PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Selasa, 05 Desember 2017

Sinopsis Two Cops Episode 6

PS : All images credit and content copyright : MBC
Kepala Ma menyuruh Ketua Yoo untuk Segera hentikan penyelidikan dan sampaikan ke tim lain. Ketua Yoo mengeluh karena tak setuju. Kepala Ma tahu bahwa Inspektur bilang Dong Tak yang merencanakan serangan di kantor polisi, Ketua Yoo mengatakan Fakta bahwa CCTV rusak  pada saat itu menunjukkan...

“Kapten Yoo... Dong Tak membuat alasan untuk  terus menangani kasus Hang Joon karena tidak punya  alasan lain untuk bisa melakukannya.” Ucap Ketua Ma dengan nada tinggi
“Anda tahu kalau bukan itu masalahnya.” Ucap Kepala Yoo
“ Hentikan semuanya. Ini... perintah.” Tegas ketua Ma.


Dong Tak menerima telp dari Ketua Yoo kalau Kapten tidak ingin mereka terlibat dan Dong Tak sudah ditandai orang-orang atas. Dong Tak mengerti wajahnya pun terlihat kecewa. Ketua Yoo juga meminta maaf karena tidak punya cukup orang.
Soo Chang berjalan sambil mengingat perkataan Miss Bong “Dalam 49 hari, kau harus melepaskan jaring karma Baru setelah itu, kau bisa kembali ke tubuhmu” dan Ia bertanya Apa yang terjadi jika tidak  bisa melepaskan jaring karmanya. Miss Bong menjawab kalau Soo Chang akan mati.
“Terlalu aneh untuk percaya dan  terlalu disayangkan jika tidak percaya.” Pikir Soo Chang akhirnya memutuskan untuk percaya.
“Ini bukti bahwa aku tidak punya  pilihan selain percaya. Astaga, aku ingin tahu apa  takdir tugas itu... Terserah.. Lebih baik Saat ini, aku akan kembali ke tubuh Dong Tak... Karena dia detektif, maka lebih mudah  untuk memikirkan semuanya.” Pikir Soo Chang lalu melihat Dong Tak baru keluar dari kantor polisi. 

Sung Hyuk mengejar Dong Tak mengatakan akan ikut dengannya. Dong Tak menolak karena mungkin akan dipecat juga dan segera pamit pergi.  Soo Chang pun bersiap-siap dengan berharap agar kembali ke tubuh Dong Tak, tapi saat itu Dong Tak berlalu begitu saja dan Soo Chang terjatuh.
“Apa? Mengapa aku tidak  bisa masuk ke tubuhnya lagi? Aku harus kembali ke sana.” Ucap Soo Chang binggung dan mengingat perkataan Miss Bong kalau Soo Chang bisa kembali Kecuali pemiliknya memberi izin.

Dong Tak mengemudikan mobilnya mengingat ucapan Kapten Yoo “Setidaknya, karena tidak bisa membantumu,  aku tidak akan menghentikanmu.” Lalu menyalakan radio. Soo Chang duduk disamping Dong Tak mengetahui para teman Dong Tak tidak akan membantu
“Para detektif itu tampak tidak setia. Mereka tidak lebih dari seorang penipu.” Keluh Soo Chang
“Kenapa radio ini?” pikir Dong Tak heran karena bisa mendengar suara yang lain.
“Astaga, dia lupa dengan suaraku.” Kata Soo Chang. Dong Tak berpikir kalau ada yang salah dengan radionya.
“Kau membuatku marah... Dia sama sekali tidak cocok denganku. Aku tahu itu. Dia berbohong. Dia hanya ingin memanfaatkanku sebagai informan. Kau dan aku sama sekali  tidak bisa bersama. Aku heran mengapa dia  sangat ingin mengenalkanku padamu, dan berbohong kalau kita sangat mirip.  Detektif Jo seorang pembohong.” Keluh Soo Chang
Dong tak  binggung karena radionya tiba-tiba  menyebutkan nama Hang Joon Hyung. Soo Chang menegaskan kalau itu bukan radio. Dong Tak makin heran berpikir kalau radionya bisa menjawabnya. Soo Chang menjawab kalau itu bukan radio.
“Apa Kau ingin kubuat terkejut lagi? Ini aku, Gong Soo Chang. Orang yang kau tangkap.” Ucap Soo Chang sinis. Saat itu Dong Tak langsung menginjak rem mendadak. Roh Soo Chang pun terjatuh keluar dari mobil
“Apa ini? Kau siapa?” tanya Dong Tak membuka pintu seperti orang gila karena tak ada orang didalam. Sementara Soo Chang dibuat binggung karena tak merasakan kesakitan.
“Kau siapa? Kau hantu atau manusia?” ucap Dong Tak merasa mulai gila karena mengajak seseorang bicara tapi tak ada wujudnya. Beberapa orang langsung merekam dengan ponselnya.
“Tunggu, apa kau... Yeongpo geng satu Atau apa kau seseorang dari Tim Investigasi Khusus? Apa Kau sangat ingin  membuatku dipecat, dan satu-satunya caramu adalah menyadap mobilku? Dimana kau menyembunyikannya? Bagaimana kau bisa melakukan ini pada detektif?” ucap Dong Tak terus bicara sendiri sambil mencari dari pintu satu keluar ke pintu lainya.

“Apa ini semacam peralatan mutakhir yang bisa membuatku  mendengar suaramu? Dimana kau menyembunyikannya?” ucap Dong Tak marah tak percaya
“Astaga, kau sungguh tidak masuk akal.  Mobilmu tidak disadap. Ini aku, Soo Chang.” Kata Soo Chang. Dong Tak  berteriak marah sambil membuka jaketnya mendengar nama  Gong Soo Chang
“Aku tahu seberapa keras usahamu,  tapi ini tidak benar. Sepertinya kau ingin menggunakan perasaan  bersalahku padanya, tapi jangan membawa orang yang  terluka kedalam hal ini. Jangan bawa orang yang terluka  kedalam masalah ini!” teriak Dong Tak lalu membuka bajunya.
Beberapa orang menjerit melihat Dong tak membuka bajunya dan langsung segera merekamnya.

Jin An melihat video yang merekam kejadian Dong tak  membuka bajunya, seperti tak percaya kalau orang yang dikenalnya melakukan hal itu. Ia mencoba menutupi layar ponselnya agar tak terlihat dan bertanya-tanya kenapa Dong Tak bisa melakukan hal itu.
“Ini tidak disadap.  Ini Soo Chang sebenarnya yang bicara. Ini rohku yang sedang bicara. Kita masuk ke tubuhmu yang sama,  lalu aku ditendang keluar dari tubuhmu.” Ucap Soo Chang mengikuti Dong Tak yang berjalan seperti berolahraga tinju.
“Astaga, tidak ada yang namanya roh. Jangan dengarkan omong kosong.  Ayolah, Dong Tak.. Sadarkan dirimu. Sadar.” Ucap Dong Tak menyakinkan dirinya.
“Aku sungguh-sungguh.... Aku tidak bohong... Ini aku, Soo Chang.” Ucap Soo Chang mencoba menyakinkan.
“ Ya, mingguku sangat berat... Mingguku sangat berat sehingga  mendengar banyak hal. Aku akan baik-baik saja.” Kata Dong Tak mencoba untuk tak mengubris yang didengarnya.
“Lalu, Apa maksudmu kau tidak  bisa mendengarku sekarang?” ucap Soo Chang kebingungan. Dong Tak merasa dirinya sudah gila bisa mendengar suara roh tanpa bisa melihat wujudnya. 

Soo Chang berbaring di rumput bertanya apakah Dong Tak masih belum percaya. Dong Tak memastikan kalau yang diajak bicara sungguh Gong Soo Chang. Soo Chang menyakinkan dengan mengingatkan  pertanyaan yang terakhir diajukan Dong Tak.
Flash Back
"Aku akan bertanya untuk terakhir kali. Bukan kau orangnya?” tanya Dong Tak
“Aku memang penipu, tapi bukan pembunuh.” Ucap Soo Chang
Soo Chang mengaku saat itu  melihat Dong Tak yakin bahwa  ia tidak membunuh Detektif Jo. 
Keduanya sudah ada dirumah sakit, Dong Tak bisa mengerti dan ingin menganggap dirinya sudah gila da memang Soo Chang yang terbaring disana dan seperti ingin memastikan kalau memang benar Rohnya itu keluar dari tubuh Soo Chang. 
 “Kau tidak seharusnya bilang apa itu benar. Ini memang benar. Ini aku,  terbaring di tempat tidur, dan ini juga aku, rohnya.” Ucap Soo Chang berusaha menyakinkan.
“Aku tahu ini tidak akan berhasil. Apa aku sungguh harus  mendapatkan izin atau semacamnya?” ucap Soo Chang berbicara sendiri. Dong Tak binggung apa maksud ucapnya. Soo Chang pun tak membahasnya.
“Jadi kau mengatakan.... Aku harus melihat kemana saat bicara?” ucap Dong Tak. Soo Chang memberitahu di sebelah kirinya.
“Jadi kau mengatakan, kau masuk ketubuhku setelah kecelakaan itu.” Ucap Dong Tak
“Benar. Sekarang kita bicara. Dan kau menangani kasus-kasus  selagi berpura-pura menjadi aku. Aku menemukan rekaman CCTV digudang.” Ucap Soo Chang. Dong Tak masih saja tak yakin kalau ini bisa terjadi.
“Apa kau ingat sesuatu saat jatuh ke sungai sampai ke gudang? Dan bagaimana reaksi orang  saat kau sudah sadar?” kata Soo Chang berusaha menyakinkan. 

Dong Tak mengingat Dong Ki mengatakan kalau ia sangat aneh. Ho Tae juga tak menyangka Dong Tak menangani semua kasus dan mirip salah satu dari mereka  saat menyelesaikan kasus itu. Jin An pun mengeluh kalau Dong Tak yang bilang akan memberi semua informasinya dan sekarang mengabaikan sekarang.

“Aku pasti... Pasti...sudah sakit.” Ucap Dong Tak. Soo Chang menghela nafas. 
Dong Tak mengemudikan mobil dengan  meyakinkan diri kalau tidak mendengar apapun.  Soo Chang duduk disampingnya kalau Ada sesuatu yang ingin ditanyakan  saat aku ditubuh Dong Tak yakin kalau melihat kalung yang tak asing dipakai oleh Dong Tak.
“Kalung yang kau pakai. Sudah berapa lama kau memakainya?” ucap Dong Soo Chang. Dong Tak menyahut kalau Soo Chang sedang membahas kalung. Soo Chang ingin tahu berapa lama. Dong Tak menyakinkan diri kalau tidak bisa mendengarnya

“Astaga, kau aktor yang mengerikan.” Keluh Soo Cahng. Dong Tak terus menyakinkan diri kalau tidak mendengarnya.


Si pegawai restoran menelp Dong Tak kalau pria itu menggigit umpannya dan akan pergi kepersimpangan Dangsan. Dong tak mengerti lalu menelp jaksa Tak Jae Hee. Jaksa Tak menerima telp Dong Tak diruanganya.
“Aku butuh pasukan polisi malam ini.” Ucap Dong Tak dengan cepat.
“Apa begini caramu melakukan sesuatu? Apa Kau mengabaikan prinsip dan prosedur? Apa Kau menyepelekan hukum dan perintah? Apa Tidak ada yang lebih penting daripada membersihkan nama dan menyelesaikan kasus seperti waktu itu?” sindir Jaksa Tak
“Kau bilang Seperti... waktu itu?” ucap Dong Tak binggung.
“Ayo bertemu... Aku penasaran orang macam apa dirimu.” Ucap Jaksa Tak
“Jika kau tidak akan membantu,  maka jangan penasaran. Aku benci berhubungan dengan Jaksa.” Kata Dong Tak lalu menutup telpnya. Jaksa Tak heran melihat sikap Dong Tak benar-benar sangat berani padanya. 

Soo Chang mengetahui kalau Jaksa tidak akan membantnya, lalu mengejek kalau Jaksa itu teman atau musuh. Dong Tak membenarkan. Soo Chang mengejek Dong Tak kalau tadi mengatakan tak bisa mendengarnya lalu memperingatkan agar jangan bersikap seperti itu.
“Apa Kau sungguh ada di sini? Apa yang aku lakukan? Aku tidak ingin percaya ini, tapi tidak bisa.” Ucap Dong Tak mulai berpikir aneh lagi.
“Apa kau selalu berbohong sepanjang hidupmu?” keluh Soo Chang. Dong Tak ingin tahu apa yang dilakukan Soo Chang pada tubuhnya.
“Jaksa brengsek itu... Apa Kau bisa mendengar semuanya?” kata Soo Chang terlihat kesal.
“Baiklah... Katakanlah kau benar Gong Soo Chang. Kau penipu yang pintar, jadi aku  akan bertanya sesuatu padamu. Polisi tidak akan mendukungku. Tidak ada waktu untuk melacak ponsel ilegal  dan mendapatkan ID. Aku harus menangkap mereka malam ini.” Ucap Dong Tak
“Tapi kau tidak punya cukup orang?Itu sederhana... Jika kau butuh, temui kakakmu.” Kata Soo Chang. 

Dong Tak datang menemui Yong Pal di dalam barnya. Yong Pal tak percaya Dong Tak datang untuk meminta bantuan dengan anak buahnya juga. Dong Tak tahu polisi sedang mengancam Yong Pal jadi ia tak masalah kalau memang dituntut.
“Apa yang aku lakukan sedikit lebih mudah. Aku harus mengatakan ini.” Cap Yong Pal.
“Aku butuh beberapa pria.” Tegas Dong Tak
“Apa Kau tidak ingat wajah mereka? Kau memukulnya hampir mati  dengan tongkat baseball. Lalu Kau memukulnya hampir mati dengan sandal. Aku hari itu belajar cara membunuh pria dengan sandal.” Ucap Yong Pal menunjuk satu-satu anak buahnya yang di pukul oleh Dong Tak lalu memanggil Do Kki.
“Do Kki... Apa dia memukulmu?” tanya Yong Pal. Do Kki mengaku kalau Dong Tak banyak memukulnya sampa tak ingat. Yong Pal memarahi Do Kki malah tak mengingatnya.
“Bagaimanapun, kau memukul  semua anak buahku di sini, jadi apa yang membuatmu  berani datang ke sini... Bagaimana kalau kau membayar...atas apa yang kau lakukan  sesuai dengan caramu? Biarkan kami memukulmu, detektif. Dengan begitu, aku akan memikirkannya.” Ucap Yong Pal memberikan penawaran, karena menurutnya sangat menyenangkan.
“Apa Kau sudah gila? Apa Kau ingin seorang detektif dipukul preman?” ucap Dong Tak mendekat dengan wajah penuh amarah. Yong Pal seperti tak peduli karena memang hanya itu tawaranya lalu menyuruh Do Kki agar memberikan kopi pada Dong Tak.
Dong Tak keluar ruangan dengan segelas kopi. Soo Chang pikir Ini tidak akan berhasil dan Dong Tak perlu meyakinkan mereka untuk membantu. Dong Tak tak percayaa kalau seperti ini cara Soo Chang melakukan sesuatu. Akhirnya Dong Tak datang dengan membawa banyak barang. Yong Pal dan anak buahnya binggung. 


“Kau bisa memukulku dengan apa  yang aku pakai untukmu. Lalu Sandal untukmu, sandal untukku juga. Selain itu  Tinju untukmu, tinju untukku juga.” Ucap Dong Tak ingin menerima balasan dari semua yang sudah dilakukanya.
“Apa Sungguhan? Apa Kami bisa membayar hutang  dan menyelesaikannya hari ini?” kata Yong Pal tak percaya
“Aku butuh bantuanmu.” Kata Dong Tak. Yong Pal menahanya berpikir kalau memang mereka berada  di kapal yang sama tapi bukan berarti kita tim.
“Kalau begitu, terima kasih banyak. Ini pasti pertunjukkan.” Kata Dong Tak memberikan balok kayu untuk memukul pada Yong Pal.
“Kau memakai kamera agar bisa merekam preman yang memukul polisi dan digunakan untuk melawan kami nanti.” Ucap Yong Pal memeriksa kancing baju Dong Tak
“Itu tidak akan terjadi... Aku janji.” Kata Dong Tak menyakikan. 

Yong Pal pun yakin lalu menyuruh Do Kki memulainya. Mereka semua akhirnya memberikan pukula pada Dong Tak tanpa ada perlawanan.  Dong Tak pun babak belur dan Soo Chang merasa kasihan melihatnya.
“Bisakah aku bertanya sesuatu? Kenapa kau sampai sejauh ini?” tanya Yong Pal mendekati Dong Tak
“Karena inilah pekerjaanku. Si Brengsek sesungguhnya yang perlu kita tangkap, sedang berjalan bebas di luar sana. Kita tidak bisa membiarkannya. Mereka tidak peduli dengan hukum. Mereka mengepung orang dengan motor, menusuk orang sampai mati dan membuat kacau masyarakat. Aku harus memberi mereka pelajaran. Itulah... pekerjaan seorang detektif.” Ucap Dong Tak. Yong Pal heran mengeluh dengan jawaban Dong Tak 

Nam Mi Nam bertanya pada Jin An apakah tak pulng. Ji An meyindir kalau bukan pemalas seperti Mi Nam jadi akan mencari sesuatu  untuk dilaporkan. Mi Nam mengejak kalau Jin An Semoga beruntung dan si Pemalas ini akan pulang.
“Ohh.. Yah.. Apa Kau sudah dengar? Tempat ini angker. Hantu anak kecil, pria, wanita, wanita tua,  dan masih banyak lagi. Semoga berhasil.” Ucap Mi Nam menakui Jin An.
“Kapan dia akan dewasa? Tapi Mengapa sangat dingin?” pikir Jin An lalu mengingat yang dikatakan Don Tak sebelumnya.
“Apa Kau tidak dengar suara seseorang  saat aku melawannya tadi malam? Ada yang memanggil namaku dan  menyuruhku untuk menghindar.” Ucap Dong Tak. Jin An pun seperti mulai ketakutan. 


Dong Tak menunggu didalam mobil melihat jam masih lima menit lagi, karena pegawai restoran memberitahu tepat jam 12 malam, akan menemui informan disana jadi para Geng moto akan mulai mengepung di sana. Soo Chang melihat kesana kemari  bertanya Mereka akan datang. Dong Tak yakin kalau pasti datang.
Ponsel Dong tak berdering, Soo Chang terlihat bahagia karena Ssong yang menelp lalu meminta Dong Tak segera mengangkatnya.
“Apa Kau menemukan sesuatu tentang hantu itu?” tanya Jin An.  Soo Chang yang mendengarnya mengeluh kalau ia dianggap Hantu karena belum mati.
“Aku rasa itu bukan hantu.” Kata Dong Tak yang bisa yakin dengan keberadaan Soo Chang
“Apa kalian berdua menjadi teman?” tanya Jin Ah. Dong Tak mengaku belum.
“Apa yang kau lakukan? Apa dekskripsi pekerjaanmu termasuk telajang dada di taman dan  mempermalukan diri sendiri? .” Ucap Jin An. Soo Chang mengejek Dong Tak ketahuan ketika emosi tadi
“Itu...Sebut saja waktu itu aku sedang menjaga keamanan publik. Kenapa kau menelpon?” ucap Dong Tak
“Ayo bertemu sekarang. Seberapa jauh kau mengetahui kasus Detektif Jo? Sebagai seseorang yang juga terlibat,  maka aku akan menggunakan hakku untuk mengetahuinya.” Ucap Jin An.
“Katakan kau akan menemuinya.” Kata Soo Chang yang tertarik dengan Jin An.
“Aku tidak bisa. Aku sedang melakukan yang terbaik  untuk menjaga keamanan publik.” Kata Dong Tak. Soo Chang mengeluh mendengarnay.
“Apa akan berbahaya jika dipagi hari?” tanya Jin An. Dong Tak pikir  Sama bahayanya saat pergi ke tempat para brengsek.
“Baiklah. Jangan terluka, karena Polisi cengeng adalah makanan  empuk untuk pembawa berita.” Ucap Jin An dengan nada mengejek.
“Apa itu kekhawatiran atau ancaman? Aku menolak perhatian dan akan  menangkapmu karena melakukan ancaman.” Kata Dong Tak sinis.
Jin An pikir kalau Dong Tak sedang menjauhkan diri darinya lag an berpikir kalau sekarang menghalangi pekerjaannya lagi. Soo Chang menjawab itu karena Jin Ah cantik. Dong Tak seperti tak sadar diri langsung mengatakan hal yang sama. Jin An berteriak kaget dengan ponsel pun ditutup.
“Hantu mana yang tidak sopan  mengganggu pembicaraan orang lain?” keluh Dong Tak
“Aku disini. Kau mengabaikanku. Bukankah itu lebih buruk? Kau pembohong yang hebat. Dan Tidak perlu membuatnya khawatir.” Ejek Soo Chang. Dong Tak tak peduli lagi.
“Kalau saja Ssong ada di sini... Aku tidak akan pernah melihat wanita  pemberani seperti itu.” Ucap Soo Chang. Dong Tak pikir Jin An itu Sok berani.
“Dia Sok berani dan cantik.” Ucap Soo Chang. Dong Tak menyahut kalau Jin An Sangat cantik.
Jin An membaca judul berita DETEKTIF VETERAN MENGAMBIL HIDUPNYA SAAT TUDUHAN SUAP TERUNGKAP. Ia yakin kalau Detektif itu sama sekali tidak seperti ayahnya. 

Di dalam mobil
Soo Chang pikir Hampir tengah malam dan merasa Yong Pal tidak akan muncul, berpikir Seperti hari itu kalau Hanya kita berdua. Dong Tak berpikir kalau seperti hari itu apakah ia bisa  melakukannya. Soo Chang mengatakan tidak mau melukai wajahnya.
“Oh, benar... Itu tidak akan terjadi sekarang.” Ucap Soo Chang sadar kalau ia sudah jadi roh.
“Mari kita lakukan sendiri.” Ucap Dong Tak memacu mobilnya.

Saat itu seseorang mendekatinya dengan motor. Dong Tak yakin ini akan dimulai. Soo Chang melihat kebelakang kalau mereka sangat banyak yaitu Ada dikiri kanan. Kaca mobil mulai dipecahkan, Soo Chang menjerit ketakutan dan Dong Tak memacu mobilnya lebih cepat lagi.
“Aku merasa hampir mati!” teriak Soo Chang. Saat itu sebuah mobil menghalangi jalan para motor yang mengejar Dong tak.
“Apa itu terlalu banyak untuk kita?” pikir Dong Tak terlihat mulai gugup
“Tunggu saja sampai aku kembali. Aku akan menghajar para brengsek itu.” Ucap Soo Chang marah 


Dong tak menerima telp dari Sung Hyuk meminta agar  melihat kebealakang, kalau ia adalah istri di kantor Dan sangat menghormatinya. Soo Chang tak percaya karena sebelumnya Dong Tak berkata Sung Hyun belum dewasa dan semacamnya. Dong Tak bertanya siapa pria –pria itu
“Aku yang memanggil mereka.” Ucap  Sung Hyuk, mereka pun berkata kalau siap membantu.
“Apa kita cukup untuk mengalahkan geng motor? Jika kita kekurangan orang,  kalahkan dengan kekuatan.” Ucap Tiga orang yang mengikuti Sung Hyuk.
“Apa kita sungguh akan melakukannya?” tanya Sung Hyuk seperti tak yakin.
Saat itu mobil Dong tak berpapasan dengan Yong Pal. Sung Hyuk pun bisa melihatnya kalau itu mobil Yong Pal. Yong Pal pun langsung memutar balik mobilnya mengikuti mobil Dong Tak. Soo Chang bisa tersenyum melihatnya, Dong Tak pun mengucapkan terimakasih pada Yong Pal. 

“Aku disini bukan karena menyukaimu.” Tegas Yong Pal membawa anak buahnya.
“Oke, aku rasa kita sudah cukup... Mereka setia. Sepertinya cuma detektif itu yang  tidak setia.” Ejek Soo Chang
“Kita akan menuju ke utara Jembatan Dangsan Tunggu di posisi kalian, dan kepung  mereka sesuai perintahku.” Tegas Dong Tak
“Bisakah kita melakukan ini?” ucap Soo Chang. Dong tak merasa tak yakin  Harus melakukanya. Semua pun bersiap-siap melakukan misinya.
“Detektif Cha, makelar ponsel  baru saja menelepon. Pemimpinnya ada di suatu tempat di daerah itu” ucap Sung Hyuk melaporkan.
“ Jika kita menangkapnya, Aku akan menemukan brengsek  yang membunuh Hang Joon Hyung.” Kata Dong Tak melihat luka ditanganya. Soo Chang pun terlihat bahagia. 

Dong Tak mulai diikuti oleh geng motor, Soo Chang senang  mereka memakan dan mengambil umpannya. Dong Tak memerintahak mereka untuk bergerak Sekarang. Semua mobil dalam persembunyian pun keluar berada dibelakang iringan genk motor.
“Dong Tak... Apa kami tepat waktu?” tanya Kepala Yoo menelp Dong Tak. Dong Tak tak percaya Kepala Yoo juga ikut membantu. Sung Hyuk mengeluh Kepala Yoo lama sekali memberitahukanya.
“Aku suka cara yang dramatis.” Kata Kepala Yoo. Dong Tak mengucapkan Terima kasih.
“Kau polisi yang setia... Aku menarik kembali komentar tidak setia.” Komentar Soo Chang
“Aku akan menunggu di garis akhir  dengan Detektif Lee dan Park. Bawa semua kelincinya” ucap Kepala Yoo. Dong Tak mengerti. Soo Chang senang karena semua brengsek ini akan mati.

Dong Tak sengaja membawa kejalur tempat Kepala Yoo sudah menunggung lalu mereka pun terkepung. Beberapa motor sengaja memutar-mutar dan Dong Tak mencari-cari orang yang dicurigainya. Beberapa orang mulai terjatuh, sampai akhirnya seseoran berhenti didepa mobil Dong Tak lalu berusaha kabur.
Akhirnya Dong Tak mengejarnya, sementara Polis yang lain mencoba untuk menahan semua anak genk motor untuk tak tabur. Dong Tak terus mengejar si pria yang ada di balik helm sampai akhirnya motornya terjebak pada jalan buntu.
Keduanya saling berhadapan dengan kendaraan masing-masing. Dong Tak melajukan mobilnya sama seperti yang dilakukan si pria. Soo Chang panik motor si pria naik keatas mobil dan mengingat kembali dengan kejadian kecelakan dengan ayahnya.
“Ayahku tidak melakukannya.  Aku bersumpah.” Ucap Soo Chang saat itu masih kecil dan dirawat di rumah sakit. Si pria pun jatuh terguling diaspal.
“Apa itu alasan aku masuk  ke tubuh Cha Dong Tak?” gumam Soo Chang. Dong Tak akhirnya keluar dari mobil segera mendekati si pelaku. 

“Apa begini caramu membunuh sopir taksi?” ucap Dong Tak marah membuka helm si pelaku.
“Seharusnya aku membunuhmu dengan  cara yang sama malam itu.” Kata Si pria penuh dendam. Dong tak memastikan ada tato dibagian punggung atas.
“Apa kau yang membunuh Hang Joon Hyung?” kata Dong Tak setelah memberikan pukulan beberapa kali. Si pria membenarkan kalau itu dirinya.
Dong Tak berteriak marah memberikan pukulan dan menduduki tubuh si pria. Soo Chang melihat dari kejauhan kaget kalau mengenal pria itu ituLee Doo Sik seperti tak percaya. Dong Tak ingin Doo Sik untuk mengatakan sekali lagi.
“Detektif Jo Hang Joon. Aku membunuhnya.” Ucap Doo Sik berani mengakuinya.
“Mengapa? Mengapa kau melakukannya?” teriak Dong Tak
“Mengapa dia terus membuka kasus yang  sudah ditutup? Ini Sangat menganggu.” Kata Doo Sik. Dong Tak ingin memukulnya lalu terhenti dengan teriakan Soo Chang
“Dia bukan pembunuhnya! Dia bukan...orang yang membunuh... Detektif Jo Hang Joon.” Teriak Soo Chang. Dong Tak binggung dan bertanya bagaimana Soo Chang bisa mengetahuinya.
“Karena...Aku melihat wajah pembunuhnya. Jadi Biarkan aku masuk ke tubuhmu. Lalu... Aku akan membantumu menemukan pembunuhnya.” Ucap Soo Chang.
Dong Tak mendekati arah suara yang didengarnya, seperti sama-sama bisa melihat wujud Soo Chang yang bicara denganya.
Bersambung ke episode 7

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar