Sabtu, 04 April 2015

Sinopsis Divorce Lawyer In Love Episode 7 Part 2


Chuk Hee yang mengambil foto Jung Woo saat ada diacara “zoo” mengetahui  ada acara film Woman Secret, temannya memberitahu ada distudio A. Chuk hee berjalan dan langsung masuk ke ruang make up Mi Ree.
Mi Ree merasakan dirinya sedang dejavu karena Chuk Hee dulu melakukan hal yang sama 3 tahun yang lalu. Chuk Hee memberitahu kalau sekarang ia datang untuk mencari tahu dan tiga tahun yang lalu Mi Ree sedang bersama Jo Yoo Sang lalu suaminya di hari itu juga mati bunuh diri.
“Tapi Jo Yoo Sang bahkan tidak pernah muncul dalam drama itu.”sindir Chuk Hee tahu satu kebohongan Mi Ree.
“Oh, dan aku pikir itu adalah sesuatu yang penting, Jo Yoo Sang memiliki perselisihan kecil dengan sutradara sehingga dia hanya difilmkan satu episode dan berhenti, dan aktor itu diganti. Sekretaris Kim, kau akan lebih baik memberikan nomor telepon Direktur Choi untuk orang ini.” kata Mi Ree dengan tersenyum mengejek
Chuk Hee masih tak percaya lalu memberikan ponselnya, terlihat foto Mi Ree dengan Yoo Sang saat sedang di depan mobil. Ia mengulangi kata-kata saat ada di TV, yang megatakan Yoo Sang tak bisa bertemu tapi sebenarnya yang terlihat di foto mereka saling bertemu.Seketaris Kim akhirnya memilih untuk keluar ruangan. 

“Kau tampaknya tidak tahu betul tentang profesi akting. Aktor bertindak seperti itu adalah hal yang nyata ketika kita membenamkan diri dalam peran. Kami makan bersama seperti pasangan nyata dan berpegangan tangan. Jika diperlukan, bahkan skinship.” ucap Mi Ree dengan menyilangkan kakinya, Chuk Hee menatap Mi Ree dengan tatapan menantang.
Mi Ree lalu menyindir Chuk Hee untuk membawa informasi yang tepat seperti saat ie menulis novel yang membuat pembaca terlihat tertarik pada tulisannya. Lalu ia pamit pergi karena sudah waktunya syuting. Chuk Hee melirik sinis, Mi Ree yang keluar dari ruang rias buru-buru menelp Yoo Sang seperti mengatur rencana untuk menutupi hubungan perselingkuhannya.

Seorang pria paruh baya binggung karena datangan Soo Ah ke tempat toko bukunya Soo Ah malah yang meminta maaf karena dirinya tahu dari korban kecelakan kereta jadi  ia menemukan pria itu sebagai saksi.
“Pada hari kecelakaan kereta bawah tanah, Kau melihat wanita itu, kan?” tanya Soo Ah
“Ya. Sepatu hak tinggi hitam dengan pita terpasang. Dia memiliki balsam pewarna pada kukunya juga.” kata si pria
Flash back
Si pria bertengkar dengan istrinya di telp karena ia mengunakan uang untuk minum sangat banyak. Matanya melirik pada kaki wanita yang mengunakan Hak tinggi dengan pita merah dibagian belakangnya.
Setelah itu ia kembali memarahi istrinya yang selalu masak dengan menu yang sama dan selalu pergi ke salon untuk pijat. Akhirnya karena tak tahan diejek pelit oleh sang istri ia berteriak mengajak istrinya untuk bercerai saja. Lalu wanita yang duduk disampingnya memberikan kartu namanya yang ternyata seorang pengacara.
Soo Ah seperti menemui sebuah informasi kalau wanita itu adalah seorang perngacara, lalu menanyakan apakah pria itu masih menyimpan kartu namanya. Si pria tak tahu karena sudah 7 tahun lalu. Soo Ah memberikan amplop berisi uang karena si pria mau memberika informasi dan berjanji akan memberi lebih kalau pria itu bisa menemukan kartu nama si pengacara. 

Chuk Hee dan Jung Woo kembali menemui istri Jae Gil di cafe, mereka menyerahkan  petisi perceraian. Si istri tak terima karena menurutnya tak ada sesuatu yang salah dalam perkawinannya.
“Kau masih sangat bermartabat. Blackbox, mengambil kebijakan asuransi, dan surat nikah. Kami menemukan banyak bukti tentangmu, Goo Ae Ra.” ucap Chuk Hee dengan melipat tangannya didada
“Bukti apa yang kau butuhkan dari hati seseorang?” ucap Ae Ra menahan amarahnya.
“Dalam hukum, bukti adalah kenyataan dan realitas membawa kebenaran.”jelas Chuk Hee yakin
“Apa yang kau ketahui tentang hubungan antara pasangan yang sudah menikah?!” teriak Ae Ra lalu beranjak pergi.
Jung Woo hanya bisa tertunduk karena merasa kasihan dengan pasangan yang ingin bercerai lalu merasa tak yakin dengan yang mereka pikirkan. Chuk Hee mengingatkan kalau mereka memiliki bukti tapi Jung Woo ingat kata-kata Ae Ra “hati seseorang tidak dapat diketahui dengan bukti.” dan membuatnya menjadi ragu.
Chuk Hee menghela nafas, ia mengingatka kalau mereka membiarkanya maka Jae Gil akan terluka lebih parah lagi. Jung Woo mengangguk mengerti tapi ia merasa belum begitu yakin dengan perceraian itu. 

Jung Woo berlatih untuk sidang perceraian pertamanya esok, Chuk Hee yang melihat dasi Jung Woo itu biru lalu menyarankan untuk mengunakan warna merah karena warna itu cocok dengannya bahkan bisa memberikan aura positif. Jung Woo memegang dasinya dan percaya dengan ucapan Chuk Hee.
“Apa kau akan syuting film? Pada kenyataannya di pengadilan tidak ada satu orang pun bersuara keras. Sebaliknya hakim akan memperingatkanmu apabil kau bicara terlalu keras.” kata Chuk Hee memberi tahu.
“Itu karena aku gugup. Jadi aku berteriak” kata Jung Woo
“Tiga, tiga, tiga, bernapas. Apa kau tidak tahu? Tahan tanganmu sebanyak 3 kali, pegang lengamu 3 kali, tahan pinggang 3 kali.” jelas Chuk Hee 
Jung Woo langsung memegang tangan Chuk Hee setelah itu menarik nafas tiga kali, Chuk Hee binggung karena bukan itu yang dimaksud tapi Jung Woo terlihat sangat berkonsetrasi menarik nafasnya dengan menutup matanya.
Setelah selesai, Jung Woo mengapit lengan Chuk Hee dan kembali menarik nafasnya, lalu memeluk Chuk Hee dari belakang dengan memegang pingganya erat. Chuk He melonggo karena Jung Woo bisa melakukan itu padanya. Jung Woo membuka matanya tapi ia merasakan masih gugup. Chuk Hee yang ikut gugup melepaskan tangan Jung Woo lalu pamit pergi.
“Besok, sidang percobaannya pukul 10.” kata Jung Woo
“Aku tidak bisa pergi. Apa kau tidak melihat bagaimana kantor didukung karena senyum hamilmu?” kata Chuk Hee merasa tak penting untuk datang
“Tapi tetap datang karena ini kasus pertamaku dengan lencana pengacaraku.” kata Jung Woo seperti berharap Chuk Hee datang
Chuk Hee tetap memutuskan tak akan datang, Jung Woo berteriak meminta Chuk Hee tetap datang, Chuk Hee kaget karena Jung Woo berbicara informal padanya menurutanya lebih baik Jung Woo menjadi pengacara yang tidak memperlakukan kantor saja lalu meninggalkan ruangan. 

Pengadilan keluarga Seoul
Soo Ah memasangkan dasi biru untuk Jung Woo, saat itu Chuk Hee datang dengan sengaja membawakan dasi merah melihat keduanya sedang terlihat mesra ia pun menyembunyikan kotak dari dibelakangnya.
Jung Woo yang melihat Chuk Hee datang terlihat sangat sumringah lalu memberikan lambaian tangannya. Chuk Hee merasa dirinya khawatir takut Jung Woo tak datang, Soo Ah bangga karena Jung Woo mengunakan dasi biru karena dengan warna itu bisa menyirih didalam ruang pengadilan.
Chuk Hee hanya bisa mengigit bibirnya karena Jung Woo mengunakan dasi biru dari Soo Ah bukan warna merah. Di dalam ruang sidang, Soo Ah dengan bangga memilihkan warna biru karena sejak kecil Jung Woo itu suka dengan warna biru. Chuk Hee membalas dengan sindirkan kalau warna biru itu tak baik.
Jung Woo yang akan memulai sidang menengok dulu ke belakang untuk meminta semangat, Chuk Hee dan Soo Ah langsung melambaikan tanga merasa Jung Woo meminta semangat pada mereka. 

Jung Woo yang baru pertama kali menjadi pengacara dalam sidang sempat melakukan kesalahan dengan menyapa hakim sebagai pengacara pengugat. Hakim lalu menayakan pada Ae Ra apakah ia memiliki seorang pengacara. Ae Ra mengatakan ia tak punya. Hakim lalu membacakan alasan mendaftarkan perceraian adalah karena pengungat merasa bahaya dari terdakwa.
“Ya. Penggugat, seperti yang Anda lihat, luka ditangaya karena ia mengalami kecelakaan yang sering mengancam jiwa dan penyebab kecelakaan yaitu dengan terdakwa, Nona Goo Ae Ra..” kata Jung Woo memperlihatkan tangan Jae Gil yang masih di gips
“Cedera tubuh bagian atas. lutut cedera. Apakah Anda menyebabkan kecelakaan ini, Tergugat?” tanya Hakim pada Ae Ra
“Aku tidak melakukannya dengan sengaja. Itu karena anjing berlari menyeberang jalan.” jawab Ae Ra
“Bukti pertama,  ini adalah kotak hitam dari sebuah mobil di dekat lokasi kecelakaan. Seperti yang Anda lihat, setelah video sudah diverifikasi, Tidak ada anjing yang terdakwa akui sebagai penyebab kecelakaan. Tidak hanya itu. Anda bisa melihat pada kontrak pendaftaran asuransi terdakwa telah bergabung,  Ada lebih dari 5 asuransi bahwa terdakwa mendaftar untuk tanpa sepengetahuan penggugat. Dalam kesempatan itu apabila penggugat meninggal, maka jumlah uang terdakwa akan menerima jumlah yang sekitar 3 miliar won.” ucap Jung Woo
Beberapa orang yang ada di dalam ruang terlihat gaduh mendengar uang 3 miliar. Hakim bertanya alasan Ae Ra mendaftarkan banyak sekali asuransinya. Ae Ra tak bisa menjawab, Jung Woo pun memberitahu tentang pernikahan masa lalunya dan Jae Gil tak tahu tentang itu. Ae Ra merasa suaminya mengetahui dirinya itu pernah menikah.
Hakim bertanya pada Jae Gil, apakah ia tahu. Jae Gil mengatakan ia tahu kalau istrinya pernah menikah dan anak yang ada dirumah mereka adalah dari mantai suami Ae Ra dulu. Jung Woo memberikan bukti kedua kalau Ae Ra itu tidak hanya menikah sekali tapi dengan Jae Gil adalah pernikahanya yang ketiga.
Dengan pernikahan sebelumnya, Ae Ra tidak berakhir dengan perceraian tapi itu karena dua suami sebelumnya meninggal, yaitu mendiang Jun Jun Nam dan Gong Nam Hyun. Jae Gil tak bisa menahan amarahnya dengan memaki Ae Ra sebagai pembunuh.
Ae Ra hanya bisa tertunduk dengan menangis lalu mengatakan dirinya sudah bersedia untuk bercerai. Jung Woo terlihat sedih karena Ae Ra bisa begitu cepatnya setuju untuk mereka bercerai tanpa ada perlawanan. 
Setelah selesai diluar ruang sidang, Ae Ra akan mengurus asuransi dan uga mengosongkan barang-barang di rumah mereka. Jung Woo pun berjanji akan menelp Ae Ra kembali. Soo Ah yang melihat sidang pertama Jung Woo bagus jadi mengajaknya makan siang bersama. Jung Woo mengajak Chuk Hee tapi Chuk Hee enggan bergabung dengan alasan akan makan siang.

Jung Woo melihat Chuk Hee dengan sedih saat Soo Ah menariknya untuk pergi. Chuk Hee memberikan semangat dan jempol untuk memujinya tapi setelah itu ia sedih karena Jung Woo harus makan dengan Soo Ah bukan dengan dirinya. 
Chuk Hee menikmati makan siangan dengan mie ramen di minimarket sambil mengumpat kesal karena Jung Woo lebih memilih Soo Ah dibanding dirinya. Ia berpikir itu karena dirinya lebih pendek dan juga terlihat lebih tua. Lalu ia teringat saat Jae Gil memaki Ae Ra sebagai pembunuh, saat itu Ae Ra langsung memutuska menyetujui perceraian.
Akhirnya ia mencoba menelp bagian CCTV dari tempat kejadian, si paman memberitahu mereka sudah selesai memperbaiki rekaman CCTV yang rusak. Chuk Hee meninggalkan mienya dan langsung pergi.
Soo Ah memikirkan makanan apa yang mereka santap, tapi Jung Woo melamun mengingat kejadian saat Jae Gil berteriak memaki Ae Ra sebagai pembunuh, saat itu Ae Ra menyetujui mereka bercerai. Ia akhirnya memutuskan untuk pergi dan meminta maaf pada Soo Ah untuk makan lain kali. Soo Ah hanya bisa benggong melihat Jung Woo yang meninggalkanya.
Jung Woo dan Chuk Hee tiba disaat bersama ke tempat CCTV, keduanya saling berpandangan setelah itu bersama-sama masuk ke dalam. 

Keduanya melihat rekaman CCTV yang terlihat dibagian depan, terlihat memang ada seekor  anjing yang lewat dan membuat Ae Ra hilang kendali dan akhirnya menabrak tiang. Chuk Hee tak percaya ternyata yang dikatakan Ae Ra benar, jadi ia meminta Jung Woo pergi ke toko lebih dulu untuk menahan Ae Ra untuk tidak pergi. Jung Woo pun meminta Chuk Hee mengcopy CCTV lalu pergi menemui Jae Gil dan mereka harus datang ke toko bersam-sama.
Chuk Hee ingin memasukan data ke dalam ponselnya, terlihat ada seseorang yang keluar dari mobil, ia makin tak menyangka dengan kejadian sebenarnya. Ia pun menemui Jae Gil menanyakan bagaimana caranya Jae Gil bisa selamat. Jae Gil tak ingat karena saat ia membuka mata dirinya sudah ada dirumah sakit.
Akhirnya Chuk Hee memberika rekaman CCTV dalam ponselnya, Jae Gil tak percaya ternyata sang istri yang keluar dari mobil mencoba mengeluarkan dari mobil dengan menangis. 

Jung Woo sampai di tempat Ae Ra yang sedang merapihkan semua barangnya, memberitahu kalau dirinya melihat anjing penyebab kecelakaan. Ae Ra menyindir Jung Woo saat di pengadilan mengatakan  hal yang berbeda karena menurutnya ia sudah dicap sebagai pembunuh suaminya.
“Itu benar. aku sudah sering menipu dia. Suami pertamaku dan suami keduaku. Keduanya meninggalkan dunia karena kecelakaan. Mantan suami meninggal karena kita tidak punya uang untuk operasi. Sekarang, dengan suamiku saat ini, aku berencana untuk membeli asuransi untuknya.” cerita Ae Ra
“Jika kau mengatakan kebenaran di pengadilan, suamimu pasti sudah memecahkan semua kesalahpahaman dia denganmu.” jelas Jung Woo
“Apa yang begitu penting tentang kebenaran? Aku sudah membunuh di mata suamiku. Ini sudah sakit ketika dia menatapku seperti itu. Dan harus tinggal dengan suami yang berpikir aku seorang pembunuh, bagaimana aku bisa menjalani hidupku dengan dia? Bukti adalah fakta. Fakta menjadi kebenaran. Tapi antara pasangan, ada sesuatu yang lebih penting daripada kebenaran. Itu adalah kepercayaan.” kata Ae Ra dengan memegang dadanya dengan menangis
Jae Gil datang dengan wajah bersalah memanggil istrinya lalu bertanya apakah yang dikatakan Ae Ra itu tadi benar. Ae Ra pikir kalau itu memang benar apakah Jae Gil akan mempercayainya.
“Aku minta maaf aku tidak bisa mengatakan itu terlebih dulu. Kau mungkin salah paham jadi aku menyembunyikannya. Tapi aku pikir itu membuat kesalahpahaman besar sebagai gantinya.” kata Ae Ra lalu pergi meninggalkan toko.
Jae Gil menahan sang istri untuk tidak pergi, Jung Woo dan Chuk Hee terlihat agak terharu melihat kesalahpahaman dua pasangan yang seharusnya saling percaya bukan dari bukti. 


Soo Ah kembali menemui si paman yang mengetahui wanita berpita yang duduk disampingnya. Si pria yang sedang mengemas barangnya menceritakan ada bekas tas saat terjadi kebakaran dan ada dompet yang masih tertinggal lalu menyerahkan pada Soo Ah.
Terlihat Soo Ah sangat bersemangat membuka dompet yang berisi kartu nama, tapi bertapa kagetnya dia melihat kartu nama itu bertuliskan “Kantor Pengacara Chuk Bok Pengacara Go Chuk Hee”

Dengan wajah cemberut Soo Ah datang menemui Min Kyu dirumahnya, ia meminta Min Kyu untuk menghentikannya supaya tidak banyak berharap dan serakah dan sangat benci merasa rendah diri karena cinta. Min Kyu pikir kalau Soo Ah dengan Jung Woo berhasil maka akan baik untuk dirinya juga.
“Apa itu wajahmu atau hatimu, yang lebih rendah tidak sesuai denganmu. Aku sudah mulai pada itu, jadi bukan kau juga.” ucap Min Kyu. Soo Ah menatap kartu nama Chuk Hee ditangannya.
“Itu benar. Tidak peduli seberapa kurang beruntung Aku tidak harus bertindak seperti aku belum melihat bahkan jika aku melakukannya. Apa yang orang itu inginkan dari seorang wanita.” ucap Soo Ah menatap sedih kartu nama Chuk Hee dan akan memberitahu Jung Woo. 

Chuk Hee tersenyum karena Ae Ra dan suaminya kembali rukun. Jung Woo menyindir Chuk Hea yang sudah berubah karena sebelumnya prinsip Chuk Hee apabila seseorang tak memiliki cinta maka semuanya akan berakhir dengan perceraian tapi sekarang Chuk Hee malah menghentikannya bahkan khawartir dengan masalah kliennya.
“Aku pikir jika satu sisi berakhir maka itu akan menjadi akhir dari cinta mereka tapi aku menyadari cinta belum berakhir jika satu sisi tidak mengakhirinya. Aku pikir aku benar-benar akan menyesali dengan hal ini.” ucap Chuk Hee lalu menyerahkan kotak dasi yang ia beli
Jung Woo melihat dasi dan seharusnya Chuk Hee memberikan sebelum sidang, Chuk Hee rasa tak mungkin karena pacarnya sudah memberikan dasi padanya. Jung Woo sempat binggung lalu merasa Chuk Hee itu berpikir Soo Ah adalah pacarnya.
“Soo Ah... Dia bukan pacarku.” kata Jung Woo
“Waktu itu, dia keluar dari rumahmu.” kata Chuk Hee tak percaya
“Kami hidup bersama tapi dia bukan pacarku. Sebaliknya dia itu anak teman ibuku. Kami hidup bersama karena ibu kami berteman.” jelas Jung Woo yang membuat Chuk Hee tersenyum.
Jung Woo sedikit gugup mengatakan kalau merah adalah arti sebuah keberanian, dan langsung melepaskan sendiri dasi pemberian Soo Ah lalu ia meminta Chuk Hee untuk memasangkan dasi untuknya. Chuk Hee melonggo dan sempat binggung.

Dengan satu langkah kaki lebih dekat, Chuk Hee memasangkan dasi merahnya pada Jung Woo. Mata Jung Woo melirik Chuk Hee yang lihai memasang dasi. Chuk Hee masih gugup karena Jung Woo ada didekatnya.  
“Apa yang kau katakan benar. Sekarang aku memakai warna merah, semua alasan menghilang dan hanya memiliki keberanian. Go Chuk Hee. Jangan menyelak dan mendengarkan aku dengan baik-baik  Apa yang aku katakan di akhir di kereta bawah tanah .yang aku suka lebih dari Nanjung Ilgi, yang aku suka lebih dari telur gulung, orang yang tidak meninggalkan hatiku hari ini, adalah Go Chuk Hee.” ucap Jung Woo jujur.
Chuk Hee berkaca-kaca mendengar ternyata namanya yang disebut Jung Woo, lalu Jung Woo menyebut nama Chuk Hee seperti ingin mengutarakan perasaanya, saat itu Soo Ah memanggil Jung Woo, Keduanya sama-sama kaget melihat Soo Ah yang datang.
Soo Ah melihat dasi biru pemberian darinya dilepas dan diganti dengan dasi berwarna merah. Kartu nama Chuk Hee yang ada ditangannya, diremas begitu saja karena rasa cemburu yang begitu dalam melihat keduanya yang terlihat sangat dekat.
bersambung ke episode 8  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar