Sabtu, 04 April 2015

Sinopsis Divorce Lawyer In Love Episode 8 Part 1

Saat Jung Woo ingin mengutarkan isi hatinya, Soo Ah memanggilnya, matanya melihat dasi pemberian darinya di lepas dan berganti dengan dasi berwarna merah, kartu nama Chuk Hee diremas begitu saja. Jung Woo binggung melihat Chuk Hee ada ditempat itu juga.
“Aku harus bertemu Pengacara Bong. Itu adalah tugas untuk Direktur. Aku senang kau di sini. aku sangat lelah. Kau membawa mobilmu, kan? Ayo pergi.” ajak Soo Ah yang langsung menarik Jung Woo pergi.
Chuk Hee memanggil Jung Woo menanyakan apa yang ingin dilakukan Jung Woo dengannya. Jung Woo melepaskan tangan Soo Ah lalu mendatangin Chuk Hee mengajaknya untuk makan malam hanya berdua saja. Chuk Hee tersenyum karena besok mereka hanya makan berdua saja.
Soo Ah menahan rasa sakit hatinya dengan terus meremas kartu nama Chuk Hee. Saat perjalanan pulang dengan sengaja ia membuang kartu nama Chuk Hee lewat jendela. 
Episode 8

[Apa kau keberatan?]

Jung Woo masuk kantor dengan gembira menanyakan pada Jung Soo nama sebotol wine untuk wanita supaya bisa menikmatinya. Jung Soo menyembut nama “La Chablisienne, Chablis Premier, Gris Percheron.” Min Kyu datang mendengar nama Wine dari Jung Soo meminta memesan untuk wanita miliknya.
Chuk Hee datang sambil membaca buku lalu menyembunyikan buku Nanjung ill dan memberikan senyuman pada Jung Woo, keduanya sama-sama tersipu malu seperti tak bisa menyembunyikan perasaan bahagia. Chuk Hee lebih bahagia lagi karena Jung Woo mengunakan dasi yang ia berikan.
“Kau tidak lupa tentang makan malam malam ini, kan?” bisik Jung Woo. Chuk Hee mengangguk dengan tersenyum manis
“Oh....Min Kyu datang untuk bekerja hari ini!” teriak Chuk Hee melihat Min Kyu ada diruangannya dan langsung masuk dengan wajah penuh semangat. 

Jung Soo memanggil Jung Woo, menyerahkan note karena ada seseorang yang ingin bertemu setelah melihatnya di TV. Jung Woo sedih melihat Chuk Hee seperti sangat dekat dengan Min Kyu.
“Oh ya ampun, dia sangat tergila-gila padanya. Aku ingin tahu apa kita harus mewarnai jendelanya? Pada tingkat ini, mereka bisa berjalan menyusuri lorong bersama-sama.” komentar Jung Soo melihat dua pasangan yang mengikrakan diri sedang berkencan.
Di dalam ruangan
Chuk Hee dengan penuh semangat menceritakan Jung Woo seperti mirip dengan pengakuan, tentang dirinya yang lebih disukai dibanding Nanjoong, telur dadar. Min Kyu meremehkan kalau itu dianggap pengakuan bagi Chuk Hee.
“Satu Lagi, dia tidak berkencan dengan Jo Soo Ah! Ditambah... Dia memintaku untuk makan malam dengannya malam ini.Sekarang ini apa yang kau sebut 100 persen! Benarkan? Min Kyu, aku harus memberitahu So Jung Woo kebenaran hari ini Bahwa hubungan kita palsu.” kata Chuk Hee
“Apa kau tak bisa menghindari menggunakan kata "palsu"?” pinta Min Kyu merasa kata itu tak enak ditelinga.
“Kau tahu kita harus mengakhiri ini akhirnya dan Kau bilang tunanganmu akan segera kembali. Apa yang akan kau lakukan jika wanita itu tahu kita berpacaran?” pikir Chuk Hee
Min Kyu setuju supaya Chuk Hee memberitahu saja pada Jung Woo tentang semuanya, tapi menurutnya katanya kalau hubungan mereka palsu apabila Jung Woo benar-benar menyatakan perasaanya. Chuk Hee tersenyum mengerti. 

Jung Woo datang ke sebuah rumah sakit dengan melihat sebuah amplop yang diberikan pasien yang terbaring dengan seorang ibu yang sudah tua.
“Suamiku mengirim itu padaku. Sepuluh tahun yang lalu, aku melakukan histerektomi setelah aku melahirkan Saet Byul karena pendarahan tidak berhenti. Dan  karena itu inilah yang terjadi.” cerita si pasien yang terbaring
“Dia adalah si brengsek tak berperasaan. Bagaimana dia bisa menceraikan istrinya yang sakit?” umpat ibunya pada suami anaknya.
“Aku tidak menyalahkan dia. aku akan melakukannya juga jika aku ini adalah dia. Apa kau ingin dia merawatku selama sisa hidupnya jika dia adalah putramu?” kata si pasien membel diri
“Kemudian, kau juga ingin menceraikan suamimu?” tanya Jung Woo
Si pasien menceritakan setiap kali memikirkan tentang suaminya menurutnya baik-baik saja kalau mereka bercerai tapi masalah adalah anaknya, matanya melirik pada foto anaknya. Jung Woo menceritakan dengan keadaan seperti ini mungkin hak asuh anak jatuh pada ayahnya. Si pasien sudah tahu karena tak mungkin jatuh pada dirinya yang tak bisa melakukan apapun.
“Itu sebabnya aku memintamu untuk membantuku. Aku mohon padamu, tolong hentikan perceraian ini. Bagiku... anakku adalah segalanya.” kata si pasien dengan wajah memohon.
“Aku mengerti. Pertama, aku akan bertemu dengan suamimu untuk melihat jika dia bersedia untuk menarik gugatan.” kata Jung Woo lalu kaget melihat lembaran berikutnya tertulis nama Pengacara Bong In Jae, sebagai pengacara pengugat. 

Saet Byul berjalan bersama ayah dan seorang wanita yang dipanggil ibu. Ibu si pasien langsung marah karena menantunya sudah membawa wanita dan memanggilnya itu padahal ibu Saet Byul sedang terbaring di rumah sakit, tangannya langsung menjambak si wanita yang berjalan dengan menantunya.
Jung Woo berusaha menahan ibu Pasien untuk tetep tenang, Saet Byul ketakutan menanyakan siapa wanita yang marah-marah. Menantunya tak mau mengakuinya malah menyuruh Saet Byul masuk saja. Ibu Pasien histeris karena cucunya sendiri tak mengenal dirinya sebagai neneknya.
“Aku So Jung Woo, pengacara Na Sun Hye. Kami datang dalam hal hak asuh anak. Ibu dari Saet Byul sangat ingin mengangkat anak.” ucap Jung Woo memperkenalkan diri
“Secara logika, mana yang menurutmu lebih baik untuk putriku, Seorang ibu yang terbaring sakit di tempat tidur Atau seorang ibu yang sangat sehat?”kata suami Nyonya Na ketus
“Itu istrimu yang sedang bicarakan! Dan juga kau salah memisahkan seorang anak dengan ibunya seperti ini! tegas Jung Woo
“Jadi mari kita menyelesaikan ini di pengadilan.” kata Suami Nyonya Na lalu masuk ke dalam rumah. 

Jung Woo masuk ke dalam restoran melihat Chuk Hee yang melambaikan tangan dengan gembira tapi ingatan kembali saat Chuk Hee terlihat sangat bahagia dengan Min Kyu di dalam ruangan. Teringat umpatn ibu dari Nyonya Na “Apa yang lebih buruk daripada pencuri adalah seorang pencuri yang mencuri orang!”
Keduanya lalu makan dalam diam, Chuk Hee mulai mengingatkan apakah ada yang ingin dikatakan Jung Woo karena mereka hampir saja selesai makan. Jung Woo tahu dan memakan tanpa berbicara apapun seperti tak ingin menjadi pecuri dengan menahan perasaanya.
“Didalam pikiranmu, tidakkah kau memiliki sesuatu untuk dikatakan padaku? Kenapa kau bertanya kepadaku keluar untuk makan malam?” tanya Chuk Hee mengerutu
“tak ada alasan” ucap Jung Woo
“Apa?? Tunggu, kau pasti memiliki sesuatu dalam pikiranmu ketika kau ingin makan malam bersama.” ucap Chuk Hee mencoba memancing.
“Apa harus ada alasan khusus untuk ingin makan dengan seseorang?” ucap Jung Woo berusaha untuk tak membahasnya mengajak itu pergi saja kalau sudah selesai.
Sampai di depan zebra Cross, Chuk Hee mendesak Jung Woo untuk mengatakan sesuatu. Jung Woo menghindar dengan melangkah mundur, Chuk Hee kembali melangkah maju untuk meminta Jung Woo mengatakan sesuatu. Tapi Jung Woo tetap saja diam, Chuk Hee kesal dan langsung melangkah pergi. 

Tangan Jung Woo menahan Chuk Hee untuk tak pergi, Chuk Hee berteriak kegirangan karena Jung Woo memegang tanganya lalu menanyakan apakah ada yang ingin dikatakannya sekarang. Jung Woo hanya berkata masih lampu merah dan melepasnya saat lampu hijau sudah menyela.
Chuk Hee dengan kesal melangkah pergi karen ternyata Jung Woo tak menyatakan perasaan cinta padanya. Min Kyu yang sedang ada diluar apartment melihat Chuk Hee datang dengan wajah termenung menanyakan apakah makan malamnya sukses.
“Wow, dia benar-benar aneh. Aku kira dia tidak memiliki banyak teman untuk makan bersamanya. Dia mengatakan dia hanya ingin makan makan malam denganku.” cerita Chuk Hee kesal
“Apa yang aku katakan benarkan?” kata Min Kyu tersenyum karena Chuk Hee tak jadi pacaran dengan Jung Woo lalu mengajaknya masuk ke dalam karena udara sangat dingin. 

Soo Ah berbicara terus terang dengan Jung Woo kalau ia sudah menemukan wanita yang memberikannya permen mint. Jung Woo penasaran menanyakan siapa dan dimana orang itu berada. Soo Ah mengingatkan janji Jung Woo untuk melakukan apapu apabila dirinya menemukan wanita itu.
“Tentu saja, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan!” tegas Jung Woo
“Aku ingin kau meninggalkan perusahaanmu. Aku sudah berpikir tentang ini untuk waktu yang lama untuk membuka perusahaanku sendiri satu hari nanti. Dan Ini akan menjadi besar jika kau bisa bergabung denganku.” pinta Soo Ah
“Tentu. Itu mungkin benar-benar lebih baik jika aku pergi, karena da beberapa orang yang aku butuhkan untuk menjaga jarak.  Tapi aku mengambil kasus baru-baru ini dan Pengacara lawan adalah Bong Dalam Jae. Aku akan mencobanya dan pergi setelah kasus ini selesai.” jelas Jung Woo.
Soo Ah setuju dengan hal itu.  Jung Woo lalu menanyakan keberadaan si wanita yang memberi perment mint itu. Keadaan sedikit tegang, Soo Ah berbohong memberitahu si wanita sudah mati tapi ia menceritakan matinya bukan karena Jung Woo tapi karena penyakit kronis beberapa hari yang lalu
Jung Woo mencari tahu tempat kremasi atau kuburannya, Soo Ah langsung melarangnya, dengan beralasan kelurganya tak suka membahas tentang kecelakaan kereta. Jung Woo tetap ingin memberikan penghormatan jadi ia memohon pada Soo Ah untuk berbicara pada keluarganya. Soo Ah hanya bisa mengangguk, menutupi kebohongannya. 

Jung Woo ingin memberikan kontrak konsultasi pada Jung Soo bukan pada Chuk Hee. Jung Soo mengumpat pada suami yang minta cerai padahal istrinya sedang terbaring dirumah sakit. Jung Woo meminta Jung Soo mencari salinan resmi apartement dan catatan ponsel.
“Apa ini ? Kenapa kau meninggalkanku pergi dan tidak mengajakku dalam kasus ini?” teriak Chuk Hee tak terima
“Kau mungkin harus  keluar dari kasus yang satu ini dan Aku butuh menjaga jarak darimu.” tegas Jung Woo blak-blakan
“Benar-benar, ada apa dengan dia? Dia bertindak aneh sejak kemarin.” umpat Chuk Hee berbisik.
Jung Soo kaget karena kasus ini lawannya adalah Bong In Jae sendiri, Chuk Hee juga tak percaya kasus pertama Jung Woo harus melawan In Jae. Tiba-tiba Min Kyu datang mendengar nama ayahnya disebut.
“Haruskah aku mengambil kasus ini? Dia akan menginjak-injak kalian semua. Aku juga perlu latihan. Apa yang kau pikirkan, Chuk Hee? Apa aku pilihan yang terbaik Atau menurutmu Pengacara So?” tanya Min Kyu untuk memilik, Chuk Hee binggung
“Bong Min Kyu.”ucap Chuk Hee memutuskan pilihannya, dengan bangga Min Kyu tersenyum karena dipilih Chuk Hee.
“Hanya ada satu orang di Korea yang tahu semua trik Bong In Jae dan kelemahannya, dan dia adalah Bong Min Kyu. Kita harus memenangkan kasus ini tidak peduli apapun.” jelas Chuk Hee
Jung Woo merasa Chuk Hee berpikir dirinya itu akan kalah, lalu menegaskan kalau kasus ini datang padanya bukan perusahaan jadi ia menyuruh Min Kyu mencari kasus sendiri kalau ingin menangangi sebuah kasus. Min Kyu merasa kali ini pertarungan yang menarik karena ia tak peduli siapa yang kalah. 

Chuk Hee berhasil mendapatkan salinan berkas Nyonya Na menurutnya Jung Woo itu seharusnya lebih fokus situasinya bukan masalah keuangan. Pagi hari dikantor, semua sudah siap untuk datang ke pengadilan mendampingi Jung Woo. Tiba-tiba Chuk Hee memanggil Kyung untuk mengingatkan tali di meja kerjanya.
“Apa yang kau lakukan saat ini? Apa kau tidak akan pergi ke pengadilan melihat Jung Woo?” keluh Kyung
“Aku tidak akan pergi.” tegas Chuk Hee penuh dendam.
“Wow, Itulah kau. Kami mendengar Direktur Bong In Jae sudah membawa  semua rekan juniornya dan seperti sekelompok orang yang berkompeten  Jadi, kita semua akan mendukung Jung Woo. Kenapa kau tidak memaafkan saja?”saran Kyung
“Apa aku terlihat seperti seorang wanita yang tidak memiliki kebanggaan apapun? Kenapa aku harus pergi melihat sidang ketika dia mengatakan kepadaku untuk mundur dari kasus ini? Cepat dan ikat aku!” perintah Chuk Hee. 

Jung Woo tak sengaja bertemu dengan In Jae saat masuk ke dalam ruangan sidang, In Jae mengatakan dirinya sebenarnya tak ingin melawan perusahan kecil tapi mentornya ingin menjaga kliennya jadi ia tak bisa menolak. Jung Woo mengucapkan terimakasih karena telah mengkhawatirkanya
“Tapi akhir-akhir ini, bahkan kue-kue dari lingkungan roti terasa lebih enak.” ucap Jung Woo mengunakan kata kiasan.
“Oh...Tentu.” kata In Jae dengan menepuk-nepuk pundaknya, Soo Ah juga sebagai tim lawan memberikan semangat. 

Semua sudah masuk ruang sidang, Min Kyu masuk melihat tak ada Chuk Hee disana. Soo Ah menanyakan keberadaan Chuk Hee. Min Kyu bertanya pada anak buahnya Kyung apakah Chuk Hee tak datang. Yoo Mi  mengatakan kalau Chuk Hee bilang tak akan datang. Jung Woo sempat menengok melihat Chuk Hee yang tak ada dibagian belakang.
Di dalam kantor, Chuk Hee mulai berubah pikiran mencoba melepaskan tali dan mengumpat pada Kyung yang mengikatnya sangat keras dan susah di lepaskan. Lalu ia berusaha mengambil gunting dari meja Kyung tapi tangannya tak sampai, membuat guntingnya malah jatuh. Tapi dengan begitu ia jadi bisa mengambil gunting lalu memotong talinya.

Hakim menanyakan kesehatan tergugat, Jung Woo mengatakan kesehatan kliennya jadi tak bisa datang. In Jae menyindirnya kalau tergungat itu memiliki masalah kecuali fungsi otaknya dan kemampuan berkomunikasi. Chuk Hee akhirnya sampai dan duduk dibagian belakang.
“Penggugat, Anda sedang hidup dengan seorang pembantu.” tanya Hakim.
“Putri saya masih muda. Ibunya tidak ada, jadi dia tidak makan dengan benar. Aku membutuhkan seseorang yang bisa berada di sana untuk mengawasinya.” kata Suaminy Nyonya Ah sambil berdiri
“Seperti baru saja Anda dengar, penggugat telah mengakui perselingkuhannya. Ini adalah aturan bahwa orang yang menyebabkan perkawinan yang rusak dan bisa tidak meminta cerai. Hal ini jelas dinyatakan dalam dokumen ini. Penyebab pernikahan yang rusak ini terletak pada penggugat, Suk Eul Nam. Oleh karena itu, permintaan untuk perceraian harus hentikan.” bela Jung Woo
“Aturan seseorang dengan perzinahan dihapuskan belum lama ini. Artinya pemerintah kita telah mengakui hak individu untuk mengejar kebahagiaan.Yang Mulai,  Terdakwa, Na Sun Hye tidak mampu memiliki kehidupan normal setelah menikah karena kelumpuhan seluruh tubuhnya.Belum ada tanda-tanda perbaikan selama sepuluh tahun terakhir. Oleh karena itu, memaksa Suk Eul Nam untuk mendukung pernikahan tidak hanya penderitaan tak tertahankan tetapi juga pelanggaran hak individu untuk mengejar kebahagiaan.” jelas In Jae tanpa berdiri
Chuk Hee tak percaya In Jae bisa seperti itu, Soo Ah sendiri seperti tak  mendukung In Jae sebagai bosnya. Hakim menanyakan pada Jung Woo sebagai pengacara apakah tergugat memiliki kemungkinan peningkatan kesehatan. Jung Woo mengatakan kalau tekad dari kliennya sangat keras untuk sembuh.
“Saya bertanya tentang kondisinya, bukan tekadnya. Apa ada perbaikan atau dokumentasi medis dalam hal pemulihan terdakwa?” tanya Hakim
“Tidak ada dokumen yang seperti itu sekarang.” kata Jung Woo seperti terkena tembakan
bersambung ke part 2  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar