.” Kata Mi So memperbaiki dasi Tuan Ko.
“Maafkan Aku tidak mengenali Anda lebih cepat.” Ucap Mi So. Tuan Ko terlihat binggung. Mi So menegaskan kalau yang dimaksud adalah Dasinya. 

Di dalam mobil
Young Joon heran dengan Mi So karena Hari ini tingkahnya aneh. Lalu berpikir kalau  perasaannya untuk Mi So  makin mendalam 3 kali lipat. Ia kembali berpikir kalau Mi So tersentuh karena bersikap sangat baik kemarin malam, lalu melihat mesin boneka di pinggir jalan.
“Kali ini kita akan mendapatkannya. Aku akan kena masalah besar jika Aku memenangkan mesin boneka kemarin malam. Seandainya itu terjadi, perasaannya padaku akan meningkat 10 kali lipat.” Ucap Young Joon yakin
Young Jon mencoba bermain kembali mesin boneka, tapi beberapa kali mencoba tetap gagal sampai akhirnya dua orang anak mengejek Young Joon payah. Young Joon mengomel dianggap payah.  Si anak malah menyuruh Mi So minggir dengan mengejeknya sebagai Ahjussi Pengangguran. Young Joon makin kesal
“Ibuku bilang mereka yang tidak bekerja adalah pengangguran.” Ucap anak kecil
“Kalian bocah bilang begitu karena Kalian tidak tahu siapa Aku. Ayo Taruhan, setidaknya ada 1 atau 2 peralatan dirumahmu dan mainanmu dibuat oleh perusahaan Ahjussi. Jadi Sederhananya, Aku ini chaebol (kaya).” Tegas Young Joon banga
“Jika Ahjussi ini chaebol, kenapa main mesin  tangkapan boneka untuk memenangkannya?”ejek Si anak kecil, Anak kecil lainya pun berkomentar kalau Yong Joon bisa membeli 100 mesin mainan
“Itu salah.. Permainan yang tidak adi itu namanya. Mainan seperti ini akan berharga saat Kau memenangkannya. Jadi, anak-anak... Aku harus fokus.” Tegas Young Joon lalu kembali memainkanya.  Saat itu Young Joon bisa mendapatkan boneka dengan wajah bahagia. 



Young Joon datang memberitahu Mi So kalau ada tamu yang datang, Mi So mencarinya lalu Young Joon mengatakan kalau ingin mengucapkan terima kasih karena sudah membantu menikmati hari libur dengan nama "Ingat Aku" memberikan boneka yang baru didapatkanya.
“Maafkan Aku karena tidak mengingat Anda.” Kata Young Joon dengan mata berkaca-kaca
“Aku mengerti kalau Kau tersentuh, tapi itu 'kan cuma mainan boneka. Kenapa Kau menangis?” kata Young Joon gugup.
Ji Ah datang memberitahu Mi So kalau akan membeli kopi apaka ingin minum juga. Mi So dengan gugup mengatakan ingin satu gelas juga lalu berpikir kalau akan membelinya dan bergegas pergi. Young Joon melihat Mi So berpikir Mi So dengan Mata penuh dengan air mata karena tersentuh hatinya.


Mi So pergi ke kedai kopi yang ada di lobby memesan kopi lalu melihat ada   permen caramel, matanya kembali berkaca-kaca.
Flash Back
Mi So kecil terkurung dalam ruangan berbicara pada pria kalau ingin pulang. Anak laki-laki meminta agar Mi So jangan menangis dan berjanji akan memberi makanan enak jika berhenti menangis. Mi So ingin tahu  Sesuatu yang enak seperti apa.
“Ini...permen karamel... Makanlah ini dan jangan menangis.” Kata anak laki-laki.
Ji Ah melihat Mi So kembali merasa tak enak hati karena seharunya ia yang pergi, Mi So merasa tak masalah. Ji Ah melihat Mi So yang  membeli permen karamel. Mi So mengaku ingin memberikannya kepada seseorang.
“Siapa? Pria yang Kau kencani?” tanya Ji Ah mengoda. Mi So mengeluh karena Young Joon yang terus bicara hal itu.
“Aku cuma ingin mengucapkan terima kasih pada seseorang. Dia tidak akan mengingatku, tapi tetap saja...” kata Mi So dan dipotong oleh Ji Ah.
“Ngomong-ngomong, Apa Kau sudah dengar? Aku mendapat sms dari temanku yang pernah di klub penggemar Morpheus. Rupanya, Morpheus diculik saat kecil.” Kata Ji Ah. Mi So kaget mendengarnya.
“Ada di posting-an blog, yang dia tulis sebelum dia menjadi terkenal. Dia menghapus postingan itu segera, tapi beberapa penggemar menyimpan screenshot posting-annya.” Kata Jin Ah. 


Mi So seperti tak percaya lalu meminta agar Ji Ah bisa melihat postingannya. Ji Ah pun memperlihatkanya, Mi So membaca tulisan blog "Cerita Yang Sudah Lama" oleh Morpheus
"Di area pembangunan kembali yang kosong, Aku selalu bisa mencium bau semen. Gerbang baja hitam selalu membuat suara menjerit ketika dibuka. Tidak mungkin untuk mengintip melalui jendela-jendela bermotif sarang lebah yang beku. Aku berdoa sambil melihat tali yang tergantung di ruang tamu. Jika Aku bisa menyeberanginya dan kabur dari ruang tamu ini, Sama seperti kelinci boneka yang ditinggalkan di sana, Aku ditinggalkan dan perlahan kehilangan kegembiraanku."
Mi So tak percaya ternyata salah menyangka orang yang diculik bersamanya. Saat di tempat kurungan, anak laki-laki itu mengejek Mi So bodoh. Mi So membela diri kalau Umurnya baru 5 tahun, tapi bisa membaca buku lebih baik daripada kakak perempuannya, Mal Hee.
“Aku akan segera berkunjung untuk menemuimu.” Kata anak laki-laki datang menemui Mi So
“Benarkah? Oppa benar-benar akan mengunjungiku, kan? Aku tidak akan pernah melupakan nama Oppa. Nama Oppa adalah... Lee...” ucap  Mi So terlihat lupa.
“Dasar bodoh. Kau lupa lagi... Aku akan memberitahumu namaku lagi... Aku Lee Sung...” kata si anak laki-laki. Mi So pun mengingat kalau nama anak laki-laki yang dicarinya adalah Lee Sung Yeon.

Young Joon keluar dari ruangan melihat tatapan Mi So yang berbeda. Akhirnya mereka bertemu di sisi gedung lainya. Young Joon membenarkan kalau itu kakaknya, yaitu Orang yang diculik. Mi So pun ingin menayakan sesuatu, Bagaimana Young Joon mendapatkan bekas luka di pergelangan kakinya. Young Joon bertanya balik kenapa Mi So menanyakan hal itu tiba-tiba.
“Sepertinya Wakil Ketua punya kenangan buruk yang ingin dilupakan dan juga karena bekas luka di pergelangan kaki Anda, Aku beranggapan kalau Wakil Ketua-lah...” kata Mi So dan langsung di sela oleh Young Joon.
“Bekas luka itu... Entah bagaimana ada luka itu saat masih anak-anak.” Kata Young Joon.
“Jadi Apa itu sebabnya? Kau menatapku seperti itu sepanjang hari karena Kau pikir Aku adalah bocah lelaki yang selama ini Kau cari?” ucap Young Joon. Mi So meminta maaf karena salah mengira. 


Mi So berjalan dengan wajah sedih saat itu Sung Yeon datang menanyakan keadaanya. Mi So hanya mengangguk. Sung Yeon memberitahu kalau datang untuk menandatangani kontrak dan berpikir kalau akan mampir, sebelumnya juga sempat datang tapi Mi So sedang tak ada di kantor.
“Saat itu hari cutiku.” Jelas Mi So. Sung Yeon mengaku sudah mengetahuinya.
“Tadinya Aku mau meneleponmu, tapi kurasa akan lebih baik untuk bicara denganmu langsung. Makanya Aku ke sini... Aku ingin minta maaf karena tidak memberitahumu kalau Young Joon dan Aku bersaudara.” Ucap Sung Yeon. Mi So langsung berkaca-kaca mendengarnya
“Mi So , ada apa? Apa ada masalah?” tanya Sung Yeon binggung melihat sikap Mi So. 

Sung Yeon pun baru tahu kalau mereka terkunci di sana bersama. Mi So heran dengan Sung Yeon yang sekali tidak ingat kalau berada disana bersamanya. Sung Yeon mengaku kalau sangat shock waktu diculik,  jadi ingatannya terpecah-pecah. Mi So ingin tahu seberapa yang diingatnya saat itu.
“Apa Kau ingin Aku memberi tahumu apa yang kuketahui?” kata Sung Yeon. Mi So mengangguk.
“Dia dan Aku sejak kami masih kecil tidak pernah akur.. Young Joon, maksudku... Sama seperti sekarang, dia sangat sombong. Dia lebih baik dariku dalam segala hal, dan kami selalu dibanding-bandingkan. Lalu, saat Aku di kelas empat, Young Joon lompat 2 tingkat dan kami duduk di kelas yang sama.” Cerita Sung Yeon
“Young Joon, si anak pintar itu cepat memenangkan hati teman-temanku. Lalu, dia memihak mereka dan menganiaya Aku. Dia menertawakanku karena lebih lemah darinya.” Cerita Sung Yeon. Mi So kaget mendengarnya.
Mi So mengingat cerita Young Joon “Aku sering bertengkar dengan teman-teman kakakku. Mereka bilang Aku kasar dan berkelahi denganku.” Dan Ia berkomentar kalau pasti merasa lega karena bersama kakanya, Sung Yeon mengaku kalau kakaknya itu pria yang buruk.
“Suatu hari, Young Joon membawaku ke area pembangunan kembali. Dia bilang akan pergi membeli minuman dan menyuruhku tinggal di sana. Tapi Young Joon tidak kembali. Dan saat Aku sedang menunggunya, lalu Aku diculik.” Cerita Sung Yeon. Mi So seperti tak percaya mendengarnya. 


Young Joon pulang dan didalam mobil melihat Mi So sedang berbicara dengan Sung Yeon, lalu teringat perkataan Mi So yang sangat ramah di pagi hari “Wakil Ketua Lee.. Sangat senang bisa melihat Anda lagi... Maaf karena terlambat mengenali Anda.”
Young Joon akhirnya hanya duduk diam di dalam ruang kerjanya, saat itu Mi So datang seperti yang ditugaskan. Young Joon menyuruh Mi So agar pergi ruang belajar lebih dulu. Mi So pun akan mulai memilah buku-buka yang akan diterbitkan sebagai edisi revisi. Young Joon profesional dengan Mi So.
Mi So melihat ada berkas “Pelamar untuk sekretaris Wakil Ketua Lee Young Joon” dan melihat data dirinya saat baru masuk kerja.  Ia mengeluh wajahnya yang seperti orang desa dan membaca kembali tulisan CV yang ditulisnya.
“Apa Kau ingin membual kalau nilai ujian perguruan tinggimu ada di atas satu persen? Ini Sangat memalukan.” Keluh Mi So. Lalu melihat lembaran CV yang lainya, sebagai kandidat sekertaris.
Mi So kaget melihat ada dariLulusan Cambridge dengan Sekretaris Profesional Bersertifikat begitu juga yang lainya. Ia pun bertanya-tanya kenapa Young Joon memilih dirinya di banding Sekertaris yang lain.
“Kenapa Aku memperkerjakan Sekretaris Kim... Apa Kau penasaran?” ucap Young Joon. Mi So kaget melihat Young Joon sudah ada didekatnya.
“Itu Karena Kau Mi So.... Karena Kau Kim Mi So.” Ucap Young Joon. Mi So terlihat binggung.
Bersambung ke episode 7

 PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar