PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 19 Agustus 2020

Sinopsis Men Are Men Episode 25

PS : All images credit and content copyright : KBS

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

“Apa Kau menutupinya?” ucap Nyonya Kim menyindir. Ji Woo dengan nada percaya diri bertanya alasanya melakukan itu
“Ada rumor bahwa kau terlibat dengannya.” Ucap Nyonya Kim. Semua pun percaya dengan ucapan Nyonya Kim
“Tolong jawab aku... Bukankah itu benar?” kata Nyonya Kim. Hyun Joo bingung dengan keadanya sekarang.
“Membuat keputusan untuk kehilangan semua demi cinta. Itu terdengar seperti sesuatu yang muncul dalam novel. Kau setuju, bukan?” ucap Ji Woo. Nyonya Kim pun hanya bisa terdiam karena rencanya gagal.
“Karena kau mengakui tuduhan itu, kau tidak akan bisa menghindari tanggung jawab hukum.” Ucap Nyonya Kim lalu keluar ruangan
“Penggelapan uang? Apa yang terjadi? Tolong jelaskan dirimu, Pak Hwang.” Ucap petinggi.
“Maaf sudah membuatmu khawatir.” Ucap Ji Woo lalu melangkah pergi. Semua pun berkomentar kalau Meminta maaf tidak akan cukup tapi harus menjelaskannya.


Hyun Joo mengejar Ji Woo keluar dari ruangan dengan Sek Nam meminta agar bicara. Ji Woo menatapnya. Hyun Joo ingin tahu alasan Ji Woo m bilang begitu. Ji Woo pun meminta Sek Nam agar pergi lebih dulu.
“Apa yang akan kau lakukan sekarang? Tidak ada alasan melakukan ini untukku.” Ucap Hyun Joo.
“Sudah sepantasnya aku bertanggung jawab untuk semua yang terkait dengan bisnis webtoon. Selain itu, kurasa lebih baik jika kita saling menghindar.” Ucap Ji Woo lalu melangkah pergi. Hyun Joo pun tak bisa berkata-kata.

Seo Yoon bertemu dengan ibunya, Manager Jang pun membiarkan keduaya bicara.  SeoYoon tak percaya kalau Ibunya membalas dendam kepada Pak Hwang dan Bu Seo dan ingin tahu Apa yang Ibunya dapatkan dari melakukan hal seperti ini.
“Apa maksudmu? Maksudmu, ibu mengarang kejahatan yang tidak ada dan memfitnah mereka? Seo Yoon, Memangnya Apa alasan ibu melakukan itu kepada Pak Hwang?..” ucap Nyonya Kim mencoba mengelaknya.
“Karena kejadian di masa lalu. Karena pria yang ibu sukai...” ucap Seo Yoon. Nyonya Kim kaget anaknya tahu tentang masa lalunya.
“Aku meminta Ibu untuk berhenti. Jika ibu bertindak lebih jauh, aku tidak akan memaafkan ibu.”Ucap Seo Yoon marah meninggalkan ibunya. 

Di Lobby, Hyun Joo melihat ke arah luar jendela, mengingat kejadian sebelumnya, saat marah karena Ji Woo yang berbohong padanya.
Flash Back
“Aku tidak bisa terus menemuimu sambil bertanya-tanya dan mencurigai kebohongan apa yang kamu katakan kali ini. Kurasa kita harus mengakhiri semuanya sekarang.” Ucap Hyun Joo  marah pada Ji Woo dan akhirnya membuat hubungan mereka tak baik
Setelah itu Ji Woo mengirimkan pesan “Ada yang harus kukatakan kepadamu hari ini. Aku akan menunggu di kafe di Seongsu-dong, tempat kali terakhir kita bertemu di kehidupan sebelumnya.”
Tapi Hyun Joo membalasan “Jangan menungguku. Maafkan aku.” 

Di ruangan Webtoon terjadi kegaduhan melihat laci yang sudah berantakan, dan mengeluh kalau seharusnya menghentikan mereka. Hyun Joo akhirnya masuk kedalam ruangan, Min Jung memberitahu Mereka tiba-tiba datang kemari dan menyuruh pergi.
“Kami tidak bisa menghentikan mereka.” Ucap Min Jung. Semua menganguk setuju.
“Apa ada masalah dengan kontrak investasi itu? Mereka bilang karena hal itu. “ ucap Eun Jae penasaran.
“Ada rumor yang mengatakan bahwa Pak Hwang melakukan penggelapan.” Kata Mi Ok
“Itu tidak benar.” Kata Hyun Joo dengan sangat yakin. Tuan Kim pun setuju menurutnya Pak Hwang sangat kaya.
“Dia tidak akan melakukan itu hanya demi sedikit uang. Jika Pak Hwang dipenjara, aku, Kim Pal Do, akan mogok makan.” Ucap Tuan Kim yakin
“Bagaimana bisa orang yang makan enam kali sehari mogok makan? Bukankah kau akan lebih beruntung dengan makan berlebihan?” ajak Mi Ok
“Aku akan melakukannya.” Ucap Tuan Kim. Dae Eun pun menawarkan diri untuk membantu membersihkan ruanganya.
“Tidak apa-apa. Kalian bisa kembali bekerja.” Ucap Hyun Joo. Semua pun keluar dari ruangan. 

Hyun Joo memikirkan cara lalu menelp Young Eun karena  punya permintaan. Young Eun mengaku baru mau menelepon Hyun Joo setelah dengar dari reporter keuangan bosnya telah dituntut karena melalaikan tugas.
“Kudengar seseorang dari Sunwoo Webtoon juga terlibat.” Kata Young Eun.
“Apa mereka menerima informasi dari Yayasan Medis Sejong?” tanya Hyun Joo. Young Eun  membenarkan.
“Apa ini semua direncanakan oleh Bu Pimpinan? Baiklah. Mari kita bicarakan detail secara langsung. Apa yang bisa kubantu?” ucap Young Eun
“Bisakah kau mencari perusahaan bernama MD Venture Capital? Aku juga ingin kau menyelidiki seseorang bernama Kim Hyun Su. Baiklah. Terima kasih.” Kata Hyun Joo. Young Eun mengerti. 


Pintu ruangan diketuk, Hyun Joo menyuruh masuk. Seo Yoon masuk menanyakan keadaan Hyun Joo apakah baik-baik saja dan berhapa bisa membantum, lalu meminta maaf. Hyun Joo heran kenapa Seo Yoon harus meminta maaf.
“Aku akan meminta bantuan jika butuh bantuanmu.”kata Hyun Joo tahu kalau Seo Yoon tak bisa berbuat apapun dengan ibunya. 

Ji Woo melihat berita "CEO Farmasi Sunwoo Pharmaceuticals Melakukan Malapraktik?" "Karyawan A di Bisnis Sunwoo Webtoon" Sek Nam pikir kalau Nyonya Kim akan terus melibatkan Bu Seo dalam masalah ini. Ji Woo terdiam dan mencoba untuk berkonsterasi.

Di ruangan, Do Gyum melihat foto masa lalu dengan foto disamping Min Ju dengan wajah yang sangat mirip dengan Hyun Joo. Ia mengingat saat memperlihatkan fotonya pada Hyun Joo.
Flash Back
Do Gyum bertanya Apa dahulu ia juga menyukai Hyun Joo. Hyun Joo membenarkan. Do Gyum ingin tahu Apa yang terjadi dengan mereka apakah   berpacaran Atau akan menikah. Hyun Joo mengaku tak tahu karena tidak ingat semuanya.
“Apa Kau penasaran?”tanya Hyun Joo. Ji Woo mengaku sedikit.
“Jika hubungan kita berhasil, aku ingin fokus pada hal itu. Tapi aku tidak akan melakukan itu. Aku tidak peduli apa yang terjadi pada kita di kehidupan itu karena perasaanku kepadamu belum berubah.” Ucap Do Gyum. Hyun Joo menatapnya.
“Bagaimana denganmu? Apa itu penting bagimu? Kehidupan masa lalumu?”tanya Do Gyum . Hyun Joo mengaku tak tahu.
“Sepertinya Pak Hwang tidak bisa meninggalkan masa lalunya. Melihat dia tidak bisa melepaskannya, itu artinya dia tidak akan bisa. Dan itu akan sulit bagimu.” Kata Do Gyum
“Hidupku saat ini lebih penting bagiku. Mengeluarkan emosiku dan bertahan di kehidupan masa lalu yang bahkan tidak bisa kuingat...  Aku ingin menghentikan itu sekarang.” Ucap Hyun Joo yakin. 


Do Gyum mengirimkan pesan pada Seo Yoon [Aku akan mengembalikan foto dan fail tempo hari. Kapan kita bisa bertemu?]
Setelah itu Ia menerima telp dari Ibu Hyun Joo, Nyonya Jung terlihat panik. Do Gyum pun bertanya ada apa dengan Nyonya Jung. Tuan Seo pank berpikir Hyun Ju mungkin akan dipenjara dan ada di artikel berita juga. Do Gyum kaget mendengarnya. 

Di ruangan, Ji Woo terdiam di ruangannya mengingat yang dikatakan Do Gyum padanya
“Jika aku menyakiti wanita yang kucintai dalam tiga kehidupan, apakah kali keempat akan berbeda? Itu bukan cinta. Itu mengasihani diri sendiri. Sebenarnya, kamu melukainya lagi.”
Ji Woo pun mengingat saat Hyun Joo mabuk dan akhirnya menangis. Akhirnya Ia menelp Sek Nam mengtakan harus menemui Bu Pimpinan Kim.

Min Jung dkk mulai membahas semuanya, Ia melihat Menurut yang mereka tulisa, setelah Bu Seo meneken kontrak, sampai tiba dikantor, kontrak itu pasti ada padanya. Seo Yoon pikir apa mungkin Pak Kim Hyun Su menukar kontraknya setelah menandatanganinya.
“Pak Kim pasti dalangnya.” Ucap Tuan Kim marah. Mi Ok punsudah menduga dan tidak menyukainya.
“Setelah berkirim nota kesepahaman, dia sendiri yang memberiku kontrak itu. Itu sangat mungkin. Aku harus pergi ke MD Venture Capital dan mencari tahu apa yang terjadi sore ini.” Ucap Hyun Joo
“Apa Kau akan pergi sendirian?” tanya Mi Ok. Hyun Joo menganguk dan saat itu Da Eun menerima telp.
“Bu Seo.. Orang tuamu ada di lobi perusahaan.” Ucap Da Eun. Hyun Joo kaget mendengarnya. 



Di lobby, orang tua Hyun Joo panik karena anaknya datang lama sekali. Mereka pun meminta izin agar bisa naik, bagian receptionist pun meminta agar bisa menunggu. Hyun Joo akhirnya datang menemui orang tuanya.
“Jika kau butuh uang, seharusnya kamu bicara dengan kami. Bagaimana kau bisa menggelapkan dana perusahaanmu?” ucap Nyonya Jung
“ Ini berita palsu, bukan? Kenapa kau mencuri uang orang lain?”kata Tuan Seo. Hyun Joo mengaku  tidak melakukan itu dan Tidak mungkin.
“Ibu Yeong Eun melihatnya di berita. Dia bilang kau mungkin akan dipenjara.”kata Nyonya Jung khawatir. Hyun Joo mengaku tidak seperti itu. 

Do Gyum datang dengan terengah-engah. Nyonya Jung pun bertanya Apa yang akan kita lakukan dengan Hyun Joo karena akan dipenjara bahkan sebelum menikah. Do Gyum menatap sedih Hyun Joo yang sedang kesusahan karena tuduhan.
“Itu tidak akan pernah terjadi. Jangan khawatir, Bu.” Ucap Hyun Joo menyakinkan.
“Lalu, kenapa ada artikel seperti itu? Sepertinya kau dan Pak Hwang merencanakan ini bersama.”kata Tuan Seo tak percaya.
“Aku tidak pernah mencuri dari orang lain. Pak Hwang juga sama. Aku akan menelepon setelah mengatasinya. Kalian harus pulang.” Kata Hyun Joo menyakinkan.
“Benar sekali. Tidak mungkin anakku melakukan hal seperti itu. Kami membesarkanmu dengan baik.” Kata Tuan Seo
“Apa gunanya membicarakannya? Jika ada masalah, hubungi kami. Mengerti?” kata Nyonya Seo yakin
“Baiklah. Do Gyum, antar mereka keluar. Mengerti?” kata Hyun Joo lalu bergegas masuk kembali ke ruangan. 

Tuan Seo pun mengajak pergi, tiba-tiba lutut Nyonya Jang merasakan lemas. Do Gyum pun memastikan Nyonya Jung baik-baik saja sambil memegangnya dan memnta agar Naik ke punggungnya. Nyonya Jung menolak mengaku baik-baik saja.
“Ayolah. Naiklah ke punggungku.” Kata Do Gyum sudah mulai berjongkok.Tuan Seo langsung melarangnya.
“Kau akan terluka parah. Dia lebih berat dari dugaanmu. Lututmu bisa patah... Ayo Cobalah berjalan.” Ucap Tuan Jung. Nyonya Jung yang kesal melangkah pergi.
“Kenapa Ayah melakukan itu?” ucap Do Gyum merasa tak enak hati. Tuan Seo pun tak peduli karena tak ingin istrinya manja dengan calon menantunya. 

Ji Woo masuk ruangan Nyonya Kim. Nyonya Kim pun meminta agar J Wo duduk lalu menawarkan apakah mau teh. Ji Woo menolaknya. Nyonya Kim pun membahas kalau mendengar keduanya sudah putus tapi menurutnya itu pasti salah informasi.
“Kami putus.”kata Ji Woo. Nyonya Kim kaget dan ingin tahu kenapa.. Ji Woo langsung menyela.
“Kenapa.. Aku menanggung kesalahannya? Apa Kau penasaran? kata Ji Woo menyindir.
"Menanggung kesalahan". Kita bisa menyelesaikannya begitu polisi menyelidiki kasusnya.” Balas Nyonya Kim
“Aku bicara berdasarkan pengalaman saat kubilang jika pihak ketiga terlibat, pasti ada konflik kepentingan.” Kata Ji Woo
“Tapi jika semua kebutuhannya terpuaskan, pihak ketiga tidak lagi dibutuhkan.”ucap Nyonya Kim. Ji Woo pun ingin tahu apa yang diingikan Nyonya Kim.
“Mulai hari ini, kau dan Bu Seo tidak akan pernah bertemu. Entah dalam kapasitas pribadi atau profesional. Aku tidak peduli jika ada situasi yang tidak bisa dihindari Kalian berdua tidak akan pernah bertemu.” Ucap Nyonya Kim
“Tapi jika Bu Seo terus bekerja di Sunwoo Webtoon bersamamu seperti sekarang, akan mustahil bagi kita untuk melaluinya.” Kata Nyonya Kim memberikan penawaran dengan nada ancaman. 


Seorang pria memberikan dokumen yang disimpan Pak Kim dan bisa memeriksanya. Hyun Joo pun mengucapkanTerima kasih. Min Jung meliat Tuan Kim yang membersihkan semuanya dan pergi jadi ragu dia meninggalkannya.
“Aku mencari yang kamu minta.  MD Venture Capital adalah perusahaan fiktif yang didirikan lima tahun lalu. Tapi setelah terdaftar di KOSDAQ, mereka memindahkan kantor dari Jongno ke Samseong-dong.” Ucap Young Eun bicara di telp
“Dari Jongno ke Samseong-dong?” kata Hyun Joo memastikan. Young Eun membenarkan.
“Dan Kim Hyun Su sudah bekerja di sana selama dua tahun. Tapi dia pasti punya utang.” Kata Yeong Eun.
“Yeong Eun, aku akan meneleponmu. Aku harus memeriksa sesuatu.”kata Hyun Joo melihat bagian kop surat yang berbeda.
“Apa Kau menemukan sesuatu?” tanya Min Jung melihat tatapan mata Hyun Joo yang berbeda.
Hyun Joo masih mengingat saat membawa berkas yang ditanda tangai, alamatnya ada di "15, Jong-ro 3-gil, Jongno-gu, Seoul" sementara saat di rapat bagian kop surat alamatnya "Samseong-ro 123-gil, Gangnam-gu, Seoul"
“Alamatnya berbeda.” Ucap Hyun Joo memperlihatkan bagian kop surat "15, Jong-ro 3-gil, Jongno-gu, Seoul" dan yang satunya "Samseong-ro 123-gil, Gangnam-gu, Seoul"
“Kurasa kontraknya ditukar di ruanganku.” Ucap Hyun Joo. Min Jung kaget mendengarnya
“Jadi, maksudmu semua yang tertulis di sini benar?”kata Min Jung. Hyun Joo pikir  itu Mungkin.



Do Gyum bertemu dengan Seo Yoon dengan semua foto dan berkasnya. Seo Yoon pun memastikan kalau Hyun Joo juga ingat kehidupan masa lalunya. Do Gyum memberitahu kalau Hyun Joo bilang tidak ingat semuanya. Seo Yoo pikir ingatan Hyun Joo kembali saat mengencani Pak Hwang.
“Apa Kau menunjukkan ini kepada Bu Seo?” tanya Seo Yoon. Do Gyum menjawab Hanya foto.
“Membaca itu saat putus dengannya akan membuatnya kesulitan.”ucap Do Gyum
“Aku mengerti semuanya sekarang. Aku mengerti kenapa ibuku sangat terobsesi dengan Pak Hwang. Dia merasa seperti kehilangan cinta pertamanya lagi. Tapi dia tidak boleh melakukan ini. Dia sampai menjebak mereka.” Kata Seo Yoon
“Aku tahu aku salah meminta ini darimu,  tapi apa kau bisa membujuk ibumu? Aku tidak mau ada yang terluka.” Kata Do Gyum.
Seo Yoon pikir akan mencobanya. Do Gyum langsung mengucapkan  Terima kasih.


Ji Woo menaiki lift turun dan saat keluar dari lift, Hyun Joo seperti sudah menunggu meminta agar mereka bisa bicara. Akhirnya mereka pun bicara di tangga darurat. Hyun Joo pikir Jika Pimpinan Kim mengajukan gugatan itu, maka ia akan diselidiki polisi.
“Itu tidak perlu.” Kata Ji Woo. Hyun Joo kaget bertanya apakah Ji Woo bertemu dengan Nyonya Kim setelah itu.
“Kau tidak perlu mencemaskannya.” Ucap Ji Woo. Hyun Joo yakin Ji Woo tahu dia melakukan semua ini karena dirinya.
“Tetap saja, ini berlebihan. Tolong katakan apa yang terjadi saat itu hingga dia masih menyimpan kebencian kepadamu. Kau bilang ada kebenaran yang harus kuketahui.” Kata Hyun Joo
“Kenapa kau memintaku menemuimu di kafe tempat kita terakhir bertemu di kehidupan sebelumnya? Di situlah kita putus.” Ucap Hyun Joo
“Semua itu tidak penting lagi. Itu juga tidak ada hubungannya dengan situasi ini.” Kata Ji Woo
“Bagaimana dengan Pimpinan Kim? Apa Kau akan membiarkannya?” tanya Hyun Joo
“Aku akan mengurusnya. Mari berhenti membicarakannya.” Kata Ji Woo lalu melangkah pergi. Hyun Joo pun hanya bisa terdiam 


Di luar kantor, Min Jung dan Young Eun menunggu dan bahagia melihat Hyun Joo yang akhirnya keluar.  Young Eun mengaku datang karena khawatir dan juga punya kabar baik.
“Perusahaan itu, apa pun itu tidak memberi tahu alamat Pak Kim. Yeong Eun bilang dia bisa mencari tahu.” Ucap Min Jung. Hyun Joo tak percaya mendengarnya.
“Salah satu reporter keuangan terhubung dengan baik. Aku bisa mencari alamatnya dan mendapat informasi keluarganya.” Kata Young Eun
“Benar. Aku yakin dia memberi tahu orang tuanya sebelum bersembunyi.” Kata Min Jung. Hyun Joo langsung memeluk temanya dan mengucapkan  Terima kasih
“Tidak apa-apa. Ayo makan.” Kata Young Eun. Hyun Joo meminta maaf karena  Do Gyum menunggunya.
“Aku akan mentraktir kalian makan enak di restoran bagus saat semuanya beres.” Ucap Hyun Joo. Merkea pun meminta agar Hyun Joo memastikan makan.

Mereka pun berjalan bersama, Young Eun mengaku mengkhawatirkan Hyun Joo dan berharap semuanya lancar. Min Jung berpikir semua akan berjalan lancar dalam pekerjaan dan jatuh cinta tapi yang terjadi malah sebaliknya.
“Ini benar-benar kacau dan semuanya buruk.  Apa ini tahun kemalangannya?” kata Min Jung. Young Eun tak mengerti apa maksudnya
“Ini bukan saatnya kita makan.” Kata Min Jug. Young Eun pun bertanya Lalu apa yang harus mereka lakukan. Min Jung menunjuk ke bagian atas bertuliskan "Kuil"

Keduanya pun pergi ke rumah dukun, si dukun tahu mreka datang karena punya kekhawatiran. Min Jung kaget dukun itu bisa tahu. Young Eun mengeluh Min Jung bisa terkejut soal itu. Si dukun pikir harus memberitahu sesuatu yang akan membuatnya terkejut.
“Di antara kita, ada orang yang tidak bisa makan hati.” Ucap Dukun. Keduanya mengaku menyukainya, bahkan sangat suka.
“Aku tidak bisa memakannya. Terlalu kering.” Kata si dukun yang terlihat sudah mulai dirasuki. Min Jung pikir kalau ini bayi.
“Beri tahu aku tanggal lahirmu. Sebelum kau melakukannya, membayar jasaku. Harganya 50 dolar.” Ucap si dukun
“Aku ingin mencari tahu peruntungan temanku. Temanku wanita dan dia lahir pada tanggal 25 Juli 1987.” Ucap Min Jung. Si dukun mulai melakukan ritual.
“Tidak bagus. Bukan. Itu mengerikan. Dia benar-benar sial. Dia akan kehilangan kesehatan, pekerjaannya, dan kekasihnya.” Ucap si dukun. Keduanya panik dan ketakutan mendengarnya.
“Tapi tidak apa-apa. Ada pria yang jauh lebih muda di sisinya. Dia akan berakhir bersamanya.” Ucap si dukun.
“Tidak mungkin... Pak Hwang lebih tua darinya.” Kata Min Jung heran. Akhirnya Young Eun ingin juga diramal.
“Bagaimana denganku? Apa aku akan bertemu seseorang?” tanya Young Eun. Si dukun menjawab Sulit mengetahuinya.
“Ayo.. Pergi Menurutku itu aneh karena dia menyebutkan hati.” Ucap Young Eun akan pergi.
“Tapi aku melihat seorang anak.” Kata si dukun. Young Eun pun langsung duduk kembali memberikan uang 50 dolar untuk bayarannya. 



Do Gyum melihat Hyun Joo seperti tak nafsu makan, bertanya apakah  tidak menyukainya dan akan membelikan yang lain jadi bisa memberitahu jika butuh sesuatu. Hyun Joo mengaku kalau ini enak dan hanya ingin makan dengan santai.
“Min Jung memberitahuku semuanya. Kejadian ini bukan salahmu. Kau tidak perlu merasa bersalah kepada Pak Hwang, dan kau tidak perlu merasa bersalah. Entah dia membersihkan namanya atau dituntut, biarkan dia mengurusnya sendiri.” Ucap Do Gyum mencoba menyakinkan Hyun Joo. 

Di rumah, Ji Woo pulang melihat hadiah yang diberikan Hyun Joo padanya. Ia mengingat yang dikatakan Nyonya Kim “Mulai hari ini, kau dan Bu Seo tidak akan pernah bertemu.” Akhirnya ia menelp Sek Nam dengan penuh keyakinan.
“Aku akan mengadakan rapat umum luar biasa besok. Pastikan semua orang datang. Selain itu, aku punya permintaan.” Ucap Ji Woo. 

Di rumah. Do Gyum bertanya apakah Hyun Joo masih menyukai Pak Hwang. Hyun Joo menaku Ini bukan karena perasaannya dan Terlepas dari situasinya,menurutnya semua terjadi karena dirinya dan Ji Woo  mungkin akan dituntut menggantikannya dan mungkin akan dipecat dari posisinya.
“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Do Gyum. Hyun Joo mengaku  punya salinan rekaman kamera pengawas.
“Aku akan memeriksa siapa yang datang ke ruanganku. Aku juga akan pergi ke rumah Kim Hyun Su setelah aku mendapatkan alamatnya.” Ucap Hyun Joo
“Aku juga akan membantu.” Kata Do Gyum. Hyun Joo menolak karena Do Gyum harus bekerja.
“Apa Kau pikir aku bisa fokus bekerja? Aku akan membantu sebisa mungkin sampai semuanya beres. Tidak ada yang boleh terjadi kepada Pak Hwang agar kau merasa tenang.” Ucap Do Gyum. Hyun Joo terdiam mendengar ucapan Do Gyubwam yang masih saja perhatian. 


Nyonya Kim duduk dimeja makan, Seo Yoon datang membawakan mangkuk sup dari dapur. Nyonya Kim heran anaknya yang menyiapkan makan malam. Seo Yoo mengaku hanya ingin membuatkan ibunya sesuatu yang lezat. Nyonya Kim mulai mencobanya.
“Apa rasanya enak?” tanya Seo Yoon. Nyonya Kim menjawab kalau Ini lezat.
“Aku membuat ini untuk ibu saat kali pertama belajar memasak. Apa Ibu ingat?”ucap Seo Yoon
“Tentu saja. Ibu bahkan memotretnya.” Ucap Nyonya Kim. Seo Yoon mengaku terlalu kasar pagi ini dan meminta maaf.
“Kau salah karena mengira ibu menjebak Pak Hwang. Kau bisa saja berpikir begitu. Tidak apa-apa.” Kata Nyonya Kim merendah.
“Ibu... Tidak bisakah kita kembali seperti dahulu? Sebelum kita bertemu Pak Hwang. Mari makan malam bersama seperti hari ini dan berbelanja bersama.” Ucap Seo Yoon. Nyonya Kim kaget mendengar permintaan anaknya.
“Ibu tampak lelah. Ibu selalu gugup dan tidak percaya diri. Dan Ibu selalu...” ucap Seo Yoon lalu disela oleh Nyonya Kim
“Apa Maksudmu itu karena Pak Hwang?” kata Nyonya Kim seperti tak terima.
“ Ibu yakin dia orang yang sama dengan pria yang Ibu sukai. Apa Ibu pikir Bu Seo mengambilnya dari Ibu lagi, karena itu Ibu membencinya.” Ucap Seo Yoon seperti mencoba menyadarkan ibunya.
“Kau tahu apa? Beraninya kamu mengatakan hal seperti itu? Apa Kau membuatkan makan malam untuk ibu untuk mengatakan itu? Siapa yang menyuruhmu? Apakah Bu Seo?” ucap Nyonya Kim marah
“Bukan begitu... Aku hanya ingin Ibu tenang.” Ucap Seo Yoon mulai gugup melihat ibunya mulai marah
“Maka mereka harus tidak bahagia. Setidaknya, mereka harus semenderita ibu agar ibu bisa tenang. Tapi bagaimana kau tahu? Apa kau melihat sesuatu?” tanya Nyonya Kim curiga
“Tidak... Aku mendengarnya dari Bu Seo.” Akui Seo Yoon gugup. Nyonya Kim hanya terdiam dan langsung pergi. 


Hyun Joo dan Do Gyum melihat rekaman CCTV, Dan Hyun Joo melihat kalau Da Eun bilang dia yang terakhir pergi hari itu dan memberitahu  Do Gyum Mulai pukul 17.56, Sampai pukul 18.27. Do Gyum mencatat di buku catatanya.
“Semua anggota tim pulang hari ini. Selain pegawai kita, tidak ada yang datang ke kantor dengan dokumen selama waktu ini.” Ucap Hyun Joo yang sudah mulai mengantuk.
“Apa Kau mau kopi?” tanya Do Gyum. Hyun Joo menganguk dan langsung mengucapkanTerima kasih.
“Jika kamu lelah, berbaringlah sebentar.” Ucap Do Gyum. Hyun Joo pikir akan memeriksanya sekali lagi.
Hyun Joo memegang ponselnya dan melihat pesan untuk "Do Gyum" Sementara Do Gyum sibuk membuat kopi didapur. Pesan dari Hyun Joo masuk ke ponselnya. Hyun Joo mengirimkan pesan gambar tertidur. Do Gyum hanya bisa tersenyum.
Do Gyum akhirnya membawakan kopi dan melihat Hyun Joo tertidur dengan memegang ponselnya sambil duduk. Ia pun mengambil ponsel dari tangan Hyun Joo dan Hyun Joo langsung berbaring. Do Gyum kaget karena Hyun Joo yang berbaring dipangkuanya.
Akhirnya Do Gyum mengambilkan selimut untuk Hyun Joo agar bisa tertidur pulas.
Bersambung ke episode 26

 Cek My Wattpad...  ExGirlFriend

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar