PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 06 Juni 2020

Sinopsis Oh My Baby Episode 8 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Jae Young mencoba untuk tak mengubis mantan istrinya, tapi Jeong Won menahanya bertanya apakah sudah makan karena ia belum makan jadi mengajak Jae Young untuk makan bersama. Jae Young memperingatakan Ibu Do Ah dengan nada sinis.
“Jangan bicara seolah-olah tak terjadi apa-apa. Itu akan membuatku membencimu selamanya.” Ucap Jae Young
“Mari berfoto bersama untuk ulang tahun pertama Do-ah. Foto bertahan selamanya. Aku juga harus difoto.” Kata Ibu Do Ah.
“Jangan memanfaatkan Do-ah. Aku tidak membutuhkanmu.” Balas Jae Young
“Apa Kau akan menikahi Nona Jang?” tanya Ibu Do Ah. Jae Young menjawab kalau berencana begitu.
“Jika dia tahu bahwa kau memanfaatkannya untuk menyakitiku, dia akan tersinggung. Mari makan bersama lain kali.” Kata Ibu Do Ah. Jae Younbg bisa terdiam. 

[Jambi Studio]
Hyo Joo terlihat gugup didepan gedung sambil menelp, Eu Ddeum mengangkat telp.  Hyo Joo bertanya apakah Eu Ddeum tidak menyuruh mereka mengirim produknya, karena Mereka belum datang. Padaal Modelnya akan datang.
“Apa tindakanmu?” tanya Hyo Jo marah. Saat itu Sang Hee ikut keluar terlihat gugup. 

Eu Ddeum akhirnya menelp dan mengatakan kalau akan meneleponnya lagi. Hyo Jo ingin tahu apa yang dikatakan oleh mereka. Eu Ddeum engatakan Mereka bilang aku tidak beri tahu tapi ia berpikir sudah melakukanay Hyo Jo tak percaya dengan ucapan Eu Ddeum.
“Model bayi datang jauh-jauh dari Gyeongju. Apa tindakanmu?” kata Hyo Joo
“Sesi fotoku berikutnya di Chuncheon. Aku harus selesaikan ini dan pergi!” ucap Sung Hee.
“Mereka bilang akan menghubungi cabang di dekat sini. Aku akan bergegas ke sana dan mengambilnya. Sampai nanti.”kata Eu Ddeum lalu bergegas pergi
“Kau tidak punya mobil. Aku ikut!” kata Hyo Joo ikut keluar dengan Eu Dddeum. Sang Hee meminta mereka agar segera bergegas. 

“Hai. Aku menelepon dari "The Baby". Kau ditelepon kantor pusat, bukan? Ya. Kami juga menerima yang dipajang... Aku segera ke sana. Baiklah.” Ucap Eu Dddeum ditelp. Saat itu Hyo Joo datang dengan mobilnya menyuruh Eu Ddeum segara masuk.
Mereka pun ditoko cabang dan Eu Ddeum bergegas mengambil barang dan kembali masuk ke dalam mobil.
“Jika harus memilih model lain, tiap malam kau kutelepon dan kusiksa agar tidak bisa tidur. Jika Pak Nam memarahiku karena penjadwalan ulang, aku akan mengomelimu tiap pagi dalam perjalanan ke kantor.”kata Hyo Joo mengancam,
“Jika Ha-ri memarahiku, aku akan memaksamu berbelanja denganku tiap akhir pekan.”kata Hyo Joo
“Baiklah. Aku bisa melakukannya!” kata Eu Ddeum. Hyo Jo tak percaya Eu Ddeum menyetujuinya.
“Kau bisa menghubungiku kapan saja dan menyuruhku membawa barangmu.” Kata Eu Ddeum
“Menurutmu berakhir di situ? Kau harus mentraktirku makan.”ucap Hyo Joo
“Baiklah. Aku bahkan akan mentraktirmu hidangan penutup.” Ucap Eu Ddeum
“Apa Kau pikir itu saja? Kusuruh kau mengajakku ke bioskop.” Kata Hyo Joo
“Tentu. Ide bagus. Jika kau ingin menonton film, katakan saja. Aku akan memesannya.” Kata Eu Ddeum. Hyo Joo tak percaya kalau Eu Ddeum menyetujui semuanya.
***
Akhirnya mereka pun bisa pemotretan produk toilet anak dengan senyuman bahagia. Hyo Joo keluar dari studio dengan tetapan sinis. Eu Ddeum dengan wajah ketakutan pun meminta maaf. Hyo Jo menegaskan akan membiarkannya kali ini saja.
“Sebagai anak baru, kau bisa membuat kesalahan. Tapi jangan sampai kehidupan pribadimu memengaruhi pekerjaanmu.” Ucap Hyo Joo. Eu Ddeum kaget Hyo Joo bisa mengetahuinya.
“Katakan. Apa yang mengganggumu?” tanya Hyo Jo. Eu Ddeum akhirnya duduk disamping Hyo Joo.
“Begini, bukan apa-apa. Aku tidak boleh mengatakannya kepadamu.” Kata Eu Ddeum mengurungkan niatnya.
“Kurasa dia akan segera tahu. Lantas, bagaimana kau ingin memberitahunya? Jangan mengacaukannya karena kau merahasiakannya. Kenapa kau tidak membahasnya denganku? Aku akan berlagak tidak mengenalnya.” Ucap Hyo Joo berpikir kalau itu pasti dirinya.
“Sebenarnya, aku berencan untuk menyatakan perasaanku kepada seseorang.” Kata Eu Ddeum
“Astaga, tidak... Tidak... Eu-ddeum... Ikut aku.” Kata Hyo Joo. Eu Ddeum terlihat bingung melihat Hyo Joo yang pergi. 


Ha Ri melihat So Yoon keluar ruangan, lalu menelp Yi Sang. Yi Sang sedang didepan komputer melihat nama [Jang Ha-ri, "The Baby"] lalu mengangkatnya. Ha Ri bertanya apakah Yi Sang ada di studio. Yi Sang membenarkan.
“Begitu rupanya. Ini tentang pasangan mandul. Kurasa istrinya berhasil hamil.” Ucap Ha Ri
“Baguslah.” Kata Yi Sang datang. Ha Ri juga berpikir kalau ini memang bagus.
“Begini, untuk pemotretan hari ini, mereka akan mendapatkan hasilnya di rumah sakit. Mereka khawatir seandainya tidak hamil. Jadi, kita harus membuat lingkungannya senyaman mungkin.” Ucap Ha Ri
“Baiklah. Akan kuingat itu.”kata Yi Sang. Ha Ri bertanya  Bagaimana cara Yi Sang akan  ke saa
“Pergi ke sana bersama mungkin bukan ide bagus, bukan? Aku akan langsung ke rumah sakit. Aku harus bekerja sebelum itu.”ucap Yi Sang. Ha Ri mengerti dan akan bertemu nanti. 

Ha Ri menyimpan sebuah tas di meja receptionist dan melihat Yi Sang baru saja datang. Ia menatap Yi sang dan mengingat yang dikatakan sebelumnya  “Kau sungguh memandangku secara romantis?” lalu berusaha untuk tetap santai dan menemui pasangan yang ditemui sebelumnya.
“Kudengar angka kalian dari tes darah meningkat. Aku yakin itu kabar baik.” Kata Ha Ri
“Kami mengalami tiga keguguran. Dan prosedurnya tidak berhasil untuk kami. Aku tidak bisa merayakan seandainya hasilnya salah.. Ahh.. Aku bahkan tidak boleh mengatakan ini.” Ucap si wanita.
“Tidak ada perkataan negatif di dunia ini yang bisa mengalahkan keinginan putus asa seseorang. Aku yakin kalian akan berhasil.”kata Ha Ri menyakinkan. Yi Sang hanya bisa menatap Ha Ri disampingnya. 

Dokter melakuan USG, lalu memberitahu ada yang ada didalam rahim, lalu memberikan selamat kalau sang istri hamil. Istrinya langsung menangis haru, melihatnya. Yi Sang pun langsung mengambil gambar moment wanita yang akhirnya hamil. 

Mereka akhirnya merayakan dicafe sambil meniup lilin. Si waita mengaku   masih tidak percaya dan merasa akan khawatir sampai tahu ini aman.Suaminya meminta agar Hari ini mari berbahagia saja. Ha Ri mengaku turut bahagia untuk mereka dan memberikan hadiah.
“Kapan kau menyiapkan semua ini? Sayang, lihat. Kaki bayinya akan sekecil ini. Entah kenapa ini terasa aneh. Aku juga punya sesuatu untukmu. Ini hadiah dariku.”ucap sang istri memberikan sebuah amplop pada Ha Ri.
“Itu tidak mudah bagiku dan menurutku itu juga tidak akan mudah bagimu. Itu akan memberimu keberuntungan seperti aku.” Kata si wanita memberikan foto hasil USG saat tahu dirinya hamil
Ha Ri terlihat bahagai mengucapkan Terima kasih. Yi Sang hanya bisa menatap Ha Ri yang sangat ingin seorang bayi. 

Keduanya akhirnya berjalan pulang, Ha Ri masih saja menatap foto USG. Yi Sang bertanya Apa benda mungil itu bayinya. Ha Ri membenarkan akalua menurutnya ini Terlihat menawan dan yakin Bayi ini akan tumbuh menjadi menawan.
“Bayi itu memang menawan. Bayi itu dikandung dengan keinginan putus asa mereka. Jadi, bayi itu pasti menawan.” Ucap Yi Sang dan berjalan lebih dulu. Ha Ri hanya bisa menatapnya. 

Eu Ddeum mengaku tidak bisa memberitahu Hyo Joo siapa orangnya. Hyo Joo mengeri karena tahu kalau itu pasti dirinya. Eu Ddeum menceritkan membuat semacam pernyataan, tapi sepertinya  salah. Jadi, meminta saran orang lain, tapi merasa itu tidak membantu.
“Kau belum pernah berpacaran?” kata Hyo Jo. Eu Ddeum mengaku Tidak tapi Ada banyak gadis yang bilang menyukainya.
“Ini kali pertamaku melakukannya sendiri.” Kata Eu Ddeum. Hyo Joo pikir Sepertinya mantan pacarnya banyak.
“Ya.. Tapi tidak ada hubunganku yang bertahan lama. Semua mantan pacarku bilang, aku membuat mereka marah. Aku tidak tahu alasannya..” Ucap Eu Ddeum yang terlalu polos
“Kurasa aku tahu alasannya... Omong-omong, sepertinya kau sangat menyukai orang ini. Dia orang pertama yang buatmu ingin nyatakan perasaan.” Kata  Hyo Joo
“Sebenarnya, aku tidak tahu. Aku menyukainya, tapi entah apa aku mencintainya. Kurasa aku harus lebih mengenalnya.”kata Eu Ddeum
“Tidak bertanggung jawab. Bukankah itu tidak sopan?” kata Hyo Joo
“Tidak sopan mengatakan aku suka dia karena ingin memacarinya? Dua orang harus membangun perasaan mereka sebelum mulai saling mencintai.”kata Eu Ddeum
“Jika menurutmu begitu, kau harus mencoba menyatakan perasaanmu. Lakukan perintahku. Maka akan berhasil. Tulis saja perkataanku.”kata Hyo Joo. Eu Ddeum siap melakukanya.
“Buatlah jalan menggunakan lilin. Buat tanda hati dengan kelopak dan berdirilah di tanda itu. Jangan lakukan hal semacam ini.” Kata Hyo Joo
“Tapi bukankah ini hal yang disukai wanita?”kata Eu Ddeum heran setelah menulis pada bukunya.
“Apa Kau akan meniup 100 lilin itusaat sudah usai? Kalau begitu, aku akan pusing. Terutama, jangan menyatakan perasaanmu di depan banyak orang. Aku membencinya.” Kata Hyo Joo
“Tapi mereka bilang harus di depan banyak orang.” Kata Eu Ddeum. Hyo Joo mengeluh dengan tingkah Eu Ddeum.
“Lantas, apa yang harus kulakukan?”tanya Eu Ddeum. Hyo Joo meminta Eu Ddeum agar Lupakan semuanya.
“Cincin sudah cukup... Cincin Cartier... Satu cinta. Setiap cincin memiliki nomor seri. Cincinnya akan menjadi satu-satunya di dunia. Tidak perlu kata-kata... Karena cincin itu berkata kau satu-satunya.” Ucap Hyo Joo yang sudah siap dengan cincin dijarinya.
“Apa Namanya Cartier?”tanya Eu Ddeum memastikan. Hyo Joo membenarkan kalau Cincin bertanda hati.
Eu Ddeum mencari Keyword “Cartier” lalu menjerit karena harganya 2.500 dolar. Hyo Joo memberitahu kalau Cincin mengandung makna yang signifikan dan menurutnya Bukan karena itu merek desainer tapi Semua wanita ingin menjadi satu-satunya cinta bagi prianya.
“Cincin melambangkan janji itu... Janji.”tegas Hyo Joo. Eu Ddeum bingung karena Ini gaji bulanannya.
“Dengan cincin itu, dia pasti akan menjadi milikmu... Haruskah kupakai di jari ini? Aku akan mendapat cincin.” Kata Hyo Joo sudah membayangkan jarinya memakai cincin. 



Di rumah, Jae Young menaruh barang-barang diatas meja agar Do Ah memilih, lalu memberitahu hanya ingin hidupnya nyaman dan tak ada gunanya sukses. Ia pikri Hidup nyaman adalah yang terbaik. Tapi punya satu harapan kecil.
“Kuharap dia memakai stetoskop.” Kata Jae Young memakai pada anaknya.
“Kenapa kau mengatakan harapanmu?” keluh Ha Ri. Jae Young menegaksan kalau Do Ah itu putrinya.
“Do-ah, makanan yang paling penting.” Kata Ha Ri. Jae Young menolak menurutnya Kesehatan yang paling penting.
“Ini, Do-ah... Uang memang yang terbaik.”ucap Ibu Do Ah memberikan uang  50ribu won, Do Ah langsung mengambilnya.
“Di mana pesta ulang tahun pertamanya?” tanya Ha Ri. Jae Young menjawab Di studio foto saat pemotretan.
“Apa Kau memesan kue beras untuk ulang tahunnya?” ucap Ha Ri. Jae Young bingung apakah mereka  butuh kue beras
“Bagaimana kau mendandaninya?” tanya Ha Ri. Jae Young pikir yang digunakan anaknya itu sudah bagus. Nyonya Lee mengeluh kalau Jae Young  sama sekali tidak siap.

Ha Ri memilih-milih pakaian lalu bertanya pada Do Ah kalau itu pasti cantik. Jae Young pikir mereka bisa menyewa pakaian dari studio.Ha Ri pikir kalau jika tidak pas dengannya. Jae Young merasa bisa memakaikan pakaiannya yang ada.
“Baju hangat?” kata Ha Ri tak percaya. Jae Young pikir apa Tidak boleh. Ha Ri benar-benar tak percaya dengan Jae Young yang tak perhatian.
“Ini acara sekali seumur hidup dan foto akan bertahan selamanya. Kita harus memakaikan baju bagus.. Baju Ini. Terlihat bagus padanya.” Kata Hae Ri 
“Dia menggemaskan sekali. Tapi kau sangat jelek.”kata Jae Young. Ha Ri kesal ingin memukulnya.
“Entah bagaimana penampilanmu sangat jelek hari ini.” Ejek je Young. Ha Ri pikir Jae Young Mau berkelahi di sini.
“Hentikan. Itu membuatmu tampak lebih jelek... Cepat Bayarlah.” Kata Jae Young. Ha Ri mengeluh temanya sudah gila. 


Keduanya akhirnya keluar dari toko, Jae Young pikir akan membawa barangnya. Ha Ri menolak karena Ini tidak berat dan merasa  Sikap Jae Young aneh hari ini. Jae Young tetap ingin membantu dan Ha Ri mengeluh Jae Young itu sangat aneh hari ini.
“Dapatkan kupon 100 dolar untuk restoran daging sapi, beli lebih dari 50 dolar.” Ucap seorang pegawai didepan restoran, Keduanya berhenti walaupun berjalan berjauhan.
“Apa ini sistem lotre?” tanya Jae Young mendekat. Si pegawai menjawab Tidak kalau mereka cukup menunjukkan setruk untuk pembelian 50 dolar
“dan membuktikan kalian keluarga beranggotakan empat orang.” Kata Si pegawai
“Sayang, kau bawa setruknya?”ucap Jae Young langsung berakting seperti pasangan suami istri. Ha Ri pun langsung memberikannya.
“Kami tidak perlu menunjukkan surat keluarga, bukan?” ucap Ha Ri merangkul lengan Jae Young
“Tulis saja kontakmu di sini dan kunjungi restoran dengan kupon ini berempat.” Kata Pegawai.   Jae Young pun ingin mengisi nomornya.
“Mereka bukan suami istri... Apa Kalian menipu demi daging sapi Korea?” kata Yi Sang tiba-tiba datang. Ha Ri menahan malu langsung mengambil struknya. 


Akhirnya mereka makan steak dengan Yi Sang dan Jae Young sibuk memotong daging.  Sementara Ha Ri mengendong Do Ah, Jae Young lebih dulu menukar piringnya pada Ha Ri dan Yi Sang hanya bisa menatapnya karena terlambat.
“Do-ah, kemarilah pada ayah.. Do-ah, ayah tidak bisa memakai tangan ayah karena dirimu.” Ucap Jae Young membuka mulutnya ingin disuapi.
“Pikirkan caranya. Kau punya dua tangan.” Kata Ha Ri tak peduli.  Jae Young mengaku dalam situasi yang tidak bisa memakai tangannya dan sangat lapar.
“Anak Pintar.” Kata Yi Sang akhirnya menyuapi Jae Young. Jae Young mengeluh agar Yi Sang jangan berusaha keras.
“Kurasa bukan kau orangnya. Kecuali kau punya sesuatu yang bisa mengalahkan sang Raja.”kata Jae Young. Ha Ri tak mengerti maksudnya karena menurutnya dia mengusahakannya.
“Pak Han juga tahu. Eu-ddeum bilang bahwa dia raja. Dia tahu karena membaca kolommu. Ha-ri juga tidak tertarik pada pria. Dia punya tujuan.” Ucap Jae Young. Yi Sang mengaku sudah tahu.
“Namun, apa itu mengubah sesuatu?” tanya Yi Sang. Ha Ri dan Jae Young hanya bisa terdiam.


Yi Sang melihat selebaran ditempat didepan toko “Kelas kerajinan kulit untuk semua! Bergabunglah jika penasaran” lalu  berpikir kalau Kerajinan kulit belum pernah melakukannya. Saat itu Nyonya Lee ikut  berkomentar belum pernah melakukan ini.
Yi Sang sempat menatapnya, akhirnya  Nyonya Lee pun langsung maju untuk melihat lebih jelas.Yi Sang pun melangkah pergi. 

So Yoon menemui Ha Ri meminta agar memberikan nomor telepon ibunya Layla. Ha Ri pun mencari pada bukunya,  lalu teringat dengan buku yang ditemukan So Yoon lalu memastikan kalau buku hariannya ada di Jambi, So Yoon membenarkan kalau ada di sudut meja.

Ha Ri keluar ruangan dan pergi menemui Yi Sang,  dan tahu kalau  sudah membaca buku hariannya. Yi Sang membenarkan. Ha Ri pikir Seharusnya  Yi Sang marah kepadanya. Yi sang merasa dapat nilai sempurna untuk sifatnya jadi tidak bisa marah.
“Kau harus marah agar aku bisa minta maaf. Maaf karena aku menilaimu seperti itu. Seharusnya aku tidak melakukan itu. Tapi aku sungguh tidak percaya pada pria. Bukan berarti aku menganggapmu alat untuk mendapatkan keinginanku.” Jelas Ha Ri
“Aku hanya merasa kalian bertiga akan memahamiku dan membantuku. Kata Ha Ri
“Sekalipun kau meminta maaf dan kita berbaikan,  aku tidak bisa membantumu. Itu sebabnya aku tidak marah padamu.” Ucap Yi Sang
“Aku tahu. Hal yang ingin kukatakan adalah aku tidak bisa menjawabmu karena tidak tahu maksudmu soal memandangmu secara romantis. Aku takut akan mengacau lagi. Aku tidak punya niat lain. Kini aku hanya bisa memandangmu secara romantis.” Kata H aRi
“Nona Jang...”kata Yi sang menatapnya. Ha Ri pikir Jangan sekarang.
“Jawab aku saat kau hanya bisa memikirkan perasaanm Atau kau akan melewatkanku.” Ucap Ha Ri lalu bergegas pergi. 


Ha Ri keluar studio menahan tangisnya, sementara diruangan Tuan Nam mengeluh pada Yi Sang kalau Tunjukkan perasaanny sekali saja da ia tahu kalau Yi Sang bukannya tidak menyukainya jadi harus membuka hatinya sesekali.
“Kau tidak bisa menyembunyikan perasaanmu.” Tegas Tuan Nam
“Aku memang payah dan pengecut, tapi sayangnya, Nona Jang dan aku tidak punya masa depan bersama.” Kata Yi Sang. Saat itu Ha Ri menenangkan diri melewati sungai han.
“Aku benci anak-anak, tapi dia berusaha keras punya anak. Ini bukan soal bersikap baik dan perhatian, hanya saja kami menginginkan hal yang berbeda dalam hidup.” Kata Yi Sang
“Kau pikir hidupmu taksi? Tidak pernah sesuai keinginanmu. Aku tahu kau mulai menjaga hatimu sejak putus dengan In-a, tapi yang berlalu biarlah berlalu. Bebaskan saja hatimu. Biarkan angin membawamu sejenak.” Kata Tuan Nam 


“Aku ingin hidup apa adanya, seperti pasangan kekasih lainnya. Aku ingin menggenggam tanganmu yang kau ulurkan kepadaku. Aku ingin, meski tidak sengaja, mendekat kepadamu.”
Yi Sang mengingat saat memegang tangan Ha Ri yang ketakutan saat take off. Ia pun hanya berani menatap Ha Ri tanpa bisa menciumnya, lalu menepuk bahu Ha Ri yang menangis
“Aku ingin menggenggam tanganmu. Aku menutup hatiku bagi semua orang karena pernah terluka.”
Yi Sang mengingat saat Ha Ri memberikan cap pada jarinya, Ha RI mengatakan Orang yang membutuhkan pujian adalah orang dewasa. Yi Sang pun tersenyum menerimanya.
“Kau orang yang menangis seperti anak kecil dan menyelinap ke dalam hatiku. Aku sedih melihatmu menangis. Saat pertama aku bertemu denganmu, sumpahku untuk tidak pernah mencintai lagi benar-benar terpatahkan. “
Yi Sang mengingat saat Ha Ri menciumnya dan tatapan seperti langsug jatuh cinta dengan Ha Ri. 


Ha Ri berjalan disungai Han dan melihat kembang api lalu mengambil gambar dengan ponselnya. Yi Sang keluar rumah membawa kamera untuk mengambil foto kembang api dan mengemudikan mobilnya.
“Sama sepertimu, aku ingin menjadi bahagia. Sama sepertimu, aku ingin jujur. Aku tahu karena pernah terluka dan bukan hanya aku yang terluka. Dia juga terluka. Sekalipun kau masuk ke hatiku dan mengambil alih sepenuhnya, anggaplah kau tidak melihatnya.”
“Jangan membiarkan jantungmu berdebar lagi.” Gumam Yi Sang terdiam saat melihat Ha Ri ada didepanya.
“Kenapa kita terus berpapasan?” ucap Ha Ri. Yi Sang pun bertanya Kenapa Ha Ri terus-menerus muncul
“Ini benar-benar kebetulan.”kata Ha Ri berjalan pergi. Yi Sang pun menghadangnya.
“Kenapa kau sangat cantik?” ucap Yi Sang. Ha Ri mengerti kalau memang cantik dan bertanya apa kelanjutanya.
Yi Sang kali ini mendekat dan mencium Ha Ri. Saat itu Ha Ri kaget lalu memejamkan matanya, lalu memegang bahu Yi Sang.
Bersambung ke episode 9


Cek My Wattpad...  ExGirlFriend

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar