Jumat, 02 Oktober 2015

Sinopsis She Was Pretty Episode 5 Part 2

Semua karyawan hanya bisa melonggo melihat Shin Hyuk yang memeluk Sung Joon layaknya pasangan seorang pria dan wanita, tapi kaki Shin Hyuk dengan gesit bisa mengeser kepingan puzzle dibawah kakinya. Sung Joon langsung mendoron Shin Hyuk untuk melepaskanya karena semua karyawan melihat mereka.
Shin Hyuk malah merasakan sangat mantap, Sung Joon pikir hubungan mereka tidak sedekat itu. Sung Joon menjelaskan sedang menulis artikel tentang “bromance” (asmara 2 orang laaki-laki) dan tidak mengerti perasaan yang terlibat.
“Tapi sepertinya tidak berhasil !!! Menulis tentang “bromance” saat aku sangat mencintai wanita. Mungkin, aku bisa mengerti perasaannya jika aku memelukmu sekali lagi?” ucap Shin Hyuk mengodanya, Sung Joon langsung menolak dengan tegas.  Shin Hyuk tertawa kalau ia tadi hanya bercana.
“Aku rasa hubungan kita tidak sedekat itu untuk bercanda seperti itu.” tegas Sung Joon kesal meninggalkanya.
Shin Hyuk terlihat berpura-pura sedih, setelah itu memberikan kode pada Hye Jin untuk melihat kebawah. Hye Jin terkejut kepingan itu ada dibawah sepatu Shin Hyuk dan Shin Hyuk pun mengeser kakinya supaya puzzle itu tetap ada dibawahnya. 

Di kedai pinggir jalan.
Shin Hyuk mengeluarkan kepingan puzzle dari saku jaketnya dan memberikan benda yang dicari oleh Hye Jin. Melihat kepingan puzzle Hye Jin tersenyum bahagia lalu ingin bertanya, Shin Hyuk sudah tahu pertanyaan bagaimana ia mengetahuinya, lalu memberitahu mendengar saat Hye Jin berbicara dengan petugas cleaning service. Hye Jin mengerti lalu menaruh disaku jaketnya.
“Jadi jika dia melihatnya, semua akan terungkap? Bahwa Jackson adalah teman sekelas dan cinta pertamanya, Kim Hye Jin?” ucap Shin Hyuk sambil menuangkan soju. Hye Jin bingung, Shin Hyuk kembali mengetahui pertanyaan Hye Jin bagaimana mengetahuinya. 

Flash Back
Hye Jin yang mabuk berteriak memberitahu pada Sung Joon bahwa ia adalah Kim Hye Jin. Shin Hyuk mengambil ponselnya, mengeluh karena Hye Jin terus saja menyebut namanya sendiri, lalu memberitahu bahwa telpnya sudah ditutup. Tapi Hye Jin kembali mengambilnya.
“ Tidak. Aku tinggal di sebelah rumahmu.Teman sekelasmu saat SD! Orang yang pertama kali kau cium. Cinta pertamamu! Itu aku. Aku. Kim Hye Jin.” teriak Hye Jin lalu pingsan disamping rekan kerjanya, Shin Hyuk pun hanya bisa menghela nafas.
Shin Hyuk menceritakan Hye Jin terus berkata seperti itu bahkan setelah teleponnya terputus. Hye Jin terlihat gugup meminum sojunya lalu merasakan sangat lega, ia merasa senang karena semua ini terjadi karena selama ini tak bisa memberitahu siapan dan berpikir akan mati karena beban menjaga sebuah rahasia. Shin Hyuk juga memujinya.
“Tapi kenapa kau berpura-pura menjadi orang lain? Apa Karena kau karyawan dan dia atasanmu?” tanya Shin Hyuk heran
“Tidak. Kebenarannya adalah karena aku sekarang tampak menyedihkan. Jadi itulah sebabnya aku bersembunyi. Bekerja keras untuk melakukannya. Kim Hye Jin yang diingat oleh Sung Joon adalah seorang anak yang menakjubkan. Dia sangat populer dan baik dalam pelajaran, Hye Jin adalah seseorang yang sangat diinginkan setiap orang untuk menjadi pasangan dan tipe yang akan selalu dipuji kemanapun dia pergi. Kau mungkin tidak akan percaya tapi saat aku masih muda, aku benar-benar sangat cantik.” cerita Hye Jin sedih

“Kau tetap cantik sekarang.” ungkap Shin Hyuk jujur, Hye Jin terlihat kaget
“Aku mengatakan kau cantik. Bahkan sampai sekarang.” kata Shin Hyuk mengulanginya, Hye Jin tertawa menurutnya seniornya itu tahu bagaimana cara menghibur seseorang.
Shin Hyuk menegaskan bahwa itu kebenaran yang diucapkan, Hye Jin mengucapkan terimakasih, lalu teringat memiliki sesuatu yang harus dimaafkan, yaitu saat terakhir kali. Shin Hyuk malah bertanya kesalah yang mana karena Hye Jin tidak berbuat salah satu atau dua kali.
“Itu.. tentang adikmu. Kau selalu hidup penuh semangat dan tampak seperti tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Aku bahkan tidak pernah membayangkan kau memiliki luka seperti itu. Maafkan aku.”ucap Hye Jin menyesal. Shin Hyuk pikir itu semua karena Hye Jin tak tahu dengan memberikan senyuman seperti sudah memaafkanya.
‘Ketua tim. Mulai sekarang, kau bisa menganggapku sebagai adikmu. Ya! Aku akan menghormatimu sebagai kakak mulai sekarang. Kenapa tidak, aku akan menjadi adik perempuanmu.” kata Hye Jin
“Eyy, tidak sama sekali. Lalu, apa kau mau membuatkanku ssam (selada bungkus), adik kecil?” ucap Shin Hyuk memberikan senyuman dengan mata berbinar-binar. Hye Jin pun dengan senang hati membuatkan sesuai perintah Shin Hyuk layaknya seorang adik. 

Sung Joon mengendarai mobilnya berhenti karena lampu merah, matanya melirik kearah kiri terlihat Hye Jin yang menyeuapi Ssam dan terlihat sangat dekat. Tiba-tiba Shin Hyuk terlihat keselek karena selada buatan Hye Jin terlalu besar tapi ternyata hanya bercadan dan Hye Jin memukul Shin Hyuk layaknya seorang kakak. Klakson mobil menyadarkan Sung Joon agar mengemudikan mobilnya kembali.
Di kedai kaki lima.
“Tapi tahukah kau, bagaimana jika bos mengenali pertama kali?” tanya Shin Hyuk
“Itu tidak mungkin. Itu tidak akan pernah terjadi. Karena Sung Joon mengenal orang lain yang menjadi cinta pertamanya, Kim Hye Jin.” ucap Hye Jin
“Apa? Apa yang kau bicarakan? Lalu dia berpikir Jackson adalah orang lain? Siapa?” tanya Shin Hyuk penasaran.
“Hanya seseorang.. Belahan jiwaku.” ucap Hye Jin dengan senyuman.
Shin Hyuk mengerutkan dahinya, berpikir Hye Jin punya kloningan atau seperti Wizard Muttul. Hye Jin tersenyuk kembali membenarkan hal itu. 


Ha Ri berlari di trademeal tapi matanya terus mengarah ke pintu masuk, bertanya-tanya apakah Sung Joon tak datang. Lalu ia mengangkat barbel berpikir Sung Joon sedang sibuk. Seseorang menaiki treadmeal, wajah Ha Ri berseri tapi ketika mendekat ternyata bukan Sung Joon.
Shin Hyuk membeli ramen memberitahu uangnya hanya 400 Won jadi meminta diskon. Ha Ri berdiri dibelakang membeli minuman, membayar semuanya dengan kartu dalam ponsel, Shin Hyuk melonggo, Ha Ri mengatakan bahwa mereka impas. Shin Hyuk meminta juga dibelikan kimchi untuk makan ramenya. 

Ha Ri yang melihat Shin Hyuk makan seperti orang kelaperan heran, karena pihak hotel memberikan makan malam tapi malah membeli ramen. Shin Hyuk memberitahu setelah mereka minum, makan mie ramen itu yang paling cocok karena rasanya sangat lezat, lalu kembali makan mie ramen dengan lahap.
“Apa dia benar-benar berasal dari keluarga kaya? Dia sangat sederhana tapi modis” gumam Ha Ri terlihat menelan air liurnya melihat cara makan Shin Hyuk yang sangat nikmat.
Beberapa saat kemudian, Shin Hyuk melonggo dengan senyuman melihat Ha Ri akhirnya membeli ramen dan makan dengan lahap. Saat itu ponsel Ha Ri berdering dan langsung menyebut “Hei istriku”  Shin Hyuk kaget medengar Ha Ri memanggil orang yang menelp itu adalah istri Ha Ri.
Hye Jin yang ada didalam bus menanyakan keberadaanya. Ha Ri dengan gaya manja memberitahu sedang ada didekat hotel dan akan segera kesana. Hye Jin memberitahu sudah ada didalam bus perjalanan pulang, Ha Ri pun menyuruh Hye Jin pergi ke hotelnya agar bisa pulang bersama.
“Ahh, ternyata seleramu seperti itu! Banyak golongan yang berbeda dari orang-orang yang ada di dunia ini. Aku sepenuhnya menghormati keragaman itu.” komentar Shin Hyuk setelah Ha Ri menutup telpnya. Ha Ri terlihat binggung tapi akhirnya mengerti maksud ucapan Shin Hyuk
“Tidak, itu tidak seperti itu! Dia hanyalah temanku yang tinggal bersama denganku, Teman terdekat dalam hidupku yang bahkan lebih dekat dari saudara.” jelas Ha Ri. Shin Hyuk tertawa mendengarnya
“Ah, itu melegakan. Dengan penampilanmu, kau seharusnya berada di luar sana untuk membuat hati pria berdebar.” ucap Shin Hyuk tersenyum lalu menunjuk cup ramen yang dimakan Ha Ri.
Ha Ri melihat kaget melihat cup ramennya sudah kosong dan tak percaya dirinya memakan suamianya. Shin Hyuk tersenyum menganguk, Ha Ri melihat tangana seperti masih tak percaya bisa menghabiskan satu cup ramen sendirian. Shin Hyuk mengangkat jempolnya, Ha Ri kembali mengeluh karena Shin Hyuk tak memberhentikanya. 

Ha Ri memukul perutnya dengan kesal karen harus ikut-ikutan makan, Shin Hyuk yang berjalan disampingnya merasa perlu khawatir karena hanya makan satu cup saja, setelah itu mengucapkan terimakasih dengan begitu sekarang ia berhutang budi padanya lalu pamit pergi
Tiba-tiba Shin Hyuk memanggilnya kembali dan melemparkan permen karet sebagai makanan penutup. Hye Jin tersenyum menerimanya dan Shin Hyuk berjalan sambil melambaikan tanganya.
Hye Jin datang mengagetkanya sambil bertanya orang yang datang bersamanya. Ha Ri menceritakan pelanggan kamar suite saat ia melakukan kesalahan besar. Hye Jin penasaran dimana orannya, Ha Ri pikir kalau temanya datang 10 detik yang lalu maka akan melihatnya lalu mencium bau dari tubuh Hye Jin dan menduga temanya baru saja minum. Hye Jin menutup mulutnya karena tercium.
Ha Ri pun memberikan permen karetnya, lalu bertanya dengan siapa temanya minum. Hye Jin menceritakan dengan reporter yang aneh. Ha Ri mengenalnya orang yang sering diceritakan suka menjahili temanya, tapi heran kenapa mereka bisa dekat. Hye Jin juga tak tahu karena mereka dekat dengan tiba-tiba lalu menjerit dingin dan megajak Ha Ri untuk cepat pulang karena udara semakin dingin. 

Ha Ri pergi kebagian laundry mengambil barang yang dititipkanya, Pelayan memberikan jaket dan juga sebuah kertas yang tersimpan dijaket itu. Ha Ri merasa lebih baik dibuang karena hanya struk belanja saja. Bibi itu memberitahu ada sesuatu di atasnya, jadi memintanya untuk melihat sendiri.
Akhirnya Ha Ri melihat ada gambar dirinya dengan bertuliskan disana “>Memalukan, memalukan!” teringat saat Sung Joon datang ia dengan kekuatanya memukul si pria hidung belang sambil berteriak kata-kata yang sama.

Se Yong menjemput Ha Ri didepan hotel dan memuji sepatu putih yang dipakainya itu terlihat sangat cantik dipakainya. Di dalam mobil, Se Yong menanyakan tujuan mereka ingin pergi makan atau diskotik lebih dulu. Ha Ri yang melamun mengatakan dirinya sedang tidak mood.
Ha Ri lalu mengajak ke sungai Han, memberitahu dengan penuh semangat tentang permaian speedminton, mengajaknya untuk melakukanya karena  sangat menyenangkan. Se Yong pikir itu Ha Ri ingin mengeluarkan keringat dan menurutnya ada cara yang lain untuk mengeluarkan keringat dengan nada mengoda.
“Kenapa kau selalu mengarah ke sana?” keluh Ha Ri kesal, Se Yong malah heran melihat Ha Ri yang bersikap tak seperti biasanya.
“Hanya mendengarkan musik yang kita sukai, makan makanan lezat, bertanya tentang apa yang kau pikirkan, bagaimana kabar keluargamu saat membicarakan tentang hal-hal seperti itu, tidak bisakah kau melakukannya?” ucap Ha Ri, Se Yong makin heran perubahan sikap Ha Ri yang tiba-tiba. Ha Ri malah terlihat kesal menyalakan radio didalam mobil.
Penyiar memutarkan lagu sambil memberitahu bahwa Heath Ledger menyanyikan ini dalam sebuah film.”Can't take my eyes off of you”  dari film 10 Things I Hate About You, mata Ha Ri melihat Sung Joon yang menyebarang jalan lalu buru-buru turun dari mobil. 

Ha Ri ingin mengejar tapi sepatunya yang kekecilan memperlambar larinya, teringat dengan ucapan  Hye Jin tetang cinta sejati,  “Kau merindukan mereka”  Ha Ri mengingat ketika bermain speedminton dengan Sung Joon di pinggir sungai Han
“Dan kau senang saat kau bersama mereka.” Ha Ri melihat rekan kerjanya yang  mengunakan mouse untuk orang kidal dan bertanya dimana membelinya
“Kau ingin melakukan segala sesuatu, dan hal-hal yang tidak biasanya kau lakukan.Dan kau bahkan melihat mereka dari kejauhan, bukankah seperti itu?” Ha Ri mengejar Sung Joon tapi lampu merah menyala dan Sung Joon sudah berjalan menjauh.
Air mata Ha Ri tergenang melihat Sung Joon pergi dan menatap kakinya yang luka, padahal sebelumnya pesan dar pelayan itu “Meski kau menyukainya, pasti akan sakit saat kau pakai. Apa tidak apa-apa?” Ha Ri mengatakan ingin memberitahu pada Sung Joon Judul filmnya yaitu "Sepuluh alasan kenapa aku tidak bisa mencintaimu" 

Di tempat pembuangan sampah kering, petugas kaget melihat ada orang yang membuang sepatu sangat bagus, ada sepatu milih Ha Ri yang dibuang begitu saja. Shin Hyuk akan pergi dengan motornya, Ha Ri menyapanya dan dibalas dengan sapaan dan senyuman manis Shin Hyuk seperti tanpa beban.
“Kau masih berutang satu kali, kan? Aku akan memberimu satu kesempatan agar kita seri.” ucap Ha Ri
“Kenapa? Apa ada sesuatu yang ingin kau minta padaku?” tanya Shin Hyuk
“Jadi aku tidak akan serakah pada sepatu yang salah lagi, bisakah kau menolongku?” kata Ha Ri 

Saatnya makan siang, Joo Young yang tak bisa ikut makan siang meminta Hye Jin untuk membelikan sandwich ketika kembali setelah makan siang. Hye Jin yang tak pernah menolak pun akan membelikanya. Hye Jin sempat menanyakan supaya Sung Joon makan bersama, Poong Ho mengajak mereka makan dengan tenang ketika mereka makan, Shin Hyuk juga mengajak Hye Jin agar ikut bersama.
Han Sul terus mencoba mengambil hati Joon Wo karena diduga keponakan dari Nyonya Kim. Hye Jin memasukan sayuran sambil melamun memikirkan apa yang akan dimakan Sung Joon untuk makan siang.
“Dia tidak punya teman di Korea sehingga dia mungkin tidak memiliki siapa pun untuk makan bersama.” gumam Hye Jin khawatir.
Joon Wo membicarakan tentang Sung Joon yang sudah memiliki pacar, Han Sul tak percaya dengan sifatnya seperti itu ada wanita yang mau. Hye Jin terdiam, lalu Shin Hyuk melihat perubahan wajah Hye Jin terlihat sedih, Joon Woo menambahkan sudah melihatnya kemarin mereka berkencan dan jalan bersama.
Shin Hyuk menyangkal tidak semua orang yang jalan bersama itu berkencan, lalu ia mencoba manyunkan bibirnya mengoda Han Sul untuk menciumnya, Han Sul menjerit geli karena Shin Hyuk melakukannya. Shin Hyuk mengatakan bahwa hanya bercanda, Hye Jin hanya diam sambil sibuk masukan daging ke dalam air shabu-shabu. 

Sung Joon duduk sendirian dalam perpustkaan dengan segelas kopi, lalu dengan senyuman manisnya mengangat telp dari Hye Jin. Ha Ri bertanya apakah Sung Joon punya waktu nanti malam, lalu mengubahnya kalimatanya walaupun Sung Joon tak punya waktu tetap harus datang.
Hye Jin selesai makan siang bersama berlari ke restoran sandwich pesanan Joo Young, awalnya ia ingin membeli satu saja tapi mengubahnya dengan senyum bahagia memesan dua sandwich. 

Han Sul menelp didepan ruangan memberitahu temanya tak bisa datang reunian untuk lulusan asisten karena  Ada banyak yang harus lakukan, lalu bertanya apakah Kim Joong Gi datang, pikiran langsung berubah akan datang dengan menceritakan memiliki pegawai magang baru di tim kami.
“Aku ada sesuatu yang harus dikerjakan di akhir pekan ini tapi dengan menelepon,  aku menyuruhnya melakukannya untukku.” ucap Han Sul tersenyum licik lalu masuk kedalam ruangan.
Tak jauh dari sana terlihat Sung Joon yang mendengar rencana Han Sul pada Hye Jin. Sung Joon berusaha tak perduli saat masuk ke dalam ruangan, melihat Hye Jin yang baru keluar dari ruangannya. Lalu ketika masuk melihat ada sandwich dan minuman. 

Matanya melihat kearah Hye Jin terlihat binggung dengan sikap bawahanya yang perhatian. Han Sul terlihat mulai melimpahkan tugasnya untuk memilah kosmetik berdasarkan gayanya dan harus menyelesaikannya hari ini.
Sung Joon sambil membawa majalan menatap Hye Jin yang mendapatkan tugas dari Han Sul, Hye Jin juga sempat melihat Sung Joon yang menatapnya tapi Sung Joon berpura-pura kembali membaca majalah. Hye Jin kembali melirik dan mata mereka saling menatap, Sung Joon langsung dengan cepat menutup jendelanya.

Shin Hyuk duduk sendirian diruang rapat, tatapan kosong memikirkan ucapan Ha Ri sebelumnya.
“Aku minta tolong padamu karena aku pikir tidak punya niat melakukannya sendirian. Malam ini di depan seorang pria, tolong berpura-puralah kau  adalah pria yang aku nikahi. Jangan tanya apa pun. “ pinta Ha Ri supaya Shin Hyuk bisa membalas budi padanya. 

Ketika malam hari tiba, Hye Jin masih memilah-milah walaupun jari telunjuknya terluka. Han Sul berbisik meminta Hye Jin menyelesaikan hari ini juga lalu pergi meninggalkan kantor. Joo Young yang terburu-buru pergi menumpahkan gelas kopinya, Hye Jin pun dengan sangat baik hati membiarkan Joo Young pergi agar ia saja yang membersihkanya.
Sung Joon yang pulang melihat Hye Jin yang membersihkan lantai mengeluh perih karena lukanya, Hye Jin tersadar melihat Sung Joon datang langsung berdiri, mata Sung Joon melihat plester Hye Jin yang terbuka.
“Pegawai magang, kau menjalankan pusat pelayanan pembantu? Kenapa kau mengerjakan tugas orang lain” tegur Sung Joon lalu mencoba tak membahasnya lagi.
“Apa kau mau menyentuh benda-benda kantor dengan tangan itu?” kata Sung Joon,
Hye Ji pikir tangannya itu kotor dengan menutupi jarinya yang luka, Sung Joon menyuruh nya mencuci tangan lalu mengunakan plester dan melakukan yang ingin dilakukanya. Hye Jin mengerti dan mencoba mencari plester diatas meja karyawan. Sung Joon menarik Hye Jin kebagian pantry mengeluarkan kotak P3K.  

“Kau di sini sudah cukup lama. Bagaimana kau tidak tahu dimana letak benda-benda? Apa yang sudah kau tahu? Plesternya di sini.... ada Di sini.” ucap Sung Joon mengomel memberikan plester ke tangan Hye Jin.
Hye Jin  mengucapkan terimakasih dan berusaha membuka sambil berjalan, Sung Joon menarik jaketnya, membuka plester dengan benar dari tengah dan memegang kedua sisinya. Hye Jin melirik binggung, Sung Joon kembali mengejek Hye Jin yang tak bisa melakukan sesuatu yang mudah. Hye Jin hanya terdiam.
Sung Joon bertanya apakah Hye Jin tak ingin memakainya, Hye Jin mengambilnya lalu mencoba melepaskan plester lamanya dengan gigi, lalu menempelkan plester tapi ditarik dengan mulutnya dan yang terjadi dua ujung plesternya menyatu. Sung Joon pun membantu memasang sambil mengoceh karena Hye Jin tak bisa melakukan dengan benar.
“Urus  dirimu sendiri dan, setelah itu baru kau  lakukan tugas orang lain” tegas Sung Joon lalu keluar dari ruangan.
“Kenapa dia tiba-tiba seperti itu? Ahh.... Kenapa aku bahkan memberinya roti?” keluh Hye Jin kesal sambil menendang diudara. 


Hye Jin keluar dari kantor mengeluh karena setiap pulang selalu saja hujan, dengan jaket yang dipakainya, berteriak sambil berlari menyusuri hujan. Sung Joon ada didalam mobil harus terhenti karena banyak polisi yang ada di pinggir jalan mengatur lalu lintas.
Mata Sung Joon melihat mobil yang berbalik dan pengemudinya bersimba darah, bayangan kembali saat kecelakan ibunya dengan posisi yang sama dan ia hanya bisa menangis menatap ibunya dengan tubuh basah kuyup karena hujan deras.
Sung Joon mulai gelisah, mencoba melonggarkan dasinya, nafasnya terengah-engah melihat korban kecelakaan. Bunyi klakson mobil dari belakang terdengar, polisi juga memberikan tanda agar mobilnya jalan. Sung Joon mencoba mengemudikan mobilnya tapi yang terjadi malah berpindah jalur dan melintang dijalan.
Ia merasakan gejala kepanikan yang parah, berusaha keluar dari mobil dan berdiri dijalur yang berlawanan. Mobil yang ingin jalan menyalakan klakson agar tak menghalanginya. 

Hye Jin yang menaiki bus mengeluh karena rambutnya jadi makin membesar karena terkena hujan, lalu penumpang berteriak melihat pria yang berjalan seperti orang kebingunan lalu terjadi di arah berlawan dijalan raya. Hye Jin mengenali Sung Joon dan memanggilnya dari jendela bus.
Di sebuah restoran, Ha Ri sudah menunggu dengan wajah gugup. Didepanya sudah duduk, Shin Hyuk yang melihat jamnya karena menunggu pria yang akan dibawa oleh Ha Ri dan mencoba menghilangkan rasa bosan dengan menjilat busa dari sedotannya.
Sung Joon berjalan seperti orang kebingungan memangil ibunya, Hye Jin datang meminta agar mobil menghentikan lajunya, lalu mengajak Sung Joon pergi karena bahaya ditempat itu. Sung Joon masih saja duduk sambil memanggil ibunya, ketika mobil ambulance pergi Hye Jin melihat mobil yang terbalik.
Teringat saat hujan deras, Sung Joon juga terlihat ngalami ketakutan sambil memanggil ibunya. Hye Jin membuka jaketnya meminta supaya Sung Joon tak melihat ke arah tempat kecelakaan. Sung Joon masih tetap mengarahkan pandanganya pada mobil yang terbalik.
“Tidak akan terjadi apa-apa. Ini akan baik-baik saja..... Tidak akan terjadi apa-apa.... Semua akan baik-baik saja” ucap Hye Jin mencoba menenangkan Sung Joon dan akhirnya Sung Joon menatap Hye Jin. 

Di restoran, Shin Hyuk terlihat bosan meniup sedotannya dengan membuat gelembung pada minumanya. Ha Ri juga menatap ponselnya terlihat makin gelisah karena Sung Joon belum juga datang.
Hye Jin terus berusaha menenangkan Sung Joon dengan mengatakan semuanya akan baik-baik saja beberapa kali. Sung Joon menatap Hye Jin teringat ucapannya saat masih SD “Mulai sekarang, aku akan berada di sampingmu. Aku akan menjadi payungmu.”
Sung Joon perlahan memegang pipi Hye Jin dan Hye Jin panik tiba-tiba Sung Joon memegang pipinya. Sung Joon memanggi namanya Hye Jin, saat itu juga Hye Jin melotot kaget.
Flash Back
Sung Joon memberikan tanda pada agendanya di tanggal 13, menjadi hari kidal international dan hari pertamanya memiliki teman dengan mengambarkan payung sebagai simbol.
Hye Jin menatap Sung Joon tak percaya karena bisa mengenali dirinya yang dulu cantik dan pintar, sekarang berubah jadi jelek dan tak bisa melakukan sesuatu dengan benar. Truk besar berjalan dibelakang mereka dengan menyalakan klakson dan mengedipkan lampu agar mereka menyingkir, tapi keduanya tetap berada ditengah jalan. 

3 komentar:

  1. Seruuuh..... lanjutkan.... semangat

    BalasHapus
  2. Menegangkan. .akankah sung joon mengenali hye jin? Mungkin belum kali ya coz ini kan masih episode 5, haha mungkin ngenalin nya kalau udah episode 8. . Hehe

    BalasHapus
  3. seruuu...walau udah nonton tpi k puas klau belum bca sinopsis buatan mbva dyah hehehe

    BalasHapus