Sabtu, 31 Oktober 2015

Sinopsis She Was Pretty Episode 13 Part 2

Hye Jin lebih dulu masuk ke dalam ruangan, lalu Sung Joon masuk menyapa semua anggota timnya dan melalui meja Hye Jin. Terlihat senyuman sumringah Hye Jin yang semalam bersama dengan Sung Joon didalam mobil.
Siang harinya, Hye Jin mendatangi bagian timnya yang dulu. Kwang Hee yang melihat Hye Jin berkomentar sangat mempesona. Seul Bi terlihat bangga melihat nama Hye Jin ada di bagian majalah. Kepala Boo bertanya alasan Hye Jin datang ke tempatnya.
“Aku mau cari persediaan barng sekalian mengunjungi keluarga pegawai layanan administrasi.” ucap Hye Jin
“Bagus sekali, mengunjungi!! Kau akan kembali setelah 3 minggu ini kan?” ucap Kepala Boo, Hye Jin binggung karena harus kembali ke tim 3 minggu dari sekarang.
“Waktumu 3 minggu lagi. Coba Lihat!! Aku cek tanggal kau akan kembali sekalian mencoret waktu yang tersisa. Sudah lama sekali menunggumu hingga leherku sepanjang leher jerapah.” jelas Kepala Boo, Hye Jin berusaha untuk tertawa seperti tak rela tiga minggu lagi akan meninggalkan Most. 

Joon Woo menjerit karena ternyata Ten memang benar adalah orang Korea. Semua masih tak percaya, Eun Young melihat dari ponselnya kalau menjadi pencarian pertama tentang Ten.
“Seseorang membaca buku ini dan bertanya di sosmed TEN, "Apa Anda orang Korea?" Dan jawabannya "ya"! Lebih bagusnya lagi, dikonfirmasi secara pribadi oleh TEN.” jelas Joon Woo bangga, semua masih tak percaya.
Tiba-tiba datang seorang pria asing dengan wajah dingin, Poong Ho langsung mengajak High five. Shin Hyuk langsung menepuk tangan Poong Ho dengan bahasa inggris fasih menanyakan apa yang bisa dibantunya. Pria asing itu ingin bertemu dengan Sung Joon, semua terlihat tegang menunjuk ruangan Sung Joon. 

Sung Joon mengantar pria asing sampai ke depan mobilnya, dengan wajah tegang mengingat pembicaraan dengan pria itu “Jika di usia 20 thn Most Korea hilang selamanya, kau akan diingat karena gagal, bukan hanya kau tapi semua tim mu.Lalu, tak ada yang tahu apa yang akan terjadi.”
Poong Ho langsung bertanya apa yang terjadi ketika Sung Joon kembali keruangan, karena baru kali ini seseorang dari kantor pusat berkunjung. Sung Joon berbohong mengakui itu atasnya dulu dan hanya berkunjung jadi meminta agar semuanya tak perlu khawatir.
“Maaf, WaPemRed... Pihak Kim Shin Hye menanyakan konfirmasi wawancara bergambarnya. Apa yang harus kukatakan? Karena kita tak tahu ada apa, tidakkah sebaiknya kita menyerah saja dengan Leonard Kim dan...” saran Joo Young yang langsung di potong oleh Sung Joon dengan teriakan, tapi berusaha untuk tenang kembali
“Tanpa wawancara itu, kita tak bisa mengejar New Look. Ayo coba sebanyak mungkin, dan aku sendiri yang akan menghubungi Leonard Kim.” ucap Sung Joon dingin lalu masuk kembali ke dalam ruangan. 

Sung Joon menarik nafas panjang lalu membaca pesan yang masuk “Dia datang untuk menghentikan kita, kan? Bagaimana ini?” tulis Hye Jin dengan nada khawatir. Sung Joon membalas “semua akan baik-baik saja, kita berusaha saja” lalu menatap Hye Jin dengan memberikan sedikit senyuman
Akhirnya Shin Hyuk masuk ke dalam ruangan memberikan USB yang berisi film pendek karya Leonard Kim saat masih sekolah, jadi berpikir akan melakukan rapat denganya, karena tak ada ada biodatanya membuat mereka jadi lebih memahami ketertarikannya jadi membuatnya lebih mudah mendekatinya. Sung Joon mengucapkan terimakasih.
“Tapi, apa yang akan kau lakukan jika tak bisa menghubungi Leonard Kim?” tanya Shin Hyuk
“Ini kesempatan terakhir kita. Aku akan lakukan apapun agar kita meraih persentase tertinggi. Maksudku  Bukan Permainannya tapi bertaruh.” tegas Sung Joon
“Oke... apapun itu, bertaruh atau permainan, mari kita melakukukan apa yang kita bisa” ucap Shin Hyuk lalu memberikan kepalan tanganya, Sung Joon hanya melihatnya. Shin Hyuk menarik tangan Sung Joon untuk bisa high five dengan kepalan tanganya seperti yang lainnya. Sung Joon kembali mengucapkan terimakasih atas USB itu. 

Joon Woo memberikan artikel yang sudah dibuatnya, lalu membicarakan berita yang didapat dari kantor pusat bahwa jika merea tak keluar dari posisi 2 di edisi minggu depan maka Most akan dihentikan.
Shin Hyuk dan Hye Jin hanya bisa diam karena sudah mengetahuinya, Ah Reum yang mendengarnya benar-benar kaget, Joon Woo menceritakan berita yang didengar tentang nasib wartawan asing apabila Most dihentikan. Han Sul bisa mengerti sebelumnya ada pria asing yang datang ke kantor mereka. Ah Reum panik mengetahui Most akan dihentikan, Poong Ho yakin itu hanya omong kosong.
Joo Young akhirnya masuk ruangan Sung Joon, menanyakan kebenaran tentang Most yang akan dihentikan apabila tak berada di peringkat pertama. Sung Joon terdiam lalu melihat semua tim dari luar ruangan menatapnya, akhirnya membenarkanya. Joo Young marah karena tak memberitahu mereka semua. Sung Joon yakin itu tindakan yang benar.

“Kau di sini sudah 3 bulan, kan? Aku kerja di sini hampir 13 tahun. Tapi ternyata tempat di mana aku merelakan masa muda untuk kerja mungkin akan dihentikan. Sekarang baru kutahu... apa yang harus kulakukan? Jika kau pikirkan rekan-rekan kita setidaknya, kau takkan melakukannya begini.” tegas Joo Young tak terima.
“Bukannya aku tak mau memikirkan pendapat anggota tim, tapi saat ini, aku...” ucap Sung Joon mencoba menjelaskan tapi Joo Young menyela.
“Tidak, menurutku itu benar kau tidak memikirkan pendapatkan kami. Kami bahkan tak berkesempatan merespon situasi ini dengan bekerja seakan hidup kami bergantung pada ini! Aku yakin ini bukanlah masalah keputusan terbaik atau bukan, tapi dogmatis.” tegas Joo Young lalu keluar ruangan. 

Hye Jin mengikuti Joo Young yang baru keluar ruangan Sung Joon. Joo Young membawa tasnya menyuruh tim Mode untuk keluar sekarang, Joon Woo dan Yi Kyung keluar. Hye Jin tak bisa menahanya dan membiarkan mereka pergi.
“Bagaimana bisa dia hanya berdiri dan melihat kita dibunuh begini? Jika dia beritahu sejak awal, kita juga mungkin bisa coba lakukan sesuatu.” komentar Poong Ho
“Itu sebabnya dia mendorong kita begitu keras.” ucap Ah Reum sinis
“Tapi tetap saja, kita meraih penjualan yang lebih banyak sejak WaPemRed hadir. Kita hanya perlu menjadikan isu minggu depan nomor satu. Kenapa tak kita coba lakukan yang terbaik, oke?” kata Shin Hyuk menenangkan semua
“Karena dia biasanya bekerja dengan baik, mungkin dia baik-baik saja sendirian. Bukankah masing-masing kita hanya perlu mengumpulkan artikel kita? Ayo pergi, semuanya.” ucap Ah Reum sinis.
Hye Jin binggung melihat tim Ah Reum pergi, Sung Joon keluar ruangan melihat hampir bangku kosong. Poong Ho akhirnya mengajak Eun Young untuk pergi sekarang. Sung Joon dan Hye Jin hanya bisa menatap sedih karena dugaan Sung Joon benar, semua tim kabur karena tahu Most akan dihentikan. 

Sung Joon menatap papan namanya dengan sedih, Hye Jin masuk ke dalam ruangan menanyakan keadaan Sung Joon, meyakinkan semua tim bersikap seperti itu karena sangat kaget mendengar secara tiba-tiba, lalu berusaha menenangkanya, Sung Joon memotongnya lebih dulu.
“Hei, Hye Jin.... Maafkan aku, tapi... hari ini, bisakan kau biarkan aku sendiri?” ucap Sung Joon gugup dengan wajah sedih.
Hye Ji mengerti akan pulang lebih dulu meninggalkan Sung Joon sendirian di kantor. Sung Joon mencoba tersenyum dan meminta maaf,Hye Jin keluar ruangan bersandar di pintu merasa sedih dengan keadaan Sung Joon yang ingin menanggung rasa sedihnya sendiri. 

Sung Joon bertemu dengan seorang wanita asing, dengan bahasa inggris memperlihatkan konsep Konsep majalahnya, mengenai arahan dan rincian akan didiskusikan dengan Leonard Kim dengan begitu proposal yang dibuatnya menunjukkan betapa besar usaha mereka menyiapkan proyek ini.
Di kantor, Shin Hyuk berbicara di telp akan mencocokan isi wawancara dengan kesukaannya. Hye Jin juga mengatakan akan mengadakan pemotretan dengan menyesuaikan jadwalnya, lalu wajahnya sedih meminta agar bisa menghubunginya. Sung Joon keluar dari ruanganya, Shin Hyuk melirik kearah Hye Jin yang mengelengkan kepala, akhirnya akan menghubunginya. Sung Joon menatap sedih semua timnya yang pergi hanya ada Hye Jin dan Shin Hyuk. 

Di ruangan Nyonya Kim.
“Saat kau dulu minta wewenang penuh, apa maksudmu begitu? Bagaimana bisa kau sangat tak mirip Most? Stupido.... Saat kau mencoba melindungi sesuatu, itu tak benar. Di proses itu, mungkin akan ada kesalah pahaman. Aku paham bagaimana perasaanmu tapi... Sendainya kau mempercayai timmu bagaikan un pocco, un pocco, sedikit lebih percaya, andai kau bergantung sedikit pada mereka, Kurasa mungkin semua ini takkan terjadi.” komentar Nyonya Kim, Sung Joon terdiam mendengarkan nasehatnya.
Sung Joon diam didepan layar Most melihat semua ruangan timnya sudah gelap, mengingat ucapan Joo Young “Benar kau tidak memikirkan pendapat kami. Aku yakin ini bukan masalah keputusan terbaik atau bukan, tapi dogmatis.”
Lalu ucapan Ah Reum “Karena dia biasa kerja dengan baik, dia mungkin baik-baik saja sendirian. Setelah itu komentar Poong Ho “Ini tak seharusnya dilakukan.” Yang terakhir adalah ucapan Nyonya Kim “Kau dulu minta wewenang penuh,di saat inilah yang maksud itu?”

Hye Jin mengambil kunci mobil Sung Joon yang akan pulang, Sung Joon tersenyum melihat Hye Jin ternyata belum pulang, tapi menunggu di parkiran. Hye Ji pikir Sung Joon lebih baik istirahat karen lelah jadi lebih baik ia yang membawa mobil. Sung Jon menarik Hye Jin mengatakan baik-baik saja, lalu bersandar di mobilnya sambil menghela nafas panjang.
“Di saat begini, aku khawatir kau pingsan lagi, jadi aku tak bisa pergi. Mulai sekarang, takkan kutinggalkan kau sendirian. Selama ini, pasti sulit tak punya tempat bergantung. Kerja yang kau pikir tak bisa dikerjakan tapi ternyata kau bisa dan itu pasti sangat berat dan menakutkan.” jelas Hye Jin, Sung Joon menatapnya dengan berkaca-kaca
“Mulai sekarang, jika kau berjuang, berjuanglah di hadapanku. Saat kau kesulitan, lakukan di hadapanku. Jangan tanggung semua ini sendirian. Kita Lakukan bersama, yah Sung Joon ?” pinta Hye Jin, Sung Joon menahan tangisnya lalu memeluk Hye Jin dengan erat, menangis dipundak pacarnya. Hye Jin menepuk pundak Sung Joon kalau semua akan baik-baik saja. 

Hye Jin dan Shin Hyuk saling menyapa dengan wajah lemas dan menghela nafas bersama-sama. Ketika masuk ke dalam ruangan, keduanya terdiam. Joo Young dkk sudah sibuk di meja kerjanya masing-masing, Wajah Hye Jin dan Shin Hyuk langsung sumringah melihatnya.
Dari belakang, Hye Jin langsung memeluk Joo Young yang akhirnya kembali ke kantor karena sangat merindukanya. Joo Young mengeluh karena tak suka ada pelukan seperti itu. Hye Ji melepaskannya bertanya alasan Joo Youg kembali. Joo Young menegaskan kembali karena tak ingin merasa bersalah.
“Bahkan jika kita dihentikan, kurasa aku akan merasa lebih bersalah jika secara pribadi melihatnya” jelas Joo Young, Ah Reum setuju dengan itu.
“WaPemRed tak bisa kerja tanpa kita, jadi mau bagaimana? Kita harus datang.” tegas Poong Ho lalu tos dengan kepalan tangan bersama Shin Hyuk dan Hye Jin.
Sung Joon datang menyapa semuanya, Hye Jin terlihat bahagia menghampirinya. Sung Joon memberitahu mereka akan rapat 20 menit lagi. Hye Jin binggung melihat ekpresi Sung Joon yang datar padahal semua tim sudah kembali, tapi kembali tersenyum sumringah karena semua tim akhirnya bisa kembali. 

Sung Joon masuk ruang rapat sambil menelp, semua orang terlihat bertanya-tanya, siapa yang menelp. Setelah menutup telpnya Sung Joon memberitahu tentang pihak Leonard Kim yang membicarakan wawancara. Semua menunggu hasilnya dengan wajah tegang.
“ Hasilnya.... Mereka bilang setuju.” ucap Sung Joon dengan senyuman.
Semua tim menjerit bahagia, Hye Jin sampai berdiri memberika tepuk tangan. Shin Hyuk pun tak kalah bahagianya karena bisa membuat Leonard Kim menerima tawaran wawancara. Joo Young sudah memiliki konsep foto saat mengambil cuti beberapa hari. Poong Ho juga sudah mempersiapka ratusan pertanyaan saat wawancara. Ah Reum berkomentar tak perlu berbohong dengan membuat ratusan pertanyaan. Hye Jin tak bisa menahan tawa bahagianya.
“Ada hal-hal seperti Hukum keberuntungan yang menggambarkan jumlah keberuntungan, di mana kau akan mendapatkan keberuntungan baik sesuai jumlah ketidak beruntunganmu yang saat ini kau hadapi. Inilah yang dikatakan Hukum Keberuntungan agar kita tak mudah putus asa dan tetap bertahan, karena,jika kau mengalami keburukan, kebaikan pasti akan segera datang.”
Wajah Shin Hyuk yang tadinya tersenyum bahagia berubah jadi diam, seperti sedih memikirkan sesuatu. Saat Hye Jin menatapnya berusaah untuk tetap tersenyum walaupun dalam hatinya terlihat sedih. 

Shin Hyuk dengan senyumannya memberikan makan pada adiknya, Han Sul dan Joon Woo juga saling memberikan makan, begitu juga Poong Ho dan Joo Young. Tiba-tiba  Joon Woo memberitahu kalau Pemberitahuan tentang Leonard Kim sudah di-post di homepage mereka. Ah Reum sangat penasaran melihat gambar tentang gambarnya, Yi Kyung melihat ada banyak klik yang sudah melihatnya. Sun Mi yakin semua orang penasaran karena Leonard Kim itu tak biasanya diwawancara.
“Selisih antara kita dan New Look berkurang, dan kita bahkan mendapatkan Leonard Kim. Apa ini artinya kita pasti akan jadi nomor 1?” ungkap Han Sul yakin.
“Sejujurnya, saat pertama membahas tentang Leonard Kim, Kupikir tak masuk akal. Tapi bagaimanapun juga, WaPemRed mendapatkannya.” komentar Joo Young bangga, Hye Jin tersenyum karena pacarnya itu dibanggakan orang lain.
“Tapi apa kalian semua merencanakan ini bersama? Bagaimana bisa kalian memutuskan kembali di saat yang sama?”tanya Shin Hyuk
“Ahh... mesti kubilang ini... Kalian semua punya alasan tapi aku termasuk kasus khusus. WaPem Ji sangat ingin mempertahankanku hingga dia sendiri yang mencariku, lalu dia menangis hari itu lingkunganku jadi lautan air mata hingga orang-orang harus menggunakan perahu! Perahu!” cerita Poong Ho berlebihan.
Joo Young menegaskan bahwa perahu itu juga mengampiri lingkunganya, Ah Reum juga menegaskan juga didatanginya. Shin Hyuk mengangkat jempolnya. Hye Jin tak percaya Sung Joon mendatangi semuanya satu persatu, Poong Ho sedih karena bukan ia satu-satunya yang didatangi Sung Joon. Joo Young mengajak semua untuk bersemangat sampai di peringkat pertama, Shin Hyuk mengangkat tinggi-tinggi gelas birnya agar bersulang bersama-sama. 

Sung Joon datang ke ruanganya melihat ada kotak makan dan juga termos, disampingnya ada note dengan bentuk hati. “Ketahuan! Kau kerja saat akhir pekan juga, kan? Ini agar kau tak kelaparan saat kerja. Sudah kurapikan fashion dari model Leonard Kim dan apa yang kurasakan setelah menyaksikan film terkininya. Mungkin ini sedikit bisa membantu.”
Lalu ia membuka kotak maka berisi kimbap dan satunya yang diberi huruf dengan potongan Nori, senyuman Sung Joon lebar melihat kotak makan yang dibuat oleh Hye Jin sebagai kekuatan, lalu menyadari kotak itu masih terasa hangat. 

Sung Joo keluar dari lift melihat Hye Jin baru saja keluar dari kantor, dengan mengentuk kaca jendela berteriak memanggil Hye Jin. Hye Jin yang akan meninggalkan kantor melihat Sung Joon yang memanggilny dari kaca jendela menghampirinya.
Ia bertanya untuk apa Sung Joon keluar dan menyuruhnya kembali berkerja. Sung Joon berteriak menyuruh Hye Jin menunggunya sebentar. Hye Jin terlihat tak mendengar ucapan Sung Joon, berpikir kalau sangat menikmati makanan itu. Sung Joon mengelengkan kepalanya meminta Hye Ji menunggunya disana. Hye Jin tersenyum karena Sung Joon menunggunya disana.

Sung Joon keluar berlari menghampirnya. Hye Ji binggung melihat Sung Joon yang membawa kotak makannya keluar. Sung Joon mengatakan sekarang tak makan banyak seperti dulu jadi mengajaknya makan bersama.
Hye Jin sengaja mempersiapkan yang banyak agar bisa dimakan sampai malam hari, jadi tak ingin menganggu. Sung Joon tetap ingin mereka makan bersama, lalu menariknya untuk pergi. Hye Jin menahanya bertanya mau kemana mereka pergi. Sung Joon dengan bangga mengatakan mereka akan piknik. 

Di pinggir danau, Sung Joon membuka semua kotak makan yang dibawakan Hye Jin untuknya, lalu menghidur udara dalam-dalam karena sangat segar. Hye Jin merasa sia-sia mempersiapkan semuanya jadi mengacaukan kerjanya. Sung Joon mengataka mereka akan di tempat itu selama 2 jam saja, lalu mengajaknya untuk mulai makan.
Ia mulai memakan kimbap dan langsung membanting sumpitnya, Hye Jin binggung berpikir rasanya tak enak. Sung Joon mengeluh lalu bertanya siapa yang menyuruh Hye Jin membuat makanan seenak itu. Hye Jin terlihat tak mengerti.
“Dari maniak-teman sekelas, dan sekarang kau bahkan maniak-memasak?  ini Sangat enak” ejek Sung Joon,
Hye Jin tersenyum lalu meminta Sung Joo mencoba labu goreng dan juga sup yang dibuatya dalam termos. Sung Joon bertanya sup apa yang dibuatnya. Hye Jin memberitahi itu sup rumput laut. Sung Joon tersenyum karena merasa seperti sedang ulang tahun, lalu memujinya sangat enak. Keduanya makan bersama dengan wajah bahagia di pinggir danau. 

Sung Joon membawa masuk kotak makan ke dalam bagasi mobil, terdengar suara teriakan Hye Jin yang sangat bahagia ada di pinggir danau. Seorang pengunjung menjatuhkan slay-nya, Sung Joon dengan baik hati mengambilnya, saat menoleh ke belakang, Hye Jin sudah tak ada di tempatnya berdiri.
Dengan wajah panik, Sung Joon mencarinya dan mencoba menelp tapi teringat ponselnya tertinggal. Ia mencari ke sisi lain dengan wajah kebinggungan, tiba-tiba Hye Jin mengangetkan dari belakang dan tertawa melihat ekspresi Sung Joon yang dianggapnya bercanda.
Sung Joon malah terdiam sambil menghela nafas panjang, Hye Jin binggung melihat Sung Joon yang terlihat panik. Sung Joon berpikir Hye Jin menghilang, Hye Jin pikir untuk apa menghilang, lalu mengajak Sung Joon kesuatu tempat yang cantik lalu mengandeng Sung Joon untuk pergi kesana. 

Tepat di pinggir danau dengan pohon yang berguguran, Hye Jin mengambil gambar melihat kilauan air danau yang sangat cantik. Sung Joon menatap Hye Jin terlihat datar, Hye Jin merasa hatinya tenang karena melihat danau ini. Keduanya saling menatap, Hye Jin memberanikan diri memegang tangan Sung Joon lebih dulu.
“Sung Joon, kau hampir sampai, jadi jangan lari terlalu cepat. Seperti danau ini, sebaiknya kita dengan tenang..... “ ucap Hye Jin lalu bersin sangat keras.
“Wow, udara di danaunya tidak main-main. Kenapa dingin sekali?” keluh Hye Jin dengan waja malu, Sung Joon tersenyum melihatnya.
Sung Joon dengan jaketnya memakaikan pada Hye Jin dan juga memeluknya, lalu bertanya apakah lebih baik sekarang. Hye Jin tersenyum bahagia merasa lebih hangat.

“Hye Jin.... Mulai sekarang, aku akan memberitahumu sesuatu. Kau boleh bilang aku ini tak sabaran dan aku ini gila.” ungkap Sung Joon.
“Ada apa? Kau membuatku takut. Apa yang mau kau katakan?” kata Hye Jin ketakutan
“Setelah berhasil dengan ultah 20th dan menyelamatkan The Most, aku akan melamarmu.Aku akan melakukan apapun agar berhasil dan pasti akan melakukannya.” janji Sung Joon.
Di kantor, Ponsel Sung Joon yang tertinggal berdering terlihat di layar Leonard Kim yang menelpnya.
“Ada hal-hal seperti Hukum Keberuntungan yang menggambarkan jumlah keberuntungan, di mana kau akan terima keberuntungan di masa depan setara dengan ketidakberuntungan yang kau hadapi saat ini.”
Sung Joon menatap Hye Jin yang kedinginan, lalu menatap penutup kepalanya. Hye Jin berharap agar Sung Joon bisa berhasil, seperti dengan perkataanya untuk menghidupkan kembali majalah MOST, bahwa ia juga mengharapkah hasil yang sama. Sung Joon menarik Hye Jin dan kembali menciumnya. 

bersambung ke episode 14 


12 komentar:

  1. Makasi chingu.... akhirnya update juga

    BalasHapus
  2. Tampan,,,,,urri sung joon ,,,,^^

    BalasHapus
  3. Seneng banget lihat adegan romantis sung joon ϑαη hye jin..tp ∂ï akhir rada sedikit kuatir jangan2 masalah Ǚϑ@ђ menunggu mereka berdua..lanjut terus Ɣªª mba..

    BalasHapus
  4. romantisnyaaaaa. .
    oh ya. .apakah sung joon itu beneran keponakannya presdir “mamamia” itu ya???
    kayaknya episode 14 bakalan banyak sedihnya dech. .biasanya kan gitu habis seneng-seneng trus nangis-nangis. .hehe

    BalasHapus
  5. Gga kerasa nee udh tinggal 3 ep lagi...
    Semangat chingu...

    BalasHapus
  6. Sepertinya bukan sung joon deh keponakan nyonya Kim.. aq kok curiga klo shin hyuk.. jangan2 penulis TEN itu nyonya Kim.. 😀😀😀

    BalasHapus
  7. Sepertinya bukan sung joon deh keponakan nyonya Kim.. aq kok curiga klo shin hyuk.. jangan2 penulis TEN itu nyonya Kim.. 😀😀😀

    BalasHapus
  8. Keponakan dr Nyonya Kim itu dr awal yg paling mencurigakan itu Shin Hyuk mmg,bisa dilihat Shin Hyuk itu bisa tinggal di hotel selama setahun penuh ditambah dia juga pakai sport car sjak kecelakaan di kota Yadong waktu itu.
    Mkasih mbak buat sinopnya!

    BalasHapus
  9. Aku rasa keponakan nya itu Pong Ho.. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju karena kocak y sma kayak tante mamamia
      hehehehe
      thx mba dee postingan y
      sory y slma ini jd silent reader....

      Hapus
  10. Kok sinopsis ep 14 lom ada y

    BalasHapus