PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 16 September 2020

Sinopsis Record of Youth Episode 4 Part 3

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini
 
Hae Hyo terbangun dari tidurnya menerima pesan dari Jin U [Aku membuat mesalah, Tolong aku.] Ia mengeluh temanya yang  Ejaannya kacau sekali dan bertanya-tanya Ada apa dengan Jin. Hye Jun bergegas keluar rumah dan masuk ke dalam mobil bertanya pada Hae Hyo.
“Jin-u tak angkat telepon. Apa kau Tahu sesuatu?” tanya Hae Hyo. Hae Hyo memberitahu kalau Jin U ribut dengan Pak Yang.
“Tak masuk akal jika karena Pak Yang.” Ucap Hae Hyo. Hye Jun pun bingung Kenapa suruh ke sana. Hae Hyo juga tak tahu dan akhirnya melesat pergi. 

Mereka pun sampai KLINIK OBGIN. Hae Hyo mengeluh pada temanya seperti ini. Hae Jun pun tahu kalau mereka tertipu Hae Hyo langsung memiting kepala Jin U sambil mengumpat. Hye Jun pun bertanya ada apa sebenarnya.
“Aku tak mau sendirian.” Ucap Jin U. Hye Jun bertanya apakah ada yang mau memukul temanya. Hae Hyo mengeluh kalau itu Omong kosong.
“Kau harus dihajar habis-habisan.” Kata Hae Hyo marah. Jin U berteriak meminta agar bisa berhenti lalu memberikan brosur. 
Flash Back
Hae Na meminta Jin Ua agar vaksin kanker serviks. Jin U pun heran Kenapa harus melakukan vaksinasi itu dan tak punya rahim. Hae Na menegaskan Meski Jin U tak punya, tapi ada pengaruhnya untuknya. Jin U mengeluh mendengarnya.
“Apa Kau tak mau?” tanya Hae Na. Jin U menegasan kalau akan melakukannya.
“Kuharap kau mengumpulkan tiga stempel dengan cepat.” Kata Hae Na. Jin U kaget mendengar kalau ada Tiga
“Kau Harus divaksinasi tiga kali. Kita sedang menjalani hubungan rahasia. Kita bertemu dengan mengurangi risiko ketahuan. Risiko lain juga harus dikurangi. Aku tak mau kena kanker serviks.” Ucap Hae Na
“Aku benar-benar bersih. Percayalah padaku.” Kata Jin U menyakinkan.
“Aku hanya percaya dengan bukti nyata. Tunjukkan bukti kebersihanmu dengan stempel.” Tegas Hae Na 


Hye Jun yakin kalau Pacar Jin U yang  menyuruhnya ke sini. Hae Hyo tak percaya kalau Jin U punya pacar. Hye Jun membenarkan. Tapi Jin U menyangkalnya. Hae Hyo tak percaya Hye Jun tapi tapi ia tak tahu.  Jin U tetap menyangkalnya.
“Kenapa dengar dia, bukan aku?” keluh Jin U.Hye Jun menegaskan kalau  Itu karena ia lebih tepercaya.
“Ini bukan vaksin untuk wanita saja. Sama-sama bisa mencegah jika pria divaksinasi juga.” Ucap Jin U
“Kau harus Putus dengannya.” Kata Hae Hyo. Jin U mengeluh kenapa harus seperti itu.
“Dia memanipulasimu. Kau tak pernah begini saat pacaran.” Ucap Hae Hyo. Jin U menegaskan Karena ini vaksin dan Tak berhubungan dengan wanita.
“Tampaknya kami kenal.” Komentar Hye Jun. Jin U menegaskan kalau itu bukan dengan nada tinggi.
“Kenapa berteriak? Apa Kami kenal? Apa kau Pacaran dengan Hae-na?” ucap Hae Hyo. Jin U gugup dan menyangkal kalau sudah gila
“Baguslah. Kau belum gila. Kau terlihat paham bahwa tak boleh begitu pada keluarga.” Ucap Hye Hyo. 
Saat itu nama Hye Jun dipanggil, Hye Jun pun menyahut.  Perawat meminta agar ke ruang perawatan. Hye Jun bingung apa maksudnya. Jin U menegaskan Hye Jun itu ketua mereka jadi harus lakukan semuanya lebih dulu. Hye Jun pun mulai mengumpat kesal.
“Apa Selanjutnya kau?” tanya Hae Hyo. Jin U menjawab kalau itu Hae Hyo.
Di dalam ruangan, Hye Jun terlihat berani tapi saat jarum suntiknya masuk ke dalam tubuhnya, wajahnya pun mulai menahan sakit. Akhirnya ketiganya selesai vaksin dan foto bersama dengan hastag #PERSAHABATAN #CINTA_BUTUH_PERSIAPAN


Mereka pun keluar dari PUSAT MEDIS GANGNAM. Hae Hyo mengajak  makan siang bersama. Hye Jun menolak kalau Min-jae akan datang jadi mereka berdua saja. Hae Hyo bertanya Mau ke mana dengan Min-jae. Hye Jun memberitahu kalau Nyonya Lee jadi manajernya.
“Dia tahu apa soal itu?” tanya Hae Hyo. Hye Jun menjawab kalau  Dia paham hal-hal mendasar.
“Aku akan bicara dengan agensiku.”kata Hae Hyo.  Hye Jun tahu kalau  Agensi Hae Hyo itu pernah menolaknya dan ia juga menolak.
Saat itu Nyonya Lee datang melambaikan tangan dari dalam mobil. Hye Jun pamit akan bertemu dengan Hae Hyodi pembacaan naskah lalu memperingati Jin U agar Jangan mendekatinya dalam waktu dekat ini! Nyonya Lee melihat Hye Jun mendekat dan menyurh agar Duduk di belakang. Hye Jun pun menurut. 

Hae Hyo mengeluh kalau Hye Jun membuatnya cemas karena Belakangan tak diskusi dengannya bahkan selalu memutuskan hal penting sendiri. Ia tahu kalau Lee Min-jae dulu menangani keuangan dan pemasaran adi tak tahu manajemen.
“Tahu cara atur uang dan pemasaran. Itu cukup.” Ucap Jin U. Hae Hyo pikir seperti itu,
“Mari kita berpikir positif. Aku senang bisa main film bersama.” Kata Hae Hyo. Jin U ingin tahu Siapa pemeran utamanya.
“ Park Do-ha.” Kata Hae Hyo. Jin U yakin Film ini pasti sukseskarena Sutradara Choi Se-hun dan Park Do-ha.
“Hasil akan terlihat setelah dijalani.” Ucap Hae Hyo.Jin U pun mengajak mereka makan dan membelaik gopchang. Hae Hyo heran kenapa seperti itu.
“Apa kau sudah melupakan hadiah yang kuberikan padamu?” ucap Jin U. Hae Hyo pikir tak mungkin lupa sambil meminting kepalanya. Jin U mengeluh sakit.
“Rewel sekali. Padahal tak apa-apa.” Ejek Hae Hyo melepaskanya. Jin U mengeluh kalau Kakak beradik sama saja. Hae Hyo tak mendengarnya dan bertanya apa itu. Jin U mengaku hanya meminta dibelikan steik. 


Jeong Ha memberikan eye shadow memberitahu kalau Ini warna biru klasik yang sebelumnya pernah dibahas. Jin Ju menjawab kalau Warna ini tak cocok dengan mereka. Jeong Ha pikir  Ini warna yang trendi jadi merasa pelanggan pesohor membutuhkannya.
“Carilah terus warna-warna terang.” Ucap Jin Ju. Jeong Ha menganguk mengerti.
“Maaf. Aku tak ikut pelatihan dan tak angkat teleponmu.” Ucap JeongHa.  Jin Ju mengaku terus menunggu Jeong Ha mengatakan itu.
“Kau percaya diri sekali saat bilang tak angkat telepon. Aku tahu kau takkan datang. Kau tak mungkin dengarkan aku.Kau didukung Direktur dan pelanggan pria. Mungkin itu adalah kemampuan juga.” Ucap Jin Ju sinis
“Aku mau selalu bisa dihubungi, dan begitulah aku menjalani hidup. Aku benci orang yang tak bisa ditebak. Aku berprinsip untuk tak lakukan hal yang kubenci ke orang lain.” Kata Jeong Ha
“Tak masalah kau tak angkat telepon. Tapi kenapa kau berlagak menjadi orang hebat yang hidup berprinsip? Kau dan aku benar-benar tak cocok. Aku yang baik hati akan memahamimu.” Ucap Jin Ju menyindir
“Profesor Kim I-yeong reservasi pukul 11.00.” kata Soo Bin masuk ruangan. Jin Ju menegaskan kalau Waktu tak cukup da Ada reservasi lain pukul 11.30.
“Dia mau dirias oleh Jeong-ha.” Ucap Soo Bin. Jeong Ha dan Jin Ju kaget mendengarnya. Jeong ha bertanya Kenapa dengannya.
“Tentu saja. Kau harus begitu. Pura-pura tak tahu. Di belakang kau menyogok, dan di depan naif. Hei! Apa Kau kira aku baru melihat orang sepertimu?” ucap Jin Ju sinis. 


Nyonya Kim masuk ruangan menyapa keduanya. Jin Ju pun membalasnya. Nyonya Kim pikir kalau terlalu cepat karena Ternyata tak macet. Jeong Ha pun bertanya Apa mau dikeramas dulu. Nyonya Kim mengaku  tidak dan merasa harus berbicara dulu dengan Bu Jin-ju.
“Kau Jangan terlalu kecewa. Aku ingin mencoba dirias oleh An Jeong-ha.” Ucap Nyonya Kim
“Lakukanlah sesukamu.” Ucap Jin Ju. Nyonya Kim pun mengucapkanTerima kasih.
“Kau membuatku sangat nyaman. Karena itu aku terus ke salon ini.” Komentar Nyonya Kim. Jin Ju pun mengucapkan  Terima kasih.
“Aku penasaran. Aku selalu berpikir putraku lebih mementingkan kemampuan daripada kenyamanan. Namun, kau bilang tak begitu. Kau bukan orang yang suka mengada-ada. Aku mau membuktikannya.” Ucap Nyonya Kim. Jin Ju hanya diam saja. 


Hye Jun duduk dibelakang melihat ada banyak makanan. Nyonya Lee menyuruh Hye Jun agar Makanlah roti lapis karean Jadwalnya hari ini sangat padat mulai dari Pergi ke salon, bertemu reporter, dan ada dua audisi.
“Aku reservasi di salon yang kau beri tahu.” Ucap Nyonya Lee. Hye Jun heran Kenapa ke salon?
“Apa kau Pernah dengar "genius wajah"?Meski aktingmu tak dipuji, setidaknya kau dipuji karena wajahmu.” Ucap Nyonya Lee
“Karena di film aku jadi konglomerat, kuharap di drama jadi orang miskin. “kata Hye Jun
“Di drama hanya akan jadi miskin untuk saat ini  Pemeran utama di drama kebanyakan kaya. Di film kebanyakan miskin. Karena itu kau berperan jadi konglomerat. Pekan depan pembacaan naskah. Apa Sudah hafal?” ucap Nyonya Lee. Hye Jun menjawab itu sudah pasti hafal.
Nyonya Lee pun memujinya. Hye Jun ingin tahu alasan bertemu reporter.Nyonya Lee menjawab kalau Reporter juga manusia dan Perasaannya bisa terpengaruh, meski harus tetap jaga jarak. Ia pikir mereka Harus dibangun terlebih dulu secara perlahan.
“Kerjamu bagus sekali lagi. Tak ada yang sangka kau baru jadi manajer. Tapi Kenapa aku duduk di belakang?” ucap Hye Jun
“Saat ini orang tak anggap kau sebagai bintang, tapi bagiku kau adalah bintang. Bintang. Bintang seperti langit, harus mendongak untuk melihatnya. Kuharap kau terbiasa dengan keistimewaan. Aku akan membuatmu terbiasa dan seakan terlahir untuk jadi bintang.” kata Nyonya Lee penuh semangat. 


Hye Jun langsung menyuruh Nyonya Lee agar menepikan mobilnya. Nyonya Lee bingung menghentikan mobilnya. Hye Jun pun langsung pindah ke bangku depan. Nyonya Lee bingung tapi Hye Jun menyuruhnya agar jalan saja. Keduanya akhirnya sampai ke depan salon.
“Kau membantuku mewujudkan mimpiku.” Ucap Hye  Jun. Nyonya Lee mengaku sudah tahu.
“Jika pandangan kita berbeda,maka kau yang harus mengikutiku.” Ucap Hye  Jun. Nyonya Lee pikir Itu tergantung keadaan.
“Pandangan tak bergantung pada keadaan. Aku ingin menjadi bintang yang sederhana. Aku bisa menyetir. Tak harus selalu kau yang menyetir.” Tegas Hye Jun
“Ini… yang aku suka darimu. Mungkin aku terpikat karena sisimu ini dan memutuskan jadi manajermu. Namun, kau tahu dunia ini seperti apa? Setelah kau keluar, Lee Tae-su menutup perusahaan.” Kata Nyonya Lee
“Apa Dia bangkrut?” ucap Hye Jun menebak. Nyonya Lee menegaskan bukan tapi Tuan Lee sangat sukses.
“Dia menjual perusahaan ke A June, mendapat uang, dan menjadi direktur di sana. Karma itu tak ada.” Ucap Nyonya Lee
“Aku akan tetap mempertahankan pendirianku.” Kata Hye Jun dengan tatapanya.
“Kenapa melihatku dengan tatapanmu lembutmu itu?  Jika kau melihatku seperti itu, bagaimana aku bisa membantahmu? Baiklah. Aku akan menghormati pandanganmu. Sebagai gantinya, tolong hormati opiniku untuk masalah bisnis. Aku adalah juru bicaramu.” Ucap Nyonya Lee. Hye Jun pun setuju.
“ Ayo pergi merias wajahmu!” kata Nyonya Lee. Hye Jun tersenyum lalu turun dari mobilnya.


Jeong Ha selesai menghias wajah Nyonya Kim. Nyonya Kim menatap wajahnya di cermin.  Jeong Ha pikir Ada yang ingin dibicarakan. Nyonya Kim pun mempersilahkan agar bisa mengatakanya.
“Di salon kami ada hierarki. Sekali bisa dianggap pengecualian, tapi yang kedua tidak.” Ucap Jeong Ha.
“Apa Hae-hyo pengecualian, tapi aku tak bisa?” kata Nyonya Kim. Jeong ha menegaskan kalau ia masih asisten.


“Detail riasan untuk pria dan wanita berbeda. Aku akan belajar dengan giat dan mengalahkan Bu Jin-ju secara objektif. Pilih aku ketika saat itu tiba.” Kata Jeong Ha.
“Aku bisa lihat alasan Hae-hyo menyukaimu. Kau tahu kedudukanmu. Jika kau tahu kedudukanmu, itu artinya kau pintar. Aku suka.” Ucap Nyonya Kim. Jeong Ha pun mengucapkan Terima kasih.


[BANK MIRAE CS]
Gyeong Jun bertemu dengan custumer, memebritahu Untuk pinjaman UKM berbunga rendah, jadibutuh salinan kontrak sewa tempat, sertifikat pendapatan bebas pajak, dan dokumen penjualan. Ia pun melihat kalau  Kurang dokumen jaminan kredit.
“Itu Mustahil. Coba cari lagi.” Kata si Pria. Gyeong Jun pikir pria itu bisa melihat saat memeriksanya tadi. Si pria mengaku Tak lihat.
“Baik. Lihat ini... Ini salinan kontrak sewa tempat.” Ucap Gyeong Jun. Si pria marah karena dianggap seperti anak TK
“Tadi kau bilang tak lihat.” Ucap Gyeong Ha. Si pria bertanya Apa yang kurang. Gyeong Jun menjawab Dokumen jaminan kredit.
“Kenapa baru beri tahu sekarang? Saat aku telepon, tak menyebutkan dokumen itu.” Ucap si pria marah
“Aku tak pernah dengar. Aku tak jawab telepon saat itu. Staf lain pasti beri tahu. Itu adalah dokumen top yang harus disiapkan.” Kata Gyeong Jun.
“Apa Maksudmu aku berbohong? Kenapa diperpanjang seperti ini! "Top"? Kenapa harus menggunakan bahasa Inggris?” ucap Si pria marah
“Benar. Aku juga tak tahu alasannya. Ini semua karena persiapan dokumenmu…” ucap Gyeong Jun. Si pria merasa kalau dianggap sebagai salahnya.
“Mohon maaf, Pak, karena sudah membuatmu tak nyaman. Sepertinya ada kekeliruan saat proses pemberitahuan. Mohon maaf.” Kata manager akhirnya turun tangan. 


Manager Park akhirnya berbicara dengan Gyeong Jun,  bertanya apakah di sini sebagai staf atau nasabah. Gyeong Jun menjawab sebagai Staf. Manager Park mengeluh Gyeong Jun itu tahu kedudukannya, tapi tak peka padahal Sudah tiga bulan sejak bekerja di sini.
“Apa kau Tak bisa tangani nasabah secara luwes?” ucap Manager Park
“Di situasi itu, menurutku aturan lebih penting daripada fleksibilitas.” Ucap Gyeong Jun
“Aku sudah tahu sejak masa orientasi. Sangat menjengkelkan. Kenapa ditugaskan di tim kami?” keluh Manager Park
“Aku ada di depanmu.” Kata Gyeong Jun. Manager Park tahu kalau ia sedang monolog dan mengeluh lagi karena Gyeong Jun bisa terdengar
“Ucapanmu tadi cukup menghina untuk dikatakan. Jadi, kau mungkin ingin aku berpikir kau bermonolog.” Ucap Gyeong Jun 
“Aku tahu jelas karaktermu. Seorang penasihat.” Kata Manager Park. Gyeong Jun mengaku bukan penasihat.
“Aku mantan asisten instruktur di Pusat Pelatihan. Julukanku Tukang Serang. karena aku terus menyerang.” Ucap Gyeong Jun.
“Aku mengerti.” Kata Manager Park. Gyeong Jun pikir manager Park Jangan salah paham.
“Aku tak gunakan kekerasan. Omelanku…” kata Gyeong Jun yang langsung disela oleh manager Park
“Tukang Serang. Pergi. Jangan buat aku memanggilmu lagi. Paham?” ucap Manager Park. Gyeong Jun menganguk mengerti dan pamit pergi. 


Jin Jun memberikan make up disamping Jeong Ha yang memberikan make up pada Hye Jun. Ia pun bertanya bagimana make upnya, si wanita mengaku suka dan heran melihat wajah Jin Ju yang murung dan bertanya Apa sesuatu yang buruk terjadi
“Ohh.. Begitu? Aku tak bisa menyembunyikan perasaan dengan baik. Aku selalu tertindas karena terlalu jujur dan tak berpura-pura.” Ucap Jin Ju menyindir lalu keluar ruangan. Nyonya Lee melihatnya sampai menghabiskan semua minumnya.
“Apa dia sudah pergi?” tanya Hye Jun. Jeong Ha menganguk. Hye Jun meminta berhenti sebentar karena tak bisa bernapas.
“Jika jujur dan tak berpura-pura, kenapa tertindas? Aku tak pernah melihat orang yang selalu tertindas berbicara seperti itu.” Komentar Nyonya Lee
“Apa kau ingin minum lagi?” tanya Jeong Ha. Nyonya Lee menolak dan bertanya Di mana toilet. Jeong ha menjawab Keluar dan ada di kanan.

“Tolong rias Hye-jun dengan baik.” Ucap Nyonya Lee lalu bergegas pergi.
“Apa Kau dimarahi Bu Jin-ju?” tanya Hye Jun. Jeong ha pikir kalau memang salah karena tak angkat telepon.
“Aku suka orang yang introspeksi. Ada yang bisa aku bantu?” kata Hye Jun.
“Jangan ikut campur. Ini pertarunganku.” Kata Jeong Ha. 

Di depan pintu salon, Hae Hyo bertanya pada Jin Ju Apa An Jeong-ha bisa dinas keluar. Jin Ju terlihat sinis karena banyak yang mencari Jeong Ha. Di dalam ruangan, Hye Jun bertanya apakah Jeong Ha menyukainya. Jeong Ha merasa kalau ia yang harusnya menanyakan itu.
“Aku suka semua yang kau lakukan.” Ucap Hye Jun. Jeong Ha heran Hye Jun yang sangat murah hati hari ini dan berpikir kalau  terlihat menyedihkan
“Kau hanya boleh minum denganku.” Ucap Hye Jun. Jeong Ha bingung memangnya kenapa
“Kau terlalu manis.” Ucap Hye Jun. Jeong Ha mengeluh kalau itu alasan yang payah dan sering mendengarnya. Hye Jun menatap Jeong Ha dan tahu sesuatu.
“Baiklah, aku tak sering mendengarnya. Lebih sering dengar bahwa aku cantik.Apa Puas?” ucap Jeong Ha. Hye Jun dengan senyuman mengaku puas. 


Saat itu Hae Hyo datang. Hye Jun mengodanya padahal tadi bilang akan bertemu nanti tapi Hae Hyo seperti merindukannya. Hae Hyo tak percaya kalau tujuan keduanya adalah kesalon.  Hye Jun mengaku sedang hidup sebagai boneka Min-jae.
“Aku pergi ke tempat yang dia suruh.” Kata Hye Jun. Jeong Ha pun mempersilahkan Hae Hyo untuk duduk.
“Aku akan main film. Kuharap kau menjadi penata riasku.” Ucap Hae Hyo. Jeong Ha kaget karena tak pernah melakukan itu.
“Salon sudah mengizinkan.” Kata Hae Hyo. Hye Jun pikir itu bagus karena bintangi film itu juga jadi mereka bisa berpapasan.
“Jika berpapasan, aku rias kau juga.” Kata Jeong Ha. Hye Jun pikir Itu tak benar karena Jeong Ha kerja untuk Hae-hyo.
“Apa Kau pikir aku minta Jeong-ha untuk diriku sendiri?” ejek Hae Hyo memeluk temanya. Hye Jun hanya bisa tertawa.
“Tapi Kenapa manajerku tak terlihat batang hidungnya?” kata Hae Hyo bingung. 


Manager Hae Hyo berjalan dengan Nyonya Kim ke sebuah restoran lalu menunjuk ke sebuah meja kalau sudah ada yang datang. Nyonya Kim mengeluh karena  tak reservasi di ruangan, Manager meminta maaf karena sudah penuh. Nyonya Kim meminta Selanjutnya reservasi di ruangan.
“Halo. Aku tak telat. Kau datang lebih awal.” Ucap Nyonya Kim menyapa seorang pria.
“Aku datang cepat karena ada janji lain.” Ucap si pria. Nyonya Kim berkomenatr pria itu sibuk
“Terima kasih sudah meluangkan waktu. Aku ingin makan dengan orang yang aku sukai untuk merayakan Hae-hyo bintangi film Sutradara Choi.” Ucap Nyonya Kim.
“Aku tak telat, 'kan?” kata pria lain datang. Nyonya Kim tersenyum menyapa Reporter Min mengaku tak telat karena Reporter Yoon datang paling awal.
“Mari kita makan yang enak. Porsi sedikit dan mahal. Aku yang traktir.” Uacp Nyonya Kim. 

***
Jeong Ha melihat Jin Ju merapihkan peralatan dan mencoba membantunya. Jin Ju mengaku Sudah lama tak benci seperti ini. Ia pikir Karena menjadi makin rumit,jadi tak tahu harus melakukan apa dan Saat sesuatu menjadi rumit, lebih mudah dipotong daripada diuraikan.
“Jika hanya salah satu yang bisa bertahan, itu jelas-jelas aku.” Ucap Jin Ju marah dan langsung menjatuhkan semua barang dari tempatnya. Jeong Ha hanya bisa terdiam dan harus membereskanya. 

Hye Jun sibuk melayani pelanggan di restoran saat malam hari, karena kebutuhanya.
“Generasi kita memiliki teori kelas sendok. Kelas ini dibagi menjadi sendok emas dan sendok kotor berdasarkan pada kekayaan orang tua mereka. Menurut standar itu, aku termasuk sendok kotor. Aku benci teori itu sejak awal.”
Hye Jun berganti pakaian, Manager datang bertanya Bagaimana apakah sudah memikirkannya. Hye Jun memberitahu kalau Besok ada pembacaan naskah. Manager tak percaya kalau Hye Jun itu menolaknya. HyeJun mengaku akan terus kerja paruh waktu selama yang dia bisa.
“Teruslah berjuang. Itu keistimewaan masa muda.” Ucap Manager memberikan semangat.
“Teori kelas sendok memusingkan.< Tak mengandung stabilitas emosional, kejujuran, dan kepolosan yang aku terima dari orang tua. Tak ada tujuan pencapaian yang sudah dijanjikan saat melihat penderitaan orang tua.”


Hye Jun berjalan gagah dengan Nyonya Lee dan akan menunggu lift, saat itu ia melihat Park Do Han dan bertanya Kenapa ada Park Do-ha. Nyonya Lee memberitahu kalau Do Han pemeran utama dan berpikir Hye Jun tak tahu
“Aku tak tahu. Aku sibuk menggali peranku. Tapi Kenapa Pak Lee datang juga?” tanya Hye Jun
“Agensi Park Do-ha adalah A June.” Kata Nyonya Lee. Tuan Lee pun langsung mengejek keduanya saat didepan lift karena datang juga.
“Untuk pembacaan naskah.” Ucap Nyonya Lee dan pintu lift terbuka da meminta Hye Jun naik lift lebih dulu.  Tuan Lee mengejek kalau ituMenyedihkan sekali.
“Kau Naik yang selanjutnya saja.” Ucap Nyonya Lee. Tuan Lee pikir  itu Ide yang bagus. Do Han menahanya. 

Akhirnya mereka berempat pun naik lift, Tuan Lee mengejak karena Hye Jun berpikir kariernya akan berkembang setelah meninggalkannya. Nyonya Lee menjawab kalau  Kariernya berkembang makanya bisa main film Sutradara Choi.
“Jika dia bersamamu, kerja paruh waktunya tak dibayar dan jadi pecundang.” Ucap Nyonya Lee
“Kenapa Min-jae yang menjawab? Apa Hye-jun tak punya mulut?” kata Tuan Lee
“Juru bicara Aktor Sa adalah aku, manajernya.” Kata Nyonya Lee. Tuan Lee tak percaya mendengarnya.  Do Ha mengeluh meminta agar diam saja. Tuan Lee pu mengerti. 

“Kau tak akan bisa menikah.” Ejek Tuan Lee. Nyonya Lee mengeluh karean membahas hal itu saat keluar dari lift.
“Ini bukan agensi perjodohan.” Ucap Nyonya Lee. Tuan Lee pikir Nyonya Lee berharap Hye-jun bisa sukses?
“Dia tak terkenal bahkan setelah aku tunjang selama beberapa tahun.” Ejek Tuan Lee. Nyonya Lee pikir  Tuan Lee Tak perlu ikut campur.
“Apa Kau berharap banyak dari film ini? Sadarlah. Dia bahkan tak punya komunitas penggemar. Penggemar adalah kekuasaan. Kekuasaan adalah popularitas.” Ucap Tuan Lee
“Memangnya kenapa? Tak ada yang punya komunitas dari awal.” Ucap Nyonya Lee
“Kau bangga sekali. Itu tak terlalu berarti zaman sekarang.”kata Tuan Lee. 

Do Ha bertanya pada Hye Jun apakah main film ini. Hye Jun pun tak percaya kalau Do Ha sebagai pemeran utama. Do Ha mengaku belakangan hidup tanpa internet jadi tak tahu dan yakin kalau Perannya pasti tak penting jadi mereka tak mungkin bertemu.
“Kau akan terkejut jika tahu peranku. Awalnya aku tersentak melihatmu, tapi memikirkan peranku membuatku senang.”ungkap Hye Jun.
“Hei... Apa peranmu? Hei! Apa peranmu?”teriak Do Ha. Hye Jun hanya berjalan berlalu.

Di sebuah depan gudang, mobil putih yang panjang mewah pun datang. Hye Jun dengan pakaian jasnya sebagai orang kaya pun turun dari mobil. Beberapa anak buahnya pun membungkuk memberikan hormat. Ia pun masuk ke sebuah gudang dengan gagah.
Do Ha yang digantung pun bisa melihat Hye Jun yang datang dan langsung mengumpat.  Hye Jun pun marah dan mengambil kayu lalu siap memukul Do  Ha, tapi malah melemparnya. Do Ha sudah ketakutan.
Hye Jun mngeluh kalau menganggap sebagai preman yang Memukul orang dengan kayu. Do Ha mengeluh kalau dialognya tak begitu. Hye Jun langsung meminta maaf karena tak sesuai skenario. Do Ha mengeluh kalau Berakting dengan pemula membuatnya kesal.
“Hye-jun... Ini bagus.” Ucap Sutradara. Do Hae mengeluh kalau Hye Jun terlalu menonjol dan ia adalah pemeran utamanya.
“Dia harus menonjol agar kau bisa mencolok. Lalu, kau akan lakukan apa?” ucap Sutradara.
“Lepaskan tali dan hajar sampai mati dengan tangan akan buat karakterku tampak lebih jahat.” Ucap Hye Jun. Sutrdara langsung setuju.
“Mari kita coba. Lepaskan talinya.” Ucap Sutradara dan Hye Jun sudah siap untuk memukul Do Ha. Do Ha pun ketakutan karean seperti balasan padanya.
“Menjadi seperti orang di depanku adalah mimpiku selama ini. Kami bertemu lagi, tapi aku berbeda dengan sebelumnya. Hari ini aku sadar. Alasan aku sangat ingin menjadi aktor. Bagi aktor, sendok hanya alat makan.”
Bersambung ke episode 5


Cek My Wattpad...   First Love
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar