PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 28 Juni 2019

Sinopsis Search WWW Episode 8 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


Ta Mi kembali ke ruangan melihat undangan pernikahan diatas meja dari mantanya. Ia teringat dengan ucapan Lee Dong Wook “Bagaimana denganmu? Apa kau masih tidak tertarik untuk menikah?” akhirnya Ta Mi membuang undangan pernikahan ditempat sampah.
Saat Ta Mi pulang, Mo Gun menelp, Ta Mi pun mengangkatnya mengaku baru selesai bekerja. Mo Gun berkomentar kalau Ta Mi selesai lebih awal hari ini. Ta Mi bertanya apakah Mo Gun juga sudah selesai bekerja. Mo Gun mengaku harus lembur sepanjang malam.
“Begitu rupanya... Tampaknya kau sering melakukan itu.” Komentar Ta Mi yang terlihat agak canggung.
“Aku ingin kau melupakan perkataanku malam itu mengenai pernikahan. Aku merasa itu mengusikmu. Aku tahu apa yang kau pikirkan. Tapi kau tidak perlu khawatir.” Kata Mo Gun menenangkan.
“Bagaimana mungkin aku tidak khawatir? Aku sudah bisa memprediksi bagaimana ini akan berakhir.” Keluh Ta Mi dengan sedikit emosi
“Kenapa kamu mengatakan itu padahal kita bahkan belum mulai?” keluh Mo Gun. Ta Mi pikir  Ini menjadi lebih sulit untuk mulai.
“Aku masih muda. Aku tidak berencana menikah dalam waktu dekat. Aku terlalu muda untuk berpisah hanya karena kita punya pandangan yang berbeda tentang pernikahan.” Jelas Mo Gun santai.
“Lalu haruskah kita berpacaran dan menunggu sampai kita bosan?” ucap Ta Mi dengan nada tinggi.
“Kita bahkan belum mulai berpacaran, jadi, jangan mengatakan itu.” Tegas Mo Gun
“Apa yang akan berubah jika kita mulai berpacaran? Apakah kita akan menunggu sampai salah satu berubah pikiran?” kata Ta Mi.
Mo Gun pikir Itu bisa terjadi. Tapi Ta Mi menegaskan tidak berniat berubah pikiran dan Mo Gun juga merasakan hal yang sama. Ia menegaskan kalau ini bukan sesuatu yang bisa mereka abaikan dan tidak pedulikan, bahkan Beberapa keputusan seharusnya tidak dibuat.
“Seperti memulai sesuatu karena ketertarikan yang akan kita sesali? Sudah jelas bagaimana akhirnya, jadi, untuk apa kita memulainya Aku mempertimbangkan apa yang terbaik untukmu, jadi, kau juga harus melakukan hal yang sama. Kututup teleponnya sekarang.” Kata Ta Mi.
Mo Gun hanya bisa terdiam karena untuk kesekian kalinya berkonflik dengan Ta Mi. 




Ga Kyung dan Tuan Oh menonton bersama dengan penonton lainya di bangku  tribun. Tuan Oh ingin tahu alasan Ga Kyung datang. Ga Kyung mengaku ingin berterima kasih pada Tuan Oh karena setuju untuk membeli hak cipta webtoon itu.
“Tapi kau bilang itu tidak perlu kulakukan karena Barro merebutnya.” Kata Tuan Oh
“Aku tetap merasa berterima kasih.” Ucap Ga Kyung. Tuan Oh pun hanya bisa terdiam tapi setelah itu menelp anak buahnya agar  Pastikan foto-foto mereka berdua hari ini tidak dipublikasikan, bahkan disingkirkan semuanya.

Tuan Oh akan pergi tak sengaja bertemu dengan Tuan Seo anak bungsu dari Presiden. Tuan Seo menyapa Tuan Oh yang sudah Lama tidak berjumpa. Tuan Oh berkomentar kalau tidak tahu ini hobi Tuan Seo menonton balapan mobil.
“Presdir Kim dari Hwasung Oil memintaku datang dengannya.” Ucap Tuan Seo.
“ Pasti senang menghabiskan waktu bersama konglomerat.” Komentar Tuan Oh.
“Tentu saja itu menyenangkan. Tentu menyenangkan jika kau juga melakukan itu saat aku memintamu.” Kata Tuan Seo
“Mana mungkin aku berteman dengan pria yang hanya menyukai uangku? Ayahmu mengalami kesulitan karena dia gagal dinominasikan. Tapi dia berhasil menjadi presiden, jadi, kau beruntung. Selamat.” Komentar Tuan Oh
“Hei... Ibumu bekerja keras untuk mendukung Lee Wook Hyeon. Tapi maaf karena malah ayahku yang terpilih. Dia datang ke Rumah Biru beberapa hari yang lalu dan memohon agar ayahku meluangkan waktu untuknya.” Ucap Tuan Seo
“Astaga, para konglomerat seperti kalian pasti punya banyak pikiran. Kalian pikir kalian memiliki segalanya, tapi kalian kebingungan begitu ada administrasi baru.”ejek Tuan Seo.
Tuan Oh tak menanggapi hanya mengucapkan Terima kasih atas perhatiannya dan akan pergi. Tuan Seo lalu berkomentar kalau melihat Istri Tuan Oh  juga datang sambil mengejek kalau tampak setia untuk pasangan yang tidak saling mencintai.
“Maksudku, acara ini bahkan tidak terlalu penting.” Ejek Tuan Seo. Tuan Oh langsung menatap sinis.
“Kenapa kau melihatku seperti itu? Semua orang tahu bagaimana kalian menikah. Istrimu sangat setia. Situs portal bukan sebuah lelucon. Tapi dia menghapus hubungan gelap Lee Wook Hyeon dari situs itu.” Sindir Tuan Seo.
“Tapi bagaimanapun juga, itu mungkin pernikahan atas dasar finansial, lalu bisnis keluarganya bangkrut. Jadi, aku yakin dia tidak punya pilihan selain menuruti perintah. Kau masih memiliki selera yang sangat buruk.” Kata Tuan Seo. Tuan Oh berjalan mendekati.
“Kurasa itu sesuatu yang tidak bisa diperbaiki. Aku tidak mengerti kenapa putra presiden bersikap seperti ini. Bukannya posisi ini akan diwariskan kepadamu.” Kata Tuan Oh sudah menarik dasi Tuan Seo sampai hampir mencekiknya.
Tuan Seo panik meminta agar melepaskanya,  Tuan Seo pun menyuruh Tuan Seo memanggil pengawalanya kalau tidak ingin mati. Tuan Seo hanya diam saja berusaha bertahan. Tuan Oh pun mengejek Tuan Seo itu tidak bisa melakukan itu lalu melepaskanya.
“Kesombonganmu selalu menjadi masalah. Itu karena dahulu kau miskin.”ejek Tuan Seo lalu bergegas pergi. Tuan Seo pun hanya bisa diam saja. 

Hyun berjalan dirumah sakit dengan wajah penuh amarah, lalu masuk ruangan Ji Hwan bertanya “Apa kau meninggal?” Ji Hwan terlihat binggung. Sementara di drama yang diikuti oleh Hyun saat pagi hari.
Flash Back
Sang istri suaminya meninggal dan memastikan kalau Min Young meninggal. Hyun yang menonton kaget memastikan Siapa yang meninggal. Di drama Sang Ayah memberitahu kalau anaknya  pergi ke Makau. Tapi dia malah ditembak oleh gangster jalanan di sana. Ibunya sedih karena mantunya meninggal
“Kenapa dia meninggal? Dia masih hidup sampai kemarin, dasar drama gila!” teriak Hyun marah. 


Hyun pun ingin tahu apakah Ji Hwan  harus mati sejak awal. Ji Hwan mengaku tidak diberi tahu soal itu dan juga baru tahu selagi menonton drama itu. Hyun makin marah karena dianggap Ini benar-benar penipuan. Akhirnya Ia membawa Hyun ke lokasi syuting dengan kursi roda. 

“Siapa sutradara yang berbicara denganku di telepon?” tanya Hyun. Sutradara dan Ass pun menghampiri Hyun.
“Bukankah Anda wanita yang menjegal Ji Hwan? Anda memberitahuku di telepon bahwa Anda manajernya.” Kata Sutradara
“Ya, aku manajernya... Siapa pun bisa menjadi manajer. Aku memutuskan untuk menjadi manajernya mulai hari ini.” Ucap Hyun
“Apa Anda punya kartu nama? Anda bekerja di agensi mana?” tanya Sutradara dengan nada sinis.
Hyun memberikan kartu namanya, sang Sutradara kaget kalau Hyun dari Barro, bahkan direktur di Barro. Keduanya langsun bersikap sopan bertanya Apakah Barro punya agensi manajemen, karena belum pernah mendengar itu.
“Astaga, aku tidak tahu Anda bekerja di Barro. Aku lihat Barro meneken kontrak dengan seniman webtoon, dan Anda juga aktif terlibat dalam bisnis media. Apa Anda juga berencana memulai bisnis manajemen selebritas?” ucap sutradara ramah.
“Situs portal terlibat dalam berbagai jenis bisnis sekarang ini. Perusahaan kami memiliki banyak uang dan aku direktur di sana. Jadi, memulai bisnis manajemen akan sangat mudah.” Jelas Hyun pecaya diri. Keduanya menganguk mengerti.
“Ini yang terjadi pada Ji Hwan. Kami merekam setiap episode tepat sebelum ditayangkan. Jadi, jika dia tidak ada...” jelas Sutradara yang langsung disela oleh Hyun.
“Apa Anda sudah berdiskusi dengannya? Seperti inikah cara kalian menangani masalah ini? Apa kalian lupa kenapa dia cedera? Dia cedera selagi syuting drama ini. Apa kalian tidak melihatnya? Seorang aktor cedera di lokasi syuting kalian, tapi Anda belum membayar kompensasi dan menyingkirkannya dari drama.” Ucap Hyun marah
“Apa kalian tidak kenal takut atau hanya bodoh Atau apakah Anda menginjak-injak dia karena dia tidak punya kekuasaan?” kata Hyun membela Ji Hwan. Sutradara meminta Hyun agar tenang.
“Kami mohon maaf, tapi karakternya sudah dibunuh dalam drama ini. Tidak ada yang bisa kami lakukan.”kata Ass Sutradara.
“Hidupkan dia kembali.” ucap Hyun. Keduanya melonggo kaget karean Tapi itu tidak akan masuk akal.
“Dibandingkan ibu mertuanya yang menjalani operasi plastik agar terlihat berusia 30 tahun?” ejek Hyun. Ji Hwan hanya diam saja karena terus dibela oleh Hyun.
“Dengarkan aku... Suatu hari, seseorang yang mirip dengannya tiba-tiba muncul. Ternyata itu adalah kembar identiknya! Berbeda dari Min Hyuk, saudara kembarnya manis dan baik. Kisah cinta terjalin di antara dirinya dan ibu mertuanya.” Cerita Hyun.
Sutradara memuji kalau itu cerita yang  bagus dan  menyukainya. Ass Sutrdara pikir Jika Min Hyu kembali seperti itu, maka akan menjadi pemeran utama. Hyun pikir Kenapa itu menjadi masalah karena itu tak  lebih penting daripada ratingnya. 




Ji Hwan turun dari mobil membawa kursi rodanya. Hyun memperingatkan Ji Hwan Tapi jangan terlalu banyak bergerak dan Beristirahat sepanjang hari ini karena tidak akan dipulangkan sampai besok. Ji Hwan mengert dan akan memberitahu jika kembali sebagai saudara kembarnya.
“Tolong lakukan itu. Aku sudah berbohong tentang menjadi manajermu, jadi, aku akan mengantarmu ke lokasi syuting untuk sementara waktu.” Kata Hyun
“Tidak, jangan. Aku tidak akan merasa nyaman memintamu melakukan hal itu... Jangan...” kata Ji Hwan. Hyun pun bisa mengerti.
“Tapi Benarkah kamu bekerja di Barro? Kabar itu mengejutkan aku tadi.” Kata Ji Hwan. Hyun heran Ji Hwan tahu Barro.
“Aku mungkin tidak punya ponsel pintar tapi aku memakai internet. Aku menggunakan Barro setiap hari.” Akui Ji Hwan
“Kenapa?” tanya Hyun. Ji Hwan mengaku Ada sesuatu yang ingin dilihat lalu mengucapkan terima kasih sudah merawatnya.
“Aku yang membuat kamu cedera, jadi, setidaknya aku harus melakukan ini.” Kata Hyun
“Kau tidak perlu datang besok... Aku bisa pulang sendiri. Terima kasih untuk semuanya.” Kata Ji Hwan.
“Aku akan terus menontonmu di TV setiap pagi. Berjanjilah kamu akan tampil dengan baik.” Tegas Hyun. Ji Hwan mengerti.
“Kau harus bekerja. Kau akan terlambat... Aku akan masuk kembali.” kata Ji Hwan lalu mendorongnya masuk ke dalam rumah sakit. 


Ta Mi memperlihatkan lembaran yang tertulis  "Oh Jin Woo, Jam: 9 hingga 11 malam, Biaya: 30.000 dolar" Ga Kyung berkomenatr Ini daftar lucu yang diberikan padaknya. Ta Mi menceritakan Ada buku besar dan itu salinan aslinya dan Itu satu-satunya halaman yang dirobek.
“Jika ini tetap di tanganmu, tidak akan ada bukti yang memperlihatkan bahwa Jin Woo yang memalsukan peringkat kata kunci waktu nyata. Itu lebih berharga daripada seorang seniman webtoon menurutku. Pilihan ada di tanganmu.” Jelas Ta Mi
“Jika kau punya sesuatu yang bisa merugikan kami, seharusnya kau memberitahuku lebih awal. Maka kau bisa bernegosiasi tanpa menyerahkan ini.” Keluh Ga Kyung
“Aku mengambil jalan pintas, tapi tidak dengan merugikan orang lain. Aku mengabaikan pendapat, tapi aku tidak pernah berbohong. Aku mengancam orang lain, tapi tidak pernah menawar dengan keluarga. Itu peraturanku.” Komentar Ta Mi
“Aku tidak tahu apa pendapat orang lain, tapi untukku, kau dan suamimu adalah keluarga.” Ungkap Ta Mi.
Ga Kyung tak percaya mendengarnya, lalu berkomentar kalau Itu adalah peraturan yang Ta Mi buat, jangan  meminta agar tak memaksakannya bahkan tidak mematuhi hal-hal seperti itu. Ia pun menyuruh Ta mi agar mengambil Godori.



Ta Mi menikmati lagu yang dimainkan Da In berjudul "'Bridal Chorus'" Da In mengaku sudah mengaransemen ulang ini dan ingin tahu pendapat Ta  Mi. Ta Mi memuji itu bagus dan ingat kalau lagu ini untuk seseorang yang lebih muda dari Da In.
“Berapa usia mempelai wanita ini?” tanya Ta Mi. Da In menjawab  Usianya 27 tahun. Mereka berdua masih mahasiswa.
“Kau tidak tahu betapa irinya aku sekarang ini. Kau pasti ingin menikah dan membangun keluargamu sendiri. Bagaimana jika kau bertemu seseorang yang ingin kamu nikahi, tapi orang itu tidak berniat melakukan itu?” kata Ta Mi
“Mungkinkah kami berpacaran tanpa membahas itu? Itu tidak baik. Itu akan menyedihkan dan sulit, tapi kami harus berpisah. Pernikahan adalah sesuatu yang kuinginkan dalam hidupku.”kata Da In. Ta Mi hanya bisa terdiam. 


Mo Gun baru saja akan pulang melihat Ta Mi menunggunya berkomentar kalau Seharusnya menelepon karena Bagaimana jika tidak datang sampai nanti. Ta Mi pikir akan menggunakan itu sebagai alasan untuk membicarakan ini lain kali.
“Ada sesuatu yang harus kita bicarakan.” Kata  Ta Mi, Akhirnya keduanya duduk bersama ditaman.
“Aku ingin menikah suatu hari nanti, tapi aku tidak memacari seseorang berdasarkan pemikiran itu.” Ucap Mo Gun
“Kau ingin menikahi orang yang kau pacari.” Kata Ta Mi. Mo Gun pikir Tidak ada yang aneh tentang menikahi seseorang yang dicintai.

“Lalu apakah tidak aneh jika pasangan yang jatuh cinta tidak menikah? Tidak ada pilihan yang aneh. Itu hanya berbeda saja. Kita dua orang yang menginginkan sesuatu yang berbeda.” Ucap Ta Mi
“Tapi kau menyukai aku... Aku tahu kau menyukai aku...” kata Mo Gun
“Bagaimana jika kita mulai berpacaran? Apa yang terjadi berikutnya?” tanya Ta Mi
“Kita akan menemukan kebahagiaan bersama. Kita akan menjadi kehidupan satu sama lain dan bahagia bersama. Lalu salah satu dari kita harus mengalah.” Ucap Mo Gun
“Entah kau tidak akan pernah mengalami pernikahan, atau aku terpaksa melakukannya dalam hidupku. Salah satu dari kita harus berkorban atas nama cinta. Apakah benar memulai hubunga yang intinya siapa yang akan berkorban?” kata Ta Mi
“Jika keduanya tidak mau melakukan hal itu, kita harus mengakhiri hubungan kita. Apakah kamu yakin kamu bisa menghadapi hubungan yang mengarah ke sebuah akhir?” tanya Ta Mi
“Kenapa itu satu-satunya fokusmu? Setiap hubungan akan berakhir. Bahkan pernikahan pun berakhir dengan perceraian atau kematian. Pada akhirnya, kita harus berpisah. Semua bentuk cinta mengarah ke sebuah akhir. Hanya karena itu terjadi tidak berarti cinta tidak berguna.” Jelas Mo Gun.
“Alih-alih khawatir, jika bersama sekarang lebih penting, pilihlah aku.”ungkap Mo Gun.
“Kau benar... Semuanya berakhir. Tetap saja, bukankah seharusnya terasa seakan-akan cinta akan abadi saat kita memulai sebuah hubungan? Aku sudah bisa melihat akhir dari hubungan kita, jadi, sulit untuk melangkah maju.” Ucap Ta Mi
“Kau tahu persis aku bukan orang yang bertindak gegabah. Kita dua orang yang sangat berbeda. Mo Gun,  ini waktu yang penting bagi orang yang memimpikan pernikahan. Jangan membuang-buang waktu dengan seseorang yang akan menghentikan mimpimu.” Kata Ta Mi menatap Mo Gun.
“Ini bukan berasal dari seseorang yang menyukaimu, tapi dari seseorang yang sudah hidup lebih lama. Aku yang datang lebih dahulu, jadi, aku akan lebih dahulu pergi.” ungkap Ta Mi lalu melangkah pergi. Mo Gun pun tak menghentikanya. 

Bong Gi kaget melihat  Sekitar 10 kali lipat pengguna masuk ke Barro sejak ada artikel tentang gugatan itu. Ah Ra juga melihat Kasus perselingkuhan yang diekspos oleh Barro View adalah unggahan yang paling banyak dibaca di internet.
“Apakah menurutmu Tammy sengaja membiarkannya menuntut?” tanya Bong Gi dan saat itu Ta Mi datang menyapa keduanya.
“Kau datang lebih awal.” Komentar Ah Ra. Ta Mi mengaku ingin menyibukkan diri.
“Kau minta tukang selingkuh itu datang hari ini.” Ucap Ta Mi. Ah Ra bingung ingin tahu alasanya.
“Aku berubah pikiran. Seperti katamu, kita harus mengganti rugi dia. Kabar sudah tersebar dan pertunjukan harus berlanjut.”Kata Ta Mi.
Ah Ra pikir Ta Mi memang sengaja melakukannya dan memuji terlalu pintar. Bong Gi pun memuji Ta Mi yang terlalu keren.


Ga Kyung duduk di meja kerjanya melihat berita "'Barro Menguasai Internet, Akankah Mereka Menginjak-injak Unicon?'" lalu  menerima pesan dari ibu mertuanya [Letakkan artikel ini di laman utama pukul 10 pagi. "'Apakah Afair Lee Wook Hyeon dengan Jaksa Benar?'"]
“Artikel palsu?” keluh Ga Kyung lalu mengirimkan pesan pada ibunya kalau tidak bisa melakukannya.
Jin Kyung bergegas pergi ke lobby menyapa Nyonya Jang bertanya apa yang membawanya datang ke kantor.  Nyonya Jang dengan kacamata hitamnya ingin tahu keberadan Ga Kyung. Jin Kyung akhirnya menemani Nyonya Jang. 

“Ibu tidak akan mengomel. Unggah artikel itu.” Ucap Nyonya Jang, Ga Kyung mengaku tidak bisa.
“Itu perintah, bukan pilihan. Sejak kapan kau punya pilihan?” kata Nyonya Jang
“AI menentukan artikel apa yang muncul di laman utama dan hanya artikel dari sumber yang sudah terbukti...” ucap Ga Kyung yang langsung disela oleh ibunya.
“Song Ga Kyung..  Apakah tiba-tiba kau ingin bersikap adil?” kata Nyonya Jang
“Aku mengatakan cara politik Ibu terlalu kuno. Aku tidak bisa memasang berita palsu tanpa bukti di laman utama Unicon. Apa Ibu pikir tidak ada yang akan mengeluh?” kata Ga Kyung
“Itulah yang dilakukan para anak muda. Apakah menurutmu orang-orang yang mengomentari berita itu palsu mengubah dunia? Jangan salah paham. Dunia adalah milik orang-orang yang diam. Mereka tidak melakukan apa pun dan itulah yang mengubah dunia.” Jelas Nyonya Jang
“Entah Unicon memalsukan berita atau tidak. Apakah menurutmu mereka peduli? Yang penting bagi mereka adalah Lee Wook Hyeon berselingkuh! Itu yang harus kau perlihatkan.” Tegas Nyonya Jang dengan nada tinggi.
“Waktu itu sudah berlalu, Ibu. Memanipulasi situs hanya akan menimbulkan kontroversi. Ibu tidak akan mendapatkan apa pun. Unicon dan Barro hanya berjarak tiga persen dalam pangsa pasar. Skandal lain seperti ini dan Unicon akan hancur. Jika Unicon hancur, apa yang akan Ibu dapatkan?” kata Ga Kyung
“Jika Unicon tidak berguna bagiku, itu harus disingkirkan. Apakah menurutmu sulit untuk menghancurkan Unicon?” kata Nyonya Jang sinis
“Ibu tanpa Unicon. Apakah Ibu pikir Ibu masih berharga dalam politik? Entah Ibu menerima permintaan bodoh atau tidak, mengendalikan Unicon itu sendiri adalah kekuasaan dan itu...” tegas Ga Kyung
“Karena itu Ibu tidak boleh menyingkirkan aku atau Unicon. Memalsukan kata kunci dan berita. Aku tidak bisa melakukannya lagi. Waktu tidak akan menerimanya... Ibu bertanya apakah aku ingin bersikap adil. Tidak... Aku tidak peduli tentang itu.” Ungkap Ga Kyung
“Tapi sama seperti Grup KU adalah milik Ibu, Unicon adalah milikku. Aku membangunnya, jadi, jangan menyentuhnya lagi.” Tegas Ga Kyung. Nyonya Jang hanya diam saja dan akhirnya pergi. Jin Kyung seperti tak percaya Ga Kyung berani melawan ibu mertuanya. 


Ta Mi memanggil Hyun diruangan untuk mengajaknya bicara. Hyun bingung tiba-tiba Ta Mi mengajaknya bicara.  Ta Mi bertanya Apakah melihat artikel tentang gugatan si tukang selingkuh. Hyun  mengaku melihatnya dan memahami alasan tersembunyi mengapa Ta Mi menentang membayarnya.
“Dia akan datang nanti dan kita akan membayarnya.” Kata Ta Mi. Hyun akan marah dan tak bisa mengontrol emosinya.
“Tenanglah... Kau akan menyukainya. Pasti.” Ucap Ta Mi menyakinkan. 

Akhirnya si pria datang dengan sombongnya berkomentar Ta Mi dan Hyun  hanya bereaksi setelah dunia diputarbalikkan menurutnya menyenangkan jika mereka menyetujui ini lebih awal. Ta Mi berkomentar berkat pria itu  merka menjadi lebih waspada.
“Kami sudah memperbarui perangkat lunak AI kami agar kini kami bahkan mendeteksi dan menyamarkan wajah binatang. Anda memberi kami alasan untuk meningkatkan layanan kami. Terima kasih.” Kata Ta Mi
“Itu baru sikap yang benar. Aku tidak melakukan ini demi kebaikanku sendiri. Itu adalah demi kepentingan umum.” Ucap Si pria
“Jika Anda membaca dan meneken ini, kami akan mengganti rugi Anda.” Ucap Hyun.
“Kita bisa mencapai kesepakatan ini lebih awal. Aku tidak akan menimbulkan keributan...”kata Si pria dan melihat kalimat  "Dibayarkan kepada pasangan" dan menanyakan maksudnya.
“Kami menyesal pernikahan Anda berakhir dengan perceraian. Istri Anda tidak punya pekerjaan saat ini, dan dia juga harus membesarkan seorang anak sendirian. Kami akan membayar ganti ruginya kepadanya. Karena korban yang sebenarnya adalah istri Anda.” Ucap Hyun pura-pura sedih.
Si pria berteriak marah kalau keduanya pasti sedang bergurau.  Hyun menantang Jika menurut Pria itu mereka bergurau, silakan lanjutkan gugatannya dan memastikan Pernikahannya berakhir dengan perceraian karena afair atau mereka dan mencari tahu di pengadilan.

Ta Mi baru pulang kaget melihat Mo Gun sudah menunggu. Mo Gun dengan wajah tersenyum melihat Ta Mi berkomentar kalau ini giliranya karean Jika Ta Mi tidak datang maka berniat menunggu sampai datang. Ta mi menegaskan kembali kalau mereka sangat berbeda Bahkan dalam hal ini.
“Aku memikirkannya dan menyadari kita sangat berbeda... Sejak awal. Aku tidur denganmu karena aku sangat menyukaimu. Kau menjauhkan aku selama beberapa waktu karena itu. Setiap kali kita menghadapi rintangan, aku menyesali itu.” Ucap Mo Gun
“Seharusnya aku tidak tidur denganmu. Kita berjuang dengan keras untuk mencapai titik ini, dan ada rintangan lain. Tapi kali ini aku tidak tahu harus bagaimana. Apakah kau memikirkan aku hari ini?” tanya Mo Gun.
Ta Mi membenarkan, Mo Gun ingin tahu bagaimana dengan kemarin Ta Mi mengaku memikirkan Mo Gun juga. Akhirnya Mo Gun mengajak mereka untuk bermain Tekken saja. 


Keduanya bermain dalam diam, Mo Gun mengaku kalah, jadi akan membelikan minuman. Ta Mi pun tak menolak, mereka duduk di cafe yang sama saat mereka pertama kali bertemu. Mo Gun memberikan earphonenya kalau lagu itu yang dimainkan untuk Ta Mi.
“Lagu yang kumainkan untukmu di sini pada pertemuan pertama kita akan segera digunakan dalam sebuah game” ucap Mo Gun
“Setelah kupikirkan, begitu banyak waktu telah berlalu” kata Ta Mi menatap jendela. Mo Gun melihat  Musim telah berganti.
“Apa kau menyukai musim baru ini?” tanya Ta Mi. Mo Gun mengaku menantikan setiap hari dengan berpikir Ta Mi mungkin akan menyatakan perasaannya.
“Apakah akuariummu terbuka? Akankah kau membiarkan aku pergi jika aku memutuskan untuk kabur? Kaulah yang tidak ingin membuang-buang waktu karena kamu pikir kau tahu bagaimana ini akan berakhir. Kau tidak ingin menyia-nyiakan emosimu untukku karena kau pikir itu membuang-buang waktu.” Ucap Mo Gun.
“Ya, kamu benar. Makin aku menyukaimu, aku akan makin takut. Salah satu dari kita harus mengorbankan kehidupannya, atau kita akan berakhir berpisah. Dan aku akan menghabiskan tiap hari berharap kita bisa menghindari itu. Apakah menurutmu itu akan membuat kita bahagia?” kata Ta Mi
“Kutebak kau tidak cukup menyukaiku untuk mengabaikan ketakutanmu itu. Kalau begitu, kita harus mengakhiri ini... Jadi Berdirilah. Aku akan mengantarmu pulang.” Ucap Mo Gun.
“Kau bisa pergi tanpaku. Aku tahu kau membenciku sekarang.” Kata Ta Mi
“Ya, kau benar. Aku membencimu dan aku marah. Tapi aku tetap ingin mengantarmu pulang. Begitulah perasaanku.” Akui Mo Gun. 


Mo Gun mengantar Ta Mi sampai dilorong rumah, Ta Mi pikir Mo Gun  bisa pergi sekarang dan tidak perlu berjalan jauh-jauh ke sini. Mo Gun mengeluh karena lorongnya sangat pendek dan pikir akan sangat panjang. Ta Mi mengaku akan masuk jadi meminta Mo Gun pulanglah dengan hati-hati.
“Jika aku mengantarmu pulang seperti ini setelah kita bermain game bersama dan minum pada pertemuan pertama kita, mungkinkah keadaannya akan lebih mudah untuk kita?” ucap Mo Gun. Ta Mi terdiam.
“Akankah kau berpikir bahwa kita mirip? Aku terus menyesali malam itu. Jadi, aku berusaha melakukannya agak berbeda hari ini, berharap kau akan menganggap hari ini sebagai hari pertama kita.”kata Mo Gun
“Aku berharap ini akan cukup untuk membuatmu berpikir seperti itu. Senang bertemu denganmu, Ta Mi.” Kata Mo Gun lalu melangkah pergi.
Ta Mi terdiam melihat Mo Gun berjalan pergi meninggalkanya. Akhirnya Ta Mi masuk rumah melihat ruangan yang kosong, lalu bergegas keluar dari rumah menekan lift, saat itu Mo Gun masih ada didalam. Keduanya saling menatap.
Pintu lift akan ditutup, Ta Mi menekan tombol lagi. Mo Gun bertanya haruskan ia tetap tinggal. Ta Mi mengangguk. Mo Gun akhirnya keluar dari lift dan langsung menciumnya, Ta Mi pun tak menolaknya karena tak bisa menahan perasanya.
Bersambung ke episode 9

 Cek My Wattpad... Stalking 


      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



1 komentar: