Minggu, 05 April 2015

Sinopsis Divorce Lawyer In Love Episode 10 Part 2

Chuk Hee mengeluh karena mereka harus bermain tenis kaki dengan semua tim padahal mereka ingin bersama. Jung Woo berisik sudah punya cara supaya mereka berduaan, dengan sengaja Jung Woo menendang bola sangat jauh sampai tak terlihat.
“Maafkan....Aku kira kita tidak bisa bermain karena tidak ada bola! Benar? Benar?” ucap Jung Woo berusaha untuk menghindari semuanya. Chuk Hee tersenyum bahagia.
“Jangan khawatir, aku membawa banyak.” kata Jung Soo bertindak sebagai wasit melihat banyak bola yang dibawa.
Dengan semangat mengebu-gebu, Kyung ingin menang dalam pertandingan demi Yum Mi, saat itu juga Jung Woo menendang bola dan tepat mengenai belakang kepala Kyung ketika sedang berbicara dengan Yum Mi, dan Kyung langsung jatuh pingsan.
“Aku pikir dia sudah mati!” ucap Yum Mi
“Ini tidak akan berhasil. Pengacara So dan aku akan membawa Kyung ke rumah sakit.”kata Chuk Hee berusaha untuk mencari waktu berdua.
Jung Woo setuju dan siap untuk membawa Kyung tapi tiba-tiba Kyung bangun dan langsung berlari untuk kembali bermain walaupun terlihat sempoyongan. 

Chuk Hee kembali mengeluh karena Jung Woo tak berhasil membuat mereka hanya berduaan saja. Jung Woo yakin kali ini usahanya berhasil, Chuk Hee ingin tahu apa rencana Jung Woo.
“Kyung tidak bisa makan daging tanpa Ssamjang dip ini. Mari kita menyembunyikan ini di bawah sini!” ucap Jung Woo
“Siapa yang menolak untuk makan daging hanya karena tidak ada Ssamjang? Ada bumbu lainnya seperti garam dan pasta kacang merah.” keluh Chuk Hee merasa itu tak akan berhasil
“Aku tahu kau akan khawatir seperti itu, jadi aku menyiapkan rencana cadangan! Dia mungkin bisa makan itu tanpa Ssamjang tapi dia mungkin tidak bisa makan daging tanpa Soju ini. Percayalah, aku letakan disini!”kata Jung Woo
Jung Woo dan Chuk Hee menyengir karena yakin rencana kali ini bisa berhasil membuat mereka hanya berdua saja. 

Kyung membakar daging, Chuk Hee mengajak semuanya itu makan. Kyung melihat tak ada Ssamjang karena dirinya tak bisa makan daging tanpa bumbu itu. Jung Woo tersenyum mengajak Chuk Hee pergi membeli Ssamjang. Jung Soo memberitahu mereka miliki Ssamjang
“Bibiku dari Jeollado sendiri yang membuat Ssamjang ini selama 18 tahun. Pamanku dari Jejudo mengirimkan ini untuku. Kecap ikan Teri. Kecap ikan Cutlass Dan ini adalah pasta kacang merah, dibumbui pasta kacang kedelai Dan ini makjang.” ucap Jung Soo membuka semua perlengkapan makannya 
“Tidak ada yang membeli Soju? Daging rasanya jauh lebih baik jika kau mencampur bir dengan Soju.” keluh Yum Mi melihat tak ada soju pada pendingin minuman, Chuk Hee dengan senyuman bahagia mengajak Jung Woo untuk membeli Soju.
“Tidak ada Soju, tapi... Aku memiliki ginseng minuman keras. Kakek dari kakek dari kakek buyutku membuat ini selama pemerintahan Jepang. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk minum itu.”jelas Jung Soo
Chuk Hee dan Jung Woo hanya bisa melonggo, ponsel Jung Soo berdering anaknya mengeluh sakit lalu pamit pulang, Yum Mi yang melihat Jung Soo pulang ingin ikut pulang juga. Chuk Hee dan Jung Woo akhirnya tersenyum, tapi mereka melihat masih ada Kyung yang tak pulang.
Kyung mengatakan tak ada kerjaan di Seoul lalu meminta Jung Woo menuangkan gingseng. Chuk Hee cemberut tak berhasil menyingikirkan Kyung supaya mereka bisa berdua. 

Kyung akhirnya tertidur setelah meminum arak ginseng di dalam tenda. Jung Woo dan Chuk Hee bisa berduaan saja di depan api unggun. Chuk Hee menanyakan apa yang akan mereka lakukan. Jung Woo menarik kursi Chuk Hee supaya lebih dekat. Lalu Jung Woo bertanya apa yang ingin dilakukan Chuk Hee ketika sudah berdua. Chuk Hee mengatakan mereka bisa mengobrol.
“Kapan hari terindah dalam hidupmu?” tanya Jung Woo 
“Hari aku diterima di sekolah hukum.” jawab Chuk Hee lalu bertanya balik pada Jung Woo
“Hari dimana kita berciuman. Kemudian kapan hari yang paling menyedihkan dalam hidupmu?” ucap Jung Woo
“Untukku... hari terindah dalam hidupku adalah hari paling menyedihkan dalam hidupku. Hari aku diterima di sekolah hukum. Aku mengetahui ibuku didiagnosis kanker. Itulah sebabnya... aku selalu sedih, bahkan ketika aku ingat kenangan indah.” cerita Chuk Hee.
“Itu adalah kebalikan untukku.Kenanganku yang paling menyedihkan...selalu manis. Aku benar-benar ingin melupakannya. Tapi itu adalah hari aku tidak pernah bisa lupa.Pada waktu itu, ada sepotong permen dalam mulutku.” cerita Jung Woo
Chuk Hee mengeluarkan permen dari tasnya memberikan permen mint, Jung Woo binggung kenapa Chuk Hee bisa memiliki itu. Chu He menceritakan kalau permen mint  adalah benda favorit ibunya dan  selalu membawa beberapa di tasnya, ketika teringat ibunya maka akan memakanya.
“Cara terbaik untuk menghapus kenangan yang ingin kau lupakan adalah dengan membuat kenangan yang biasa. Karena kau cenderung melupakan hal-hal biasa.” saran Chuk Hee lalu memberikan permen mint pada Jung Woo.
“Makan perma ini  dan membuat hari sedih dan hari bahagiamu mengingat semua yang manis. Kemudian hari itu kau ingin lupakan akan menjadi kenangan sangat biasa suatu hari nanti.” jelas Chuk Hee, Jung Woo tersenyum lalu mengatakan ini sangat manis. 

Jung Woo melihat Kyung keluar dari tenda dan langsung mendekap Chuk hee dalam pelukannya dari belakang terlihat seperti Jung Woo sedang duduk sendirian. Kyung menanyakan apa yang dilakuka Jung Woo sendirian, Jung Woo mengatakan kalau sedang berpikir sesuatu
“Bagaimana Chuk Hee?” tanya Kyung
“Aku tidak tahu mungkin dia pergi ke suatu tempat.” kata Jung Woo
“Aku harus pergi ke kamar mandi, tapi aku tidak tahu disebelah mana.” ucap Kyung, Jung Woo menunjuk ke sebelah kirinya berharap Kyung cepat pergi.
“Jung Woo....Dari belakang, kau...” ucap Kyung melihat dari belakang. Jung Woo dan Chuk Hee panik takut mereka ketahuan.
“Jung Woo...Berat badan sudah naik.” komentar Kyung melihat Jung Woo terlihat melebar.
Jung Woo bernafas lega mengatakan dirinya memang harus menurunkan berat badannya. Chuk Hee bertanya apakah Kyung sudah pergi, Jung Woo mengatakan Kyung belum pergi. Setelah beberapa saat Chuk Hee kembali bertanya, Jung Woo tetap mengatakan Kyung belum pergi dan tetap memeluk Chuk Hee. Terlihat Chuk Hee bahagia ada dipelukan Jung Woo. 

Min Kyu mengeluh pada ayahnya yang berbohong supaya datang karena ingin memberikan  undangan Don Varas haute couture, tapi disana sudah ada Dong Mi dan Ha Jung. Melihat Ha Jung yang datang, yakin Min Kyu itu tak ingin putus. Dong Mi juga melihat Min Kyu anak yang manis dengan menyindir saat memberikan pidato di malam penghargaan.
“Ibu Ha Jung tidak akan dapat meninggalkan Shanghai karena masalah keluarga. Kau harus mempersiapkan pernikahan denganku.” ucap Dong Mi
“Karena kita semua di sini, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.” kata Min Kyu dengan wajah serius duduk di sofa.
“bangunan itu... sudah  berjalan di tengah pengerjaan?”tanya Dong Mi sengaja memberi penekanan pada Min Kyu
“Apa kau berbicara tentang firma hukum baru kami? Aku berterima kasih kepadamu, itu berjalan dengan sangat baik. Aku menerima 600 pyung tanah di Seochodong sebagai hadiah pernikahan. Aku akan lebih marah jika kau mengatakan kemurahan hati ini tidak cukup.” ucap  In Jae.
“Nah, supaya kita semua mengerti, hadiah pernikahan dipertukarkan dengan syarat bahwa kita menikah. Kau tahu itu, kan Jika pernikahan ini harus dibatalkan, kau harus mengembalikan tanah.” kata Ha Jung dengan nada mengancam, In Jae tertawa karena tanah itu sudah diberikan.
“Ini adalah tanggal pernikahan, Guru Kim dari Cheongdamdong mengatakan akhir Maret akan menjadi yang terbaik menurut kalender lunar.Telepon aku setelah kau melihatnya.” ucap Dong Mi lalu mengajak Ha Jung pergi. Min Kyu hanya diam karena Ha Jung sudah memberikan hadiah untuk penikahan mereka. 

Chuk Hee datang menemui Jung Woo diruangan untuk mengajaknya datang ke rumahnya esok. Jung Woo tersenyum karena Chuk Hee mengajak datang kerumahnya, Chuk Hee langsung menghapus khayalan Jung Woo dengan memberitahu kalau ada ayahnya disana.
“Besok adalah hari ulang tahunmu. Jadi aku ingin membuatkanmu makan malam ulang tahun.” ucap Chuk Hee, Jung Woo terlihat berpikir, Chuk He merasa Jung Woo ingin menolaknya.
“Bukan. Aku hanya berpikir sebentar. Aku tidak tahu apa Go Chuk Hee yang ku kenal bisa memasak.” kata Jung Woo agak ragu
“Memasak bukan masalah besar, Itu semua ada di internet dan aku lakukan mengikuti petunjuk. Dan aku akan memberitahu ayahku semuanya besok. Bahwa lisensiku ditangguhkan, dan juga aku berkencan denganmu.” ucap Chuk Hee
Jung Woo menanyakan keyakinan Chuk Hee memberitahu semuanya. Chuk Hee rasa ayahnya akan segera mengetahui cepat atau lambat,  karena bersama Jung Woo jadi memiliki keberanian mengatakan itu. Jung Woo setuju dengan niat Chuk Hee. 

Ayah Chuk Hee melihat anaknya yang membawa belanja. Chuk Hee memberitahu pacarnya ulang tahun besok dan akan memperkenalkan pada ayahnya,yang akan membuat terkejut nantinya.
“Tapi Chuk Hee, kau tahu bagaimana membuat sup rumput laut? Bukankah lebih baik pergi keluar dan makan?” saran ayahnya terlihat ragu.
“Tidak! Aku sendiri yng harus membuatnya! Tiga tahun yang lalu, aku membuat kesalahan terhadap orang itu. Itu sebabnya, tidak peduli apapun itu,  Aku akan membuat sup rumput laut paling enak di dunia untuk dia!” kata Chuk Hee yakin
Chuk Hee memulai pentunjuk memasak sup rumput laut, dengan merendam rumput laut lebih dulu. Esok paginya, Chuk Hee menjerit melihat rumput lautnya menjular sampai kebawah. Ayahnya yang keluar dari kamar ikut panik. Chuk Hee melihat bungkus rumput lautnya itu untuk 100 porsi.
“Apa kau merendam semuanya? Aigooo! Rumput Laut mengembang sepuluh kali lipat jika kau rendamnya dalam air!”ucap ayahnya
“Apa... apa yang salah denganku? Kenapa aku baru melihatnya?” keluh Chuk Hee kesal 

Semua masakan tersedia, tapi Soo Ah binggung melihat ada sup touge bukan rumput laut padahal hari ini adalah ulang tahu Jung Woo. Ibu Jung Woo mengatakan dirinya yang muak melihat sup rumput laut dan menceritakan saat 3 tahun yang lalu si wanita Chucky menyiramnya dengan semangkuk sup rumput laut.
“Ada kesalahpahaman.” ucap Jung Woo berusaha menjelaskan
“Kesalahpahaman apa? Aku menyukai sup rumput laut lebih dari apa pun. Tapi sejak hari itu, aku bersumpah tidak pernah makan sup rumput laut lagi. Bagaimanapun, aku lebih baik tidak melihat wanita itu lagi. Aku akan membasahi dirinya dengan sup rumput laut dari kepala sampai kaki.” umpat Ibu Jung Woo, sementara Jung Woo hanya bisa mencoba sup touge buatan ibunya di hari ulang tahun. 

Jung Woo masuk ke dalam kamar dengan wajah lemas karena sang ibu belum bisa melupakan kejadian 3 tahun yang lalu padahal sekarang dirinya sedang berpacaran dengan Chuk Hee.
Chuk Hee menelp Jung Woo meminta maaf harus menunda acara makan malam mereka. Jung Woo menanyakan alasanya, Chuk Hee menceritakan ada sesuatu yang terjadi dan akan kembali menelpnya setelah selesai mengurus situasinya. Jung Woo bisa mengerti lalu Soo Ah masuk ke dalam kamarnya.
“Jung Woo, apa yang kau lakukan hari ini? Aku ingin berbicara denganmu.” ucap Soo Ah
“Itu bagus. aku perlu bicara denganmu juga.Haruskah kita pergi ke suatu tempat dan minum teh?”kata Jung Woo. 

Di sebuah cafe,
Soo Ah penasaran apa yang ingin dikatakan Jung Woo padanya. Jung Woo mengakui kalau  belum memberitahu siapa pun jadi lebih baik mengatakan pada Soo Ah lebih dulu
“Aku katakan sebelumnya ada seorang wanita yang aku suka. Wanita itu... adalah Go Chuk Hee. Aku berpacaran dengan wanita itu dan benar-benar sangat menyukainya..” akui Jung Woo yang membuat Soo Ah terkaget-kaget.
“Ingat apa yang wanita itu lakukan padamu? Dia membuatmu untuk pergi dan membeli stoking untuknya. Dia kasar seperti setan. Kau tahu itu lebih baik daripada orang lain.” teriak Soo Ah berusaha menyadarkan Jung Woo
“Dia jujur, pekerja keras dan mulia. Hanya tampaknya seperti itu karena dia dingin di tempat kerja dan dia tidak tahu bagaimana mengekspresikan dirinya.Dia diam-diam membantuku setiap kali aku kesulitan dengan suatu kasus dan  mengubah impianku... menjadi pengacara sejati.” cerita Jung Woo 

Soo Ah menahan air matanya mengetahui Jung Woo menilai kalau selama ini Chuk hee yang menjadikannya sebagai pengacara, lalu meninggalkan restoran. Jung Woo menahannya tak sengaja menendang tas yang ada dibawah. Jung Woo melihat papan namanya yang dibawa Soo Ah.
“Kau bilang kau akan pergi! kau mengatakan  akan melakukan apapun yang aku minta padamu! Aku ingin bekerja denganmu ketika kaubilang kau akan berhenti, jadi aku bahkan menandatangani sewa untuk kantor kita sendiri. Karena hari ini ulang tahunmu, Aku bahkan menyiapkan papan nama untukmu.” akui Soo Ah
“Soo Ah, aku minta maaf. Aku tidak tahu kau akan mendapatkan segalanya siap begitu cepat. Maafkan aku.” ucap Jung  Woo tak enak hati.
Ia juga berjanji akan menganti uang muka gedung yang sudah dibayar. Soo Ah makin marah karena ia bersikap seperti karena uang semata, menurutnya Chuk Hee adalah wanita yang menganggapnya sampah tiga tahun yang lalu sekarang membuatnya tak ingin meninggalkan kantor.
“Aku sudah di sisimu selama 26 tahun. Maksudku apa sangat mudah untukmu melanggar janji seperti ini?”tegas Soo Ah tak terima.
“Bukan begitu...Aku tidak tahu kantor berarti banyak untukmu. aku benar-benar menyesal, Soo Ah.” ucap Jung Woo, Soo Ah tak ingin mendengarnya lagi memilih untuk pergi. Jung Woo memanggilnya tapi Soo Ah tetap meninggalnya. 

Chuk Hee mencoba terus memasak sup rumput laut, tapi yang terjadi malah gosong lalu mengomel sendiri karena petunjuk dari resep di internet kurang jelas. Lalu mencoba kembali di panci yang lain.
Semangkuk sup rumput laut akhirnya tersedia dimeja, ayahnya tertawa bahagia karena setelah Chuk Hee berusaha sepanjang hari akhirnya berhasil membuat semangkuk keci sup rumput laut.
“Tapi ini terlambat, Haruskah aku memberikannya besok?” pikir Chuk Hee melihat sudah pukul sebelas malam.
“Tidak ada hal seperti ini, besok bukan  ulang tahun! Cepat antarkan kepadanya, seperti memberikan kejutan.” saran ayahnya, Chu Hee berpikir untuk mengantarkan kerumah Jung Woo. 

Jung Woo yang tak melihat Soo Ah dirumah mencoba menelp tapi ponselnya tak aktif, Chuk Hee tiba-tiba menelpnya memberitahu kalau sudah ada di depan rumahnya. Jung Woo keluar rumah dikagetan dengan Chuk Hee sudah berdiri dengan gayanya mengucapkan selamat ulang tahun. Jung Woo kaget melihat Chuk Hee datang padahal ia ingin menemuinya.
“Alasan kenapa aku datang ke sini, Seperti yang kau tahu, Kau benar-benar bukan tipeku. Benar-benar bukan kau, tetapi jika kau sangat menyukaiku. Aku mungkin akan memikirka untuk pergi denganmu beberapa kali.” ucap Chuk Hee mengodanya dengan menaikan harga dirinya
Ia memberikan sup rumput laut pada Jung Woo, melihat masakan yang dibawa pacarnya, Jung  Woo tak percaya dimasak sendiri. Chuk Hee mengakui kalau mengajak Jung Woo datang kerumahnya itu untuk membuatkan sup rumput laut tapi sempat gagal dan akhirnya berhasil walaupun hanya sekali.
“Masuklah dan makan, Cepat masuk ke dalam.” pinta Chuk Hee supaya Jung Woo bisa mencobanya.
“Mari kita makan bersama-sama. aku ingin makan denganmu.” ajak Jung Woo, Chuk Hee tak melihat tempat untuk mereka duduk. Jung Woo mengajak Chuk Hee ke tempat mereka bisa makan bersama. 

Chuk Hee membuka masakan yang sudah dibuat, Jung Woo membuka tempat sup yang masih hangat, dengan sangat bersemangat Chuk Hee melihat tinggal 10 menit lagi sebelum ulang tahun Jung Woo berakhir.
Jung Woo hanya bisa menghirup baunya saja sudah merasakan sup rumput laut buatan pacarnya sangat enak. Chuk Hee menyuapi Jung Woo, sup rumput laut. Jung Woo seperti ketagihan meminta Chuk Hee menyuapinya lagi. Jung Woo merasakan rasanya sangat enak, Lalu gantian Jung Woo yang mencoba sup rumput laut buatannya.
“Apa kau mengatakan ini enak, tapi cukup untuk risiko hidupmu?” komentar Chuk Hee merasakan supnya sangat tidak enak.
“Rasanya enak untukku.kau tidak berpikir  masakan ini enak?” ucap Jung Woo menghargai masakan Chuk Hee.
Ibu Jung Woo pulang dengan Soo Ah langsung naik pitam melihat Chuk Hee ada dirumahnya dan mengumpat si wanita kasar.
“Beraninya kau menemui anakku!” teriak Ibu Jung Woo, Chuk Hee hanya bisa tertunduk karena memang sudah membuat kesalahan 3 tahun lalu.

Ibu Jung Woo melihat sup rumput laut yang dibawa Chuk Hee, dengan rasa muaknya melemparnya. Jung Woo dengan cepat menghalangi Chuk Hee agar tak tersiram.
“Kau bajingan! Kau .. kau... So Jung Woo!” teriak ibunya tak percaya melihat anaknya menyelamatkan Chuk Hee.
Soo Ah mencoba menahan airmatanya melihat Jung Woo yang mencoba menyelamatkan Chuk Hee. Sementara Jung Woo dan Chuk Hee kaget karena melihat ibu Jung Woo sangat marah sampai membalas dengan menyiram sup rumput laut.
 bersambung ke episode 11 
Komentar 
Kasihan juga melihat Soo Ah udah bela-belain jual rumah untuk mengebiayain kuliahnya Jung Woo tapi ternyata Jung Woo malah pacaran sama Chuk Hee, tapi salah juga sih Soo Ah ga ngaku aja, mungkin klo ngaku lebih cepat ga sakit hati menyimpan rasa sukanya selam 26 tahun. 
Chuk Hee kayanya belajar banyak dari Jung Woo, ga mau lagi ngedukung orang bercerai dan menerima balasan dari perlakukan waktu dulu... TOP juga deh buat Chuk Hee. Tingkahnya kocak pas ngerem rumput laut jadi kaya ulat besar hijau yang menjular. Jung Woo jadi cowo yang menghargai wanita banget yah, walaupun rasanya ga enak tetap bilang enak. hihihi.. 


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar