PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 15 Juni 2018

Sinopsis What's Wrong with Secretary.Kim Episode 3 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Young Joon sudah siap bermain squash ingin memberitahu  tentang kutukan luar biasa. Ia mengibaratkan sedang menonton film luar biasa berkualitas tinggi dengan investasi bernilai jutaan dolar. Lalu, menonton B-film dengan jumlah investasi terbatas.
“Apa Kau puas dengan film kedua?” ucap Young Joon. Tuan Park sambil melakukan pemanasan merasa kalau mungkin terasa membosankan.
“Benar sekali... Aku menyewa sebuah taman hiburan, restoran, dan kapal pesiar dan membuatnya mengalami kencan yang luar biasa. Jadi, dia tidak akan bisa berkencan dengan pria biasa lagi.” Ucap Young Joon bangga
“Kurasa dia akan melakukannya. Bukankah itu sebabnya dia pergi kencan buta? Aku suka menonton B-film.” Kata Tuan Park santai.
Young Joon yang kesal langsung memukul bola dengan keras. Tuan Park kaget tiba-tiba bola keras mengarah padanya, meminta agar Young Joon memberitahu kalau ingin mulai bermain. 


Tuan Park dan Mi So pergi ke cafe sambil meminum kopi, keduanya masih terasa canggung. Tuan Park pikir kalau rasa kopinya enak karena sudah mencari secara online untuk menemukan kedai kopi. Mi So merasa kalau  Aromanya sangat enak.
Dua orang pekerja melihat Mi So di dalam cafe, seperti tak menyangka duduk dengan seorang pria. Tuan Park melihat kalau Ada sesuatu yang menempel di telinga Mi So, Mi So menunjuk tepat ditelinganya. Tuan Park berkata kalau itu ada Di bawah daun telinganya. Mi So memegang telinganya.
“Di belakang antingmu... 45 derajat ke arah dagumu. Lebih tinggi...” ucap Tuan Park. Mi So kembali memegang telinganya.
“Lebih tinggi lagi... Apa sisa potongan daging babi? Aku akan memeriksanya di cermin.” Pikir Mi So.
Tuan Park menahanya agar Mi So tak mengeluarkan cermin, Saat itu ponsel pegawai mengambil foto saat Tuan Park menyentuh bagian telinga Mi So. Keduanya terlihat sangat dekat karena melakukan sentuhan.
Pegawai pun ingin membagikan foto pada  rekan kerjanya. Sementara Tuan Park berusaha mengoda Mi So kalau kecantikannya yang terjebak di wajah. Mi So hanya bisa tersenyum mendengar pujianya. 


Tuan Park ingin tahu “Apa Sekretaris Kim masih dengan teman kencannya?” Young Joon hanya diam saja. Tuan Park meminta temanya agar jujur kalau terusik hatinya. Young Joon mengelak karena yakin Mi So sudah berada di bawah kutukan luar biasa.
“Astaga, kenapa Sekretaris Seol mengirimiku foto?” keluh Tuan Park membuka ponselnya lalu meminta Young Joon agar bisa melihat
“Astaga, kencan buta Sekretaris Kim pasti berjalan lancar.” Komentar Tuan Park melihat foto Mi So dan juga Tuan Park di cafe.
Sek Seol menuliskan pesan dibawah foto “Ini Berita besar. Aku melihat Sekretaris Kim berkencan dengan pacarnya di jalanan kafe-kafe di Garosu-gil. Aku bisa melihat percikan api cinta mereka.” Lalu tersadar kalau salah mengirimkan pesan dan meminta maaf pada Tuan Park. Sementara Young Joon berusaha untuk tak peduli.
“Wah, Sekretaris Seol melakukan ini lagi. Terakhir kali, dia mengirimiku foto pesta bbq,Dia membuat banyak kesalahan... Tapi Jika sudah ada percikan api cinta pada kencan pertama mereka, mereka sudah pasti akan pacaran, benarkan?” komentar Young Joon.
“Kau tahu... bagaimana rasanya saat hatimu berdebar... seperti tidak ada hari esok karena menurutmu Kau baru saja bertemu orang yang cocok?” kata Tuan Park. Young Joon menahan rasa gelisahnya.
“Ah... Benar, kukira hanya rencana bisnis yang membuatmu merasa seperti itu. Kau pasti berpikir "Oh, itu akan menguntungkan." Aku yakin cuma itu hal yang Kau ketahui... Telepon dia sekarang jika Kau gelisah begitu dan katakan padanya untuk mencampakkan pria itu dan pulang.” Ucap Tuan Park menyarankan.
“Apa... kau bilang "Gelisah"? Kulihat selera humor temanku ini sudah meningkat pesat. Kenapa Kau tidak punya pikiran untuk ganti pekerjaan? Harusnya Kau jadi pelawak saja.” Ejek Young Joon. Tuan Park terlihat binggung
“Surat pengunduran dirimu selalu diterima.” Komentar Young Joon. Tuan Park mulai panik mendengarnya.
“Wakil Ketua Lee, tolong jangan bilang begitu. Aku baru saja menemukan apa yang kukuasai.” Ungkap Tuan Park memohon. 


Mi So heran dengan dirinya yang terus memikirkan Young Joon, lalu meminta agar bisa fokus pada kencan butanya. Ia pun bertanya pada Tuan Park apakah menikmati pekerjaannya sebagai reporter berita lokal. Tuan Park menganguk dengan bangga menceritakan perkerjaannya.
“Ya, Aku sangat terkenal karena cepat dan memberikan hanya informasi yang akurat.. Oh, Apa Kau ingat beberapa bulan yang lalu ada kasus penggunaan narkoba kongres? Akulah yang mengungkapkannya.” Ucap Tuan Park. Mi So menganguk mendengarnya.
“Setelah Aku menetapkan pikiranku, Aku dapat mengungkap kebenaran tentang apa saja dan segalanya di dunia.” Kata Tuan Park makin membanggakan diri.
“Lalu Apa Kau bisa mencari tahu kasus lama untukku? Kasus penculikan sekitar tahun 1994.” Ucap Mi So. Tuan Park terlihat heran membahas Kasus penculikan.
“Tidak ada hubungannya denganku. Itu terjadi pada seseorang yang kukenal. Tapi, saat itu tidak dapat perhatian media, jadi Aku benar-benar tidak bisa menemukan informasi tentang itu. Itu terjadi... di area pembangunan kembali, ditempat Taman Bermain Yumyung berada. Kurasa saat itu sekitar akhir musim gugur.” Ucap Mi So
“Aku lahir pada tahun 1990, jadi...” ucap Tuan Park percaya diri. Mi So hanya bisa melonggo. Tuan Park tersenyum karena ucapanya hanya bercanda saja.
“Itu sudah lama sekali, jadi Aku tidak yakin Apa Aku bisa menggali apapun.” Kata Tuan Park
Mi So tahu kalau pasti sulit, Tapi Tuan Park yakin bisa melakukannya. Karena Kim Mi So yang memintanya jadi  akan melakukan yang terbaik untuk menemukan beberapa informasi soal itu. Mi So terlihat senang mendengarnya dan mengucapkan Terima kasih.



Keduanya keluar dari cafe, Tuan Park tak yakin kalau Mi So yang punya waktu yang baik jadi sangat ingin bertemu dengan Kim Mi So lagi. Mi So seperti tak yakin akan bertemu lagi lalu melihat dasi Tuan Park yang berantakan dan langsung berusaha merapihkan, suasana tiba-tiba terasa canggung.
“Maaf. Aku terbiasa melakukan ini di pekerjaanku.” Kata Mi So, Tuan Park seperti tak masalah tiba-tiba terdengar teriakan.
“Sekretaris Kim!” teriak Young Joon. Mi So kaget melihat Young Joon datang melihatnya. 
Young Joon mengaku sangat kecewa karena sikap tak tulusnya. Mi So meminta maaf mengaku kalau semua kesalahanya jika merasas seperti dan ingin menanyakan alasan merasa kecewa.
“Apa Aku kebetulan lupa untuk menyelesaikan tugas Atau Apa ada masalah dengan persiapan acara pertemuan olahraga?” ucap Mi So. Young Joon hanya menatapnya, Mi So pun yakin kalau itu bukan alasanya.

“Kalau begitu, mungkin karena Aku pergi kencan buta?” kata Mi So. Young Joon mengelak kalau semua hanya Omong kosong.
“Apa kencan butamu, ada urusanya denganku?” sindir Young Joon. Mi So mengaku bukan itu maksudnya.
“Kupikir Anda mungkin marah padaku karena aku terus sibuk dengan masalah pribadi seperti itu sehari sebelum acara pertemuan olahraga, yang merupakan peristiwa yang sangat penting.” Jelas Mi So
“Kau sangat menyadarinya, Sekretaris Kim... Bagaimana Kau bisa menjadwalkan ini... sehari sebelum acara pertemuan olahraga, tahu betapa pentingnya bagiku? Apa Kau pikir ini masuk akal?” kata Young Joon akhirnya bisa mencari alasan. Mi So pun hanya bisa meminta maaf.
Saat itu selembar daun jatuh di jas Young Joon. Mi So tiba-tiba tertawa melihatnya. Young Joon heran melihat Mi So yang tertawa. Mi So memberitahu kalau Ada daun yang jatuh ke saku jadi terlihat seperti saputangan
“Aku akan menyingkirkannya.” Kata Mi So keduanya kembali saling menatap seperti jantung berdegup kencang.
“Berani sekali daun jatuh ke sakuku? Bagaimanapun, hari terakhirmu tinggal sebentar lagi, Sekretaris Kim. Tetap fokus dan lakukan yang terbaik.” Ucap Tuan Park
“Ya, Pak. Aku tidak akan menjadwalkan semua hal pribadi seperti kencan buta sampai Aku meninggalkan perusahaan.” Kata Mi So
“Jangan lakukan itu.” Tegas Tuan Park. Mi So terlihat binggung,  bertanya apa maksudnya Meninggalkan perusahaan atau pergi kencan buta. Young Joon tak menjawab memilih untuk pergi. 

Mi So berjalan pulang, terdengar dari Pil Nam yang berteriak memanggilnya dengan membawa ayam goreng dan bir. Keduanya minum bersama di rumah, Pil Nam kaget mengetahui kalau Young Joon datang saat kencan buta. Mi So pikir kalau Itu kesalahannya.
“Hei.. Kenapa Kau tidak bisa pergi kencan buta setelah bekerja?” ucap Pil Nam
“Tidak ada yang salah soal itu. Tapi tetap saja, besok kita ada acara penting. Aku harusnya tetap fokus, jadi Aku yang salah. Tapi...” ucap Mi So berpikir. Pil Nam ingin tahu apa yang dipikirkan adiknya.
“Masalahnya adalah akhir-akhir Aku sungguh tidak bisa memahami Wakil Ketua. Sejak Aku bilang padanya ingin mengundurkan diri.” Ucap Mi So. Kakaknya ingin tahu ceritanya.
Mi So mengingat sikap Mi So yang tiba-tiba sangat dingin dengan nada sinis Young Joon berkata “ Apa Kau melatihnya dengan benar atau  melatihnya dengan sembrono? Jangan mengecewakanku dan lakukan pekerjaan dengan baik.”
“Wakil Ketua Lee, saat kami saling berkirim pesan semalam, Aku...” ucap Mi So saat bertemu di kantor, tapi Young Joon dengan sinis mengatakan “Jangan membahas masalah pribadi di kantor.”
“Lalu pada hari yang lain, dia sangat manis padaku.” Cerita Mi So mengingat setelah pergi taman hiburan.
Mi So pikir ada event khusus di suatu tempat jadi terlihat kembang api. Young Joon mengaku kalau ia yang menyiapkan dengan alasan sebagai hadiah perpisahan.
“Dia pasti sangat terkejut dengan berita kalau kau meninggalkan perusahaan, atau  dia mungkin sudah tak waras.” Kata Pil Nam mengejek.  Mi So meminta agar Young Joon Jangan katakan itu
“Itu tiba-tiba terjadi pada banyak orang setelah mengalami guncangan emosional yang ekstrim. Bukankah dia... kaget kalau Kau pergi?” ucap Pil Nam
“Aku tidak yakin, tapi Aku bisa tahu dia belum mengakhirinya.” Ucap Mi So
“Apa Maksudmu, dia tidak bisa menerimanya? Benar, Kau sudah sangat bekerja keras untuknya. Aku yakin dia akan merasa kehilangan tanpa dirimu.” Ucap Pil Nam
“Tapi bahkan dengan itu, Aku tidak yakin karena dia pasti bisa menemukan seorang sekretaris yang jauh lebih berkualitas dan berpengalaman daripada Aku. Kenapa dia melakukan ini padaku?” kata Mi So binggung.
“Bukannya dia tipe yang harus punya semua yang dia inginkan? Jika ada perusahaan yang dia suka, maka dia mungkin akan melakukan merger dan akuisisi. Dan jika dia melihat apapun yang dia suka, maka Aku yakin dia langsung membelinya.” Ucap Pil Nam. Mi So membenarkan semuanya.
“Maka kita tahu jawabannya... Ini sikap posesifnya... Mungkin itu yang Kau maksudkan tentangnya. Sebuah objek yang diinginkannya dan memilikinya.”Kata Pil Nam 

Mi So binggung apa maksudnya  "Sebuah Objek". Pil Nam menjelaskan kalau Sebuah objek yang masih berguna dan membuatnya merasa nyaman Tapi objek itu tiba-tiba memberitahunyakalau akan meninggalkannya jadi Pasti membuat Young Joon marah.
“Dia mungkin ingin melakukan apa pun untuk membuatmu tetap tinggal.” Ucap Young Joon. Mi So seperti tak yakin dengan ucapan kakaknya.
“Ya, Aku mengerti... Aku seorang psikiater... Bagaimanapun, Kau harus meninggalkan perusahaan itu sesegera mungkin. ..Jika dia lebih posesif,maka Kau tidak akan bisa keluar.” Ucap Pil Nam tiba-tiba menangis sesunggukan.
Mi So binggung melihat kakaknya tiba-tiba menangis,  Pil Nam emngaku merasa kasihan pada adiknya karena harus bekerja untuk bos yang posesif selama 9 tahun untuk membantu membayar biaya kuliahnya. Ia  merasa sangat tak enak hati bahkan tidak bisa menemui adiknya. Mi So tak enak hati karena tiba-tiba merubah suasana jadi sedih.
“Apa Kau punya soju?.. Ayo tambah lagi..” kata Pil Nam. Mi So pun membuka lemari es untuk melihat apakah ada soju.
“Ngomong-ngomong, kalung apa itu? Itu terlihat Cantik. Kurasa Aku belum pernah melihatnya.” Ucap Tuan Park
“Oh, ini? Wakil Ketua Lee membelikannya untukku.” Ucap Mi So dengan wajah bahagia.
“Itu pasti Kalung anjing... Aku yakin dia ingin membelenggu lehermu untuk memastikanmu tidak kabur.” Komentar Pil Nam. Mi So kaget mendengarnya. 

Mi So menyapa Ji Ah yang sudah datang lebh dulu, lalu melihat kalau sedang buku terbaru Morpheus padahal baru akan dirilis bulan depan Jadi ingi tadi dari mana Ji Ah mendapatkannya. Ji Ah mendengarnya sudah dirilis di Inggris, jadi meminta temanya untuk mengirimkan padanya.
“Sekretaris Kim pasti juga penggemar Morpheus, menilai dari bagaimana dirimu tahu tentang buku terbaru.” Kata Ji Ah.
“Tentu saja. Morpheus adalah novelis favoritku sepanjang masa.” Kata Mi So bisa mengetahuinya tentang buku "Momen yang Dapat Ku Lihat"
“Setiap buku karyanya menduduki daftar buku terlaris. Bahkan film nomor satu di box office sekarang diadaptasi dari novelnya. Bukankah dia sangat mengesankan?” kata Mi So bangga
Ji Ah menyimpulkan Mi So adalah seorang Morpheusian. Mi So binggung apa maksudnya itu.  Ji Ah pikir Mi So tahu kalau itu panggilan klub penggemarnya. Mi So seperti baru tahu kalau penulisna punya klub penggemar.
“Tentu saja. Dia 'kan bukan penulis novel biasa. Dia adalah penulis laris internasional, dan juga sangat tampan.” Kata  Young Joon penuh semangat. 
“Apa kau pernah melihat wajahnya? Dia tidak melakukan wawancara atau mengungkapkan dirinya di depan umum. Satu-satunya hal yang diketahui orang tentang dia adalah usianya sekitar 30-an.” Ucap Mi So heran
“Ayolah. Foto-fotonya sudah ada... pada anggota klub penggemarnya. Aku bergabung di tahun pertama. Jika Kau ingin tahu, haruskah Aku menunjukkan salah satu fotonya?” ucap Ji Ah.
Mi So pun penuh semangat ingin melihatnya,  Ji Ah melihat sekeliling agar tak ada yang melihat dan meminta agar Mi So Jangan perlihatkan ke orang lain. Mi So menganguk setuju lalu hanya bisa melonggo karena yang dilihat hanya foto buram tanpa terlihat wajahnya.
“Apa Kau bisa bilang dia tampan dari foto ini?” ucap Mi So heran.
“Iya. Maksudku, lihat saja itu. Dia pasti pria yang tampan dan juga sangat tinggi. Dan , tadi malam ada orang yang memposting foto baru di media sosialnya. Orang itu menulis kalau dia melihatnya di bandara Perancis.” Kata Mi So memperlihatkan sosok dengan topi hitam tanpa terlihat wajahnya.
“Dia bertemu dengannya saatmenandatangani kontrak buku sebelum dia menjadi terkenal, jadi langsung mengenalinya” cerita Ji Ah. Sementara Mi So masih tak percaya kalau Ji Ah bisa mengetahui kalau penulisnya itu tampan
“Ya, bahkan dagunya sangat sempurna...Dia juga punya kulit yang luar biasa.” Ucap Ji Ah memuji penulisnya yang tak terlihat wajahnya pada foto. 




Seorang pria melihat social media, terlihat foto dengan topi menutup wajahnya lalu captionya bertuliskan “Aku melihat Morpheus di Bandara Charles de Gaulle. Kami sebenarnya sedang dalam penerbangan yang sama ke Korea sekarang. Kami akan segera berangkat. Kami akan tiba di Korea bersama dalam 11 jam dari sekarang.”
Beberapa orang pun berkomentar “Apa ini nyata? Aku akan mempercayaimu dan lari ke bandara sekarang. Aku harus mengawasi setiap pria yang mengenakan topi fedora hitam.”
Pesawat pun mendarat, Seorang wanita terus menatap pria yang duduk disampingnya. Lee Sung Yeon memanggilnya, lalu membuka topinya  merasa kalau itu sangat cocok untuknya. Si wanita tersenyum mendengarnya.
Di depan bandara, sudah banyak orang yang menunggu karena penasaran melihat Sung Yeon, penulis Morpheus. Seseorang keluar dengan topi hitam, semua berteriak mendekat tapi ternyata wanita yang mengunakan topi milik Sung Yeon, sementara Sung Yeon berhasil keluar bandara tanpa ada yang mengenalinya. 


Sung Yeon mengemudikan mobil menerima telp dari ibunya. Nyonya Lee ingin tahu keberadaan anaknya. Sung Yeon mengaku kalau baru saja tiba di Korea. Nyonya Lee tak percaya ankanya ada di korea.
“Kenapa Kau tidak menelepon dulu? Sekarang Ibu ada di rumah liburan  di Pulau Jeju dengan ayahmu...Tunggu Aku.. Aku akan segera naik pesawat ke Seoul.” Ucap Nyonya Lee
“Tidak apa-apa. Jangan ubah rencanamu karena Aku.” Kata Sung Yeon
“Ayahmu tidak pernah membantu. Dia menyeretku kesini karena ingin bermain golf. Bahkan Aku tidak bisa melihat putraku yang sudah bertahun-tahun tidak kulihat. Haruskah Aku membuang Ayahmu ke laut di sini?” ucap Nyonya Lee mengeluh
“Kau dan Ayah masih sama.” Komentar Sung Yeon tertawa bahagia mendengar suara ibunya lalu menanyakan tentang Young Joon.
“Tentu saja. Dia sibuk berusaha menjalankan perusahaan dengan baik. Bahkan hari ini, dia menghadiri pertemuan perusahaan di tempat ayahmu.” Kata Nyonya Lee
“Benarkah? Sepertinya, Young Joon baik-baik saja.” Kata Sung Yeon. 

Mi So sudah berganti pakaian, Ji Ah berkomentar  suka celana olahraga Sekretaris Kim karena Sangat cocok. Mi So mengucapkan terimakasih dengan penuh semangat.  Young Joon akhirnya datang lalu bertanya Apa semuanya siap untuk pertemuan.
“Dimulai pukul 10 pagi, jadi Anda bisa pergi dalam 30 menit, Pak.” Ucap Mi So
“jadi Kalian berdua akan berpartisipasi apa saja?” tanya Young Joon.
“Aku akan berpartisipasi dalam lomba rintangan dan lomba tiga kaki.” Kata Mi So. Ji Ah mengatakan akan ikut gulat lutut dan tenis meja.
“Kuharap Kalian berdua bertekad untuk menjadi juara pertama.” Kata Young Joon. Ji Ah pikir yang penting bisa berpartisipasi saja.
“Itulah yang dikatakan pecundang sebagai alasan. Kalian tidak boleh kalah. Lebih baik mati daripada kalah. Jadilah juara pertama bagaimanapun caranya. Sudah kubilang padamu tetap fokus sampai hari terakhirmu. Ingat, kan?” kata Young Joon. Mi So menganguk mengerti. Young Joon pun segera pamit pergi.
“Wakil Ketua Lee benar-benar sesuatu. Siapa yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk menang di acara perusahaan seperti ini? Bukankah Aku benar, Sekretaris Kim?” komentar Ji Ah. Mi So tak banyak berkomentar mengajak mereka bersiap-siap untuk pergi dengan penuh semangat.
“Jangan lupa untuk memberikan peta gym ke Pak Yang.” Kata Mi So penuh semangat lalu  terdengar teriakan dari dalam ruangan. 


Young Joon duduk sambil menutup matanya terlihat ketakutan dan menangis.  Ji Ah kaget melihat Young Joon sangat ketakutan. Mi So melihat kabel pengikat semua kabel dan langsung melepaskanya lalu memberitahu kalau sudah tak ada lagi.
“Siapa yang melakukannya? Aku lupa untuk memeriksa karena  sibuk pergi kesana-kemari. Aku minta maaf, Pak.” Ucap Mi So. Young Joon akhirnya membuka matanya dan langsung bergegas keluar dari ruangan. 

Young Joon menegus Ji Ah karena tidak mengingat tindakan pencegahan yang sudah dituliskanya, kalau tidak boleh ada ikatan kabel di kantor Wakil Ketua Lee. Ji Ah meminta maaf karena sengaja  mengatur kabel dengan ikatan, ingin membuatnya terkesan dan tak seharusnya marah.
“Kim Ji Ah , sikap macam apa itu? Kaulah yang membuat kesalahan..” kata Mi So. Ji Ah terlihat kaget mendengarnya.

“Aku tidak suka laba-laba... Setiap kali Aku melihatnya, bahkan hampir pingsan karena sangat membencinya. Setiap orang memiliki 1 atau 2 hal yang sangat mereka benci. Itu sebabnya dia marah, jadi Aku tidak menghargaimu merengek seperti ini.” Tegas Mi So
Ji Ah pun tertunduk meminta maaf. Mi So memastika kalau Ji Ah sangat menyesal, Ji Ah menganguk. Mi So langsung memeluk Ji Ah agar bisa memijamkan buku baru Morpheus. Ji Ah pun dengan senag hati akan meminjamkanya.


Mi So membawakan secangkir teh chamomile agar bisa lebih tenang dan kembali meminta maaf serta berjanji tidak akan terjadi lagi. Young Joon membahas Mi So yang akan segera pergi jadi tak mungkin bisa menjaminnya.
“Mungkin ini bukan tentang posesifnya...Mungkin dia sangat membutuhkanku.” Gumam Mi So melihat sikap Young Joon. 

Spanduk besar bertuliskan “Pertemuan Olahraga Perusahaan Yumyung Holdings” semua bersorak memberikan semangat. Mi So sudah siap bersama dengan Se Ra dan peserta lainya. Mereka pun memulai pertandingan dengan  berharap tidak ada yang terluka dan bisa... menjalin hubungan erat lebih antar divisi.
Mi So pun dengan penuh semangat berlai melewati semua rintangan, sementara Se Ra kesusahan menaiki jalan menanjak, Mi Soo terlihat bahagia sampai digaris finish dengan senyuman bahagia. Tuan Park dan Young Joon menonton dari bangku penontot.
“Karena inilah Aku suka Sekretaris Kim. Dengan semangat itu, dia bisa menyelesaikan pekerjaannya.” Komentar Young Joon dengan senyuman bahagis.
“Jadi, Apa Kau menyukai Sekretaris Kim?” goda Tuan Park
“Bukan sebagai wanita tetapi sebagai karyawan. Coba Lihat. Seberapa hebatnya dia?” ucap Young Joon bangga. 


Saat itu seorang pria mendekati Mi So mengetahui sebagai sekretaris perfeksionis. Young Joon melihat dari kejauhan ingin tahu siapa pria itu. Sang pria melihat Mi So juga seorang atlet hebat. Mi So pun langsung bertanya apakah ada yang bisa dibantu.
“Akan ada perlombaan tiga kaki sebentar lagi. Aku ingin jadi partner Sekretaris Kim Ayo lakukan dengan baik.” Kata Si pria.
“Aku mengerti...”ucap Mi So lalu menerima sebotol minuman.
Ji Ah dan Se Ra datang bertanya apa yang dibicarakan dengan Ko Gui Nam. Mi So baru mengetahui nama Gui Nam dan bertanya balik apakah Se Ra mengenalnya. Se Ra pikir sudah pasti mengenalnya,karena Gui Nam peringkat pertama pada voting popularitas perusahaan.
“kau bilang Dia peringkat pertama? Apa dia mengungguli Wakil Ketua Lee?” ucap Ji Ah kaget.
“Wakil Ketua Lee tidak termasuk hitungan. Pak Ko luar biasa, dan jika Kau beruntung, dia bisa menjadi milikmu. Tapi dia sangat gila kerja sehingga tidak tertarik pada wanita... Bahkan Aku.” Ucap Se Ra percaya diri.
“Dan Apa dia jatuh cinta pada Sekretaris Kim?” komentar Ji Ah. Se Ra terlihat kesal mendengarnya
“Dia baru saja memberi Sekretaris Kim air minum. Bukankah itu pertanda?” kata Ji Ah.
“Tidak, bukan itu... Dia akan menjadi mitraku di perlombaan tiga kaki.” Ucap Mi So
“Sebenarnya, Sekretaris Kim...bisakah Aku bergabung dengan perlombaan berkaki tiga? Hari ini kinerjaku buruk dan Aku harus menebusnya.” Ucap Se Ra mencoba membujuk.
Tapi Mi So dan Ji Ah malah pergi meninggalkanya. Se Ra kesal sendiri karena Mi So selalu pergi meninggalkanya padahal ingin sekali ikut lomba dan berlari dengan Gui Nam serta merasakan jantungnya berdebar.


Gui Nam di dekati beberapa wanita yang memberikan minuman, Mi So sempat melihatnya tapi tatapanya mengarah pada tempat lain, menurutnya Gui Nam tidak terlalu tampan tapi menurutnya pria yang tampan itu Young Joon. Saat itu Young Joon melihat Mi So menatap kearahnya.
“Ya ampun. Siapa yang sedang kupikirkan? Aku pasti sudah gila.” Ucap Mi So menyadarkan diri dan mendengar  Perlombaan tiga kaki akan segera dimulai.

Gui Nam mengajak Mi So agar ke garis start, Tuan Park senang melihat Perlombaan tiga kaki karena penasaran berapa banyak pasangan yang akan terbentuk dan menurut survie kalau 80% dari mereka akhirnya menjadi pasangan sungguhan. Young Joon terlihat kaget dan panik.
Mi So dan Gui Nam mulai bersiap-siap lari, setelah tanda pluit berbunyi keduanya berlari denga cepat. Gui Nam melihat lawan lebih cepat akhinya memeluk pundak Mi So, Tuan Park melihatnya terlihat bahagia sementara Young Joon menahan rasa kesal.
“Tim 3 memiliki kerja sama tim yang hebat... Mereka memimpin. Akankah mereka menang dan juga menjadi pasangan?” ucap Komentator.
Mi So tak ingin kalah akhirnya memeluk pinggang Gui Nam agar seimbang, dan sampai di garis finish lebih dulu. Keduanya terlihat sangat bahagia bisa menang, terdengar teriakan agar mereka bisa Berkencan. Young Joon mendengar semua penonton termasuk temanya terlihat kesal.
“Mulai tahun depan, tidak akan ada lagi acara pertemuan olahraga. Ini Sangat kekanak-kanakan.” Ucap Young Joon kesal
“Justru dia yang kekanak-kanakan... Dia dibutakan api cemburu.” Keluh Tuan Park melihat Young Joon pergi lalu mulai terkejut. 


Young Joon terjatuh ditangga. Tuan Park memastikan keadaan Young Joon baik-baik saja, sambil mengeluh kalau Young Joon meminta agar karyawan Grup Yumyung untuk menjadi satu tanpa terluka tapi malah bosnya yang terluka dan ingin melihat bagian kaki. Young Joon menatap seperti berharap Mi So yang melihatnya. 

Mi So akhirnya melihat keadaan Young Joon berpikir kalau mabuk, Young Joon mengaku tidak minum.  Mi So heran karena Young Joon yang terluka bahkan tergelincir di tangga. Young Joon mengaku  tidak lihat satu anak tangga jadi meminta Mi So agar tak berlebihan.
“Anda harus pergi ke dokter.” Ucap Mi So khawatir, Young Joon menolak karena ingin pulang saja.
“Anda bilang apa? Anda membutuhkan perawatan yang tepat.” Kata Mi So kesal. Young Joon mengaku tidak terluka parah.”
“Tidak. Akan kusiapkan mobilnya.” Ucap Mi So akan pergi, Young Joon menahanya agar tak pergi.
“Akan lebih cepat baikkan jika meletakkan koyo panas di atasnya.” Ucap Young Joon. Mi So pun membantu Young Joon untuk berdiri dengan memeluknya.
Sopir Young Joon ingin membantu tapi Tuan Park menahan agar membiarkan keduanya pergi dengan mengancam kalau akan di pindahkan ke India. 


Mi So membawakan es bantu untuk mengompres, sambil mengomel kalau Young Joon itu harusnya lebih berhati-hati dan menyuruh agar melepaskan kaos kaki agar bisa mengompresnya.  Young Joon hanya menaikan kakinya. Mi So pikir kalau Young Joon meminta agar membuka kaos kakinya. Young Joon pikir tak perlu.
“Apa Anda ingin Aku meletakkannya  di atas kaus kaki Anda?” ucap Mi So
“Tidak masalah. Lakukan saja.” Ucap Young Joon. Mi So tetap ingin melepaskan kaos kakinya. Tapi Young Joon menolaknya.
“Kenapa Anda terus bilang tidak perlu?” kata Mi So dan terkejut melihat ada bekas jahitan di kaki Young Joon. Akhirnya Ia kembali memakai kaos kaki dan hanya terdiam. Young Joon heran Mi So hanya diam saja dan menyuruh agar segera mengompresnya.
“Bekas luka apa itu? Sepertinya bekas luka lama.” Gumam Mi So penasaran sambil mengompres kaki Young Joon. 

“Apa Kau menikmati acara pertemuan olahraganya? Sepertinya Kau sangat menikmatinya. Khususnya balap tiga kaki.” Tanya Young Joon dengan nada menyindir.
“Tidak ada yang menyenangkan. Aku baru saja mengikat kakiku dengan pria lain dan berlari seperti orang gila untuk menang.” Keluh Mi So
“Kau bilang "Seperti orang gila"? Berpartisipasi dalam acara pertemuan olahraga itulah pentingnya. Kenapa Kau berlari seolah-olah hidupmu bergantung padanya? Dasar bodoh.” Ucap Young Joon sinis.
“Apa ingatanku salah? Kurasa tadi Aku dengar seseorang bilang padaku untuk mempertaruhkan hidupku dan memenangkan pertandingan.” Balas Mi So sini
“Bagaimana bisa Kau langsung menerima kata-kataku begitu saja? Kau tidak fleksibel, Sekretaris Kim.” Keluh Young Joon.
Mi So mencoba menahan amarahnya, Young Joon membahas kalau tadi untuk kemenangan, menurutnya Mi So tidak keberatan berlari sangat dekat dengan pria yang aneh. Mi So membenarkan karena itu Lebih baik daripada menjadi pecundang.
“Benar. Selama Kau jadi juara 1, Kau bahkan tidak peduli siapa yang Kau sentuh.” Kata Young Joon cemburu. Mi Soo membenarkan.
“Apa Bahkan jika orang itu sedekat ini denganmu?” kata Young Joon bergeser mendekat Mi So.
Mi So merasa tak masalah,  Young Joon makin mendekat. Mi Soo merasa Tidak ada pengaruhnya buatnya. Young Joon terlihat kesal menarik tangan Mi So tapi malah membuatnya posisi mereka saling bertumpuk. Keduanya pun kembali gugup untuk kesekian kalinya.
Bersambung ke episode 4

 PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

5 komentar:

  1. Semangat ya nulis nya.... saya selalu buka blog ini khususnya judul ini.....

    BalasHapus
  2. Lanjut terus.seru seru seru

    BalasHapus
  3. Yea,,,semangat,,,makin penasaran

    BalasHapus
  4. Makasi sinop nya mb dyah.... aku menunggu dengan sabar kelanjutan nya ­čść

    BalasHapus