PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Minggu, 17 Juni 2018

Sinopsis What's Wrong with Secretary.Kim Episode 4 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN

Young Joon kaget karena melihat Mi So yang ada diatas tubuhnya begitu juga Mi So. Keduanya saling berpandangan dengan jantung yang berdegup kencang. Kompres es jatuh dari meja, Mi So buru-buru berdiri kalau akan ambil beberapa es lagi.
Mi So buru-buru ke dapur mengambil es, wajahnya masih terasa panas lalu kembali ke ruang tengah, melihat Young Joon sudah tertidur. Ia menatap Young Joon seperti sangat nyenyak tertidur diatas sofa. Tapi Young Joon kembali bermimpi buruk.
Seorang wanita berjalan dalam kegelapan, memanggil dengan suara yang menyeramkan. Young Joon kecil seperti ketakutan melihat tangan wanita dengan kuku panjang meminta bantuannya. Young Joon meminta agar tak mendekat.
Mi So melihat Young Joon mencoba memanggil dan membantukanya. Young Joon terbangun dengan wajah panik. Mi So panik melihat Young Joon menanyakan keadaan bosnya lebih dulu. Young Joon menatap Mi So seperti sedikit lega karena ada seseorang disampingnya. 

Mi So membawakan teh untuk Young Joon, memastikan agar lebih baikkan. Young Joon mengucapkan terima kasih sambil meminum teh. Mi So bertanya apakah Young Joon sering mengalami mimpi buruk saat tidur. Young Joon menjawab tak tahu.
“Aku...tidak ingin sendirian malam ini... Sekretaris Kim... Bisa tidak malam ini Kau... tidur dirumahku saja?” ucap Young Joon dengan wajah serius. Mi So kaget mendengarnya.
“Tidurlah di sini malam ini.” Kata Young Joon. Mi So makin panik bertanya apa maksudnya.
“Aku tahu itu wajar ketakutan... saat bangun dari mimpi buruk. Tapi Anda 'kan bukan anak kecil, jadi bagaimana Anda bisa membuat permintaan seperti itu padaku?” kata Mi SO
Young Joon seperti baru sadar dengan ucapanya, lalu menjelaskan kalau Mi So tidur diruang tamu karena sudah larut malam dan mengejek Mi So yang terlihat panik. Mi So salah tingkah karena berpikiran yang lain.
“Biasanya saat Kau lembur dan tidur di sini sesekali.” Kata Young Joon. Mi So pun ingat kalau pernah tidur disini sambil mengomel pada dirinya sendiri.
“Apa Kau mikir yang tidak-tidak ?” ucap Young Joon. Mi So menyangkalnya. Kalau tidak memikirkan apapun.
Saat itu telp berdering dan Young Joon segera mengangkatnya, Mi So menunggu Young Joon selesai bicara. Young Joon merasa kalau Mi So sedih yang tidak bisa tidur dirumahnya malam ini dan meminta maaf karena mengecewakannya.
“Apa maksud Anda, "mengecewakanmu"? Aku tidak berniat tidur di sini malam ini.Anda tampaknya baik-baik saja sekarang, Pak, jadi sekarang Aku akan pulang.” Ucap Mi So lalu bergegas pergi. Young Joon pun menatap Mi So dengan wajah seperti menahan amarah. 



“Aku ingin tahu siapa yang meneleponnya. Dia tidak terlihat senang.” Ucap Mi So terus berbicara sendiri tanpa sadar ada orang didepanya.
Mi So dan Sung Yeon bertabrakan di depan cafe. Ponsel Sung Yeon pun terjatuh di jalan. Mi So meminta maaf, Sung Yeon dengan sinis berpesan agar Lebih hati-hati. Mi So mengambil ponsel dan melihat Layarnya tidak rusak jadi tak perlu ganti rugi.
“Tidak, bukan itu.” Ucap Sung Yeon langsung berlutut dan mengingkat tali sepatu Mi So. Mi So kaget merasa tak perlu melakukanya.
“Kau bisa tersandung jika berjalan seperti ini.” Ucap Sung Yeon. Mi So pikir bisa sendiri sendiri melakukanya.
Mi So akhirnya mengucapak Terima kasih dan mengembalikan ponsel Sung Yeon. Sung Yeon pun segera pamit pergi. Mi So merasa kalau Sun Yeon itu pria yang manis dan Jauh sekali bedanya dengan orang yang dikenal. Sung Yeon melihat Mi So seperti bisa menduga kalau baru saja dari rumah Yong Joon. 

Sung Yeon sampai di rumah adiknya sambil mengeluh karena tidak mempersilahkankan duduk. Young Joon dengan sinis ingin tahu alasan datang dimalam hari.  Sung Yeon pikir tak butuh alasan kalau seorang kakak mengunjungi rumah adiknya.
“Aku kembali kemari karena novel baruku dirilis bulan depan. Aku datang kesini tanpa menelepon dulu dan ternyata Ibu dan Ayah ada di Pulau Jeju Aku tidak ingin merasa seperti pergi ke rumah yang kosong dan juga berpikir akan menyenangkan buatku untuk mampir menemuimu.” Ucap Sung Yeon. Young Joon hanya terdiam tanpa membalasnya.
“Sejujurnya...Aku datang ke sini karena ingin memaafkanmu. Masih cukup sulit buatku... karena Aku masih mengingat kejadian itu. Tapi membencimu dan membuatmu marah itu hanya membuatku lebih menderita. Makanya kupikir... sekarang Aku akan memaafkanmu.” Kata Sung Yeon.
Young Joon tetap diam menatap kakaknya Sung Yeon mengangkat botol wine agar mereka minum bersama, karena saat di Paris sengaja memanjakan dirinya dalam 3 hal yaitu Menulis, wanita, dan minum anggur. Young Joon malah menyuruh Sung Yeon pergi saja karena lelah. Sung Yeon tak percaya melihat sikap adiknya yang dingin. 


Mi So pulang ke rumah membuka jaketnya dan terjatuh kabel tis yang membuat Young Joon ketakutan. Ia menatap kabel yang mengingatkan kejadian sebelumnya.
Flash Back
Mi So membuka semua ikatan pada komputer. Young Joon menutup wajahnya dengan wajah ketakutan. Mi So akhirnya memberitahu kalau sudah menyingkirkan ikatan kabelnya dan menanyakan keadaanya. Young Joon akhirnya membuka matanya kembali dengan tangan bergetar.
“Sekretaris Kim Mi So... Kau pernah bilang takut sekali pada laba-laba, kan? Seperti itulah ikatan kabel bagiku... Jadi, jangan gunakan itu lagi. Kumohon padamu.” Ucap Young Joon. Mi So menganguk mengerti.
“Itu adalah hari pertama bosku, yang tampak sempurna dalam segala hal, Bertingkah seperti orang biasa di depanku.” Ucap Mi So mengingat kenanganya.
Mi So mencuci kakinya dan merasakan sakit lalu melihat kakinya yang merah lalu berpikir karena terlalu kencang mengingat saat ikut lomba. Ia lalu kembali mengingat pertama kali melihat kaki Young Joon yang terluka.
“Bekas luka apa ya di pergelangan kakinya? Apa yang terjadi padanya di masa lalu?” ucap Mi So merasa khawatir.
Young Joon berada dikamarnya terlihat tak bisa tidur lalu menerima pesan dari Mi So “Apa pergelangan kakimu baik-baik saja? Aku membatalkan semua jadwal Anda untuk minggu ini jadi Anda bisa sedikit santai. Aku sudah meminta nona Shin menyiapkan beberapa handuk hangat untuk pergelangan kaki Anda. Selamat malam.” Young Joon mengeluh Mi So yang kembali mengomel lagi yang membuatnya sangat melelahkan.


Mi So sudah menyiapkan teh dan kue di pantry. Ji Ah bergegas masuk meminta maaf karena terlambat. Mi So merasa tak masalah dan meminta agar mulai besok datang lebih awal. Ji Ah menganguk mengerti lalu bertanya Apa pergelangan wakil ketua baik-baik saja.
“Tidak serius, tapi kupikir lebih baik baginya untuk beristirahat sebentar, jadi Aku membatalkan jadwalnya hari ini. Tolong atur ulang jadwal yang dibatalkan.” Ucap Mi So. Ji Ah menganguk mengerti.
“Biar Aku yang membawanya.” Kata Ji Ah. Mi So pun membiarkan Ji Ah membawanya. 

Sementara di luar ruangan, Tuan Jung panik memikirkannya masalah yang datag. Tuan Jang merasa kalau harus melapor dengan cepat. Saat itu Mi So masuk ruangan bersama Ji Ah bertanya apa yang terjadi sebenarnya.
“Grup Pusat Seni UK sudah memajukan hari pembukaannya awal Agustus” ucap Tuan Jung. Mi So kaget sementara Ji Ah heran bertanya apakah itu tak boleh terjadi.
“Kau masih tidak tahu maksudnya, kan? Pusat seni kita dijadwalkan akan dibuka pada 20 Agustus. Mereka sengaja memajukan jadwal. “ ucap Se Ra
“Kita harus membuka pusat seni lebih dahulu dapat perhatian.” Kata Young Ok
“Wakil ketua sangat khawatir tentang ini. karena tanggal pembukaannya berdekatan. Sebelum Wakil Ketua datang, ayo kita...” kata Tuan Park
Saat itu Young Joon masuk ruangan mengatakan kalau mereka punya satu solusi. Semua langsung berdiri dengan wajah tegang, Young Joon mengatakn akan memajukan tanggal pembukaannya bulan Juli, yaitu Bulan depan.
“Hanya tinggal beberapa hari lagi.” Kata Tuan Jung khawatir begitu juga yang lainya.
“Baik, kami akan menyiapkan semuanya.” Ucap Mi So yakin, semua panik mendengarnya. Mi So dan Young Joon saling menatap seperti keduanya merasa yakin. 


Semua langsung mengambil file dari tim perencanaan. Lalu Ye Na memberitahu Tim lainya kalau Young Joon sedang menuju ke pusat seni dan ingin memajukan hari pembukaannya jadi Juli. Mereka juga akan  mencetak dokumen tentang acara pembukaan.
“Persiapkan dokumennya agar bisa dibaca selama perjalanannya.” Ucap Tuan Jung. Semua bergegas mempersiapkan semuanya selama Young Joon berjalan ke pusat seni.
“Bisa kita membuka museum bulan depan tanpa masalah?” tanya Young Joon.
“Yah, tapi ayangnya, karya seni utama dari pameran untuk area luar belum lengkap. Kita Membutuhkan waktu lebih untuk memindahkan dan memasangnya.” Kata Ketua Galeri
“Kita Mendukung para seniman sehingga mereka bisa memindahkan material terlebih dahulu dan menyelesaikan sisa bagiannya di sini.” Kata Mi So. Ketua menganguk mengerti.
“Bisa kita membuka gedung konser bulan depan tanpa masalah?” tanya Young Joon.
“Yah, sayangnya...” ucap Ketua. Young Joon mengartikan kalau belum siap juga. Ketua meminta maaf.
“Kami belum mengurus masalah hak cipta mengenai material video seperti film dan dokumenter.” Ucap Ketua.
“Tidak akan jadi masalah selama kita tidak mengadakan pemutaran film. Anda bisa mengadakan acara pemutaran film setelah masalah hak cipta diselesaikan.” Jelas Mi So. Young Joon bisa tersenyum mendengarnya.
“Aku tahu Anda bingung karena perubahan jadwal yang tiba-tiba, tapi tolong persiapkan segala sesuatunya tanpa kesalahan apapun.” Ucap Young Joon. Ketua menganguk mengerti. Young Joon pun mengajak Mi So agar pergi ke perpustakaan.



Mi So melihat perpustakaan Sudah dirancang luar biasa jadi membuatnya ingin membaca buku sepanjang hari. Young Joon pikir semua Berhasil karena itulah tujuan pertama dari membangun perpustakaan. Tiba-tiba lampu dalam ruangan mati.  Young Joon pun bergegas menelp untuk meriksa situasinya.
“Ya, halo, Ketua Perencanaan. Apa Seluruh gedung listriknya padam?” tanya Mi So lalu meminta agar mereka segera pulihkan sistemnya dulu dan tak perlu datang.
“Aku tidak percaya ini... Bukankah sudah waktunya selesai urusannya dengan masalah fasilitas?” keluh Young Joon lalu menjerit ketakutan melihat wajah Mi So yang diterangi senter.
“Kau buat kaget Aku saja, Sekretaris Kim.” Jerit Young Joon, tapi Mi So menahan tawa melihatnya.
“Maaf. Aku hanya mencoba menyalakan lampu senter untuk Anda.” Ucap Mi So mengarahkan cahaya senter pada Young Joon.
“Ekspresi wajah Anda barusan terlihat sedikit imut.” Goda Mi So. Young Joon menegaskan kalau dirinya tak imut tapi sangat menarik. Mi So pun meminta maaf lalu mengajak Young Joon ke sisi meja baca. 


Keduanya duduk di meja dengan wajah gugup dan canggung, Mi So akhirnya mencari buku dalam rak dan menemukan salah satu buku favorit yang berjudul  "Setiap Kenangan adalah Dirimu" dengan wajah bahagia memberitahu kalau Semua impian kencan romantisny tertulis dalam buku.
Young Joon melihat Mi So yang kesusahan membalikan buku akhirnya mengambil senter agar Mi So bisa membalikan buku dengan mudah. Mi So pun dengan mudah membalikan buku melihat bagian “Kau harus berkencan dengan seseorang seperti ini.” Young Joon terus menatapnya dengan wajah bahagia.
“Aku terutama menyukai bagian ini... "Aku ingin punya hubungan dengan seseorang, Saat Aku merasa lelah, hari-hariku tersapu. Hanya dengan memelukmu sekali. Bahkan jika Kau tidak membuat hatiku berdegup kencang setiap detik." Bukankah ini bagus?” ucap Mi So dengan penuh semangat.
“Itu Kekanak-kanakan... Kamar mandiku yang mewah... dilengkapi dengan ion negatif, vitamin, dan sistem sterilisasi sudah cukup menghilangkan keletihan hari-hariku.” Komentar Young Joon.
“Bukan itu artinya... Anda mungkin berpikir itu kekanak-kanakan, tapi inilah cinta yang kuimpikan.” Keluh Mi So
“Sekretaris Kim, Apa Aku pernah memberitahumu kalau Kau cantik?” akui Young Joon setelah terus menatapnya. Mi So kaget mendengarnya lalu menjawab Tidak.
“Yah, tentu saja, karena Aku tidak pernah merasa Kau cantik.” Ungkap Young Joon seperti menutup rasa gugupnya. 
Young Joon mengeluh karena  agak lama memulihkan sistemnya. Mi So pikir akan menelepon mereka lagi. Young Joon pikir tak perlu karena lebih baik mereka keluar saja karena Rasanya agak pengap.


Keduanya berjalan dengan senter yang menerangi jalan, Mi So memberitahu kalau jalan keluar ada disebelah kanan. Young Joon mengejek Mi So tidak tahu denah bangunannya karena Jalan keluarnya itu berjalan lurus ke depan. Mi So pun hanya bisa menurut.
Tapi saat berjalan lurus mereka bertemu dengan pintu lainya,  Mi Soo mengejek kalau Daripada mengenal denah, lebih baik mendengarkan orang yang sering datang dan tahu kalau pintu keluarnya belok kanan. Young Joon hanya tertawa menahan malu.
“Ini memang desain arsitek global yang dipilih olehku. Desain inovatifnya menghancurkan denah bangunan.“ komentar Young Joon.
“Akan kupastikan untuk menggunakannya jadi strategi pemasaran kita. Jadi silahkan ikuti Aku lewat sini.” Kata Mi So berjalan lebih dulu.
“Apa kebetulan Sekretaris Kim memakai parfum ?” tanya Young Joon, Mi So mengaku tidak pakai parfum.
“Aku mencium aroma jeruk darimu.” Kata Young Joon. Mi So yakin kalau aroma samponya.
“Aku membeli produk ini karena mereka sering ada promosi beli 1 gratis 1.” Ucap Mi So sambil mengibaskan rambutnya. Young Joon seperti baru tahu kalau Mi So suka membeli 1 Gratis 1.
“Apa Sekretaris Kim selalu jalan secepat ini?” tanya Young Joon merasa Mi So jalan lebih cepat.
“Aku berjalan cepat supaya bisa mengikuti langkah Anda, sudah jadi kebiasaanku. dan lagi, langkahku 2 kali lebih panjang dari yang orang lain.” Jawab Mi So. Young Joon pikir Pasti sulit mengikuti langkahnya.
“Aku sudah sepenuhnya terbiasa sekarang.” Ucap Mi So Young Joon merasa kalau selama ini tidak memperhatikan langkah Mi So.
“Ada yang bilang kalau perasaan Anda jadi tajam dalam kegelapan, jadi Kau memperhatikan hal-hal yang tidak Kau perhatikan dalam keseharianmu.” Komentar Mi So cepat.
Young Joon tiba-tiba berhenti berjalan. Mi So heran melihatnya karena kalau tertinggal maka tersandung lalu menarik tanganya agar bisa jalan bersama.
“Sekretaris Kim benar, tentang bagaimana perasaanku menjadi lebih tajam dalam gelap.” Kata Young Joon merasakan sentuhan, Mi So ingin melepaskanya tapi Young Joon malah mengenggamnya lebih dalam.
“Kau bilang Aku tidak boleh tersandung.” Ucap Young Joon berjalan sambil mengandeng tangan Mi So. 



Saat sampai di luar gedung, lampu akhirnya kembali menyala.  Young Joon tetap memegang tangan Mi So dan akhirnya bergegas dilepas tapi keduanya seperti canggung. Mi So memilih untuk bergegas pergi untuk menyiapkan mobil.
Young Joon seperti bisa tersenyum melihat Mi So, Dua petugas datang meminta maafatas ketidaknyamanan ini. Young Joon pikir tak perlu seperti bisa mengambil kesempatan dalam kegelapan. 

Di dalam mobil
Young Joon bertanya Apa ada acara lain di perpustakaan selain pemutaran film, Mi So mengaku tak ada hanya ada banyak pameran dan musikal yang sudah dijadwalkan. Young Joon pikir perpustakaan tidak buruk juga jadi meminta agar menyampaikan pada pihak galeri Seni untuk mempersiapkan acara pembukaan di perpustakaan.
“Aku akan menyampaikan pesan Anda dan juga akan memikirkan ide untuk acara pembukaannya.” Kata Mi So. Young Joon bertanya apa itu pemikiran Sekretaris Kim sendiri.
“Ya, waktu kita tinggal sedikit, dan itu membuat Anda khawatir.” Kata Mi So. Young Joon bisa tersenyum mendengarnya. 

Mi So kembali bertemu dengan dua kakaknya, Si kakak keduanya terlihat bahagia karena bisa membalikan kulit babi dengan benar. Pil Nam pun memuji adiknya pandai memanggang kulit babi. Si kakak memberitahu kalau  Warnanya jadi lebih menggugah selera jika membalikkannya 5 detik kemudian, lalu menyuapi Mi So.
“Aku butuh ide untuk acara pembukaan di perpustakaan.” Ucap Mi So terlihat duduk sambil melamun.
“Apa itu juga bagian dari pekerjaan Sekretaris? Kau akan segera mengundurkan diri, jadi jangan bekerja terlalu keras.” Komentar kakak kedua.
“Benar, dalam perspektif seorang psikiater, perilakumu adalah gejala berlebih dari adaptasi. Itu Disebut, gila kerja.” Komentar Pil Nam
“Tidak, Aku hanya mencoba yang terbaik sampai akhir.” Ucap Mi So membela diri
“ Kau bekerja sangat keras seperti ini karena wakil ketua khawatir jika dia akan kehilanganmu. Aku sudah dengar dari Unnie. Kudengar sikap posesifnya padamu tidak bisa dipercaya.” Ucap Kakak kedua.
“Aapa Kau sudah berbagi rahasia dengannya?”keluh Mi So kesal lalu menceritakan tentang bosnya.
“Kupikir dia sedang mencoba... mengubah pikiranku bukan karena posesifnya yang lugu. Mungkin dia sangat membutuhkanku.” Kata Mi So. Kedua kakaknya terlihat binggung.
“Maksudku... Aku terus memikirkan ini... bagaimana keadaannya jika Aku tidak ada di samping Wakil Ketua.” Ucap Mi So
Keduanya berpikir kalau Mi So menyukainya. Mi So mengelak kalau itu tidak masuk akal dan meminta agar jangan bereaksi berlebihan. Pil Nam pikir Jika bukan itu masalahnya, menurutnya lebih baik Mi So membereskan semuanya kalau tidak maka .akan terpengaruh oleh Young Joon.
“Dan tidak punya pilihan kau akan menjadi  Kim Mi So lagi dan hidup sebagai sekretaris Kim sepanjang hidupmu. Ucap Pil Nam yakin sementara adiknya yang tambun masih sibuk memangang daging.
“Aku lebih tahu daripada orang lain.” Kata Mi So sambil melangkah pergi

Mi So memilih untuk pergi ke toilet, lalu berteriak panik.  Pil Nam langsung berlari dan mengambil laba-la dengan menyakinkan kalau itu hanya jarings aja. Mi So berusaha untuk bernafas dengan tentang lalu berbicara pada kakaknya.
“Unnie... tentang fobia, Apa mungkin untuk mengatasinya dalam satu hari?” ucap Mi So. Pil Nam yakin kalau itu bisa.
“Kau akan merasa baikkan jika terus menghadapinya. Mampirlah kekantorku sekali setelah Kau berhenti bekerja.” Jelas Pil Nam
“Tidak... Ini bukan soal Aku.” Kata Mi So. Pil Nam binggung siapa yang ingin dibicarakan.  Mi So mengaku kalau bukan apa-apa. 

Di rumah
Young Joon  duduk di rumahnya merasa ingin tahu apa yang sedang di lakukan Sekretaris Kim. Ia membaca buku yang berjudul "Setiap Kenangan adalah Dirimu" lalu berkomentar merasa tak percaya Mi So membaca hal-hal kekanak-kanakan tapi tetap membacanya.
"Dalam hidup yang berat dan membingungkan ini, Saat Kau berurusan dengan urusanmu, Kau penasaran apa yang tiba-tiba mereka lakukan Dan memikirkan orang itu terlebih dahulu daripada dirimu sendiri. Itu cukup alasan untuk menyebutnya cinta."
“Jelas saja Aku penasaran apa yang dilakukan sekretarisku karena Aku memberikan tugas. Apa itu Cinta? Tidak masuk akal sama sekali” ucap Young Joon tak percaya dengan yang ditulis pada buku. 


Sung Yeon berjalan akan masuk sebuah gedung. Di depan meja kerja, Ji Ah sibuk dengan ponselnya terlihat bahagia karena Morpheus, lalu tersadar kalau Mi So sedari tadi melihatnya. Mi So hanya  tersenyum melihat juniornya.
“Aku minta Maaf... Ada banyak artikel soal Morpheus dan tanggal rilis buku barunya.” Ucap Ji Ah
“Aku juga menantikan untuk membaca buku barunya. Apa judulnya lagi?” tanya Mi So
"Sekali dalam seumur hidup." Aku sudah membaca edisi Inggris, Ini tentang kisah cinta sedih yang Cuma bisa terjadi sekali seumur hidup Aku menangis sepanjang malam.” Cerita Ji Ah. Mi So seperti baru tahu kalau ceritanya sedih.
“Ngomong-ngomong, menurutmu kenapa dia tidak pernah mengungkapkan dirinya di depan umum? Jika dia mengungkapkan dirinya, itu akan menjadi berita besar. Akan menjadi pembicaraan di semua Seoul,benarkan?” ucap Ji Ah. Mi So juga berpikiran yang sama lalu seperti menemukan ide. 


Young Joon kaget mengetahui tentang Konser buku. Mi So merasa  kalau akan jadi ide bagus untuk mengundang penulis yang menarik perhatian dan menyelenggarakan konser buku untuk pembukaan perpustakaan.  Ia pikir kalau Mengundang penulis untuk menarik perhatian.
“Lalu bagaimana dengan Joanne Rowling yang menulis seri "Harry Potter"? “ kata Young Joon
“Akan luar biasa ada orang hebat diundang, tapi kurasa Morp...” ucap Mi So terdiam sambil bergumam kalau nanti  tidak bisa mengundang Morpheus setelah menyarankannya kepada Wakil Ketua Lee
“Mor...Siapa tadi?” tanya Young Joon. Mi So pikir kalau tidak yakin itu bagus.
“Sebuah rencana tanpa detail. Ini sangat berbeda denganmu.” Komentar Young Joon .
“Tolong beri Aku sedikit waktu. Aku tidak akan mengecewakanmu, Wakil Ketua.” Kata Mi So
Young Joon tiba-tiba tersenyum, Mi So heran melihat Young Joon tertawa. Young Joon berpura-pura mengelak lalu melihat ponselnya pesan masuk “Aku ada di lobi. Aku sebentar lagi kesana.” Ia memanggil Mi So kalau Aku lapar karena otaknya terlalu banyak bekerja. Mi So mengatakan akan menyiapkan camilannya.
“Tidak, Aku tahu ingin makan, Kau Pergilah ke resto burger... dan dapatkan 2 menu termahal disana dengan 2 porsi kentang goreng yang baru dimasak. Kau harus Pastikan mereka menggorengnya setelah dipesan.” Tegas Young Joon, Mi So hanya bisa melonggo.
“Dan saat balik ke kantor, bungkus Americano dengan tambahan shot espresso, begitu juga dengan latte dengan tambahan 2 shot expresso.” Kata Young Joon.
Mi So bergegas akan pergi, tapi Young Joon meminta agar Tidak perlu terburu-buru dan Santai saja dengan meminta agar membawa 2 bungkus gula dan juga 2 sedotan serta membawa 5 kain serbet. Mi So heran karena Young Joon tiba-tiba meminta melakukanya.
Young Joon hanya menegaskan  Lakukan saja apa yang dikatakan serta Jangan gunakan lift dan Naik tangga. Mi So akhirnya bergegas pergi melakukan perintah bosnya,s saat di luar ruangan Ia bertanya-tanya kenapa Young Joon berusaha membuatnya keluar kantor.
Bersambung ke Part 2 

 PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


1 komentar: