Jumat, 02 Oktober 2015

Sinopsis Yong Pal Episode 17 Part 2

Tae Hyun menunggu dengan gelisah didepan lobby, matanya lalu melihat Yeo Jin berjalan menuruni eskalator dengan pengawalnya. Ia berjalan mendekatinya, Yeo Jin bertanya-tanya dalam hati apakah ini hanya halusinasinya lagi. Tae Hyun menyapanya yang sudah lama tak bertemu. 
“Kenapa kau ke sini?” tanya Yeo Jin, Tae Hyun mengatakan sedang menemuinya temanya lalu bertanya balik pada Yeo Jin.
“Aku harus bcara dengan Direktur RS.”jawab Yeo Jin berbohong, Sek Min melirik licik.
“Apa Kau baik-baik saja? Sepertinya kau tidak sehat.” ucap Tae Hyun melihat wajah Yeo Jin yang pucat
“Aku Hanya stres. Sekarang mulai sibuk.” jelas Yeo Ji
Tae Hyun sudah dengan berita tentangnya lalu memberikan selamat, Yeo Jin mengucapkan terima kasih.Tae Hyun tetap bertanya apakah Yeo Jin benar-benar tidak sakit, dengan nada curiga. 

Tiba-tiba Wakil Presdir dan Presdir lainya panik menuruni tangga  menanyakan keadananya. Yeo Jin malah heran melihat bawahanya itu seharusnya berkerja bukan bersusah payah untuk datang kerumah sakit.
“PresDir, kenapa Anda bilang begitu? Anda harus sehat... “ Komentar Presdir Han berpura-pura khawatir
“Tak usah ribut. Seperti yang kalian lihat, aku baik-baik saja.”tegas Yeo Jin, Tae Hyun pun pamit pergi karena melihat Yeo Jin yang mulai sibuk.
Yeo Jin terlihat sedih melihat kepergian Tae Hyun memanggilnya, lalu memberikan Selamat atas kliniknya. Tae Hyun tersenyum menurutnya itu tak perlu. Yeo Jin pun memberikan salam perpisahan. Tae Hyun tetap memberikan senyuman manisnya, terlihat Yeo Jin menahan rasa sedihnya.

Tae Hyun pergi ke lantai 12, dua perawat terlihat sangat bahagia melihat Tae Hyun yang datang, begitu juga Dr Lee yang sedang ada didepan lobby. Di dalam ruangan Dr Lee, Tae Hyun mencoba kursi pijat berpikir harus siapkan satu di kliniknya, karena Pasien yang lebih tua pasti sungguh menyukainya. Dr Lee menyuruh untuk menghentikan omongan kosongnya dan mengajaknya duduk bersama.
“Ketua, Anda terlihat lebih baik dari sebelumnya.” komentar Tae Hyun melihat wajah Dr Lee berseri-seri.
“Oh ya? Semua berkat kau. Akhir-akhir ini aku banyak melakukan operasi. Lalu, apa klinikmu lancar?” tanya Dr Lee
“Ya, sedikit dan Menyenangkan rasanya.” Cerita Tae Hyun
“Wow, aku iri padamu, Direktur Kim.” komentar Dr Lee
Tae Hyun heran dengan Dr Lee yang memanggilnya Direktur, Dr Lee pikir Tae Hyun tetap seorang Direktur di kliniknya lalu menanyakan alasan Tae Hyun datang karea Tae Hyun bahkan takkan buang air kecil di rumah sakit.  Tae Hyun mengatakkan ingin memeriksa sesuatu. Dr Lee pun menayakan apa yang ingin diperiksanya. 

Seorang pelayan menuangkan air kedalam gelas dan dengan sengaja meneteskan obat kedalam gelas lalu membawakanya pada Yeo Jin. Sementara Yeo Jin yang duduk diruang tengan dengan cepat meminum air yang dibawkan pelayan dan mengatur nafasnya.
Ketika menatap ke depan, terlihat kembali bayangan Do Joon dan Presdir Go yang sedang duduk tersenyum menatapnya. Ia menahan rasa takutnya dengan mata berkaca-kaca lalu tertawa sendiri, kepala pelayan yang melihat keadaan Yeo Jin tampak khawatir. 

Di dalam mobil.
Sang Chul menanyakan apakah ia bertemu denganya dan apa yang dikatakan. Tae Hyun terdiam sambil menopang tanganya, mengingat kejadian sebelumnya. Dr Lee mencoba melihat dari komputernya tapi ternyata ditolak, menurutnya ini sangat aneh.
“Bahkan dengan izin keamananku, aku tak bisa melihat hasil CT PresDir.” jelas Dr Lee, Tae Hyun terdiam sambil menghela nafas terlihat sangat khawatir. 

Yeo Jin masuk ke dalam kamarnya dan menyuruh Kepala Pelayan untuk keluar. Kepala Pelayan menyarankan kembali agar Yeo Jin ke dokter, Yeo Jin menegaskan tak boleh ada dokter yang datang.
“Tak adakah dokter yang bisa kita percaya?” ucap Kepala Pelayan
“Dokter yang kita percaya?” ucap Yeo Jin berpikir lalu sudah menduga maksudnya itu Tae Hyun, tapi tetap menolaknya.
“Jika Anda menemuinya hanya sebagai dokter dan pasien...” jelas Kepala Pelayan dipotong oleh Yeo Jin.
“Lihat aku sekarang....Aku ini monster..... Aku tak mau menyakitinya lagi.” kata Yeo Jin
“Tidak, Anda bukan hanya pasien, tapi Anda butuh bantuan dokter. Dan dia takkan bilang tidak pada pasien.” jelas Kepala Pelayan. 

Yeo Jin keluar dari kamar lalu meminta pengawal untuk tak memperbolehkan siapapun untuk mengkitinya, pengawal pun mengerti. Yeo Jin pun keluar rumah sendirian.
Pelayan jahat berbisik menanyakan kemana Yeo Jin ingin tahu pada Kepala Pelayan. Kepala Pelayan dengan sinis merasa untuk apa pelayan itu tahu kemana Yeo Jin akan pergi. Pelayan itu pun hanya bisa diam. 

Chae Young yang berada didalam mobil, menerima kabar dari pelayan bahwa Yee Jin mengendarai mobil tapi tak tahu kemana tujuanya. Dengan senyuman liciknya, merasa dirinya tahu kemana tujuan Yeo Jin, dan memberikan imbalan sebuat rumah baru untuk orang tua pelayan tersebut.
So Hyun melihat kakaknya yang pergi bertanya kemana akan pergi ditengah malam. Tae Hyun memberitahu akan pergi ke rumah Doma, karena Chae Young membawa anak yang sakit kesana. So Hyun heran karena Chae Young membawanya ke tempat itu. Tae Hyun pikir ada alasannya membawa pasien ke rumah Doma, tanpa ada rasa curiga. 

Yeo Jin sampai di tempat Tae Hyun sambil menatap namanya [Klinik Lantai Satu] ketika akan masuk namanya dipanggil. Chae Young tiba-tiba sudah ada disana dan terlihat Yeo Jin kaget melihat mantan kakak iparnya ada disana.
Keduanya pun duduk didalam mobil bersama, Chae Young tahu Yeo Jin datang ingin menemui Tae Hyun, Yeo Jin hanya bisa diam. Chae Young pikir Yeo Jin malu tapi menurutnya tak ada yang salah jika istri menemui suaminya. Yeo Jin melihat kakak iparnya tampak sehat.
“Aku baik-baik saja akhir-akhir ini, Rasanya nyaman. Ada sebuah tempat namanya Rumah Doma yang merawat anak-anak dan lansia.” cerita Chae Young, Yeo Jin mengatakan sudah tahu dan dengar.
“Sepertinya kau masih menerima laporan tentang kegiatanku.” sindir Chae Young
“Aku bahkan tidak tertarik tapi mereka melakukannya.” balas Yeo Jin dingin
“Berarti kau juga pasti tahu Direktur Kim juga baik-baik saja.” ucap Chae Young, Yeo Jin heran Chae Young memanggil Direktur Kim.
Chae Young memberitahu maksudnya Tae Hyun, Yeo Jin berkomentar keduanya pasti sangat akrab. Chae Young menceritkan mereka seperti kakak adik lalu menceritakan bahwa Tae Hyun sangat bahagia dan berkata  belum pernah sebahagia ini, jadi ia berharap untuk membiarkan Tae Hyun untuk tetap bahagia. Yeo Jin hanya bisa diam.
“Chae Young. Aku... melihat Do Joon.” ucap Yeo Jin mengakuinya, Chae Young terlihat berpura-pura terkejut

“Benarkan?  Aku melihatnya setiap hari, melihatnya saat aku makan, saat aku menyusuri jalan. Sepertinya dia belum pergi ke alam sana.” cerita Chae Young menahan tangisnya, Yeo Jin mengucapkan permintaan maafnya.
“Saat Do Joon masih hidup, Sepertinya aku terlalu kejam padanya. Kita semua membawa beban dosa kita sendiri-sendiri. Tentu, jika kau mau...Tae Hyun dengan senang hati akan membawa bebanmu.” kata Chae Young dengan air mata mengalir, Yeo Jin tak bisa menahan air mata terus mengalir lalu tertunduk diatas stirnya, Chae Young mengusap punggungnya dengan wajah sinis. 

Biara yang menjaga rumah Doma terlihat heran karena Chae Young tak datang, Tae Hyun dengan wajah tersenyum berpikir terjadi sesuatu lalu meminta biara tak perlu mengantarnya. Biara itu pun berpesan agar Tae Hyun hati-hati saat pulang.
Didepan klinik, Chae Young pun turun dari mobil dan berpesan pada Yeo Jin agar hati-hati dijalan. Yeo Jin menatap klinik Tae Hyun sambil bergumam “Tae Hyun... tunggulah aku sebentar lagi. Aku akan segera turun dari lantai 13.”
Yeo Jin kembali mengemudikan mobilnya, lalu mendengar suara kakaknya yang menanyakan keadaan tapi tak melihat apapun disampingnya, kakinya langsung menginjak rem karena melihat ada orang yang menyeberang didepanya. Ternyata Tae Hyun yang sedang menyebarang jalan, melihat Yeo Jin didalam mobil lalu pingsan. 

Selang infus terpasang, Tae Hyun memegang tangan Yeo Jin dengan erat. So Hyun juga menemani kakak iparnya yang terbaring. Yeo Jin membuka matanya menatap Tae Hyun yang sudah ada didepanya dengan menahan tangisnya. Tae Hyun menanyakan kenapa wajah Yeo Jin seperti itu menatapnya.
Di teras lantai dua, Tae Hyun membawakan selimut agar Yeo Jin tak kedinginan. Yeo Jin tersenyum berkomentar nama Klinik Lantai Satu itu nama yang bagus. Lalu berpikir namanya itu diambi karena dirinya. Tae Hyun menanyakan apakah Yeo Jin tak enak badan.
“Stres..? Penyakit yang kau deriat saat banyak melakukan keburukan.” ucap Yeo Jin tersenyum
“Apa... kau mengalami saat yang sulit?” tanya Tae Hyun,
“Ya. Aku mengalami saat yang sulit, Tae Hyun.” gumam Yeo Jin menahan tangis.
“Kau agak aneh dan tidak terlihat sehat. Ayo pergi bersama dan periksa semuanya.” ajak Tae Hyun. 

Yeo Jin mengatakan sudah melakukan dan semuanya normal, menurutnya itu hanya penyakit pikiran.  Tae Hyun memeluk Yeo Jin dan Yeo Jin pun menyadarka kepalanya di bahu Tae Hyun dengan mata berkaca-kaca.
Tae Hyun menegaskan bahwa walaupun itu penyakit pikiran atau badan, akan tetap diobati demi Yeo Jin jadi meminta agar tak takut. Yeo Jin menatap Tae Hyun sambil mengucapkan terimakaish.
Sek Min turun dari mobilnya tepat didepan klinik milih Tae Hyun, Sang Chul keluar dari klinik menemui Sek Min dengan membungkuk. Sek Min terlihat menatap Sang Chul dengan sinis. 

Tae Hyun tetap memeluk Yeo Jin sambil meminta maaf, karena tak tahu Yeo Jin sakit. Yeo Jin mengatakan bahwa ia baik-baik saja dan memberitahu  akan segera turun dari lantai 13. Tae Hyun menatap Yeo Jin tak percaya mendengarnya, Yeo Jin mengangguk, mengatakan sudah memutuskanya.
“Jika aku kembali, kau mau menerimaku?” tanya Yeo Jin, Tae Hyun kembali memeluk Yeo Jin lalu mencium dahinya.
“Kau sudah kembali,  dasar Bodoh.” bisik Tae Hyun
Keduanya saling menatap lalu berciuman, air mata Yeo Jin mengalir dan tangan Tae Hyun langsung menghapusnya, keduanya kembali saling menatap lalu Tae Hyun pun mencium Yeo Jin yang selama 6 bulan tak pernah bertemu. Dilantai bawah, Sang Chul memberitahu Sek Min kalau sepertinya harus menunggu agak lama lagi, Sek Min menghela nafas sambil menatap ke lantai atas. 

Tae Hyun dan Yeo Jin saling berpegangan tangan, Sang Chul terlihat gugup melihat keduanya saling berpegangan, sambil memegang tali jemuran berdeham. Tae Hyun langsung bertanya, Sang Chul memberitahu Sek Min sudah sudah menunggu dibawah, Tae Hyun menyuruh Sek Min supaya pulang saja.
“Jangan, Suruh dia menunggu” ucap Yeo Jin, Tae Hyun menanyakan alasanya.
“Aku harus pulang malam ini, Bilang padanya aku akan turun.” kata Yeo Jin, Sang Chul kembali turun kebawah. Yeo Jin memberitahu membereskan kopernya sebelum pergi.

 “Kau bisa minta orang lain melakukannya.” ucap Tae Hyun
“Bukan koper itu, tapi Beban yang kubawa dan aku tidak sanggup membaginya denganmu.” jelas Yeo Jin
“Tidak apa-apa, tinggallah di sini. Jika kau sudah baikan, kita bisa pergi bersama.” kata Tae Hyun khawatir
Yeo Jin memegang tangan Tae Hyun agar tak perlu takut, karena Jika sudah diputeskan, takkan pernah diubah, lalu melepaskan selimut dan berjalan pergi. Tae Hyun memegang tangan Yeo Jin agar tak pergi lalu memeluknya dari belakang, dimatanya terlihat merasakan sesuatu yang aneh. Yeo Jin membalikan badanya memegang tangan Tae Hyun berjanji akan segera pulang. 

Sesampainya dirumah, Yeo Jin langsung meminta dibawakan air minum lalu meminta Sek Min untuk duduk denganya. Ia meminta agar  menyiapkan rapat mendadak dewan direksi besok pagi.  Sek Min terlihat panik ingin menanyakan apa yang akan dibicarakanya.
“Besok kau akan tahu ” ucap Yeo Jin lalu meminum air minumnya, Sek Min melihat Yeo Jin yang minum banyak air putih.
Yeo Jin lalu menyuruh Sek Min untuk pergi karena akan beristirhat lalu berjalan pergi ke tempat tidurnya, Sek Min menatap gelas bekas Yeo Jin meninum dengan tersenyum licik. Kepala Pelayan menatap curiga pada air minum yang disediakan untuk Yeo Jin. 

Kepala pelayan mengantar Yeo Jin sampai kekamarnya berkomentar kalau sekarang terlihat bahagia. Yeo Jin tersenyum mengakui dirinya sangat bahagia, Kepala Pelayan pun menanyaka keadaan Tae Hyun sekarang, Yeo Jin mengatakan sudah pasti dan mengucap syukur karena mendengarkan saran Kepala Pelayan.
“Sudah berapa lama kau ada di rumah ini?” tanya Yeo Jin, Kepala Pelayan memberitahu  Sekitar 30 tahun.
“Ah... Menurutku juga begitu. Itu saat aku masih kecil. Kau lebih menyukai Do Joon dibanding aku, kan?” komentar Yeo Jin, Kepala Pelayan terlihat panik lalu mengatakan bahwa itu tak mungkin Yeo Jin mengatakan tak apa-apa mengakuinya.
“Anda lebih percaya diri dan dia membutuhkan simpati.” akui Kepala Pelayan.
“Terima kasih... Sudah berada di pihak Do Joon.” ucap Yeo Jin, Kepala Pelayan terlihat gugup dan pamit untuk pergi. 

Kepala Pelayan masuk ke dalam ruang kerja Yeo Jin dan Do Joon, sudah ada Wakil Presdir, pria berkacamata dan Sek Min disana lalu melaporkan bahwa Yeo Jin sudah tertidur. Pria berkacamata memberitahu bahwa Yeo Jin terkena kanker hati.
“Aku tahu. Tapi kenapa bilang padaku...” ucap Kepala Pelayan
“Karena masa depan Hanshin Group bergantung padamu.” wakil Presdir, Kepala Pelayan langsung bertanya maksudnya.  
“Mengenai penerus. Sekarang ini, jika PresDir wafat, suaminya akan jadi pewarisnya. Karena itu, kami akan buat surat wasiat baru. PresDir tidak boleh bertemu suaminya hingga PresDir wafat Seperti hari ini.” jelas Sek Min
“Bisa kau lakukan itu untuk kami?”tanya Wakil Presdir
“Aku selalu fokus hanya pada tugasku.” tegas Kepala Pelayan
Wakil Presdir mengartikan bahwa Kepala Pelayan tak bisa melakukannya, Kepala Pelayan menegaskan dengan seiring berjalannya waktu tugas itu berubah. Sek Min bertanya apakah mereka bisa mempercayainya.
Kepala Pelayan menegaskan bahwa orang-orang seperti mereka iu tak memiliki jiwa, selain itu ada  tugas masa depan juga di sini. Wakil Presdi pun tertawa bahagia sambil mengucapkan terimakasih dan berjanji tak akan melupakanya.
“Perintah penahanan untuk suaminya akan disahkan besok. Jadi jangan khawatir apa yang terjadi di luar sana. Urus saja PresDir dan staf rumah.” perintah Sek Min, Kepala Pelayan mengerti. 

Pagi hari di gedung Hanshin grup.
Sek Min masuk kedalam ruangan dengan pegawai yang terlihat santai tanpa dasi dan baju kemeja dikeluarkan. Pria berkacamata menanyakan keadan Yeo Jin sekarang, Sek Min tersenyum licik, lalu berteriak agar semua yang didalam mendengarkanya.
“Aku akan sampaikan instruksi dari PresDir. Pertam, ruang perang dibubarkan. Kedua, kalian semua akan kembali ke departemen asal kalian hingga nanti dipanggil lagi. Itu saja.” ucap Sek Min licik
“Apa maksudnya? Bagaimana dengan yang sedang berlangsung sekarang? Ada proyek yang diberikan PresDir beberapa hari yang lalu...” ucap pegawai lainya. Sek Min tertawa mengejek sambil membuka kacamatanya
“Saat perburuan selesai, maka anjing pemburu tak lagi dibutuhkan. PresDir sudah terlalu banyak merusak kalian. Haruskah kuberikan nasihat? Saat kau kembali ke posisimu di perusahaan, pastikan kalian kenakan dasi dengan benar. Dasar sekumpulan cacing.” umpat Sek Min lalu keluar dari ruangan.
Semua yang ada diruangan binggung, lalu salah satu pegawai yang menemukan perusahaan milik Daejung, diam-diam  mencoba mengakses ke jaringan perusahaan tapi ternyata di tolak, dan beberapa kali mencoba tetap saja ditolak

Yeo Jin seperti tertidur pulas diatas tempat tidurnya, lalu terbangun karena ada suara Do Joon yang memanggilnya. Bayangan Do Joon tiba-tiba sudah duduk diatas tempat tidurnya bertanya apakah adiknya tidur dengan nyenyak, Yeo Jin pun menjerit histeris melihat bayangan Do Joon yang kembali datang.
bersambung ke episode 18  

3 komentar:

  1. Tae hyun mudah"an cpet tau keadaan yeo jin yg sebenarnya. .
    Kepala pelayan itu sebenernya baik atau jahat sih?

    BalasHapus
  2. kesel ama tae hyun yang bisa aja dibodohi chae young ^^^^^
    semoga yeo jin tidak mati....please...don't sad ending...terlalu kejam...tinggal satu episode''''terasa cepat banget....not feeling good....happy ending please!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus