Kamis, 22 Oktober 2015

Sinopsis Mrs Cop Episode 14 Part 1

Tae Yoo yang melihat anaknya menarik pelatuknya meminta agar Jae Won tak menembak. Jae Duk siap mengeluarkan pistol saat Jae Won melirik pada ayahnya. Jae Won bisa melihat dan langsung membuang pelurunya dan mengenai Jae Duk. Do Young langsung menembak dua kali dibagian dada dan akhirnya Jae Won pun jatuh terkapar.
Young Jin yang baru sampai mendekati Jae Duk untuk melihat keadaanya, terlihat lengan Jae Duk saja yang terkena peluru. Tae Yoo berusaha membangunkan anaknya yang jatuh terkapar dengan bersimba darah, Jae Won hanya memanggil nama ayahnya sekali dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya.
Tae Yoo menjerit histeris dengan mata yang basah, tak terima karena polisi membunuh anaknya. Do Young masih tetap menodongkan pistolnya memerintahkan Tae Yoo tak bergerak. Tae Yoo tetap saja mendekat, akhirnya Jong Ho dan Jin Woo yang menahan Tae Yoo agar diam dan tak bergerak. Tae Yoo tetap mengancam Young Jin untuk membayar semua ini nanti setelah itu kembali berteriak histeris 

Sek Yoon membawa foto Jae Won ke dalam tempat penyimpanan abu, Tae Yoo, Pengacara Kim dan beberapa staff serta pengawal berjalan dibelakangnya. Tae Yoo terus menatap foto anaknya yang tersenyum tapi sudah tak ada, Pengacara Kim meminta Tae Yoo agar membiarkan Jae Won pergi agar bisa tenang di alamnya.
“Aku mencoba menguburnya dalam hatiku Tapi aku tidak bisa. Dia di sana tersenyum ke arahku. Bagaimana aku bisa memakamkannya?” ucap Tae Yoo menatap foto anaknya yang tersenyum, lalu sempat sedikit lemas, Sek Yoon langsung menahanya karena tahu Tae Yoo belum makan berhari-hari.
“Aku bisa menahan lapar selama berbulan-bulan, tapi Bawa kembali anakku hidup” jerit Tae Yoo histeris dan jatuh berlutut didepan foto anaknya. 

Pengacara Kim memberitahu Tae Yoo harus ke kantor polisi setelah pemakanan selesai. Tae Yoo yang memegang kepala seperti tak tahan akan melakukan sesuatu apabila melihat wajah si perempuan gila itu dan akan melawanya.
Jae Duk masuk ke dalam ruangan bersama Seo Won dengan membawa surat perintah dan meminta Tae Yoo untuk datang ke kantor. Pengacara Kim berdalih Tae Yoo akan datang sendiri. Jae Duk menegaskan Tae Yoo harus datang untuk obstruksi keadilan.
Sek Yoon mengumpat semua poilisi yang tak tahu sopan santun. Jae Duk membalas yang tak tahu sopan santun adalah mereka, karena masih beruntung tak membawanya ke TKP dan mengancam akan berbuah sesuatu. Seo Won dan polisi lainya akan membawa Tae Yoo, dengan sinis Tae Yoo melepaskan tangan polisi yang memegangnya dan berjalan sendiri keluar ruangan. 

Di kantor
Jong Ho memberitahu kalau Tae Yoo yang merasa terganggu dengan penangkapan jadi mungkin bukan penyembunyian, tapi cukup untuk obstruksi. Kepala Yum mencoba mencegahnya karena menurutnya anak Tae Yoo sudah mati karena ditembak oleh polisi pada saat kejadian. Jong Ho  pikir kalau itu tak terjadi  maka mereka akan kehilangan anggota.
“Aku tahu... Aku tahu. Tapi... Aku hanya ingin kalian mempertimbangkan situasi dan coba biarkan ayahnya sendirian dulu” ujar Kepala Yum, Jong Ho tak setuju.
“Ayo kita lakukan itu. Aku tidak ingin menempatkannya pergi untuk hal yang kecil seperti obstruksi keadilan dan menginginkan sesuatu yang besar jadi aku akan melakukannya dengan benar.” ucap Young Jin setuju dengan usul itu. Jong Ho tak percaya Young Jin bisa mengetahui hal itu. 

Young Jin datang ke ruang interogasi, Tae Yoo duduk terdiam dengan tangan terborgol. Young Jin mengutarakan tidak ingin membiarkannya keluar sama sekali.Tapi karena Tae Yoo kehilangan anaknya jadi akan mempertimbangkannya saat ini.
“Ada beberapa hal di dunia ini yang tidak pernah bisa diampuni. Orang yang membunuh anakku, mereka tidak pernah bisa diampuni. Kau harusnya membunuhku sebagai gantinya. Kau membiarkanku hidup setelah melakukan perbuatan yang tidak dapat dimaafkan Dan Kau akan sangat menyesal” ucap Tae Yoo memperingatinya.
“Di dunia ini, ada beberapa hal yang harus dibayar bahkan kematian. Balas dendam atas kematian orang tua adalah salah satunya. Bahkan jika kau mencoba untuk membunuhku, Kau akan dihukum karena kejahatan itu. Aku bahkan belum memulai. Saat kau berada di luar sana, pastikan tetap waspada denganku” balas Young Jin dengan menatap Tae Yoo tak ada rasa takut.
Tae Yoo malah mengejeknya kalau Young Jin adalah wanita yang menakutkan, Young Jin langsung melempar kunci borgol untuk membuka sendiri karena tak sudi memegang tanganya. Sek Yoon datang membuka borgol, Tae Yoo menyuruh Young Jin menatapnya jadi waktunya tak akan terbuang karena masih bisa melihatnya. 

Do Young melamun di rumahnya, ponselnya berbunyi Jin Woo mengirim pesan mengajaknya minum bersama. Do Young hanya membiarkan begitu saja karena merasa bersalah sudah menembak mati Jae Won. Sementara Jin Woo yang menunggu dibawah akhirnya mengirim kembali pesan bahwa ada sesuatu yang ingin disampaikan.
“Ada sesuatu yang ingin kukatakan kepadamu...Aku tahu kau punya waktu yang sulit. Kau pasanganku dan istriku saat bekerja. Jika kau benar-benar mempertimbangkanku sebagai pasanganmu, datanglah keluar. Aku ada di luar sekarang. “ Do Young akhirnya membaca semua pesan yang dikirim Jin Woo
Keduanya akhirnya minum bersama di restoran istri Jae Duk, Jin Woo pikir Do Young sudah mengerti situasinya, karena apabia rekanya itu tak menembak maka yang mungkin mati adalah Jae Duk. Tapi Do Young tetap merasa buruk dan kotor setelah melakukan itu.
“Sudah lebih dari setahun sejak pacarku meninggal. Sebelum aku mulai bekerja untuk Kapten Choi, aku bertahan hidup dengan minum setiap hari. Dia menyukai pegunungan dan kami sering bertemu dengan mendaki gunung bersama-sama. Tapi saat itu ada kecelakaan. Salah satu batu yang kami daki tidak sekuat seperti yang kami pikir. Kami berdua akhirnya tergantung di tali....Pada akhirnya... ia memotong tali menyelamatkan aku dan Ia jatuh lalu meninggal” cerita Jin Woo

Do Young terenyuh karena pasti sangat sulit. Jin Woo mengakui ingin mati setiap hari dan terus meletakan pistol ke kepala . Tapi tidak punya keberanian untuk melakukannya. Setelah semua berlalu, membuatnya malu.
“Ini adalah pertama kalinya Kau membunuh siapa pun, kan? Aku tidak membunuh siapa pun Tapi aku punya gambaran tentang apa yang Kau rasakan” jelas Jin Woo
“Aku selalu berpikir bahwa orang benar-benar buruk adalah lebih baik mati. Sekarang aku telah membunuh seorang, Aku tidak tahu mengapa aku sangat masih punya masalah” keluh Do Young
Jin Woo tahu pelaku itu memang masih manusia dan harus bertanggung jawab. Do Young mengelak untuk bertanggung jawab karena pelaku seorang pembunuh yang kabur dari penjara, menabrak polisi, dan melarikan diri, bahkan akan menembak Senior Jo, jadi untuk apa bertanggung jawab. Tapi Jin Woo tetap menyuruh Do Young hanya meminta maaf saja sebagai rasa tanggung jawabnya. Do Young berteriak meminta maaf sambil menangis. 

Di kantor
Tae Yoo tak terima hanya diam saja melihat orang-orang yang sudah membunuh anaknya dan merasa malu karena tak bisa berbuat apa-apa.  Sek Yoon mengerti dengan perasaan atasanya tapi mereka tak bisa melakukan apapun pada Young Jin karena pasti Tae Yoo akan menjadi tersanga utama.
“Sekretaris Yoon. Meskipun mereka akan mencurigai dan mungkin melempar dari permainan. Kau tahu mengapa seorang Pitcher Bisbol masih memilih pada hitter? Ketika Kau menyerang tim lawan menuruni taktik, mereka bisa kehilangan permainan. Setelah bola lari dari tanganku, hal itu di luar kendaliku. Aku bisa saja memukul kepala mereka kalau aku mau Jika aku beruntung, mereka bisa mendapatkan pukulan hit di tempat lain. Ayo kita buang saja hal sulit untuk saat ini.” ucap Tae Yoo. Sek Yoon mengerti
“Aku ingin melempar bola yang tepat. Cari orang dengan keterampilan yang bisa dipercaya, Rencanakan dengan hati-hati.” perintah Tae Yoo. 


 Young Jin dkk pergi ke night club untuk melakuan pengerebkan, Jin Woo, Do Young dan Seo Won turun ke lantai dansa dengan gaya yang kaku mengamati sekitar. Jae Duk dan Young Jin hanya duduk sambil makan buah tapi mereka harus tetap waspada dan fokus pada Mabbaki.
Seo Won datang mengajak Young Jin untuk menari bersama-sama, Young Jin kesal karena Seo Won memanggil namanya, Seo Won pikir di club mereka tak bisa memanggilnya kapten.
Akhirnya semua turun ke lantai dansa, sambil menari-nari dengan gaya mereka. Young Jin dengan mata elangnya bisa melihat Mabbaki masuk ke dalam club, Jae Duk menyakinkan orang itu yang mereka cari. Young Jin memperingatkan bahwa orang-orang disekitar Mabbaki sangat kasar jadi meminta mereka supaya mempersiapkan senjatanya.

Mabbaki sangat marah karena polisi datang menganggu bisnisnya, perkelahian anak buahnya dengan Jae Duk dan Jin Woo terjadi dan anak buahnya pun bisa dengan mudah pingsan.
Young Jin mendekatinya bahwa ia adalah orang yang menakutkan, dengan memperkenalakan diri dengan julukan “Ahjumma Extrasensory Choi.” seorang wanita gila yang menangkap Dong Choon dan Jae Shik dengan memperlihatkan ID polisinya. Mabbaki terlihat tak percaya bahw didepannya itu si  Extrasensory Choi yang sangat terkenal. 

Mabbaki dengan tangan terborgol mengaku tak pernah berbohong, menurutnya Kang Tae Yoo itu hanya seorang gangster biasa dan mereka bertindak karena kewajibanya. Tapi Tae Yoo  tidak membutuhkan yang seperti itu, apabila ia mencium bau uang maka akan melakukan apapun untuk mendapatkan uang itu, dan karena Tae Yoo, Gangster bekerja untuk perusahaan keamanan dan memberi gaji.
“Jadi, Kau memobilisasi gangster, membentuk serikat, dan menelan perusahaan?” tanya Young Jin
“Aku mendengar bahwa mafia tumbuh besar seperti itu awalnya dan benar-benar tidak tahu barang-barang itu. Tapi pikirannya Kang Tae Yoo luar biasa. Dia hanya lulus SD, tetapi lebih pintar dari orang-orang berpendidikan dan julukanya di penjara adalah “Pengacara Kang.” karena sering membaca buku hukum akhirnya  menutup bisnis gangster dan Memulai bisnis konstruksinya, lalu mengancam orang ini dan orang itu untuk memenangkan tawaran. Dia akan mengacaukan siapa saja yang mencoba untuk main-main dengannya & menyerahkan mereka ke polisi. dan selalu menggunakan uang untuk mengatur industri yang dijalaninya” cerita Mabbaki 
“Mengapa Kau ditendang keluar oleh Kang Tae Yoo?” tanya Young Jin
“Karena aku tidak cerdas.” jawab Mabbaki
“Daripada hidup seperti Kang Tae Yoo lebih baik menjadi tidak pintar.” komentar Young Jin sambil menoyor kepalanya lalu keluar ruangan. Mabbaki tak percaya Young Jin hanya menyuruh datang hanya menanyakan hal itu saja. 

Sek Yoon menemui seseorang lalu memberikan sebuah amplop yang berisi foto mobil putih milik Young Jin, tanpa banyak bicara pria itu seperti mengerti dengan perintah Sek Yoon.
Si Pria pun pergi ke bagian orang-orang yang dengan spanduk yang bertuliskan protes lalu berbicara untuk memberikan perintah. Empat orang yang ada disana mengangguk mengerti lalu empat gepok uang langsung diberikan pada masing-masing orang sebagai bayarannya. 

Nam Ji merasa kesal karena disuruh menemani Seo Ha Eun, yang harus menemaninya untuk berkencan dengan prianya. Ha Eun membalas kalau bibinya itu memang harus mendapatkan pacar. Nam Ji makin kesal karena dianggp iri pada keponakanya karena tak punya pacar. Ha Eun tak peduli memilih untuk berlari mengejar Jae Young yang berjalan lebih dulu. Seorang pria misterius terlihat dibalik tirai dengan mengunakan topi, melihat keduanya yang bermain-main didalam museum.
Do Young yang keluar dengan membawa pistol listik diajak pergi bersama dengan Young Jin, karena tak terlalu sibuk dikantor dengan mengajak temanya Petugas Song ikut dengan mereka. Sementara di museum Ha Eun berjalan bersama Jae Young, tiba-tiba melirik ketakutan melihat ada pria yang mendekati mereka. Nam Ji yang ada dimuseum binggung mencari-cari Nam Ji dan Jae Young yang tak kelihatan.
Pertugas Song sedikit berlari menghampiri Young Jin dan Do Young yang sudah menunggu. Baru saja berjalan beberapa langkah, ponsel Young Jin berbunyi. Dengan sedikit berteriak kaget, Young Jin pun meminta untuk tenang dan akan segara datang. Do Young dan Petugas Song ikut kaget dan menghampirinya, akhirnya Young Jin memberikan sebuah amplop dan kunci mobilnya karen tak bisa ikut dengan mereka. 

Di kantor polisi
Jae Young sudah ada didekapan seorang pria sementara Nam Ji memegang Ha Eun. Young Jin akhirnya datang ke kantor menanyakan apa sebenarnya yang terjadi, Ha Eun langsung memeluk ibunya yang baru datang. Nam Ji menceritakan sebenarnya pria itu adalah ayah dari Jae Young.
“Ibu Jae Young tidak akan mengizinkannya melihat anaknya, lalu Jae Young dan Ha Eun masuk mobilnya jadi aku sangat takut.” cerita Nam Ji merasa tak enak hati
“Maafkan aku. Seharusnya aku mengatakan sebelumnya. Aku tidak bisa mengatakan apa-apa karena perintah penahanan. Aku sangat minta maaf.” ucap pria yang mengaku ayah Jae Young.
Young Jin meyakinkan dulu pada Jae Young apakah benar itu ayahnya. Jae Young mengangguk, Sang Ayah langsung mengenggam tangan anakanya. Young Jin sedikit gugup mengerti dengan perasaan ayahnya, tapi jika Pria itu melakukan hal seperti ini maka bisa mendapatkan masalah. Ayah Jae Young mengerti sambil meminta maaf.
bersambung ke part 2  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar