Selasa, 20 Oktober 2015

Sinopsis Mrs Cop Episode 13 Part 1

Young Jin memegang pistol pelurunya, menyuruh agar Berlutut dan letakkan tanganmu di belakang kepala. Tae Yoo langsung memberikan tanganya agar di borgol, Young Jin berteriak menyuruh Tae Yoo berlutut, Tae Yoo menegaskan tidak akan pernah berlutut seumur hidup, jadi lebih baik tembak saja. Young Jin lebih mendekatkan lagi pistolnya dan siap melepaskan peluru ke arah kepala Tae Yoo
Tae Yoo tertawa dan bersiap untuk menerima tembakan, Young Jin siap menembak dengan mata berkaca-kaca untuk membalaskan dendam. Lalu ia melangkah keluar dari  restoran, berjalan lunglai dengan tatapan kosong. Di dalam ruangan, Tae Yoo masih berdiri dan Sek Yoon tergeletak karena pistol listrik. 

Di kantor,
Tae Yoo menyakinkan apakah nanti polisi tidak akan muncul dalam otopsi, Sek Yoon membenarkan karena sebelum pemakanan Dong Il tidak akan ada otopsi dan juga kasusnya ditutup karena pelaku sudah meninggal, jadi atasanya itu tak perlu mengkhawatirnya.
“Apa yang terjadi dengan Shanghai?” tanya Tae Yoo pada Pengacara Park
“Kami membuat perjanjian senilai 20 milyar won, jadi Tidak akan ada masalah” jelas Pengacara Park
“Jaksa Ko telah mengambil alih kasus kita, Karena orang-orang menyaksikan sekarang, dia akan menyelidiki pajak kita. Siapkan dokumennya” perintah Tae Yoo
“Aku sudah memerintahkan pada departemen yang bersangkutan. Mereka sedang mengerjakan semuanya” ucap Pengacara Park
Sek Yoon juga memberitahu sudah menemukan  seseorang untuk menggantikan tempat Presdir Kim dan akan bertemu dengan orang tersebut segera. Tae Yoon pun menyerahkan semua urusan pada Sekertarisnya. 

Di rumah sakit
Jae Won tertawa cekikikan diruang rawat rumah sakit sambil nonton video dalam tabnya, lalu terlihat bahagai karena melihat ayahnya yang datang berkunjung. Tae Yoo juga ikut senang melihat anaknya dan melihat tempat itu baru dibangun untuk para napi, lalu bertanya apakah anaknya baik-baik saja.
“Yah, aku rasa bisa menanganinya” ucap Jae Won menghela nafas.
“Jangan terlalu frustasi, tahanlah dan tunggulah sebentar. “ pesan Tae Yoo
“Kau akan pergi ke rumah sakit sekarang mulai sekarang untuk perawatan” jelas pengacara Kim
“Pengacara Kim mencari semua cara yang bisa dilakukan.  Jangan kehilangan fokus dan tinggalah di sini dengan tenang” perintah Tae Yoon, Jae Won mengerti dengan wajah tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.
Pengacara Kim memberitahu anak Tae Yoo bisa meminta apapun yang dibutuhkan pada perawat. Jae Won berbisik ingin meminta alkohol. Pengacara Kim melirik Tae Yoo yang akan keluar ruangan dan akan mencoba memeriksanya.  

Di ruangan Kepala Yum,
Kepala Yum menanyakan alasan keduanya yang mencurigai Kepala Kang terus menerus. Joon Ho berpikir Tae Yoo itu berbau busuk. Kepala Yum menegaskan mereka itu polisi bukan seorang hakim yang harus menyelidiki seorang pengusaha.
“Apakah Presdir Kang ada hubungannya dengan kasus kejahatan ini?” tanya Kepala Yum Sinis
“Kami sedang mencari tahu, apakah dia terlibat atau tidak.” jelas Jong Ho
“Daerah itu dilindungi dengan kasus yang tidak bisa kita pecahkan. Kau tahu apa yang akan dipikirkan orang-orang di luar? Mereka akan berpikir kau menyelidiki sebuah perusahaan supaya bisa mendapatkan uang suap” teriak Kepala Yum menuduh. Young Jin menyela kalau Kepala Yum itu tidak benar.
“Apa bagusnya kalau hanya aku saja yang mengetahuinya? Kalau kau berkeliaran diantara orang-orang kaya, orang-orang akan mulai memanggilmu kotoran. Jadi hentikan itu dan segera tangani kasus kejahatan kekerasan, lalu Laporkan kembali padaku besok.” perintah Kepala Yum yang sengaja menghindari Tae Yoo diselidiki anak buahnya, lalu menyuruh semuanya keluar dari ruanganya. 

Young Jin tetap ada diruangan, Kepala Yum bertanya untuk apa bawahanya itu masih ada didalam ruangan. Young Jin memberitahu bahwa Presdir Kang Tae Yoo yang membunuh ayahnya dan  Itulah yang ingin dikatakan Park Dong Il padanya. Kepala Yum benar-benar kaget mendengar Young Jin sudah mengetahuinya.
“Park Dong Il tidak membunuh ayahku, tapi dia mengakui kesalahan Presdir Kang. Dia setuju melakukannya karena sesuatu hal dan bersedia untuk dihukum Tapi, Presdir Kang mengkhianatinya Atau tepatnya, dia tidak menepati janjinya. Itulah sebabnya kenapa Park Dong Il berusaha balas dendam. Supaya dia bisa balas dendam dengan tangannya sendiri, dia menipuku selama ini, jadi Itu sebabnya dia meminta maaf dan dia bilang akan memohon ampunan suatu hari nanti jadi dia ingin akulah orang yang akan menangkapnya” cerita Young Jin
“Meski begitu... Masa berlaku dari kasus itu telah lewat. Tidak ada yang bisa dilakukan sekarang Itu sebabnya dia tidak mengatakan apapun meskipun dia adalah korban Tapi... bagaimana kau tahu? ” ucap Kepala Yum mencari tahu.
“Aku bertemu dengan Presdir Kang.” akui Young Jin
Kepala Yum makin kaget Young Jin bertemu dan berpikir Tae Yoo sudah mengaku sendiri. Young Jin mengatakan Tae Yoo ta mengakuinya, tapi sudah tahu bahwa Tae Yoo adalah pelaku sebenarnya. Kepala Yum berkomentar mungkin semuanya itu benar tapi semuanya sudah berakhir sekarang, lalu berpesan agar Young Jin adalah polisi jadi tidak boleh bertindak gegabah. Young Jin mengerti dan sadar dengan posisinya. 

Jin Woo menyembunyikan simpul talinya dalam saku celananya, lalu mencari-cari berkas diatas meja. Do Young heran melihatnya, lalu menepuk lenganya berpikir rekan kerjanya melakukan kejahatan karena menghindari tatapan matanya.
“Kau ingin mendengar sesuatu yang lucu?” ucap Jin Woo, Do Young langsung meminta traktir makan siang apabali tak lucu.
“Hei, itu terlalu subjektif. Kau bisa saja mengatakan itu tidak lucu, padahal sebenarnya lucu” komentar Jin Woo, Do Young pikir lebih baik tak perlu melakukanya.
Jin Woo terdiam melihat sikap Do Young lalu mengajak mereka bermain teka teki supaya adil. Kalau Do Young benar, maka ia yang akan traktir, tapi kalau salah maka Do Young yang harus mentratirnya. Do Young setuju lalu bertanya apa teka tekinya.
“Ada dua penjahat, tapi kau hanya punya satu borgol. Apa yang akan kau lakukan?” ucap Jin Woo
“Hei... Apa kau bercanda? Borgol saja satu tangan mereka masing-masing, jadi hanya itu teka tekimu?” kata Do Young mengejek.
“Bagaimana kalau ada tiga?” tanya Jin Woo kembali bertanya
“Kau borgol dua orang, lalu dengan sabukmu, kau ikat yang ketiga” jawab Do Young
Jin Woo tak ingin kalah bertanya kembali apabila ada empat orang, Do Young menunjuk sepatunya yang bertali, dengan melepaskan talinya, maka bisa mengikat dua orang lagi, jadi dengan begitu bisa mengikat lima orang penjahat sekaligus. Jin Woo binggung karena Do Young yang mengetahuinya. Do Young pun bahagia karena bisa menang dan akan memilih makanan yang mahal. 

Jae Duk dan Seo Won mengucapkan terimakasih pada Jin Woo yang mentraktirnya, Jin Woo hanya bisa tersenyum dengan mimik sedih karena Do Young membawa dua rekan kerja lainya. Keduanya juga mengucapkan terima kasih karena Do Young yang memenangkan taruhan jadi mereka mendapatkan makan gratis.
“Makanlah sebanyak yang kalian mau Dan kalau mau lagi, kau boleh memesannya lagi.” pesan Do Young, Jin Woo masih saja diam menatap Do Young
“Tapi teka teki apa yang kau menangkan?” tanya Jae Duk, Do Young memberitahu tentang menangkap 4 penjahat
“Maksudmu, yang ditangkap dengan tali sepatu?” ucap Jae Duk, Do Young pun kaget ternyata Jae Duk mengetahuinya.
“Mereka melakukan itu untuk memelonco orang baru. Kau seharusnya berpura-pura tidak tahu meskipun kau tahu. Apa Kau menjawabnya dengan benar?” bisik Seo Won melirik Jin Woo yang sibuk makan dengan wajah kesal.
Do Young terdiam, Jae Duk mengejek Do Young tidak punya kepedulian sosial. Do Young tak enak hati tapi menyalahkan Jin Woo tak memberitahunya. Jin Woo pikir Do Young tak akan tahu jawabanya, Jae Duk mengejek Jin Woo yang mencoba memelonconya, tapi malah ia sendiri yang kena. 

Do Young memberikan secangkir kopi untuk membaik-baikan seniornya, lalu meminta apa yang akan diberikan sebelumnya. Jin Woo memberikan simpul yang sudah dibuatanya. Do Young melihat simpul yang jadi cantik tapi tak pernah mempercayainya.
Jin Woo menceritakan mempelajarinya saat naik gunung dan ikatan itu sangat kuat. Do Young pun meminta agar mengajarkanya. Jin Woo mengeluarkan satu tali lainya, lalu membuat simpul dan mengikat pada tangan Do Young untuk membuktikan ikatan seperti itu tak akan lepas.
Do Young mencoba melepaskan dan ternyata memang benar tak bisa dibuka. Jin Woo pikir sekarang Do Young harus berusaha agar melepaskanya sebagai tugas perploncoaan seorang junior baru lalu keluar ruangan. Di depan meja kerjanya, Do Young berusaha membukanya, melihat Jong Ho yang lewat meminta tolong agar dibukakan, tapi Jong Ho memilih untuk meninggalkanya.
Young Jin datang dengan segelas kopinya, Do Young meminta tolong supaya dibantu. Young Jin tersenyum menyuruh Do Young pergi ke seniornya yang mengikat sebagai tanda akan diterima sebagai rekan kerja. 

Do Young menemui Jin Woo di cafe meminta supaya mereka berhenti bermain dan melepaskanya, karena sangat memalukan. Jin Woo mengejek Do Young yang tak bisa membuka ikatan dari talinya. Do Young mengeluh karena tak bisa membukanya.
Jin Woo membuka ikatan sambil meminta maaf, Do Young pikir ini aturannya, jadi untuk apa seniornya itu meminta maaf. Jin Woo mengakui sebelumnya tak menyukainya, dan seharusnya melakukan plonco sebelumnya dan menerimamu sebagai partnernya tapi malah baru sekarang.
“Apa yang membuatmu sangat tidak menyukaiku? Apa karena aku wanita Atau karena pangkatku lebih tinggi daripada dirimu, jadi kau merasa tidak nyaman?” tanya Do Young
“Sejujurnya, kedua-duanya. Mulai sekarang, aku akan memperlakukanmu sesuai dengan pangkatmu Karena kau adalah rekan kerjaku, aku akan melindungimu seperti diriku sendiri Dan karena kau adalah rekanku. Aku akan terbuka dan jujur denganmu tentang semuanya.” ucap Jin Woo berjanji. Do Young tak percaya tapi Jin Woo menyakinkan bahwa yang dikatanya itu memang benar. 

Jae Won sudah duduk didalam ambulance, sambil mengoda-goda petugasnya dengan menyentuh bagian perutnya yang sixpack. Setelah itu ia sudah terbaring di dalam ruang rawat VVIP. Tae Yoo pun datang menemui anaknya bersama Pengacara Kim.
“Ayah, suasana rumah sakit ini tidak terlalu buruk” komentar Jae Won bahagia.
“Ini adalah ruangan presdir.” ucap Pengacara Kim, Jae Won binggung berpikir ayahnya sedang sakit juga.
“Tidak, terjadi sesuatu, jadi ayah datang untuk beristirahat. Mengenai hasil pemeriksaannya akan ditunda selama mungkin jadi Kau bisa tinggal di sini beberapa hari. Meski hasil pemeriksaannya baik-baik saja, kau harus bersikeras kalau kepalamu sakit” perintah Tae Yoo,
Jae Won mengaku memang benar-benar sakit, Tae Yoo panik dibagian mana anaknya merasakan sakit. Jae Won mengeluh selalu berada di ruangan jadi.dadanya terasa sesak dan benar-benar terasa sakit. Tae Yoo menyuruh anaknya memanggil dokter apabila memang merasakan sakit. Jae Won mengaku frustasi karena terkurung di tempat itu, Tae Yoo menyuruh anaknya menunggu sebentar lagi, Jae Won hanya menghela nafas kesal. 

Di malam hari
Perawat mengecek infus dikamar Jae Won, seorang polisi yang menjaga terlihat tertidur. Jae Won ternyata sengaja menyembunyikan sebuah jarum dan membuka borgol yang dipasang ditangan dan kasur.
Setelah bisa lolos dari kamar, seorang temanya sudah menjemput dipakiran dan langsung keluar dari rumah sakit. Jae Won langsung menganti pakaian rumah sakit dengan yang dibawakan temanya, terlihat sangat gembira karena bisa kabur bahkan berteriak-teriak di bagian atas mobil yang terbuka. Di sebuah club, Jae Won langsung memesan bir dan juga ditemani oleh wanita-wanita seksi disampingnya. 

Dua polisi yang menunggu bandar narkoba di club melihat Jae Won yang berjalan ke parkiran dengan mabuk dengan seorang wanita. Polisi lain yakin seharusnya Jae Won itu ada penjara bukan diclub. Salah satu polisi menyuruh temanya untuk menyegap Jae Won, tapi Jae Won yang mabuk malah melajukan mobilnya bahkan menabrak polisi lainya yang menghadang mobilnya.
Pagi harinya, Kepala Yum menerima berita dari anak buahnya yang ada didalam mobil, begitu juga Tae Yoo yang dibisikan oleh Sek Yoon. Tae Yoo langsung melotot tajam mengetahui berita yang disampaikan Sek Yoon. 

Polisi tersebut sudah terbaring di rumah sakit dengan penyanggah leher bersama istri dan anaknya. Di kantor Jong Ho memimpin rapat darurat dengan petinggi polisi lainya.
“Kemarin, Kang Jae Won melarikan diri dari pengawasan Lalu dia menabrak petugas Lee Jin Soo dari divisi narkotika dengan mobilnya sebelum melarikan diri Kami segera melakukan pencarian dan menemukan mobil tersangka Akan tetapi, Kang Jae Won sudah pergi dan menghilang Sekarang Kami akan segera mengeluarkan pemberitahuan ke seluruh negara ini dan harus segera mengumumkan ini kepada umum melalui media” jelas Jong Ho
“Kita tidak bisa melakukan pemberitahuan umum, Tidak apa-apa untuk meminta bantuan dari seluruh kepolisian di negara ini Tapi itu harus dilakukan secara diam-diam” ucap Kepala Yum menghindari sorotan media.
Jong Ho tak terima karena Jae Won seorang pria yang tidak bertanggung jawab layaknya seorang perwira dan Jin Soo sekarang lumpuh dan harus berada di kursi roda selamanya. Young Jin menjelaskan pelaku melarikan diri bahkan bersembunyi jadi menurutnya  Prioritas utama adalah menangkapnya segera, apabilagi ayahnya itu Presdir dari perusahaan KL Kontruksi, kalau dibantu oleh ayahnya akan sulit untuk menangkapnya
Kepala Yum tetap mencoba mengagalkanya dengan alasan bisa memperburuk pemberitaan tentang polisi yang kehilangan tahanan. Petinggi polisi menyudahi perdebatan supaya Keluarkan pengumuman ke publik dan juga libatkan media, selain itu tak perlu memberitahu kejaksaan karena ia yang akan bertanggung jawab dengan kasus ini. 

Sek Yoon pergi ke ruang CCTV menyuruh Musnahkan semua rekaman video kemarin Dan jaga mulut semua bawah dari kepala CCTV. Akhirnya ia datang ke sebuah hotel dan Jae Won sudah tertidur dengan wanita yang dibawanya, lalu membuka selimutnya, sang wanita langsung ketakutan menutupi tubuhnya yang setengah telanjang dan ia memberikan uang memerintahkan untuk menutup mulutnya.
Jae Won terbangun sambil menyapa ayahnya dengan senyuman, Tae Yoo langsung menamparnya karena anaknya tak bisa menunggu malah melakukan sesuatu yang fatal. Jae Won terlihat binggung karena tak ingat apapun, Sek Yoon memberitahu Jae Won yang menabrak polisi sampai lumpuh dan berhasil kabur dengan meninggalkan mobilnya begitu saja.
Tae Yoo langsung menyuruh Sek Yoon mencari cara agar anaknya bisa keluar dari korea. Jae Won memohon karena sebelumnya hanya ingin bermain-main saja, Tae Yoo kembali menonjoknya memarahi anaknya yang selalu membuat ulah di Korea, karena kalau tidak anaknya bisa membusuk dipenjara. Sek Yoon menyuruh Jae Won memakai bajunya dan segera pergi dari hotel segera.
bersambung ke part 2  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar