Kamis, 15 Oktober 2015

Sinopsis Mrs Cop Episode 12 Part 2

Young Jin menerima kabar dari dokter dirumah sakit bahwa Dong il sudah sadar tapi tak tahu akan bertahan berapa lama, dengan mengunakan alat bantu nafas, belum yakin apakah Dong il bisa bersaksi.
Dong il berbaring dengan selang masuk ke dalam mulutnya, tatapan kosong. Young Jin bertanya apakah Dong il bisa mengenalnya. Dong il awalnya hanya melirik dengan sama-sama, lalu melihat dengan jelas Young Jin sedang berbicara padanya.
“Park Dong Il, apa kau benar-benar membunuh ayahku? Aku hanya perlu jawaban itu darimu.” ucap Young Jin
“Maafkan aku. Agar aku bisa membunuh Kang Tae Yoo dengan tanganku sendiri.Aku harus menyembunyikan kebenaran darimu, dan juga Aku ingin balas dendam dan mengungkapkan semuanya. Tapi malah jadi begini. Aku benar-benar minta maaf.” jawab Dong il sambil bergumam
Young Jin kembali memanggil Dong il karena tak bisa mendengar jawaban, lalu meminta supaya menjawab dengan kedipan mata apabila tidak membunuh ayahnya. Suster yang melihat Young Jin berteriak-teriak pada pasien langsung menariknya keluar ruangan, saat itu juga Dong il menjawab dengan kedipan matanya dua kali. 

Tae Yoo kaget mengetahui Dong il yang sadar dan kemungkinan bisa bicara, Sek Yoon memberitahu Dong il mulai sadar setelah intubasinya dilepas jadi  seharusnya bisa memberikan kesaksian lalu bertanya apa yang harus dilakukanya sekarang.
“Reporter sedang mengawasi. Jika sepatah kata saja keluar, maka Mendapatkan nominasi untuk go publik tahun depan akan sulit Aku akan menemui ketua Yum dan Jagalah dirimu sendiri, Sekretaris Yoon.” ungkap Tae Yoo terlihat panik, Sek Yoon mengerti lalu keluar ruangan.

Young Jin kembali keruangan Dong Il melihat seorang Ahjumma yang baru keluar, lalu bertanya siapa Ahjumma itu sambil memberitahu bawah ia adalah polisi. Ahjumma itu makin takut memilih untuk kabur, Young Jin mengejarnya bertanya apa hubungan Ahjumma itu dengan Dong Il.
“Kalau kau tidak punya hubungan dengannya, kenapa kau datang menemuinya? Katakan padaku sekarang, bagaimana kau mengenalnya? Apa kau keluarganya?” tanya Young Jin menahan ahjumma masuk ke dalam taksi
“Bukan!!! Hanya seseorang yang dia kenal” ucap bibi itu masuk ke dalam taksi.
Young Jin akhirnya mengikutinya dengan taksi, si bibi langsung ke tokonya dan menguncinya. Young Jin baru sampai toko mengedor-gedor pintu mengajak bicara sebentar, tapi Ahjumma tak mau keluar. 


Jae Duk akhirnya mendapatkan informasi bahwaSetiap patung dijual senilai 100 juta won dan pembelinya atas nama perusahaan KL Kontruksi Tapi patung yang ada di gudang itu hancur berkeping-keping, menurutnya sekayanya orang mana mungkin mau membeli patung senilai 100 juta won, lalu menghancurkannya berkeping-keping.
“Ah, dasar Madam Park. Jadi mereka menaruh emas di dalam patung itu Dan mengantarnya kepada Tae Yoo” ucap Jong Ho, Jae Duk membenarkan.
“Ini adalah sekretaris eksekutif dari Presdir Kang, Dia berbicara dengan Jangan-pyung Park sebanyak tiga kali, Tapi dia bersikeras bahwa dia tidak mengenalnya” jelas Jin Woo
 “Jaksa menghalangi kita Dan tidak mengijinkan untuk memeriksa catatan telpon Sekretaris Yoon” tambah Do Young
“Jadi kita memilikinya, Perusahaan KL Kontruksi mendapatkan emasnya melalui Madam Park Lalu mereka berusaha menyelundupkannya ke Cina. Kenapa sebuah perusahaan kontruksi perlu menyelundupkan emas?” kata Jong Ho
Seo Won pikir pihak KL berusaha menggelapkan dana keluar negeri. Do Young yakin itu benar karena tak ada alasan selain penyelundupan. Young Jin mengerti jadi mereka harus memanggil Sek Yoon untuk menyelidikinya. 

Jaksa Go tiba-tiba masuk ke dalam ruangan menyapa semunya. Jong Ho menanyakan alasan Jaks Go datang ke kantor polisi. Jaksa Go langsung meminta kasus penyelundupan emas untuk menyerahkan ke kantor kejaksaan. Jong Ho mengatakan polisi masih menyelidiki kasusnya lalu bertanya kenapa Jaksa Go melakukannya secara tiba-tiba.
“Kapten Park...tidakkah kau melihat bahwa ini bukanlah sesuatu yang bisa disentuh oleh polisi?” sindir Jakas Go, Jong Ho menanyakan alasanya.
“Aku tidak tahu apa alasanmu, Bukti yang ada menunjukkan dengan jelas bahwa itu adalah penyelundupan emas secara ilegal. Kami tengah mengumpulkan bukti bahwa pemilik dari emas berasal dari KL Kontruksi dan telah mengamankan penyataan dan juga beberapa data, Ijinkan kami untuk menyelidikinya. Kita akan mencari tahu siapa pemilik emas itu” jelas Young Jin
Jaksa Go berjalan berkeliling melihat didepanya itu adalah tim 1 divisi kejahatan kekerasan yang terkenal itu, lalu bertanya Siapa yang telah mempelajari penyelidikan perpajakan atau UU perpajakan dan yang bisa menganalisa data keuangan perusahaan serta bisa mengetahui penggelapan atau penyalahgunaan keuangan. Semua hanya bisa diam dengan menghela nafas.

“Siapa yang berpengalaman dalam menyelidiki dana tersembunyi, pencucian uang atau uang kotor? Apakah ada, walaupun satu orang saja?” tanya Jaksa Go meremehkan.
“Hanya karena kami belum pernah melakukannya, lantas artinya kami tidak bisa menyelidikinya?” balas Do Young menahan amarahnya.
“Apa aku bilang kalian tidak bisa?” ucap Jaksa Go
“Kalau begitu kami akan melanjutkannya” tegas Do Young
“Hanya saja akan ada banyak dokumen yang rumit, Kau harus banyak membaca UU dan peraturan untuk memeriksa pernyataan tentang keuangan. Kenapa tim kekerasan kejahatan melakukan tugas yang berhubungan dengan dokumen? Tolonglah, lakukan saja keahlianmu dan yang benar-benar bisa kau tangani, Menggunakan otak dan menganalisa dokumen adalah pekerjaan jaksa, mengerti?” kata jaksa Go sambil mengebrak-gebrak meja.
Menurutnya Sebagai tim kejahatan kekerasan, mereka seharusnya menangkap pencuri dan pembunuh dan harus melakukan sesuatu yang membuat kalian berlari cepat. Jong Ho akhirnya berdiri sambil mengebrak meja, Jaksa Go mengatakan sudah berbicara dengan dengan ketua Yum, jadi harus mengirimkan berkasnya besok. 


Kepala Yum menjelaskan bahwa itu perintah dari atas, karena terlalu berat untuk diatasi tim kejahatan kekerasan. Young Jin tak terima karena terlalu berlebihan menyuruh timnya menyerahkan semuanya, menurutnya karena tim yang menemukan kasusnya jadi kasus itu miliki mereka juga.
“Ini bukan hanya sekedar kasus penyelundupan ilegal Organisasi besar terlibat, jadi ini rumit jadi Masuk akal kejaksaan ikut terlibat” jelas Kepala Yum mencari-cari alasan
“Setidaknya, biarkan kami ikut menyelidiki bersama kejaksaan” ucap Young Jin
“Inspektur polisi menyetujui ini, jadi Tidak ada gunanya membicarakannya, lebih baik serahkan berkasnya dan pergilah” perintah Kepala Yum, Young Jin tak terima.
“Kekuasaanku hanya bisa sampai sejauh ini saja! Kau tahu dengan baik kalau aku tidak bisa melakukan apapun,” teriak Kepala Yum, Young Jin hanya bisa mengeluh lalu keluar ruangan.

Pagi hari
Dokter memeriksa keadaan Dong Il menanyakan apakah ia sudah sadar dirumah sakit, suster memberitahu tekanan darah Dong Il 90/60 dan titik jenuh oksigennya berada pada level 83. Dokter memutuskan akan melepas intubasinya. Dong Il terlihat tubuhnya bergerak dengan mata membuka lebar, air matanya mengalir.
Flash Back
20 tahun lalu
Dong Il masuk ke dalam ruangan, terlihat Tae Yoo yang sudah memegang pisau dengan tangan berlumuran darah. Ayah Young Jin sudah tergeletak di bangku tak sadarkan diri dengan berlumuran darah dibagian perutnya.
Tae Yoo tersenyum melihat Dong Il lalu memberikan pisau itu pada seniornya sebagai penganti dirinya sebagai pembunuh. Dong Il menegaskan supaya Tae Yoo menepati janjinya, yaitu menyelamatkan putrinya. Tae Yoo meyakinkan anak Dong Il akan sembuh setelah di operasi. Dong Il mengambil pisau dari tangan Tae Yoo lalu melumuri darahnya agar buktinya sebagai pembunuh kuat. 

Perawat yang sedang menganti Infus mendengar Dong Il yang memanggil nama Choi Young Jin dan polisi berkali-kali. Perawat seperti tak mengerti berpikir Dong Il merasa kesakitan jadi akan menambah dosis obat agar tak merasakan sakit. Dong Il berusaha memohon untuk memanggil Young Jin untuk datang, Perawat seperti sudah mengerti dan akan memberitahu Young Jin.
Sek Yoon sudah bersembunyi dibalik pintu darurat dengan masker dan pakaian yang terlihat seperti dokter, didepan ruangan Dong Il ada pertugas yang menjaga. Young Jin menerima telp dari rumah sakit. Beberapa saat kemudian, didepan ruangan sudah tak ada polisi yang menjaga, ia masuk ke dalam ruangan .
Young Jin sudah ada di jalan menuju rumah sakit dengan mengunakan sirine. Sek Yoon sengaja matikan lampu ruangan dan menutup jendela. Dong Il melirik bertanya siapa yang datang.
“Kau seharusnya tidak usah membuka matamu lagi. Pergilah dengan tenang sekarang” ucap Sek Yoon sambil menyuntikan cairan ke dalam selang infus. Dong Il langsung merasakan pengeliatannya kabur.
Young Jin baru sampai melihat dokter yang sedang menekan bagian dada Dong Il, bertanya apa yang terjadi. Dokter memberitau Dong Il tadi  sudah sadar tapi  Tiba-tiba saja jantungnya berhenti, Young Jin panik diminta dokter agar keluar ruangan,
“Kau tidak boleh mati seperti ini Bangunlah, Park Dong Il! Kau bilang akan minta maaf padaku” jerit Young Jin histeris 

Young Jin datang ke restoran milik bibi itu memberitahu Dong Il meninggal, kembali bertanya bagaiama bibi itu bisa mengenal Park Dong Il. Bibi itu merasa tak perlu lagi peduli hubungan dengan orang yang sudah mati. Young Jin memberitahu bahwa Dong Il yang membunuh ayahnya.
“Aku menghabiskan seluruh hidupku dengan memberi makan para gangster. Park Dong Il bukan tipe pembunuh. Dia menggunakan tinjunya, tapi hatinya lembut Bahkan Dia tidak bermaksud hidup sebagai gangster. Sekarang Tidak ada lagi yang bisa kukatakan. Meskipun ada, aku tidak bisa mengatakannya, jadi pergi sajalah.” jelas Bibi itu menutup mulutnya.
“Kalau Park Dong Il tidak membunuh ayahku, lalu siapa yang membunuhnya?” tanya Young Jin penasaran
Bibi itu berpura-pura tak tahu, lalu menyindirnya sebagai wanita muda yang tak tahu sopan santun dan mengusirnya. Young Jin bertanya apakah bibi itu mengenal yang bernama Kang Tae Yoo. Bibi mengaku tak mengenalnya. 

Ketika Young Jin akan keluar, Tae Yoo masuk ke dalam ruangan bersama Sek Yoon. Bibi menceritakan sebelumnya pergi menemui Park Dong Il di saat-saat terakhirnya lalu Young Jin mengikutinya. Young Jin menyindir kalau sebelumnya bibi itu tak mengenal Tae Yoo, bibi itu memilih untuk masuk ke dalam.
“Bukankah kau mengatakan kau tidak mengenal Park Dong Il? Itu yang tertulis dipernyataanmu. Apakah itu tidak benar?” ucap Young Jin
“Aku pasti tidak menyadari beberapa hal karena aku diculik. Pernyataan bisa dirubah, benarkan?” kata Tae Yoo. Young Jin melangkah lebih dekat untuk mengatakan padanya. Sek Yoon meminta supaya Young Jin tenang.
“Kau tahu semuanya, kenapa Park Dong Il menculikmu dan berusaha membunuhmu Jadi, katakan padaku sekarang” ucap Young Jin menatap lurus Tae Yoo
“Pelakunya sudah mati dan kasusnya ditutup, semuanya sudah berakhir sekarang Apa bagusnya kau mengetahuinya? Tidakkah kau setuju Kapten Choi?” ejek Tae Yoo
Young Jin yakin Dong Il tidak membunuh ayahnya, Tae Yoo bertanya siapa dugaan yang membunuhnya. Young Jin menceritakan Dong Il mengatakan bahwa ia akan membunuh Tae Yoo lalu akan mengakui semuanya, jadi menurutnya semua orang akan setuju bahwa Tae Yoo itu yang membunuh ayahnya.
“Langsung saja, aku ingin bertanya satu hal padamu Apa kau mengenal Choi Sang Ik atau tidak?” tanya Young Jin, Tae Yoo mengaku masih mengingatnya, Young Jin pun semakin yakin Tae Yoo adalah pembunuh ayahnya
“Itu sudah 20 tahun yang lalu, Kasusnya sudah kadaluwarsa Bahkan hukum mengatakan begitu, karena sudah lama sekali, jadi mari lupakan saja! kenapa kau mengungkit-ngungkit kejadian di masa lalu?” komentar Tae Yoo

“Kau membunuh ayahku, Benarkan?”ucap Young Jin mengeluarkan pistol listrik dari pinggangnya.
Tae Yoo malah mengejeknya kalau Young Jin sedang penasaran, Young Jin menyuruh Tae Yoo mengatakan padanya. Sek Yoon meminta untuk menyingkirkan alat itu karena bisa terluka. Young Jin langsung menendangnya,dengan mengancam akan membunuhnya lebih dulu kalau menghalanginya.
“Aku akan memastikan kau ditempatkan di tempat yang sama dengan putramu” ucap Young Jin
“Tapi sebelum itu terjadi, kau mungkin yang akan menyusul ke tempat ayahmu” balas Tae Yoo tak mau kalah.
“Kau baru saja mengancam polisi. Berlutut dan letakkan tanganmu di belakang kepalamu. Aku akan menembakmu kalau kau tidak melakukannya” perintah Young Jin, Sek Yoon ingin membela yang terjadi pistol listrik membuat dirinya tak sadarkan diri.
Young Jin merubah menjadi pistol pelurunya, menyuruh agar Berlutut dan letakkan tanganmu di belakang kepala. Tae Yoo langsung memberikan tanganya agar di borgol, Young Jin berteriak menyuruh Tae Yoo berlutut, Tae Yoo menegaskan tidak akan pernah berlutut seumur hidup, jadi lebih baik tembak saja. Young Jin lebih mendekatkan lagi pistolnya dan siap melepaskan peluru ke arah kepala Tae Yoo 
bersambung ke episode 13


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar