Sabtu, 04 April 2015

Sinopsis Divorce Lawyer In Love Episode 8 Part 2

Semua orang terlihat merasa sedih karena kalah dalam persidangan kecuali Min Kyu, karena dirinya seperti berhasil menjatuhkan Jung Woo. In Jae keluar dari gedung pengadilan, yang langsung disapa anaknya dengan mengomentari penampilannya yang berubah dan terlihat sangat tampan. Jung Woo keluar dari gedung pengadilan dengan wajah tertunduk.
“Bahkan jika itu adalah toko kue tetangga...Aku pikir itu akan layak untuk dimakan, karena anakku berjalan. Lain kali, datang siapkan dan tunjukkan apa yang kau benar-benar punya. Oke?” sindir In Ja lalu mengajak semuanya untuk pergi.
Soo Ah juga kasihan melihat Jung Woo yang dipermalukan dipengadilan, tapi ia harus patuh dengan In Jae sebagai atasannya. Jung Woo melihat semua pegawainya lalu pamit pergi lebih dulu. 

Jung Woo yang semalaman lembur di kantor mengajak semua pegawainya untuk rapat, Chuk Hee tetap duduk di mejanya. Jung Woo menegurnya karena tadi ia menyuruh semua pegawainya untuk rapat. Chuk Hee ngambek karena ia mengingat Jung Woo yang menyuruhnya tak ikut campur dalam kasus ini.
“Aku minta maaf. Aku membutuhkan semua bantuan, tapi kali ini aku membiarkan emosiku.  Sebagai seorang pengacara, aku malu dengan caraku berperila. Mulai sekarang, aku hanya akan fokus pada persidangan, jadi tolong bantu aku.” ucap Jung Woo merendahkan hatinya. Chuk Hee tersenyum dan berjalan masuk ke dalam ruangan. 

Jung Woo membagi tugas, meminta Jung Soo untuk mengumpulkan aset Suk Eul Nam dan memeriksa apakah ada jejak Suaminya itu mencuri aset milik Nyonya Na Sun Hye. Yoo Mi menanyakan kenapa mereka harus ada dugaan mencuri.
“Kita perlu membuktikan bahwa niatnya yang berbahaya dengan mencari bukti ditinggalkan. Aku akan menunjukkan ke pengadilan Bahwa dia tidak memiliki hak menyatakan bercerai, dia hanya mengejar kebahagiaan.” jelas Jung Woo
“Kyung, aku ingin kau menemukan perawat yang bersedia untuk bersaksi kalau Suk Eul Nam tidak datang ke rumah sakit” perintah Jung Woo
Kyung mencoba mencari-cari perawat yang ingin memberikan saksi dipengadilan, tapi semuanya terlihat acuh.
“Yoo Mi, aku ingin kau mencari tahu bagaimana Nyonya Na Sun Hye membayar tagihan rumah sakit”
Yoo Mi pergi ke tempat Nyonya Na  dan mengetahui Tuan Suk membayar semua pada diawal setelah itu suaminya memutuskan komunikasi untuknya.
“Manajer Go, aku ingin kau untuk menemukan dokter bersedia membuat pernyataan medis Aku akan menggali melalui artikel berita dan disertasi serta”
Chuk Hee menemui dokter mencari cara untuk catatan medis tentang Nyonya Na. 

Seorang wanita keluar dari pintu kedatangan dibandara, matanya melihat ke arah Min Kyu lalu menghampirinya. Keduanya seperti belum pernah bertemu, Min Kyu juga baru tahu wanita di depannya itu Lee Ha Jung, tunangannya berubah dari Milan. Ha Jung pikir dirinya itu bukan melihat wajah tapi pakaian karena pakaian Min Kyu paling mahal dan rapi dibanding penjemput lainnya.
Ha Jung menyindir Min Kyu yang mau datang padahal ia bisa saja berkencan dan tidur dengan karyawan yang ditelpnya saat itu. Min Kyu mengatakan wanita itu bukan seperti itu lalu berhenti sejenak mendorong trolly. Ha Jung pikir si wanita itu malah mengajaknya menikah.
“Dia adalah satu-satunya wanita yang membuatku tertarik  Tapi dia tidak tertarik padaku.” tegas Min Kyu
“Lalu kenapa kau ingin memutuskannya?” tanya Ha Jung
“Karena aku tahu sekarang. Aku tahu bagaimana rasanya untuk benar-benar menyukai seseorang Ini akan menjadi kasar dariku jika aku menikahimu perasaanmu seperti ini. Mari kita memutuskan pertunangan.” tegas Min Kyu ingin menyudahi hubungan mereka tak sampai ke pernikahan. 

Semua sudah selesai menyelidiki dan kembali rapat, Kyung sudah mulai menguap. Jung Soo melaporkan ia sudah memeriksa aset tak ada yang dicuri Tuan Suk dari Nyonya Na. Kyung melaporkan tak mendapatkan perawat yang mau bersaksi karena mungkin BF Law sudah memberika sesuatu pada mereka.
“Suk Eul Nam membayar tagihan rumah sakit selama lima tahun hingga 2010.Kemudian  Na Sun Hye membayar tagihan untuk lima tahun ke depan.” lapor Yoo Mi
“Tagihan rumah sakit ini mengerikan. Kenapa mereka tidak mencoba untuk menuntut rumah sakit?” pikir Chuk Hee melihat tagihan rumah sakit Nyonya Na
“Memenangkan gugatan medis tidak mudah. Itu membuang-buang waktu dan uang, dan selalu sia-sia.” komentar Kyung
“Bagaimana jika mereka setidaknya mengancam akan menuntut rumah sakit? Rumah sakit mungkin sudah menawarkan mereka perumahan.” jelas Chuk Hee.
Jung Woo menanyakan dengan dokumen medis. Chuk Hee mengatakan tak ada yang menyatakan keadaan Nyonya Na membaik. Jung Woo akhirnya mengucapkan terima kasih atau kerja keras semua pegawainya lalu keluar dari ruangan.
“Kasihan Jung Woo. Dia mengatakan dia tidak akan mampu menghadapi Na Sun Hye lagi jika dia kalah.” cerita Kyung, Chuk Hee melihat Jung Woo yang masuk ke dalam ruangan menanggung masalah sendiri. 

Ha Jung yang tak bisa menelp Min Kyu datang ke kantor. Jung Woo pikir wanita itu datang ke untuk berkonsultasi. Ha Jung ingin bertemu Min Kyu tapi terlihat tunanganya itu sudah pulang. Jung Woo menanyakan apakah ada pesan yang ingin disampaikan.
“Katakan padanya Lee Ha Jung datang.” kata Ha Jung
“Apa dia tahu kalau aku hanya menyampaikan seperti itu?” ucap Jung Woo binggung
“Jika dia tidak tahu... katakan padanya tunangannya datang” ucap Ha Jung
“Ap... Apa yang kau katakan?” ucap Jung Woo kaget, Chuk Hee yang ada diluar ikut panik karena tunangan sebenarnya Min Kyu datang
“Aku kira dia merahasiakannya di tempat kerja. Seluruh dunia akan tahu pada bulan Juli. Tolong letakan kartu bisnisku di meja Direktur Bong.” pesan Ha Jung menyerahkan kartu namanya.
Chuk Hee buru-buru bersembunyi di bawah meja. Jung Woo menegur Chuk Hee yang sudah tahu Min Kyu itu punya tunangan. Chuk Hee binggung menjelaskannya, Jung Woo tak percaya Chuk Hee masih berkencan walaupun Min Kyu memiliki tunangan.

“Aku akan memberitahumu dan punya alasan yang sangat baik!” jelas Chuk Hee  
“Alasan...yang di jelaskan oleh orang-orang dianiaya. Orang yang berselingkuh memberikan penyesalan, bukan alasan!” tegas Jung Woo dengan nada tinggi
“Perselingkuhan... Bagaimana bisa kau bisa menuduhku tanpa mendengarkan isi ceritaku dulu?” ucap Chuk Hee mencoba menjelaskan
“Aku mengerti!!! Karena itu salah, menghancurkan kehidupan seseorang hanya untuk menyelamatkan yang lain! Perasaanku, Aku menelannya, mendorongnya turun, menyelamatkannya, dan menahannya walaupun itu  kembali dan kembali lagi!Bagaimana mungkin kau bisa terang-terangan melakukan ini?” teriak Jung Woo
Chuk Hee tak percaya Jung Woo bisa menuduhnya seperti itu. Jung Woo mengakui dirinya itu mencoba menjaga jarak tapi sekarang sangat mudah  Dengan membuang kartu nama Ha Jung dirinya akan pergi karena tak tahan melihat wajah Chuk Hee. 

Chuk Hee sampai dirumah dan tetap berusaha menelp Jung Woo tapi ponselnya masih tak aktif. Ayahnya keluar kamar melihat anaknya yang cemberut. Chuk Hee mengutuk dirinya yang idiot karena tak bisa mengatakan apapun. Ayahnya pikir Chuk Hee baru saja bertengkar lalu melihat ada Nanjoong diary yang keluar dari tas Chuk Hee.
“Aku ingin memberikan padanya jadi aku menghafal seluruh buku ini. Aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa mengatakan satu kata di depannya!” teriak Chuk Hee kesal
“Apa kau punya pacar? Apa yang dia lakukan?” tanya ayahnya
“Dia adalah seorang pengacara di perusahaanku, Ini semua kesalahpahaman besar. Aku bahkan tidak mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan!” kata Chuk Hee
“Chuk Hee, kau lebih baik  pergilah dan katakan yang sebenarnya jika itu sangat mengganggumu. kesalahpahaman adalah yang paling menyakitkan.” nasehat ayahnya.
“Kau benar, Ayah. Tidak peduli apa yang terjadi hari ini, aku akan menghadapinya untuk memberitahukan segalanya. “Aku berbohong karena aku pikir kau punya pacar. Itulah kenapa aku bertindak seperti aku berpacaran dengan orang lain. Yang benar adalah, orang yang aku suka adalah kau.” Aku akan menceritakan semuanya.” kata Chuk Hee penuh semangat menyusun kalimat pada Jung Woo.
Ayahnya berteriak karena Chuk Hee langsung berlari keluar rumah tanpa membawa ponselnya. 

Jung Woo yang merasa bersalah tak memberikan waktu pada Chuk Hee, memutar balik mobilnya tanpa melihat Chuk Hee yang sedang berlari. Sesampainya dirumah Chuk Hee, dikagetkan dengan ayah Chuk Hee yang sedang ada dirumah. Ayahnya Chuk Hee mengajak Jung Woo duduk lebih dulu.
“Anakku yang nakal itu, Dia mengatakan ada seorang pengacara di perusahaan yang dia suka. Apa kau tahu juga? Dia baru saja meninggalkan untuk pergi menemuinya.” cerita ayah Chuk Hee
“Dia pergi untuk pergi melihat orang itu?” kata Jung Woo tak percaya ternyat Chuk Hee menemui Min Kyu
“Jangan biarkan aku mengatakannya. aku tidak pernah melihatnya menangis karena seorang pria sebelumnya. Aku dengar bahwa pria itu memiliki pacar.” tambah ayah Chuk Hee
“Dia mengatakan kepadamu tentang hal itu? Ayah, bagaimana mungkin kau membiarkan dia pergi melihat orang itu? kau harus sudah menghentikannya.” tegas Jung Woo merasa Chuk He tak boleh menemui Min Kyu dan mencoba pamit pergi tapi Ayah Chuk Hee menyuruhnya duduk membiarkan Chuk Hee pergi karena pasti sangat menyukainya.
“Tuan So, kau seperti seorang pria yang baik. Terima kasih sudah mengawasinya. Tapi dia pasti sangat menyukainya. Dia tidak ingin menempatkan pria itu dalam posisi yang buruk jadi dia pura-pura berkencan pria lain. Lalu dia mengatakan ini adalah buku favoritnya, jadi dia menghafal semuanya.” cerita ayah Chuk Hee memperlihatakn buku Nanjoong Diary
Jung Woo tak percaya kalau Chuk Hee sebenarnya itu sangat menyukainya tapi sengaja berpura-pura pacaran dengan Min Kyu. 

Chuk Hee berlari kearah rumah Jung Woo, Soo Ah yang baru keluar dari sebuah restoran menyindirnya tak mungkin akan pergi ke rumah Jung Woo. Chuk Hee mengutarakan niatnya untuk bertemu dengan Jung Woo. Soo Ah penasaran ingin tahu, Chuk Hee pikir ini masalah pribadi jadi Soo Ah tak perlu tahu
“Kau sibuk mempersiapkan sidang, Mengingat kau datang jauh-jauh kesini untuk urusan pribadi. Kalian tidak cocok untuk Bong In Jae. Apa kau berencana untuk membiarkan pengacaramu keluar lagi? Sidang pertama adalah bencana. Bagaimana menurutmu yang Jung Woo rasakan sekarang?”sindir Soo Ah, Chuk Hee hanya bisa menghela nafasnya tak menyala Soo Ah.
Jung Woo pulang ke rumah menanyakan apakah ada orang yang mencarinya, Ibunya mengatakan tak ada yang datang lalu kembali berlari keluar. Chuk Hee berjalan pulang berpikir dirinya sekarang akan memikirkan perasaanya sendiri dan tak ingin Jung Woo kalah dalam sidang. Jung Woo mencoba mencari Chuk Hee tapi tak bisa menemukannya. 

Chuk Hee berusaha merayu perawat supaya memikirkan Nyonya Na yang tidak ingin bercerai. Perawat tetap pada pendiriannya kalau ia tak ingin. Jung Woo gelisah didepan meja kerjanya, melihat ponselnya pesan yang ia kirimkan tak dibalas satupun padahal ia sangat menunggu telpnya.
Jung Woo melihat kembali berkas milik Nyonya Na, tertulis disana merubah dari status penyewa jadi pemilik ditahun 2006 lalu melihat surat kendaraan  dan Keanggotaan golf di tahun 2006. 

Chuk Hee meminta perawat untuk menolongnya menjadi saksi, perawat yang sedang menganti infus mengakui sangat bersalah tidak membantu tapi ia tak bisa karena nanti reputasi rumah sakitnya menjadi buruk.
“Nona... haruskah  aku menceraikan suamiku jika perawat menolak untuk bersaksi?” tanya Nyonya Na terlihat pasrah
“Tidak, pengacara kita  tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi.” ucap Chuk Hee mencoba menyakinkan
Jung Woo menelp Nyonya Na, Chuk Hee meminta supaya Nyonya Na tak memberitahu kalau ia sedang ada dirumah sakit dan membantu menaruh ponsel ditelinga Nyonya Na.
“Na Sun Hye, Kau menjalani operasimu di tahun 2006. Aku berpikir mungkin sebagian besar uangmu habis. Bagaimana yang kau dapat membeli rumahmu?” tanya Jung Woo
“Rumah? Itu di sewa. Kami tidak membelinya.” kata Nyonya Na binggung
“Dikatakan di sini bahwa rumah itu dibeli dengan nama Suk Eul Nam.” jelas Jung Woo
“Tidak mungkin. Kami mulai penyewaan itu ketika kita menikah.” ucap Nyonya Na yakin

Jung Woo juga membahas tentang keanggotaan golf milik suaminya, Nyonya Na baru tahu mereka punya itu semua. Jung Woo berhitung kasar semua uang yang dihabiskan tahun 2006 itu sekitar 300 juta won. Nyonya Na kaget karena ia tak merasa punya uang sebanyak itu.
“Pengacara So, apa yang kau maksud dengan itu?” teriak Chuk Hee yang akhirnya mengambil alih telp
“Go Cheok Hee? Kenapa kau di sana?” tanya Jung Woo kaget dan juga binggung
“Apa maksudmu ₩ 300.000.000?” tanya Chuk Hee penasaran
“Sesuatu yang aneh terjadi. Sebagian besar uang pasti telah digunakan untuk membayar tagihan rumah sakit jika Na Sun Hye masuk  rumah sakit. Darimana Suk Eul Nam mendapatkan ₩ 300.000.000?” jelas Jung Woo melihat semua berkas dimejanya.
Keduanya teringat dengan kata-kata Kyung “Memenangkan gugatan medis tidak mudah. Ini akan membuang-buang waktu dan uang, dan selalu sia-sia.”lalu Chuk Hee berpikir “Bagaimana jika mereka setidaknya mengancam akan menuntut rumah sakit? Rumah sakit mungkin sudah menawarkan mereka rumah.”
Chuk Hee mengerti semua uang itu pasti dari rumah sakit, lalu memberitahu Jung Woo akan ke bagian administrasi untuk mengkonfirmasikannya dan Jung Woo harus pergi ke pengadilan. Jung Woo berpesan Chuk Hee hati-hati dan jangan berlari. Chuk Hee juga berpesan supaya Jung Woo tetap tenang. 

Sidang dimulai, In Jae berbicara pada hakim kalau tergugat tak memiliki niat mempertahankan pernikahan kecuali untuk kebanggan dan balas dendam, dengan begiu permintaan penggugat cerai berlaku. Chuk Hee berlari memasuki pengadilan berlari dengan cepat dan sempat jatuh karena tersandung.
“Pengacara, apakah Anda memiliki lebih banyak bukti untuk mengajukan penolakan perceraian?” tanya hakim.
Jung Woo terlihat pasrah, Chuk Hee akhirnya masuk memberikan berkas yang dibutuhkan Jung Woo sebagai bukti. Jung Woo membaca sedikit berkas berusaha menghafal dengan cepat, Chuk Hee menganguk memberikan keyakinan Jung Woo pasti bisa.
“ Saya memiliki, Yang Mulia. Terggugat, Na Sun Hye pertama dirawat di rumah sakit pada tahun 2006. Sebuah perjanjian ditulis antara, Suk Eul Nam dan rumah sakit. Saya ingin menyerahkan perjanjian ini ditulis sebagai bukti.” ucap Jung Woo,
Hakim meminta Jung Woo menyerahkanya. Chuk Hee tersenyum. Tuan Suk tak bisa menjawab ketika In Ja menanyakan berkas yang diserahkan pada hakim. Jung Woo akan membacakan dengan ingatan surat perjanjian yang dibuat.
“Perjanjian tertulis,  'Pihak B, Na Sun Hye terhadap Pihak A, Virtue Hospital. Pihak B tidak akan mengajukan gugatan medis. Sebagai gantinya, pihak A akan membayar Pihak B sepuluh tahun biaya rumah sakit dengn jumlah total 300 juta won. Kuasa hukum,Na Sun Hye, Suk Eul Nam.” ucap Jung Woo membacakan penjanjian yang membuat semua timnya tersenyum.
Jung Woo menjelaskan Tuan Suk tak memberitahu dengan perjanjian itu dengan bertindak seolah-olah membayar tagihan rumah sakit dari kantongnya sendiri dan kemudian dia berhenti membayar semua bersama-sama. Menurutnya alasan bercerai bukan kebahagiaan tapi sebuah niat jahat dengan begitu ia yakin permintaan penggugat bercerai dihentikan.
“Penggugat... apakah benar bahwa Anda tidak memberitahu terdakwa tentang perjanjian tertulis?” tanya Hakim
“Ketika seseorang jatuh sakit... Ada banyak tagihan lain yang perlu harus dibayar selain tagihan rumah sakit.” jawab Tuan Suk terlihat berbelit-belit
“Jawablah 'ya' atau 'tidak.' Apakah itu benar?” tegas hakim, Tuan Suk akhirnya membenarkan, dirinya tak memberitahu istrinya tentang surat penjanjian dengan rumah sakit.
“Putusan akan diumumkan di pengadilan pada 20 Mei pukul 2 siang”ucap Hakim menutup persidangan.
In Jae berkomentar kue tetangga kali ini layak untuk dimakan, tapi ia mengingatkan masih ada banding jadi Jung Woo bisa mempersiapkannya dan mereka akan bertemu kembali. 

Jung Woo hanya tinggal berdua dengan Chuk Hee melihat kaki Chuk Hee yang berdarah padahal ia sudah menyuruhnya jangan lari. Chuk Hee merasa dirinya baik-baik saja. Jung Woo mengumpat 3 tahun lalu Chuk Hee dengan tega menyuruhnya membelikan stocking.
Chuk Hee pikir dirinya bukan pengacara jadi tak penting dengan stocking. Jung Woo mengucapkan terimakasih, Chuk Hee pikir Jung Woo yang menemukan semuanya lalu akan beranjak pergi. Jung Woo mengutarakan dirinya yang ingin tahu sesuatu, lalu menarik Chuk Hee duduk di tempat In Jae bersidang.
“Saksi... akan menceritakan seluruh kebenaran, dan tidak ada yang lain hanya kebenaran. Dalam kasus sumpah palsu, kau bersumpah untuk menerima hukumannya?” ucap Jung Woo dengan mengangkat tangan Chuk Hee untuk bersumpah.
Chuk Hee menurunkan tangannya, binggung kenapa Jung Woo melakukan itu padanya. Jung Woo mendekatkan wajahnya pada Chuk Hee. 

“Go Chuk Hee... Bisakah kau menyukai seseorang yang seharusnya kau benci?” tanya Jung Woo. Chuk Hee berusaha untuk tidak menjawab.
“ Harap jawab 'ya' atau 'tidak.' Bisakah kau menyukai seseorang yang seharusnya kau benci?” tanya Jung Woo sekali lagi. Chuk Hee menjawab “ya”
“Apakah ada seseorang... yang kau sukai sekarang ini?” tanya Jung Woo Chuk Hee menjawab “ya”
“Apakah orang itu... So Jung Woo?” tanya Jung Woo, Chuk Hee terdiam menatap Jung Woo, tangan meremas-remas celananya.
Jung Woo menanyakan sekali lagi, apakah orang yang disukai Chuk Hee itu dirinya. Chuk Hee menatap Jung Woo lalu mengakui dengan menjawab “ya” beberapa kali. Jung Woo langsung memberikan ciuman untuk Chuk Hee.
“Apakah kau keberatan?” tanya Jung Woo setelah mencium Chuk Hee
Chuk Hee berdiri memegang kepala Jung Woo, memberikan jawaban dengan menciumnya. Sepertinya ruang pengadilan menjadi saksi kalau mereka berkencan. 
bersambung ke episode 9

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar