Senin, 12 Oktober 2015

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 14 Part 2

No Ra menatap Woo Chul teringat saat Yoon Young mengomel padanya
“Rumah, toko, kartu kredit, bahkan telponmu atas nama Kim Woo Chul.Anakmu juga miliknya, Kau tak punya apa-apa dan Kau masih ingin bertahan dengan pria seperti itu? Lalu kau Mau melakukan apa umur segini?”
Saat itu No Ra hanya mengatakan bahwa ia hanya ingin kuliah, lalu memberikan alasan pada Woo Chul karena suaminya tak bisa berkomunikasi dengannya membuatnya sulit untuk hidup bersama. Jadi ia ingin bisa menjadi orang yang bisa berkomunikasi dengan suaminya.
No Ra menyimpulkan alasan dirinya kuliah itu karena orang yang ada dibelakang itu, lalu berjalan pergi meninggalkanya. Woo Chul binggung sambil mengingat terakhir kali direstoran No Ra menamparnya.
“April, 2000. Saat itu nenek meninggal, Bagimu... Pekerjaan lebih penting dibandingkan orang yang berharga bagiku. Kau pikir kau lebih penting dari nenek.” ucap No Ra benar-benar marah 

Flash Back
No Ra kembali ke rumah dengan wajah habis menangis, Woo Chul sudah menunggu diruang tengah lalu menyetujui agark mereka bercerai dan semua itu demi dirinya.
“Aku ketahuan bohong saat melarangmu datang ke pemakaman nenekmu dan tak berhak menahanmu. Hati nuraniku tak mengizinkan, Ini tanda penyesalanku.” ucap Woo Chul menyerahkan formulir perceraian yang sudah ditanda tangani. No Ra mengambilnya dengan wajah dingin masuk ke dalam kamar, Woo Chul duduk lemas sambil menatap kalung yang ingin diberikan pada No Ra.
Woo Chul mengingat kejadian sebelumnya sangat yakin cinta akan kembali dan pasti bisa melakukanya sambil menatap punggung No Ra yang berjalan didepanya.

Di ruangan kantornya, Woo Chul merencanakan untuk segera pindah ke Jahcheon, lalu mengecek laptopnya dan ada email yang masuk, telihat foto seorang wanita disana.
“Siapa gerangan Prof. K yang banyak dibicarakan? Dia adalah Prof. Kim Woo Chul yang diangkat setelah Choi Kyu Won dipecat karena penyuapan. Aku akan bilang kalau kau yang menyuruhku mengambil foto ini. Kalau tak mau itu terjadi, siapkan uang 300 juta Won.”
Woo Chul mengingat nama Choi Kyu Won, teringat sebelumnya berita ketahuan menerima kotak kue dari mahasiswa tapi ternyata isinya bukan kue tapi uang, lalu bertanya-tanya apa sebenarnya hubungan Prof Choi dengan dirinya.
Email lain masuk, dari acta psychology, “Kenyataannya tidaklah penting. Masyarakat akan percaya yang ingin mereka percayai.”  Woo Chul menganggap pengirim message ini sedang mengancamnya. 

Yi Jin duduk didalam rumah dengan melirik sinis kearah pintu, Woo Chul datang dengan wajah panik. Yi Jin mengeluh lupa menganti Password pintunya, lalu Woo Chul memohon untuk meminta bantuanya, karena dituduh menyuruh mengambil foto Prof Choi dan mengancam dengan meminta uang yang banyak.
“Kenapa kau minta bantuan padaku?” ucap Yi Jin angkuh
“Hanya kau yang bisa menyelesaikan semua ini.”kata Woo Chul memohon

“Ya ampun. Buat apa aku menolongmu? Kau ini siapa? Aku sudah tak ada perasaan untukmu. Jadi, beritahu Ha No Ra...Dia boleh memilikimu. Aku akan membuangmu. Bukan.., aku sudah membuangmu. Dan juga, kau sudah bukan dosen Woocheon lagi. Buat surat pengunduran dirimu.” tegas Yi Jin
Woo Chul memohon sedikit berlutut diatas meja agar bisa membantu dan tak bersikap seperti ini. Yi Jin dengan wajah dinginya, mengusir Woo Chul untuk keluar sekarang dari rumahnya 

Yi Jin ternyata sudah menyiapkan rencana untuk mengusir Woo Chul nanti apabila datang memohon bantuan, tapi sampai sekarang belum juga datang ke rumahnya. Woo Chul sedang melihat web kampus yang membahas tentang dugaan siapa Prof berinisial K, beberapa anak mahasiswa membahas “K”itu adalah Kim Min Jae dan Kim Woo Chul.
Woo Chul melihat wajahnya dalam berita online dengan judul [Prof Kim Woo Chul diangkat lewat kecurangan.] beberapa komentar buruk tertulis “Aib bagi Woocheon.Dapat kerja dari kecurangan! Keluar!, sangat menjijikan” Lalu berita di TV menanyakan tentang Woo Chul yang sengaja menyuruh mengambil gambar Prof Choi.
Akhirnya perindahan dirinya pun ke Jahcheon dibatalkan, dan pihak kejakasaan pun datang menjemputnya. Woo Chul tersadar dari khayalanya, dengan semua yang terjadi akibat membiarkan gossip seperti itu terjadi. 

Hyun Suk sedang membahas judul ketika No Ra baru datang ke kantor, Sang Ye mengusulkan judulnya, "Generasi Kehilangan" Hyun Suk merasa itu sangat umum lalu bertanya pada No Ra apakah punya ide karena sebelumnya sudah memberikan banyak daging saat kemping kemarin.
“Ah itu... aku cuma kepikiran satu judul, "Menemukan Waktu yang Hilang " Itu judul yang tepat menurutku.” usul No Ra, Sang Ye tahu No Ra mengambil judul itu dari karakter Kyung Ah
“Dia bangun setelah koma 20 tahun. Dan merasa sangat kehilangan. Mereka yang kehilangan merasa terhibur lewat Kyung Ah. Jadi aku pikir Kyung Ah yang mencari waktunya yang hilang cocok untuk judul.” jelas No Ra
“Judul “Mencari Waktu yang Hilang" Oh, itu tidak jelek. Bagus kan, Sang Ye?” ucap Hyun Suk berseri-seri  Sang Ye membenarkan, No Ra malah terlihat gugup,

“Woah! Ha No Ra... kau hebat juga , Bagaimana kau dapat ide itu?” puji Hyun Suk sambil mengoda mendekatkan wajahnya dengan No Ra,
No Ra terlihat makin gugup dan salah tingkah dengan Hyun Suk yang tiba-tiba dekat denganya, lalu berpura-pura untuk pergi ke toilet. Hyun Suk tersenyum melihat No Ra yang salah tingkah dan memilih pergi ke toilet untuk menghindarinya. Sang Ye menatap Hyun Suk dengan wajah sedih karena memberikan perhatian pada No Ra bukan padanya. 

No Ra bersandar di dinding sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah, sambil memegang dadanya merasakan dirinya sudah gila sekarang. Akhirnya ia berjalan akan masuk lagi ke dalam kantor, Hyun Suk akan keluar berdiri didepanya, No Ra pun berusaha menghindar dengan berjalan ke arah kanan, Hyun Suk mengikutinya. No Ra ke arah kiri, Hyun Suk juga ikut melangkah kekiri.
Akhirnya No Ra bertanya kemana Hyun Suk akan pergi, tanpa mau memandanginya. Hyun Suk bertanya kenapa No Ra tak mau memandang wajahnya, lalu berpikir bukan tak mau tapi No Ra tak bisa. No Ra merasa tak seperti itu. Hyun Suk mengodanya kalau wajah No Ra sekarang memerah, lalu bertanya kenapa wajahnya memerah. No Ra langsung memegang pipinya sendiri, beralasan masih sedikit demam.
“Apa Kau jadi seperti ini karena aku?” goda Hyun Suk, No Ra mengumpat temanya itu sudah gila, Hyun Suk heran melihat No Ra yang harus marah
“Aku hitung sampai tiga, kau ke kiri dn Aku akan kekanan.” perintah No Ra, Hyun Suk setuju lalu No Ra menghitung sampai tig, tapi Hyun Suk malah sama-sama berjalan ke arah kanan. No Ra memukul Hyun Suk yang masih bermain-main
“Aku mengikuti perintahmu, dasar bodoh. Kau lupa kita berhadapan?” goda Hyun Suk, No Ra kesal memilih untuk mendorong Hyun Suk untuk pergi, Hyun Suk menariknya agar No Ra tetap berdiri didepanya.

“Aku belum selesai bicara,Ini adalah Hadiah karena memberi judul. Tak ada orang di kantor, jadi baca dan santai saja di sofa. Kalau kau ngantuk, kau boleh tidur.” jelas Hyun Suk sambil memberikan sebuah buku, No Ra tak percaya tak ada orang dikantor
“Aku bertemu dengan pemilik gedung theater dan lihat-lihat teater.Sang Ye ada janji, jadi dia juga keluar.” jelas Hyun Suk
No Ra pikir lebih baik pulang daripada ada harus menunggu di kantor. Hyun Suk menyuruh membereskan berkas, setelah itu bisa mengerjakan tugasnya. No Ra bertanya kenapa ia harus mengerjakan dikantornya. Hyun Suk menegaskan kalau ia butuh bantuan jadi meminta No Ra agar tetap menunggunya di kantor.
“Kau akan sangat repot sampai pertunjukan ini selesai. Tak banyak yang bisa kulakukan disini.” ucap No Ra seperti enggan berdekatan dengan Hyun
“Sebegitu tak sukanya kau bersamaku?” goda Hyun Suk, No Ra mengatakan tidak, Akhirnya Hyun Suk tersenyum dan pamit pergi lalu berjanji akan segara kembali. 

Woo Chul pergi ke kantor penjualan rumah, mengatakan pegawai karena terburu-buru jadi meminta untuk menjualnya dengan cepat. Pegawai itu melihat Woo Chul yang akan menjual ruko di Yeonam-dong 218. Woo Chul memohon agar bisa menjual cepat karena sangat terburu-buru
Yi Jin menatap ponselnya, binggung karena Woo Chul belum juga menelpnya. Lalu ponselnya berdering, seseorang memberikan laporan bahwa Woo Chul setuju untuk membayarnya. Yi Jin benar-benar kaget Woo Chul untuk memilih untuk membayar dengan uang dibanding meminta bantuan padanya, dengan mengumpat akan membunuhnya. 

Min Soo kaget dengan ucapan Hye Mi untuk memilih antara pacarnya atau belajar dan meminta penjelasan. Hye Mi sadar mereka itu selalu bertengkar karena masalah yang sama dan menjadi tukang mengomel karena pacarnya. Min Soo mengartikan kalau Hye Mi itu hanya ingin bersenang-senang.
“Aku sudah bilang, cuma ingin senang-senang selama tahun pertama. Karena itulah aku mati-matian belajar saat SMA. Aku sudah ulurkan tangan padamu. Tapi kau menolaknya.” jelas Hye Mi
“Hye Mi, kau juga mahasiswa.” kata Min Soo mengingatkan pacarnya.
Hye Mi makin marah karena Min Soo selalu berkata Mahasiswa dan belajar berulang-ulang menurutnya sudah cukup untuk mendengarnya dan mengatakan sudah memiliki rencana hidupnya, Min Soo meminta supaya Hye Mi bisa mengerti.
“Kenapa harus selalu aku yang mengikuti jadwalmu? Aku punya hidup sendiri dan ingin punya kekasih yang selalu fokus padaku.” jelas Hye Mi

“Bukannya aku tak mencintaimu. Tapi aku ini mahasiswa, Memangnya kau bukan? Kau cuma ingin senang-senang? Apa kau tak rencana masa depan?kata Min Soo marah , Kalau kau kurang persiapan. Bagaimana nanti setelah lulus?” ucap Min Soo dengan nada tinggi
“Kau sendiri kenapa hidup begini? Memang apa rencanamu? Setiap hari memikirkan rencana, sampai stres. Memang mau kerja dimana? Seongsam? Setelah kerja disana? Lalu apa? Apa yang akan kau lakukan setelah bekerja disana? Apa kau kuliah untuk cari kerja?” ejek Hye Mi
Min Soo melihat Hye Mi itu pergi kuliah hanya untuk bermain-main, Hye Mi membenarkan, Min Soo menegaskan masuk kampus untuk belajar. Hye Mi melihat Min Soo itu kuliah untuk cari kerja. Min Soo merasa wajah ketika mereka lulus untuk mencari kerja. Hye Mi mempersilahkan Min Soo untuk belajar dibanding bersamanya. Min Soo melihat pacarnya itu hanya semaunya sendiri.
Hye Mi membalas Min Soo sendir yang hanya belajar dan tak pernah memiirkanya jadi lebih baik mereka sampai sana saja. Min Soo setuju mereka putus, Hye Mi juga menyatakan mereka putus lalu sama-sama berjalan saling membelakangi, dengan arah yang berbeda. 

Min Soo duduk sendirian di cafe sambil meminum soju, mengingat ucapan ayahnya “4 tahun ini menentukan 80 tahun masa depanmu.  Kau harus jadi yang terdepan diantara sekitarmu, Kau ingin jadi Kim Min Soo yang biasa, atau Kim Min Soo yang sukses? Lihat ayahmu. Ayah terus mengembangkan diri dan jadi seperti ini.”
Lalu ucapan Hye Mi “Kenapa kau hidup seperi ini? Apa rencanamu?” Min Soo juga tak tahu alasan dirinya bisa hidup seperti sekarang, ibunya juga berkata “Masa depan tidak ditentukan masa lalu. Masa depan ditentukan oleh bagaimana kau memanfaatkan masa lalu.”

No Ra mulai membaca buku pemberian dari Hyun Suk berjudul [Tulis kebahagiaan hari ini] lalu menuliskan dilembaran depan “Masa depan tidak ditentukan masa lalu. Masa depan ditentukan oleh bagaimana kau memanfaatkan masa lalu.”
Ponselnya berdering, Sang Ye menelpnya tapi ternyata pemilik Bar menelp karena Sang Ye banyak minum dan melihat nama No Ra ada di daftar panggilan. No Ra akhirnya datang ke bar melihat Sang Ye sudah tertungkup diatas meja. Sang Ye melihat No Ra dengan memanggilnya teman Hyun Suk. No Ra lalu bertanya apakah ada masalah.

“Tidak ada masalah. Akulah masalahnya, karena Aku melakukan hal yang licik. Maafkan aku, Aku pikir akan baik-baik saja. Jika hanya aku yang mencintai Cha Hyun Suk... Perasaanku ini milikku dan Perasaan sunbaenim itu miliknya.” cerita Sang Ye yang mabuk, No Ra duduk dengan wajah sedih mendengarnya,
“Dia mengatakan “Jangan datang padaku, Sekali aku tak tetarik, selamanya aku tak tertarik dan Aku tak melihatmu sebagai wanita." Apa alasannya? Aku pikir Tidak ada alasannya. Kalau ada alasan, bagaimana mungkin sebuah hubungan bisa salah? Justru tak ada alasan itu yang jadi masalah.” jelas Sang Ye
No Ra tertunduk, Sang Ye mengerti dan bisa menerimanya tapi yang paling menyedihkan adalah ketahuan oleh Hyun Suk yang membuat hatinya sakit, menurutnya jika tak ketahuan mungkin masih bisa melanjutkan jadi inilah kondisi dan takdir yang harus dialaminya karena sudah melanggar peraturan. No Ra menghela nafas dengan wajah binggung. 


Hyun Suk pulang ke kantor menyalakan lampu padahal seharusnya Sany Ye memeriksa jadw tapi tak ada dokumen diatas meja dan juga Sang Ye dikantornya, lalu bertanya-tanya dimana asistennya itu, akhirnya ia menelp Sang Ye.
No Ra membangunkan Sang Ye karena sudah tengah malam, lalu melihat nama Hyun Suk yang menelp Sang Ye dan kembali membangunkan Sang Ye karena Hyun Suk menelpnya. Sang Ye terbangun dan langsung mematikan ponselnya.
“Kenapa tak kau angkat? Hyun Suk pasti khawatir.” kata No Ra binggung
“Dia bukan khawatir padaku.” ucap Sang Ye lalu kembali tertidur. 

Pagi hari
Sang Ye terbangun langsung kaget melihat tertidur bukan dikamarnya, No Ra membuka pintu kamar melihat Sang Ye yang sudah bangun. Akhirnya Sang Ye duduk dimeja makan dengan diberikan semangkuk sup, lalu bertanya apakah No Ra sudah mengendongnya sampai pulang kerumahnya.
No Ra menceritakan karena tak tahu rumah Sang Ye dan tak ada yang bisa dihubungi, jadi membawanya pulang kerumahnya. Awalnya ingin menelp Hyun Suk tapi Sang Ye melarangnya. Sang Ye dengan gugup bertanya apakah tadi malam bicara yang tak pantas. No Ra mengaku Sang Ye hanya mabuk dan tidak banyak bicara.
Sang Ye melihat ada tiga mangkuk sup diatas meja, No Ra memberitahu itu untu anaknya karena anaknya kemarin pulang mabuk dengan senyuman, baru pertama kali melihat anaknya yang pulang mabuk. Min Soo yang baru bangun kaget melihat ada wanita lain selain ibunya diruang makan.

No Ra pun memperkenalkan Sang Ye pada anaknya sebagai temanya, Min Soo dengan sopan memperkenalkan namanya lalu duduk disamping ibunya. Sang Ye memuji wajah Min Soo itu menurun dari ibunya dan membuat No Ra menjadi aman tinggal bersama anaknya. No Ra menceritakan Sang Ye itu asisten produser yang sebentar lagi debut.
Min Soo pikir Sang Ye itu Asisten produser sebuah Drama, Sang Ye memperkenalkan dirinya memberitahu bahwa ia asisten produser Theater dan meminta maaf karena menganggu sarapan mereka. No Ra buru-buru menyuruh untuk mengatasi mabuk. Sang Ye  dan Min Soo mencoba sup buatan No Ra untuk menghilangkan mabuknya.
“Kenapa ingin jadi produser teater?” tanya Min Soo memberanikan diri, Sang Ye menjawab karena ia menyukainya.
“Padahal profesi itu Tidak bisa menghasilkan uang banyak, kan?” pikir Min Soo yang agar penasaran dengan pilihan Sang Ye
“Yah... Begitulah. Menurutku Produser seperti seniorku, masuk pengecualian. Tapi kebanyakan penghasilannya kecil.” jelas Sang Ye
“Lalu kenapa? Padahal Masa depanmu tidak pasti, kan?” tanya Min Soo
“Masa depan selalu tidak pasti, Saat masa depan jadi masa kini, masa depan yang lain menunggumu. Jadi, aku lakukan yang aku suka saat ini.” ucap Sang Ye
No Ra mendengarkan ucapan Sang Ye seperti langsung masuk ke dalam hatinya, Min Soo bertanya sejak kapan Sang Ye bisa berpikir seperti itu. Sang Ye hanya tersenyum, No Ra melihat keduanya dengan senyuman. 

Hyun Suk sudah duduk dikantornya, Sang Ye baru datang sambil meminta maaf. Hyun Suk ingin menegur Sang Ye tentang kejadian kemarin, lalu tersadar asistennya mengunakan pakaian yang sama dengan hari kemarin, dan menduga Sang Ye tak pulang kerumah. Sang Ye tersadar bajunya yang tak ganti lalu mengakuinya dan memberikan jadwal yang dibutuhkan. Hyun Suk terlihat masih binggung dan melihat jadwal yang sudah dibuat Sang Ye.
No Ra berjalan ke kampus, teringat saat pertama kali Hyun Suk mengajaknya makan dipinggir jalan, sambil mengejek No Ra seperti orang Joseon didepan suaminya lalu menduga sangat menyukai Woo Chul.
Ketika akan naik panggung, Hyun Suk mengatakan “Kau melakukan apa yang kau mau, siapa yang peduli pada usiamu?” lalu membuka celemek dan mendorongnya ke atas panggung. Hyun Suk dengan penuh perhatian menarik resleting agar tak masuk angin, sebelumnya Hyun Suk menepuk punggungnya karena terkena sakit pencernaan. 

Di acara kemping, No Ra bahagia karena belum pernah mendapatkan pelayanan dan tinggal langsung makan.  Hyun Suk pun memberikan daging supaya No Ra makan banyak. Ketika mencuci piring, Hyun Suk meminta supaya mengucapkan "terimakasih Oppa". karena No Ra yang tak punya kakak ataupun adik jadi meminta supaya menganggapnya menjadi kakaknya.
No Ra tersenyum mengingat semua kebaikan Hyun Suk, lalu teringat kembali dengan ucapan Sang Ye saat mabuk “Jika hanya aku yang menyukainya. Tapi, Subaenim sudah tahu...Hatiku sakit.” dan Hyun Suk dengan senyuman mengucapkan terimakasih saat Sang Ye merapihkan jasnya.
Min Soo sebelumnya menyapa Sang Ye saat sarapan dan Sang Ye pun memuji wajah Min Soo sangat mirip dengan ibunya jadi No Ra merasakan aman dengan anaknya. No Ra mencoba menyadarkan dirinya agar tak terlalu banyak berharp karena sudah memiliki Min Soo sekarang. 

Seorang pria memberikan berkas pada Yi Jin memberitahu bahwa,,Toko di Yeonam-dong atas nama Kim Woo Chul dan apartment yang ditinggalinya hanya menyewa lalu Properti orang tua Kim Woo Chul di Geumsan sudah dijual, saat belajar di Jerman.Setelah ibunya meninggal, Woo Chul juga menjual rumah yang di desa.
Yi Jin melihat foto Woo Chul yang keluar dari hotel, Pegawainya memberitahu Woo Chul berangkat dari tempat itu dan sudah bercerai dari No Ra. Yi Jin kaget mengetahui Woo Chul yang sudah bercerai. Pegawainya memberitahu bahwa Surat cerainya ada di pengadilan.
“Jadi dia Sudah bercerai lalu Pergi dari rumah dan  tinggal di motel?” ucap Yi Jin tak percaya karena Woo Chul bukan mendatanginya. 

Woo Chul berbicara di telp kalau sudah langsung dengan Acta Prychologica, untuk mengkonfirmasinya. Temannya pikir Woo Chul akan diterima di Jahcheon, karena Prof. Lindemann merekomendasikannya, begitu juga Dokter Cha dan Prof Park yang mentraktirnya, Woo Chul bahagia dan berjanji akan  mentraktirnya.
Setelah menutup telpnya, Woo Chul merasakan lega karena semua sudah sesuai rencananya, lalu Agen perumahan Yeonam-dong. memberitahu ada yang ingin membeli tokonya, Woo Chul makin bersemangat mendengarnya.
Di taman malam hari, Mahasiswa perempuan menuliskan surat perjanjian, ”Aku tidak akan, mengancammu lagi.” dengan cap jempolnya. Woo Chul berpikir bahwa ini adala penyelesaikan tercepat. Setelah mahasiswa itu memberikan kertasnya, Woo Chul menyerahkan uang yang dimasukan dalam kotak kue, diam-diam ada yang mengambil gambarnya. 

No Ra berjalan melihat toko pakaian yang pernah didatangin Hyun Suk, saat itu Hyun Suk dengan bangga didepan cermin mengatakan bahwa ia tampan dan cocok dengan setelan jas  dan sangat sempurna. No Ra tersenyum mengingat kejadian itu tapi mencoba menyadarkan diri bahwa ia tak bisa melakukan itu, lalu masuk ke gedung yang membutuhkan pegawai.
Seorang pria  melihat CV No Ra yang memiliki berpengalaman mengasuh anak dan ikut sekolah tari, lalu bertanya minggu keberapa No Ra bisa mulai berkerja. No Ra bertanya balik apakah hari kerja sudah ada orang. Pria itu tak percaya No Ra bersedia berkerja di hari kerja Seorang pria yang mengunakan pakain hijau melihat No Ra dari tempat duduknya. 

Hyun Suk menerima kabar dari temanya kalau No Ra sudah datang dan bertanya apakah temanya itu akan menerimanya, Si pria berbaju hijau No Ra itu orang yang baik, dan tariannya bagus, jadi berterimakasih karena merekomendasikan No Ra untuk berkerja ditempatnya.
“Minggu keberapa dia akan mulai?” tanya Hyun Suk bersemangat
“Mulai bulan depan, dan dia juga bekerja saat hari biasa.” ucap temanya, Hyun Suk kaget No Ra tak hanya berkerja akhir pekan tapi hari biasanya juga, dan mencoba mengerti lalu menutup telpnya.
Setelah itu menelp No Ra menanyakan keberadaanya dengan wajah kesal. No Ra yang sedang ada di restoran toppoki untuk apa Hyun Suk menanyakan itu. Hyun Suk menyuruh No Ra mengatakan saja, terdengar suara Dong Chul yang mengucapkan terimakasih. Hyun Suk langsun menutup telpnya karena sudah tahu keberadaan No Ra. 

Dong Chul mengeluh pada No Ra selama ia masih hidup maka Hyun Suk akan terus menerus menyuruhnya untuk memasak toppoki, dengan begitu artinya maka temanya itu tak ingin melihatnya berakting.
No Ra melihat Dong Chul itu sedang senang karena dari tadi selalu berbicara seperti itu berkali-kali. Dong Chul meminta tolong lagi apabila ada audisi lagi, maka No Ra bisa membantunya. No Ra mengoda akan melakukanya kalau memang membayarnya.
Hyun Suk tiba-tiba datang dan langsung menarik No Ra keluar dari restoran, No Ra binggung dan ingin melepasnya tapi tarikan Hyun Suk sangat kuat. No Ra menarik tanganya ketika sudah ada di taman bermain, menanyakan kenapa Hyun Suk melakukan ini padanya. 

“Kenapa kau bilang pada mereka akan bekerja pada hari biasa?” tanya Hyun Suk
“Bagaimana kau tahu? Apa Kau mengenal mereka? Jadi Karena itulah kau mengajakku kesana?” kata No Ra kesal
“Sudah kubilang untuk bekerja sampai pertunjukanku selesai. Aku sudah bilang berkali-kali, dan sekarang kau mau berhenti?” ucap Hyun Suk, No Ra ingin menjelaskan tapi Hyun Suk memotong karena ingin No Ra menjawab pertanyaanya.
“Kenapa kau berhenti dari tempatku? Jawablah.” perintah Hyun Suk
“Itu... Karena dikantormu, aku tak dibutuhkan dan Aku ingin bekerja ditempat yang membutuhkanku, Saat para aktor mulai latihan, Penelitian dan pengaturan sudah tidak dilakukan. Kau sudah tak membutuhkanku lagi.” jelas No Ra
“Siapa bilang aku tidak butuh? Kubilang aku membutuhkanmu. Jadi, batalkan jadwal untuk hari kerja.” perintah Hyun Suk

No Ra langsung menolak, Hyun Suk menanyakan alasanya No Ra engan melakukanya. No Ra mengatakan itu karena perasaanya. Hyun Suk mengejek ternyata No Ra itu punya perasaan. No Ra ingin berbicara tapi Hyun Suk sudah berteriak mengatakan bahwa No Ra melakukan itu karena dirinya dan mencoa menghindarinya. No Ra pikir menyangkal untuk apa menghindari Hyun Suk.
“Karena kau menyukaiku. Kalau kau menyukaiku, kenapa menghindariku?” ucap Hyun Suk blak-blakan.
“Hei, Cha Hyun Suk. Kau, kau, kau... kau bilang apa?” teriak No Ra kembali menyangkal dengan terbata-bata
“Bukankah kau ingin merasakan cinta di daftar keinginanmu? Kenapa membuang kesempatan ini? Kau ingin melakukan sesuatu, tapi kenapa malah melarikan diri?”ungap Hyun Suk
“Apa maksudmu "cinta"? itu konyol sekali.” teriak No Ra dengan memalingkan wajahnya.  

Hyun Suk tak terima bahwa itu konyol, No Ra menegaskan kalau ini sangat konyol. Hyun Suk menatap No Ra dan No Ra memalingkan wajahnya tak ingin menatap temannya. Hyun Suk bertanya bagaimana jika ia juga menyukainya, No Ra berani menatap Hyun Suk, lalu Hyun Suk melangkah mendekat.
“Kalau aku juga menyukaimu... Apa Kau masih berpikir cinta itu konyol?” tanya Hyun Suk, No Ra menatap Hyun Suk lalu menutup mulutnya karena terdengar cekukan 
bersambung ke episode 15


5 komentar:

  1. Wahhh, Hyun Suk sudah jelas2 m'konfirmasikan perasaannya pda No Ra..kyaaa kira2 apa jwban No Ra ya? Hmm makin g sbr utk ep slanjutnya.
    Smangat ya mba..ngebut bgt nih. Tggl 2 ep lgi ya kan??
    Trims..

    BalasHapus
  2. Gemesssss sama pasangan ini tuh bikin orang penasaran aja...
    Makasih mba dyah

    BalasHapus
  3. Emets emets,,,,gemesss,,,^^ baru sekali nonton drakor yg sopan bgt,gada kisseu nya smpe ep 14,,biasanya di ep 8 udah ada kisseu,,sngaja ataupun engga,, he6 ^^

    BalasHapus
  4. Tomorrow cantabile jg gak ada kiss scenenya kayaknya.., gods gift 14 days jg, ada beberapa drakir lg without kiss scene , ampe bikin gemezzzzz
    Tp ttp.sweeet......
    Emang kalo romcom gak ada kisseunya berasa gimana gitu....
    Tp penulisnya mmg terkenal sopan drama ini......chie.....
    Kamsahamnida bak diyah

    BalasHapus