PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 12 Juni 2020

Sinopsis Oh My Baby Episode 9 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Yi Sang mengirimkan pesan [Aku sudah dengar dari Su-cheol. Haruskah aku ke sana?] Ha Ri membalas [Jangan khawatir. Aku baik-baik saja. Aku tidak takut menyebabkan masalah karena ada kau.] Sementara Yi Sang sedang ikut kelas kerajinan kulit.
“Melihat kau menikmati hobimu pada siang hari kerja, kurasa kau tidak bekerja di kantor.” Komentar Nyonya Lee pada Yi Sang
“Aku fotografer lepas. Aku memotret.” Ucap Yi Sang. Nyonya Lee memuji Pekerjaan yang keren.
“Apa yang membuatmu ingin belajar kerajinan kulit?” tanya Nyonya Lee. Yi Sang mengaku  ingin mencoba hal yang belum pernah dilakukan.
“Aku juga. Aku punya banyak daftar hal yang kulewatkan saat masih muda. Di usiaku, tidak banyak yang bisa dilakukan kecuali hobi kita.” Kata Nyonya Lee
“Aku memulai ini karena hidupku membosankan. Kukira aku harus menemukan makna di suatu tempat agar bisa bertahan hidup.”akui Yi Sang
“Kau masih muda. Bagaimana kita bisa sepikiran? Apa Kau sudah menikah?” tanya Nyonya Lee penuh semangat. Yi Sang menjawab Belum.
“Astaga. Bagus... Aku kenal seorang wanita yang merupakan ahli waris sebuah gedung. Apa Kau ingin bertemu dengannya?” ucap Nyonya Lee ingin menjodohkan pada Ha Ri
“Aku punya pacar yang lebih keren dan cantik daripada ahli waris. Kami baru mulai berpacaran, tapi aku ingin bersikap baik kepadanya dan merebut hatinya agar dia lekat denganku. Itu tujuanku sekarang.” Ucap Yi Sang penuh semangat. Nyonya Lee mengerti sambil menahan rasa kecewanya.
“Seharusnya kau berpura-pura sudah berpasangan. Kenapa menjadi pria misterius dengan cerita?” ucap Nyonya Lee kesal. 


Ha Ri memberikan surat pengunduran diri. Tuan Joo terlihat marah sambil mengeluh kalau  ini tidak bertanggung jawab. Ha Ri mengingatkan kalau Sudah 30 tahun sejak "The Baby" diterbitkan kali pertama dan ia menangani separuh salinannya, bahkan Setiap salinan.
“Aku tahu. Itu sebabnya aku menghargaimu. Tapi ini masalah yang berbeda. Aku juga melakukan tugasku. Aku tidak berkutik meski kau kecewa. Itu sebabnya kusarankan kau pindah ke majalah lain. Bekerjalah di departemen saat ini sampai ada pembukaan lain, lalu Pindahlah saat itu.” Kata Tuan Joo
“Aku harus berhenti karena kau menilai aku tidak memenuhi syarat menjadi kepala editor.” Kata Ha Ri
“Jika kau tiba-tiba berhenti, siapa yang akan membuat majalah? Bagaimana mereka akan melakukannya?” kata Tuan Joo marah
“Kau melakukan penunjukan karena mengira aku tidak bisa berhenti. Kenapa kau memanfaatkan cintaku pada pekerjaanku?” sindir Ha Ri
“Dengar... Jika aku menyinggungmu, kau harus memberitahuku apa yang kau inginkan. Kita harus bernegosiasi. Kenapa kau berlebihan?” keluh Tuan Joo
“Menjadi kepala editor tak bisa menyogokku. Pak, aku melakukan ini bukan karena marah. Selain skandal yang kutimbulkan, fakta bahwa aku bukan seorang ibu adalah alasan untuk penolakanku.” Tegas Ha Ri
“Jika aku menjadi contoh, juniorku yang lajang dan kompeten juga akan menderita. Setidaknya aku harus melawan.” Tegas Ha Ri
“Maksudmu, evaluasi keseluruhannya tidak adil?” ucap Tuan Joo marah
“Nilailah aku hanya berdasarkan kompetensi dan karakterku. Jika tetap belum memenuhi syarat,  maka aku akan segera pergi.” kata Ha Ri menantang.



Yi Sang berlari memanggil Nyonya Lee karena tahu Pergelangan tangannya sakit, dan membeli satu lagi saat membelinya untuk dirinya sendiri. Nyonya Lee tak percaya percaya melihat Yi Sang yang perhatian dan langsung mengucapkan  Terima kasih. Yi Sang pun pamit pergi,
“Dia wanita yang beruntung.” Komentar Nyonya Lee yang tak tahu pacar dari Yi sang anaknya sendiri.
“Aku pesan dua es Americano.” Ucap Ha Ri datang ke cafe. Kasir bertanya  Kopi apa yang diinginkan
“Aku mau Yirgacheffe.” Kata Ha Ri. Saat itu Ha Ri datang muji pilihan Ha Ri yang bagus.

Keduanya duduk bersama, Ha Ri bertanya Ada apa dengan koyok itu, apakah Yi Sang terluka. Yi Sang mengaku bukan apa-apa lalu memuji yang dilakukan Ha Ri itu bagus. Ha Ri mengaku ingin berhenti setelah menyerahkan surat pengunduran diri.
“Ini Bukan apa-apa. Seharusnya aku melakukan ini lebih awal.” Ucap Ha Ri. Yi Sang pikir itu Bagus.
“Aku tidak punya tempat tujuan. Mungkin aku terbawa suasana Bagaimana dengan masalah berikutnya? Bisakah para gadis bertahan? Aku hanya tidak punya anak. Aku memenuhi syarat untuk pekerjaan ini.” Ucap Ha Ri kesal. Yi Sang membenarkan.
“Kenapa aku harus menerima cacian dan hinaan ini? Mereka yang rugi.” Ucap Ha Ri. Yi Sang menyetujuinya.
“Para gadis khawatir akan menjadi aku. Jika dipecat, aku akan menjadi contoh yang tidak mereka inginkan.” Kata Ha Ri sedih.
Saat itu Yi Sang memperlihatkan sesuatu pada tanganya, Ha Ri bingung apa itu. Yi Sang memberikan sebuah gantungan kunci dari bahan kulit menbagku tidak menemukan ini di jalan.
“Ini yang pertama bagiku, tapi aku membuat ini dengan tulus seperti pakar sejati.” Kata Yi Sang bangga
“Apa Kau yang membuatnya?” tanya Ha Ri tersenyum bahagia. Yi Sang membenarkan dan Ha Ri melihat tulisan “You’re Right” seperti Yi Sang sangat mendukungnya. 


Jae Young memeriksa pasien tapi terdengar pasiennya mengeluh dengan yang dilakukan Jae Young. Jae Young tersadar salah menaruh stetoskopnya di dahi ibu pasien. Ia langsung meminta maaf mengaku Sepertinya sedang sakit kepala, jadi... dan akhirnya memeriksa bayi dalam pangkuan ibunya.
Sang bayi sempat menangis tapi Jae Young bisa menenangkanya dan memeriksanya. 

Jae Young melamun dalam ruangan, Perawat bertanya apakah Jae Young tidak akan menjemput Do-ah karena Ini sudah cukup larut. Jae Young teringat dengan anaknya dan melihat ponselnya sudah banyak miss call, lalu bergegas pergi
“Yun Jae-young, ada apa denganmu?” keluh Jae Young berlari untuk menjemput Do Ah.
“Maafkan aku. Aku sibuk bekerja. Di mana Do-ah?” ucap Jae Young saat sampai ditempat penitipan
“Karena tidak bisa menghubungimu, kami menelepon neneknya. Dia baru saja menjemputnya.” Kata ibu guru. Jae Young memikirkan  Nenek Do Ah lalu pamit pergi sambil meminta maaf. 

Nyonya Lee sudah mendorong kereta Do Ah, Jae Young berlari mengejarnya, sambil meminta maaf mendorong kereta anaknya. Nyonya Lee pikir Jae Young punya banyak pasien jadi Tidak apa-apa karena membawa kereta bayi agar bisa mengantarnya pulang.
“Berada di rumah sakit tidak baik untuk bayi. Dia tidak bisa redakan hawa dinginnya.”kata Nyonya Lee
“Aku selalu merepotkanmu dan Do-ah. Maafkan aku.” Ucap Jae Young tak enak hati.
“Entah apa aku bisa menjaga bayimu beberapa tahun lagi, tapi aku bisa apa? Aku merasa kasihan padamu dan Do-ah.” Kata Nyonya Lee
“Bukan ini yang kuinginkan. Aku selalu menyesal setelah melewatkan peluang.” Kata Jae Young sedih
“Kau ayah tunggal. Kau tidak boleh lemah. Jika kau tidak mengendalikan diri, aku tidak akan menjaga Do-ah.” Tegas Nyonya Lee
“Benar. Terima kasih untuk semuanya, Bi Ok-ran.” ucap Jae Young dan Nyonya Lee menyuruh Jae Young agar pergi. 


Ha Ri gugup didepan meja kerjanya dan Hyo Joo  berpikir Tuan Joo tidak akan meneleponnyada jadi memang ingin Ha Ri berhenti sejak awal, Yeo Joo memastikan kalau Ha Ri tadi bicara seolah ingin berhenti. Ha Ri membernarkan
“Seseorang harus berani mati agar bisa hidup.” Tegas Ha Ri. Yeon Joo pikir Ha Ri mungkin akan mati.
“Kurasa kita akan segera punya kepala editor baru.”kata Hyo Joo. Yeon Joo pu mengeluh karena Ha Ri mengubah sikapnya.
“Kau seharusnya meminta maaf seperti dahulu.” Kata Yeon Joo. Ha Ri pikir akan berhenti saja.
“Dia pelit. Aku akan berhenti.” Ucap Ha Ri. Yeon Joo mengeluh memikirkan nasib mereka semua. Saat itu telp berdering dan Ha Ri angsung mengangkat telpnya. 

Yeon Joo akhirnya berkumpu di ruangan membahas Tuan Joo yang ingin ha Ri mengembalikan para pembaca "The Mom" Ha Ri tahu kalau Pimpinan sangat memedulikan respons pembaca dan Ia bisa jadi kepala editor lagi jika kembalikan pembaca yang pergi.
“Kurasa pada dasarnya, dia memintamu untuk berhenti. Benar, bukan?” kata Hyo Joo. So Yoon pikir seperti itu.
“Hei.. Lebih baik menyelesaikan masalah dahulu daripada menjaga posisi melawan pembaca. Dia tidak yakin dengan keterampilan perencanaan kontenmu. Kenapa tidak buktikan?” ucap Yeon Joo
“Kau pintar. Ada sesuatu yang kupikirkan, tapi aku tidak yakin apakah akan berhasil.” Kata Ha Ri dengan senyuman bahagia. Yeon Joo pun penasaran. 


Mereka mulai merencanakan sesuatu, Ha Ri memberitahu kalau ini akan seperti kompetisi. Yeon Joo pun mengajukan pertanyaan dan mereka terus membuat sesuatu agar bisa menarik lagi pembaca. Ha Ri diluar sendirian sementara tiga juniornya dalam ruangan.
Yeon Joo mengeluh So Yoon itu bodoh, Ha Ri yang penasaran ingin mengetahuinya. Yeon Joo langsung menutup dengan koran karena harus merahasiakannya!

Disebuah ruangan, Ha Ri duduk dengan gugup spanduk bertuliskan [Kalahkan Kepala Jurnalis, Jang Ha-ri!] Yeon Jooo gugup karena belum datang. Sementara Jae Young sibuk memakaikan topi untuk Do Ah tapi DO Ah menariknya
“Ayolah... Apa Kau tidak mau? Kenapa? Kau lebih cantik saat pakai ini. Ayah ingin kau memakai ini. Do-ah, kau tampak cukup percaya diri dengan penampilanmu.” Ucap Jae Young sudah siap untuk foto dengan anaknya.
“Tunggu sebentar. Mari kita telepon pemecah masalah. Dia sedang apa, ya?” kata Jae Young mengeluarkan ponselnya lalu menuliskan pesan [Pemotretan Do-ah tidak berjalan lancar. Datanglah sepulang bekerja.] 

Ha Ri gugup dan tersenyum saat melihat beberapa ibu-ibu akhirnya datang ke ruangan. Mereka pun mempersilahkan semua ibu-ibu untuk duduk. Yeon Joo memberitahu kalau  Pertanyaan berikut soal kiat pengasuhan dan tingkat kesulitannya sangat mudah.
“Apa kalian Lihat hadiah di sini? Pada dasarnya, kami memberikan ini secara gratis. Jadi "Kalahkan Jang Ha-ri" dimulai sekarang.” Ucap Yeon Joo. Ha Ri pun bersemangat.
“Baiklah. Ini pertanyaan pertama... Tebak merek botol bayi ini.” Kata Yeon Joo memperlihatkan sebuah gambar.
“Aku tahu. Nana.” Kata Ha Ri dengan cepat. Tapi ibu didepan menjawab "Mom's Meal Fat Bottle". Yeon Joo membenarkan dan Ha Ri mendapatkan pukulan dengan palu plastik. Si ibu pun mendapatkan banyak hadiah. 

“Berikutnya adalah kuis lagu. Dengarkan lagunya baik-baik dan tebak judulnya. Ayo Putar lagunya.” Ucap Yeon Joo
“Aku tahu! Itu Pororo!” kata Ha Ri cepat. Yeon Joo ingin tahu  Musim apa Si ibu menjawab Musim Kedua. Ha Ri pun kembali mendapatkan pukulan dan ibu mendapatkan hadiah lagi.
“Kami punya dua jenis bubur yang mirip. Tebak mana yang untuk bayi lebih muda.” Ucap Yeon Joo. Ha Ri dengan cepat menjadi, Yeon Joo membenarkan tapi si ibu sudah menutup kepalanya dengan panci saat Ha Ri akan memukul.
“Tebak berapa usia bayi ini.” Kata Yeon Joo memperlihatkan foto seorang bayi. Ha Ri menjawab 12 bulan. Yeon Joo pun membenarka tapi si ibu sudah menutup kepalanya lebih dulu dan Ha Ri kembali  tak bisa memukul dengan palu mainan.
Acara [Kalahkan Kepala Jurnalis, Jang Ha-ri!] akhirnya sukses. 

Jae Young sedang membujuk Do Ah kalau Ini hampir selesai dan berpikir anaknya merindukan Bibi Ha-ri lalu mengaku kalau ia juga merindukannya. Saat itu terdengar suara ketukan sepatu menaiki tangga, Jae Young pikir Ha ri yang datang wajahnya tersenyum bahagia.
Tapi ternyata Jeong Won yang terlihat kaget begitu juga Jae Young. Fotographer pun bertanya Ada yang bisa dibantu. Jeong Won mengaku sebagai ibunya Do-ah. Jae Young pun melihat Do Ah memilih bola dan berpikir anaknya ingin jadi pesepak bola
“Bergabunglah dengan mereka. Mari kita mengambil foto keluarga.” Ucap fotographer karena sudah membuat set untuk “Ulang tahun pertama” Jeong Won pun duduk gugup duduk disamping Jae Young.
“Ha-ri memberitahumu?” ucap Jae Young sinis. Jeong Won memberitahu kalau Ha ri menelepon kantornya.
“Dia tidak bilang apa pun dan memberiku alamat ini.” Kata Jeong Won. Jae Young mempersilahkan Jeong Won pergi setelah foto ini.
“Aku tidak mau menyakiti Do-ah.” Kata Jae Young akhirnya memberikan Do Ah pada ibunya. Jeong Won gugup dan akhirnya mereka foto dengan wajah tegang. 


Ha Ri duduk didepan ibu-ibu yang sudah membawa banyak hadiah, lalu bertanya apakah mereka bersenang-senang. Semua menganguk. ha Ri pikir Setelah bekerja di perusahaan majalah bayi selama 15 tahun, jadi bisa menebak berapa usia bayi hanya dengan melihat foto bayi.
“Meski aku tidak punya pengalaman dalam mengasuh anak, alasanku menantang kalian, para ibu, karena kami ingin menunjukkan kekuatan dan kelemahan kami. Anggaplah karya kami sebagai buku panduan dan teman untuk membesarkan anak, area keahlian tanpa jawaban yang benar.” Ucap Ha Ri melihat salah satu ibu.
Ia ingat saat itu  sang ibu dengan ketus berkata “ Kau wanita yang mencoba membeli sperma secara ilegal, bukan? Kenapa kau melakukan itu? Di mana akal sehatmu?” dan saat itu semua pembaca majalah mereka mulai menurun.
“Kau mungkin berpikir aku tidak pantas bekerja untuk "The Baby" karena kehidupan pribadiku. Tapi karena kalian marah kepadaku sebagai ibu dan membaca artikelku, lalu memahami keinginanku untuk menjadi seorang ibu, aku memutuskan ingin menjadi reporter yang lebih baik dan ibu yang lebih baik.” Ucap Ha Ri
“Aku bertemu dengan banyak ibu dalam 15 tahun terakhir dan itu membuatku makin ingin menjadi ibu. Aku akan terus belajar dan berbagi. Jadi, tolong kembalilah. Kumohon! Kumohon.” Kata Ha Ri. Beberapa ibu-ibu hanya saling berpandangan. 


Ha Ri mencari sesuatu digudang lalu merasakan sesuatu yang merinding ditubuhnya. Tiba-tiba melihat mata yang menyeramkan dibagian rak belakang, Ha Ri yang panik ketakutan langsung melempar mainan.  Eu-ddeum sambil menahan sakit kalau itu tadi ia yang ada dirak belakang.
“Kenapa kau mengintip seperti itu? Kukira kau pencuri.”keluh Ha Ri mengatur nafasnya.
“Maaf karena aku menakutimu.” Ucap Eu Ddeum. Ha Ri bertanya juniornya itu terkena lemparan apa?
“Wajahmu tidak terkena lemparan? Kenapa kau terus dipukuli olehku?” keluh Ha Ri. Eu Ddeum mengaku Sama sekali tidak sakit dan bertanya balik pada Ha Ri.
“Aku tidak bisa memukul orang, meski mereka pantas. Aku akan berusaha menjadi orang baik yang tidak pantas dipukul.”keluh Ha Ri. Eu Ddeum hanya bisa meminta maaf.
“Aku sungguh tidak memahamimu. Kau sangat menyebalkan, tapi menurutku kau tidak menyebalkan. Aku tidak tahu kenapa.” Keluh Ha Ri
“Apa kau akan menyukaiku jika aku hanya melakukan hal baik? Nona Jang, bisa ulurkan tanganmu? Aku bisa membaca telapak tangan.” Kata Eu Ddeum lalu melihat telapak tanganya.
“Apa yang kau lakukan? Untuk apa ini?” keluh Ha Ri melihat Eu Ddeum memasukan lubang gunting dijarinya.
“Hanya karena penasaran. Kau tahu saat ingin melakukan sesuatu? Tidak ada alasan.” Kata Eu Ddeum. Ha ri tak percaya Eu Ddeum ingin melakukan tiba-tiba
“Singkirkan ini dari jariku. Kenapa kau menguji ini padaku? Untuk siapa ini?” ucap Ha Ri akhirnya duduk disamping Eu Ddeum
“Maaf, aku hanya perlu menyelesaikannya. Apa ini muat?” kata Eu Ddeum mencoba memasukan bentuk lubang yang seukuran tangan Ha Ri
“Kau akan mencoba semua itu padaku?”keluh Ha Ri. Eu Ddeum meminta maaf dan berjanji kalau ini yang terakhir.
Ia pun bahagia melihat ada lubang yang cocok dengan tangan Ha Ri. Sementara Ha Ri merasa Eu Ddeum itu sangat aneh.
“Aku memikirkan tentang orang lain menginginkan keinginanmu dan aku tidak bisa melihat itu terjadi. Aku ingin membaginya karena kau orangnya. Tapi... Aku tidak bisa lagi berbagi.” Kata Eu Ddeum. Ha Ri tak banyak berkomentar. 




Jae Young menekan bel rumah, Ha Ri menyuruh masuk karena pintunya tak dikunci. Akhirnya Jae Youn masuk dan melihat Ha Ri didapur. Ha Ri pikir Eun-young yang datang. Jae Young marah karena Ha Ri ikut campur dengan menelepon Jeong-won.
“Aku melakukannya demi Do-ah. Aku tidak ingin dia tumbuh dan melihat foto-foto itu, lalu memikirkan bagaimana ibunya meninggalkannya saat kecil. Apa Kau begitu membenci Jeong-won?” ucap Ha Ri
“Tidak... Aku lebih membencimu.” Kata Jae Young. Ha Ri hanya bisa mengeluh mendengarnya.
“Kenapa kau jahat sekali? Sebentar lagi usiamu 40 tahun. Kau bersikap kekanak-kanakan.” Ucap Ha Ri.
Jae Young merasa Ha Ri bisa menakutiku seperti in dan inginia rujuk dengan Jeong-won. Ha Ri menegaskan Itu urusan Jae Young. Jae Young menegaskan kalau benci Ha Ri  memacari Han Yi Sang.
Eun Young masuk rumah dan melihat suasana yang tegang lalu bertanya ada apa dan berpiki mereka bertengkar lagi. Ha Ri menjawab tidak. Eun Young mengeluh keduanya agar bisa berhenti bertengkar.


Akhirnya mereka minum dengan selera yang berbeda, Eun Young mengeluh dengan sikap mereka seperti ini lagi. Jae Young mengau hanya marah jadi meminta agar memakluminya dan meminta maaf. Eun Young pun ingin menceritakan sesuatu.
“Kau tahu aku bilang kepada kakakku tentang bagaimana aku memergoki suaminya selingkuh? Kakakku tidak mau menemuiku lagi.”cerita Eun Young. Ha Ri heran dan ingin tahu alasanya.
“Dia tahu semuanya, tapi pura-pura tidak tahu. Tapi karena aku, dia tidak bisa lagi berlagak tidak tahu. Dia terus menangis. Dia tidak bisa hidup tanpanya. Dia tidak bisa bercerai karena anak-anak.” Cerita Eun Young
“Saat anak-anak berada dalam masalah, perceraian tidak bisa memisahkan pasangan sepenuhnya. Aku tahu kau kesal melihat mantan istrimu, tapi aku senang karena berpacaran lagi setelah sepuluh tahun. Mungkin kau kesal, tapi biarkan kunikmati momen ini.” Kata Ha Ri pada Jae Young
“Kenapa harus menyebalkan baginya? Itu Bagus, Ha-ri! Kukira kau akan menua dan tubuhmu kendur sendirian. Lupakan anak-anak dan berpacaran saja. Jangan menikah. Aku sangat penasaran pria luar biasa macam apa yang kau pacari.”Ucap Eun Young
“Pikiranmu akan kacau. Aku merindukannya karena kita membicarakan dia.” Kata Ha Ri tersenyum bahagia.
“Jagalah hatimu. Jangan memberikan hatimu, terluka, dan menangis semalaman. Jagalah baik-baik.” Kata Jae Young
“Bagaimana kau bisa menjaga hati saat jatuh cinta? Kau tidak bisa mengukur dan hanya memberikan sejumlah cinta. Kenapa kau berasumsi kami akan putus?”keluh Ha Ri kesal
“Kau selalu seperti itu. Kau terluka, kembali melajang. Kau terluka dan kembali lagi.” Kata Jae Young. Ha Ri mengeluh Jae Young  benar-benar berandal.


Eun Young dan Jae Young pun berpisah di depan pintu. Eun Young bertanya apa tidak mau menemui Ha-ri lagi. Jae Young terlihat bingung. Eun Young ingin tahu Apa yang diinginkan Jae Young saat menatap Ha-ri seperti itu dan menurutnya Jika tahu Jae Young menyukainya, maka Ha-ri enggan menemuinya lagi.
“Apa yang kulakukan? Apa yang bisa kulakukan, saat kau mencegahku menatapnya?” ucap Jae Young pasrah
“Kau sangat menyukainya? Dia sangat senang berpacaran untuk kali pertama dalam sepuluh tahun. Kau benar-benar tidak terlihat. Kau bahkan tidak bisa berteman dengannya jika seperti ini.”tegas Eun Young. Jae Young hanya bisa diam saja. 

Ha Ri mengajak bermain Do Ah dengan mainan yang diberikan oleh Jeong Won. Nyonya Lee berkomentar kalau Jeong Won itu tetap ibunya karena memilih hadiah yang bagus. Ha Ri pikir kalau pemainan itu Menarik sekali, Jae Young menatap dalam Ha Ri.
Flash Back
Eun Young memberitahu Meski hubungan Hari dan pria itu tidak berhasil, maka tidak akan mendatangi Jae Young. Ia Pikir Jika Jae Young ingin terus menemuinya lebih baik lupakan sebelum Ha Ri menyadarinya.
Jae Young hanya bisa menatap Ha Ri dan harus memendam perasanya. 


Ha Ri masuk ke dalam kamar terlihat sangat lelah mengambil ponselnya dan berpikir untuk teleponan. Yi Sang baru selesai mandi dengan senyuman menelp Ha Ri. Ha Ri langsung mengangkatnya mengaku meneleponnya tepat waktu.
“Kau tahu aku merindukanmu?” ucap Ha Ri. Yi Sang pikir kalau ia yang lebih merindukannya.
“Siapa yang menang? Kau atau "The Mom"?” tanya Yi sang. Ha ri mengaku sering dapat pukulan di kepala dan Kepalanya hampir berlubang.
“Astaga. Seharusnya aku ada di sana untuk meniup lukanya untukmu.” ucap Yi Sang yang berbaring diatas tempat tidur.
“Jadi Ke mana tujuan kita berikutnya?Ada kedai tteokbokki di dekat rumahku. Kau tertarik?  Tteokbokki-nya lezat.” kata Ha Ri. 

Yi Sang duduk ditaman sendirian, lalu melihat seorang ibu yang duduk ditaman dengan anaknya.
Flash Back
Dokter Moon bertanya apakah Yi Sang akan baik-baik saja karena Saat itu ia juga kesulitan. Yi Sang yakin bisa mengatasinya kali ini. Dokter Moon memberitahu kalau Yi Sang harus menyuntik hormon dua kali sepekan lebih dari tiga bulan.
“Karena kau tidak bisa ke kantorku setiap pekan,maka aku akan mengajarimu menyuntik diri sendiri. Seperti yang kau tahu, kau mungkin gagal mendapatkan hasil yang kau inginkan.”kata Tuan Moon
“Jika tak berhasil setelah tiga bulan, akan kulakukan selama enam bulan. Akan kulakukan setahun jika gagal. Akan kucoba sampai bisa.” Ucap Yi sang yakin
“Apa Kau memberi tahu pacarmu soal ini?” tanya Dokter Moon. Yi Sang pikir Seharusnya begitu.
“Aku akan memberitahunya.” Ucap Yi Sang seperti sangat yakin mau menjalani semuanya demi Ha Ri. 

Semua berkumpu didepan komputer, Yeon Joo berharap agar cepat masuk. Ha Ri pun terlihat gugup lalu mendegar suara dari [Komunitas ke-10 "The Mom"] Akhirnya ibu Ji Yul masuk dan berurutan ibu yang lainya pun masuk.
Semua langsung berteriak bahagia, karena akhirnya mereka semua berhasil kalau "The Mom" sudah kembali. Tuan Joo akhirnya datang, Ha Ri pun memberitahu kalau “The Mom” sudah kembali. Tuan Joo mengaku melihat videonya.
“Pimpinan juga melihatnya dan ingin bertemu denganmu.” Kata Tuan Joo dengan nada dingin
“Dia mengatakan hal khusus?” tanya Ha Ri. Tuan Joo pikir Ha Ri bisa Lihat saja nanti.
“Kecuali ada masalah khusus, semua akan baik-baik saja. Bagus, Nona Jang.” Ucap Tuan Joo akhirnya tersenyum. Mereka bersorak karena panggilan Ha Ri berubah.
“Mari kita sudahi dan pulang. Terima kasih. Ini semua berkat kalian.” Ucap Ha Ri . Mereka pun mengucapkan Selamat!
“Kita harus merayakan dengan apa?” kata Yeon Joo dan Hyo Joo pikir Sushi!


Ha Ri duduk di bangkunya melihat gantungan kunci yang diberikan Yi Sang, seperti bahagia karena tulisan “You’re Right” membuat yakin dengan pilihanya. Sementara Yi Sang duduk sendiri sambil menonton video saat Ha Ri bermain dengan ibu-ibu lalu tertawa bahagia.
Ha Ri menelp menanyakan keberadaan Yi Sang, Yi Sang mencari Ha Ri lalu melambaikan tangan. Ha Ri pun menghampiri Yi Sang lalu duduk disampingnya dengan senyuman bahagia.
“Aku merasa luar biasa hari ini. Karena merasa senang, aku memikirkanmu sepanjang hari dan makin merindukanmu. Jadi, kurasa aku harus memberitahumu hari ini.” Kata Ha Ri penuh semangat dan aura bahagia.
“Aku mencintaimu.” Ucap Ha Ri tak bisa menutupi rasa bahagia. Yi Sang gugup meremas tanganya diatas celana.
“Aku juga mencintaimu... Ha-ri.” Akui Yi Sang tanpa ragu lagi. Ha Ri pun tersenyum lalu bersandar dibahu Yi Sang. 



Nyonya Lee terlihat gugup karenaHa-ri belum pulang dan bertanya apda Jae Young apakah sudah dapat kabar darinya. Jae Young pikir Nyonya Lee  khawatir Ha Ri mungkin harus hidup tanpa anak. Nyonya Lee mengaku cemas dia harus hidup sendirian.
“Bi Ok-ran, jika Ha-ri punya anak dan membesarkan bayi itu sendirian, Apa kau tidak keberatan?” tanya Jae Young
“Tidak ada ibu yang mau putrinya menjadi ibu tunggal. Kuharap dia bertemu pria baik dan punya anak bersama. Dia bilang mungkin tidak bisa hamil. Setidaknya dia bisa lakukan itu.” Kata Nyonya Lee
“Bi Ok-ran, mungkin sebaiknya aku tinggal bersamamu.”ucap Jae Young. Nyonya Lee kaget mendengarnya.
“Kita bisa tinggal bersama seperti ini. Lagi pula, aku sudah melakukannya.” Ucap Jae Young. Nyonya Lee hanya bisa terdiam.
Bersambung ke episode 10
Cek My Wattpad...  ExGirlFriend

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar