PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Selasa, 27 November 2018

Sinopsis Clean With Passion For Now Episode 1 Part 1

PS : All images credit and content copyright : JBTC

Seorang anak pria menatap ke arah lain seperti seorang chabeol dengan jasnya, lalu akan menaiki mobil. Tapi kembali berbalik menemui seorang anak mengajak untuk bermain.
Si anak perempuan membalikan wajahnya, dengan tangan yang sedang mengupil. Si anak laki-laki panik dan ketakutan bahkan si anak sempat melemparkan kotoranya. Si Anak menjerit seperti sangat takut dengan kotoran.
Jang Sun Gyul terbangun dari tidurnya seperti sedang bermimpi buruk, lalu turun dari tempat tidurnya menyalakan timer lalu mencuci tanganya. Di dalam kamar mandinya berjejer wastalfel dengan beberapa jenis sabun dan Sun Gyul mencuci tanganya beberapa kali.
Setelah itu ia memastikan perlatan makanya bersih setelah mandi, lalu masuk ke dress room memilih pakaiannya. Sun Gyul pun memakai jas lalu bertanya pendapatnya pada Geum Ja, merasa dirinya cukup keren. Geum Ja Vacum Cleaner robot seperti sahabatnya.
Di kulkas terlihat note  [Catatan Pembersihan Kurang Baik- Handuk di kamar mandi, sidik jari pada pisau mentega, ruang ganti harus dibersihkan]
Semua berbanding terbalik dengan kehidupan Gil Oh Sol,  seorang wanita dengan pakaian training menguap di halte bus. Pria disampingnya pun ikut menguap, lalu bergegas menaiki bus yang datang. Suasana Bus sangat penuh, Oh Sol mencoba masuk bus sebelum pintu di tutup. 
“Dunia yang kita tinggali diisi dengan banyak orang, selalu saling bertabrakan. Kami tak tahu siapa yang meraih pegangan kereta bawah tanah atau bus yang kami tumpangi hari ini. Kami menghirup udara yang dihembuskan orang lain dan berdiri di tempat itu.”
“Bagi orang modern, ini hanya kehidupan sehari-hari biasa, tapi apa kau yakin tak ada masalah dengan ini?”
Oh Sol bergegangan pada tiang bus, saat itu seorang pria dibelakangnya sedang bersin dan menutupi dengan tanganya setelah itu berpegangan kembali pada tiang, dimata Sun Gyul itu seperti ada bakteri yang ada dalam bus. 

Sun Gyul mengemudikan mobilnya membaca papan peringatan disepanjang jalan. Ia membaca peringatan [Lebih banyak pasien yang didiagnosis dengan MERS, diharap memakai masker ketika hendak keluar] lalu mengeluh  kalau Sistem karantina negara ini harus diubah karena menurutnya Dunia ini sangat bahaya.
[Peringatan debu halus dikeluarkan, diharap memakai masker ketika hendak keluar] Ia melihat orang berjalan kaki tanpa masker menurutnya  Orang sangat tak sensitif terhadap keselamatan, karena bahkan tak memakai masker.
["Bakteri Super Sudah Menyebar Ke Seluruh Dunia"]


Sun Gyul pun menghentian mobilnya di lampu merah, tak sengaja melihat Oh Sol sedang tidur dalam bus dengan mulut terbuka. Ia langsung panik menurutnya harinya dimulai dengan hal menjijikan. Oh Sol sempat terbangun tapi kembali tertidur, Sun Gyul sangat bersih merasa Oh Sol jorok dan bergegas pergi dengan berbelok ke arah yang berbeda dengan bus. 



 [Episode 1: Cerita Pria dan Wanita itu]
“Dunia besar yang kita tinggali ini penuh dengan berbagai macam orang serta bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit. Kita harus melindungi diri dari semua jenis bakteri dan virus yang dapat mengancam kelangsungan hidup kita.. Seperti aku.” Ucap Sun Gyul seperti sedang memberikan presentasi.
Sementara di sebuah ruangan yang terlihat sangat berantakan, banyak note yang ditempel  [Pilih aku, jemput aku, Orang yang mengganggu orang lain akan diusir! "Beruntung mengalami banyak kesulitan." Kau bisa melakukannya, Gil O Sol. Semangat!]
Seorang pengunjung datang mengatakan ingin membayar bulan ini. Oh Sol pun melayani seperti menjadi penjaga penginapan, lalu kembali belajar dengan buku-bukunya. 

Beberapa saat kemudian, O Sol sudah ada di ruang makan untuk menyeduh mie instant. Di sampingnya ada seorang pria dan wanita saling mengoda saat makan. O Sol merasa kalau Tingkat pengangguran kaum muda melonjak.
“Haruskah mereka melakukan ini di sini?” keluh O Sol dan si pria ingin mencium wanita tapi si wanita mendorongnya karena malu banyak orang yang melihatnya.
O Sol kesal tanpa sadar menjatuhkan semua bumbunya, tanpa takut kotor mengambil semua dari meja lalu memasukan kedalam mangkuk mienya.
“Kau itu satu-satunya orang yang dapat melindungi diri sendiri di dunia yang berbahaya ini, Dan aku sedikit sadar lebih awal dari yang biasanya dilakukan orang lain. Uang dan waktu. Jika kau menginvestasikan segalanya dan berhasil mendapatkan pekerjaan atau lulus ujian yang sudah kau usahakan, apa kau akan benar-benar puas?” ucap Sun Gyul
“Di tahun 2017, 27,7 persen pemegang gelar sarjana meninggalkan pekerjaan mereka dalam setahun. Ada banyak alasan untuk ini.”

O Sol sedang belajar mendengar dua wanita membahas Sun Gyeol karena terlihat seperti Idol. Mereka menonton dari layar ponsel bertanya-tanya apakah Sun Gyeol sudah punya pacar. Salah satunya pikir kalau Sun Gyeol pasti sudah punya pacar.
“Bahkan sekarang, aku yakin banyak dari kalian yang sedang mempelajari buku-buku seperti "Lulus Ujian Layanan Sipil" dan "Cara Mendapatkan Pekerjaan". Izinkan aku bertanya kepadamu, pemuda dari negara ini.”ucap Sun Gyeol. Oh Sol mulai tertarik
“Apa itu...benar-benar yang harus kau lakukan? Cari tahu apa yang kau inginkan dan apa yang bisa kau kuasai. Itu seharusnya menjadi titik awal.” Tegas Sun Gyeol
Oh Sol mengeluh kalau Sun Gyeol itu penipu. Sun Gyeol memperingatkan  Jangan biarkan penilaian orang lain dan standar membatasi masa depan mereka yang berharga. Oh Sol tak peduli memilih untuk makan mie yang sudah matang.
“Sama seperti caraku mulai mengerjakan apa yang paling ingin kulakukan. dan tahu aku akan unggul dalam bisnis pembersihan.” Kata Sun Gyeol dan saat Oh Sol baru makan terdengar jeritan histeris 
Beberapa pria berjalan sedang didepan gedung dengan pakaian pink, membawa peralatan untuk bersih-bersih. Semua yan melihat hanya bisa melonggo, bahkan Ahjumma yang sedang berjualan di Truk sangat terpesona.
“Astaga, mereka datang.” Ucap seorang wanita Min Joo Yeon menatap pria dengan tangan seperti ingin meraihnya. O Sol melihat Joo Yeon menyapanya.
“Kau Minggir sana... Aku mengagumi karya seni tuhan.” Kata Joo Yeon. O Sol binggung seperti tak tahu apa yang terjadi dan yang diributkan
“Bagaimana ini? Mereka Cleaning Fairies.” Kata Joo Yeon seperti sangat terkesima dengan pria-pria tampan. O Sol tak tahu siapa yang dimaksud.
“Ya kau tahu lah. Mereka semua di media sosial hari ini. Itu nama layanan pembersihan yang mempekerjakan orang-orang super hot. Apa Kau tak tahu? Mereka bahkan beriklan di saluran belanja rumah.” Jelas Joo Yeon. Oh Seol pikir tak mungkin tahu hal-hal itu. 




“Astaga, aku ingin sekali menyentuh otot itu. Pastinya sangat kekar, kan?” kata Joo Yeon mengebu-gebu, tapi mata Oh Sol malah ke arah lain dan wajahnya langsung tersipu malu melihat sosok yang ada diseberang jalan.
“Apa ini? Kenapa kau aneh gini? Jangan bilang kau masih naksir Do Jin.” Komentar Joo Yeon melihat ke arah mata Oh Sol
“Bagiku, Do Jin Sunbae seperti sebuah oasis di padang pasir. Satu-satunya hal yang memberiku hiburan dalam realitas yang suram dan menyedihkan ini.” Ungkap Oh Sol tak bisa menahan diri melihat sosok Do Jin. Joo Yeon meminta agar Oh Sol menghentikanya.
“Begitu aku mendapatkan pekerjaan, aku akan mengakui perasaanku kepadanya... Aku akan bilang aku menyukainya.” Ucap Oh Sol

“Terserahmu saja, tapi bisakah ganti baju dulu? Sepertinya kau berdiri dengan lutut ditekuk karena kantong lututmu terlalu banyak isinya. Kau harus Jawab dengan jujur. Kapan terakhir kali kau mencucinya?” keluh Joo Yeon.
Oh Sol mengeluh kalau tak ada yang peduli. Joo Yeon mengejek kalaucelana bisa berdiri sendiri bahkan tanpa Oh Sol memakainya. Oh Sol memina Joo Yeon untuk Berhenti mengomelinya. Joo Yeon mendengar kala Do Jin mendapat pekerjaan di jaringan belanja rumah. Oh Sol kaget. 


Sun Gyeol mengucapkanTerima kasih sudah mendengarkan presentasinya lalu turun dari panggung. Sek Gwon mengikutinya dengan memberikan sapu tanga, karena membuka pintu dengan saputangan.
Keduanya menuruni tangan, Sek Gwon memberitahu kalau  Banyak komentar positif yang diposting secara real-time dan juga mendapat permintaan wawancara dari majalah selama kuliah.
“Kupikir, aku tak butuh penampilan TV lagi.” Kata Sun Gyeol
“Aku sudah memberi tahu mereka bahwa kau tak akan melakukan wawancara TV lagi. Aku mendisinfeksi meja di ruang tunggu lagi. Lalu Aku meninggalkan pakaianmu di atas meja. Kau perlu kembali ke kantor segera 'kan?” ucap Sek Gwon
“Ya. Ada beberapa hal yang harus kuurus.” Kata Sun Gyeol
“Ngomong-ngomong, apa kau senang dengan pengurus rumah tangga barumu?” tanya Sek Gwon. Sun Gyeol pikir lumayan juga.
“Aku tak bisa bilang aku benar-benar puas, tapi catatan tempel lumayan juga.” Kata Sun Gyeol
“Aku susah payah menemukan pengurus rumah itu. Aku berharap orang itu tinggal untuk waktu yang lama.” Kata Sek Gwon. Sun Gyeol mengaku berharap demikian juga.
“Aku juga berharap semuanya berjalan baik dengan wanita yang kau temui hari ini.” Kata Sek Gwon. 



Sun Gyeol membersihkan meja dengan spray pembersih yang dibawanya, pelayan melihat Sun Gyeol membersihkan sendiri bertanya apakah ingin membersihkan meja lagi. Sun Gyeol menolak karena ingin membersihakn sendiri.
Pelayan yang ada direstoran terlihat bingung, bahkan Sun Gyeol melapisi kursi dengan sapu tanganya. Lalu seorang wanita masuk ke dalam restoran, semua orang berbisik kalau wanita itu pembaca berita, Kim Hye Won yang terlihat cantik.
Hye Won menyapa Sun Gyeol menyapa karena terlihat berubah. Ia mengaku Senang melihat Sun Geyo di luar studio karena tadi disiarkan langsung, tapi terlihat tak gugup sama sekali. Menurutnya Sun Gyeol sebagai seorang pembaca profesional.


“Itu semua karena kau membimbingku dengan baik. Orang-orang menyebutmu sebagai host veteran.” Kata Sun Gyeol
“Apa kau memujiku sekarang? Wah.. Aku tersanjung.”ucap Hye Won.
“Kelihatannya dia merawat dirinya sendiri dengan baik.” Komentar Sun Gyeol melihat detail dari jari sampai atas rambutnya
“Itu.. Kenapa kita tak pergi ke tempat lain...” kata Hye Won menyelipkan rambut di telinga.
Mata Sun Gyeol sensitif melihat ada kotoran ditelinga Hye Won tiba-tiba langsung tersedak. Hye Won kaget dan kebingungan, ingin mendekat. Sun Gyeol mengaku baik-baik saja dan  bisa mengatasinya lalu mencoba tenang.
“Aku lupa, aku punya janji penting. Bagaimana ini?” kata Sun Gyeol melihat jamnya.
“Sebelumnya, Katanya tak punya rencana lain.” Ucap Hye Won binggug. Sun Gyeol meminta maaf dan berjanji akan menghubungi nanti.
“Oh baiklah. Kau tak punya nomorku, kan?” kata Hye Woon ingin mengambil kartu namanya, tapi Sun Gyeol sudah buru-buru pergi meninggalkan restoran.
“Apa yang baru saja terjadi? Dia pergi? Apa Dia pergi... Tanpa aku? Kenapa?” kata Hye Won binggung seperti dicampakan. 


Sun Gyeol minum Smoothie Meal dari kulkasnya, lalu mengeluh kalau Hye Won mungkin belum membersihkan telinganya dalam waktu yang lama, lalu berbicara pada Geum Ja kalau akan melompat padanya jika melihat Hye Won. Saat itu terdengar teriakan seorang wanita masuk rumahnya.
“Apa ini? Bagaimana kau masuk?” tanya Sun Gyeol binggung seperti ibunya.
“Dia mencuri kunci ekstramu beberapa hari yang lalu. Tangannya sangat cepat.” Ucap Sek Kim
“Jadi apa masalahnya kali ini? Kutikula? Kulit mati? Rambut? Apa itu?” keluh Nyonya Jang
“Sudah kubilang tak ingin mengencani siapa pun.” Tegas Sun Gyeol
“Itu tak benar... Bukannya kau tak mau. Kau tak bisa. Apa kau tahu betapa sulitnya mengatur kencan itu? Lalu Kau bilang kau tertarik.Kau bilang dia akan menjaga dirinya dengan baik karena dia seorang pembaca berita..” Kata Nyonya Jang marah ingin tahu apa itu.
“Kotoran telinga... Kotoran kuningnya yang besar membuat mataku kaget. Bagaimana bisa berkencan dengannya?” ucap Sun Gyeol. Sementara Geum Ja vacum cleaner robot sudah keluar dari rumah.
Sek Kim tak percaya kalau Hye Won punya kotoran telinga, menurutnya Hye Won tampak sangat rapi di TV dan bisa mengerti dengan sikap Sun Gyeol. Nyonya Jang mengeluh kalau Sun Gyeol itu tak punya kotoran telinga
“Semua manusia punya itu. Bahkan ada penelitian yang bilang sebenarnya lebih baik bagi kesehatan untuk tak membuang kotoran. Bahkan Ada artikel juga. Jadi apa masalahnya?” keluh Nyonya Jang
“Aku lelah. Silahkan pergi.” Ucap Sun Gyeol tak ingin membahasnya lagi.
“Telepon Hye Won besok. Minta maaf padanya dan atur kencan lain.” Perintah Nyonya Jang
“Aku sibuk. Aku harus bekerja besok pagi.” Kata Sun Gyeol mengelak
“Kenapa kau bekerja sangat keras untuk perusahaan pembersih? Toko swalayan lebih baik dari itu. Hal ini memalukan.” Keluh Nyonya Jang
“Namun penjualannya sudah mencapai 10 juta dolar.” Kata Sek Kim membela. Nyonya Jang mengeluh karena seharusnya tak perlu mengatakan hal itu.
“Kemudian lagi, dibandingkan dengan AG Group, itu seperti Toserba.” Kata Sek Kim tetap membela.
“Hei.. Kenapa kau tak menutup pintunya? Berapa kali aku harus memberitahumu debu akan mudah keluar masuk?” ucap Sun Gyeol melihat pintu rumahnya lalu memanggil Geum Ja.
“Kau bisa dengan mudah mewarisi perusahaan. Apa yang ada didalam kepalamu?” kata Nyonya Jang terus bicara.
“Apa Kau lihat kemana Geum Ja?” tanya Sun Gyeol panik,  Nyonya Jang binggung siapa Geum Ja.
“Apa kau menyembunyikan wanita di suatu tempat?” ucap Nyonya Jang penuh semangat. Sun Gyeol tak peduli memilih untuk keluar dari rumah. 


O Sol berjalan pulang sambil mengirimkan pesan untuk Doo Jin “Sunbae, selamat atas pekerjaan barumu.” Tapi berpikir kalau kalimat itu terlalu membosankan Akhirnya mengubah “Sunbae, selamat!” lalu berpikir kalau kalimatnya sangat lemah.
“Sunbae, aku akan merindukanmu. Kau luar biasa seperti biasa.” O Sol pun berpikir kalau kalimat itu terlalu mudah. Lalu kakinya tak sengaja melihat vacum cleaner Geum Ja, bertanya-tanya Siapa yang meninggalkannya di tempat sampah dan berpikir kalau rusak.
“Ini terlihat sangat baru... Astaga, orang-orang belakangan ini... Mereka tak menghargai barang. Mereka sangat tak tahu cara bersyukur.” Komentar Oh Sol lalu memasukan kedalam tas tanpa sadar CCTV merekamnya.
Sun Gyeol panik terus mencari Geum Ja, Sementara Oh Sol memikirkan kembali pesan yang dikirimkan untuk Do Jin. Sun Gyeol di seberang jalan memanggil Oh Sol lalu berlari kearhanya. Oh Sol terlihat binggung membalikan badannya.
“Kau lihat benda sebesar ini...” ucap Sun Gyeol lalu panik melihat gaya Oh Sol yang terlihat lusuh dan membuatnya ketakutan.
“Tak jadi... Maafkan aku.” Kata Sun Gyeol dan bergegas pergi. Oh Sol binggung lalu berjalan pergi.
“Kenapa dia tak bisa menunggu lebih lama? Aku bisa mendapatkan pekerjaan segera juga.” Kata Oh Sol terus memikirkan pesan Do Jin. 


Seorang remaja pria dan wanita akan berciuman, tiba-tiba Oh Sol ada ditengah-tengah bertanya apa yang dilakukanya. Keduanya pun kaget, Oh Sol mengejek si pria yang berusaha terlalu keras. Si wanita bertanya  Siapa gadis berantakan itu. Si anak pria menyebut Oh Sol sebagai “Hyung-nya”
O Sol pulang memanggil ayahnya lalu mengeluh kalau sangat lelahnya, lalu memanggil ayahnya tak keluar dari kamar mandi. Tapi tiba-tiba seorang pria muda keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk, Choi Gun berteriak panik begitu juga Oh Sol
“Siapa kau? Apa yang kau lakukan di sana?” teriak Oh Sol. Choi Gun pikir bisa menjelaskan.
“Menjelaskan apa? Apa yang kau lakukan di rumahku cabul?” ucap Oh Sol, Choi Gum meminta agar Oh Sol tenang dan mendengarkan penjelasanya.
“Kau orang cabul! Apa yang kau lakukan di rumahku telanjang gini?”jerit Oh Sol marah 

Tuan Gil Gong Tae menaiki tangga rumah sambil mengeluh karean banyak tangga. Saat itu Choi Gun dan Oh Sol keluar rumah, sambil kejar-kejaran. Choi Gun berlindung dibalik Tuan Gil meminta pelindungan. Oh Sol bertanya siapa pria yang ada dirumahnya.
“Aku tahu apa yang kau pikirkan. Tunggu Sebentar!” ucap Tuan Gil lalu tiba-tiba merasakan punggungnya sakit. Keduanya langsung memegang bagian punggung Tuan Gil.
Tuan Gil tengkurap di atas sofa, Oh Sol memasang koyo perada sakit. Tuan Gil mengeluh kalau meminta untuk mendapatkan yang panas koyonya  terlalu dingin. Oh Sol memberitahu kalau itu yang paling murah, lalu mengeluh pada ayahnya yang tak memberitahunya lebih dulu.

“Jika kau pindah ke ruang atap, kenapa kau mandi di rumah kami? Kau bahkan menanggalkan semua pakaianmu.” Keluh Oh Sol melihat Choi Gun sebagai tetangga barunya.
“Apa mandi harus sambil berpakaian?” ejek Choi Gun dan ingin memberikan pijatan, tapi Tuan Gil malah menjerit kesakitan. Oh Sol memastikan keadaan ayahnya lebih dulu.
“Tinggalkan aku sendiri... O Sol, sepertinya punggungku rusak..” Keluh Tuan Gil
“Berhenti membuat keributan Jika punggungmu rusak, Ayah akan mati sekarang. Kau bahkan takkan bisa berbaring seperti itu.” Kata Oh Sol marah
“Astaga, kenapa kau begitu sembrono? Bukankah aku memberitahumu untuk lebih berhati-hati?” keluh Tuan Gil
“Kenapa kau mencoba duduk? Berbaringlah.” Ucap Oh Sol sambil  mengeluarkan vacum cleaner dari tasnya.
“Apa itu? Apa Kau mencurinya?” tuduh Tuan Gil. Oh Sol makin kesal karena  baru saja mengambilnya saat pulang dan Seseorang pasti membuangnya.
“Ini Masih terlihat bagus... Pasti sangat mahal. Haruskah kita perbaiki lalu menjualnya?” kata Oh Sol 


Vacum cleaner dipasang Charger dan ternyata kembali menyala,  ketiga seperti baru pertama kali melihatnya seperti bahagia mengaku kalau berfungsi. Tuan Gil pikir  Dilihat dari negaranya, sepertinya  milik seseorang.
“Bukankah kita harus mengembalikannya?”kata Tuan Gil.  Oh Sol mengeluh
“Aku menemukannya di tumpukan sampah.Tampaknya berfungsi dengan baik.” Kata Oh Sol 


Sun Gyeol melihat CCTV dengan mengunakan sarung tanganya lalu meminta agar berhenti ketika melihat sosok yang mengambil vacum cleanernya.  Ia memintaa agar memperbesarnya, si petugas terlihat kesal tak suak disuruh-suruh. Sek Gwon pun tak bisa berkata-kata
“Apa ada cara untuk membuat gambar lebih jelas?” kata Sun Gyeol. Si pegawai kesal
“Kami bukan penyidik TKP jadi Ambil saja ini.” Kata Si petugas akhirnya memberikan print out wajah Oh Sol yang tak jelas. 

Lee Dong Hyun dan Hwang Jae Min sibuk menempelkan selembaran   [Mencari Robot Pembersih, hadiah 1.000 dolar] Jae Min heran dengan Sun Gyeol  punya banyak uang tapi sangat ingin menemukannya menurutnya bahkan tak terlihat baru. Dong Hyun hanya diam terus menempel selembaran.
“Kau tak seharusnya punya sikap seperti itu di tempat kerja. Pekerjaan ini mungkin terlihat sepele bagimu, tapi untuk seseorang yang pernah bekerja di Chungmuro sepertiku, image adalah segalanya.”komentar Jae Min.
Saat itu dua orang pelajar kagum dengan Dong Hyun, Jae Min malah pasang badan didepan Dong Hyun memberikan senyumanya menyapa dua murid. Si dua pelajar wanita mengeluh melihat Jae Min lau pergi. Dong Hyun pun memilih untuk pergi. Jae Min mengejarnya.

Saat itu Gil O Dol melihat selembaran melotot karena Hadiah 1.000 dolar, apabila menemukan Geum Ja. O Sol sedang ada di cafe melihat laptopnya seperti ingin tahu hasilnya dengan menutup layar, tapi ternyata gagal mendapatkan posisi yang dilamarnya.
“Kau akan mendapat masalah dengan manajer lagi.” Kata Joo Yeon
“Aku seharusnya pergi 15 menit yang lalu. Apa dia bisa melihat? Dunia yang tak adil ini tak mengakui nilaiku, Sudah berapa kali ini terjadi?” keluh O Sol membaringkan tubuhnya di kuris.
“Berhenti membuat keributan. Ini bahkan bukan kali pertamamu gagal mendapatkan pekerjaan.” Kata Joo Yeon santai.
“Itulah masalahnya. Ini bukan yang pertama kalinya.Aku benar-benar ingin tahu bagaimana rasanya lulus skrining pertama. Apa yang kurang dariku? Kenapa?” ucap O Sol kesal sendiri
“Hentikan itu. Untuk lolos skrining, kau harus seksi, mengerti? Baik itu surat lamaran atau resumemu, semuanya harus seksi. Tapi Kau terlihat membosankan.” Komentar Joo Yeon.
“Hey sadarlah... Kau itu satu-satunya temanku. Apa kau harus bilang itu?” keluh O Sol. Joo Yeon hanya bisa meminta maaf.
“Aku harus membayar uang sekolah segera juga. Joo Yeon, kau tak butuh penyedot debu?Ini Robot Vakum model terbaru. Aku punya dan masih berfungsi bagus.” Kata Oh Sol mengebu-gebu.
Joo Yeon pikir Oh Sol mencuri, Oh Sol kesal karena temanya itu merendahkanya lagi lalu menawarkan 100 dolar saja. Sementara Joo Yeon menawar 90 dolar. Oh Sol mengeluh dan tiba-tiba menerima telp dari ayahnya yang Rumah Sakit. 



Tuan Gil sibuk makan di atas ranjangnya memberitahu kalau sudah memberi tahu Pak Park jadi Oh Sol tinggal pergi saja dan akan memberitahumu apa yang harus dilakukan. Oh Sol mengeluh, Tuan Gil pikir Oh Sol itu putrinya.
“Apa kau malu dengan apa yang aku lakukan, Begitukah?” kata Tuan Gil. Oh Sol mengaku bukan dan meminta agar ayahnya bisa mendengarkan penjelasanya.
“Kau tahu dengan baik aku ini sedang mencari pekerjaan sekarang. Aku baru saja pulang kerja. Jika aku pulang sekarang, maka Aku harus belajar bahasa Inggris, Mengajukan lamaran, dan menulis resumeku. Jadi Aku punya banyak hal yang harus dilakukan.” Jelas Oh Sol
“Terserah. Ini salahmu, jadi kau harus bertanggung jawab.” Kata Tuan Gil tak peduli. Oh Sol mengeluh karena dianggap jadi kesalahanya.
“Jika kau tak membuat keributan kemarin, maka aku tak akan berada di sini. Kau tak bisa dipercaya.” Kata Tuan Gil
“Itu karena orang di rumah atap itu. Tak peduli betapa putus asanya kau untuk uang, bisakah kau tak menyewakan untuk orang aneh? Apa kau benar-benar ingin menerima orang aneh seperti itu padahal kau punya anak perempuan?” ucap Oh Sol sambil mengeluh dan mengeluh mengingat saat Choi Gun mandi dirumahnya. 

Oh Sol kembali ke rumah melihat Choi Gun dengan seorang wanita ditangga. Si wanita meminta agar Choi Gun sebaiknya tak menghilang mulai sekarang karena tak bisa hidup tanpanya. Choi Gun pun memeluknya meminta agar Jangan menangis jangan lupa minum obatnya.
“Aku akan menemuimu minggu depan.” Ucap Choi Gun, O Sol melihatnya hanya bisa melonggo dan terlihat kesal.
“Hei... Kau sudah datang. Bagaimana kabar ayahmu? Apa Dia baik baik saja?” tanya Choi Gun ramah. Saat itu si wanita pacar dari Choi Gun terlihat menatap sinis Oh Sul lalu berjalan pergi.
“Dia harus menunggu satu hari penuh dan memeriksa keadaan punggungnya. “ ucap Oh Sol. Choi Gun pikir Tuan Gil  selalu bekerja terlalu keras.
“Pasti Ada alasan kau menganggur pada usia itu.” Komentar Oh Sol, Choi Gu mengaku tak menganggur.
“Oh, Apa kau menganggur karena itu? Kau dapat berkencan dengan semua yang kau inginkan, tapi jangan menimbulkan keributan di rumah ini, mengerti?” tegas Oh Sol 


Saat itu Oh Dol sudah ada dirumah mencoba menghitung kembali uang yang akan diterima yaitu 1 Jt won. Oh Sol terlihat bahagia di terpa angin malam, ternyata sedang berada diatas truk sampah bersama dengan pria lainya.
Sementara Sun Gyel mencoba mencari vacum cleaner yang sama tapi tak ada. robot vakum di antara barang-barang baru yang ditemukan. Ponsel Sun Gyeol berdering
“Kau mencari Geum Ja 'kan? Datanglah ke ruang karaoke di belakang Kantor Distrik Dongmyeong sekarang Dan jangan lupa hadiahnya!” ucap Oh Dol menelp dengan suara berat. Sun Gyeol tak sempat bertanya karena telp langsung ditutup. 

Oh Sol membereskan sampah yang berserakan dan siap mengangkutnya, tiba-tiba seorang pria mencoba melempar sampah seperti bermain bola basket, tapi malah mengenai kepala Oh Sol dan langsung meminta maaf. Oh Sol tak bisa menahan amarahnya.
“Tunggu sebentar... Apa Kau pikir ini pusat kebugaran? Apa ini terlihat seperti ring basket? Jika kau ingin meminta maaf, lakukan dengan benar. Apa Kau menganggapku tempat sampah? Apa Kau mau mati?” ucap Oh Sol lalu panik melihat Do Jin sudah ada di depanya.
Oh Sol langsung membalikan badanya,  Do Jin mendekat bertanya apa yang dilakukan. Si pria mengaku tak sengaja melempar dengan kaleng.  Do Jin pun memastikan petugas sampah baik-baik saja, Oh Sol makin panik dengan tanganya menyuruh mereka agar pergi saja.
“Maafkan aku... Dia agak mabuk.” Kata Do Jin. Oh Sol terus berusaha agar Do Jin seger pergi dengan temanya.
Do Jin seperti bisa melihat sosok Oh Sol, Oh Sol ingin memastikan kalau Do Jin sudah pergi dengan sedikit melirik tapi Do Jin malah bisa mendudga kalau itu O Sol. O Sol panik langsung memakai topeng kuda yang ada didepanya lalu berlari dengan gerobaknya.
Do Jin melihat barang Oh Sol yang tertinggal berusaha mengejarny, tapi Oh Sol yang panik terus berlari agar menghindari Do Jin karena malu. Beberapa orang melihat keanehan pun langsun mengambil gambar dengan ponselnya.
O Dol berjalan dengan teman-temanya memegang vacum cleaner ditanganya. Temanya ingin tahu apa yang akan dilakukan dengan uang hadiahnya meminta agar Jangan menyimpannya sendiri. O Dol mengaku mereka tak perlu khawatir dan ikut saja denganya.
“Aku akan membeli sesuatu yang enak sesudah menerima uang ini.” Ucap O Dol dan tiba-tiba mereka seperti diserbu pengemar, karena ada kuda yang berlari dengan cepat menarik gerobak sampah. 



Kejar-kejaran terus terjadi, Oh Sol berusaha untuk terus menghindari Do Jin sampai ada band yang mengunakan topeng kuda dibuat bingung bernama Dolphin Night Club. Akhirnya Oh Sol bisa menghindari kejaran tapi seorang anak dan ibu muda melihatnya melambaikan tangan berpikir kalau  dirinya sedang mencoba menghibur.
Sementara Sun Gyeol dengan mobilnya mencari Ruangan Karaoke "Escape" dan saat memarkirkan mobil. Oh Sol tak melihat ada mobil didepanya malah menabrakan mobil dan sampah pun berserakan diatas mobil. Sun Gyeol tak percaya langsung keluar dari mobil.
“Apa Kau baik-baik saja? Ada yang terluka?” tanya Sun Gyeol khawatir melihat keadaan Oh Sol lebih dulu dan akhirnya panik melihat mobilnya penuh sampah. Oh Sol akan bergegas pergi.
“Apa yang kau lakukan?Apa Kau melarikan diri dari kecelakaan? Hei. Bagaimana bisa kau lari sesudah merusak mobilku seperti itu? Apa yang kau lakukan?” ucap Sun Gyeol. Oh Sol dengan gerakan tangannya meminta maaf.
“Apa Kau bercanda? Apa Kau menyesal? Berhentilah bercanda dengan topeng konyol itu.” Kata Sun Gyeol marah ingin melepaskan topeng Oh Sol
Oh Sol berusaha menahanya, tapi Sun Gyeol terus menariknya sampai akhirnya wajah Oh Sol pun terlihat semua tak percaya kalau wanita. Oh Sol terunduk malu bahkan Do Jin bisa melihatnya, lalu menatap sinis Sun Gyeol
“Kenapa kau menatapku seperti itu? Itu bukan salahku. Kau orang yang...”ucap Sun Gyeol membela diri.
“Maafkan aku... Silahkan telepon aku.” Ucap Oh Sol membungkuk dan sebelumnya sudah memberikan nomor telpnya.
Do Jin pun tak membantu Oh Sol hanya menatapnya, Oh Dol melihat kakaknya pergi lalu berteriak marah pada semua orang yang mengambil gambar Oh Sol dan mengancam agar menghapus semua video.
Bersambung ke Part 2 

 Udah baca tulisan sinopsis aku 'kan.. hihihi... 
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe akhir tahun ini 

Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar